ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB ANALISIS PENERAPAN BIAYA STANDAR SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI RAKTIN (STUDI KASUS CEMILAN MANTUL KABUPATEN TABALONG) Siti Aisyah * . Indriati Sumarni aiisyaahh31@gmail. indriatisumarni338@gmail. Program Studi Administrasi Niaga Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Tanjung-Tabalong Telp/Fax . 2022484 Kode Pos 71571 Email: info@stiatabalong. ABSTRAK Persaingan usaha yang semakin ketat menuntut pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mampu mengelola biaya produksi secara efisien. Salah satunya yang dapat digunakan sebagai alat pengendalian biaya produksi adalah penerapan biaya standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan biaya standar sebagai alat pengendalian biaya dan kendala dalam penerapan biaya standar sebagai alat pengendalian biaya produksi Raktin . arak pati. pada Cemilan Mantul. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan cara membandingkan biaya standar dan biaya aktual untuk periode produksi bulan September. Oktober. November, dan Desember 2024, serta menggunakan model analisis satu varians untuk mengetahui adanya penyimpangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan biaya standar membantu pelaku usaha dalam mengontrol biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik. Berdasarkan perhitungan analisis biaya produksi model satu selisih tedapat selisih bahan baku yang menguntungkan . pada Ikan Patin dan beras Si Buyung yaitu sebesar Rp 000,- dan terdapat bahan baku tidak menguntungkan . pada minyak goreng sebesar Rp 000,- disebabkan karena kenaikan harga. Namun biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik sesuai dengan standar. Kata Kunci: Biaya Standar. Biaya Produksi. Pengendalian. ANALYSIS OF STANDARD COST APPLICATION AS A PRODUCTION COST CONTROL TOOL FOR RAKTIN (CASE STUDY: CEMILAN MANTUL. TABALONG REGENCY) ABSTRACT The increasingly fierce business competition demands that Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. efficiently manage their production costs. One effective tool for production cost control is the application of standard costs. This research aims to understand how standard costs are applied as a cost control tool, and to identify the challenges in implementing standard costs for controlling the production costs of Raktin . atfish cracker. at Cemilan Mantul. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation. Analysis was performed by comparing standard costs and actual costs for the production periods of September. October. November, and December 2024, utilizing a one-variance analysis model to detect any deviations. The research findings indicate that the application of standard costs helps business owners control raw material costs, labor costs, and factory overhead costs. Based on the one-variance analysis model for production costs, there was a favorable raw material variance for catfish and Si Buyung rice, amounting to Rp 320,000. Conversely, there was an unfavorable raw material variance for cooking oil, totaling Rp 480,000, attributed to price increases. However, labor costs and factory overhead costs were found to be in line with the standard. Keywords: Standard Cost. Production Cost. Control. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB PENDAHULUAN Latar Belakang Dalam era globalisasi saat ini, persaingan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap dunia Definisi "globalisasi" mengacu pada peningkatan interaksi dan pertukaran teknologi, barang, jasa, dan informasi antara negara-negara di bidang ekonomi, politik, dan sosial. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) telah menjadi salah satu komponen penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah. Untuk menjamin keberlanjutan operasional dan daya saing. UMKM harus menerapkan strategi pengendalian biaya produksi yang efisien. Menurut (Mulyadi, 2. biaya produksi adalah biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Secara garis besar biaya produksi ini dibagi menjadi biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrikAy. Pengendalian biaya produksi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengatur dan mengontrol biaya produksi. Pengendalian memiliki tujuan yaitu untuk mengontrol seluruh kegiatan yang terjadi di dalam perusahaan demi mencapai suatu tujuan dan meminimalisir terjadinya risiko (Sujarweni V. , 2. Salah satu metode yang digunakan sebagai alat pengendalian biaya produksi yaitu dengan menetakan biaya standar. Biaya standar adalah biaya yang ditentukan di muka yang merupakan jumlah biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk membuat satu satuan produk atau untuk membiayai kegiatan tertentu, dibawah asumsi ekonomi, efisien, dan faktorfaktor lain tertentu (Mulyadi, 2. Biaya standar yang ditetapkan oleh perusahaan dapat digunakan sebagai alat perbandingan antara biaya aktual atau biaya yang sesungguhnya dengan biaya yang distandarkan untuk