Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIKONTAN EFEKTIVITAS PROBLEM-FOCUSED COPING DAN EMOTION FOCUSED COPING TERHADAP STRESS KERJA: SEBUAH KAJIAN LITERATUR THE EFFECTIVENESS OF PROBLEM-FOCUSED COPING AND EMOTION-FOCUSED COPING ON WORK STRESS: A LITERATURE REVIEW Angelina Amanda Dewi1. Dimas Aryo Wicaksono2 Universitas Airlangga Email: angelina. dewi-2019@psikologi. ABSTRAK Stres kerja adalah hal yang tak terelakkan dari kehidupan karyawan. Setiap karyawan memiliki strategi dalam mengatasi stresor yang dialami. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui koping stres mana yang efektif dalam mengatasi stres karyawan di tempat kerja. Desain yang digunakan adalah literature review dari artikel yang dikumpulkan melalui penyedia jurnal, yaitu Science Direct. EBSCOHOST, dan Google Scholar. Berdasarkan artikel yang telah dikumpulkan, ditemukan bahwa penggunaan koping, entah itu emotional-focused coping ataupun problem-focused coping akan tergantung pada penyebab stres, jenis pekerjaan, dan reaksi individu yang bervariasi saat mengatasi masalah. Karenanya, perlu untuk memperhatikan karakteristik khusus setiap pekerjaan dan menghormati karakteristik individu. Kata Kunci: work stress, problem-focused coping, emotion-focused coping ABSTRACT Job stress is an inevitable part of employees' lives. Every employee has a strategy in dealing with the stressors they experience. The purpose of this study was to determine the effective coping of stress in dealing with employee stress at work. The design used is a literature review of articles collected through journal providers, namely Science Direct. EBSCOHOST, and Google Scholar. Based on the articles that have been collected, it was found that the use of coping, whether it is emotional-focused coping or problem-focused coping will depend on the cause of stress, type of work, and individual reactions that vary when dealing with problems. Therefore, it is necessary to pay attention to the special characteristics of each job and to respect individual characteristics. Keywords: work-stress, problem-focused coping, emotion-focused coping PENDAHULUAN Stress adalah sebuah hal yang tidak dapat terhindarkan dari pekerjaan. HSE mendefinisikan stres sebagai 'tekanan dan tuntutan ekstrim yang ditempatkan pada seseorang di luar kemampuannya untuk Stres sangat berkaitan dengan bagaimana orang beradaptasi dengan perubahan dalam hidup mereka, seperti pekerjaan baru, promosi, atau tuntutan Dalam proses menangani stress, manusia melakukan koping, yaitu usahausaha kognitif dan perilaku yang secara terus menerus berubah untuk mengelola tuntutan DOI: https://doi. org/10. 47353/sikontan. dari dalam dan/atau dari luar individu yang kemampuan individu itu. Menurut Lazarus dan Folkman . terdapat dua bentuk coping stres yaitu emotion-focused coping dan problem-focused coping. Emotion-focused coping adalah upaya seseorang dalam mengatasi rasa stresnya yang hanya sebatas mencari makna yang terjadi pada dirinya atau melakukan sesuatu yang dianggap dapat mengurangi rasa stresnya tanpa berusaha mengubah keadaan atau masalah yang sedang Problem-focused coping adalah upaya seseorang untuk mengatasi masalahnya Sikontan Journal Volume 2 Nomor 3 . dengan berusaha mencari jalan keluar atau solusi atau strategi untuk mengubah situasi yang dianggapnya sebagai sumber stres. Berbagai studi telah mencari bagaimana manusia melakukan koping dalam mengatasi Namun, tidak ada pola konsisten yang muncul dari studi-studi ini yang mungkin mengarah pada klasifikasi berbasis empiris. Apa yang muncul, merupakan indikasi bahwa jangkauan dan kompleksitas perilaku koping yang tidak ditangkap oleh perbedaan dominan antara pendekatan dan berfokus pada emosi. Masih terlalu sedikit bukti empiris tentang efek koping secara umum dan di lingkungan kerja pada khususnya. Maka dari itu, artikel ini ditulis untuk menjelaskan secara lebih detil bagaimana koping tertentu efektif dalam mengatasi stress di tempat kerja. Artikel ini ditulis berdasarkan review terhadap berbagai mengenai stress at work, problem-focused coping, dan emotional focused coping. METODE Penulis penelitian literature review, yaitu penjabaran mengenai teori dan temuan dari pencarian jurnal atau literatur nasional maupun Bahan acuan atau database penyedia jurnal yang penulis gunakan adalah ScienceDirect. EBSCOHOST dan Google Scholar. Pada tahap pencarian jurnal, penulis menuliskan kata kunci yaitu Austress at workAy. Auwork stressAy. Auproblem-focused copingAy, dan Auemotional-focused copingAy. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian yang dilakukan oleh Permaitiyas . mengenai gambaran stres kerja dan strategi koping teller bank. Peneliti menggunakan metode wawancara serta observasi dalam mengumpulkan data. Subjek dari penelitian adalah karyawan frontliner Angelina Amanda Dewi et al yaitu teller pada perusahaan perbankan yang menjabat pada bagian teller dengan jumlah sebanyak 3 orang pada suatu perusahaan perbankan di kota Blitar. Teknik pengambilan sampel berfokus pada subjek kasus yang diperkirakan mewakili penghayatan terhadap fenomena stress kerja dan strategi coping Peneliti menggunakan analisis data deskriptif. Analisa data yang digunakan dalam penelitian dibagi menjadi tiga bagian yaitu data reduction, data display, dan conclusion. Rustiana dan Cahyati . mengkaji mengenai bagaimana hubungan stres kerja dengan pemilihan strategi coping pada dosen-dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang. Peneliti menggunakan metode penelitian analitik observasional serta rancangan penelitian studi belah lintang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dan mengambil sampel sebanyak 30 Instrumen dalam penelitian ini adalah Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara, serta data sekunder yang diperoleh dari catatan administrasi Fakultas Ilmu Keolahragaan UNNES. Sebuah penelitian eksploratif yang memperkaya hubungan stres dan strategi koping di lapangan pekerjaan yang berbeda dari perkantoran dilakukan oleh Gomes et. yang bertujuan untuk mengidentifikasi sumber stres dan bagaimana strategi koping pada perawat yang bekerja di tiga Layanan Onkologi Bedah Kepala dan Leher, di tiga rumah sakit pusat di Portugal. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptifeksploratif crosectional, sampel terdiri dari 96 perawat dari tiga layanan. Pengumpulan Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIKONTAN Kuesioner Kesehatan Umum 12 dan Inventarisasi Stres Kerja. Penelitian yang dilakukan di lapangan kerja serupa juga dilakukan oleh Fahad et. yang membandingkan stres terkait pekerjaan, faktor risiko potensial, dan strategi koping stres di rumah sakit perawatan tersier di Arab Saudi. Peneliti menggunakan metode studi kasus-kontrol dan mengukur stres kerja dengan 14 pertanyaan skala stres yang dirasakan (PSS-. , dan strategi mengatasi stres diperiksa menggunakan skala koping singkat 28 item (BCS-. Peneliti melakukan studi comparative cross-sectional yang dilakukan antara Desember 2013 dan Juni Populasi dalam penelitian adalah residen medis dan pegawai administrasi yang bekerja di Rumah Sakit Universitas King Khalid (KKUH), yang terdiri dari pegawai dari berbagai spesialisasi yang terdaftar dalam program pelatihan residensi rumah sakit tunggal atau multi rumah sakit. Karyawan administrasi tanpa tanggung jawab klinis atau kontak langsung dengan pasien, seperti akuntan dan resepsionis, dilibatkan dalam penelitian ini. Penelitian kuantitatif lain yang datang dari ranah pekerjaan di rumah sakit yang dilakukan oleh Guido et. Peneliti mengidentifikasi faktor stres, tingkat stres pada perawat, kondisi kesehatan secara keseluruhan, dan strategi koping yang digunakan perawat di lingkungan kerja. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga instrumen: survei aktivitas sehari-hari, inventarisasi strategi koping, dan inventarisasi kondisi kesehatan secara Populasi penelitian ini terdiri dari 143 perawat. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tiga kuesioner, yaitu: daily activities survey form, coping strategies inventory, dan overall health status DOI: https://doi. org/10. 47353/sikontan. Tam dan Lian . melakukan penelitian yang berkaitan dengan efek strategi koping dan ketahanan pada tingkat stres di tempat kerja. Sebagian besar penelitian difokuskan pada ibu yang bekerja dan wanita yang bekerja pada umumnya. Penelitian yang dilakukan oleh Bahari . lebih menekankan pada tingkat stress ditinjau dari strategi koping yang digunakan. Sebuah penelitian longitudinal yang dilakukan oleh Sutton . berfokus untuk menguji efek yang berbeda dari koping yang problemfocused coping, appraisal coping, dan emotion-focused coping pada penguasaan Respondennya adalah 97 pendatang baru di tiga organisasi: universitas besar . perusahaan jasa ladang minyak . dan produsen elektronik . Selama studi sembilan bulan, enam responden menghasilkan kelompok terakhir yang terdiri dari 91 pendatang baru dengan 51 pria dan 40 Rata-rata usia responden adalah 42 tahun, semuanya memiliki gelar sarjana, dan 62 persen memiliki gelar sarjana. Mereka memegang posisi profesional sebagai insinyur, anggota fakultas, dan anggota staf Penelitian yang dilakukan oleh Bahari . menemukan bahwa terdapat perbedaan tingkat stres ditinjau dari strategi koping. Individu dapat menggunakan baik problemfocused coping maupun emotional-focused coping, akan tetapi bagaimanapun juga lingkungan pada situasi tersebut memberikan kontribusi pada kecenderungan strategi coping yang akan digunakan individu dan Park, dkk. menyatakan bahwa kedua koping tersebut memiliki potensi bersifat adaptif pada situasi stres. Jika