ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 ANALISIS PENGARUH RETURN ON EQUITY DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PRICE TO BOOK VALUE DENGAN DEBT TO EQUITY RATIO SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA PERUSAHAAN SEKTOR KONSUMEN PRIMER DI BURSA EFEK INDONESIA Eric Augustin email: ericaugustin123@gmail. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh return on equity dan ukuran perusahaan terhadap price to book value dengan dimoderasi debt to equity ratio. Populasi penelitian ini yaitu 87 perusahaan sektor konsumen primer di Bursa Efek Indonesia dan sampel penelitian berjumlah 61 perusahaan berdasarkan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan program IBM SPSS versi 22. Bentuk penelitian asosiatif dengan permodelan regresi. Pembahasan didahului dengan analisis statistik deskriptif, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi, penentuan regresi linear berganda, analisis koefisien korelasi dan uji koefisien determinasi, uji statistik F, uji statistik t, dan moderated regression analysis. Hasil analisis menunjukkan bahwa return on equity berpengaruh positif terhadap price to book value, ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap price to book value, debt to equity ratio tidak berpengaruh terhadap hubungan return on equity terhadap price to book value, dan debt to equity ratio tidak berpengaruh terhadap hubungan ukuran perusahaan terhadap price to book KATA KUNCI: return on equity, ukuran perusahaan, price to book value, debt to equity ratio PENDAHULUAN Perusahaan harus berinovasi dengan kemajuan teknologi yang pesat, tidak terkecuali untuk perusahaan sektor konsumen primer. Perusahaan sektor konsumen primer menjadi sektor yang produknya umum dipakai sehari-hari oleh masyarakat. Sektor konsumen primer dianggap memiliki ketahanan terhadap krisis dikarenakan produk sektor konsumen primer menjadi kebutuhan masyarakat terutama sub sektor makanan dan minuman. Terlepas dari sektornya, setiap perusahaan harus memiliki peningkatan kinerja seiring dengan berjalannya waktu. Peningkatan kinerja perusahaan sangat penting untuk perusahaan bertahan dalam jangka panjang. Peningkatan kinerja akan meningkatkan nilai perusahaan. Nilai perusahaan dapat dilihat salah satunya dari harga saham. Harga saham yang meningkat akan meningkatkan nilai perusahaan. Peningkatan nilai perusahaan dapat memberikan ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 kesejahteraan bagi pemegang saham. Nilai perusahaan diukur dengan Price to Book Value (PBV). Kinerja perusahaan dapat tercermin dari profitabilitas. Profitabilitas dapat dilihat dari laba yang dihasilkan suatu perusahaan. Perusahaan yang memiliki kinerja yang baik akan mengalami pertumbuhan laba setiap tahun. Secara fundamental peningkatan laba akan meningkatkan nilai perusahaan. Laba dapat ditingkatkan dengan memaksimalkan modal perusahaan. Profitabilitas perusahaan diukur dengan Return On Equity (ROE). Struktur modal sangat penting untuk membantu meningkatkan kinerja. Struktur modal perlu dikelola dalam operasional setiap perusahaan. Struktur modal dapat dilihat dari total utang terhadap modal perusahaan. Total utang terdiri dari utang jangka pendek dan utang jangka panjang. Utang dapat membantu untuk meningkatkan kinerja perusahaan yang akan meningkatkan nilai perusahaan, tetapi utang yang berlebihan dapat menjadi buruk bagi perusahaan. Struktur modal diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER). DER yang semakin tinggi menunjukkan kinerja perusahaan yang semakin buruk dikarenakan stuktur modal lebih banyak menggunakan utang. Sehingga ketika perusahaan mendapatkan laba, maka akan digunakan terdahulu untuk