JURNAL JUMBIWIRA Vol 1 No. 3 (Desember 2. Ae E-ISSN : 2829-2502 P-ISSN : 2829-260X JURNAL MANAJEMEN BISNIS KEWIRAUSAHAAN Halaman Jurnal: https://jurnal-stiepari. id/index. php/jumbiwira Halaman UTAMA Jurnal : https://jurnal-stiepari. id/index. ANALISA KEBIJAKAN PEMERINTAH DKI JAKARTA TERKAIT ANCAMAN PENGANGGURAN PASCA KENAIKAN INFLASI Teddy Ong a. Rizal Verandib. Jason Yodiputrac. Angelica Vivian Christyd. Shelly Elidae Manajemen, 2141307. teddy@uib. Universitas Internasional Batam Manajemen, 2141344. rizal@uib. Universitas Internasional Batam Manajemen, 2141296. jason@uib. Universitas Internasional Batam Manajemen, 2141227. angelica@uib. Universitas Internasional Batam Manajemen, 2141187. shelly@uib. Universitas Internasional Batam Abstract Unemployment is one of the problems faced by Indonesia. This is a complex matter that must be faced because it has different patterns and is difficult to understand. The subject of our research. DKI Jakarta also has a high unemployment rate. The research method used by the research team is qualitative and quantitative techniques. The data used in this study are data on unemployment rates, inflation, government policies, and world economic and political conditions. The purpose of this study is to compare the unemployment rate data from 2019 to 2022 with the accompanying research data used. Keywords: Inflation. Unemployment. DKI Jakarta. Government Policy. Abstrak Pengangguran merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi negara Indonesia. Hal ini merupakan perkara kompleks yang harus dihadapi karena memiliki pola yang berbeda-beda dan sulit untuk Subjek penelitian kami yaitu. DKI Jakarta juga memiliki tingkat pengangguran yang tinggi. Metode penelitian yang digunakan oleh tim peneliti adalah dengan teknik kualitatif dan kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tingkat pengangguran, inflasi, kebijakan pemerintah, dan kondisi politik ekonomi dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan data tingkat pengangguran dari tahun 2019 hingga 2022 dengan menyertai data penelitian yang digunakan. Kata Kunci: Inflasi. Pengangguran. DKI Jakarta. Kebijakan Pemerintah PENDAHULUAN Pengangguran merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi negara Indonesia. Hal ini merupakan perkara kompleks yang harus dihadapi karena memiliki pola yang berbeda-beda dan sulit untuk dipahami. Dengan tingkat pengangguran yang tinggi ini tentunya secara tidak langsung berdampak pada kemiskinan, kriminalitas, serta masalah politik lainnya yang akan meningkat. Apabila pengangguran tidak segera ditangani maka cepat atau lambat akan menimbulkan kerawanan sosial yang buruk bagi negara tersebut. Masalah Pengangguran bukan lagi menjadi hal yang unik ataupun tabu di dunia terlebih lagi pengangguran selalu menjadi momok terutama bagi negara yang sedang berkembang seperti Negara Indonesia. Negara berkembang seringkali dihadapkan dengan masalah tersebut karena dengan sedikitnya lapangan kerja yang tersebar dan banyaknya pertumbuhan penduduk setiap tahunnya dan terlebih lagi pada tahun 2021-2022 dengan adanya kondisi Covid-19 yang semakin mencekam tidak hanya bagi satu negara saja, melainkan satu dunia merasakan hal yang sama. Dikarenakan hal tersebut banyaknya pekerja atau buruh pabrik yang terpaksa di-PHK oleh perusahaan tempat dimana ia bekerja, hal tersebut dilakukan karena perusahaan ingin mengurangi biaya yang dipakai untuk membayar gaji para pekerjanya. Sehingga terjadi ledakan peningkatan tingkat pengangguran. DKI Jakarta sebagai ibu kota yang menempati posisi keempat tertinggi di Indonesia. Terlihat dari banyaknya jumlah angkatan kerja yang muncul setiap tahunnya ditambah dengan besarnya biaya hidup dan Received Agustus 30, 2022. Revised Oktober 2, 2022. Accepted Nopember 22, 2022 sempitnya lapangan kerja di Ibu kota Jakarta membuat angkatan kerja baru sulit mendapatkan pekerjaan