Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media Vol. 1 No. Mei 2021 Page: 226-232 e-ISSN: 2746-3583 p-ISSN: 2775-4537 Inspirasi Nderes Literasi dalam Gerakan Abadikan Kenangan dalam Tulisan Tin Sukaisih1 Sekolah Islam Miftahul Ulum Makarti Jaya. Banyuasin Sumatera Selatan Corresponding author e-mail: ummatiensukaisih77@gmail. Abstrak Salah satu maksud dari gerakan inspirasi nderes literasi ini adalah untuk memperbanyak memberi masukan ataupun mengisi taman bacaan untuk memberikan akses informasi kepada masyarakat guna mewujudkan pembelajaran sepanjang hayat. Misalnya, menulis sehari-hari di facebook story dengan hastag sehari satu paragraph, atau sehari berpuisi, atau 30 hari nonstop menulis kisah hari ini. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk aktivitas nderes literasi untuk mengabadikan kenangan dalam tulisan, dimotori oleh relawan serta menjadi ujung tombak dalam melaksanakan berbagai kegiatan menulis setiap minggu atau bulan yang bisa di bukukan. Model inspirasi nderes literasi ini bisa menjadi penggerak kegiatan advokasi dibidang literasi di sekolah dan masyarakat dan mitra strategis lainnya sebagai penggerak kegiatan literasi yang telah di rancang oleh tim nderes literasi. Seluruh aktivitas yang telah di laksanakan didukung oleh upaya promosi melalui media social sebagai media utamanya. Kata Kunci: Inspirasi. Nderes Literasi. Abadikan Kenangan dalam Tulisan Abstract One of the aims of the inspirational literacy movement is to provide more input or fill the reading garden to provide access to information for the public to realize lifelong For example, writing a daily story on Facebook with a hashtag a paragraph a day, or a day of poetry, or 30 days of non-stop writing stories today. The research method used in this research is qualitative with a case study approach. The results of the study show that the form of literacy testing activities to perpetuate memories in writing is driven by volunteers and spearheads in carrying out various writing activities every week or month that can be recorded. This model of inspiration for literacy studies can be a driving force for advocacy activities in the field of literacy in schools and communities and other strategic partners as a driver of literacy activities that have been designed by the literacy research team. All activities that have been carried out are supported by promotional efforts through social media as the main Keywords: Inspiration. Literacy Nderes. Capture Memories in Writing Pendahuluan Menulis dan membaca merupakan mata pelajaran bagi semua manusia sejak pertama kali masuk sekolah, siswa diajarkan untuk bisa membaca lalu menuliskan apa yang dibaca. Dengan membaca, kita bisa memahami pikiran orang lain melalui karya-karyanya. Kemampuan membaca dapat ditingkatkan dengan menerapkan medote yang tepat (Fadhli. Yang harus dilakukan jika ingin mengungkapkan gagasan dan ide kepada seseorang ialah dengan bicara atau menuliskannya. Dengan berbicara bisa jadi maksud dan harapan seseorang bisa tersampaikan kepada orang lain, akan tetapi tidak semua orang mampu mengingat semua yang didengarnya. Oleh karena itu, menulis adalah salah satu cara untuk Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 1 . : 226-232 Tin Sukaisih AumerekamAy gagasan kita. Menurut Alwasilah (Fahmi, 2014: . , menulis pada dasarnya bukan hanya sekadar menuangkanbahasa ujaran ke dalam sebuah tulisan, tetapi merupakan mekanisme curahan ide, gagasan, atau ilmu yang dituliskan denganstruktur yang benar, berkoheransi dengan baik antar paragraf dan bebas dari kesalahan- kesalahan mekanik seperti ejaan dan tanda baca. Membaca, merupakan kegiatan intelektual manusia untuk menyatakan sesuatu