Camellia Vol. 4 No. 1 | Juni 2025 E-ISSN 2963-8917 Perbandingan Efektivitas Terapi Kombinasi (Candesartan Dengan Amlodipine ) dan (Candesartan Dengan Nifedipin. Pada Pasien Hipertensi Di RS Lavalette Malang Comparison of The Effectiveness of Combination Therapy (Candesartan With Amlodipin. and (Candesartan With Nifedipin. In Hypertension Patients At Lavalette Hospital Malang Agung Permata1. Putri Azzahra1. Rudy Mardianto1. Bagus Dadang Prasetiyo1 Program Studi Sarjana Farmasi Klinis dan Komunitas. Fakultas Sains dan Teknologi. Institut Teknologi. Sains, dan Kesehatan RS dr Soepraoen Kesdam V/BRW *Corresponding author: agungpermata@itsk-soepraoen. INFO ARTIKEL Dikirim: 2 Juni 2025 Direvisi: 25 Juni 2025 Diterima: 28 Juni 2025 Terbit Online: 30 Juni 2025 ABSTRAK Hipertensi merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami kenaikan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas kombinasi candesartan dengan amlodipine dan candesartan dengan nifedipine dalam menurunkan tekanan darah. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik kuantitatif dengan desain komparatif, melibatkan 36 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data diambil dari rekam medis selama tiga bulan (Maret-April 2. Hasil menunjukkan bahwa pada bulan pertama, penurunan tekanan sistolik ratarata untuk kombinasi candesartan dengan amlodipine adalah 19. 89 mmHg 11 mmHg, sedangkan untuk kombinasi candesartan dengan nifedipine sistolik 17. 11 mmHg diastolik 15. 50 mmHg. Di bulan kedua, penurunan sistolik menjadi 18. 92 mmHg diastolik 20. 33 mmHg untuk kombinasi candesartan dengan amlodipine dan sistolik 18. 08 mmHg diastolik 66 mmHg untuk kombinasi candesartan dengan nifedipine. Pada bulan ketiga, penurunan sistolik mencapai 20. 50 mmHg diastolik 14. 77 mmHg untuk kombinasi candesartan dengan amlodipine dan sistolik 16. 78 mmHg 77 mmHg untuk kombinasi candesartan dengan nifedipine. Dapat disimpulkan kombinasi kedua terapi sama-sama efektif. Hasil statistik tidak ditemukan perbedaan signifikan antara keduanya . > 0. Kata Kunci: Hipertensi. Terapi Kombinasi. Efektivitas Camellia Vol. 4 No. 1 | Juni 2025 E-ISSN 2963-8917 ABSTRACT Hypertension is a condition where a person experiences an increase in blood pressure. This study aims to compare the effectiveness of the combination of candesartan with amlodipine and candesartan with nifedipine in reducing blood pressure. The type of research used was quantitative analytic observational with a comparative design, involving 36 patients who met the inclusion criteria. Data were taken from medical records for three months (March-April The results showed that in the first month, the average systolic pressure reduction for the combination of candesartan with amlodipine was 19. 89 mmHg diastolic 13. mmHg, while for the combination of candesartan with nifedipine systolic 17. 11 mmHg 50 mmHg. In the second month, the systolic decrease to 18. 92 mmHg diastolic 33 mmHg for the combination of candesartan with amlodipine and systolic 18. 08 mmHg 66 mmHg for the combination of candesartan with nifedipine. In the third month, the decrease in systolic reached 20. 50 mmHg diastolic 14. 77 mmHg for the combination of candesartan with amlodipine and systolic 16. 78 mmHg diastolic 10. 