PALLANGGA JOURNAL OF AGRICULTURE SCIENCE AND RESEARCH Volume . No . Januari 2026 CFakultas Pertanian Universitas Bosowa Available online at https://journal. id/pallangga e-ISSN: 2987-5994C p-ISSN: 2987-4149CDOI: 10. 56326/pallangga. Analisis Pendapatan Usahatani Kacang Tanah Di Desa Sambueja Kecamatan Simbang Kabupaten Maros Analysis of Peanuts Farming Income in Sambueja Village. Simbang District. Maros Regency Esra Arung*. Suryawati Salam. Aylee Christine Alamsyah Sheyoputri Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Bosowa *email: Wingpatiung@gmail. Diterima: 10 Maret 2025 / Disetujui: 30 Januari 2026 Abstract: This study aims to determine how much farmers earn from peanut farming in Sambueja Village. Simbang District. Maros Regency. This research was carried out for one month, namely September to October 2023, located in Sambueja Village. Determining the sample in this study took the entire population of 33 peanut farmers . aturated sampl. The data analysis used is quantitative descriptive analysis. The research results show that the average income of peanut farming is IDR. 18,472,619. 83 per hectare per planting season. Keywords: Income. Farming. Peanuts Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pendapatan petani dalam usahatani kacang tanah di Desa Sambueja Kecamatan Simbang Kabupaten Maros. Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan, yaitu bulan September sampai Oktober 2023 yang berlokasi di Desa Sambueja. Penentuan sampel dalam penelitian ini, yaitu mengambil seluruh populasi sebanyak 33 orang petani kacang tanah . ampel jenu. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pendapatan rata-rata usahatani kacang tanah sebesar Rp. 619,83 per hektar per musim tanam. Kata Kunci: Pendapatan. Usahatani. Kacang Tanah This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4. 0 CC-BY International license PENDAHULUAN Subsektor tanaman pangan merupakan salah satu subsektor yang berperan penting karena menghasilkan bahan pangan untuk keberlangsungan hidup masyarakat, memenuhi gizi masyarakat, pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas, dan merupakan salah satu pilar utama dalam menopang ketahanan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Sistem pembangunan pertanian dalam subsektor pangan diarahkan untuk meningkatkan produksi serta menjaga ketersediaan pangan yang beragam. Tanaman pangan terdiri dari tanaman padi, palawija dan holtikultura. Salah satu komoditas yang memiliki peranan penting dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani adalah kacang tanah (Sinabariba dkk. Jumlah produksi kacang tanah di provinsi Sulawesi selatan pada tahun 2018 adalah 825 ton dengan produktivitas 1328 ton/ha. Pada tahun 2019 mengalami penurunan produksi menjadi 14. 486 ton dengan produktivitas 1215 ton/ha. Pada tahun 2020 produksi kacang tanah yaitu 16. 967 ton, dan pada tahun 2021 produksi mencapai 14. 354 ton dengan produktivitas 1279 ton/ha (Dinas pertanian TPHBUN Sulawesi selatan dalam Halim, 2. Produksi kacang tanah di kabupaten Maros yaitu 1. 198,054 ton/pertahun dengan luas panen 758,2/ha (DPMPSTP Kabupaten Maros, 2. Tingkat produksi kacang tanah akan berpengaruh terhadap tingkat pendapatan petani yang diharapkan mampu memperbaiki kesejahteraan petani. Baik pendapatan petani menurun atau meningkat, petani cenderung tidak melakukan kegiatan analisis terhadap biaya-biaya yang dikeluarkan selama kegiatan usahatani Analisis Pendapatan Usahatani Kacang Tanah DiA. (Esra Arung. Suryawati Salam. Aylee Christine Alamsyah Sheyoputr. DOI: x x METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sambueja kecamatan Simbang Kabupaten Maros. Penelitian ini berlangsung pada bulan September Ae Oktober 2023. Populasi yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 33 orang. Metode penentuan sampel dengan menggunakan metode sampel jenuh, yaitu dengan mengambil keseluruhan jumlah dari populasi sebanyak 33 orang. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif deskriptif. Sumber data yang akan digunakan yaitu sumber data primer diperoleh dari responden menggunakan kuisioner yang telah disiapkan serta melakukan opservasi langsung. Data sekunder diperoleh dari jurnal ilmah dan buku dari lembaga terkait seperti BPS dan dinas Dalam penelitian ini, ada beberapa cara dalam mengumpulkan data, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif Data yang diperoleh dari lokasi kemudian diolah dan dianalisis secara lebih lanjut. Adapun analisis yang digunakan sebagai berikut: Analisis biaya Analisis biaya produksi, terdiri dari dua macam yaitu biaya tetap dan biaya variabel. Jumlah biaya tetap seluruhnya dan biaya variabel seluruhnya merupakan biaya total produksi dan dirumuskan sebagai berikut: TC = TFC TVC Keterangan: TC = Total biaya (Total Cos. (Rp/Ha/M. TFC = Total biaya tetap (Total Fixed Cos. (Rp/ha/M. TVC = Total biaya variabel (Total Variable Cos. (Rp/ha/M. Analisis penerimaan Penerimaan usahatani adalah hasil kali dari jumlah produksi dengan harga jual produk. Untuk mengetahui penerimaan usahatani bawang merah dapat dihitung menggunakan rumus: TR = P x Q Keterangan: TR = Total Penerimaan (Total Revenu. (Rp/Ha/M. P = Harga jual produk (Rp/k. Q = Jumlah produk yang dihasilkan . Analisis pendapatan Pendapatan usahatani adalah hasil penerimaan total dikurangi biaya total. Pendapatan usahatani dapat dihitung menggunakan rumus: (A) = TR Ae TC Keterangan: A = pendapatan bersih (Rp/Ha/M. TC = Total biaya (Total Cos. (Rp/ha/M. TR = Total penerimaan (Total Revenu. (Rp/ha/M. HASIL DAN PEMBAHASAN Identitas Responden Identitas Responden Berdasarkan Tingkat Umur Tabel 1. Identitas Responden Tingkat Umur Usisa (Tahu. 29 Ae 38 39 Ae 48 49 Ae 58 Jumlah Jumlah (Oran. Persentase (%) 45,45 18,18 36,36 Sumber : Diolah dari data primer, 2023 Pallangga: Journal of Agriculture Science Research C Volume 4 No. 1 (Januari, 2. C 9 Ae 13 Berdasarkan Tabel 1 dapat dilihat bahwa tingkat umur yang paling dominan pada Desa Simbang adalah rentang umur 29-38 sebesar 45,45%. Sedangkan tingkat umur dengan rentang 39-48 merupakan yang terkecil sebesar 18,18%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dari 33 jumlah responden yang ada di Desa Sambueja masih bisa dikatakan produktif dalam mengelola usahataninya. Identitas Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tabel 2. Identitas Responden Tingkat Umur No. Tingkat Pendidikan TK-SD SMP-SMA Jumlah Jumlah Petani (Jiw. Persentase( %) 60,60 39,39 Sumber : Diolah dari data primer, 2023 Berdasarkan Tabel 2, tingkat pendidikan yang paling banyak ditempuh petani di Desa Simbang sebesar 60,60% yaitu TK-SD. Sedangkan yang paling sedikit ditempuh sebesar 39,39% yaitu tingkat SMP-SMA. Dapat disimpulkan bahwa pendidikan yang ada di Desa Sambueja masih relative kurang atau rendah. Identitas Responden Berdasarkan Jumlah Tanggungan Keluarga Tabel 3. Identitas Responden Tanggungan Keluarga No. Jumlah Tanggungan Keluarga (Jiw. Jumlah Jumlah Petani (Jiw. Persentase % 69,69 30,31 Sumber: Diolah dari data primer, 2023 Berdasarkan Tabel 3 dapat dilihat bahwa tanggungan keluarga persentase tertinggi sebesar 69,69% yaitu kategori jumlah tanggungan keluarga 2-3 orang. sedangkan 30,30% adalah tanggungan keluarga 4-5 yang terkecil. Dari tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa tanggungan keluarga yang ada di Desa Simbang masih rerlatif sedikit. Identitas Responden Berdasarkan Pengalaman Berusahatani Tabel 4. Identitas Responden Lama Berusahatani Pengalaman Berusahatani (Tahu. Jumlah Jumlah Petani (Jiw. Persentase % 75,76 24,24 Sumber : Diolah dari data primer, 2023 Berdasarkan Tabel 4 dapat dilihat bahwa lamanya berusahatani responden di Desa Simbang yang paling lama ditempuh adalah sebesar 75,75%. sedangkan yang pengalaman berusahataninya hanya memakan waktu sedikit sebesar 24,24%. Maka dapat disimpulakn bahwa rata -rata responden yang ada di Desa Simbang paling lama dalam menjalankan usahataninya adalah rentan 3-5 tahun. Identitas Responden Berdasarkan Tingkat Umur Tabel 5. Identitas Responden Tingkat Umur Luas lahan Jumlah Petani (Jiw. Persentase % 0,2 - 0,4 0,5 - 1 Jumlah 84,85 15,15 Sumber : Diolah dari data primer, 