sebagaimana menulis bisa mengungkapkan jati diri seseorang. Maksudnya adalah bagaimana seseorang bisa merekam gagasan dan ide serta keahliannya dalam menulis. Saya percaya bahwa masing-masing individu memiliki ke istimewaan yang membuat seseorang menjadi unik, tidak sama dengan orang lain karena setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda. Jadi, seseorang menuliskan pengalamannya semasa hidup atau di ambil dari sisi kenangan tertentu, hasilnya tidak akan sama dengan oranglain sehingga hasil tulisannya kelak bisa menjadi rekam jejak kisah hidup si penulis dimasa yang akan datang. Selain pengalaman, menulis juga membutuhkan keahlian, yaitu dengan banyak membaca buku atau referensi sebagai sumber tulisannya. Membaca juga membantu seseorang untuk memperkaya kosakata, serta mendapatkan kata yang tepat untuk mewakili Jika penulis ingin membuat rekam jejak yang enak dan nyaman di baca, maka membaca banyak sumber dan literasi bacaan itu mutlak dilakukan oleh seorang penulis. Seperti yang kita ketahui bahwa para peneliti menuliskan hasil penelitiannya sebagai catatan sehingga rekam jejak gagasan dan hasil pemikiran mereka dapat dipelajari oleh orang lain, walaupun sudah bertahun-tahun lalu lamanya. Selain menjadi warisan literasi untuk keturunan kita di masa depan, rekam jejak ini juga bisa digunakan sebagai sumber untuk melakukan beragam inovasi diberbagai bidang keilmuan dan profesi. Istilah AuNderes LiterasiAy menjadi sebuah logo di komunitas menulis yang kami ikuti dan di gagas oleh seorang founder Literasi yang berkompeten dibidangnya. Istilah AunderesAy ini mengingatkan tentang membaca Al-QurAoan yang terus menerus dibaca sampai tidak sengaja hafal dengan sendirinya. Dengan kebiasaan membaca maka kita semakin bisa menuangkan dalam sebuah tulisan yang dimulai dengan tulisan sederhana dahulu, seperti menulis status nasehat di social media, atau menulis di diare kecil, atau bisa juga menulis majalah dinding sekolah, hingga sampai pada proses menulis buku yang bisa di publikasikan dan dibaca oleh banyak orang, bahkan bisa di wariskan ke anak turun kita, juga murid-murid Gagasan yang terbaru dan sedang marak di Indonesia saat ini yaitu tentang berdirinya Little Free Library yang di bangun di daerah wonosobo dan cilacap. Dalam Mobgenic. Budi benedictus mengatakan bahwa AuLittle Free Library adalah sebuah konsep kreatif yang dipelopori oleh Todd Bol dan Rick Brooks. Konsep ini bertujuan untuk mempromosikan literatur dan mengajak masyarakat bersama-sama untuk memasang perpustakaan mini pada rumah-rumah di seluruh dunia. Ide ini dimulai pada tahun 2009, sebuah pergerakan sosial dengan membangun sebuah kotak kecil yang berisi buku-buku, diletakkan di depan rumah atau disudut-sudut jalan dimana orang yang melintasinya dapat dengan mudah mengakses. AuTake a book, return a bookAy slogan inilah yang menjadi dasar Little Free Library. Selain itu, kotak tempat buku dapat dibeli website di Little Free Library, men-download tentang bagaimana caranya membuat kotak buku, atau benar-benar membuat kotak buku sesuai dengan keinginan. Pada tahun 2011, hanya terdapat 100 perpustaakaan, namun saat ini terdapat sekitar 6. 000 perpustakaan di seluruh dunia. Dengan antusiasme seperti sekarang, diperkirakan pada akhir tahun 2013, akan terdapat 25. 