Journal Informatic. Education and Management Vol 3 No 2 Agustus 2021 e-ISSN 2716-0696 MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN RESPON SISWA PADA KONSEP FOTOSINTESIS KELAS Vi DI MTsN LAWE SIGALA-GALA Muhammad Yassir1Suryani2 Program Studi Pendidikan Biologi. Universitas Gunung Leuser Aceh. Jalan Iskandar Muda No. Kutacane. Indonesia. Email : muhammadyassir404@gmail. com, suryanisy91@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan siswa respon siswa terhadap penerapan media audio visual pada konsep fotosintesis kelas Vi di MTsN Lawe Sigala-gala. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas Vi MTsN Lawe sigala-gala yang terdiri dari 4 kelas, yaitu ViA,ViB,ViC,ViD dengan jumlah siswa 139 orang. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 69 siswa dari dua kelas yaitu kelas Vi-A terdiri dari 34 siswa dan kelas Vi-B terdiri dari 35 siswa. Penerapan media audio visual efektif terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada konsep fotosintesis kelas Vi di MTsN Lawe Sigala-gala. Hasil penelitian dari perolehan hasil belajar kelas eksperimen . elas Vi A) yaitu = 72,10 dan kelas kontrol . elas ViB) yaitu = 50,52 serta dari hasil perhitungan dengan uji t . ndependent simple t-te. diperoleh thitung 4,733 > ttabel 2,000 pada taraf signifikan 0. Hasil penelitian respon siswa di perolehan nilai rata-rata persentase tanggapan siswa yaitu 85,24 dengan kriteria sangat baik. Kata Kunci : Media. Audio Visual. Hasil Belajar. Respon Siswa. Fotosintesis PENDAHULUAN Pendidikan tidak pernah terlepas dari kegiatan belajar, keberhasilan pendidikan sangat terpengaruh oleh proses belajar mengajar. Belajar pada hakikatnya adalah proses interaksi terhadap semua situasi yang ada disekitar individu siswa. Belajar dapat dipandang sebagai proses yang diarahkan kepada pencapaian tujuan dan proses berbuat melalui berbagai pengalaman yang diciptakan guru (Rusman, 2. Oleh karena itu, belajar bukanlah sekedar mengumpulkan pengetahuan. Belajar adalah proses mental yang terjadi dalam diri seseorang, sehingga menyebabkan munculnya perubahan prilaku (Sanjaya, 2014 ) Peran belajar adalah meningkatkan mutu, kualitas dan hasil belajar siswa baik dari segi kognitif maupun efektifnya. Selain itu belajar juga salah satu kewajiban bagi setiap umat manusia, karena manusia adalah mahkluk yang tidak berdaya tanpa belajar. Oleh sebab itu hanya dengan belajarlah mutu dan kualitas seseorang akan meningkat. Belajar juga membuat seseorang akan memperoleh ilmu pengetahuan . alam ranah kogniti. DOI: 10. 5281/zenodo. Journal Informatic. Education and Management Journal Informatic. Education and Management Vol 3 No 2 Agustus 2021 e-ISSN 2716-0696 dengan belajar pulalah seseorang akan dapat merubah perilaku yang tidak berakhlak menjadi perilaku yang dapat menguntungkan diri dan orang-orang disekitarnya . alam ranah afekti. Belajar merupakan aktivitas manusia yang penting dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, bahkan sejak mereka lahir sampai akhir hayat. Pernyataan tersebut menjadi ungkapan bahwa manusia tidak dapat lepas dari proses belajar itu sendiri sampai kapanpun dan dimanapun manusia itu berada dan belajar juga menjadi kebutuhan yang terus meningkat sesuai dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan. Belajar mengajar tidak terlepas dari keterlibatan antara guru dan siswa. Keduanya berperan penting dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Guru sangat berperan dalam membantu siswa mencapai hasil yang optimal, salah satunya dengan menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Banyak cara yang dilakukan guru agar proses pembelajaran berlangsung