Volume 3 Issue 2 . Pages 88-96 Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah E-ISSN: 3063-1181 Analisis Kesulitan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Al-QurAoan Hadits di MI Riyadlus Sholihien dan Upaya Mengatasinya Ayudia Indi Heriani1. Camelia Contrunada2. Ilmil Zawawi3 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah . , (UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jembe. Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah . , (UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jembe. Manajemen Pendidikan Islam . , (UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jembe. ayudiaa1005@gmail. com1, cameliacontrunada10@gmail. com2, kangzawa06@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran Al-QurAoan Hadits di MI Riyadlus Sholihien Jember, mengidentifikasi faktor penyebabnya, serta upaya guru dalam Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan 2 guru dan 8 siswa yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan serta diuji melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa meliputi membaca sesuai tajwid, menghafal, dan memahami isi ayat dan hadits. Kesulitan tersebut dipengaruhi oleh rendahnya minat belajar, metode pembelajaran yang kurang variatif, serta kurangnya latihan di rumah. Guru mengatasinya melalui bimbingan individu, metode pengulangan, dan penggunaan media audio, yang terbukti meningkatkan kemampuan siswa secara bertahap. Kata Kunci: kesulitan belajar. Al-QurAoan Hadits. Madrasah Ibtidaiyah, faktor penyebab, upaya guru. Abstract This study aims to analyze studentsAo learning difficulties in the Al-QurAoan Hadith subject at MI Riyadlus Sholihien Jember, identify the contributing factors, and examine the teachersAo efforts to overcome them. This research employs a descriptive qualitative approach involving 2 teachers and 8 students selected through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, and validated using triangulation techniques. The results show that studentsAo learning difficulties include reading according to tajwid rules, memorizing, and understanding the content of QurAoanic verses and Hadith. These difficulties are influenced by low learning interest, less varied teaching methods, and lack of practice at Teachers address these issues through individual guidance, repetition . methods, and the use of audio media, which gradually improve studentsAo abilities. Keywords: learning difficulties. Al-QurAoan Hadith. Madrasah Ibtidaiyah, causal factors, teacher PENDAHULUAN Pembelajaran Al-QurAoan Hadits di Madrasah Ibtidaiyah (MI) memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman keagamaan serta karakter religius siswa sejak usia dini. Mata pelajaran ini tidak hanya menekankan kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga memahami makna serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari (Bilqis & Muslih, 2026. Ghufron, 2. Secara teoritis, pembelajaran Al-QurAoan Hadits diharapkan mampu mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa secara seimbang. Namun, dalam kenyataannya, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca ayat dengan benar, menghafal, maupun memahami isi kandungan materi (Aziz et al. , 2025. Rosi, 2. Hal ini menunjukkan Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 3. , 2026 | 88 Analisis Kesulitan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Al-QurAoan Hadits di MI Riyadlus Sholihien dan Upaya Mengatasinya adanya kesenjangan antara teori pembelajaran yang ideal dengan fakta sosial yang terjadi di Berbagai penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran Al-QurAoan Hadits dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti rendahnya minat belajar, penggunaan metode pembelajaran yang kurang variatif, serta keterbatasan media pembelajaran yang digunakan oleh guru (Firdaus et al. , 2. Selain itu, penelitian lain menekankan pentingnya peran guru dalam menciptakan suasana pembelajaran yang menarik agar siswa lebih mudah memahami materi (Aida, 2024. Mendrofa et al. , 2. Namun demikian, penelitianpenelitian tersebut cenderung masih bersifat umum dan belum mengkaji secara mendalam jenis-jenis kesulitan belajar yang dialami siswa secara spesifik. Berdasarkan hasil observasi awal di MI Riyadlus Sholihien, ditemukan bahwa sebagian siswa mengalami kesulitan dalam membaca, menghafal, dan memahami isi hadis. Hal ini menunjukkan adanya permasalahan nyata yang perlu dikaji lebih lanjut. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki kebaruan dengan menganalisis secara lebih terfokus bentuk-bentuk kesulitan belajar siswa serta mengidentifikasi upaya konkret yang dilakukan guru dalam mengatasinya, khususnya dalam konteks pembelajaran Al-QurAoan Hadits di tingkat Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kesulitan belajar yang dialami siswa dalam mata pelajaran Al-QurAoan Hadits di MI, menganalisis faktor-faktor penyebab kesulitan tersebut, serta mengetahui upaya yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa. Dengan adanya tujuan tersebut, diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi nyata pembelajaran Al-QurAoan Hadits di tingkat MI. Penelitian ini didasarkan pada argumen bahwa kesulitan belajar siswa tidak hanya disebabkan oleh faktor internal seperti kemampuan dan motivasi siswa, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti metode pembelajaran, strategi yang digunakan guru, serta lingkungan belajar yang kurang mendukung. Oleh karena itu, diperlukan suatu analisis yang komprehensif untuk memahami berbagai faktor tersebut agar dapat dirumuskan solusi yang tepat dan efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Al-QurAoan Hadits di MI. Pentingnya penelitian ini terletak pada kontribusinya dalam memberikan informasi yang relevan mengenai kesulitan belajar siswa serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi guru dalam memperbaiki proses pembelajaran, serta menjadi referensi bagi pihak sekolah dan calon guru PGMI dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif. Dengan demikian, kualitas pembelajaran Al-QurAoan Hadits di MI dapat ditingkatkan sehingga tujuan pendidikan keagamaan dapat tercapai secara optimal. METODOLOGI Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam mengenai kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran Al-QurAoan Hadits serta upaya yang dilakukan untuk Melalui pendekatan kualitatif, peneliti dapat memperoleh data yang lebih lengkap dan kontekstual sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Penelitian ini dilaksanakan di MI Riyadlus Sholihien yang berlokasi di Kabupaten Jember. Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan selama tiga bulan, yaitu pada bulan Agustus hingga Oktober 2025. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan bahwa madrasah Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 3. , 2026 | 89 Analisis Kesulitan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Al-QurAoan Hadits di MI Riyadlus Sholihien dan Upaya Mengatasinya tersebut memiliki karakteristik yang sesuai dengan fokus penelitian, khususnya dalam pembelajaran Al-QurAoan Hadits di tingkat MI. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari guru mata pelajaran Al-QurAoan Hadits dan siswa yang mengalami kesulitan belajar. Informan penelitian berjumlah 10 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu berdasarkan keterlibatan langsung dalam proses pembelajaran serta kemampuan memberikan informasi yang relevan dengan penelitian. Informan terdiri dari 2 orang guru dan 8 orang siswa yang mewakili berbagai tingkat kemampuan belajar. Adapun rincian informan dalam penelitian ini disajikan pada tabel berikut: Table 1. Informan Penelitian No Kode Informan Keterangan Informan G-01 Guru Al-QurAoan Hadits G-02 Guru Al-QurAoan Hadits S-01 Siswa Kelas IV S-02 Siswa Kelas IV S-03 Siswa Kelas V S-04 Siswa Kelas V S-05 Siswa Kelas V S-06 Siswa Kelas VI S-07 Siswa Kelas VI 10 S-08 Siswa Kelas VI Tabel di atas menunjukkan bahwa informan dipilih secara representatif untuk memperoleh data yang komprehensif dari berbagai perspektif, baik dari pihak guru maupun peserta didik. Informan yang terdiri dari guru Al-QurAoan Hadits dan siswa dipilih karena memiliki keterlibatan langsung dalam