mengetahui selisih pada biaya Terdapat dua selisih yang akan terjadi yaitu selisih menguntungkan . dan selisih . Penyimpangan biaya perlu dianalisis supaya lebih informatif dan akurat dalam pemakaian biaya JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Analisis ini akan mengetahui varians yang terjadi antara biaya standar dengan biaya sesungguhnya dan penyebab terjadinya varians yang berpengaruh terhadap perolehan laba menentukan langkah evaluasi untuk memperbaiki penyimpangan yang terjadi. Hal ini dilakukan agar biaya produksi dapat digunakan seefisien mungkin. Dalam lingkungan bisnis yang kompetitif, pelaku usaha harus memastikan bahwa biaya produksi tetap terkendali agar dapat mencapai profitabilisas yang optimal. Penetapan biaya standar dapat memberikan pedoman untuk mengetahui biaya yang seharusnya terjadi dalam proses produksi. Melalui biaya ini, perusahaan dapat menentukan harga jual akhir dari suatu Cemilan Mantul (Cenm. merupakan usaha mikro kecil dan menengah yang menjual berbagai macam cemilan makanan ringan sebagai oleh-oleh khas Tabalong, seperti kuping kelinci, kerupuk acan, kerupuk bawang. Raktin, dan lain-lain. Produk Raktin pada Cemilan Mantul telah membuat biaya standar produksi. Namun biaya yang dianggarkan belum sesuai dengan pengeluaran yang ada, karena terdapat selisih yang disebabkan oleh kenaikan harga bahan baku. Meskipun anggaran biaya diperbaharui apabila ada kenaikan harga bahan baku, belum ada perbandingan antara biaya standar yang telah ditetapkan dengan biaya aktual yang dikeluarkan. Sehingga perlu dilakukan analisis biaya standar untuk pengendalian biaya produksi. Pengendalian terhadap biaya produksi penting untuk mengetahui apakah proses produksi berjalan dengan efisien atau tidak. Dalam hal ini, biaya produksi Raktin perlu dikendalikan dengan cara membandingkan biaya standar yang telah ditetapkan dengan biaya aktual yang dikeluarkan selama proses produksi. Apabila ditemukan selisih antara biaya standar dengan biaya sesungguhnya, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui penyebab selisih antara biaya standar dan biaya ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Proses pengontrolan biaya produksi tentu membutuhkan sebuah landasan agar dapat menjadi panduan dalam menetapkan biaya yang relevan. Salah satu tolak ukur yang dapat diaplikasikan dalamsuatu perusahaan adalah biaya standar. Biaya standar yaitu jenis biaya yang ditetapkan sebelum terjadinya produksi suatu produk dalam satu periode (Adnyana, 2. (Iriyadi & Efrianti, 2. menyatakan bahwa sistem biaya standar berperan sebagai perantara memantau biaya dan kegiatan yang dilakukan dalam suatu usaha. Biaya standar sangat diperlukan dalam suatu usaha untuk menjadi sebuah paduan pihak manajemen menetapkan biaya yang harus dikeluarkan dalam pelaksanaan kegiatan produksi (Ashif. Sa'adah, & Hartono, 2. Dengan adanya penelitian ini diharapkan pelaku usaha dapat memahami pentingnya penerapan biaya standar dalam mengelola Bagi akademik: hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan yang dapat digunakan sebagai referensi untuk kajian bagi peneliti selanjutnya dan tambahan dalam memahami penerapan biaya standar dalam menjalankan usaha. Bagi peneliti: penelitian ini memberikan manfaat bagi peneliti untuk menambah wawasan, melatih analisis biaya, serta meningkatkan keterampilan dan kesiapan dalam menghadapi dunia kerja. Rumusan Masalah Bagaimanakah penerapan biaya standar sebagai alat pengendalian biaya produksi Raktin pada Cemilan Mantul? Apa kendala dalam penerapan biaya standar sebagai alat pengendalian biaya produksi Raktin pada Cemilan Mantul? TINJAUAN PUSTAKA Penelitian Terdahulu Penelitian dari (Candra. Khoirunnisyah, & Oknando, 2. yang berjudul Analisis Penerapan Biaya Standar Sebagai Alat Pengendalian Biaya Pada Produksi Usaha Kingdom Boba Di Kota Solok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan biaya standar sebagai alat pengendalian biaya produksi pada UMKM Kingdom Boba dan apa kendala dalam penerapan iaya standar sebagai alat pengendalian biaya produksi pada UMKM Kingdom Boba. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada UMKM Kingdom Boba untuk dapat mengendalikan biaya produksi agar lebih efektif dan efesien sehingga laba yang didapat lebih optimal maka dalam menentukan perhitungan biaya standar pada UMKM Kingdom Boba harus menggunakan standar pelaksanaan terbaik yang dapat dicapai dalam Berdasarkan perhitungan analisis biaya produksi model satu selisih disimpulkan bahwa dalam produksi minuman boba yang mengalami selisih kerugian sebesar Rp. 000,- untuk biji nangka, susu UHT, susu kental manis mengalami keuntungan karena terjadinya Tujuan Penelitian Untuk bagaimanakah penerapan biaya standar sebagai alat pengendalian biaya produksi Raktin pada Cemilan Mantul. Untuk mengetahui apa saja kendala dalam penerapan biaya standar sebagai alat pengendalian biaya produksi Raktin pada Cemilan Mantul. Manfaat Penelitian Manfaat Teoristis Berdasarkan dari hasil penelitian ini, diharapkan dapat menambah wawasan bagi mahasiswa, akademik, serta peneliti lain pengendalian biaya produksi Manfaat Praktis Bagi pengusaha dan UMKM: penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi pelaku usaha dalam mengelolaan biaya produksi secara efisien dan efektif. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB penurunan harga dan sifat bahan baku tersebut Untuk biaya tenaga kerja sama dengan apa yang distandarkan. Sedangkan biaya overhead pabrik untuk kantong plastik dan gas LPG mengalami selisih kerugian sebesar Rp. 000,- untuk cup dan plastik sealer mengalami keuntungan karena terjadinya penurunan harga dan sifat bahan baku tersebut berfluktuatif, dan untuk biaya listrik serta beban penyusutan perlatan sama dengan apa yang Penelitian dari (Amalia & Avriyanti, 2. yang berjudul Analisis Penerapan Biaya Standar Sebagai Alat Pengendalian Biaya Produksi Kerupuk Ikan Haruan (Studi Kasus UMK Gugah Selera Desa Mantuil Kec. Muara Harus Kab. Tabalon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan biaya standar sebagai alat pengendalian biaya produksi Kerupuk Ikan Haruan pada UKM Gugah Selera dan apa kendala dalam penerapan biaya standar sebagai alat pengendalian biaya produksi kerupuk ikan haruan pada UKM Gugah Selera. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif adapun sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa UKM untuk dapat mengendalikan biaya produksi agar lebih efektif dan efesien sehingga laba yang didapat lebih optimal maka dalam menentukan perhitungan biaya standar UKM harus menggunakan standar pelaksanaan terbaik yang dapat dicapai dalam menyusun biaya standar. Berdasarkan perhitungan Analisis biaya produksi Model satu selisih disimpulakan bahwa dalam produksi kerupuk ikan haruan hanya pada bahan baku ikan haruan yang mengalami selisih merugikan sebesar Rp. 000,- untuk tepung, dan gula, mengalami keuntungan karena terjadinya penurunan harga dan sifat bahan baku tersebut berfluktuatif. Untuk biaya tenaga kerja, dan overhead pabrik sama dengan apa yang distandarkan. Penelitian dari (Putri & Kusuma, 2. yang berjudul Analisis Penerapan Biaya Standar Terhadap Pengendalian Biaya Produksi pada Javasublim. Penelitian ini bertujuan untuk JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 mengetahui bagaimana penerapan biaya standar untuk mengendalikan biaya produksi pada Javasublim yang memproduksi jersey printing. Objek penelitian adalah penerapan biaya standar dalam meningkatkan efisiensi biaya Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis berupa analisis varians antar biaya produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Javasublim menggunakan anggaran biaya produksi sebagai acuan dalam penerapan biaya standar. Pengendalian biaya produksi dilakukan dengan Perusahaan telah memiliki biaya standar yang memadai, namun pada biaya overhead standar masih terdapat biaya yang tidak dibebankan yang terdiri dari biaya bahan baku penunjang, perawatan mesin, dan penyusutan aktiva tetap. Varians biaya produksi yang kurang baik sebesar Rp 134. Rata-rata tingkat efisiensi biaya produksi sebesar 69% sehingga biaya produksi cukup efisien. Namun biaya produksi tersebut belum efektif karena memiliki varians yang kurang baik. Penelitian dari (Ashif. Sa'adah, & Hartono, 2. yang berjudul Analisis Penerapan Biaya Standar Terhadap Pengendalian Biaya Produksi Pada PG Poerwodadie. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan biaya standar dalam pengendalian biaya produksi pada PG Poerwodadie. Metode digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan triangulasi data. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menetapkan biaya standar dan menganalisis menggunakan varians model dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara biaya standar dengan biaya aktual yang dikeluarkan oleh PG Poerwodadie terdapat varians yang menguntungkan sebesar Rp 2. 683,61 yang terdiri dari varians biaya bahan baku sebesar Rp 2. , varians biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp 539. , dan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB varians biaya overhead pabrik sebesar Rp 975 . Penelitian dari (Andrian. Afif, & Setiawan, 2. yang berjudul analisis Penerapan Biaya Standar Sebagai Pengendalian Biaya Produksi Pada PT Jakarana Tama Food Industry CiawiBogor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penetapan standar biaya pada PT Jakarana Tama dan penerapan standar biaya untuk pengendalian biaya produksi pada PT Jakarana Tama Food Industry Ciawi-Bogor. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif yang dilakukan melalui pengumpulan data, dan metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif. penelitian ini meliputi: pengumpulan data, analisis data, simpulan dan saran. Penelitian ini meliputi: pengumpulan data, analisis data, simpulan dan langkah-langkah dalam mencari datadata perusahaan tersebut dimulai dengan mencari tahu data penganggaran biaya produksi dan data biaya realisasi yang digunakan untuk memproduksi mie GAGA 100 tahun 2018. Setelah didapatkan data, kemudian dilakukan analisis varian dengan menghitung selisih biaya pengganggaran dengan biaya realisasi yang digunakan kemudian apakah biaya produksi mengalami favourable atau unfavourable. Kemudian setelah itu dilakukanlah perhitungan efektifitas biaya produksi. Kerangka Teori Keuangan Menurut (Barlian, 2. pengertian keuangan adalah ilmu dan seni dalam mengelola uang yang mempengaruhi kehidupan setiap orang dan setiap Keuangan berhubungan dengan proses, lembaga, pasar dan instrument yang terlibat dalam transfer uang diantara individu maupun antara bisnis dan pemerintah. Akuntansi Biaya Menurut (Mulyadi, 2. akuntansi biaya peringkasan dan penyajian biaya, pembuatan dan penjualan produk atau jasa, dengan cara-cara tertentu, serta penafsiran terhadapnya. Objek kegiatan akuntansi biaya adalah biaya. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Akuntansi biaya menurut (Iryanie & Handayani, 2. merupakan bagian dari akuntansi keuangan yang berguna untuk menghitung biaya suatu produk yang dipasarkan yang mengandung unsur bahan baku, upah tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik. Biaya Menurut (Mulyadi, 2. biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. Biaya produksi Menurut (Mulyadi, 2. biaya produksi adalah biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Secara garis besar biaya produksi ini dibagi menjadi biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead. Unsur-unsur Biaya Produksi Menurut (Carter, 2. unsur-unsur harga pokok produksi adalah sebagai berikut: Biaya Bahan Baku Langsung (Direct Materia. Biaya bahan baku langsung adalah semua biaya bahan baku yang membentuk bagian integral dari produk jadi dan dimasukkan secara eksplisit dalam perhitungan biaya produk. Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labo. Biaya tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang melakukan konversi bahan baku langsung menjadi produk jadi dan dapat dibebankan secara layak ke produk tertentu. Biaya Overhead Pabrik Biaya Overhead Pabrik . actory Overheaa. adalah biaya yang terdiri atas semua biaya manufaktur yang tidak ditelusuri secara langsung ke output tertentu. Overhead pabrik biasanya memasukkan semua biaya manufaktur kecuali bahan baku langsung dan tenaga kerja Biaya Standar Menurut (Mulyadi, 2. biaya standar adalah biaya yang ditentukan di muka, yang merupakan jumlah biaya seharusnya dikeluarkan untuk membuat satu satuan produk atau untuk membiayai kegiatan tertentu, di bawah asumsi kondisi ekonomi, efisiensi, dan faktor-faktor lain tertentu. Penetapan Standar ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Menurut (Bustami & Nurlela, 2. , penetapan standar yang tepat untuk perusahaan manufaktur dan jasa adalah sangat berguna, karena akurasi standar biasanya menentukan keberhasilan penerapan biaya. Penetapan standar biaya bahan baku Dalam penetapan standar bahan baku ada dua jenis standar yang digunakan yaitu standar harga bahan baku dan standar kuantitas pemakaian bahan baku. Penetapan standar bahan baku memungkinkan untuk: Memantau kinerja bagian pembelian dan mendeteksi pengaruhnya terhadap biaya bahan baku. Mengukur dampak dari kenaikan dan penurunan harga bahan baku terhadap laba. Penetapan standar biaya tenaga kerja Dalam penetapan standar biaya tenaga kerja, standar yang digunakan yaitu: standar tarif upah dan standar waktu atau efisiensi. Penetapan standar biaya overhead pabrik Biaya overhead pabrik standar merupakan salah satu cara dalam mengalokasikan overhead pabrik ke persediaan untuk keputusan penetapan harga dan untuk pengendalian biaya. Akan tetapi akuntan biaya menyadari bahwa kuran yang digunakan seperti biaya standar dibandingkan dengan biaya aktual memerlukan pengawasan dan pemantauan. Penetapan biaya standar membutuhkan data yang umumnya bersifat teknis ataupun ekonomis. Data tersebut hendaknya merupakan data mutakhir yang mendekati masa penetapan suatu standar (Hartanti, 2. Pengendalian biaya Menurut (Purwanti & Prawironegoro, 2. pengendalian adalah upaya untuk memastikan bahwa strategi, kebijakan, program kerja, dan penganggaran dijalankan sesuai dengan yang Pengendalian biaya adalah kumpulan tindakan yang dilakukan untuk melacak dan mengevaluasi hubungan antara realisasi biaya dan anggaran perusahaan (Sujarweni V. , 2. Varians Pengertian varians JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 (Samryn, 2. mendefinisikan suatu selisih biaya berupa harga dan kuantitas antara biaya standar dengan biaya sesungguhnya dinamakan dengan varians. Menurut (Supriyanto, 2. perbandingan antara biaya akrual dengan biaya standarnya di analisis sehingga menunjukkan hasil perbandingan keduanya merupakan tujuan dilakukannya analisis perbedaan biaya apabila biaya aktual lebih tinggi jika dibandingkan biaya yang sudah dianggarkan atau standarnya dikatakan selisih biaya yang tidak menguntungkan sedangkan apabila biaya aktual lebih kecil