sehingga membuat tingkat pengangguran meningkat. Pada penelitian ini tim peneliti membahas mengenai kebijakan pemerintah terkait ancamanan pengangguran pasca kenaikan inflasi di Indonesia terkhusus di DKI Jakarta. (Novalia, 2. TINJAUAN PUSTAKA Pengangguran Pengangguran merupakan suatu masalah yang sering dijumpai dalam sebuah negara, dan pengangguran ini terjadi karena tingginya pertumbuhan angkatan tenaga kerja daripada lapangan kerja. Pengangguran secara langsung mempengaruhi masyarakat karena penduduk negara tersebut tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan atau mendirikan usaha baru, atau sedang menyiapkan suatu usaha baru atau penduduk telah diterima dalam suatu usaha tetapi belum mulai bekerja. Maka pengangguran terbagi menjadi beberapa golongan, yaitu berdasarkan penyebab dan sifatnya. Jenis pengangguran menurut penyebabnya adalah : . Pengangguran Struktural, merupakan jenis pengangguran yang terjadi pada tenaga kerja karena mengalami masalah dalam struktur ekonomi. Biasanya perubahan ini harus mengikuti keterampilan yang diminta dalam perusahaan tetapi tenaga kerja tidak dapat memperoleh keterampilan yang dibutuhkan. Pengangguran Konjungtur, merupakan dampak pengangguran karena perubahan ekonomi. Dampak utama nya yaitu penawaran tentang sebuah barang. Pada saat melakukan produksi terjadinya penurun karena kurang peminatnya pada suatu barang, . Pengangguran Friksional, merupakan jenis pengangguran yang terjadi ketika pencari kerja mengalami sebuah kesulitan dalam mempertemukan lowongan pekerjaa, . Pengangguran Musiman, merupakan pengangguran yang terjadi karena adanya perubahan sesaat. Misalnya, pada tenaga kerja yang work from home ataupun disebut dengan freelance. Contoh: di masa pandemi covid19 akan meningkatnya penjualan terhadap masker dan antigen, . Pengangguran Teknologi, adalah jenis pengangguran yang sudah terjadi karena kecanggihan teknologi telah membuat bidang produksi yang sebelumnya sudah ditangani oleh tenaga manusia, . Pengangguran Voluntary, adalah pengangguran sukarela mengacu pada orang yang sebenarnya bisa mendapatkan pekerjaan yang diinginkan tetapi menganggur karena tidak mau bekerja. Biasanya hal ini terjadi karena orang tersebut menerima warisan atau hal lain sehingga tidak perlu lagi bekerja (Wulandari, 2. Inflasi Inflasi adalah terjadinya kenaikan suatu harga barang dan jasa di suatu daerah tertentu dan inflasi dapat berpengaruh terhadap ekonomi di suatu daerah atau negara inglasi tergolong dalam 2 golongan yaitu: . Natural Inflation, inflasi ini merupakan inflasi yang terjadi akibat penurunan penawaran agregat supply atau kenaikan permintaan agregat demand. Human Error Inflation, inflasi ini merupakan inglasi yang disebabkan oleh kesalahan yang dilakukan oleh manusia, kesalahan yang disebabkan berupa, korupsi dan pajak yang berlebihan, dan pemerolehan keuntungan yang berlebihan. Beberapa penyebab naiknya inflasi adalah karena masyarakat berusaha memperoleh tambahan penghasilan yang relatif lebih besar daripada peningkatan produktivitas mereka. Pemerintah terlalu berambisi dalam pemanfaatan sumber ekonomi serta penerapa kebijakan pemerintah yang mendorong kenaikan harga dan pengaruh terhadap inflasi luar negeri yang terotomaris akan memengaruhi harga barang yang diimpor (Andrina, 2. Kebijakan Moneter Kebijakan moneter merupakan kebijakan yang bertujuan dalam manjaga keseimbangan dalam kegiatan ekonomi dengan menjadikan tingkat pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. Kebjikaan moneter yang dilakukan oleh pemerintah dalam menanggulangi pengangguran adalah dengan mengurangi pajak dan menambah pengeluaran pemerintah, menambah penawaran uang dan menurunkan suku bunga untuk kegiatan tertentu, serta memberikan bantuan subsidi kepada masyarakat yang kurang mampu (Wardhani, 2. Tujuan kebijakan moneter adalah memelihara kestabilan nilai mata uang. Terdapat beberapa jenis