membayar utang. Ukuran perusahaan akan mempengaruhi nilai perusahaan. Ukuran perusahaan dapat tercermin dari aset yang dikelola perusahaan. Semakin meningkat ukuran perusahaan akan meningkatkan nilai perusahaan. Ukuran perusahaan yang besar juga dapat membantu perusahaan dalam mendapatkan utang dari penyedia utang. Ukuran perusahaan yang besar dapat memberi kepercayaan untuk kreditor dalam memberi utang. Ukuran perusahaan diukur dengan logaritma natural (LogN) total aset. KAJIAN PUSTAKA Struktur Modal Struktur modal adalah ukuran dari perusahaan dalam menggunakan hutang dalam pendanaan dibandingkan dengan aktiva perusahaan. Hutang biasanya diartikan hal negatif dalam masyarakat. Tetapi berbeda dengan perusahaan, hutang bisa memberi keuntungan untuk perusahaan dalam pendanaan. Struktur modal memiliki beberapa teori. Salah satu teori struktur modal yaitu pecking order theory. Teori ini akan menggunakan sumber dana internal dahulu, kemudian akan diikuti dengan sumber dana eksternal yaitu penerbitan hutang baru, dan ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 akhirnya dengan penerbitan ekuitas baru (Husnan & Pudjiastuti, 2015: . Perusahaan akan memiliki pendanaan secara internal terlebih dahulu dikarenakan biaya termurah berasal dari laba ditahan. Namun laba ditahan memiliki batasan dari penghasilan yang didapat perusahaan. Pecking order theory menyatakan bahwa permasalahan utama keputusan struktur modal perusahaan adalah informasi simetris antara manajer dan investor mengenai kondisi internal perusahaan (Myers & Majluf, 1. Manajer akan lebih banyak mengerti kondisi yang sedang dihadapi perusahaan secara langsung. Sehingga perusahaan mungkin akan melakukan penerbitan saham baru dibandingkan obligasi ketika memerlukan pendanaan eksternal (Husnan & Pudjiastuti, 2015: . Struktur modal dalam penelitian ini menggunakan rasio Debt to Equity Ratio (DER). Rasio DER ini menggambarkan tingkat keterjaminan utang perusahaan dari modal tersedia (Sirait, 2017: . Rasio DER yaitu membandingkan total hutang dan total ekuitas. Rasio DER yang tinggi tidak selalu berdampak buruk untuk perusahaan. Perusahaan dapat memanfaatkan hutang untuk peluang bisnis yang ada. Jika pemakaian hutang yang besar menghasilkan laba yang lebih besar kepada perusahaan, maka penggunaan hutang yang besar tersebut memberikan dampak positif terhadap perusahaan. Laba yang lebih besar tersebut dapat digunakan untuk membayar hutang perusahaan. Sebaliknya perusahaan yang memiliki rasio DER yang rendah tidak selalu berdampak baik terhadap perusahaan. Perusahaan yang tidak melakukan penggunaan hutang akan menandakan perusahaan tidak memiliki peluang lebih besar untuk menumbuhkan bisnis. Hal tersebut dikarenakan perusahaan tidak memanfaatkan peluang yang ada untuk meningkatkan pertumbuhan perusahaan. Terkadang perusahaan membutuhkan modal besar yang tidak bisa hanya dibiayai dari ekuitas maupun laba Nilai Perusahaan Perusahaan dalam menjalankan bisnisnya memiliki tujuan untuk memakmurkan pemegang saham (Brigham & Houston, 2012: . Kemakmuran pemegang saham bisa berwujud dalam peningkatan nilai pasar perusahaan. Perusahaan memiliki tanggung jawab untuk terus memberikan kesejahteraan kepada pemegang saham. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia di bayar oleh calon pembeli apabila perusahaan tersebut dijual (Husnan & Pudjiastuti, 2015: . Hal tersebut mengindikasikan perusahaan yang menerbitkan saham di pasar modal, harga saham yang ditransaksikan di pasar modal merupakan nilai perusahaan. Perusahaan yang memiliki nilai perusahaan yang terus meningkat akan memberikan kesejahteraan bagi pemegang Nilai perusahaan pada penelitian ini menggunakan Price to Book Value (PBV) yaitu membandingkan harga saham dan nilai buku perusahaan. PBV memperlihatkan perusahaan diperdagangkan diharga overvalued atau undervalued. Perusahaan dikatakan overvalued jika perusahaan diperdagangkan di atas harga nilai buku perusahaan, sedangkan perusahaan dikatakan undervalued jika perusahaan diperdagangkan di bawah harga nilai buku perusahaan. Umumnya perusahaan yang berjalan dengan baik memiliki rasio PBV di atas satu. Hal tersebut menandakan harga saham perusahaan dinilai lebih mahal dari nilai bukunya. Rasio PBV yang tinggi akan memberikan gambaran perusahaan dipercaya oleh investor. Semakin tinggi rasio PBV menjelaskan investor percaya akan prospek perusahaan tersebut (Darmadji & Fakhruddin, 2012: . Investor akan menganalisis perusahaan dari segi fundamental perusahaan. Dengan PBV yang tinggi mengindikasikan perusahaan dinilai tinggi oleh investor. Hal tersebut menunjukkan perusahaan memiliki fundamental yang baik sehingga investor percaya akan prospek perusahaan. Profitabilitas Profitabilitas merupakan hal yang penting untuk menjaga kelangsungan hidup suatu Keberhasilan suatu perusahaan di pasar dapat dilihat dari laba yang dihasilkan perusahaan. Setiap perusahaan menginginkan laba yang maksimal. Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur tingkat perusahaan memperoleh laba dalam hubungan dengan penjualan, aktiva maupun laba dan modal sendiri (Sujarweni, 2019: . Rasio profitabilitas harus dijaga untuk tetap positif oleh Perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas tinggi menggambarkan perusahaan memiliki laba yang tinggi. Profitabilitas adalah hasil akhir dari sejumlah kebijakan dan keputusan manajemen perusahaan (Brigham & Houston, 2012: . Hal tersebut menjelaskan profitabilitas ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 perusahaan menggambarkan kinerja dari manajemen perusahaan. Perusahaan yang memiliki profitabilitas yang tinggi akan mencerminkan manajemen perusahaan yang Sebaliknya perusahaan yang memiliki profitabilitas yang rendah atau negatif menjelaskan perusahaan memiliki manajemen yang buruk. Profitabilitas pada penelitian ini menggunakan rasio Return On Equity (ROE). Return On Equity (ROE) diperoleh dari laba bersih setelah pajak dibagi dengan total Rasio ini mengukur seberapa banyak laba yang menjadi hak pemilik ekuitas, karena itu digunakan laba setelah pajak (EAT) (Husnan & Pudjiastuti, 2015: . Rasio ini menunjukkan tingkat efektivitas manajemen dalam menggunakan modal sendiri untuk menghasilkan laba. Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan digunakan untuk mengukur besar atau kecil suatu perusahaan. Besar atau kecil ukuran perusahaan dapat diukur dari jumlah aset. Perusahaan yang memiliki jumlah aset yang besar menunjukkan perusahaan memiliki ukuran perusahaan yang besar. Semakin besar ukuran suatu perusahaan maka perusahaan akan memiliki aset yang lebih besar dibanding ukuran perusahaan yang kecil. Perusahaan yang memiliki ukuran lebih besar akan memberikan fleksibilitas untuk manajemen dalam menggunakan aset yang dimiliki (Bestariningrum, 2. Perusahaan besar akan memiliki keunggulan dalam sumber daya yang dimiliki perusahaan. Perusahaan yang besar akan mempermudah manajemen dalam mengembangkan bisnis. Perusahaan besar memiliki lebih banyak aset untuk membantu perusahaan dalam menjalankan bisnis. Perusahaan besar cenderung memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih stabil dibanding dengan perusahaan kecil. Perusahaan kecil dapat bertumbuh dengan sangat cepat jika dikelola dengan baik. Hal tersebut disebabkan oleh perusahaan kecil memiliki lebih banyak peluang untuk mengembangkan bisnis perusahaan. Tetapi pertumbuhan yang cepat