Jurnal Pengabdian West Science Vol. No. Januari, 2023, pp. Implementasi Penguatan Nilai - Nilai Pancasila Pada Era Globalisasi Pendidikan Abad-21di Sma Negeri 1 Palembang Anwar Haqiem1. Effendi Nawawi2 1,2 FKIP Universitas Sriwijaya Email1 : anwarhaqiem7@gmail. Email2 : effendi@fkip. Article History: Received: Revised: Accepted: Abstract: Indonesia mempunyai Pancasila sebagai simbol kepribadiannya yang mampu mempersatukan berbagai latar belakang masyarakatnya, baik itu di lingkungan masyarakat luas ataupun di lingkungan Pancasila berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila yang dapat diwujudkan dalam Profil Pelajar Pancasila. Profil Pelajar Pancasila berperan sebagai penuntun arah yang memandu segala kebijakan dan pembaharuan dalam sistem pendidikan Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan sebuah dasar untuk memahami kebhinnekaan dan pemahaman tentang nilai-nilai pancasila yang dibutuhkan peserta didik untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila dan penerapan nya di sekolah, dengan begitu peserta didik memiliki falsafah dalam hidup berbangsa dan bernegara. Teknik pengumpulan data memakai observasi, wawancara serta literatur. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengan Atas Negeri 1 Palembang. Pengamalan nilai-nilai kebhinekatunggalikaan serta nilai-nilai Pancasila melalui pembiasaan . dilakukan menggunakan membiasakan peserta didik mempunyai sikap toleransi beragama, saling menyayangi serta menghargai sesama insan, tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk terpecah belah, terbiasa mengambil keputusan secara musyawarah, berteman dengan siapa saja serta mempunyai solidaritas yang tinggi. Keywords: Implementasi. Nilai-nilai. Pancasila. Karakter. Profil Pelajar Pancasila Pendidikan Pendahuluan Indonesia di masa depan harus terus mempertahankan karakter bangsa. Era revolusi industri 4. 0 memungkinkan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni begitu cepat mempengaruhi kehidupan bangsa Indonesia. Kemajuan ini menuntut generasi bangsa untuk dapat menyesuaikan akan perkembangannya. Keinginan kita untuk selalu maju agaknya banyak berdampak dan membawa pengaruh bagi bangsa Vol. No. Januari, 2023, pp. ini, baik itu berupa dampak positif maupun negatif. Pada abad 21 ini, pendidik dituntut untuk memiliki semangat belajar yang tinggi dan kemampuan mengajar yang mumpuni. Itu artinya, pendidik merupakan pilar pendidikan yang sangat vital Keberhasilan pendidikan sangat tergantung pada peran strategis guru untuk membina peserta didik. Peserta didik adalah anggota masyarakat, mereka berusaha mengembangkan potensinya melalui cara, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu dalam proses Dalam hal ini Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dalam pasal 3 menyebutkan bahwa Pendidikan nasional membentuk karakter dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam kerangka mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi orang yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung Nilai Ae Nilai yang terdapat pada Pancasila mengandung moral, nilai-nilai yang luhur serta budaya Bangsa Indonesia yang berharga, baik, berguna, sarat dengan makna, isi, pesan, semangat, serta jiwa yang tersurat serta tersirat dalam fakta, konsep, dan teori dengan makna secara fungsional yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari maka dapat memberi manfaat bagi seluruh warga Indonesia untuk mengarahkan, menentukan, dan mengendalikan kelakuan seseorang (Winarno, 2. Selain itu, dengan adanya pengamalan nilai-nilai pancasila pada kehidupan seharihari, maka kita selaku Warga Negara Indonesia akan terbentuk sebagai warga Negara yang mampu memahami dan melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk tampil lebih baik, cerdas, terampil, serta berkarakter sejalan dengan amanat Pancasila serta UUD 1945 yang dapat mempertahankan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurut Efendi. , & SaAodiyah. dalam kehidupan bangsa di Indonesia. Pancasila berperan penyaring perkembangan Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia harus membekali Pancasila dengan perkembangan dalam kehidupan masyarakat Pancasila, oleh karena itu dalam pelaksanaan dan