Penggunaan Media Audio Visual untuk Menguatkan Daya Ingat tentang Asmaul Husna Hisni Fauziah dan Sopian Asep Nugraha Mahasiswap PGPAUD Fakultas Pendidikan. Sosial dan Teknologi. Universitas Muhammadiyah Kuningan Universitas Muhammadiyah Kuningan Contributor Email: hisnifauziah132@gmail. Abstract Memory skills in early childhood need to be stimulated, as this memory ability is one of the cognitive abilities that children need to develop. So, one way to strengthen early childhood memory is through audio-visual media. The purpose of this study is to investigate the ability to recall early childhood memories in Kober Al-Istiqomah after being exposed to audio-visual media. This study employs a qualitative descriptive research method. The population of this study consists of all Kober Al Istiqomah students, totalling 10 individuals. The research sample was 5 people. The instruments of this research are interviews and observations. The results of the study indicate that the use of visual media can be an effective approach to enhancing the memory of Asmaul Husna in early childhood. Keywords: Audio Visual. Asmaul Husna. Early Childhood. Memory Abstrak Kemampuan mengingat pada anak usia dini sangat penting untuk dirangsang, sebab kemampuan mengingat ini merupakan salah satu kemampuan kognitif anak yang perlu dikembangkan. Maka salah satu cara untuk menguatkan daya ingat anak usia dini ini melalui media audio visual. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan kemampuan mengingat anak usia dini di Kober AlIstiqomah setelah diberi perlakukan dengan media audio visual. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kober Al Istiqomah yang berjumlah 10 orang. Sampel penelitiannya adalah 5 orang. Instrumen penelitian ini adalah wawancara dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media adio visual ini semoga dapat menjadi suatu upaya untuk meningkatkan daya ingat asmaul husna pada anak usia dini. Kata Kunci: Anak Usia Dini. Asmaul Husna. Audio Visual. Daya Ingat Pendahuluan Salah satu program Pendidikan Luar Sekolah salah satunya adalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangat penting untuk membangun karakter anak sejak dini. Anak usia dini merujuk pada periode perkembangan anak yang terjadi pada usia 0 hingga 6 tahun. Penggunaan Media Audio Visual untuk Menguatkan Daya Ingat tentang Asmaul Husna Hisni Fauziah & Sopian Asep Nugraha Pada usia ini, anak mengalami perkembangan fisik, kognitif, emosional, dan sosial yang sangat cepat. Anak usia dini memerlukan stimulasi yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang mereka agar optimal. Periode ini dianggap sangat penting karena fondasi untuk perkembangan selanjutnya dibangun pada tahap ini. Pendidikan Anak Usia Dini didefinisikan sebagai suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan ruhani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjutAy (Titin, 2. Pendidikan AUD menitikberatkan pada pertumbuhan anak pada bidang koordinasi motorik halus dan koordinasi motorik kasar, kreativitas, kecerdasan emosi, kecerdasan mental, sosial dan emosional anak yang berhubungan dengan sikap dan tingkah laku, agama, bahasa perkembangan yang dilaluinya (Khumairaa & Nugraha, 2. Anak usia dini adalah periode emas dalam lingkup pengembangan pribadi atau disebut zaman keemasan. Pada saat ini, anak telah mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang luar biasa dalam psikologi fisik, olahraga, emosi, kognitif dan sosial. Ini adalah metode pelatihan untuk 1 guru atau manager PAUD, jadi kami membutuhkan kursus yang sempurna dan berkualitas tinggi (Maghfi, 2. Anak Usia Dini disebut juga dengan masa golden age atau masa keemasan adalah periode penting dalam perkembangan anak, yang biasanya terjadi pada usia 0 hingga 6 tahun, khususnya pada usia 2 hingga 5 tahun. Pada masa ini, otak anak berkembang dengan sangat cepat, sehingga mereka mampu menyerap informasi dan keterampilan baru dengan mudah. Pada golden age, kemampuan dasar anak dalam berbagai aspek seperti bahasa, kognitif, keterampilan motorik, serta aspek sosial dan emosional terbentuk. Diksi: Jurnal Pendidikan dan Literasi Volume. 4 No. 2 Agustus 2025 e-ISSN: 2829-0101 doi: 10. 62719/diksi. Faktor-faktor seperti stimulasi yang diberikan orang tua, interaksi sosial, lingkungan yang mendukung, serta pendidikan yang tepat, akan sangat mempengaruhi perkembangan anak pada periode ini. Selain itu, masa ini juga menjadi saat yang sangat penting untuk membentuk dasar karakter, kebiasaan, serta keterampilan sosial anak yang akan mempengaruhi masa depan mereka. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk memberikan perhatian khusus pada perkembangan anak di masa golden age ini. Sayangnya sejauh ini golden age hanya berlalu begitu saja tanpa ada arahan, bimbingan yang bisa mengarahkan anak pada titik minat Sehingga pembelajaran yang disampaikan oleh guru, maka dari itu perlu adanya bimbingan secara langsung dari guru maupun orangtua. Terlepas siapa yang tidak maksimal ataupun yang kurang optimal karena pada hakikatnya penulis tidak mengatakan ada anak yang bodoh. Menurut penulis, setiap anak tidak ada yang bodoh dan juga anak ini tidak ada yang berkekurangan. Di satu sisi. Allah sudah menguatkan bahwa anak ini diberikan fitrah berupa hafalannya tetapi di sisi lain anak ini seolah-olah tidak memahaminya bahkan daya ingatnya rendah. Akan tetapi, yang menjadi penasaran dari penulis ini kenapa anak-anak cenderung tidak paham bahkan cenderung tidak ingat dengan materi yang disampaikan. Hasil observasi awal pada hari JumAoat tanggal 24 Januari 2025 di Kober Al-Istiqomah, penulis melihat langsung bagaimana anak-anak menghafal asmaul husna, anak cenderung kesulitan dalam menghafal. Kemudian menerapkan media audio visual dalam membantu meningkatkan daya ingat asmaul husna tersebut. Terlihat perbedaan pada observasi pertama sebelum menggunakan media audio visual dan sesudah menggunakan media audio visual. Penggunaan Media Audio Visual untuk Menguatkan Daya Ingat tentang Asmaul Husna Hisni Fauziah & Sopian Asep Nugraha Berdasarkan komunikatif, memperhatikan, dan meresapi apa yang disampaikan oleh Dan dari sisi hafalannya ada perbedaan observasi yang kedua ini anak-anak tanpa disuruh, langsung bersenandung asmaul husna. Sehingga program hafalan asmaul husna ini menjadi ciri atau khas dari suatu lembaga tersebut yaitu untuk menumbuhkan sifat religius anak karena program ini baru dilaksanakan pada tahun ajaran baru ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui audio-visual meningkatkan daya ingat Asmaul Husna pada anak-anak usia dini. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat ditemukan metode yang lebih efektif dan menyenangkan dalam mengajarkan Asmaul Husna kepada anak-anak, sehingga mereka dapat mengingat dan memahami makna dari nama-nama Allah dengan lebih baik. Metode Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan (Sari, meningkatkan daya ingat pada anak usia dini. Subyek penelitian adalah siswa Kober Al Istiqomah yang berjumlah 10 orang. Obyek penelitiannya adalah 2 orang guru. Instrumen penelitian ini adalah wawancara dan observasi. Data yang dikumpulkan berupa kata-kata tertulis dari objek yang diamati dan tidak menggunakan angka-angka yang bersipat kuantitatif atau alat-alat Analisis data mengikuti tahap pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data (Sugiyono, 2. Hasil dan Pembahasan Media audio visual adalah media yang dapat didengar dan dapat pula dilihat oleh panca indera kita atau secara lebih spesifik media audio perkembangan zaman . emajuan ilmu pengetahuan dan teknolog. Diksi: Jurnal Pendidikan dan Literasi Volume. 4 No. 2 Agustus 2025 e-ISSN: 2829-0101 doi: 10. 62719/diksi. yang mempunyai unsur antara suara dan gambar. Jenis media seperti ini mempunyai kemampuan yang lebih baik karena meliputi suara dan gambar, seperti film, ada suaranya dan ada pula gambar yang Audio visual juga dapat menjadi media komunikasi. Dengan media audio visual guru lebih mudah menyampaikan pembelajaran dan membawa siswa pada proses pembelajaran yang lebih nyata dengan melihat secara langsung materi pembelajaran yang disampaikan tidak hanya mendengarkan saja, media audio visual juga dapat memotivasi siswa untuk mendapatkan informasi lebih dalam proses pembelajaran dan menciptakan pembelajaran yang tepat dan berdaya guna (Muarif. Nazurty,Palmijal, 2. Proses Penerapan Media Audio Visual dalam Meningkatkan Daya Ingat Asmaul Husna di Kober Al-Istiqomah Darma Penerapan media audio visual dalam meningkatkan daya ingat menggabungkan elemen suara . dan gambar atau video . untuk memudahkan peserta didik dalam menghafal Asmaul Husna. Berdasarkan penelitian, proses penerapan media audio visual di Kober Al-Istiqomah Darma dilakukan dengan melalui beberapa tahapan yaitu tahap perencanaan . , tahap pelaksanaan . , tahap evaluasi . , serta tahap refleksi dan penguatan. Asmaul Husna ini merupakan salah satu program unggulan di Kober Al-Istiqomah Darma. Dengan menggunakan media audio meningkatkan daya ingat anak dalam menghafal asmaul husna. Sebagaimana hal ini diungkapkan oleh Ibu Nida Nurul Mahida selaku kepala sekolah pada pada hari Senin, 19 Mei 2025, beliau AuSalah satu program unggulan sekolah kami adalah program hafalan Asmaul Husna. Program ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi merupakan bagian dari pembentukan karakter spiritual anak. Dengan menghafal dan memahami nama-nama Allah yang indah, kami Penggunaan Media Audio Visual untuk Menguatkan Daya Ingat tentang Asmaul Husna Hisni Fauziah & Sopian Asep Nugraha berharap peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang lebih beriman, berakhlak mulia, dan mengenal Tuhannya sejak dini. Kami menerapkan metode yang menyenangkan dan interaktif, termasuk penggunaan media audio visual seperti lagu, video animasi, dan permainan