000 perpustakaan di seluruh dunia. Ay Budi Benedictus juga mengatakan bahwa AuGerakan Free Little Library dimulai dari lingkungan rumah, saling meminjam dan bertukar buku dengan teman-teman atau tetangga Selain bertukar buku, dengan adanya gerakan ini mereka merasa lebih dekat dan Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 1 . : 226-232 Tin Sukaisih mendapatkan banyak teman dengan berbagi cerita tentang buku-buku favorit. Ay(Little Free Library. Sebuah Ide Kreatif Untuk Berbagi Buku Ae Mobgenic, n. Inspirasi nderes literasi, membuat sekelompok ibu-ibu muda, tua, mahasiswa, dokter, dosen, dan ibu yang beragam profesi-profesi lainnya turut andil dalam pembuatan isi buku ini, di forum Nderes Literasi untuk mengabadikan kenangan dan tulisan mereka. Dengan di bimbing dan di bina sampai terbit menjadi buku-buku yang layak dibaca orang lain dan sebisa mungkin layak jual di masyarakat. Hasil dari penelitian ini diharapkan bisa menciptakan lingkungan yang kreatif dalam proses pengembangan intelektual diri melalui menulis. Inspirasi Nderes Literasi dimaksudnya bisa menjadi sarana berfikir kreatif dan tempat menuangkan ide-ide baik yang bisa menjadi sebuah karya buku atau karya seni. Harapan dari hasil literasi tersebut menjadi sumbangsih pemikiran dan menjadi proses dalam pengadaan buku di program Little Free Library di sekolah tempat kita bekerja dan di kampung juga di rumah-rumah kita sendiri. Pembinaan yang dilakukan adalah menggunakan media social dengan mengadakan perkumpulan melalui grup Whatsapp, zoom meeting, media facebook dan media lainnya yang bisa mendukung tercapainya proses pengumpulan naskah dalam menggarap buku atau karya antologi antara anggota kelompok tersebut. Adapun pelaksanaannya sesuai dengan jadwal dan target serta dana yang tersedia di setiap masing-masing anggotanya. Sehingga kelompok tersebut saling bahu membahu dalam proses penyelesaian program atau proyek Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk meneliti program Inspirasi Nderes Literasi untuk mengabadikan kenangan dalam tulisannya, agar dapat terwujud dengan baik dan tertib serta memiliki kedisiplinan yang tinggi dalam memenuhi target tersebut. Landasan Teori Pengertian Inspirasi Nderes Literasi Inspirasi merupakan ilham dalam KBBI . alam Onoini. com, situs Pendidikan Terpercay. (Agustus 2. Secara umum inspirasi artinya sebuah proses yang mendorong manusia agar terangsang pikirannya, untuk tergerak berbuat sesuatu, uatamanya melakukan perbuatanperbuatan yang berkitan dengan sesuatu yang kreatif. Inspirasi merupakan suatu proses yang mendorong atau merangsang pikiran untuk melakukan sesuatu Tindakan terutama melakukan suatu yang kreatif. Inspirasi dalam jurnal Kanal Informasi social Aumerupakan suatu proses dimana mental di rangsang untuk melakukan setelah melihat atau mempelajari sesuatu yang ada di sekitar. Ay Inspirasi juga merupakan ideide kreatif yang muncul dari dalam diri setelah ada rangsangan dari luar. Namun inspirasi dapat menjadikan sebuah motivasi bagi seseorang untuk mencapai tujuannya. (Hompage. Psikologi Pengertian inspirasi dan contohhny. Agustus 2020. Manusia diciptakan sepaket dengan segala perasaan dan pemikirannya, untuk menumbuhkan rasa bahagia, sedih, suka duka, harus mengalami sesuatu hal yang membuatnya merasakan itu semua. Dari beragam masalah atau melihat dan membaca suatu kejadian tertentu itu bisa menjadi sebuah inspirasi mendapatkan ide dan pandangan akan hal tersebut, lalu muncul gagasan untuk menuliskannya dalam bermacam bentuk tulisan. Menurut Sevima. AuPengertian literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Dalam perkembangannya definisi literasi selalu berevolusi yang sesuai dengan tantangan zaman. Jika dulu literasi cukup untuk menulis dan membaca, maka saat ini sudah mulai digunakan dalam arti yang lebih luas bahkan merambah pada praktik kultural yang berkaitan dengan social politik. Secara etimologi istilah literasi sendiri berasal dari Bahasa latin AuliteratusAy Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 1 . : 226-232 Tin Sukaisih yang dimana artinya adalah orang yang belajar, dalam