menyenangkan, diantaranya penyampaian materi dengan menggunakan media pembelajaran seperti media audio visual. Penyampaian materi pelajaran dengan hanya menggunakan bahasa verbal tidak selamanya berjalan dengan efektif. Mengandalkan bahasa sebagai media utama, dapat menyebabkan siswa salah dalam menangkap informasi, dengan kata lain, siswa akan terbatas atau tidak akan optimal dalam memahami informasi yang disampaikan guru. Maka perkembangan selanjutnya media difungsikan sebagai alat bantu penyampaian pesan (Sanjaya, 2. Media audio visual adalah media kombinasi antara audio dan visual yang dikombinasikan dengan kaset audio yang mempunyai unsur suara dan gambar yang bisa di lihat, misalnya rekaman video, slide suara dan sebagainya (Purwono dkk, 2. Dalam belajar biologi, adanya media audio visual ini akan memudahkan siswa dalam memahami materi, siswa yang akan belajar untuk mengamati sebuah objek tertentu akan terbantu dengan adanya sebuah tayangan yang berupa video, karena siswa dapat menerima pesan-pesan yang terkandung dalam video tersebut dengan cara melihat dan mendengar sekaligus (Zulfa, 2. Pemanfaatan media tersebut dapat mengatasi beberapa hambatan bagi siswa yang memiliki daya tanggap rendah, dengan adanya media audio visual akan memudahkan siswa dalam memahami materi, terutama mata pelajaran Biologi pada materi Adanya Media audio visual berfungsi untuk mengamati sebuah objek tertentu dan akan terbantu dengan adanya sebuah tayangan yang berupa video, karena siswa dapat menerima pesan-pesan yang terkandung dalam video tersebut dengan cara melihat dan mendengar sekaligus. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pra penelitian di MTsN Lawe sigala-gala ditemukan adanya permasalahan sulitnya siswa memahami materi fotosintesis dengan perolehan nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 70. Maka peneliti berupaya untuk membantu siswa dalam memahami materi tersebut, sehingga materi dapat dimengerti dengan cepat dan mudah serta membantu siswa untuk memperoleh nilai di atas KKM. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian ini adalah eksperimen menggunakan metode kuantitatif. Desain yang digunakan adalah pretest dan posttes control/ group design dapat dilihat pada tabel berikut ini : DOI: 10. 5281/zenodo. Journal Informatic. Education and Management Journal Informatic. Education and Management Rancangan Desain Penelitian Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol. Kelas Pretes Treatment/perlakuan Eksperimen Kontrol Keterangan : Vol 3 No 2 Agustus 2021 e-ISSN 2716-0696 Postes = Tes awal pada konsep fotosintesis kelas eksperimen = Tes akhir pada konsep fotosintesis kelas eksperimen = Tes awal pada konsep fotosintesis kelas kontrol = Tes akhir pada konsep fotosintesis kelas kontrol = Menerapkan pembelajaran fotosintesis dengan media audio visual = Menerapkan pembelajaran fotosintesis dengan metode konvensional HASIL PEMBAHASAN Kemampuan Awal Siswa Dalam penelitian ini kemampuan awal siswa dilihat dari hasil pretes. Pretes ini diberikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum proses pembelajaran. analisis yang dilakukan peneliti dapat dilihat nilai rata-rata pretes kelas eksperimen dan kelas kontrol pada tabel dibawah ini. Tabel . 