edukatif. Alhamdulillah, anak-anak sangat antusias, dan hasilnya terlihat dari kemampuan mereka dalam menghafal serta memahami makna Asmaul Husna. Program ini kami jalankan secara bertahap dan konsisten, dengan harapan bukan hanya menghafal, tapi juga menanamkan kecintaan kepada Allah dalam hati setiap anak. Alhamdulillah program ini sudah berjalan kurang lebih 3 tahunAy. Dari penjelasan kepala sekolah tersebut, maka dapat dipahami bahwa fokus pengembangan spiritual anak di Kober Al-Istiqomah Darma dilakukan melalui program unggulan yakni hafalan Asmaul Husna. Beliau memperkenalkan program ini sebagai salah satu inisiatif utama sekolah, bukan sekadar kegiatan pelengkap, melainkan fondasi penting dalam pembentukan karakter. Tujuannya adalah menanamkan iman, akhlak mulia, dan pengenalan terhadap Allah SWT sejak dini. Pendekatan yang digunakan, yaitu metode yang menyenangkan dan interaktif, seperti penggunaan lagu, video, dan permainan. Hal ini memberikan gambaran tentang bagaimana Kober Al-Istiqomah Darma menciptakan lingkungan belajar yang positif dan jauh dari kesan monoton. Hal ini terlihat dari antusiasme anak-anak dan hasil nyata dalam kemampuan mereka menghafal serta memahami makna Asmaul Husna. Beliau juga menjelaskan harapan jangka panjang dari program hafalan Asmaul Husna ini dapat menanamkan kecintaan kepada Allah dan penegasan bahwa program ini telah berjalan konsisten selama tiga tahun, menunjukkan komitmen dan keberlanjutan. Secara sebuah program pendidikan yang holistik, memadukan metode inovatif dengan tujuan spiritual yang mendalam, dan didukung oleh hasil nyata serta konsistensi dalam pelaksanaannya. Tahap Perencanaan (Plannin. Tahap perencanaan merupakan langkah awal dan sangat penting dalam proses penerapan media audio visual untuk meningkatkan daya ingat Asmaul Husna. Pada tahap ini, guru terlebih dahulu merancang dan menetapkan tujuan pembelajaran agar terstruktur, kemudian kami memilih dan mempersiapkan media yang akan digunakan yang sesuai dengan karakteristik Diksi: Jurnal Pendidikan dan Literasi Volume. 4 No. 2 Agustus 2025 e-ISSN: 2829-0101 doi: 10. 62719/diksi. anak yaitu berupa video animasi lagu asmaul husna. Sebelum video tersebut digunakan, guru melakukan uji coba dulu agar pada saat pelaksanaannya tidak ada kendala mengenai video tersebut atau gangguan teknis lainnya. Hal ini dijelaskan saat dilakukan wawancara pada hari JumAoat, 23 Mei 2025 dengan Ibu Lena selaku guru wali kelas B yang mengatakan bahwa: AuDalam upaya meningkatkan daya ingat peserta didik terhadap Asmaul Husna, kami merancang tahapan perencanaan yang matang sebelum menerapkan media audio visual dalam pembelajaran. Kami awali dengan menetapkan tujuan pembelajaran yang jelas, yaitu agar anak-anak tidak hanya menghafal nama-nama Allah, tetapi juga memahami maknanya secara sederhana. Selanjutnya, kami menganalisis karakteristik peserta didik, termasuk usia, minat, dan gaya belajar mereka. Dari hasil analisis tersebut, kami memilih media yang tepat, seperti video animasi yang menarik dan sesuai dengan dunia anak. Kami juga menyusun strategi pembelajaran yang terstruktur melalui RPP, yang memuat langkah-langkah kegiatan mulai Namun, keterbatasan dalam sarana prasarana maka kami hanya menggunakan laptop dan speaker serta ruang belajar pun kami siapkan agar pembelajaran berjalan lancar dan Melalui perencanaan yang terarah ini, kami berharap media audio visual dapat menjadi sarana yang efektif dalam membantu anak-anak mengingat dan mencintai Asmaul Husna dengan penuh semangat dan kegembiraanAy. Berdasarkan jawaban tersebut, diketahui bahwa masalah atau tantangan yang ingin dipecahkan adalah meningkatkan daya ingat peserta didik terhadap Asmaul Husna. Sebagai solusi, langkah pertama yang sangat penting, yaitu dengan penetapan tujuan yang jelas. Tujuan ini bukan sekadar hafalan, melainkan pendidikan yang mendalam. Selanjutnya, ke tahap analisis karakteristik peserta didik. Langkah ini menunjukkan bahwa perencanaan tidak dilakukan secara sepihak, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan minat audiensnya, yaitu anak-anak. Hasil dari analisis ini menjadi Penggunaan Media Audio Visual untuk Menguatkan Daya Ingat tentang Asmaul Husna Hisni Fauziah & Sopian Asep Nugraha landasan untuk pemilihan media yang tepat, yaitu video animasi yang menarik dan sesuai dengan dunia anak. Langkah ketiga dari perencanaan ini adalah penyusunan strategi pembelajaran yang terstruktur dalam RPP, yang memuat detail langkah-langkah kegiatan dari awal hingga akhir. Ini menggambarkan tingkat profesionalisme dan keseriusan dalam merancang pembelajaran. Namun, realitas yang dihadapi oleh Kober Al-Iqtoqomah Darma. Meski demikian, maka solusi yang diterapkan adalah respons adaptif menyiapkan ruang belajar yang kondusif. Hal ini menunjukkan semangat dan kreativitas pendidik dalam mengatasi hambatan. Oleh karena itu, media audio visual dapat menjadi sarana yang efektif