hal ini literasi sangat berhubungan dengan proses membaca dan menulis. Ay Pengertian AuNderesAy dalam Bahasa jawa adalah mengambil nila kelapa. Sedangkan AunderesAy yang dimaksud dalam Literasi adalah membaca yang dilakukan terus menerus. Didunia pesantren kata AunderesAy identic dengan mengaji dan membaca Al-QurAoan dengan terus menerus hingga bacaan Al-QurAoannya benar sesuai tajwid dan makhrojnya bahkan sampai hafal dengan sendirinya karena seringnya dibaca berulang-ulang. Kegiatan Literasi Dalam pelaksanaan kegiatan gerakan Literasi di Nderes Literasi AuAbadikan Kenangan dalam TulisanAy disamping menulis, membaca juga bisa mengalami perubahan paradikma, hal ini yang membuat para ahli Literasi membaca dan menuliskannya dan menyadari bahwa membaca merupakan kegiatan yang komplek. Karena proses ini melibatkan kegiatan memaknai kata dan menghubungkannya dengan unit ide atau preposisi. Kemudian pembaca menghubungkan unit ide, memaknai detil informasi dan membangun mikrostruktur dan makrostruktur atau yang di istilahkan sebagai Authe mental representation that the reader construct of the textAy. Kegiatan nderes literasi di fokuskan pada proyek penulisan berbentuk fiksi atau non fiksi bagi komunitas nderes literasi, sehingga mampu menghasilkan karya berupa tulisan yang layak untuk di terbitkan di berbagai penerbitan buku local maupun nasional. Proyek menulis para perempuan inspiratif dalam komunitas nderes literasi tersebut di kumpulkan oleh tim dan di edit oleh para editor penerbitan buku, lalu di berikan kesempatan untuk promosi di berbagai media social, sehingga bisa menjadi tulisan yang layak jual dan layak dibaca oleh Metode Penelitian Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dan Pembahasan Di komunitas inspirasi nderes literasi gerakan abadikan kenangan dalam tulisan, merupakan sekumpulan para perempuan di seluruh Indonesia, dari mulai sabang sampai Merauke, yang terdiri dari beragam profesi ke ilmuan. Ada guru SD merangkap di sawah dan berkebun, ada guru SMP. SMA, ada dosen, ada ASN, ada dokter, ada pejabat tingkat bawah, ada pejabat penting, ada psikolog, ada perawat, ada bidan, ada guru ngaji, ada ibu rumah tangga biasa, ada pimpinan pondok, ada juga tukang masak di dimana tempat Lembaga pendidikan tempat bekerja dan lain sebagainya. Semua menulis dengan beragam aktifitas yang menguras waktu dan kesibukan setiap individu, namun masih bisa menyempatkan menulis di komunitas Inspirasi Nderes Literasi melalui social media dan media-media Naskah tulisan yang diterima tidak terbatas bentuknya. Misalnya harus seperti artikel, atau esai di surat kabar dan majalah. Tidak melulu serius, namun penuh dengan narasi yang menarik dan personal. Contohnya penulis membuat tulisan sederhana tentang pengalaman berburu buku-buku cerita anak-anak di Gramedia, pengalaman seru mengunjungi perpustakaan, pengalaman menuju Baitullah, pengalaman saat memondokkan putranya, pengalaman menonton film documenter dan masih banyak lagi ide-ide kreatif yang bisa di jadikan tulisan. Ide tulisan agar penulis mampu menuangkan dalam bentuk yang bebas sebagai penggiat literasi di komunitas nderes literasi ini. Menurut KBBI, literasi adalah kemampuan kita untuk mengolah informasi-bukan sekedar membaca saja. Menurut Deni Purbowati, 2020 mengatakan bahwa dalam Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 1 . : 226-232 Tin Sukaisih (Penguasaan Literasi yang baik dapat membantu meningkatkan kualitas diri dan hidu. AuBahkan lebih jauh lagi, literasi sebenarnya merupakan perilaku social kita. Kapan tepatnya perilaku kita merupakan wujud dari literasi ? Ketika kegiatan kita dalam membaca, menyimak, melihat, menulis, bahkan berbicara bertujuan untuk