77 mmHg for the combination of candesartan with nifedipine. It can be concluded that the combination of both therapies is equally effective. Statistical results found no significant difference between the two . > 0. Keywords: Hypertension. Combination Therapy. Effectiveness PENDAHULUAN Hipertensi merupakan suatu kondisi atau keadaan dimana seseorang mengalami kenaikan tekanan darah di atas batas normal yang akan menyebabkan kesakitan bahkan kematian. (Fauziah et al. , 2. Menurut world health organization (WHO) diperkirakan 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi, satu target global untuk penyakit tidak menular adalah mengurangi prevalensi hipertensi hinga 33% antara tahun 2010 dan 2030 (WHO. Menurut Riskesdas dalam (Kemenkes RI, 2. terjadi peningkatan prevalensi hipertensi dari 25,8% . menjadi 34,1% . Di Provinsi Jawa Timur, diperkirakan terdapat 11. 444 orang berusia Ou15 tahun yang menderita hipertensi, dengan 48,8% di antaranya laki-laki dan 51,2% Dari jumlah tersebut, 7. 136 orang atau 61,10% dari total populasi mengalami hipertensi dan mendapatkan perawatan medis. Pada tahun 2022, proporsi pasien hipertensi yang menerima perawatan medis standar di Provinsi Jawa Timur 12,10% dibandingkan tahun 2021 (Dinkes, 2. Hipertensi Kota Malang berada di angka 56,2%. Jumlah estimasi penderita hipertensi yang berusia Ou15 tahun di Kota Malang sekitar 228. 720 penduduk, dengan jumlah laki-laki 111. 978 orang dan 742 orang. Dari jumlah tersebut, penderita hipertensi yang mendapatkan pelayanan kesehatan sebesar 56,2% atau 128. 525 penduduk (Dinas Kesehatan Kota Malang, 2. Peningkatan dipengaruhi beberapa faktor salah satunya pengobatan yang digunakan (Wulandari & Cahyaningtyas, 2. Upaya pencegahan dan pengobatan terjadinya hipertensi yaitu dengan cara memperhatikan gaya hidup dan pemberian Pemberian antihipertensi juga bertujuan untuk mencegah komplikasi akibat tekanan darah tinggi (Saputra et , 2. Terapi antihipertensi ada 2 monoterapi dan kombinasi (Udayani et al. , 2. Terapi kombinasi merupakan metode yang lebih cepat dalam mengelola tekanan darah dibandingkan hanya menggunakan monoterapi (Wulandari & Cahyaningtyas, 2. Terapi kombinasi juga dapat mempercepat pencapaian efektifitas terapi untuk penurunan tekanan darah (Wulandari & Cahyaningtyas. Efektifitas merupakan keberhasilan pengobatan yaitu pengobatan hipertensi untuk mencapai target tekanan darah (Wulandari. Salah satu terapi kombinasi hipertensi yaitu kombinasi CCB dengan ARB (T. Dipiro et al. Mekanisme kerja dari CCB yang menghambat perpindahan kalsium dari pembuluh darah menuju otot jantung dan otot polos dapat menurunkan resistensi perifer sehingga tekanan darah dapat menurun. Sedangkan ARB sendiri memiliki mekanisme kerja dengan menghambat secara langsung reseptor angiotensin II tipe I sehingga mampu menurunkan tekanan darah dan memiliki efek samping yang ringan (Wulandari & Cahyaningtyas, 2. Camellia Vol. 4 No. 1 | Juni 2025 Menurut penelitian terdahulu Berdasarkan Bahwa Golongan kombinasi CCB ARB yang digunakan pada pasien hipertensi adalah Amlodipin Candersartan dan Amlodipin Valsartan. Dari penelitian tersebut menujukan hasil yang lebih efektif dalam menurunkan tekanan darah adalah candesartan dengan amlodipine (Gultom, 2. Menurut penelitian terdahulu Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa kombinasi 2 obat antihipertensi yang paling banyak digunakan dan paling efektif adalah kombinasi golongan CCB ARB dengan tingkat ketercapaian target 92,3%. Kombinasi obat yang paling rendah ketercapaian target dari kombinasi golongan diuretik ARB sebesar 20% (Wulandari & Cahyaningtyas, 2. Penelitian ini meneliti dua kombinasi obat golongan CCB dan ARB ( candesartan dengan amlodipine dan candesartan dengan nifedipin. berbeda dengan peneliti sebelumnya, penelitian ini juga menggunakan penelitian cross sectional dengan pengambilan data retrospektif. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental menggunakan desain penelitian komparatif . erbandingan dua kelompo. pendekatan cross sectional dengan pengambilan data retrospektif dimana pengambilan data dilakukan melalui rekam medis. Analisis Data Karakteristik pasien Karakteristik berdasarkan data hasil dari rekam medik diantaranya adalah usia, jenis kelamin. Komorbid, kombinasi obat, frekuensi penurunan tekanan Analisis data menggunakan analisis secara deskriptif sesuai jumlah kategori tiap variabel sehingga akan diperoleh gambaran data dalam bentuk frekuensi dan presentase (%). Efektivitas tekanan darah Target tekanan darah dideskripsikan data hasil dari rekam medik dilihat dimana tekanan darah pasien yang pada usia 30-59 dengan tekanan< 140/90 mmHg dan pada usia diatas atau 60 tahun dengan tekanan darah <150/90 mmHg dengan pemeriksaan selama 3 bulan. Perbandingan Kombinasi obat antihipertensi Kombinasi obat dideskripsikan data hasil dari dilihat pasien E-ISSN 2963-8917 antihipertensi dari pemeriksaan bulan pertama dan tetap mendapatkan obat yang sama sampai pemeriksaan bulan ketiga. Kemudian dilihat penurunan tekanan darah dari tekanan darah awal pemeriksaan, bulan pertama, kedua dan ketiga, setalah itu dilakukan perbandingan . andesartan amlodipin. yang di beri tanda 1 dan . andesartan dengan nifedipin. yang diberi tanda 2, dengan menggunakan Analisis uji t test pada perangkat lunak SPSS. Jika nilai p lebih kecil dari tingkat signifikansi yang telah ditentukan sebelumnya . iasanya 0,05 atau 0,. , maka kita dapat menyimpulkan bahwa perbedaan antara dua kelompok tersebut signifikan (Mayang Marisya, 2. POPULASI DAN SAMPEL Populasi dalam penelitian ini adalah pasien hipertensi dipoli rawat jalan di Rumah Sakit Lavalette Malang. Sampel dalam penelitian ini yaitu pasien hipertensi di poli rawat jalan Rumah Sakit Lavalette Malang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling atau sampling jenuh yang dimana seluruh anggota populasi dijadikan sampel. Sampel yang digunakan untuk kombinasi kedua keseluruhan sampel sebanyak 36 pasien. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini di lakukan di Rumah Sakit Lavallete Malang pada bulan Maret - April pada pasien rawat jalan. Data yang di ambil untuk penelitian ini melalui rekam medis bulan januaridesember pada tahun 2024. Dari penelitian diperoleh 36 pasien, 18 orang pasien yang mendapatkan terapi kombinasi . andesartan amlodipin. dan 18 orang pasien yang mendapatkan terapi kombinasi . andesartan Karakteristik Kelamin Pasien Berdasarkan Jenis Dari data tabel 1 dapat dilihat bahwa pasien yang mendapatkan terapi kombinasi candesartan amlodipine dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 7 pasien . ,8% ) sedangkan jenis kelamin perempuan sebanyak 11 pasien . ,1%). Dan pasien yang mendapatkan terapi kombinasi candesartan nifedipine dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 6 pasien . ,3%), sedangkan jenis kelamin perempuan sebanyak 12 pasien . ,6%). Camellia Vol. 4 No. 1 | Juni 2025 E-ISSN 2963-8917 Tabel 1. Karakteristik Pasien Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Lakilaki Peremp TOTAL Karakteristik Pasien Berdasarkan Usia Tabel 2. Karakteristik Pasien Berdasarkan