Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 198 - 209 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:8/12/2025 Diterima:22/12/2025 Diterbitkan:24/12/2025 PENGARUH RASIO KECUKUPAN MODAL. RISIKO KREDIT DAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN Novita Febriany Kusumaningrum1. Bambang Agus Pramuka2 Universitas Jenderal Sudirman1,2 Email: novitafebriany28@gmail. com1, bambang. pramuka@unsoed. ABSTRACT. This study aims to examine the influence of capital adequacy ratio (CAR) non-performing loan (NPL), and managerial ownership on dividend policy (DPR), in conventional banking institutions listed on the Indonesian Stock Exchange (IDX) during the 2020-2024 period, return on assets (ROA) and firm size (SIZE) are included as control variables and COVID-19 is treated as a dummy variable. This research employs a quantitative method with a causal-comparative approach, and the sample consists of 11 bank selected using purposive sampling. Data has been analysed using panel data regression - Random Effect Model (REM) with Eviews 12. The regression analysis results indicate that none of the proposed hypotheses are supported. moreover, the Capital Adequacy Ratio (CAR) exhibits a negative and significant effect on the Dividend Payout Ratio (DPR). This condition is attributed to, among others, the impact of the COVID-19 pandemic and the strengthening of capital regulation Keywords: Capital Adequacy Ratio. Non-Performing Loan. Managerial Ownership. Dividend Policy. Return on Assets. Firm Size. COVID-19. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh rasio kecukupan modal (CAR), risiko kredit (NPL), dan kepemilikan manajerial terhadap kebijakan dividen (DPR) pada bank konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020-2024, dengan return on assets (ROA) dan ukuran perusahaan (SIZE) sebagai variabel kontrol, dan COVID-19 sebagai variabel dummy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kausal-komparatif, dan sample ditentukan melalui teknik purposive sampling sehingga diperoleh 11 perusahaan. Data dianalisis menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Random Effect Model (REM) melalui Eviews 12. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa tidak ada hipotesis yang diterima, bahkan CAR berpengaruh negatif signifikan terhadap DPR. Kondisi ini diakibatkan antara lain oleh adanya pandemi COVID-19 dan penguatan regulasi permodalan. Kata kunci: Rasio Kecukupan Modal. Risiko Kredit. Kepemilikan Manajerial. Kebijakan Dividen. Return on Assets. Ukuran Perusahaan. COVID-19. PENDAHULUAN Sektor perbankan merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, terlihat dari regulasinya yang ketat serta perannya sebagai lembaga intermediasi Salah satu keputusan strategis krusial bagi bank adalah Kebijakan Dividen yang diukur dengan Dividend Payout Ratio (DPR). Informasi mengenai pembagian dividen merupakan aspek yang sangat penting bagi calon investor ketika mempertimbangkan untuk menanamkan modalnya pada suatu perusahaan. Dengan memberikan dividen, perusahaan berpeluang meningkatkan perkembangan usahanya karena pihak eksternal menilai bahwa perusahaan memiliki kinerja keuangan yang solid (Shaleh et al. , 2. Namun, pembagian dividen cenderung menurun ketika Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 198 - 209 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:8/12/2025 Diterima:22/12/2025 Diterbitkan:24/12/2025 perusahaan mendanai investasinya menggunakan laba ditahan, sehingga porsi keuntungan yang dibagikan kepada pemegang saham menjadi berkurang (Ihsan & Zuraida, 2. Bagi investor, dividen merupakan sinyal mengenai prospek kinerja perusahaan, sehingga fluktuasi kebijakan dividen dapat memengaruhi persepsi pasar dan keputusan investasi. Pada periode 2020 sampai 2024, kebijakan dividen perbankan juga dipengaruhi oleh kondisi eksternal yang signifikan, khususnya adanya pandemi COVID-19. Pandemi ini menimbulkan tekanan besar terhadap sektor perbankan melalui penurunan aktivitas ekonomi, peningkatan risiko kredit, serta ketidakpastian arus kas. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pada masa krisis, perusahaan cenderung menerapkan kebijakan dividen yang lebih konservatif sebagai upaya menjaga stabilitas keuangan dan likuiditas. Krieger et al. , . menemukan bahwa banyak perusahaan secara global melakukan penurunan bahkan penghentian pembayaran dividen selama pandemi sebagai respons terhadap meningkatnya ketidakpastian ekonomi. Selain itu. Acharya & Steffen, . menjelaskan bahwa sektor keuangan, termasuk perbankan, cenderung menahan laba dan memperkuat permodalan sebagai strategi bertahan di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi. Kondisi ini menjadikan periode pandemi sebagai konteks penting dalam menganalisis kebijakan dividen perbankan