proses pembelajaran, sehingga mampu memberikan informasi yang relevan terkait kesulitan belajar yang dialami siswa. Penggunaan kode pada setiap informan bertujuan untuk menjaga kerahasiaan identitas sekaligus memudahkan peneliti dalam proses pengolahan dan analisis data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan Observasi dilakukan untuk mengamati secara langsung proses pembelajaran AlQurAoan Hadits di kelas, khususnya terkait kesulitan yang dialami siswa dalam membaca, menghafal, dan memahami materi. Wawancara dilakukan secara mendalam kepada informan guna memperoleh informasi mengenai faktor penyebab kesulitan belajar serta upaya yang dilakukan guru dalam mengatasinya. Sementara itu, dokumentasi digunakan untuk melengkapi data berupa perangkat pembelajaran, hasil belajar siswa, serta dokumen lain yang relevan dengan penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pengumpulan data, pengelompokan data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Data yang telah diperoleh kemudian diseleksi dan disusun secara sistematis agar mudah dipahami, sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kesulitan belajar siswa serta upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Untuk menjamin keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi, yaitu dengan membandingkan data dari berbagai sumber dan metode yang digunakan. Dengan demikian, data yang dihasilkan diharapkan memiliki tingkat validitas dan kredibilitas yang baik. 90 | Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 3. , 2026 Analisis Kesulitan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Al-QurAoan Hadits di MI Riyadlus Sholihien dan Upaya Mengatasinya HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Hasil penelitian ini dilakukan di MI Riyadlus Sholihien Jember dengan melibatkan 10 informan yang terdiri dari dua guru Al-QurAoan Hadits (G-01 dan G-. serta delapan siswa (S01 sampai S-. Hasil penelitian ini disusun berdasarkan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama proses pembelajaran berlangsung. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk mengetahui bentuk kesulitan belajar siswa, faktor penyebabnya, serta upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan tersebut. Adapun hasil penelitian ini disajikan dalam beberapa sub bab berikut. Bentuk Kesulitan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Al-QurAoan Hadits Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam tiga aspek utama, yaitu membaca, menghafal, dan memahami materi Al-QurAoan Hadits. Hasil observasi menunjukkan bahwa beberapa siswa seperti S-01. S-02, dan S-03 masih mengalami kesulitan dalam membaca ayat Al-QurAoan dengan benar, terutama dalam penerapan tajwid, sementara siswa S-04 dan S-05 tampak kurang fokus saat kegiatan hafalan berlangsung, serta siswa S-06. S-07, dan S-08 mengalami kesulitan dalam memahami makna ayat yang dipelajari. Hal ini diperkuat oleh hasil wawancara, di mana G-01 menjelaskan bahwa sebagian besar siswa masih belum lancar membaca Al-QurAoan sehingga mempengaruhi kemampuan mereka dalam mengikuti pembelajaran, sedangkan G-02 menambahkan bahwa kesulitan siswa tidak hanya pada membaca, tetapi juga pada hafalan dan pemahaman isi ayat, terutama jika tidak dilakukan pengulangan di rumah. Pernyataan tersebut juga didukung oleh siswa, di mana S-01 mengaku masih bingung membaca ayat yang panjang. S-02 menyatakan sering salah dalam membaca tanpa bimbingan. S-05 mengungkapkan kesulitan dalam menghafal karena mudah lupa, serta S-06 dan S-07 menyampaikan bahwa mereka sering belum memahami arti dari ayat yang Dari sisi dokumentasi, nilai ulangan harian dan catatan guru menunjukkan bahwa sebagian siswa memperoleh hasil yang rendah pada aspek membaca dan pemahaman, sehingga semakin menguatkan adanya kesulitan belajar yang dialami siswa. Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Siswa Kesulitan belajar yang dialami siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari dalam diri siswa maupun dari luar. Berdasarkan hasil observasi, terlihat bahwa beberapa siswa seperti S-03 dan S-04 cenderung kurang aktif dalam pembelajaran serta mudah kehilangan fokus, sementara metode pembelajaran yang digunakan guru masih didominasi oleh ceramah dan hafalan sehingga membuat suasana belajar menjadi kurang menarik. Hasil wawancara menunjukkan bahwa G-01 menyatakan rendahnya minat belajar siswa menjadi salah satu faktor utama, terutama ketika pembelajaran berfokus pada hafalan, sedangkan G-02 menambahkan bahwa kurangnya variasi metode pembelajaran menyebabkan siswa cepat merasa bosan. Hal ini juga diperkuat oleh pernyataan siswa, di mana S-01 mengaku merasa bosan karena pembelajaran hanya berfokus pada hafalan. S-03 menyatakan kurang fokus ketika pembelajaran berlangsung lama. S-04 merasa kurang semangat jika pembelajaran tidak menarik, serta S-06 dan S-08 menyampaikan bahwa kurangnya latihan di rumah menyebabkan mereka kesulitan mengikuti pelajaran dan mudah lupa. Dari hasil dokumentasi, perangkat pembelajaran Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 3. , 2026 | 91 Analisis Kesulitan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Al-QurAoan Hadits di MI Riyadlus Sholihien dan Upaya Mengatasinya menunjukkan keterbatasan dalam penggunaan media serta variasi metode pembelajaran, sehingga turut mempengaruhi tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Upaya Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Dalam mengatasi kesulitan belajar siswa, guru telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran Al-QurAoan Hadits. Berdasarkan hasil observasi, guru memberikan bimbingan secara individual kepada siswa yang mengalami kesulitan, seperti S-02 dan S-05, serta menerapkan metode pengulangan . untuk membantu siswa dalam membaca dan menghafal, disertai dengan pemberian motivasi agar siswa lebih semangat dalam belajar. Hasil wawancara menunjukkan bahwa G-01 menjelaskan bahwa guru secara rutin memberikan bimbingan khusus kepada siswa yang belum lancar membaca, sedangkan G-02 menambahkan bahwa penggunaan media seperti audio dilakukan untuk meningkatkan minat belajar siswa. Hal ini juga dirasakan oleh siswa, di mana S-02 menyatakan bahwa bimbingan langsung dari guru membuatnya lebih mudah memahami materi. S-03 mengungkapkan bahwa pengulangan membantu dalam menghafal. S-05 merasa terbantu ketika guru membimbing secara langsung, serta S-08 menyampaikan bahwa belajar menggunakan audio dan bersama teman membuat proses hafalan menjadi lebih mudah. Dari hasil dokumentasi, terlihat adanya peningkatan nilai pada beberapa siswa setelah dilakukan bimbingan tambahan dan penggunaan metode pembelajaran yang lebih variatif, sehingga menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan guru cukup efektif dalam mengatasi kesulitan belajar siswa. Kesulitan Belajar Faktor Penyebab Minat Belajar Rendah Metode Kurang Variatif Kurang Latihan Upaya Guru Bimbingan Individu Metode Pengulangan . Penggunaan Media . Gambar 1. Temuan Penelitian Bagian di atas menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa dalam pembelajaran AlQurAoan Hadits yang meliputi aspek membaca, menghafal, dan memahami materi dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti rendahnya minat belajar, metode pembelajaran yang kurang variatif, serta kurangnya latihan siswa di rumah. Faktor-faktor tersebut secara langsung berdampak pada rendahnya kemampuan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Oleh karena itu, upaya yang dilakukan guru, seperti pemberian bimbingan individu, penggunaan metode pengulangan . , serta pemanfaatan media pembelajaran, menjadi langkah penting dalam mengatasi kesulitan tersebut. Upaya-upaya tersebut terbukti mampu meningkatkan kemampuan 92 | Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 3. , 2026 Analisis Kesulitan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Al-QurAoan Hadits di MI Riyadlus Sholihien dan Upaya Mengatasinya siswa, baik dalam membaca, menghafal, maupun memahami materi Al-QurAoan Hadits, sehingga kualitas pembelajaran menjadi lebih baik. PEMBAHASAN Analisis Bentuk Kesulitan Belajar Siswa dalam Pembelajaran Al-QurAoan Hadits Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa tidak hanya terbatas pada tiga