Usia Usia Terapi Kombinasi Candesartan Candesartan Amlodipine Nifedipine Jum >60 TOTAL Komorbid Jumlah Persentase (%) CVA Diabetes Melitus tidak ada TOTAL 47, 2 Terapi Kombinasi Candesartan Candesartan Amlodipine Nifedipine Persent Persenta Jumlah Jumlah ase (%) se (%) Hipertensi lebih tinggi pada perempuan sebagai akibat dari perubahan hormon setelah menikah yang tepatnya terjadi setelah masa kehamilan dan menopause (Wulandari, 2. Menurunnya kadar esterogen juga dapat mengakibatkan kadar HDL (High Density Lipoprotei. sebagai pelindung pembuluh darah menurun (Ratna et al. , 2. Tabel 3. Karakteristik Berdasarkan Komorbid Persen (%) Jum Juml Total Total Persentase Persen (%) 22, 2 Karakteristik usia pasien dapat dilihat pada tabel 2, bahwa usia yang paling banyak terkena hipertensi dari pasien yang menerima kedua terapi kombinasi tersebut ialah pada usia >60 sebanyak 21 pasien . ,3%) di karenakan semakin bertambah usia maka tekanan darah akan bertambah secara berlahan (Juwita et al. Dikarenakan disebabkan oleh terjadinya perubahan struktur pada pembuluh darah besar, yang dapat mengakibatkan penyempitan pada dinding pembuluh darah sehingga mengakibatkan pembuluh darah menjadi kaku (Ratna et al. Karakteristik Berdasarkan Komorbid Dari data tabel 3 terdapat 36 pasien yang mana 12 pasien . ,3%) dengan komorbid CVA, 9 pasien . %) dengan komorbid Diabetes Melitus, 8 pasien . , 2%) dengan komorbid kolesterol, dan 7 pasien . ,4%) tidak mempunyai CVA atau stroke terjadi akibat penyempitan atau pecahnya pembuluh darah di otak maka dapat menyebabkan perdarahan, dan karena itu aliran darah ke otak terganggu dan sel-sel otak rusak, maka hipertensi dapat meningkatkan risiko stroke (Shakila & Wahyuliati, 2. DM terjadi akibat kadar glukosa darah meningkat . sehingga terjadi resistensi cairan intravaskular yang berakibat pada peningkatan volume cairan tubuh serta diikuti dengan kerusakan sistem vaskular yang menyebabkan peningkatan resistensi arteri perifer maka dari itu terjadinya hipertensi (Ayutthaya & Adnan, 2. Karakteristik Berdasarkan Tekanan darah Dari data tabel 4 dilihat bahwa tekanan darah yang tercapai pada pasien yang mendapatkan kombinasi . andesartan dengan amlodipin. untuk bulan 1 terdapat 11 pasien . ,1%), bulan 2 terdapat 10 pasien . ,5%), bulan 3 terdapat 12 . ,6%). Dan untuk tekanan darah yang tidak tercapai pada bulan 1 terdapat 7 pasien . ,8%). Bulan 2 terdapat 8 pasien . ,4%), bulan 3 terdapat 6 pasien . ,3%). Sedangkan untuk pasien yang mendapatkan terapi kombinasi . andesartan dengan nifedipin. pada tekanan darah yang tercapi untuk Bulan 1 terdapat 13 pasien . ,2%), bulan 2 terdapat 11 pasien . ,1%), dan bulan 3 terdapat 9 pasien . %). Tekanan darah tidak tercapai bulan 1 terdapat 5 pasien . ,7%). Bulan 2 terdapat 7 pasien . ,8%),bulan 3 terdapat 9 pasien . %). Tabel 4. Karakteristik Berdasarkan Tekanan darah Teka Darah Terca Tidak Terca TOTA Terapi Kombinasi Candesartan Candesartan Amlodipine Nifedipine Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan . ,2% . ,1% . ,1%) . ,5%) . ,6%) . %) . ,7% . ,8% . ,8%) . ,4%) . ,3%) . %) . %) . %) . %) . %) . %) . %) Camellia Vol. 4 No. 1 | Juni 2025 Menurut Guasti . untuk tercapainya tekanan darah jika pasien umur <60 tekanan darah <140/90 mmHg sedangkan pada pasien umur >60 tekanan darah <150/90 mmHg dan pada tekanan darah tidak tercapai pada pasien umur umur <60 tekanan darah >140/90 mmHg sedangkan pada pasien umur >60 tekanan darah >150/90 