PENGARUH EKSTRAK BUNGA TELANG TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS Ni Nyoman Gemini Sari. Intan Kemala Dewi. Pande I Putu Andika Prasetiawan Departemen Ilmu Penyakit Mulut. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Mahasaraswati Denpasar. ABSTRAK Oral candidiasis adalah infeksi oportunistik yang paling umum mempengaruhi mukosa Dalam sebagian besar kasus. Lesi disebabkan oleh Candida albicans. Spesies Candida menyebabkan kandidiasis oral, paling sering Candida albicans, diisolasi dari lebih dari 80% lesi. Candida adalah bagian dari mikroflora oral normal individu Sekitar 30 hingga 60% orang dewasa dan 45 hingga 65% bayi membawa spesies candida di rongga mulut. Bermacam jenis obat anti jamur yang telah banyak diproduksi dan dijual di pasaran untuk mengobati infeksi candida yang menyerang rongga mulut. Namun, obat- obatan tersebut memiliki efek samping seperti alergi, rasa mual dan beberapa kasus menimbulkan iritasi. Salah satu tumbuhan yang dapat dibudidayakan sebagai tanaman hias dan tanaman obat sekaligus adalah kembang telang (Clitoria ternatea . Beberapa dari senyawa kimia bunga telang diketahui memiliki efek fungisida. Pada ekstraksi infusa bunga telang diperoleh zat antosianin langsung ditandai dengan adanya pigmen warna biru pada cairan. Pada penelitian sebelumnya didapatkan daya hambat bunga telang terhadap candida albicans oleh zat Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan Posttest Only Control Group Design. Data yang digunakan merupakan data yang tidak berdistribusi normal dan tidak homogen sehingga pengujian lanjutan menggunakan uji non parametrik yaitu uji Kruskal-Wallis. Hasil pengujian statistik menggunakan uji Kurskal- Wallis menunjukkan bahwa perbedaan yang signifikan efektifitas konsentrasi ekstrak bunga telang 50%, 75%, 100% dalam membunuh koloni pertumbuhan jamur Candida albicans pada media Sabouraud Dextrose Agar (SDA). Hasil pengujian menggunakan Man Whitney tidak adanya perbedaan yang signifikan konsentrasi ekstrak bunga telang 50%, 75%, 100% dalam membunuh koloni pertumbuhan jamur Candida albicans pada media Sabouraud Dextrose Agar (SDA), artinya konsentrasi bunga telang yang terus ditingkatkan mengalami penurunan efektifitas dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak bunga telang maka zona hambat yang terbentuk semakin kecil dan responnya hambatnya semakin melemah hal ini disebabkan oleh daya difusi ekstrak ke dalam media berkurang. Penurunan daya difusi disebabkan karena semakin tinggi konsentrasi ekstra bunga telang maka semakin rendah kelarutannya. Kata kunci: efektifitas, daya hambat, candida albicans, bunga telang ABSTRACT Oral candidiasis is the most common opportunistic infection affecting the oral mucosa. In most cases, the lesions are caused by Candida albicans. Candida species causing oral candidiasis, most commonly Candida albicans, were isolated from more than 80% of the lesions. Candida is part of the normal oral microflora of immunocompetent About 30 to 60% of adults and 45 to 65% of infants carry candida species in the oral cavity. Various types of antifungal drugs have been produced and sold in the market to treat candida infections that attack the oral cavity. However, these drugs have side effects such as allergies, nausea, and in some cases irritation. One of the plants that can be cultivated as an ornamental plant and a medicinal plant at the same time is the butterfly pea flower (Clitoria ternatea . Some of the chemical compounds of butterfly pea flower are known to have fungicidal In the extraction of butterfly pea flower infusion, anthocyanin substances were obtained directly marked by the presence of a blue pigment in the liquid. In previous studies, it was found that butterfly pea inhibit candida albicans by anthocyanin This research is an experimental study with Post-test Only Control Group Design. The data used is data that is not normally distributed and is not homogeneous so further testing uses a non- parametric test, namely the Kruskal-Wallis test. The results of statistical testing using the Kurskal-Wallis test showed that there was a significant difference in the effectiveness of the 50%, 75%, and 100% effective concentration of the telang flower extract in killing Candida albicans fungal colonies on Sabouraud Dextrose Agar (SDA) media. The results of