dibandingkan yang ditentukan atau standarnya dinamakan selisih biaya menguntungkan. Menurut (Mulyadi, 2. penyimpangan biaya sesungguhnya dari biaya standar disebut selisih selisih biaya sesungguhnya dengan biaya standar dianalisis, dan dari analisis ini diselidiki penyebab terjadinya, untuk kemudian dicari jalan untuk mengatasi terjadinya selisish yang Kerangka Konseptual Gambar 1 kerangka konseptual Sumber: diolah, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB METODE PENELITIAN Pendekatan Dan Jenis Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan untuk membuat suatu uraian sistematis berdasarkan pengumpulan data-data seperti sejarah perusahaan, struktur organisasi, dan biaya produksi Karak Patin Cemilan Mantul. Menurut (Sugiyono, 2. metode deskriptif adalah metode yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya. Jenis dan Sumber Data Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Menurut (Kuncoro, 2. data kualitatif adalah data yang tidak dapat diukur dalam skala numerik. Dalam penelitian ini data kualitatif berupa sejarah perusahaan, visi dan misi, dan struktur organisasi. Data kuantitatif adalah data yang dapat diukur dalam suatu skala numerik (Kuncoro, 2. Dalam penelitian ini data kuantitatif berupa biaya produksi perusahaan bulan September. Oktober. November, dan Desember tahun 2024, biaya dalam setiap proses produksi, banyaknya jumlah produksi, dan biaya standar. Sumber Data Data primer Menurut (Sugiyono, 2. data primer adalah sumber data yang secara langsung memberikan data kepada pengumpul data. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara dengan subjek penelitian dan dengan observasi berupa catatan hasil wawancara dan observasi langsung di lapangan diperoleh melalui wawancara dengan Data sekunder Menurut (Sugiyono, 2. data sekunder merupakan sumber data yang tidak secara langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya melalui orang lain atau melalui dokumen. Sumber data sekunder digunakan untuk mendukung informasi yang diperoleh dari sumber JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 data primer yaitu bahan pustaka, penelitian terdahulu, dan buku. Teknik Pengumpulan Data peneliti menggunakan pengumpulan data sebagai berikut. Observasi Observasi adalah dasar dari segala ilmu pengetahuan, melalui observasi peneliti belajar tentang perilaku, dan makna dari perilaku Metode ini digunakan untuk mengamati kejadian atau fenomena yang menjadi fokus penelitian (Sugiyono, 2. Wawancara Wawancara menurut (Sugiyono, 2. , menyatakan bahwa waawancara merupakan pertemuan dua orang antara peneliti dengan informan untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab mengenai objek yang akan diteliti oleh peneliti. Dokumentasi Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu baik berupa tulisan, gambar atau karya-karya monumental dari seseorang. Studi penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Sebagian besar data yang tersedia adalah berbentuk surat, laporan, peraturan, catatan harian, biografi, symbol, foto, sketsa, dan lainnya yang tersimpan (Sugiyono. Tekik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data menurut (Mulyadi, 2. yaitu analisis selisih biaya sesungguhnya dengan biaya standar menggunakan model satu selisih. Dalam analisis selisih biaya produksi hanya akan dijumpai tiga selisish. Analisis selisih biaya bahan baku St = (KSt x HS. Ae (KS x HS) Dimana : St = Total selisih HSt = Harga standar KSt = Kuantitas standar HS = Harga sesungguhnya ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB KS = Kuantitas sesungguhnya Analisis selisih biaya tenaga kerja St = (TUSt x JKS. Ae (TUS x JKS) Dimana : St = Total selisih TUSt = Tarif upah standar JKSt = Jam kerja standar TUS = Tarif upah sesungguhnya JKS = Jam kerja sesungguhnya Analisis selisih biaya overhead pabrik St = BOP Sesungguhnya Ae BOP yang Dibebankan Dimana : St = Total selisih BOP Sesungguhnya = biaya yang dikeluarkan BOP yang Dibebankan = Biaya yang ditetapkan Menganalisis penyebab adanya perbedaan antara biaya biaya yang sesungguhnya terjadi dengan biaya standar atau yang dianggarkan. Menarik kesimpulan dan memberi saran. HASIL PenelitianDAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penerapan Biaya Standar Sebagai Alat Pengendalian Biaya Produksi Raktin Penerapan biaya standar cemilan mantul (Cenm. ditentukan dalam tiga bagian yaitu Biaya Bahan Baku Standar. Biaya Tenaga Kerja Standar, dan Biaya Overhead Pabrik Standar. Biaya bahan baku standar dihitung berdasarkan harga bahan baku standar dan kuantitas bahan baku standar Raktin. Tabel 1 biaya bahan baku standar No Uraian Harga 1 Ikan Patin Rp 30. 000,00 2 Beras Si Buyung Rp 30. 000,00 3 Tepung Tapioka Rp 16. 000,00 4 Bumbu Rp 40. 000,00 5 Minyak Goreng Rp 15. 000,00 Sumber: data diolah, 2025 Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa biaya bahan baku standar Ikan Patin sebesar Rp 30. 000,- per kg. , beras Si Buyung sebesar Rp 30. 000,- per kg, tepung tapioka sebesar Rp 16. 