yang membantu anak-anak mengingat dan mencintai Asmaul Husna Jadi keberhasilan sebuah program tidak hanya bergantung pada ide, tetapi juga pada perencanaan yang matang, adaptasi terhadap tantangan, dan tujuan yang kuat. Pelaksanaan (Implementatio. Tahap pelaksanaan merupakan proses inti pembelajaran dengan media audio visual benar-benar diterapkan kepada peserta didik. Tahapan ini biasanya terdiri dari tiga bagian utama: kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Dalam kegiatan pendahuluan seperti biasa anak-anak berdoAoa terlebih dahulu lalu guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Setelah itu. Guru memutar video animasi atau lagu Asmaul Husna yang sudah disiapkan kemudian anak-anak diminta untuk menyimak dengan baik dan memperhatikan pelafalan serta tulisan yang muncul di laptop. Diksi: Jurnal Pendidikan dan Literasi Volume. 4 No. 2 Agustus 2025 e-ISSN: 2829-0101 doi: 10. 62719/diksi. Setelah pemutaran pertama, guru mengajak anak-anak menyanyikan atau melafalkan Asmaul Husna secara bersamasama serta memberi penekanan pada pelafalan yang benar dan Allah. Video/audio dapat diputar kembali 2Ae3 kali agar lebih tertanam dalam memori anak, lalu anak mengulang hafalan Asmaul Husna secara bergiliran. Pada kegiatan penutup, guru mengulas kembali namanama Allah yang telah dipelajari dengan memberikan penguatan dan apresiasi kepada anak karena sudah bisa menghafal beberapa asmaul husna, kemudian guru menyuruh anak-anak untuk mendengarkan kembali lagu Asmaul Husna bersama orang tua untuk lebih menguatkan lagi daya ingatnya. Tahap Asmaul Husna menjadi kegiatan yang menyenangkan, interaktif, dan membekas dalam ingatan anak. Penggunaan media audio visual memudahkan anak untuk mendengar, melihat, dan menghafal secara serempak, sehingga daya ingat mereka terhadap Asmaul Husna dapat meningkat secara signifikan. Tahap Evaluasi (Evaluatio. Evaluasi dilakukan untuk mengukur efektivitas penggunaan media audio visual dalam proses pembelajaran serta untuk mengetahui sejauh mana daya ingat peserta didik terhadap Asmaul Husna telah meningkat. Evaluasi ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dan bervariasi sesuai dengan kemampuan dan jenjang usia peserta didik. Evaluasi bukan hanya mengukur hasil hafalan, tetapi juga mencakup keterlibatan, pemahaman, dan respon siswa terhadap media audio visual. Dengan evaluasi yang menyeluruh, guru dapat memperbaiki metode dan strategi agar pembelajaran Asmaul Husna menjadi lebih efektif dan Penggunaan Media Audio Visual untuk Menguatkan Daya Ingat tentang Asmaul Husna Hisni Fauziah & Sopian Asep Nugraha Dalam tahap evaluasi ini, guru mengamati partisipasi dan daya ingat anak selama proses berlangsung, sediakan catatan untuk melihat siapa yang sudah menguasai dan siapa yang perlu pengulangan, kemudian guru meminta anak menyebutkan kembali Asmaul Husna yang telah dipelajari, baik secara individu maupun bersama-sama atau bisa juga dengan melakukan kuis interaktif seputar asmaul husna selama pembelajaran di kelas. Maka dari itu, guru bisa mengetahui berapa jumlah asmaul husna yang dapat dihafal dan diingat oleh anak, ketepatan pelafalannya dan kelancaran mengucapkan. Sehingga hasil ini dapat digunakan untuk perbaikan metode pada pertemuan berikutnya. Tahap Refleksi dan Penguatan Tahap refleksi dan penguatan dalam penerapan media audio visual untuk meningkatkan daya ingat Asmaul Husna anak merupakan bagian penting dari proses pembelajaran. Tahap refleksi ini dilakukan setelah pelaksanaan pembelajaran guna mengevaluasi proses, pemahaman, serta respon anak terhadap Tujuannya mengetahui kelebihan, kekurangan, dan efektivitas media yang Dalam tahap refleksi meliputi. guru merefleksikan proses pembelajaran mengenai bagaimana antusias dan respon anak ketika pembelajaran berlangsung, mengevaluasi tingkat pemahaman dan daya ingat anak terhadap Asmaul Husna yang telah dipelajari, diskusi dengan anak secara ringan tentang halhal yang mereka sukai dari media audio visual tersebut, mencatat hal-hal penggunaan media. Sedangkan tahap penguatan diberikan agar daya ingat anak terhadap Asmaul Husna semakin kuat dan tertanam dalam ingatan jangka panjang. Bentuk-bentuk penguatan yang dapat diberikan kepada anak yaitu dengan pengulangan melalui media audio visual anak diajak menonton atau mendengarkan kembali Diksi: Jurnal Pendidikan dan Literasi Volume. 4 No. 2 Agustus 2025 e-ISSN: 2829-0101 doi: 10. 62719/diksi. media secara berkala, pemberian reward sederhana saat anak dapat menghafal atau menyebutkan Asmaul Husna dengan benar, penguatan verbal positif dari guru seperti pujian AuBagus sekali!Ay. Kamu sudah hafal!" atau "MasyaAllah, hafalanmu luar biasa!"), serta mengaitkan Asmaul Husna dengan kehidupan sehari-hari agar maknanya juga dipahami, tidak sekadar dihafal. Hasil dari Penerapan Media Audio Visual dalam Meningkatkan Daya Ingat Asmaul Husna di Kober Al-Istiqomah Darma Dari penelitian ini, peneliti berharap dengan penerapan media audio visual dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan daya ingat anak usia dini terhadap Asmaul Husna dan juga menanamkan nilai-nilai religius sejak dini. Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi setelah proses pembelajaran, ditemukan beberapa poin penting sebagai Peningkatan Minat dan Antusiasme anak yang sangat tinggi Ketika proses pembelajaran dengan menggunakan media audio visual membuat anak lebih fokus dan termotivasi mengikuti kegiatan Peningkatan daya ingat anak meningkat baik secara jangka pendek maupun jangka panjang karena adanya pengulangan memutar video, anak mamu menghafal dan menyebutkannya lebih banyak secara berurutan. Peningkatan Interaksi dan Partisipasi. Anak lebih aktif dalam kegiatan seperti menyanyi bersama, dan juga kolaborasi dengan temannya dalam kegiatan berkelompok juga meningkat, misalnya dalam permainan tebak-tebakan Asmaul Husna. Penguatan Nilai-Nilai Religius. Media audio visual yang digunakan tidak hanya memperkuat hafalan, tetapi juga menanamkan nilainilai keislaman sejak dini, serta anak menjadi lebih terbiasa menyebut nama-nama Allah dalam aktivitas harian. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audio visual dalam pembelajaran Asmaul Husna sangat efektif dalam meningkatkan daya Media Penggunaan Media Audio Visual untuk Menguatkan Daya Ingat tentang Asmaul Husna Hisni Fauziah & Sopian Asep Nugraha Audio Visual diterapkan dalam pendidikan anak usia dini. Kendala Penerapan Media Meningkatkan Daya Ingat Asmaul Husna di Kober AlIstiqomah Darma Dalam upaya meningkatkan daya ingat anak terhadap Asmaul Husna melalui media audio visual, terdapat beberapa kendala yang dihadapi di lapangan. Kendala ini dapat berasal dari faktor internal . nak dan gur. maupun eksternal . arana dan lingkunga. Menurut Ibu Nida Nurul Mahida. Farm selaku Ketua Pengelola Kober Al-Istiqomah Darma, saat diwawancarai peneliti pada hari Senin tanggal 19 Mei 2025 mengenai kendala dalam penerapan media audio visual terhadap daya ingat asmaul husna beliau mengatakan : AuFaktor-faktor yang mendukung pelaksanaan program penguatan daya ingat Asmaul Husna melalui media audio visual termasuk ketersediaan sarana teknologi yang memadai, dukungan dari guru dan orang tua, dan keinginan siswa untuk belajar yang menarik dan interaktif. Namun, ada juga faktor-faktor yang menghambat, seperti batas waktu dalam jadwal pelajaran, kurangnya pelatihan guru tentang cara terbaik untuk memanfaatkan media audio visual, dan kendala Oleh karena itu, agar program berjalan dengan baik dan berkelanjutan, diperlukan persiapan yang cermat dan kolaborasi dari semua pihakAy. Hal ini sependapat juga dengan Ibu Lena Putri Ramdani. pada hari JumAoat tanggal 23 Mei 2025, beliau mengungkapkan bahwa : AuBeberapa faktor penghambat dalam penerapan media audio visual untuk meningkatkan daya ingat siswa antara lain adalah keterbatasan fasilitas seperti proyektor, speaker, atau jaringan listrik yang tidak stabil, yang dapat mengganggu kelancaran proses pembelajaran. Selain itu, tidak semua siswa memiliki tingkat konsentrasi yang sama. sebagian justru mudah terdistraksi oleh efek visual atau suara yang terlalu ramai. Kurangnya keterampilan guru dalam mengoperasikan teknologi juga menjadi kendala tersendiri, terutama jika tidak ada pelatihan atau pendampingan yang memadai. Selain itu, waktu pembelajaran yang terbatas sering kali membuat pemanfaatan media audio visual tidak maksimalAy. Diksi: Jurnal Pendidikan dan Literasi Volume. 4 No. 2 Agustus 2025 e-ISSN: 2829-0101 doi: 10. 62719/diksi. Kedua jawaban wawancara tersebut membahas faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program hafalan Asmaul Husna menggunakan media audio visual. Meskipun memiliki topik yang sama, keduanya menyajikan informasi dengan fokus dan detail yang berbeda. Berikut adalah analisis dari persamaan dan perbedaannya. Faktor Penghambat Umum: Kedua jawaban yang diperoleh pada waktu yang berbeda secara konsisten menyebutkan keterbatasan sarana dan prasarana . isalnya, proyektor, speaker, lapto. dan kurangnya kompetensi atau pelatihan guru sebagai kendala utama. Hal ini menunjukkan bahwa masalah teknis dan sumber daya implementasi program berbasis teknologi. Solusi: Secara implisit maupun eksplisit, keduanya menekankan pentingnya persiapan yang matang dan kolaborasi untuk mengatasi Jawaban pertama secara langsung menyatakan bahwa "diperlukan persiapan yang cermat dan kolaborasi dari semua pihakAy. Aubagaimana kendala teknis dan guru dapat diatasi dengan persiapan yang lebih baikAy. Berdasarkan jawaban Kepala Sekolah, faktor pendukung yang diperoleh oleh Kober Al-Istiqomah Darma, adalah dukungan dari guru dan orang tua serta keinginan siswa untuk belajar. Ini menunjukkan pemahaman bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada ekosistem sosial dan motivasi. Sementara jawaban Guru, memberikan detail penghambat yang lebih spesifik, seperti jaringan listrik yang tidak stabil dan sebagian siswa justru mudah terdistraksi oleh media audio visual. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dipaparkan di atas, mempengaruhi keberhasilan penerapan media audio visual dalam meningkatkan daya ingat anak yaitu ada faktor pendukung seperti: Tersedia Sarana dan Prasarana. Tersedianya perangkat seperti komputer/laptop Penggunaan Media Audio Visual untuk Menguatkan Daya Ingat tentang Asmaul Husna Hisni Fauziah & Sopian Asep Nugraha kelancaran proses pembelajaran. Lingkungan kelas yang nyaman dan kondusif juga mempengaruhi efektivitas penggunaan media. Media yang Menarik dan Sesuai Usia Anak. Media audio visual yang dirancang dengan warna cerah, animasi menarik, lagu yang mudah diingat, serta konten yang sederhana sangat membantu dalam meningkatkan perhatian dan daya ingat anak. Kompetensi Guru. Guru yang mampu mengoperasikan alat teknologi serta memahami cara mengelola media audio visual dengan baik akan lebih mudah menyampaikan materi secara efektif. Keterampilan guru dalam memadukan media dengan metode lain juga sangat . Antusiasme dan Rasa Ingin Tahu Anak. Anak usia dini secara alami memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka cenderung tertarik pada suara, gambar bergerak, dan lagu, sehingga penggunaan media audio visual sesuai dengan karakteristik belajar mereka. Dukungan dari orang tua. Ketika orang tua ikut mendukung dengan memutar ulang lagu Asmaul Husna di rumah atau mengajak anak menghafal bersama, proses penguatan daya ingat menjadi lebih Sementara faktor penghambat dalam program unggulan hafalan Asmaul Husna ini adalah: Keterbatasan Fasilitas. Tidak semua lembaga memiliki alat yang memadai untuk menjalankan media audio visual, atau alat yang tersedia mengalami kerusakan/terbatas dalam penggunaannya seerti infokus dan proyektor. Gangguan Teknis. Masalah seperti listrik padam, file media rusak, suara tidak terdengar jelas, atau tampilan video yang tidak optimal dapat mengganggu proses pembelajaran. Durasi Konsentrasi Anak yang Pendek. Anak mudah kehilangan fokus, apalagi jika media terlalu panjang, kurang interaktif, atau tidak sesuai dengan minat mereka. rentang konsentrasi yang pendek menjadi tantangan tersendiri. Karena anak-anak usia dini cenderung mudah terdistraksi. Diksi: Jurnal Pendidikan dan Literasi Volume. 4 No. 2 Agustus 2025 e-ISSN: 2829-0101 doi: 10. 62719/diksi. Kurangnya Pemahaman Guru Terhadap Teknologi. Kemampuan guru dalam mengelola dan memilih media juga memengaruhi efektivitas Tidak semua guru terbiasa menggunakan teknologi perkembangan anak. Media yang terlalu kompleks atau tidak kontekstual justru bisa membingungkan anak. Dapat disimpulkan bahwa kendala-kendala tersebut menunjukkan bahwa meskipun media audio visual sangat potensial dalam pembelajaran Asmaul Husna, infrastruktur, strategi guru, dan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik Keberhasilan meningkatkan daya ingat Asmaul Husna sangat ditentukan oleh adanya faktor pendukung seperti media yang menarik, kompetensi guru, dan fasilitas yang keterbatasan alat, kendala teknis, dan durasi perhatian anak. Oleh karena itu, upaya maksimal perlu dilakukan untuk memanfaatkan faktor pendukung dan meminimalkan hambatan agar pembelajaran menjadi optimal. Proses Penerapan Media Audio Visual dalam Meningkatkan Daya Ingat Asmaul Husna di Kober Al-Istiqomah Darma Interpretasi hasil penelitian terhadap proses penerapan media audio visual dalam meningkatkan daya ingat Asmaul Husna pada anak menunjukkan bahwa penggunaan media ini memberikan dampak positif yang signifikan dalam aspek kognitif anak, khususnya dalam hal daya Proses penerapan media audio visual, seperti video animasi, lagulagu interaktif, dan tayangan edukatif yang mengandung unsur visual dan audio, terbukti mampu menarik perhatian anak dan meningkatkan keterlibatan mereka selama proses pembelajaran. Dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan tidak monoton. Anak-anak lebih mudah menghafal Asmaul Husna karena mereka tidak hanya mendengar, tetapi juga melihat dan mengikuti gerakan atau tampilan visual yang mendukung. Proses ini memaksimalkan fungsi indra pendengaran dan penglihatan secara bersamaan, yang terbukti Penggunaan Media Audio Visual untuk Menguatkan Daya Ingat tentang Asmaul Husna Hisni Fauziah & Sopian Asep Nugraha memperkuat proses pengkodean informasi ke dalam memori jangka Selain itu, proses pembelajaran melalui media audio visual mendorong guru untuk lebih kreatif dalam menyusun materi dan Guru penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang membimbing anak dalam memahami dan mengulang materi dengan cara yang Interpretasi hasil juga menunjukkan bahwa anak-anak menunjukkan peningkatan antusiasme dan motivasi belajar. Hal ini tercermin dari tingginya partisipasi anak selama proses pembelajaran menyebutkan dan mengingat Asmaul Husna secara berurutan. Namun demikian, dalam prosesnya terdapat beberapa catatan Misalnya, efektivitas media audio visual sangat bergantung pada kualitas dan kesesuaian materi dengan usia anak. Selain itu, perlu adanya pengawasan guru agar media digunakan secara tepat dan tidak hanya menjadi hiburan semata. Secara keseluruhan, hasil penelitian menginterpretasikan bahwa proses penerapan media audio visual merupakan strategi pembelajaran yang efektif dan efisien dalam meningkatkan daya ingat Asmaul Husna anak, selama didukung oleh perencanaan yang matang, pelaksanaan yang interaktif, serta evaluasi berkelanjutan. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan media audio visual dalam pembelajaran Asmaul Husna terbukti efektif dalam meningkatkan daya ingat anak. Anak-anak menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menghafal, menyebutkan, dan mengulang kembali nama-nama Allah (Asmaul Husn. setelah pembelajaran dilakukan dengan bantuan media seperti video animasi, lagu, dan tayangan visual edukatif. Beberapa poin utama dari interpretasi hasil tersebut adalah: Peningkatan Daya Ingat Secara Nyata. Anak-anak lebih cepat mengingat Asmaul Husna karena media audio visual memadukan Ini mempermudah proses penghafalan karena informasi disampaikan Diksi: Jurnal Pendidikan dan Literasi Volume. 4 No. 2 Agustus 2025 e-ISSN: 2829-0101 doi: 10. 62719/diksi. melalui dua jalur sensorik sekaligus: pendengaran . dan penglihatan . Meningkatkan Fokus dan Perhatian Anak. Media audio visual mampu Anak menjadi lebih fokus dan tidak mudah bosan, sehingga materi Asmaul Husna lebih mudah masuk ke memori jangka panjang. Meningkatkan Motivasi dan Keterlibatan Anak. Lagu-lagu Asmaul Husna yang diiringi animasi membuat anak merasa belajar sambil Hal ini meningkatkan motivasi internal mereka dan membuat proses belajar terasa menyenangkan. Proses Repetisi Efektif. Tayangan memungkinkan anak untuk mengulang materi dengan mudah. Repetisi menguasai urutan Asmaul Husna dengan lebih baik. Peran Guru yang Lebih Kreatif dan Terlibat. Guru dituntut lebih aktif dalam memilih dan menyesuaikan media audio visual yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak. Keberhasilan pembelajaran juga didukung oleh bagaimana guru mengarahkan dan membimbing anak selama penggunaan media tersebut. Dapat disimpulkan bahwa, penerapan media audio visual tidak hanya memperkaya metode pembelajaran tetapi juga memberikan hasil yang positif dan signifikan terhadap peningkatan daya ingat anak terhadap Asmaul Husna. Ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi sederhana dalam pendidikan usia dini dapat mendukung proses belajar yang lebih efektif dan menyenangkan. Namun, pemilihan media yang Meskipun penerapan media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan daya ingat Asmaul Husna pada anak, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sejumlah kendala yang dihadapi selama proses pelaksanaannya. Kendala-kendala ini muncul baik dari sisi teknis, sumber daya, maupun kondisi peserta didik dan lingkungan Penggunaan Media Audio Visual untuk Menguatkan Daya Ingat tentang Asmaul Husna Hisni Fauziah & Sopian Asep Nugraha Beberapa interpretasi utama dari kendala tersebut Keterbatasan Sarana dan Prasarana. Banyak lembaga pendidikan, khususnya di tingkat PAUD atau RA, masih menghadapi kendala keterbatasan alat pendukung seperti proyektor, speaker, televisi, atau koneksi internet. Hal ini membuat proses pemutaran media dilaksanakan secara maksimal. Kurangnya Ketersediaan Media yang Relevan dan Berkualitas. Tidak semua media audio visual yang tersedia sesuai dengan tingkat perkembangan usia anak, baik dari segi bahasa, tampilan visual, maupun durasi. Guru sering kesulitan menemukan atau membuat media yang menarik sekaligus edukatif, yang sesuai dengan materi Asmaul Husna. Kemampuan Guru dalam Mengelola Media. Tidak semua guru memiliki kemampuan teknis yang memadai untuk mengoperasikan alat elektronik atau menyunting materi audio visual. Hal ini dapat ketergantungan pada media yang tersedia secara terbatas. Waktu yang Terbatas. Dalam waktu pembelajaran yang singkat, sering kali tidak cukup waktu untuk menayangkan seluruh media dan melakukan penguatan hafalan secara optimal. Akibatnya, proses pengulangan dan pemantapan hafalan menjadi kurang Gangguan Konsentrasi Anak. Meskipun media audio visual menarik, beberapa anak terlalu fokus pada gambar atau animasi tanpa benarbenar memperhatikan isi atau makna dari Asmaul Husna yang Hal ini menimbulkan tantangan tersendiri dalam benar-benar Kondisi Lingkungan Belajar. Lingkungan belajar yang tidak kondusif, seperti suara bising atau ruang kelas yang terlalu terang/gelap. Diksi: Jurnal Pendidikan dan Literasi Volume. 4 No. 2 Agustus 2025 e-ISSN: 2829-0101 doi: 10. 