the test using Man Whitney showed that there was no significant difference in the concentration of butterfly pea extract 50%, 75%, 100% in killing Candida albicans fungal growth colonies on Sabouraud Dextrose Agar (SDA) media, meaning that the concentration of butterfly pea flower that was continuously increased experienced a decrease in effectiveness in inhibiting the growth of the fungus Candida albicans. The higher the concentration of butterfly pea flower extract, the smaller the inhibition zone formed and the inhibition response was getting weaker, this was due to the reduced diffusion power of the extract into the media. The decrease in the diffusion power was caused by the higher the concentration of the extra butterfly pea flower, the lower the solubility. Keywords: effectiveness, inhibitory, candida albicans, butterfly pea flower PENDAHULUAN Kesehatan gigi dan mulut merupakan suatu keadaan di mana seseorang terbebas dari penyakit maksilofasial, kanker mulut, infeksi pada rongga mulut, kelainan bawaan saat lahir seperti celah palatal bibir, penyakit periodontal . , kerusakan pada gigi, kehilangan gigi dan penyakit lainnya yang menyebabkan keterbatasan seseorang untuk menggigit, mengunyah, tersenyum, berbicara, dan menjaga keadaan psikologis yang Oral candidiasis adalah infeksi oportunistik yang paling umum mempengaruhi mukosa Dalam sebagian besar kasus. Lesi disebabkan oleh Candida albicans. Candida albicans biasanya merupakan patogen yang lemah Oral candidiasis merupakan penyakit yang sering terjadi pada rongga mulut manusia yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur Candida albicans yang berlebihan2. Bermacam jenis obat anti jamur yang telah banyak diproduksi dan dijual di pasaran untuk mengobati infeksi candida yang menyerang rongga mulut. Namun, obat- obatan tersebut memiliki efek samping seperti alergi, rasa mual dan beberapa kasus menimbulkan iritasi. Penggunaan dalam jangka waktu yang lama juga akan menimbulkan masalah resistensi Candida albicans terhadap obat. Oleh karena itu, diperlukannya pengobatan dengan menggunakan bahan-bahan alami yang diharapkan meminimalisir efek samping atau sebagai langkah awal skrining kandidat anti jamur. Berdasarkan hasil dari 56 jurnal yang dikumpulkan, terdapat banyak penelitian yang mennatakan bahwa penggunaan bahan alami terbukti mampu menghambat pertumbuhan Candida albicans3. Pemanfaatan Kembang Telang tidak hanya sebagai tanaman hias tapi juga sebagai sumber pangan dan obat tradisional. Pemanfaatan tersebut sangat berguna untuk peningkatan kesehatan manusia saat ini karena Clitoria ternatea L. memiliki beberapa potensi farmakologis sebagai anti mikroba, antioksidan, anti depresan, antelmintik, anti kanker dan anti diabetes4. Dari hasil berbagai penelitian Clitoria ternatea L. pengaruh pharmakologis . harmacological effect. sebagai antimikroba, antiparasit, anti inflamasi,antikanker, antioksidan, antidepresan, antidiabetes, antihistamin, dan potensi berperan dalam susunan syaraf. Central nervous System (CNS)1 Beberapa dari senyawa kimia bunga telang diketahui memiliki efek Pada penelitian sebelumnya didapatkan daya hambat bunga telang terhadap candida albicans oleh zat antosianin7 Berdasarkan uraian di atas penulis terdorong untuk melakukan penelitian mengenai AuPengaruh Ekstrak Bunga Telang Terhadap Pertumbuhan Candida AlbicansAy. Maka dari itu penelitian ini penting dilakukan agar masyarakat lebih mudah menjangkau dan memanfaatkan bunga telang sebagai obat alami yang dapat mengurangi frekuensi oral candidiasis. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Posttest Only Control Group Design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Jamur Candida albicans yang diperoleh dari Laboratorium Kesehatan Daerah . Teknik sampling menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pengambilan sampel secara sengaja, sesuai dengan persyaratan sampel yang diperlukan dengan asumsi bahwa sampel yang diambil dapat mewakili populasi dari lokasi penelitian. Penentuan besar sampel pada penelitian ini berdasarkan rumus Federer . Dalam penelitian ini dibagi menjadi 5 kelompok yaitu . Kelompok I: Zona hambat jamur ekstrak bunga telang konsentrasi 50% . Kelompok II: Zona hambat jamur ekstrak bunga telang konsentrasi 75% . Kelompok i: Zona hambat jamur ekstrak bunga telang konsentrasi . Kelompok IV: Zona Alat yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas cawan petri, mikropipet, masker, handscoon, jangka sorong, pembakar bunsen, korek, inkubator, tabung glass, rak tabung glass, beaker glass, ose, autoklaf . Bahan yang digunakan dalam penelitian ini Adela ekstrak bunga telang konsentrasi 50%. 