kebijakan moneter yang dibagi menjadi 2 yaitu: . Kebijakan Moneter Ekspansi, merupakan kebijakan untuk mengatur jumlah uang yang dimasukkan ke dalam perekonomian dengan menurunkan suku bunga bank dan persyaratan cadangan. Kebijakan ini juga dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan kegiatan usaha. Secara keseluruhan, tujuan kebijakan moneter yang akomodatif di semua negara adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan risiko kenaikan inflasi dan mempengaruhi tingkat pengangguran disuatu . Kebijakan Moneter Kontraktif, merupakan kebijakan dalam mengurangi jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Tujuan dari kebijakan ini adalah menurunkan tingkat inflasi dengan meningkatkan suku bunga dengan menjual obligasi. METODOLOGI PENELITIAN Analisis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Metode penelitian kualitatif didasarkan pada metode penelitian yang membandingkan dengan data yang diperoleh seperti artikel, buku, majalah, dan berbagai media sosial lainnya. Metode penelitian kuantitatif digunakan untuk mendapatkan gambaran yang jelas dan jumlah data yang terkumpul tentang variabel-variabel yang relevan digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini dibatasi untuk menguji sejauh mana tingkat pengangguran mempengaruhi variabel dependen kemiskinan. Analisis akan dilakukan dengan menggunakan data tahunan selama dua tahun dari tahun 2021 hingga saat ini. Data yang khusus digunakan dalam penelitian ini adalah: . Inflasi, adalah kenaikan harga barang dan jasa di suatu wilayah tertentu, dan inflasi dapat mempengaruhi perekonomian suatu wilayah atau negara. (Amar & Aimon, 2. Pengangguran merupakan suatu masalah yang sering dijumpai dalam sebuah negara, dan pengangguran ini terjadi karena tingginya pertumbuhan angkatan tenaga kerja daripada lapangan kerja. Data pengangguran didapatkan dari sumber di Badan Pusat Statistik (BPS) adalah Pengangguran terbuka setelah menyelesaikan pendidikan tertinggi. Kebijakan Moneter adalah kebijakan yang ditujuankan untuk menjaga keseimbangan dalam kegiatan ekonomi dengan menjadikan tingkat pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. GDP atau Gross Domestic Product. Data ini diperoleh dengan membagi jumlah pendapatan negara dengan jumlah penduduk negara bagian. GDP yang digunakan GDP Real karena menghitungkan inflasi yang ada (Santoso, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Pengungguran Tabel 1. Data Pengangguran Indonesia dan DKI Jakarta 2021-2022 Tahun Tahun 2021 (Agustu. Tahun 2022 (Februar. Sumber: BPS, . Indonesia 6,26 5,81 DKI Jakarta 8,51 Data yang digunakan pada tabel diatas merupakan data bulan agustus tahun 2021 dan data bulan februari Data yang digunakan pada tahun 2022 merupakan data bulan februari, karena data bulan agustus tidak tersedia. Dapat dilihat pada tabel diatas bahwa data pengangguran di seluruh Indonesia dan DKI Jakarta mengalami penurunan. Hal ini terjadi karena pulihnya perputaran ekonomi di indonesia pasca pandemi Covid-19. Akan tetapi, tingkat pengangguran di DKI Jakarta dan Seluruh Indonesia diperkirakan akan bertambah dikarenakan adanya perang antara Rusia dan Ukraina yang menyebabkan terjadinya inflasi yang terus meningkat. Meningkatnya inflasi disebabkan oleh harga dari minyak dan gas bumi yang terus Seperti yang diketahui. Rusia merupakan salah satu negara penghasil minyak dan gas bumi terbesar di dunia. 2 Inflasi Tabel 1. Data Inflasi Indonesia dan DKI Jakarta 2021-2022 Tahun (Septembe. Tahun 2021 Tahun 2022 Sumber: BPS, . Indonesia 1,14% 4,61% DKI Jakarta 1,60% 5,95% Data yang digunakan pada tabel diatas merupakan data bulan september tahun 2021 dan 2022. Dapat dilihat pada grafik diatas bahwa data inflasi di Indonesia dan DKI Jakarta mengalami peningkatan. Hal ini terjadi karena harga minyak bumi yang meningkat seiring terjadinya perang Rusia dan Ukraina. Berawal dari melonjaknya harga gas dan minyak bumi yang menjadi komoditas di seluruh dunia, menyebabkan biaya transportasi dan biaya kebutuhan sehari-hari mengalami peningkatan yang signifikan. 