pengembangan etika perlu dikaji berbagai perkembangan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat luas. Pancasila juga merupakan penyaring budaya luar yang merasuk ke dalam budaya bangsa Indonesia untuk mencegah penyalahgunaan nilai-nilai Pancasila, khususnya oleh lembaga Vol. No. Januari, 2023, pp. pendidikan, yang mencerminkan contoh pembinaan moral peserta didik. Pancasila memiliki nilai-nilai yang berkaitan erat dengan karakter, yang terlihat dari nilai-nilai Pancasila yang merupakan jati diri masyarakat Indonesia yang memiliki ciri khas dan kekhsanahan pribadi bangsa. Kepribadian bangsa dari nilai nilai luhur Pancasila bangsa Indonesia perlu dilestarikan dengan mewariskan karakter Pancasila kepada generasi muda sebagai pedoman hidup. Tempat untuk mewariskan karakter tersebut salah satunya adalah melalui dunia pendidikan. (Nurizka. , & Rahim. Pendidikan Indonesia yang memiliki berbagai jenjang, yang dimulai dari pendidikan sekolah dasar (SD), pendidikan sekolah menengah pertama (SMP), dan pendidikan sekolah menengah atas (SMA). Pendidikan sekolah menengah atas merupakan salah satu jenjang pendidikan yang harus menerapkan nilai nilai Pancasila dalam proses pembelajaran dan semua aspek lainnya. Pengimplementasian nilai-nilai Pancasila di Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan proses penguatan dikarenakan sudah ditanamkan sejak di Sekolah Dasar (SD) untuk mencapai hal itu maka diperlukan pendidikan pembelajaran . sycopedagogial developmen. sebab penguatan nilai-nilai Pancasila di sekolah adalah tidak terlepas dari kegiatan pembelajaran yang menyangkut tiga aspek, yakni kognitif, afektif dan psikomotor. (Triyanto. , & Fadhilah. Hal ini sejalan juga dengan pendapat Lickona . yang menyatakan bahwa pendidikan karakter seharusnya membawa peserta didik ke pengenalan nilai secara kognitif, penghayatan nilai secara afektif, dan akhirnya ke pengamalan nilai secara nyata. Inilah rancangan pendidikan karakter . yang oleh Thomas Lickona disebut moral knowing, moral feeling, dan moral action, karena itulah, semua mapel yang dipelajari oleh peserta didik di sekolah harus bermuatan pendidikan karakter yang bisa membawanya menjadi manusia yang berkarakter. Berdasarkan berdasarkan kenyataan tersebut penulis ingin menguraikan yg dilandasi beberapa rumusan masalah sebagai batasan bahasan yg antara lain menjadi . Apa saja nilai-nilai Pancasila menjadi dasar pendidikan karakter bagi peserta didik SMA Negeri 1 Palembang? . Bagaimana konsep pendidikan karakter dalam perspektif Ki Hadjar Dewantara berbasis nilai-nilai Pancasila? Vol. No. Januari, 2023, pp. Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan implementasi wawancara dan observasi secara deskriptif yang bertujuan menafsirkan fenomena pengimplementasian nilai-nilai pancasila dalam menopang karakter peserta didik di SMA Negeri 1 Palembang. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan memahami fenomena yang dialami oleh subyek penelitian. Misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan sebagainya, secara holistik dengan cara deskriptif dalam suatu konteks khusus yang alami tanpa ada campur tangan manusia dan dengan memanfaatkan secara optimal sebagai metode ilmiah yang lazim digunakan (Sidiq, 2. Kajian Pustaka Pengertian Implementasi Berdasarkan Usman . implementasi bermuara di kegiatan, aksi, tindakan, atau adanya prosedur suatu sistem, implementasi bukan sekedar kegiatan, akan tetapi suatu aktivitas yang bersiklus serta untuk mencapai tujuan aktivitas. Secara sederhana implementasi diartikan menjadi aplikasi atau penerapan. Hamalik . , implementasi artinya suatu proses penerapan pandangan baru, konsep, kebijakan, atau penemuan dalam bentuk tindakan simpel sebagai akibatnya memberikan dampak, baik berupa perubahan pengetahuan, keterampilan, juga nilai serta perilaku. Hal serupa pula diungkapkan oleh Mulyana . yaitu suatu proses penerapan inspirasi, konsep, kebijakan, atau inovasi dalam suatu tindakan mudah sehingga memberikan akibat, baik berupa perubahan pengetahuan, keterampilan, juga nilai dan perilaku. Nilai-Nilai Pancasila Pancasila menjadi kepribadian bangsa Indonesia, artinya nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, serta keadilan diwujudkan