100%, jamur Candida albicans, aquades steril, ketokonazol 2% Prosedur dalam penelitian ini meliputi 9 tahapan yaitu sebagai berikut. Sterilisasi alat, semua alat yang digunakan dalam penelitian ini disterilkan dalam autoklaf pada suhu 121AC selama 15 menit. Pembuatan ekstrak bunga telang Simplisia kering bunga telang ditimbang sebanyak 10 gram kemudian dimasukkan kedalam panci infus yang berisi 100 ml aquadest steril. Dipanaskan diatas kompor sampai suhu tercapai 50 AC. Bunga Telang (Clitoria ternate. Mengandung senyawa antosianin yang langsung diperoleh dari proses ekstraksi infusa . Pembuatan konsentrasi ekstrak bunga telang Diekstraksi 10 gram simplisia kering bunga telang dalam 100 ml aquadest steril maka diperoleh konsentrasi 100 %, kemudian dibuat berbagai macam konsentrasi meliputi 50%, . 75% dan 100% melalui pengenceran dengan aquadest steril. Penyediaan kontrol positif Kontrol positif yang digunakan pada penilitian ini adalah ketokonazol. Penyediaan kontrol negatif Kontrol negatif yang digunakan pada penilitian ini adalah Aquades . Pembuatan media Saboroaud Dextrose Agar (SDA) Saboroaud Dextrose Agar 19,5 gram dilarutkan dalam 300 ml aquades menggunakan elenmeyer. Pembuatan suspensi Candida albicans Kultur murni Candida albicans diinokulasikan sebanyak satu ose pada medium SDA miring pada tabung reaksi dengan cara digoreskan secara aseptik, kemudian diinkubasi selama 24 jam suhu 37AC. Pengujian Mikrobiologis Penentuan aktivitas antijamur Candida albicans dilakukan dengan metode kertas cakram. Metode ini dilakukan dengan prosedur yaitu media SDA steril dituang sebanyak 15 ml kedalam masing-masing cawan petri. hambat jamur larutan kontrol positif ketokonazol 2% . Kelompok V: Zona hambat jamur larutan kontrol negatif Aquades. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah ekstrak bunga Bunga telang dengan konsentrasi 50%. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pertumbuhan jamur candida albicans. Variabel terkendali pada penelitian ini adalah suhu 37AC, waktu inkubasi 24 jam, cara pengukuran zona hambat koloni candida albicans, dan alur penelitian. Perhitungan dalam pengamatan ini dilakukan dengan menggunakan jangka sorong untuk mengukur zona hambat pertumbuhan Candida albicans pada media sabaroud dextrose agar. Uji aktivitas daya hambat antijamur terhadap pertumbuhan Candida albicans ini dilakukan di Laboratorium Kesehatan Provinsi Bali. Penelitian ini dilakukan pada Juli 2022. Alat yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas cawan petri, mikropipet, masker, handscoon, jangka sorong, pembakar bunsen, korek, inkubator, tabung glass, rak tabung glass, beaker glass, ose, autoklaf Bahan yang digunakan dalam penelitian ini Adela ekstrak bunga telang konsentrasi 100%, jamur Candida albicans, aquades steril, ketokonazol 2% Prosedur dalam penelitian ini meliputi 9 tahapan yaitu sebagai berikut. Sterilisasi alat, semua alat yang digunakan dalam penelitian ini disterilkan dalam autoklaf pada suhu 121AC selama 15 menit. Pembuatan ekstrak bunga telang Simplisia kering bunga telang ditimbang sebanyak 10 gram kemudian dimasukkan kedalam panci infus yang berisi 100 ml aquadest steril. Dipanaskan diatas kompor sampai suhu tercapai 50 AC. Bunga Telang (Clitoria ternate. Mengandung senyawa antosianin yang langsung diperoleh dari proses ekstraksi infusa . Pembuatan konsentrasi ekstrak bunga telang Diekstraksi 10 gram simplisia kering bunga telang dalam 100 ml aquadest steril maka diperoleh konsentrasi 100 %, kemudian dibuat berbagai macam konsentrasi meliputi 50%, 75% dan 100% melalui pengenceran dengan aquadest steril. Penyediaan kontrol positif Kontrol positif yang digunakan pada penilitian ini adalah ketokonazol. Penyediaan kontrol negatif Kontrol negatif yang digunakan pada penilitian ini adalah Aquades . Pembuatan media Saboroaud Dextrose Agar (SDA) Saboroaud Dextrose Agar 19,5 gram dilarutkan dalam 300 ml aquades menggunakan elenmeyer. Pembuatan suspensi Candida albicans Kultur murni Candida albicans diinokulasikan sebanyak satu