3 Kebijakan Pemerintah Pada bulan September 2022. Bank Sentral Amerika atau yang biasanya disebut sebagai Federal Reserve System (The Fe. menaikkan suku bunga bank menjadi 3,25%. Hal ini membuat Bank Sentral Indonesia (BI) harus mengambil langkah dalam meningkatkan suku bunga menjadi 4,75% pada bulan oktober 2022. Hal ini dilakukan oleh The Fed dan Bank Indonesia untuk menekan tingkat inflasi yang sangat tinggi saat ini. (Ogara. Akibat dari meningkatnya suku bunga acuan dari Bank Indonesia (BI), hal tersebut menyebabkan bunga dari hutang pinjaman dan hutang dagang meningkat dengan signifikan. Sehingga perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia menjadi kesulitan dalam membayar hutang-hutang tersebut. Maka dari itu, salah satu cara untuk meringankan biaya hutang adalah dengan mengurangi jumlah karyawan. Oleh karena itu, tingkat pengangguran yang ada di Indonesia meningkat juga. (Yulianto, 2. Pemerintah melakukan berbagai cara untuk mengatasi tingkat pengangguran dengan beberapa hal yaitu: Meringankan pajak UMKM. Pada tanggal 1 April 2022, pemerintah mengeluarkan aturan mengenai perpajakan yang dimana usaha dengan penghasilan dibawah 500 juta rupiah per tahun akan dikenakan tarif PPh final UMKM sebesar 0,5% yang sebelumnya sebesar 1%. Dengan adanya peraturan baru ini, masyarakat dapat dengan mudah membangun sebuah bisnis baru dan menciptakan lapangan kerja tanpa mengkhawatirkan biaya pajak yang harus dibayarkan. Program Kartu Prakerja, adalah program yang dibuat pemerintah dan ditujukan kepada para pencari kerja, dan pekerja yang terkena PHK. Dalam program kartu prakerja ini masyarakat akan diberikan tunjangan sebesar 400 ribu rupiah per bulan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Program Kewirausahaan Terpadu (PKT), merupakan program yang dibuat oleh gubernur DKI Jakarta, guna mengatasi jumlah pengangguran di Ibukota negara. Program ini terdiri atas rangkaian yang berguna untuk meningkatkan kemampuan dan potensi keterampilan dari para pencari kerja di Indonesia, dengan menjalin hubungan kerjasama antara Pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. KESIMPULAN DAN SARAN Pengangguran dan inflasi merupakan masalah yang perlu diatasi dan dihadapi oleh setiap negara. Kebijakan pemerintah perlu menangani hal ini dalam meningkatkan pertumbuhan wilayah Indonesia. Pada data pengangguran yang di analisis pada Indonesia terdapat bahwa data pengangguran di seluruh Indonesia dan DKI Jakarta mengalami penurunan yang terjadi karena pulihnya perputaran ekonomi di Indonesia pasca pandemi Covid-19. Akan tetapi, tingkat pengangguran di DKI Jakarta dan Seluruh Indonesia diperkirakan akan bertambah dikarenakan inflasi yang terus meningkat yang diakibatkan oleh perang Rusia-Ukraina yang masih berlanjut hingga saat ini menyebabkan inflasi yang tinggi. Data inflasi yang dianalisis pada inflasi di Indonesia dan DKI Jakarta mengalami peningkatan. Hal ini terjadi karena harga minyak bumi yang meningkat seiring terjadinya perang Rusia dan Ukraina. Berawal dari melonjaknya harga gas dan minyak bumi yang menjadi komoditas di seluruh dunia, menyebabkan biaya transportasi dan biaya kebutuhan seharihari mengalami peningkatan yang signifikan. Langkah pemerintah dalam menekan angka pengangguran dan inflasi adalah menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya, memberikan keringanan untuk usaha mikro kecil dan menengah, membatasi impor barang-barang agar produk dalam negeri lebih banyak digunakan. Menurut tim peneliti, langkah pemerintah dalam mengatasi pengangguran yang ada di Indonesia adalah dengan menyediakan dan membuka lapangan kerja untuk mengatasi angka kemiskinan dan tingkat inflasi pada pertumbuhan ekonomi di wilayah Indonesia. DAFTAR PUSTAKA