mengakses, memahami, dan menggunakan informasi, maka itulah wujud literasi kita. Ay Dalam hal ini istilah Literasi sudah sangat jamak, namun pada dasarnya istilah tersebut tetap merujuk pada kemampuan dasar seseorang dalam membaca dan menulis yang mengacu pada literasi yang ada. Membuat sebuah karya berupa literasi buku solo atau literasi buku antologi pasti melalui beberapa tahapan penting menurut tim Nderes Literasi. Ada 8 tahapan dalam proses pembuatan antologi,(Tahapan Pembuatan Antologi. Dari Nulis Sampai Terbit - Written Pensieve, n. ) diantaranya adalah: Penulisan Naskah. Project membuat antologi diumumkan, para calon penulis sebagai contributor buku dikumpulkan dalam satu grup untuk mempermudah koordinasi antar anggota penulis. Lalu di beri waktu selama satu bulan untuk menulis naskah yang sesuai dengan tema yang ditawarkan, bisa berupa kisah sendiri ataupun kisah orang lain. Karena menulis dengan tema yang ditentukan itu sedikit mengalami kendala yang terkadang kesulitan dalam menentukan ide tulisan, maka dalam progress penulisan naskah ini para penulis didampingi oleh konselor yang telah di tunjuk oleh tim nderes literasi. Selain agar bisa menghasilkan karya, pendampingan ini juga dilakukan agar teman-teman yang sedang kesulitan menentukan dan menuangkan idenya agar bisa benar-benar bisa menuangkan kisahnya berupa tulisan yang siap di terbitkan. Sedangkan bagi penulis yang menulis berdasarkan pengalaman orang lain, tentunya harus mengumpulkan materi dan segala informasi, data dan fakta untuk dituangkan dalam tulisan. Penulis pun baiknya harus disertai dengan persetujuan pihak yang kisahnya di angkat sebagai tulisan. Seleksi Naskah. Setelah semua calon contributor mengirimkan naskahnya, proses pembuatan antologi mulai masuk ke tahap selanjutnya yaitu seleksi naskah. Ternyata, tidak semua penulis yang mengirimkan naskah akan diterima. Para penulis sebagai contributor harus siap menerima seleksi naskah jika naskahnya di tolak oleh tim seleksi. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya nama-nama naskah yang lolos di umumkan, jika nama kita masuk pilihan maka patutlah bersyukur, jika naskahnya di tolak maka patutlah bersyukur, berarti kita diminta lebih giat lagi belajar untuk memperbaiki tulisan kita. Peninjauan dari Tim Nderes Literasi. Setelah di seleksi, naskah yang lolos di review dari tim Nderes Literasi, tentunya membutuhkan waktu. Stiap naskah harus di baca satu persatu secara detail untuk bisa menghasilkan review yang baik. Setelah proses peninjauan dari tim Nderes Literasi selesai, semua penulis dikirimkan email yang berisi perbaikan apa saja yang harus dilakukan. Tak tanggung-tanggung semua penulis yang naskahnya lolos ternyata harus melakukan revisi untuk perbaikan yang lebih baik lagi. Revisi dari Penulis. Setelah menerima email untuk melakukan perbaikan tulisan, para contributor diberi waktu selama satu minggu untuk merevisi tulisan penulis sebelum masuk ke tahap berikutnya. Setelah selesai melakukan revisi, penulis Kembali mengirimkan ke email tim Nderes Literasi untuk ditinjau anjang. Setelah revisi pertama, itu tandanya tidak ada lagi revisi kedua, ketiga dan seterusnya. Peninjauan dari Tim Ahli. Seperti yang di sampaikan sebelumnya bahwa antologi ini kebanyakan dituliskan berdasarkan kisah nyata para penulisnya sendiri. Selama proses peninjauan penulis pun masih mendapatkan pendampingan oleh konselor psikologi jika ada perasaan penulis yang harus di suport. Kemudian tulisan tersebut diberikan feedback, serta pelajaran apa yang dapat di ambil dari kisah yang kami tuliskan pun disampaikan oleh tim Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 1 . : 226-232 Tin Sukaisih Editing. Tahapan selanjutnya adalah