pada perilaku mental serta tingkah laku dan amal perbuatan. perilaku mental, tingkah laris serta perbuatan bangsa Indonesia memiliki karakteristik khas, artinya bisa dibedakan dengan bangsa lain. Kepribadian itu mengacu pada sesuatu yang unik serta khas sebab tidak terdapat pribadi yang benar-benar sama. Setiap pribadi mencerminkan keadaan atau halnya sendiri (Nurwardani, dkk. , 2. Nilai pada prinsipnya ialah karakter atau kualitas yang menempel di suatu Sesuatu yang mengandung nilai berarti bahwa benda tersebut mempunyai karakter atau kualitas tambahan. oleh sebab itu, sila pancasila di prinsipnya Vol. No. Januari, 2023, pp. merupakan satu kesatuan, serta walaupun sila-sila tersebut sangat tidak selaras, semuanya ialah satu ketunggalan yang terorganisasi (Kholisah & Dewi, 2. Pancasila mempunyai serangkaian nilai, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, serta keadilan. Kelima nilai tadi merupakan satu kesatuan yang utuh dimana mengacu pada tujuan yang satu. Nilai-nilai dasar Pancasila seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan yang bersifat universal, objektif, ialah nilai-nilai tersebut bisa digunakan serta diakui oleh negaranegara lain. sebagai suatu ideologi bangsa serta Negara Indonesia maka Pancasila pada hakikatnya bukan hanya merupakan suatu hasil perenungan atau pemikiran seseorang atau gerombolan orang sebagaimana ideologi - ideologi lain di dunia, tetapi Pancasila diangkat dari nilai-nilai adat-istiadat, nilai-nilai kebudayaan serta nilai religius yang ada pada pandangan hidup rakyat Indonesia (Asmaroini, 2. Profil Pelajar Pancasila Melalui implementasi profil pelajar pancasila diharapkan peserta didik terutama di sekolah dasar mampu berkembang nilai karakternya sehingga terbentuk perilaku yang baik dan melekat pada diri peserta didik. Terdapat enam kompetensi dalam dimensi kunci yaitu beriman, bertakwa kepada tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bergotong royong, mandiri bernalar kritis dan kreatif. Keenam dimensi tersebut saling berkaitan juga menguatkan. (Kemendikbud Ristek, 2. Profil Pelajar Pancasila merupakan salah satu usaha dalam meningkatkan kualitas Pendidikan di Indonesia yang mana mengedepankan pada pembentukan Pada era kemajuan teknologi globalisasi saat ini, peran pendidikan nilai dan karakter sangat dibutuhkan demi memberikan keseimbangan antara perkembangan teknologi dan perkembangan manusianya (Faiz & Kurniawaty, 2. Penguatan profil pelajar Pancasila memfokuskan pada penanaman karakter juga kemampuan dalam kehidupan sehari-hari ditanamkan dalam individu peserta didik melalui budaya sekolah, pembelajaran intrakurikuler maupun ekstrakulikuler, projek penguatan profil pelajar pancasila juga Budaya Kerja (Rahayuningsih, 2. Hal tersebut sesuai jawaban dari pertanyaan besar dalam sistem pendidikan di Indonesia. Profil pelajar pancasila dibuat sebagai jawaban dari satu pertanyaan besar, tentang kompetensi seperti apa yang ingin dihasilkan oleh sistem pendidikan Indonesia. Kompetensi tersebut antara lain kompeten, memiliki karakter juga bertingkah laku mengacu pada nilai-nilai PancasilaAy (Makarim, 2. Penguatan projek profil pelajar pancasila saat ini mulai di terapkan di satuan pendidik melalui program sekolah penggerak (PSP) baik jenjang SD. SMP, dan juga SMA/SMK. Vol. No. Januari, 2023, pp. Elemen-elemen tersebut menunjukkan bahwa profil pelajar Pancasila tidak hanya fokus pada kemampuan kognitif, tetapi juga sikap dan perilaku sesuai jati diri sebagai bangsa Indonesia sekaligus warga dunia. Hasil Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Landasan Pendidikan Karakter Abad-21 di SMA Negeri 1 Palembang Perkembangan kemajuan globalisasi abad-21 merupakan suatu hal tidak dapat dihindari bagi masyarakat Indonesia khususnya peserta didik. Untuk itu diperlukannya penguatan atau implementasi kembali nilai-nilai Pancasila supaya nantinya peserta didik di Indonesia memiliki karakter profil pelajar pancasila. Implementasi nilai-nilai Pancasila di era globalisasi bagi peserta didik bisa dilaksanakan dengan menumbuhkan sifat nasionalisme pada peserta didik. Nasionalisme dapat dipupuk kembali dalam momentum-momentum yang tepat seperti pada saat peringatan hari sumpah pemuda, hari kemerdekaan, hari pahlawan dan hari besar nasional lainnya, guru maupun dosen yang tulus mengajar dengan baik dan ikhlas menuntun para siswa hingga mampu mengukir prestasi yang gemilang, pelajar yang belajar dengan sungguh-sungguh dengan segenap kemampuannya demi nama baik bangsa dan Negara, cinta serta bangga tanpa malumalu menggunakan produk-produk dalam negeri demi kemajuan ekonomi Negara. Bukan itu saja nasionalisme juga dapat dibangun melalui karya seni seperti menciptakan lagu-lagu yang berslogan cinta tanah air, melukis, seni peran yang bertajuk semangat juang untuk negara dan karya-karya seni lainnya. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri. Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar-benarnya dan seadil- adilnya. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa (Alim, 2. Peserta didik dan guru-guru di SMA Negeri 1 Palembang memiliki keberagaman mulai dari agama, bahasa dan suku. Peserta didik ada yang beragama hindu, islam dan kristen, bahkan ada guru yang beragama hindu. Akan tetapi semua peserta didik dan guru tetap saling menjalin kerja sama ataupun hubungan yang baik. Selain itu SMA Negeri 1 Palembang juga memberikan hak dan kewajiban yang sama terhadap seluruh peserta didik. Keberagaman yang ada di sekolah tidak menjadi Vol. No. Januari, 2023, pp. batasan bagi peserta didik untuk berinteraksi. Kemudian di sekolah SMA Negeri 1 Palembang seluruh peserta didik diberikan hak dan kewajiban yang sama dalam mendapatkan pembelajaran. SMA Negeri 1 Palembang sudah berupaya untuk menerapkan profil pelajar pancasila, yaitu setiap hari senin melaksanakan upacara bendera, sebagai upaya menanamkan sikap cinta tanah air, menciptakan jiwa nasionalisme, dan mewujudkan tujuan pendidikan yang menanamkan nilai disiplin, kerja sama, percaya diri dan tanggung jawab. Hal ini sebagai bentuk perwujudan nilai pancasila pada sila ke-3 yaitu persatuan Indonesia. Peserta didik juga dibiasakan untuk menerapkan 5S (Senyum. Sapa. Salam. Sopan. Santu. kepada bapak/ibu guru, hal ini sebagai bentuk perwujudan manusia Indonesia yang berakhlak baik berdasarkan sila ke-2 yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Perwujudan nilai pancasila pada sila pertama dapat dilihat saat sebelum memulai pembelajaran pada pagi hari, peserta didik di SMA Negeri 1 Palembang melaksanakan kegiatan mengaji terlebih dahulu untuk yang beragama muslim. Sedangkan bagi peserta didik yang beragama lain melakukan ibadah sesuai dengan kepercayaannya masingmasing. Hal ini merupakan salah satu bentuk kebebasan peserta didik dalam menjalankan ibadah sesuai dengan kepercayaan masingmasing dan saling menghormati satu sama lain. Selanjutnya, pada proses pembelajaran juga menerapkan nilai pancasila pada sila ke4 yaitu dengan memberikan kebebasan peserta didik dalam mengemukakan pendapat, menerima kritikan dari teman saat melaksanakan diskusi kelompok, tidak menyela teman saat sedang berbicara, menghargai hasil musyawarah kelas/kelompok, dan ikut serta dalam pemilihan ketua OSIS. Nilai pancasila pada sila ke-5 dapat diwujudkan saat interaksi antar peserta didik yang tidak membeda-bedakan teman, guru tidak membedakan peserta didik dalam menyelesaikan tugas maupun saat diskusi kelompok. Selain itu, peserta didik juga saling menghormati hak antar teman dan melakukan kewajibannya di sekolah sebagai pelajar. Dengan demikian, implementasi nilai-nilai pancasila sangat penting untuk diterapkan di lembaga pendidikan maupun masyarakat. Lembaga pendidikan dalam hal ini berperan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang ideologi pancasila, penerapan nilai-nilai pancasila di sekolah yang berguna untuk melatih peserta didik agar dapat menerapkan juga dalam masyarakat. Pancasila sudah mengandung nilai-nilai luhur yang sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia, membentuk pola pikir peserta didik agar tidak terjerumus ke dalam ideologi bangsa Vol. No. Januari, 2023, pp. Kesimpulan Implementasi nilai-nilai Pancasila di SMA Negeri 1 Palembang melalui proyek penguatan Pelajar Pancasila menjadikan nuansa baru dalam Pendidikan di Indonesia saat ini, yang mana dengan adanya alokasi waktu terpisah membuat guru lebih bisa berinovasi merencanakan projek sesuai pemilihan