mmHg. Sejalan dengan penelitian (Gultom, 2. bahwa Golongan kombinasi CCB ARB yang digunakan pada pasien hipertensi adalah Amlodipin Candersartan dan Amlodipin Valsartan. Penelitian tersebut menujukan hasil yang lebih efektif dalam menurunkan tekanan darah adalah candesartan dengan amlodipine. Amlodipine merupakan antihipertensi pilihan lini pertama yang sangat baik diantara berbagai pilihan obat antihipertensi yang lain, dengan waktu paruh 30 hingga 50 jam, amlodipine memberikan kemudahan pemberian dosis sekali sehari, berbeda dengan alternatif yang bekerja lebih pendek seperti nifedipine (Kishen G et al. , 2024 ). Kombinasi CCB dan ARB merupakan pengobatan kombinasi hipertensi stage 2 lini pertama yang digunakan untuk pengobatan hipertensi, kombinasi CCB dan ARB juga merupakan rekomendasi American Society of Hypertension yang digunakan untuk Terapi Kombinasi hipertensi (Dipiro et al,. Dapat antihipertensi yang paling banyak digunakan dan paling efektif adalah kombinasi golongan CCB ARB dengan tingkat ketercapaian target 92,3%. Kombinasi obat yang paling rendah ketercapaian target dari kombinasi golongan diuretik ARB sebesar 20% (Wulandari & Cahyaningtyas, 2. Kurang berhasilnya terapi dapat di sebabkan oleh beberapa hal antara lain kepatuhan pasien meminum obat, pola gaya hidup pasien, tidak melakukan kontrol atau pemeriksaan secara rutin, serta aktifitas fisik pasien yang dapat mempengaruhi penurunan tekanan darah (Ratna et al. , 2. Dilihat dari tabel 5 setelah menjalani terapi selama 1 bulan, pasien kembali melakukan kontrol di Rumah Sakit Lavallete Malang. Saat kontrol ini, pasien menjalani pemeriksaan tekanan darah kembali. Hasil pemeriksaan tekanan darah dibandingkan dengan hasil pengukuran tekanan darah awal pemeriksaan yang lalu, begitu juga dengan tekanan darah sebulan kemudian. E-ISSN 2963-8917 Tabel 5. Rata Rata Penurunan Tekanan Darah Bahwa terdapat tekanan darah sistolik dan diastolic pada pemeriksaan bulan 1 dimana untuk pasien yang mendapatkan terapi kombinasi candesartan dengan amlodipine untuk penurunan tekanan sistolik rata Ae rata 19. 89 mmHg ,dan rata - rata diastolic 13. 11 mmHg, sedangkan pada candesartan dengan nifedipine untuk tekanan darah sistolik 17. 11 mmHg dan rata Ae rata 50 mmHg. Setelah dilakukan uji normalitas dimana menggunakan uji Shapiro wilk ditemukan hasil bahwa setiap kombinasi untuk tekanan darah sistolik berdistribusi tidak normal, kemudian menggunakan uji mann withney ditemukan dengan hasil p value= 0. 427 tidak terdapat perbedaan, untuk tekanan darah diastolic pada setiap kombinasi berdistribusi normal, setelah terditribusi normal selanjutnya dilakukan uji independent t test dengan hasil Sig. -taile. =0. 507 tidak terdapat perbandingan. Untuk rata Aerata tekanan darah bulan 1 terdapat penurunan dari tekanan awal pemeriksanan, sejalan dengan penelitian (Juwita et al. , 2. dimana terjadi penurunan tekanan darah pemeriksaan bulan 1 pada kombinasi amlodipin kandesartan dan kombinasi kandesartan Pasien menjalani terapi selama 2 bulan, pasien kembali melakukan kontrol di Rumah Sakit Lavallete Malang. Saat kontrol, pasien menjalani pemeriksaan tekanan darah kembali. Hasil pemeriksaan tekanan darah ini kemudian akan dibandingkan dengan hasil pengukuran tekanan darah 1 bulan yang lalu. Bahwa terdapat penurunan tekanan darah sistolik dan diastolic Camellia Vol. 4 No. 1 | Juni 2025 pada pemeriksaan Bulan 2 dimana untuk pasien yang mendapatkan terapi kombinasi candesartan dengan amlodipine untuk rata - rata penurunan tekanan sistolik 18. 