di Indonesia. Untuk menilai kinerja suatu perusahaan perbankan umumnya digunakan metode penilaian yang dikenal sebagai CAMEL (Capital. Assets. Management. Earning, dan Liquidit. (Yunisari & Triyonowati, 2. Dua komponen yang paling relevan dengan kebijakan dividen adalah Capital yang diukur melalui Capital Adequacy Ratio (CAR), serta Assets Quality yang salah satunya tercermin melalui Non-Performing Loan (NPL). CAR menggambarkan seberapa jauh seluruh aktiva bank yang mengandung risiko ikut dibiayai dari dana modal sendiri bank, di samping memperoleh dana-dana dari sumber-sumber di luar bank, seperti dana masyarakat, pinjaman, dan lain-lain (Nursyimah et al. , 2. , sedangkan menurut ketentuan Bank Indonesia (BI). NPL merupakan rasio keuangan yang berkaitan dengan risiko kredit. Secara teori, bank yang memiliki CAR tinggi dipandang lebih stabil dan memiliki peluang lebih besar untuk membagian Namun penelitian yang dilakukan oleh Yanti et al. , . menemukan tidak ada pengaruh signifikan dari CAR terhadap kebijakan dividen. Fenomena yang sama terjadi pada variabel NPL. Secara konseptual, peningkatan NPL dapat menekan profitabilitas sehingga mengurangi kemampuan bank membagikan dividen. Akan tetapi, hasil empiris tidak selalu menunjukkan pengaruh negatif. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Meirawati et al. , . NPL tidak berpengaruh signifikan terhadap DPR pada perbankan ASEAN. Salah satu penyebab inkonsistensi tersebut adalah adanya kebijakan restrukturisasi kredit selama pandemi yang membuat nilai NPL tidak sepenuhnya mencerminkan risiko aktual, sehingga dampaknya terhadap pembagian dividen menjadi kabur. Selain faktor permodalan dan risiko, aspek tata kelola perusahaan (Corporate Governanc. juga berperan dalam menentukan kebijakan dividen. Berdasarkan Agency Theory (Jensen & Meckling, 1. konflik kepentingan antara manajemen dan pemegang saham dapat memengaruhi bagaimana laba didistribusikan. Konflik tersebut berakar pada perbedaan tujuan, dimana pemegang saham menginginkan dividen maksimal, sedangkan manajemen cenderung menahan laba untuk kepentingan internal perusahaan. Dalam konteks ini, kepemilikan manajerial menjadi mekanisme pengawasan yang penting. Hal ini sejalan dengan pendapat yang menyatakan bahwa ketika kepemilikan manajerial dalam suatu perusahaan tinggi maka pembagian dividen akan Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 198 - 209 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:8/12/2025 Diterima:22/12/2025 Diterbitkan:24/12/2025 semakin rendah, karena opsi laba ditahan akan dipilih manajer untuk investasi dan pengembangan perusahaan (Cahyono & Asandimitra, 2. Namun, hasil penelitian tentang variabel ini juga tidak konsisten, karena menurut penelitian yang dilakukan oleh Musa et al. , . kepemilikan manajerial tidak berpengaruh signifikan terhadap DPR. Sedangkan penelitian yang dilakukan Iswara & Setyabudi, . menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh signifikan terhadap DPR. Inkonsistensi temuan empiris tersebut diperbesar oleh keterbatasan penelitian sebelumnya yang belum mempertimbangkan variabel fundamental seperti profitabilitas (ROA) dan ukuran perusahaan (SIZE). ROA merupakan rasio untuk mengukur kemampuan bank dalam memanfaatkan total asset untuk memperoleh laba secara keseluruhan dari hasil investasinya (Ismaulina et al. , 2. Sedangkan SIZE merupakan barometer kecil besarnya sebuah entitas dinilai melalui besarnya jumlah penjualan, jumlah aktiva atau jumlah modal (Widiantari & Merta Wiguna, 2. Kedua variabel ini berpotensi mempengaruhi DPR secara signifikan, sehingga ketidakhadiran variabel kontrol tersebut dalam modelAemodel sebelumnya dapat menimbulkan bias pada hasil penelitian. Dengan melihat berbagai temuan sebelumnya, tampak bahwa hubungan antara CAR. NPL, dan kepemilikan manajerial terhadap DPR masih menunjukkan inkonsistensi. Selain itu, kajian mengenai DPR pada industri perbankan selama periode pandemi dan pasca pandemi masih sangat terbatas, padahal pada masa tersebut terjadi perubahaan penting dalam regulasi permodalan dan pengelolaan risiko kredit. Sebagian besar penelitian terdahulu juga belum memasukkan variabel ROA dan SIZE yang sebenarnya berpotensi memengaruhi keputusan pembagian dividen dan diperlukan untuk menghasilkan estimasi yang lebih tepat. Di sisi lain, dampak kebijakan countercyclical OJK terhadap praktik pembagian dividen belum banyak dikaji secara empiris, sehingga dinamika pengaruh regulasi terhadap keputusan dividen belum sepenuhnya dapat Dengan mempertimbangkan gap tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh CAR. NPL, dan kepemilikan manajerial terhadap kebijakan dividen pada bank-bank konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020-2024, dengan memasukkan ROA dan SIZE sebagai variabel kontrol. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi teoritis dalam memahami perilaku dividen pada sektor yang sangat teregulasi, memberikan kontribusi empiris melalui bukti terbaru pada periode penuh tekanan ekonomi, serta memberikan masukan praktis bagi manajemen bank, investor, dan regulator dalam merumuskan kebijakan yang lebih responsif terhadap dinamika industri perbankan. Teori Sinyal (Spence, 1. menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan manajemen perusahaan dapat menjadi indikator bagi investor mengenai bagaimana manajemen menilai prospek perusahaan ke depannya. Melalui teori sinyal dapat dipahami bagaimana kebijakan dividen dapat menjadi sinyal positif bagi investor dan pasar terkait dengan kinerja pada sektor Dalam konteks perbankan, rasio keuangan seperti CAR dan ROA menjadi indikator penting yang mencerminkan kemampuan bank menyerap risiko dan menghasilkan laba. CAR yang tinggi memberikan sinyal bahwa bank memiliki ketahanan modal, sedangkan ROA mencerminkan profitabilitas yang kuat. keduanya berpotensi mendorong manajemen untuk membagikan dividen sebagai tanda kepercayaan diri terhadap prospek perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 198 - 209 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:8/12/2025 Diterima:22/12/2025 Diterbitkan:24/12/2025 Theiri et al. , . menyatakan bahwa kebijakan dividen digunakan untuk memberi sinyal arus kas masa depan dan prospek pendapatan perusahaan kepada investor. Risiko kredit yang tercermin melalui Non-Performing Loan (NPL) juga dapat dipahami melalui teori sinyal. NPL yang meningkat menunjukkan penurunan kualitas aset dan memberikan sinyal negatif kepada pasar terkait kemampuan bank mengelola risiko. Secara teori, peningkatan NPL seharusnya menurunkan insentif bank untuk membagikan dividen karena profitabilitas Namun, beberapa penelitian menemukan bahwa NPL tidak selalu berpengaruh signifikan terhadap DPR, terutama periode ketika kebijakan restrukturisasi kredit membuat NPL tidak sepenuhnya mencerminkan risiko aktual. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara NPL dan DPR bersifat kontekstual dan perlu diuji kembali. Teori Agensi(Jensen & Meckling, 1. membahas hubungan kontrak antara pinsipal . emilik perusahaa. dan agen . yang timbul karena adanya perbedaan kepentingan antara kedua pihak tersebut. Pada teori ini dijelaskan bahwa kebijakan dividen tunai dapat dimanfaatkan untuk mengurangi jumlah arus kas bebas yang dikuasi manajer. Dengan demikian, pemilik dapat lebih mudah mengawasi tindakan manajer sebagai agen, sekaligus menekan potensi munculnya konflik keagenan dengan biaya yang lebih rendah. Artinya, pembayaran dividen dapat meningkatkan pengawasan eksternal terhadap manajemen dan memperkecil peluang bagi manajer untuk bertindak demi kepentingan pribadi (Terzaghi & Maharani, 2. Kepemilikan manajerial menjadi salah satu mekanisme penting yang dapat memengaruhi bagaimana manajemen mengambil keputusan terkait dividen. Ketika manajer memiliki saham perusahaan, mereka memiliki insentif yang lebih besar untuk menyelaraskan keputusan dengan kepentingan pemegang saham. Namun, bukti empiris menunjukkan hasil yang tidak konsisten, beberapa penelitian menemukan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh signifikan terhadap DPR, sementara penelitian lain tidak menemukan pengaruh berarti (Iswara & Setyabudi, 2. dan (Musa et al. , 2. Variasi ini dapat disebabkan oleh perbedaan struktur kepemilikan, tingkat regulasi industri, dan besarnya porsi saham yang dimiliki manajemen. Pada sektor perbankan yang kepemilikan manajerialnya relatif rendah dan sangat teregulasi, penting untuk menguji kembali apakah variabel ini masih memiliki pengaruh terhadap DPR. Dividend Payout Ratio (DPR) atau kebijakan dividen menurut Mulyawan, . adalah keputusan perusahaan mengenai apakah laba yang dihasilkan akan dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen atau ditahan sebagai laba ditahan untuk digunakan sebagai investasi di masa mendatang. Kebijakan ini penting bagi perusahaan karena berkaitan langsung dengan besarnya keuntungan yang diterima para pemegang saham. Menurut Nugroho Jati, . kebijakan dividen sering dipandang sebagai bagian dari keputusan pendanaan internal perusahaan. Penentuan pembagian dividen dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dimana dalam rapat tersebut ditetapkan berapa besar dividen yang akan dibagikan kepada para pemegang Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal adalah rasio permodalan yang menggambarkan kemampuan bank dalam menyediakan dana untuk mendukung pengembangan usaha sekaligus menyerap potensi kerugian yang timbul dari kegiatan operasional. Semakin tinggi nilai CAR maka semakin kuat posisi permodalan bank memberikan gambaran bahwa bank memiliki perlindungan