juga dapat membuat manajemen percaya diri yang akan menyebabkan pengambilan keputusan yang salah. Sehingga perusahaan kecil memiliki risiko lebih besar daripada perusahaan besar. Perusahaan yang besar di mana sahamnya tersebar sangat luas, setiap perluasan modal saham hanya akan mempunyai pengaruh yang kecil terhadap kemungkinan ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 hilangnya atau tergesernya kontrol dari pihak dominan terhadap perusahaan yang bersangkutan (Riyanto, 2013: . METODE PENELITIAN Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data kuantitatif. Data kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel terntentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis (Sugiyono, 2018: . Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah observasi Observasi nonpartisipan adalah peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat independen (Sugiyono, 2018: . Observasi tidak langsung dilakukan oleh penulis dengan cara mengumpulkan data-data laporan keuangan tahunan. Data yang yang digunakan penulis adalah data perusahaan konsumen primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2016-2020. Seluruh data diperoleh dengan cara mengakses dan mengunduh laporan tahunan melalui website perusahaan. Populasi dalam penelitian ini menggunakan perusahaan sektor konsumen primer di Bursa Efek Indonesia (BEI). Populasi pada penelitian ini berjumlah 87 perusahaan dan sampel pada penelitian ini berjumlah 61 perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Kriteria purposive sampling pada penelitian ini adalah perusahaan yang IPO setelah tahun 2016. Berikut rumus perhitungan variabel-variabel yang digunakan: Return On Equity Return On Equity = Laba Bersih Total Ekuitas Ukuran Perusahaan Ukuran Perusahaan = Ln Total Aset Price to Book Value Priceto Book Value = Harga Pasar Per Lembar Saham Nilai Buku Per Lembar Saham Debt to equity ratio Debt to Equity Ratio = Total Utang Total Ekuitas ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Berikut merupakan hasil analisis statistik deskriptif dari 61 Perusahaan Sektor Konsumen Primer di BEI selama lima tahun berturut-turut: TABEL 1 Analisis Statistik Deskriptif ROE DER PBV Valid N . Descriptive Statistics Minimum Maximum 0,4625 Mean Std. Deviation Sumber: Data Olahan SPSS 22 . Berdasarkan Tabel 1 di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel dependen (Y) yaitu PBV dengan jumlah data sebanyak 305 memiliki nilai paling kecil atau nilai minimum adalah -1,14, nilai paling besar atau nilai maksimum adalah 82,45, nilai rata-rata atau mean adalah sebesar 3,3899, kemudian nilai standar deviasi yang merupakan sebaran data adalah sebesar 8,54429. Variabel independen pertama (X. yaitu ROE dengan jumlah data sebanyak 305 memiliki nilai paling kecil atau nilai minimum dari variabel ROE adalah -1104,04, nilai paling besar atau nilai maksimum dari ROE adalah 350,30, nilai rata-rata atau mean dari variabel ROE adalah sebesar 7,1189, kemudian nilai standar deviasi yang merupakan sebaran data adalah sebesar 778,71033. Variabel independen kedua (X. yaitu Ukuran Perusahaan dengan jumlah data sebanyak 305 memiliki nilai paling kecil atau nilai minimum dari variabel Ukuran Perusahaan adalah 10,66, nilai paling besar atau nilai maksimum dari Ukuran Perusahaan adalah 350,30, nilai rata-rata atau mean dari variabel Ukuran Perusahaan adalah sebesar 7,1189, kemudian nilai standar deviasi yang merupakan sebaran data adalah sebesar 3,08102. Variabel moderator (M) yaitu DER dengan jumlah data sebanyak 305 memiliki nilai paling kecil atau nilai minimum dari variabel DER adalah -3063,85, nilai paling besar atau nilai maksimumdari DER adalah 3948,58, nilai rata-rata atau mean dari variabel DER adalah sebesar 143,1898, kemudian nilai standar deviasi yang merupakan sebaran data adalah sebesar 373. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Uji Asumsi Klasik Dalam penelitian ini, uji asumsi klasik yang akan digunakan adalah uji normalitas, uji multikolinearitas, uji autokolerasi, dan uji heteroskedastisitas. TABEL 2 Hasil Uji Normalitas Metode One-Sample Kolmogorov-Smirnov Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Based on 10000 sampled tables with starting seed 1314643744. Sumber: Data Olahan SPSS 22,2022 Berdasarkan pengujian dari Tabel 2 diatas, diketahui bahwa nilai signifikansi adalah 0,200. Sesuai dengan kriteria yang telah dijelaskan bahwa jika nilai signifikansi lebih besar dari pada 0,05 atau 5 persen maka data dikatakan terdistribusi normal sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang telah dikumpulkan terdistribusi normal. TABEL 3 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model (Constan. X1 ROE X2 UP MO DER Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Collinearity Statistics Sig. Tolerance VIF 036 -. Dependent Variable: Y_PBV Sumber: data olahan SPSS 22 . Berdasarkan Tabel 3 dapat diketahui bahwa hasil dari pengujian multikolinearitas dengan melihat nilai Tolerance dan VIF. Adapun hasil nilai Tolerance dari masingmasing variabel independen bahwa Nilai Tolerance pada variabel ROE atau X1 yaitu ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 . ,988 > 0,. dan nilai VIF adalah senilai . ,012 < . yang berarti lolos uji Nilai Tolerance pada variabel Ukuran Perusahaan atau X2 yaitu . ,955 > 0,. dan nilai VIF adalah senilai . ,047 < . yang berarti lolos uji multikolinearitas. Nilai Tolerance pada variabel DER atau MO yaitu . ,944 > 0,. dan nilai VIF adalah senilai . ,059 < . yang berarti lolos uji multikolinearitas. Dari penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian pada model regresi mengenai pengujian multikolinearitas hasilnya adalah menunjukkan tidak terdapat masalah multikolinearitas. TABEL 4 Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Predictors: (Constan. MO_DER. X1_ROE. X2_UP Dependent Variable: Y_PBV Std. Error of the Estimate Durbin-Watson Sumber: data olahan SPSS 22 . Berdasarkan Tabel 4, hasil nilai Durbin Watson sebesar 2,789 dan alpha yang digunakan adalah 0,05 atau 5 persen. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 61 responden . dan jumlah variabel bebas 2 . , maka hasil yang diperoleh dengan nilai dU = 1,7559. Maka nilai autokorelasi diantaranya 1,7559 < 2,063 < 2,2441 sehingga penelitian ini tidak terjadi autokorelasi. TABEL 5 Hasil Uji Heteroskedastisitas Correlations Spearman's X1_ROE Correlation Coefficient Sig. -taile. X2_UP Correlation Coefficient Sig. -taile. MO_DER Correlation Coefficient Sig. -taile. Unstandardized Correlation Residual Coefficient Sig. -taile. Correlation is significant at the 0. 05 level . -taile. X1_ROE X2_UP MO_DER Unstandardized Residual Sumber: Data Olahan SPSS 22 . ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 TABEL 6 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model Std. Error Beta Sig. (Constan. X1 ROE X2 UP 026 -. Dependent Variable: Y_PBV Sumber: Data Olahan SPSS 22 . Y= a b1 x1 b2 x2 Diketahui: = PBV = ROE = Ukuran Perusahaan = Konstanta = Parameter atau koefisien regresi b1,b2 Dari Tabel 6 dapat diketahui bahwa hasil pengujian yang telah diperoleh, dapat disusun dalam bentuk persamaan regresi linear berganda yaitu: Y = -0,117 0,525X1 Ae 0,170X2 Berdasarkan model regeresi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa nilai B0 dari unstandardized coefficients adalah sebesar -0,117. Nilai B1 dari unstandardized coefficients