000,- per kg, bumbu sebesar JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Rp 40. 000,- per kg, dan minyak Goreng sebesar Rp 20. 000,- per liter. Tabel 2 kuantitas bahan baku standar Uraian Qty Satuan Ikan Patin Beras Si Buyung Tepung Tapioka Bumbu Minyak Goreng Sumber: data diolah, 2025 Berdasarkan tabel 2 diketahui bahwa kuantitas standar Ikan Patin sebanyak 2 kg, beras Si Buyung sebanyak 4 kg, tepung tapioka 1 kg, bumbu dalam satu kali produksi dibutuhkan sebanyak 0,5 kg, dan minyak goreng sebanyak 3 liter dalam satu kali produksi. Tabel 3 kuantitas dan bahan baku standar per Sumber: data diolah, 2025 Berdasarkan tabel 3 jumlah kuantitas dan biaya bahan baku standar dalam satu bulan dilakukan sebanyak 8 kali. Untuk keperluan produksi dalam sebulan dibutuhkan Ikan Patin sebanyak 16 kg dengan harga standar Rp 30. 000,- per kg, sehingga total biaya standar untuk ikan patin sebesar Rp 000,-. Kemudian beras Si Buyung digunakan sebanyak 32 kg dengan harga standar Rp 30. 000,- per kg, total biaya standar sebesar Rp 960. 000,-. Tepung tapioka sebanyak 8 kg dengan harga standar sebesar Rp 16. 000,-, total biaya standar sebesar Rp 128. 000,-. Untuk bumbu dibutuhkan sebanyak 4 kg dengan harga standar Rp 40. 000,- per kg, sehingga total ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB biaya standar sebesar Rp 160. 000,-. Dan untuk minyak goreng dibutuhkan sebanyak 24 liter dengan harga standar Rp 15. 000,per liter, sehingga total biaya standar untuk minyak goreng sebesar Rp 360. 000,- dalam satu bulan. Biaya tenaga kerja standar berdasarkan jam kerja standar dan tarif upah tenaga kerja . Jam tenaga kerja standar Cenma dalam memproduksi Raktin memerlukan waktu 3 jam. Cenma memproduksi selama satu bulan 8 hari kerja dengan mempekerjakan 1 orang Untuk penetapan jam kerja standar dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4 biaya tenaga kerja standar Sumber: data diolah, 2025 Berdasarkan tabel 4 diketahui bahwa karyawan bekerja selama 3 jam per hari dan bekerja selama 8 hari dalam satu bulan, sehingga total jam kerja dalam sebulan adalah 24 jam. Dalam satu bulan karyawan menghasilkan 528 bungkus/pcs produk, maka dibutuhkan waktu sekitar 0,045 jam kerja untuk menghasilkan satu bungkus . Tarif upah standar Tabel 5 tarif upah standar Sumber: data diolah, 2025 Berdasarkan tabel 5 diketahui bahwa karyawan mendapatkan upah sebesar Rp 000,- per hari dalam satu bulan produksi Raktin hanya dilakukan 8 kali, sehingga total biaya tenaga kerja dalam sebulan adalah Rp 800. 000,-. Total jam kerja selama satu bulan adalah 24 jam sehingga upah standar per jam adalah sebesar Rp 33. 333,33. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 . Total biaya tenaga kerja langsung standar Tabel 6 total biaya tenaga kerja langsung Sumber: data diolah 2025 Berdasarkan tabel 6 diketahui bahwa total biaya tenaga kerja pada Raktin per bungkusnya sebesar Rp 1. 500,c. Biaya overhead pabrik standar Tabel 7 biaya overhead pabrik standar Sumber: data diolah, 2025 Dari tabel 7 dapat dijelaskan bahwa biaya per unit dari total biaya perbulan didapat dari biaya air, biaya gas, dan biaya listrik adalah biaya yang dikeluarkan selama satu bulan yaitu sebesar Rp 40. 000,- untuk air. Rp 160. 000,- untuk gas , dan Rp 80. 000,untuk listrik. Biaya kemasan dalam satu bulan membutuhkan 528 pcs. Packing untuk satu kemasan adalah Rp 2. 500,- maka untuk satu bulan memerlukan biaya sebesar Rp 000,- per satu bulan produksi. Biaya melakukan pembelian bahan baku sebanyak 2 kali, maka dalam satu bulan pembelian bahan baku dilakukan sebanyak 8 kali. Untuk satu kali pergi sebesar Rp 15. 000,jadi dalam satu bulan biaya transportasi yang digunakan sebesar Rp 120. 000,-. Biaya administrasi dalam satu bulan dikeluarkan sebesar Rp 8. 000,-. Biaya penyusutan alat produksi dikeluarkan apabila ada barang yang rusak, jadi biaya penyusutan alat produksi dianggarkan sebesar Rp 10. 111,20. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Selanjutnya penerapan biaya aktual produk Raktin selama bulan September. Oktober. November, dan Desember 2024 ditentukan dalam tiga bagian yaitu biaya bahan baku aktual, biaya tenaga kerja aktual, dan biaya overhead pabrik aktual. Biaya bahan baku aktual Tabel 8 biaya bahan baku aktual per bulan Sumber: data diolah, 2025 Berdasarkan tabel 9 biaya tenaga kerja September. Oktober. November, dan Desember 2024 adalah sebesar Rp 800. 000,- dalam setiap bulan Biaya overhead pabrik aktual Tabel 10 biaya overhead pabrik aktual per Sumber: data diolah, 2025 Berdasarkan tabel 8 diketahui bahwa biaya bahan baku aktual selama bulan September. Oktober. November, dan Desember 2024 membutuhkan Ikan Patin sebesar Rp 400. 000,- beras Si Buyung sebesar Rp 880. 000,- tepung tapioka sebesar Rp 128. 000,- bumbu sebesar Rp 160. 000,dan minyak goreng sebesar Rp 480. 