aspek utama, yaitu membaca, menghafal, dan memahami materi, tetapi juga menunjukkan adanya hubungan hierarkis antar ketiga aspek tersebut. Artinya, kesulitan membaca yang dialami siswa menjadi dasar munculnya kesulitan pada aspek hafalan dan Hal ini memperlihatkan bahwa kemampuan membaca Al-QurAoan, khususnya dalam penguasaan tajwid, merupakan prasyarat utama dalam pembelajaran Al-QurAoan Hadits. Temuan ini memperluas teori belajar yang menyatakan bahwa proses pembelajaran mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik (Amrozi, 2. , dengan menunjukkan bahwa dalam konteks pembelajaran Al-QurAoan Hadits, aspek psikomotorik . memiliki peran dominan sebagai fondasi bagi aspek lainnya. Lebih lanjut, temuan ini menunjukkan bahwa kesulitan memahami tidak semata-mata disebabkan oleh kemampuan berpikir tingkat tinggi, tetapi juga dipengaruhi oleh lemahnya kemampuan dasar membaca dan kurangnya pengulangan hafalan. Hal ini memberikan kontribusi baru terhadap teori belajar kognitif yang menyatakan bahwa pemahaman merupakan hasil dari proses pengolahan informasi, dengan menambahkan bahwa dalam pembelajaran berbasis teks keagamaan, kualitas input . emampuan membac. sangat menentukan kualitas Dengan demikian, kesulitan belajar siswa dalam penelitian ini bersifat sistemik dan saling berkaitan, sehingga memerlukan pendekatan pembelajaran yang terintegrasi, bukan Analisis Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Siswa Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab kesulitan belajar tidak hanya berasal dari faktor internal dan eksternal secara terpisah, tetapi juga menunjukkan adanya interaksi yang saling mempengaruhi antara keduanya. Rendahnya minat belajar siswa tidak hanya disebabkan oleh faktor individu, tetapi juga dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang kurang variatif. Sebaliknya, metode pembelajaran yang monoton turut memperkuat rendahnya motivasi siswa. Temuan ini memperdalam teori yang menyatakan bahwa keberhasilan belajar dipengaruhi oleh kondisi internal individu serta lingkungan belajar yang mendukung (Sugiarti et al. , 2. , dengan menunjukkan bahwa kedua faktor tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan secara dinamis dalam proses pembelajaran. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa kurangnya variasi metode pembelajaran, seperti dominasi ceramah dan hafalan, menyebabkan siswa mudah merasa bosan dan kurang aktif dalam pembelajaran. Hal ini sejalan dengan pendapat bahwa penggunaan metode yang monoton dapat menurunkan keterlibatan siswa dan berdampak pada rendahnya hasil belajar (Ali et al. , 2. Namun demikian, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa permasalahan tidak hanya terletak pada metode, tetapi juga pada kurangnya kesinambungan belajar di luar kelas, khususnya dalam bentuk latihan di rumah. Lebih lanjut, kurangnya latihan di rumah menjadi faktor krusial yang memperparah kesulitan belajar siswa, terutama dalam aspek hafalan dan pemahaman. Hal ini menunjukkan Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 3. , 2026 | 93 Analisis Kesulitan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Al-QurAoan Hadits di MI Riyadlus Sholihien dan Upaya Mengatasinya bahwa pembelajaran Al-QurAoan Hadits tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan di kelas, tetapi membutuhkan penguatan melalui lingkungan belajar di rumah. Temuan ini memberikan kontribusi baru dengan menekankan pentingnya integrasi antara lingkungan sekolah dan lingkungan keluarga dalam mendukung keberhasilan belajar siswa. Dengan demikian, faktor penyebab kesulitan belajar dalam penelitian ini tidak hanya bersifat individual atau pedagogis, tetapi juga bersifat kontekstual yang melibatkan interaksi antara siswa, guru, metode pembelajaran, serta lingkungan belajar secara menyeluruh. Analisis Upaya Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa, seperti bimbingan individu, metode pengulangan . , dan penggunaan media pembelajaran, menunjukkan bahwa guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator dan pembimbing dalam proses pembelajaran. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas upaya tersebut sangat bergantung pada kesesuaian antara jenis kesulitan siswa dengan strategi yang digunakan. Bimbingan individu, misalnya, lebih efektif dalam membantu siswa yang mengalami kesulitan membaca, karena memungkinkan adanya perhatian khusus dan perbaikan secara langsung. Hal ini sejalan dengan pendapat bahwa pendekatan individual dapat membantu siswa mengatasi kesulitan belajar secara lebih spesifik dan terarah (Roswandari & Aziz, 2. Selain itu, penggunaan metode pengulangan . terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan hafalan siswa. Temuan ini mendukung teori behavioristik yang menyatakan bahwa pengulangan dapat memperkuat ingatan dan membentuk kebiasaan belajar yang lebih baik. Namun demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa metode drill akan lebih efektif apabila dikombinasikan dengan strategi lain yang lebih menarik, sehingga tidak menimbulkan kejenuhan pada siswa. Di sisi lain, penggunaan media pembelajaran seperti audio juga terbukti mampu meningkatkan minat dan perhatian siswa dalam mengikuti pembelajaran, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan pemahaman materi. Hal ini sejalan dengan teori pembelajaran modern yang menekankan pentingnya penggunaan media dalam meningkatkan kualitas pembelajaran (Silaban & Boy, 2. Lebih lanjut, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada satu strategi pembelajaran yang mampu mengatasi seluruh kesulitan belajar siswa secara sekaligus. Guru perlu menerapkan pendekatan yang fleksibel dan diferensiatif sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Selain itu, kombinasi antara metode tradisional seperti drill dan pendekatan modern seperti penggunaan media pembelajaran terbukti memberikan hasil yang lebih optimal. Hal ini diperkuat oleh temuan bahwa adanya peningkatan kemampuan siswa setelah dilakukan berbagai upaya tersebut (Aida, 2024. Berek, 2. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi baru bahwa keberhasilan dalam mengatasi kesulitan belajar tidak hanya bergantung pada metode yang digunakan, tetapi juga pada kemampuan guru dalam menyesuaikan strategi pembelajaran secara adaptif dan kontekstual. SIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian, dapat disimpulkan bahwa kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran Al-QurAoan Hadits di MI Riyadlus Sholihien Jember mencakup tiga aspek utama, yaitu membaca sesuai kaidah tajwid, menghafal, dan memahami isi ayat serta hadits. Ketiga aspek tersebut memiliki hubungan yang bersifat hierarkis, di mana 94 | Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 3. , 2026 Analisis Kesulitan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Al-QurAoan Hadits di MI Riyadlus Sholihien dan Upaya Mengatasinya kemampuan membaca menjadi dasar yang mempengaruhi kemampuan menghafal dan memahami, sehingga kesulitan yang terjadi bersifat saling berkaitan. Faktor penyebab kesulitan belajar tidak hanya berasal dari faktor internal seperti rendahnya minat dan motivasi belajar siswa, tetapi juga dari faktor eksternal seperti metode pembelajaran yang kurang variatif, keterbatasan penggunaan media, serta kurangnya latihan di Temuan penelitian menunjukkan adanya interaksi antara faktor internal dan eksternal yang secara bersama-sama mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa. Upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan belajar meliputi bimbingan individu, metode pengulangan . , serta penggunaan media pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas upaya tersebut bergantung pada kesesuaian antara strategi yang digunakan dengan jenis kesulitan yang dialami siswa. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang fleksibel, adaptif, dan diferensiatif agar dapat mengatasi kesulitan belajar siswa secara optimal. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran AlQurAoan Hadits tidak hanya ditentukan oleh metode yang digunakan, tetapi juga oleh kemampuan guru dalam mengintegrasikan berbagai strategi pembelajaran serta dukungan lingkungan belajar yang berkelanjutan, baik di sekolah maupun di rumah. DAFTAR PUSTAKA