62719/diksi. dapat mengganggu fokus anak saat menyimak media audio visual. Ini mempengaruhi efektivitas penyampaian materi. Dapat kendala-kendala menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan media audio visual tidak hanya ditentukan oleh kualitas medianya, tetapi juga oleh kesiapan infrastruktur, kompetensi guru, serta pengelolaan waktu dan lingkungan Untuk mengatasi hal ini, dibutuhkan dukungan dari pihak sekolah, pelatihan bagi guru, dan perencanaan yang matang agar media audio visual dapat dimanfaatkan secara optimal dalam meningkatkan daya ingat Asmaul Husna anak. Sehubungan dengan uraian di atas pendidikan anak usia dini berupaya untuk menciptakan lingkungan dan memberikan yang terbaik bagi perkembangan berbagai potensi peserta didik. Upaya yang dilakukan antara lain dengan menyajikan suatu pembelajaran melalui berbagai macam metode. dengan penerapan sebuah metode dalam pendidikan anak usia dini dapat dijadikan sebagai pondasi bagi pembelajaran anak sehingga bisa menjadi penghubung di antara kehidupan di rumah, di lingkungan masyarakat, serta kehidupan anak dalam lingkungan sekolah (Aisyah & Nugraha, 2. Pendidikan anak usia dini memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan pengetahuan dasar yang akan memengaruhi perkembangan anak di masa depan. Salah satu materi yang sering diajarkan pada anak-anak usia dini adalah Asmaul Husna . ama-nama baik Alla. yang mencerminkan sifat-sifat-Nya yang mulia. Pengajaran Asmaul Husna bertujuan untuk memperkenalkan konsep dasar agama Islam dan membentuk pemahaman anak-anak mengenai kebesaran Tuhan sejak usia dini. Namun, dalam praktiknya, mengajarkan Asmaul Husna kepada anak anak tidaklah selalu mudah. Anak-anak usia dini cenderung memiliki daya konsentrasi yang terbatas, serta cara belajar mereka lebih condong kepada pengalaman yang bersifat visual dan auditori. Oleh karena itu, penggunaan media yang dapat menarik perhatian dan memudahkan pemahaman anak anak sangatlah penting. Penggunaan Media Audio Visual untuk Menguatkan Daya Ingat tentang Asmaul Husna Hisni Fauziah & Sopian Asep Nugraha membantu proses rangsangan peserta didik untuk meningkatkan daya menggunakan media audio visual. Media audio visual adalah media yang mengandung unsur suara dan juga memiliki unsur gambar yang dapat dilihat, seperti rekaman video, film, dan sebagainya. Media pembelajaran yang baik adalah media yang mampu mengaktifkan siswa dalam memberikan tanggapan, umpan balik, mendorong siswa melakukan praktik-praktik yang benar (Hasan, et al. , 2. Media audio-visual, seperti video, lagu, atau animasi, dapat menggabungkan elemen suara dan gambar yang dapat membantu anak-anak Dengan mengkombinasikan suara dan gambar, media ini dapat memperkuat daya ingat anak, sehingga mereka lebih cepat dan lebih efektif dalam mengingat nama-nama Allah yang mulia tersebut. Namun, meskipun penggunaan media audio-visual sudah banyak diterapkan dalam berbagai bidang pendidikan, masih perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai efektivitas media ini dalam meningkatkan daya ingat anak terhadap Asmaul Husna. Kesimpulan Berdasarkan dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan daya ingat Asmaul Husna pada Media audio visual mampu menarik perhatian, meningkatkan minat belajar, dan mempermudah anak dalam mengingat serta melafalkan Asmaul Husna secara berulang-ulang dengan cara yang Anak-anak menjadi lebih aktif, antusias, dan mudah memahami serta menghafal 99 nama Allah dengan bantuan kombinasi suara dan gambar yang menarik. Peningkatan daya ingat ini terlihat dari hasil evaluasi yang menunjukkan adanya peningkatan sebelum dan sesudah penggunaan media audio visual. Selain itu, penggunaan media Diksi: Jurnal Pendidikan dan Literasi Volume. 4 No. 2 Agustus 2025 e-ISSN: 2829-0101 doi: 10. 62719/diksi. ini juga memberikan dampak positif terhadap suasana pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan. Dengan metode penyajian yang menarik, anak dapat mengingat dan melafalkan Asmaul Husna dengan lebih cepat dan tepat. Penerapan media audio visual dalam meningkatkan daya ingat Asmaul Husna pada anak didukung oleh beberapa faktor, seperti minat belajar anak yang tinggi terhadap media yang menarik secara visual dan auditif, ketersediaan sarana teknologi yang memadai, serta kreativitas guru dalam menyampaikan materi dengan cara yang interaktif. Suasana belajar yang kondusif dan dukungan orang tua juga menjadi penunjang penting dalam keberhasilan metode ini. Namun, di sisi lain, terdapat beberapa hambatan yang dapat mengurangi efektivitas media audio visual, seperti keterbatasan fasilitas teknologi di lingkungan sekolah, durasi konsentrasi anak yang cenderung pendek, kualitas media yang kurang sesuai dengan tingkat perkembangan anak, serta kurangnya keterampilan guru dalam mengoperasikan dan mengelola media pembelajaran berbasis teknologi. Oleh karena itu, penerapan media audio visual sangat direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran dalam pengenalan dan penguatan hafalan Asmaul Husna di kalangan anak-anak, khususnya pada usia dini. Daftar Pustaka