2023 Analisis Pendapatan Usahatani Kacang Tanah DiA. (Esra Arung. Suryawati Salam. Aylee Christine Alamsyah Sheyoputr. DOI: x x Berdasarkan Tabel 5 dapat dilihat bahwa luas lahan yang paling dominan yang ada di Desa Simbang sebesar 45,45%. sedangkan yang paling kecil sebesar 18,18%. Luas lahan yang dimiliki petani responden Desa Simbang masih dikategorikan lahan yang kecil. Biaya Produksi Biaya Variabel Tabel 6. Biaya Variabel Usahatani Kacang Tanah Jenis Biaya Jumlah Biaya (R. Rata-Rata (Rp/ha/M. Pupuk 416,67 Benih Pestisida 833,33 916,67 Tenaga kerja Jumlah 166,67 Berdasarkan Tabel 3 dapat dilihat bahwa jumlah biaya variabel yang dikeluarkan pada usahatani kacang tanah di Desa Sambueja Kecamatan Simbang Kabupaten Maros adalah sebesar Rp. 000/Mt dengan rata-rata biaya yang dikeluarkan sebesar Rp. 166,67/Ha/Mt. Biaya Tetap Tabel 7. Biaya Tetap Usahatani Kacang Tanah Jenis Biaya PBB (Pajak Bumi dan Pembanguna. Penyusutan Parang Cangkul Pompa air Sprayer Traktor Selang Jumlah Jumlah Biaya (R. Rata-Rata (Rp/ha/M. 388,89 789,68 833,33 396,83 132,54 027,78 568,99 115,74 482,47 652,78 283,07 511,04 130,75 Sumber : Data Primer Setelah di olah 2023 Berdasarkan Tabel 7 dapat dilihat bahwa biaya tetap keseluruhan yang dibayarkan sebesar Rp 27. 568,99 dengan rata-rata biaya sebesar Rp 2. 130,75/ha/Mt. Biaya PBB keseluruhan yang dibayarkan yaitu sebesar Rp 570. 000, dengan rata-rata biaya PBB pada penelitian ini yaitu sebesar Rp 47. 500,-/ha. Adapun Biaya penyusutan alat, yaitu sebesar Rp. 568,99/Mt, dengan rata-rata biaya penyusutan sebesar Rp. 630,75/ha/Mt Total Biaya Total biaya (TC) merupakan jumlah keseluruhan dari biaya variabel (VC) yang meliputi pupuk pestisida, benih, serta tenaga kerja, dan biaya tetap (FC) yang meliputi PBB dan biaya penyusutan alat. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 8. Total Biaya Usahatani Kacang Tanah Uraian Biaya variable Biaya tetap Biaya Total Nilai (Rp/Ha/M. 166,67 130,75 297,42 Sumber : Data primer setelah diolah 2023 Berdasarkan Tabel 8 dapat dilihat bahwa biaya yang dikeluarkan petani responden kacang tanah di Desa Sambueja Kecamatan Simbang Kabupaten Maros untuk memproduksi Pallangga: Journal of Agriculture Science Research C Volume 4 No. 1 (Januari, 2. C 9 Ae 13 kacang tanah dengan luas lahan rata-rata 1 ha dalam satu kali produksi yaitu sebesar Rp 9. 297,43/Ha/Mt. Penerimaan Usahatani Kacang Tanah Penerimaan usahatani kacang tanah adalah total produksi kacang tanah dikali dengan harga jual kacang tanah. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut: Tablel 9. Penerimaan Usahatani Kacang Tanah No. Uraian Produksi (K. Harga (R. Penerimaan (R. Nilai Rata-rata (Rp/Ha/M. 818,33 28,183,333. Sumber: Data primer setlah diolah 2023 Berdasarkan Tabel 9 dapat dilihat bahwa rata-rata penerimaan usahatani kacang tanah di Desa Sambueja Kecamatan Simbang Kabupaten Maros selama satu musim tanam, yaitu sebesar Rp. 300/Ha/Mt, dengan rata-rata produksi sebesar 2. 818,33 Kg/Ha dengan rata-rata harga Rp. 000/Kg. Pendapatan Usahatani Kacang Tanah Pendapatan adalah selisih antara penerimaan (TR) dengan total biaya (TC) yang dikeluarkan selama proses usahatani kacang tanah. Analisis pendapatan biasanya digunakan untuk mengetahui keuntungan dari usahatani yang di Kelola. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 10. Pendapatan Usahatani kacang tanah Uraian Penerimaan Produksi (K. Harga (Rp/K. Penerimaan Biaya produksi Biaya variabel Biaya tetap Total biaya Pendapatan Nilai (Rp/Ha/M. 818,33 28,183,333. 166,67 130,76 297,42 035,91 Sumber: Data primer setelah diolah 2023 Berdasarkan Tabel 10 dapat dilihat bahwa rata-rata pendapatan yang di peroleh dari usahatani kacang tanah di Desa Sambueja Kecamatan Simbang Kabupaten Maros yaitu sebesar Rp 18. 035,91/ha/mt. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa pendapatan rata-rata yang diperoleh pada usahatani kacang tanah di Desa Sambueja Kecamatan Simbang Kabupaten Maros yaitu sebesar Rp 18. 035,91/ha/Mt dengan jumlah penerimaan sebesar Rp 28. 333,33/Ha/Mt dan total biaya sebesar Rp. 297,42/Ha/Mt. DAFTAR PUSTAKA