yang kuat terhadap risiko-risiko yang dapat muncul, seperti penurunan nilai aset maupun kredit macet (Karauan et al. , 2. Hubungan antara CAR terhadap DPR yaitu Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 198 - 209 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:8/12/2025 Diterima:22/12/2025 Diterbitkan:24/12/2025 positif, artinya penambahan CAR akan mengurangi beban perusahaan dan meningkatkan laba perusahaan sehingga meningkatkan DPR (Carolina, 2. Non Performing Loan (NPL) atau risiko kredit digunakan untuk menilai tingkat kredit bermasalah pada bank dalam penyaluran kredit kepada masyarakat. NPL menggambarkan kredit yang tidak dibayar sesuai jadwal angsuran sehingga menimbulkan tunggakan. Rasio ini berkaitan langsung dengan besarnya risiko kredit yang harus ditanggung bank. Semakin rendah nilai NPL, semakin kecil risiko kredit yang dihadapi bank (John, 2. Maka, ketika nilai NPL meningkat dan menunjukkan kinerja yang kurang baik, perusahaan akan lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan mereka (Isnurhadi et al. , 2. Kepemilikan manajerial adalah porsi saham perusahaan yang dimiliki oleh anggota manajemen, yang biasanya diukur berdasarkan persentase kepemilikan mereka (Rianto & Maylika, 2. Kepemilikan saham oleh pihak manajemen dapat menimbulkan perbedaan kepentingan antara manajer dan pemegang saham, sehingga memengaruhi penentuan kebijakan Manajer yang mampu mengelola perusahaan dengan baik cenderung membagikan dividen lebih besar sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pemegang saham (Terzaghi & Maharani, 2. Menurut Widiantari & Merta Wiguna, . kepemilikan manajerial memiliki pengaruh positif terhadap kebijakan dividen. Return on Assets (ROA) merupakan indikator keuangan yang menunjukkan seberapa besar tingkat profitabilitas dan efisiensi perusahaan dalam menggunakan total asetnya, yang dihitung dengan membagi laba bersih dengan total aset. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA berpengaruh positif terhadap DPR. Temuan ini mengindikasikan bahwa perusahaan mampu memanfaatkan asetnya secara lebih efisien cenderung memiliki peluang lebih besar untuk membagikan porsi laba yang lebih tinggi kepada pemegang saham dalam bentuk dividen (Hamzah et al. , 2. Para investor percaya bahwa penerimaan dan pembagian dividen berbanding lurus dengan peningkatan nilai modal. Oleh karena itu, dividen sebaiknya diberikan kepada investor ketika perusahaan berhasil memperoleh ROA positif pada tahun berjalan (Budianto & Bertuah. Ukuran Perusahaan dapat dilihat dari berbagai aspek, seperti total asset, total pendapatan, total laba, maupun nilai kapitalisasi pasar (Meiryani et al. , 2. Semakin besar ukuran sebuah perusahaan akan diikuti oleh kenaikan keuntungan perusahaan. Perusahaan besar yang memiliki kondisi lebih stabil umumnya mampu menghasilkan laba lebih tinggi dibandingkan Perusahaan kecil, karena dapat memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya lebih optimal (Lestari & Khafid. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Victoria & Viriany, . menunjukkan bahwa peningkatan keuntungan yang semakin besar akan sejalan dengan jumlah laba yang diatribusikan dalam pembagian dividen kepada pemegang saham. Pandemi COVID-19 menciptakan ketidakpastian ekonomi yang tinggi dan berdampak pada perubahan kebijakan keuangan perusahaan, termasuk kebijakan dividen pada sektor Penelitian Ozili . menunjukkan bahwa pandemi memengaruhi perilaku perbankan dalam mengelola risiko dan likuiditas, sehingga mendorong bank untuk menahan laba sebagai langkah menjaga stabilitas keuangan. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Meirawati et al. , . pada perbankan di kawasan ASEAN menunjukkan bahwa kebijakan dividen bank mengalami penyesuaian selama periode pandemi sebagai respons terhadap tekanan risiko dan Oleh karena itu, pandemi COVID-19 dipandang sebagai faktor kontekstual yang relevan Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 198 - 209 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:8/12/2025 Diterima:22/12/2025 Diterbitkan:24/12/2025 dalam analisis kebijakan dividen perbankan, sehingga dimasukkan sebagai variabel dummy untuk membedakan kebijakan dividen pada periode pandemi dan pasca pandemi. METODE PENELITIAN Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan kausal-komparatif yang bertujuan untuk menguji pengaruh rasio kecukupan modal (CAR) dan risiko kredit (NPL) terhadap kebijakan dividen (DPR) pada perusahaan perbankan konvensional yang terdaftar di Indonesia. Objek penelitian nya adalah perusahaan perbankan konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menerbitkan laporan keuangan tahunan lengkap . nnual repor. selama periode 20202024. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria: . perusahaan merupakan bagian dari sektor perbankan konvensional dan terdaftar di BEI pada tahun . perusahaan menerbitkan laporan keuangan tahunan lengkap selama periode 20202024. perusahaan membagikan dividen berturut-turut selama 5 periode penelitian yaitu periode 2020Ae2024. Perusahaan yang tidak memenuhi kriteria tersebut dikeluarkan dari sampel sehingga sampel akhir terdiri dari perusahaan-perusahaan perbankan konvensional yang memiliki kelengkapan data sesuai kebutuhan penelitian. Atas dasar kriteria tersebut, maka terdapat 11 perusahaan sebagai sampel. dengan periode penelitian 5 tahun, maka jumlah observasi ada 55. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari annual report, serta situs resmi BEI dan situs resmi masing-masing perusahaan. Variable dependen dalam penelitian ini adalah kebijakan dividen yang dapat dilihat dari rasio pembayaran dividen . ividend payout ratio/ DPR) (Hery, 2. Variable independen terdiri dari rasio kecukupan modal (CAR) yang diukur dengan perbandingan antara modal dengan aktiva berisiko (Ismaulina et al. , 2. , risiko kredit (NPL) yang diukur dari perbandingan antara total kredit bermasalah dengan total kredit yang diberikan kepada debitur (Soviani et al. , 2. , dan kepemilikan manajerial diukur dengan presentase saham yang dimiliki oleh manajer (Rianto & Maylika, 2. Variable kontrol pada penelitian ini terdiri dari return on assets (ROA) yang diukur dari perbandingan antara laba sebelum pajak dengan total asset yang dimiliki oleh bank (Rivai et al. , dan ukuran perusahaan yang diukur dari ln. otal asse. Variabel dummy COVID-19 digunakan untuk membedakan periode pandemi . dan pasca pandemi . , dengan nilai 1 untuk periode pandemi dan 0 untuk periode pasca pandemi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan menggunakan aplikasi Econometric Views (EView. Versi 12, untuk menguji pengaruh rasio kecukupan modal (CAR), risiko kredit (NPL) dan kepemilikan manajerial terhadap kebijakan dividen (DPR), dengan variabel kontrol untuk memurnikan hubungan dan mengurangi risiko bias variabel yang hilang. Sebelum dilakukan estimasi regresi, data diuji melalui uji asumsi klasik yang mencakup uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas untuk memastikan bahwa model memenuhi kriteria Best Linear Unbiased Estimator (BLUE). Model regresi sederhana digunakan agar fokus penelitian tetap sesuai tujuan utama, yakni melihat hubungan langsung antara kedua variabel independen dan variabel dependen. Model regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah: DPR = 1X1 2X2 3X3 4X4 5X5 6X6 e Keterangan: Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 198 - 209 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 DPR 1 Ae 6 Diserahkan:8/12/2025 Diterima:22/12/2025 Diterbitkan:24/12/2025 = Kebijakan Dividen = Konstanta = Koefisien regresi dari X1 Ae X6 = Rasio Kecukupan Modal (CAR) = Risiko Kredit (NPL) = Kepemilikan Manajerial (KM) = Return on Asset (ROA) = Ukuran Perusahaan (SIZE) = COVID-19 = Error HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Regresi Linear Berganda dan Pengujian Hipotesis. Hasil analisis regresi data panel dengan REM (Random Effect Mode. adalah sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Analasis Regresi Data Panel (REM). DPR = -134. 5554 (-1. 378786X2 8. 534884X3 (-10. 896296X5 (-3. Variables Prediction Coefficient Sig. Constant CAR NPL ROA SIZE COVID-19 F-Statistic Sig (F-Statisti. R-Square Description: Significance: for alpha 5%* DPR: Kebijakan Dividen CAR: Rasio Kecukupan Modal NPL: Risiko Kredit KM: Kepemilikan Manajerial ROA: Profitabilitas (Return On Asset. SIZE: Ukuran Perusahaan COVID-19: Pandemi COVID-19 Sumber: Data Olah Output Eviews 12, 2025 Pengaruh Rasio Kecukupan Modal terhadap Kebijakan Dividen Berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Rasio Kecukupan Modal atau CAR (X. terbukti berpengaruh signifikan terhadap Kebijakan Dividen atau DPR (Y). Hal ini ditunjukkan oleh nilai thitung . > . ttabel, dengan nilai signifikan 0. 0279 < 0. 05 dan koefisien sebesar 1. Namun, karena koefeisian regresinya bernilai negative (-), maka karena itu, hipotesis nol (H. diterima dan hipotesis alternatif (H. Temuan ini dapat dijelaskan melalui Teori Sinyal, yang menyatakan bahwa keputusan keuangan perusahaan digunakan untuk menyampaikan Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 198 - 209 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:8/12/2025 Diterima:22/12/2025 Diterbitkan:24/12/2025 informasi mengenai kondisi dan prospek perusahaan kepada investor. Pada sektor perbankan, khususnya selama periode pandemi COVID-19, sinyal yang disampaikan kepada pasar tidak lagi diwujudkan melalui peningkatan pembayaran dividen, melainkan melalui penguatan Bank dengan Tingkat CAR yang tinggi cenderung menahan laba untuk menjaga stabilitas keuangan dan kemampuan menyerap risiko, sehingga peningkatan CAR justru diikuti oleh penurunan DPR. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Yunisari & Triyonowati, . dan Tritanti & Fitriati, . yang menyatakan bahwa variabel CAR berpengaruh signifikan terhadap DPR. Namun penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Yusril & Rahmayanti, . dan Yanti et al. , . yang menyatakan bahwa variabel CAR tidak berpengaruh signifikan terhadap DPR. Selain itu, pengaruh negatif CAR terhadap DPR juga berkaitan erat dengan kondisi regulasi perbankan selama periode penelitian. Tekanan ketidakpastian ekonomi akibat pandemi serta kebijakan penguatan permodalan mendorong bank untuk bersikap lebih konservatif dalam pengelolaan laba. Dalam kerangka Teori Sinyal, penahanan laba dan peningkatan CAR menjadi sinyal positif bagi investor mengenai kehati-hatian dan keberlanjutan usaha bank dalam jangka Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukaan adanya pergeseran mekanisme sinyal, dimana stabilitas dan ketahanan modal lebih diprioritaskan dibandingkan pembagian Pengaruh Risiko Kredit terhadap Kebijakan Dividen Berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Risiko Kredit atau NPL (X. terbukti tidak berpengaruh signifikan terhadap Kebijakan Dividen atau DPR (Y). Hal ini ditunjukkan oleh nilai thitung . < . ttabel, dengan nilai signifikan 0. 4403 > 0. 05 dan koefisien sebesar 3. Oleh karena itu, hipotesis nol (H. diterima dan hipotesis alternatif (H. Dalam kerangka Teori Sinyal. NPL seharusnya memberikan sinyal negatif kepada investor mengenai kualitas asset dan kemampuan bank dalam menghasilkan laba, sehingga mendorong penurunan dividen. Namun, pada periode penelitian, sinyal tersebut tidak diterjemahkan secara langsung ke dalam kebijakan dividen, sehingga NPL tidak menjadi factor penentu dalam keputusan pembagian laba. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Meirawati et al. , . dan Salempang et al. , . yang menyatakan bahwa variabel NPL tidak berpengaruh signifikan terhadap DPR. Kondisi ini dapat dijelaskan oleh konteks pandemi COVID-19 dan adanya kebijakan regulasi perbankan. Selama pandemi, pemerintah dan otoritas keuangan menerapkan berbagai kebijakan restrukturisasi kredit dan relaksasi regulasi, sehingga tingkat NPL tidak sepenuhnya mencerminkan risiko kredit aktual yang dihadapi bank. Dalam kondisi tersebut. NPL menjadi sinyal yang kurang kuat bagi pasar, sehingga manajemen bank tetap mempertahankan kebijakan dividen tanpa harus menyesuaikannya secara langsung terhadap fluktuasi NPL. Dengan demikian, ketidak-signifikanan pengaruh NPL terhadap DPR menunjukkan bahwa sinyal risiko kredit kehilangan perannya sebagai indikator utama dalam pengambilan keputusan dividen selama periode krisis dan pasca krisis. Pengaruh Kepemilikan Manajerial terhadap Kebijakan Dividen Berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Kepemilikan Manajerial atau KM (X. terbukti tidak berpengaruh signifikan terhadap Kebijakan Dividen atau DPR (Y). Hal ini ditunjukkan oleh nilai thitung . < . ttabel, dengan nilai signifikan 0. 8491 > 0. 05 dan koefisien sebesar Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 198 - 209 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:8/12/2025 Diterima:22/12/2025 Diterbitkan:24/12/2025 Oleh karena itu, hipotesis nol (H. diterima dan hipotesis alternatif (H. Temuan ini dapat dijelaskan melalui Teori Agensi, yang menekankan bahwa kepemilikan saham oleh managemen berpotensi menyelaraskan kepentingan antara agen dan prinsipal. Namun, dalam konteks perbankan di Indonesia, kepemilikan manajerial umumnya relatif kecil dan struktur kepemilikan lebih banyak didominasi oleh pemegang saham institusional. Hasil penelitian ini sejalan dengan Musa et al. , . dan Armayini & Minan, . yang menyatakan bahwa variabel KM tidak berpengaruh signifikan terhadap DPR. Namun penelitian ini tidak sejalan dengan Putri & Fitria, . dan Iswara & Setyabudi, . yang menyatakan bahwa variabel KM berpengaruh signifikan terhadap DPR. Selain itu, selama pandemi COVID-19 dan penguatan regulasi perbankan, keputusan pembagian dividen cenderung lebih dipengaruhi oleh pertimbangan stabilitas keuangan dan kepatuhan terhadap ketentuan regulator dibandingkan kepentingan individual manajemen sebagai pemegang saham. Regulasi permodalan dan pengawasan yang ketat membatasi ruang diskresi manajemen dalam menetapkan kebijakan dividen, sehingga pengaruh kepemilikan manajerial menjadi semakin lemah. Dengan demikian, ketidak-signifikanan pengaruh KM terhadap DPR mencerminkan bahwa mekanisme agensi internal kurang dominan dibandingkan tekanan regulasi dan kondisi krisis dalam menentukan kebijakan dividen perbankan. PENUTUP Berdasarkan pembahasan pada bagian sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa variabel rasio kecukupan modal (CAR) berpengaruh negatif signifikan terhadap kebijakan dividen (DPR) pada bank konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020-2024. Sebaliknya, risiko kredit (NPL) dan kepemilikan manajerial (KM) tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen (DPR). Sementara itu, secara simultan seluruh variabel independen terbukti berpengaruh signifikan terhadap DPR. Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan dividen perbankan konvensional merupakan hasil pertimbangan kombinasi faktor internal perusahaan, terutama permodalan dan profitabilitas, dalam konteks industri yang sangat Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa pada sektor perbankan, khususnya dalam kondisi pandemi COVID-19 dan penguatan regulasi permodalan, kebijakan dividen tidak sematamata digunakan sebagai sinyal kinerja jangka pendek kepada investor. Sebaliknya, bank lebih memprioritaskan stabilitas dan keberlanjutan usaha melalui penguatan modal dan penahanan laba. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini menyarankan agar manajemen perbankan mempertimbangkan keseimbangan antara kebijakan dividen dan kebutuhan penguatan modal dalam menghadapi dinamika risiko dan regulasi. Bagi investor, hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan bahwa tingkat dividen perbankan tidak selalu mencerminkan profitabilitas jangka pendek, melainkan juga strategi stabilitas jangka panjang. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain seperti likuiditas, struktur kepemilikan institusional, maupun faktor makroekonomi, serta menggunakan periode pengamatan yang lebih panjang agar dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai determinan kebijakan dividen di sektor perbankan konvensional. Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 198 - 209 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:8/12/2025 Diterima:22/12/2025 Diterbitkan:24/12/2025 DAFTAR RUJUKAN Acharya. V, & Steffen. The Risk of Being a Fallen Angel and the Corporate Dash for Cash in the Midst of COVID. Review of Corporate Finance Studies. Armayini. , & Minan. Pengaruh Kepemilikan Manajerial. Profitabilitas dan Leverage terhadap Kebijakan Dividen dengan Likuiditas sebagai Variabel Moderating pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2017-2021. El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam, 5. , 22Ae39. https://doi. org/10. 47467/elmal. Budianto. , & Bertuah. Return on Equity as the Leading Indicator of Dividend Payout Ratio of Jakarta Islamic Index Stocks Listed on the Indonesia Stock Exchange. 319Ae330. https://doi. org/10. 31933/DIJMS Cahyono. , & Asandimitra. Pengaruh Profitabilitas. Leverage, dan Kepemilikan Manajerial Terhadap Kebijakan Dividen dengan Likuiditas sebagai Variabel Moderasi. Jurnal Ilmu Manajemen, 9, 1214Ae1226. Carolina. Optimalisasi Penerimaan Laba Badan Usaha Milik Negara Sektor Perbankan Sebagai Upaya Meningkatkan PNBP. Journal of Economic and Public Policy, 5, 67Ae83. https://doi. org/10. 22212/jbudget. Hamzah. Gozali. , & Yurdi. Banking Corporation Dividend Policy Ae Evidence from ASEAN-6 Countries. Accounting Analysis Journal, 11. , 94Ae103. https://doi. org/10. 15294/aaj. Hery. Analisis Laporan Keuangan. PT. Gasindo. Ihsan. , & Zuraida. Pengaruh Pengungkapan Informasi Lingkungan. Sosial. Tata Kelola. Ekonomi. , 56Ae71. https://doi. org/https://doi. org/10. 29103/jak. Ismaulina. Wulansari. , & Safira. Capital Adequacy Ratio (Ca. dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya di Bank Syariah Mandiri (Periode Maret 2012 - Maret 2. IFinance: Research Journal Islamic Finance, 6. , 168Ae184. https://doi. org/10. 19109/ifinance. Isnurhadi. Sulastri. Saftiana. , & Jie. Banking Industry Sustainable Growth Rate under Risk: Empirical Study of the Banking Industry in ASEAN Countries. Sustainability (Switzerlan. , 15. , 1Ae21. https://doi. org/10. 3390/su15010564 Iswara. , & Setyabudi. Pengaruh Kepemilikan Manajerial dan Profitabilitas terhadap Kebijakan Dividen. JEPA: Jurnal Kajian Ekonomi Dan Kebijakan Publik, 8, 10Ae Jensen, & Meckling. Theory of the firm: Managerial behavior, agency costs and ownership Journal of Financial Economics. John. Effect of Non-Performing Loans on Bank Performance of Some Selected Commercial Bank in the Nigerian Banking Sector. Internatioanl Journal of New Technology and Research, 4. , 11Ae17. https://w. Karauan. Murni. , & Tulung. Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Kebijakan Dividen Pada Bank BUMN yang Go Public di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2015. Jurnal EMBA, 5. , 935Ae944. Krieger. Ph. Mauck. Ph. Pruitt. , & Ph. The impact of the COVID19 pandemic on dividends. Finance Research Letters. December, 101910. https://doi. org/10. 1016/j. Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 198 - 209 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:8/12/2025 Diterima:22/12/2025 Diterbitkan:24/12/2025 Lestari. , & Khafid. The Role of Company Size in Moderating the Effect of Profitability. Profit Growth. Leverage, and Liquidity on Earnings Quality. Accounting Analysis Journal, 10. , 9Ae16. https://doi. org/10. 15294/aaj. Meirawati. Hamzah. Gozali. Azzahra. , & Chulim. Analisis Kebijakan Dividen melalui Indikator Sektor Perbankan di 5 Negara ASEAN. Jurnal Akuntansi. Keuangan. Dan Manajemen, 5. , 249Ae263. https://doi. org/10. 35912/jakman. Meiryani. Olivia. Sudrajat. , & Daud. The effect of firmAos size on corporate International Journal of Advanced Computer Science and Applications, 11. , 272Ae277. https://doi. org/10. 14569/IJACSA. Mulyawan. Manajemen Keuangan. Pustaka Setia. Musa. Noholo. , & Tuli. Pengaruh Kepemilikan Manajerial Terhadap Kebijakan Dividen Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2018 a b c Jurusan Akuntansi . Universitas Negeri Gorontalo Manajer sebagai pengelola perus. JAMAK (Jurnal Mahasiswa Akuntans. , 1. , 127Ae139. Nugroho Jati. Pengaruh Profitabilitas. Likuiditas dan Leverage Terhadap Kebijakan Dividen Pada Sektor Infrastruktur. Optimal: Jurnal Ekonomi Dan Kewirausahaan, 16. , 66Ae https://doi. org/10. 33558/optimal. Nursyimah. Nazaria, & Arjuniadi. Analisis Capital Adequency Ratio Dan Biaya Operasional Terhadap. Jurnal Mafebis FEB UNIGHA, 2. , 106Ae118. Ozili. COVID-19 pandemic and economic crisis: the Nigerian experience and Journal Economic Administrative Sciences. https://doi. org/10. 1108/JEAS-05-2020-0074 Putri. , & Fitria. Pengaruh kepemilikan manajerial, profitabiliitas, dan ukuran perusahaan terhadap kebijakan dividen. Jurnal Ilmu Dan Riset Akuntansi. Rianto. , & Maylika. Pengaruh Leverage. Profitabilitas, dan Kepemilikan Manajerial terhadap Kebijakan Dividen Tunai (Pada Perusahaan Properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2015-2. Solusi: Jurnal Ilmiah Ilmu Ekonomi, 19. , 465Ae472. https://doi. org/10. 26623/slsi. Rivai. Basir. Sudarto. , & Veithzal. Commercial Bank Management Manajemen Perbankan Dari Teori Ke Praktik. Rajawali Pers. Salempang. Saerang. Rumokoy. , & Rumokoy. Pengaruh Tingkat Kesehatan Bank terhadap Dividen Pada Perusahaan Perbankan Kategori Buku 4. Jurnal EMBA, 10. , 1Ae11. Shaleh. Margyanita. Sukarno. , & Themba. Pengaruh return on asset dan debt to equity ratio terhadap kebijakan dividen pada PT. Indocement Tunggal Prakarsa. Tbk. Jurnal Manajemen Keuangan Stiem Bongaya, 159Ae169. https://proceeding. id/psnf/article/view/2924/2385 Soviani. Sudaryo. , & Sofiati (Ef. Analisis Non Performing Loan (NPL). Biaya Operasional per Pendapatan Operasional (BOPO). Net Interest Margin (NIM), dan Loan to Deposite Ratio (LDR) terhadap Return on Asset (ROA) Pada PT Bank Nusantara Parahyangan. Tbk. Periode Tahun 2008-2018. Jurnal Indonesia Membangun, 21. , 73Ae92. https://doi. org/10. 56956/jim. Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 198 - 209 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:8/12/2025 Diterima:22/12/2025 Diterbitkan:24/12/2025 Spence. Job Market Signaling. The Quarterly Journal of Economics, 87. Terzaghi. , & Maharani. Pengaruh Profitabilitas. Leverage. Ukuran Perusahaan dan Kepemilikan Manajerial Terhadap Kebijakan Dividen dengan Likuiditas Sebagai Variabel Moderating. Menara Ekonomi. Vi NO 1. , 198Ae211. Theiri. Ben Hamad. , & Ben Amor. Dividend policy and crisis: Exploring the interplay between performance and financial constraints in the French context. Heliyon, 9. , e20586. https://doi. org/10. 1016/j. Tritanti. , & Fitriati. Profitabilitas. Likuiditas. Ukuran Perusahaan, dan Capital Adequacy Ratio dalam pengaruhnya terhadap Kebijakan Dividen. Owner: Riset & Jurnal Akuntansi, 6, 2402Ae2413. Victoria. , & Viriany. Pengaruh Leverage. Profitability. Liquidity, dan Firm Size Terhadap Kebijakan Dividen. Jurnal Paradigma Akuntansi, 4. Widiantari. , & Merta Wiguna. Pengaruh Profitabilitas dan Kepemilikan Manajerial terhadap Kebijakan Dividen dengan Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Moderasi. Mbia: Journal Management. Business, and Accounting, 22. , 38Ae52. https://doi. org/10. 33557/mbia. Yanti. Gunadi. , & Gama. Pengaruh Kecukupan Modal. Profitabilitas Dan Likuiditas Terhadap Kebijakan Deviden Pada Sektor Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Periode 2021-2. Emas, 6. , 467Ae477. https://doi. org/10. 36733/emas. Yunisari. , & Triyonowati. Pengaruh ROA. LDR, dan CAR terhadap Kebijakan Dividen Perusahaan Perbankan di BEI. Jurnal Ilmu Dan Riset Manajemen. Yusril, & Rahmayanti. Pengaruh Kesehatan Bank (CAR) dan Kebijakan Dividen (DPR) terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2018-2022. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 4. , 330Ae363.