000,-. Berdasarkan tabel 8 kuantitas bahan baku aktual selama bulan September. Oktober. November, dan Desember 2024 sebagai Ikan Patin sebanyak 16 kg, beras Si Buyung sebanyak 32 kg, tepung tapioka sebanyak 8 kg, bumbu sebanyak 4 kg, dan minyak goreng sebanyak 24 liter. Biaya bahan baku dan kuantitas bahan baku aktual sama selama empat bulan karena pelaku UMKM ini menerapkan jumlah produksinya sama setiap bulan tidak Jadi Cenma menentukan setiap produksi Raktin dalam satu bulan sebanyak 528 bungkus. Biaya tenaga kerja aktual Tabel 9 biaya tenaga kerja aktual per bulan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Sumber: data diolah, 2025 Berdasarkan tabel 10 biaya overhead pabrik selama bulan September. Oktober. November, dan Desember 2024 adalah sebagai berikut. Untuk air sebesar Rp 000,- gas sebesar Rp 160. 000,- listrik sebesar Rp 80. 000,- kemasan sebesar Rp 000,transportasi 000,- administrasi sebesar Rp 8. 000,dan penyusutan alat produksi sebesar Rp 111,20. Dari data diatas kemudian di sajikan varians/selisih antara biaya standar dan biaya aktual produk Raktin pada Cemilan Mantul menggunakan analisis penyimpangan sebagai Analisis selisih biaya bahan baku St = (KSt x HS. Ae (KS x HS) Tabel 11 perhitungan analisis selisih biaya bahan baku ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Tabel 13 perhitungan analisis selisih biaya overhead pabrik Sumber: data diolah, 2025 Tabel 11 menjelaskan bahwa hasil selisih biaya bahan baku standar dan biaya bahan baku aktual pada bulan September. Oktober. November, dan Desember 2024 dapat diketahui bahwa biaya bahan baku Ikan Patin mengalami keuntungan . sebesar Rp 80. 000,- dan beras Si Buyung mengalami keuntungan . sebesar Rp 80. 000,-. Tepung tapioka dan bumbu mengalami harga yang sama antara biaya standar dan biaya sesungguhnya yang dikeluarkan, sedangkan minyak goreng mengalami kerugian . sebesar Rp 120. 000,-. Analisis selisih biaya tenaga kerja St = (TUSt x JKS. Ae (TUS x JKS) Tabel 12 perhitungan analisis selisih biaya tenaga kerja Tabel 12 menjelaskan bahwa selisih biaya tenaga kerja standar dan biaya tenaga kerja sesungguhnya sama. Hal ini karena upah yang ditetapkan Cenma dalam memproduksi Raktin tidak mengalami perubahan dan tetap setiap bulannya. Analisis selisih biaya overhead pabrik St = BOP Sesungguhnya Ae BOP yang Dibebankan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Sumber: data diolah, 2025 Tabel 13 menjelaskan biaya standar dan biaya aktual yang dikeluarkan pada bulan September. Oktober. November, dan Desember 2024 sama. Hal ini karena biaya overhead pabrik yang ditetapkan Cenma Raktin mengalami perubahan dan tetap setiap Kendala Dalam Penerapan Biaya Standar Untuk memahami lebih lanjut tentang kendala dan solusi dalam mengoptimalkan biaya standar produksi, berikut adalah hasil wawancara dengan Ibu Owner Cenma: Pertanyaan yang peneliti ajukan kepada pemilik usaha Cemilan Mantul yaitu Ibu Tri Utami berdasarkan rumusan masalah kedua ialah kendala apa yang dihadapi dalam penerapan biaya standar sebagai alat pengendalian biaya produksi Raktin dan direspon sebagai berikut: AuKendala utama yang dihadapi dalam menerapkan biaya standar adalah kenaikan bahan baku salah satunya kenaikan minyak goreng yang sempat langka. Hal ini menyebabkan kesulitan dalam harga jual, jika kami menaikkan harga, kami khawatir pelanggan akan beralih ke produk namun, jika kami tidak menaikkan harga kami akan mengalami kerugian. Ay (Wawancara, 4 Maret 2. Selanjutnya peneliti menanyakan lagi pertanyaan bagaimana cara ibu mengatasi ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB kendala yang terjadi, ibu pemilik usaha Cemna AuUntuk mengatasi kendala yang di akibatkan oleh kenaikan minyak goreng, kami melakukan penyesuaian pada ukuran Kami mengurangi berat produk dari 100 gram menjadi 75 gram, namun tetap mempertahankan harga jual yang Dengan cara ini, kami dapat menjual produk tanpa harus menaikkan harga jual. Ay (Wawancara, 4 Maret 2. Kemudian peneliti bertanya lagi kepada pemilik usaha Cenma apakah ada strategi yang diterapkan untuk mengoptimalkan biaya produksi agar lebih efisien? AuStrategi yang kami terapkan dalam mengoptimalkan biaya produksi dengan mencari distributor pengadaan bahan baku yang murah namun tetap memiliki kualitas yang bagus. Ay (Wawancara, 4 Maret 2. Pembahasan Penerapan Biaya Standar Sebagai Alat Pengendalian Biaya Produksi Raktin Hasil analisis biaya produksi standar dan biaya aktual adalah berdasarkan perhitungan varians atau selisih biaya produksi dengan menggunakan model satu selisih meliputi varians selisih biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik dalam proses produksi di Cenma. Berikut ringkasan perhitungan analisis model satu selisih biaya produksi Raktin periode September. Oktober. November, dan Desember 2024, sebagai Tabel 14 Analisis Selisih Biaya Produksi Raktin Periode September. Oktober. November, dan Desember 2024 JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Berdasarkan . Selisish yang terjadi disebabkan kendala yang berkaitan dengan hasil selisih tersebut. Kendala pada biaya produksi sebagai berikut. Biaya bahan baku Ikan Patin mengalami keuntungan . sebesar Rp 320. 