92 dan rata - rata diastolic 33 sedangkan pada pasien yang mendapatkan kombinasi candesartan dengan nifedipine untuk rata Ae rata penurunan tekanan darah sistolik 18. dan rata Ae rata diastolic 7. Setelah dilakukan uji normalitas dimana menggunakan uji Shapiro wilk ditemukan hasil bahwa setiap kombinasi untuk tekanan darah sistolik berdistribusi tidak normal kemudian dilakukan uji mann withney ditemukan dengan hasil Sig. -taile. = 0. tidak terdapat perbedaan dan rata Ae rata diastolic candesartan dengan amlodipine berdistribusi tidak normal p value =0. 019, selanjutnya menggunakan uji mann withney ditemukan dengan hasil Sig. -taile. = 0. 294 tidak terdapat perbedaan, untuk tekanan darah diastolic pada kombinasi candesartan dengan nifedipine berdistribusi normal selanjutnya dilakukan uji independent t test dengan hasil Sig. -taile. = 080 tidak terdapat perbedaan. Tekanan darah sistolik dan diastolic pemeriksaan bulan ke 3 dimana untuk pasien yang mendapatkan terapi kombinasi candesartan dengan amlodipine untuk rata - rata tekanan 50 dan rata - rata diastolic 14. sedangkan pada pasien yang mendapatkan kombinasi candesartan dengan nifedipine untuk rata Ae rata tekanan darah sistolik 16. 78 dan rata Ae rata diastolic 10. Setelah dilakukan uji normalitas dimana menggunakan uji Shapiro wilk ditemukan hasil bahwa kombinasi candesartan dengan nifedipine untuk tekanan darah sistolik berdistribusi tidak normal selanjutnya dilakukan uji uji mann withney ditemukan dengan hasil Sig. = 0. 326 tidak terdapat perbedaan,tekanan darah sistolik candesartan dengan amlodipine berdistribusi normal, kemudian di lakukan uji independent t test dengan hasil Sig. -taile. = 860 tidak ada perbandingan, untuk tekanan amlodipine setelah berditribusi normal selanjutnya dilakukan uji independent t test dengan hasil Sig. -taile. = Dari uji stastistik di atas didapatkan hasil untuk kombinasi candesartan amlodipine dan kombinasi candesartan nifedipin tidak terdapat Sejalan dengan penelitian (Ratna et , 2. tekanan darah sistolik dan diastolik tidak tedapat perbedaan efektivitas yang bermakna kombinasi amlodipin Ae captopril atau amlodipin-lisinopril menurut Karpov . yang E-ISSN 2963-8917 menyatakan jika penggunaan kombinasi CCB (Calcium Channel Bloke. dengan ACE- Inhibitor dapat mempertahankan tekanan darah selama 24 jam serta dapat menurunkan tekanan darah dalam waktu 3 bulan dan bertahan dalam jangka waktu yang lama. Pada perbandingan efek penurunan tekanan darah obat antihipertensi antara amlodipin candesartan dengan candesartan furosemid, keduanya sama-sama memberikan efek penurunan tekanan darah pada pasien, dan tidak ditemukan perbedaan yang bermakna . >0,. (Juwita et al. , 2. KESIMPULAN Berdasarkan mengenai Perbandingan Efektivitas Candesartan dengan Amlodipine dan Candesartan dengan Nifedipine pada pasien Hipertensi di Rumah Sakit Lavallete Malang, dapat disimpulkan bahwa kombinasi candesartan dengan amlodipine dan candesartan dengan nifedipien sama Ae sama menurunkan tekanan darah tetapi kedua kombinasi tersebut tidak ditemukan perbedaan yang signifikan bermakna . >0. Dimana untuk kombinasi candesartan dengan amlodipine untuk hasil uji perbandingan bulan 1 sistolik . , bulan 2 sistolik . , bulan 3 sistolik . , sedangkan kombinasi candesartan dengan nifedipine untuk hasil perbandingan bulan 1 sistolik . , bulan 2 sistolik . , bulan 3 sistolik . DAFTAR PUSTAKA