dimensi dan karakteristik peserta Selain itu memberikan keleluasaan bagi pendidik untuk menjalankan proses pembelajaran yang berorientasi pada proyek. Sistem yang terarah dan terukur akan membantu guru dalam mengimplementasikan projek penguatan pelajar Pancasila. Namun tidak dipungkiri adanya perubahan kurikulum baru ini diperlukan kerjasama, komitmen yang kuat, kesungguhan dan implementasi nyata dari semua pihak, sehingga profil pelajar pancasila dapat tertanam pada peserta didik. Pancasila memiliki serangkaian nilai, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Nilai-nilai dasar Pancasila seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan yang bersifat universal, objektif, artinya nilai-nilai tersebut dapat dipakai dan diakui oleh negaranegara lain. Pancasila bersifat subjektif, artinya bahwa nilai-nilai Pancasila itu melekat pada pembawa dan pendukung nilai Pancasila itu sendiri, yaitu masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia. Implementasi nilai-nilai Pancasila di era globalisasi bagi peserta didik bisa dilaksanakan dengan menumbuhkan sifat nasionalisme pada peserta didik. Nasionalisme dapat dipupuk kembali dalam momentum-momentum yang tepat seperti pada saat peringatan hari sumpah pemuda, hari kemerdekaan, hari pahlawan dan hari besar nasional lainnya, guru maupun dosen yang tulus mengajar dengan baik dan ikhlas menuntun para siswa hingga mampu mengukir prestasi yang gemilang, pelajar yang belajar dengan sungguh-sungguh dengan segenap kemampuannya demi nama baik bangsa dan Negara, cinta serta bangga tanpa malumalu menggunakan produk-produk dalam negeri demi kemajuan ekonomi Negara Indonesia. Daftar Referensi Alim. Muhammad. Aziiz Al. Implementasi Nilai-Nilai Pancasila untuk Menumbuhkan Nasionalisme Bangsa. Yogyakarta: STMIK AuAMIKOMAy Yogyakarta. Asmaroini. Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Bagi Siswa Di Era Globalisasi. Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 4. , 440-450. Vol. No. Januari, 2023, pp. Efendi. , & SaAodiyah. Penerapan Nilai- Nilai Pancasila Dalam Lembaga Pendidikan. JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraa. , 5. , 54-65. Faiz. , & Kurniawaty. Urgensi Pendidikan Nilai di Era Globalisasi. Jurnal Basicedu, 6. Hamalik. Oemar. Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Hazaa AF. Osman K. Mohd SM, . The Effectiveness of Classroom and non Calssroom activies on Developing Saudi Arabian Secondary Students Environmental values. Procedia Social and Behavioral Science 9:408-413. Kemendikbud RI. Program Sekolah Penggerak Kemendikbud. https://sekolah. id/wpcontent/upload s/2021/02/Paparan-Program-Sekolah-Penggerak. Kemendikbud Ristek. Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. KementerianPendidikan Dan Kebudayaan, 1Ae108. http://ditpsd. id/hal/profil-pelajar-pancasila. Lickona. Thomas. Educating for Character: How Our School Can Teach Respect and Responsibility. New York. Toronto. London. Sydney. Aucland: Bantam books. Mulyasa. Kurikulum Berbasis Kompetensi. PT. Remaja Rosdakarya: Bandung. Nurizka. , & Rahim. Internalisasi NilaiNilai Pancasila Dalam Membentuk Karakter Siswa Melalui Budaya Sekolah. Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an, 7. , 38-49. Nurwardani. Saksama. Kuswanjono. Munir. Mustansir. Nurdin, . Mulyono. Prawatyani. Anwar. Evawany. Priyautama. , & Festanto. Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Ristekdikti. Rahayuningsih. Internalisasi Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara Dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 1. , 177Ae187. https://doi. org/10. 51878/social. Sidiq. Choiri. , & Mujahidin. Metode penelitian kualitatif di bidang Journal of Chemical Information and Modeling, 53. , 1-228. Soerjani M,. Pendidikan Lingkungan Penjabaran Perilaku Sejak Dini di Alam Raya. Institut Pendidikan dan Pengembangan Lingkungan. Jakarta. Soerjani M. Yuwono A. Fardiaz D. Lingkungan Hidup. Institut Pendidikan dan Pengembangan Lingkungan. Jakarta. Triyanto. , & Fadhilah. Penguatan Nilai Ae Nilai Pancasila Di Sekolah Dasar. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 15. , 161-169. Vol. No. Januari, 2023, pp. Winarno. Paradigma baru Pendidikan Kewarganegaraan . Jakarta: Bumi Aksara.