000,disebabkan karena ikan patin yang dibeli langsung ke tempat budidaya ikan patin langsung sehingga dibandingkan harga pasar. Beras Si Buyung juga mengalami keuntungan . sebesar Rp 000,- karena dibeli dari agen beras langganan sehingga bisa mendapatkan harga yang lebih Biaya tepung tapioka dan bumbu tidak mengalami selisih karena harga bahan baku dan kuantitas bahan baku masih dalam kondisi normal tidak ada perubahan selama proses produksi Biaya minyak goreng mengalami kerugian sebesar Rp 480. 000,- . disebabkan oleh minyak goreng yang sempat mengalami kelangkaan. Hingga saat ini, harga ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB minyak goreng masih belum mengalami Biaya tenaga kerja tidak mengalami selisih untung atau rugi. Hal ini disebabkan karena upah dan jam kerja yang ditetapkan konsisten tanpa mengalami perubahan selama proses produksi. Dengan demikian biaya tenaga kerja langsung yang dibebankan akan sama untuk periode Biaya overhead pabrik tidak mengalami selisih untung atau rugi karena harga penetapan yang dibuat dengan biaya sesungguhnya sama dengan apa yang distandarkan. Setelah dianalisis menggunakan analisis varians model satu selisih ternyata biaya bahan baku minyak goreng mengalami selisih tidak menguntungkan . yaitu sebesar Rp 000,- disebabkan karena minyak goreng yang sempat langka,dan hingga sekarang minyak goreng tidak mengalami penurunan harga. Untuk bahan baku yang lain tidak mengalami kerugian, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik juga tidak mengalami kerugian, artiny biaya standar dan biaya aktual pada biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik sama selama empat bulan. Kendala Dalam Penerapan Biaya Standar Kendala utama dalam penerapan biaya standar sebagai alat pengendalian biaya produksi adalah fluktuasi harga bahan baku, khususnya minyak goreng yang sempat mengalami kelangkaan. Hal ini menyebabkan pemilik usaha mengalami kesulitan dalam menentukan harga jual produk. Apabila harga dinaikkan, dikhawatirkan akan berdampak ke daya beli konsumen, namun jika tidak dinaikkan, maka pelaku usaha akan mengalami kerugian. Untuk mengatasi hal ini, pelaku usaha melakukan penyesuaian ukuran produk dari 100 gram menjadi 75 gram tanpa menaikkan harga jual. Strategi ini menunjukkan adanya fleksibilitas dalam pengendalian biaya produksi yang tetap memperhatikan daya saing harga dipasar, meskipun harus mengurangi ukuran Kesimpulan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada Cemilan Mantul (Cenm. mengenai penerapan biaya standar sebagai alat pengendalian biaya produksi Raktin maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Penerapan biaya standar sebagai alat pengendalian biaya produksi pada produk Raktin di Cemilan Mantul telah berjalan cukup Biaya standar ditetapkan tiga komponen yatu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik. Hasil perbandingan biaya standar dan biaya aktual menunjukkan adanya selisih. Berdasarkan perhitungan analisis biaya produksi model satu selisih menguntungkan . pada Ikan Patin dan beras Si Buyung yaitu sebesar Rp 320. 000,dan terdapat bahan baku tidak menguntungkan . pada minyak goreng sebesar Rp 000,- disebabkan karena kenaikan harga yang awalnya Rp 15. 000 per liter menjadi Rp 000 per liter. Namun biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik sesuai dengan standar karena tetap konsisten setiap bulan. Kendala yang dihadapi dalam penerapan biaya standar sebagai alat pengendalian biaya produksi yaitu hanya pada biaya bahan baku yang terjadi pada selisih harga bahan baku minyak goreng disebabkan karena minyak goreng sempat langka sehingga menyebabkan kenaikan harga. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka penulis memberikan saran yang nantinya akan bermanfaat terhadap perkembangan UMKM Cemilan Mantul (Cenm. , yaitu: Penerpan biaya standar dalam pembuatan Raktin perlu dipertahankan, agar dapat memantau dan mengontrol biaya produksi supaya tidak melebihi biaya standar yang telah Sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi perencanaan biaya pada periode berikutnya. Untuk mengatasi kendala dalam penerapan biaya standar yang sudah ditetapkan, disarankan agar pemilik UMKM melakukan peninjauan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB berkala terhadap biaya standar yang telah ditetapkan, dengan memperhatikan kondisi ekonomi dan perubahan harga bahan baku. Hal ini memungkinkan pelaku UMKM untuk lebih siap menghadapi perubahan biaya produksi dan mengambil tindakan yang tepat jika terjadi penyimpangan biaya dan meningkatkan akurasi perencanaan biaya pada masa yang akan Saran buat peneliti selanjutnya Penelitian ini masih memiliki keterbatasan dalam ruang lingkup dan jumlah variabel yang Oleh karena itu, peneliti selanjutnya disarankan untuk memperluas penelitian dengan menambahkan variabel lain yang berkaitan, seperti efisiensi produksi, strategi pengendalian biaya atau analisis profitabilitas. DAFTAR PUSTAKA