sebesar 0,525. Nilai B2 dari unstandardized coefficients sebesar -0,170. TABEL 7 Hasil Uji F ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: Y_PBV Predictors: (Constan. MO_DER. X1_ROE. X2_UP Sig. Sumber: Data Olahan SPSS 22 . Berdasarkan Tabel 7, maka hipotesis dapat dirumuskan nilai signifikansi pada tabel sebesar 0,000 atau < 0,05. Hal ini mempunyai arti bahwa model regresi tersebut layak terhadap persamaan regresi variabel bebas terhadap variabel terikat. Sehingga uji hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima, atau ada hubungan secara signifikan antara variabel bebas ROE (X. Ukuran Perusahaan (X. , dan DER (M) terhadap PBV (Y). ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 TABEL 8 Hasil Uji t Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model Std. Error Beta Sig. (Constan. X1 ROE X2 UP MO DER Dependent Variable: Y_PBV Sumber: Data Olahan SPSS 22 . Berdasarkan Tabel 8 dapat disimpulkan, pengujian ROE terhadap PBV diketahui bahwa nilai sig. sebesar 0,000 dan derajat sig. yang digunakan adalah 0,05, dimana 0,000 < 0,05 maka H1 diterima, artinya variabel ROE berpengaruh terhadap PBV. Selanjutnya pengujian hipotesis kedua yaitu Ukuran Perusahaan terhadap PBV diketahui bahwa nilai sig. sebesar 0,514 dan derajat sig. yang digunakan adalah 0,05, dimana 0,514 > 0,05 maka H2 ditolak, artinya variabel Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh terhadap PBV. Selanjutnya pengujian hipotesis ketiga yaitu DER terhadap PBV diketahui memiliki nilai sig. sebesar 0,407 dan derajat sig. yang digunakan adalah 0,05, dimana 0,407 > 0,05 maka H3 ditolak, artinya variabel DER tidak berpengaruh terhadap PBV. TABEL 9 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Predictors: (Constan. MO_DER. X1_ROE. X2_UP Dependent Variable: Y_PBV Std. Error of the Estimate Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2022 Berdasarkan Tabel 9, dapat dilihat nilai dari R2 (R squar. sebesar 0,389 atau sama dengan 38,9 persen. Hal ini menunjukkan bahwa sumbangan persentase variabilitas variabel independen yang digunakan (ROE dan Ukuran Perusahaa. dapat menjelaskan variabilitas variabel dependen (PBV) sebesar 38,9 persen, sedangkan sisanya 61,1 persen dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan didalam model regresi. Berdasarkan Tabel 10, diketahui nilai signifikansi variabel interaksi antara ROE dengan DER sebesar 0,895 (>0,. , maka berkesimpulan bahwa variabel DER tidak memoderasi pengaruh variabel ROE terhadap variabel PBV. Selanjutnya, diketahui nilai ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 signifikansi variabel interaksi antara Ukuran Perusahaan dengan DER sebesar 0,822 (>0,. , maka berkesimpulan bahwa variabel DER tidak memoderasi pengaruh variabel Ukuran Perusahaan terhadap variabel PBV. TABEL 10 Moderated Regression Analysis Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. X1 ROE X2 UP ROE*DER UP*DER Dependent Variable: Y_PBV Sig. Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2022 PENUTUP Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa return on equity berpengaruh positif signifikan terhadap price to book value. Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap price to book value. Debt to equity ratio tidak mempengaruhi hubungan return on equity terhadap price to book value. Debt to equity ratio tidak mempengaruhi hubungan Ukuran perusahaan terhadap price to book Saran yang dapat diberikan yaitu penelitian selanjutnya dapat memperbaiki keterbatasan yang ada dalam penelitian ini dengan menggunakan pendekatan lainnya dan mempertimbangkan variabel lain yang tidak ada dalam penelitian ini dan menggunakan teknik analisis yang berbeda untuk menguji. DAFTAR PUSTAKA