tahap editing naskah sebelum naik cetak. Sampai tahap ini biasanya perasaan penulis sebagai contributor merasa tidak sabar ingin segera membaca tulisannya semdiri dalam format berbentu buku. Tahapan editing ini tentunya dilakukan oleh tim editor dari penerbit. Menjadi seorang editor harus memiliki pengetahuan luas dan detail mengenai dunia literasi. Pandai menulis, suka membaca, dan teliti dalam membaca naskah demi naskah para contributor. selain bertugas untuk menyunting naskah, tugas editor juga meninjau kembali naskah setelah proses layout selesai dilakukan dan membuat tulisan di cover buku bagian belakang. Istilah untuk tulisan di cover belakang buku ini di sebut dengan blurb. Pembuatan Cover dan Layout. Tahapan selanjutnya adalah proses pembuatan cover dan layout buku. Untuk proses pembuatan cover, contributor dilibatkan untuk memilih cover mana yang diminati oleh penulis. Proses layout . di lakukan oleh tim penerbit, butuh waktu yang tidak sebentar untuk akhirnya dapat meyelesaikan proses layouting. Tujuan dari proses ini adalah untuk menghadirkan buku dengan tampilan yang menarikdan mudah di baca oleh siapapun. Setelah proses layouting selesai, baru kami diberitahu mengenai harga buku Terbit. Apabila ketujuh tahapan pembuatan buku antologi di atas telah di lalui, maka buku sudah siap untuk di cetak. Tentunya, ada masa pre-order untuk mengestimasi berapa jumlah buku yang akan dicetak, kemudian baru keluar berapa harga yang ditawarkan saat proses pre-order. Lalu berjuang keras agar bisa terjual laris hingga banyak diminati oleh para pembaca, bahkan terkadang sampai Best Seller, seperti buku AuAnakku MondokAy yang memuat kisah para wali santri yang memondokkan putra putrinya, hingga tiga kali cetak, karena banyak peminat dan pembacanya. Kesimpulan Dari semua penjelasan tentang inspirasi nderes literasi gerakan mengabadikan kenangan dalam tulisan, dapat di Tarik kesimpulan bahwa menulis itu asyik, dan dapat membangkitkan semangat berkarya dan bernilai seni mengolah kosa kata dan cerita. Dari beragam kisah-kisah suka dan duka yang dikumpulkan dalam satu wadah bernama antologi. Menulis itu tidak bisa dipaksakan mana kala ide dan kemauan tidak ada dalam diri seseorang. Butuh keahlian tersendiri dalam mengolahnya sehingga bisa menjadi sebuah karya bernilai tinggi dan merupakan hasanah intelektual setiap individu yang bisa di publikasikan ke masyarakat untuk menjadi referensi bacaan bersama. Disamping itu, menulis dan membaca merupakan kegiatan yang bisa bernilai dakwah sebagai tujuan utamanya. Bayangkan jika dunia tanpa buku, alam raya ini saja ada kitabnya berupa Al-QurAoanul Karim sebagai pedoman jalan hidup manusia di bumi dan dijelaskan oleh Hadits Sunnah Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wasallam. Isi kandungan dalam Al-QurAoan banyak sekali memuat kisah-kisah pada zaman dahulu hingga tentang peraturan dan pedoman hidup bagi manusia pada saat sekarang, bahkan hingga akhir Gambaran tentang masa depan, kisah kelak di surga, di neraka dan hukum-hukum fiqh, tentang Tauhid, pengenalan kita kepada sang pencipta. Tentang surat Al-Fatihah sebagai bentuk komunikasi kita kepada Robb kita. Maka, milikilah sesuatu sebagai inspirasi yang bisa meliterasi diri dan di tuangkan dalam sebuah tulisan yang di percantik menjadi sebuah buku warisan kenangan dan kisah hidup kita. Karena, sejatinya umur yang panjang itu bisa kita sambung dengan tulisan kita, yang dibaca oleh anak-anak cucu kita dan murid kita, seperti yang dilakukan oleh para akademisi dan beragam profesi keahlian yang mampu menuangkan dalam bentuk karya nyata yaitu AuBUKU. Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 1 . : 226-232 Tin Sukaisih Daftar Pustaka