1 Rata-rata nilai pretes siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol Kelas Normalitas Pretes Homogenitas Eksperimen Kontrol Eksperimen Kontrol Nilai Normal Normal Homogen Nilai FrataX2hitung X2hitung Fhitung = 35,06 1,028 1,19 Ftabel = 52,42 44,14 1,87 Hasil analisis di atas menunjukkan bahwa siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki kemampuan awal yang sama. Jika dilihat dari hasil homogenitasnya Fhitung = 1,19 dan Ftabel = 1,87 maka dapat diambil keputusan kemampuan awal siswa berdistribusi homogen karena F-hitung lebih kecil dari F-tabel. Hasil Belajar Siswa Pada Akhir Pembelajaran Hasil belajar siswa pada akhir pembelajaran fotosintesis diukur melalui postes. Postes ini diberikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol berupa soal yang sama sebanyak 20 soal. Postes dilaksanakan setelah materi fotosintesis dibelajarkan dengan media audio visual pada kelas eksperimen. Pada kedua kelas tersebut terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas control Seperti yang tertera pada tabel. DOI: 10. 5281/zenodo. Journal Informatic. Education and Management Journal Informatic. Education and Management Vol 3 No 2 Agustus 2021 e-ISSN 2716-0696 Tabel . 2 Rata-rata nilai postes siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol Kelas Normalitas Postes Homogenitas Eksperimen Kontrol Eksperimen Kontrol Nilai Tidak 72,10 50,52 -23,7 -14,40 Fhitung = 1,28 Signifikan Signifikan Thit > Ttab Dari analisis data di atas terlihat nilai yang signifikan yaitu nilai rata-rata kelas eksperimen jauh lebih meningkat dari hasil pretes yaitu 52,42 menjadi hasil akhir 72,10 sedangkan nilai rata-rata pretes kelas kontrol adalah 44,14 dan setelah diberikan metode konvensional maka hasil postes pada kelas ini hanya mendapatkan nilai rata-rata yaitu Tanggapan Siswa Terhadap Kegiatan Pembelajaran Tanggapan siswa terhadap kegiatan pembelajaran diperoleh melalui angket dengan responden seluruh siswa yang menggunakan media audio visual pada materi Fotosintesis. Angket tanggapan siswa diberikan pada saat akhir pembelajaran. Dari hasil analisis persentase respon siswa dapat di lihat pada tabel berikut ini : Tabel. 3 Hasil Persentase Tanggapan Siswa Kelas Eksperimen Jumlah keseluruhan jawaban siswa Hasil Persentase terhadap angket 85,24 Kriteria Sangat Baik Hasil respon siswa menunjukkan bahwa siswa memberikan tanggapan sangat baik dan tertarik terhadap proses pembelajaran menggunakan media audio visual pada materi DOI: 10. 5281/zenodo. Journal Informatic. Education and Management Journal Informatic. Education and Management Vol 3 No 2 Agustus 2021 e-ISSN 2716-0696 KESIMPULAN DAN SARAN Penerapan media audio visual efektif terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada konsep fotosintesis kelas Vi di MTsN Lawe Sigala-gala. Hal ini dapat di lihat dari perolehan hasil belajar kelas eksperimen . elas Vi A) yaitu = 72,10 dan kelas kontrol . elas ViB) yaitu = 50,52 serta dari hasil perhitungan dengan uji t . ndependent simple t-te. diperoleh thitung 4,733 > ttabel 2,000 pada taraf signifikan 0. Hasil Respon siswa positif terhadap penerapan media audio visual pada konsep fotosintesi dapat dilihat dari perolehan nilai rata-rata persentase tanggapan siswa yaitu 85,24 dengan kriteria sangat Saran Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut : Bagi guru, dapat memulai menggunakan media pembelajaran audio visual yang ternyata dapat meningkatkan gairah atau minat belajar siswa dan pada akhirnya akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Bagi siswa diharapkan dengan adanya media audio visual menjadi lebih senang dalam mengikuti pelajaran dan giat dalam belajar, sehingga hasil belajar siswa semakin meningkat. Media pembelajaran audio visual sangat efektif pada pembelajaran biologi, disini guru ditantang untuk lebih kreatif, inovatif dalam memberikan materi pembelajaraan yang akan diajarkan. Bagi penelitian selanjutnya, media pembelajaran audio visual ini dapat dikembangkan lebih lanjut dari segi kekreatifan isi media atau skenario video dan dapat diteliti lebih dalam lagi. DAFTAR PUSTAKA