strategi koping yang digunakan sesuai, maka individu Sikontan Journal Volume 2 Nomor 3 . memiliki simtom psikologis yang lebih rendah daripada penggunaan strategi koping yang tidak sesuai (Bartram, 2. Selain itu, ditentukan oleh penyebab stress tersebut. Dalam temuannya. Taylor . menyatakan bahwa masalah yang berhubungan dengan pekerjaan membuat individu menerapkan strategi koping yang berorientasi pada masalah, seperti bertindak langsung atau meminta bantuan orang lain. Selain itu. Bartram dan Gardner . mengutarakan problem-focused coping akan menjadi adaptif bila digunakan di situasi yang bisa dirubah dan dapat dikontrol, seperti pemecahan masalah yang terjadi di masa yang akan Seperti yang diketahui dari penelitian Bahari ini bahwa sales di PT. X membutuhkan strategi koping yang efektif dalam mengurangi gangguan-gangguan yang timbul dan pada penelitian ini. Yaitu, dengan problem-focused dibandingkan emotional-focused coping. Lain halnya dalam temuan yang diperoleh dari penelitian Guido et. al yang menyatakan bahwa tidak ada yang namanya koping efektif atau tidak efektif karena pilihan di antara strategi yang berbeda tergantung pada individu, dan reaksi mereka terhadap satu stresor yang sama dapat sangat Sedangkan, dalam temuan penelitian Rustiana dan Cahyati . ternyata hasilnya tidak sejalan dengan pernyataan Vitaliano et. , . bahwa masalah yang berhubungan dengan pekerjaan menerapkan strategi problem-focused coping seperti mengambil tindakan langsung atau mencari bantuan dari orang lain. Ditemukan bahwa tidak ada hubungan antara strategi problem-focused coping dengan stres kerja pada dosen di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang . = 0,. Angelina Amanda Dewi et al Memang sebagian responden menggunakan strategi coping berfokus emosi dengan kategori sedang . ,3%), tetapi keefektifan suatu strategi ternyata juga berrgantung pada waktu yang dibutuhkan. Strategi yang efektif dalam mengatasi stres menjadi tidak selalu efektif dalam membantu seseorang mengatasi masalah pada dosen. Dikarenakan tugas dosen yang siap sedia membantu mahasiswa mengatasi masalah akademiknya, seperti bimbingan skripsi yang membutuhkan tenaga, waktu serta pikiran. Sehingga, tidak memungkinkan untuk mengatasi stres dengan perilaku emosional seperti menghindari stres Karena, tentu akan berdampak pada kredibilitas dosen sebagai tenaga pendidik maupun nama baik institusi yang menaungi. Selain itu, dalam temuan penelitian Permaitiyas . , terbukti bahwa strategi yang digunakan oleh subjek penelitiannya lebih cenderung menggunakan strategi emotional-focused coping dibandingkan problem-focused coping. Emotional-focused coping menjadi paling banyak digunakan mengingat subjek penelitian ini adalah wanita. Karena menurut beberapa penelitian, wanita lebih sering menggunakan strategi emotionalfocused coping karena wanita cenderung berpusat pada perasaan dalam mengatasi sebuah masalah. Disamping itu, penyebab munculnya stres yang dialami subjek yang adalah teller bank, lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi serta situasi kerja yang kurang Sehingga, subjek lebih cenderung menggunakan koping jenis emosi ketika subjek mempercayai bahwa tidak ada lagi yang dapat mereka lakukan untuk merubah situasi yang tidak menyenangkan. Namun, strategi strategi emotional-focused coping juga tidak selalu digunakan pada setiap permasalahan stres kerja yang dialami. Sejalan dengan yang disampaikan oleh peneliti pada batasan istilah, bahwa strategi Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIKONTAN koping digunakan secara sadar serta dapat terus-menerus berubah. Hal ini bertujuan untuk mengatasi tekanan dari luar atau dari dalam oleh seseorang yang dirasa mengancam Singkatnya, penggunaan strategi koping mengalami perubahan untuk menyesuaikan dengan stres kerja yang dialami oleh setiap orang di waktuwaktu tertentu, yang dirasa efektif untuk mengatasi situasi yang dirasa mengancam. Seperti yang ditunjukkan setiap subjek dalam penelitian ini, bahwa mereka melakukan strategi koping yang berbeda pada sebuah kasus permasalahan stres yang sama. Bahkan ditemukan bahwa pada satu individu terkadang melakukan strategi koping yang berbeda untuk mengatasi masalah yang sama. Tetapi, subjek akan melakukan koping yang berbeda pada kondisi yang berbeda sesuai dengan keefektifan strategi tersebut menurut diri subjek. SIMPULAN Hasil dari penelitian menyatakan bahwa pada kenyataannya, dalam penggunaan kopig stress akan bergantung pada beberapa Baik penggunaan emotional-focused coping maupun problem-focused coping akan tergantung pada penyebab stres, jenis pekerjaan, serta reaksi individu yang bervariasi pada stresor. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan karakteristik khusus setiap pekerjaan serta menghormati karakteristik individu. UCAPAN TERIMA KASIH