ose pada medium SDA miring pada tabung reaksi dengan cara digoreskan secara aseptik, kemudian diinkubasi selama 24 jam suhu 37AC. Pengujian Mikrobiologis Penentuan aktivitas antijamur Candida albicans dilakukan dengan metode kertas cakram. Metode ini dilakukan dengan prosedur yaitu media SDA steril dituang sebanyak 15 ml kedalam masing-masing cawan petri. HASIL PENELITIAN Hasil Uji Zona Hambat Bakteri Stapylococcus aureus Pengujian hasil penelitian dilakukan pada tanggal 27 Juli 2022. Hasil pengujian daya hambat ekstrak bunga telang terhadap Gambar 1 Uji Daya Hambat Ekstrak Bunga Telang terhadap Candida albicans Uji Normalitas Hasil Uji Kruskal Wallis Pengujian data menggunakan uji Kruskal Wallis disebabkan karena data dengan lima kali pengulangan untuk setiap perlakuan. Hasil selengkapnya dapat ditunjukkan Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan uji Shapiro-wilk untuk membuktikan bahwa data yang digunakan beristribusi normal atau tidak daya hambat pertumbuhan coloni jamur Candida albicans merupakan data yang tidak terdistribusi normal karena memiliki nilai signifikansi < 0,05 yaitu pada kelompok perlakuan kontrol negatif dan kontrol positif dengan nilai konstan yang selanjutnya dilakukan uji homogenitas dengan menggunakan Levene Statistik. yang tidak berdistribusi normal. Kruskal Wallis disebut juga H test adalah prosedur alternatif dari One Way Annova jika data yang diperoleh tidak memenuhi tingkat kemaknaan 95% atau =0,05. Tabel 2. Hasil uji Kruskal Wallis daya hambat pertumbuhan coloni jamur Candida Variabel Beda Sig (P) Rerata Kelompok K(-) K( ) Hasil uji Tabel 5. 4 data yang diperoleh daya uji Kruskal Wallis diperoleh nilai p = 000 dimana nilai tersebut < 0,05 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan efektifitas konsentrasi ekstrak bunga telang 50%, 75%, 100% dalam membunuh koloni pertumbuhan jamur Candida albicans pada media Sabouraud Dextrose Agar (SDA). Perbedaan efektifitas konsentrasi ekstrak Bunga Telang 50%, 75%, 100% dala koloni pertumbuhan jamur Candida albicans pada media Sabouraud Dextrose Agar (SDA) Hasil pengujian dengan Mann Whitney U Test perbedaan daya antibakteri antara konsentrasi ekstrak bunga telang 50%, 75% dan 100% terhadap daya hambat pertumbuhan koloni jampur Candida albicans. Perbedaan kelompok yang signifikan diperoleh nilai sig < 0,05. Hasil menunjukkan perlakuan antar kelompok menunjukkan perbedaan yang signifikan. Pada perlakuan K(-) dan K( ) menunjukkan adanya perbedaan pertumbuhan bakteri Candida albicans yang signifikan dengan nilai p < 0. Perlakuan K(-) dan 50% menunjukkan adanya perbedaan pertumbuhan bakteri Candida albicans yang signifikan dengan nilai p < 0. Perlakuan K(-) dan 75% menunjukkan adanya perbedaan pertumbuhan bakteri Candida albicans yang signifikan dengan nilai p < Perlakuan K(-) dan 100% menunjukkan tidak adanya perbedaan pertumbuhan bakteri Candida albicans yang signifikan dengan nilai p > 0. Perlakuan K( ) dan 50% menunjukkan adanya perbedaan pertumbuhan bakteri Candida albicans yang signifikan dengan nilai p < 0. Perlakuan K( ) dan 75% menunjukkan adanya perbedaan pertumbuhan bakteri Candida albicans yang signifikan dengan nilai p < 0. Perlakuan K( ) dan 100% menunjukkan adanya perbedaan pertumbuhan bakteri Candida albicans yang signifikan dengan nilai p < Perlakuan bunga telang 50% dan 75% menunjukkan adanya adanya perbedaan pertumbuhan bakteri Candida albicans yang signifikan dengan nilai p > 0. Perlakuan bunga telang 50% dan 100% menunjukkan adanya perbedaan pertumbuhan bakteri Candida albicans yang signifikan dengan nilai p > 0. Perlakuan bunga telang 75% dan 100% menunjukkan adanya perbedaan pertumbuhan bakteri Candida albicans yang signifikan dengan nilai p > Perlakuan kontrol negatif dan nano kitosan 0,2% menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan p > 0,05. Perlakuan kontrol negatif dan nano kitosan 0,5% menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan p > 0,05. Perlakuan kontrol positif dan nano kitosan 0,1% menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan p < 0,05. Perlakuan kontrol positif dan nano kitosan 0,2% menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan p < 0,05. Perlakuan kontrol positif dan nano kitosan 0,5% menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan p < 0,05. Perlakuan nano kitosan 0,1% dan 0,2 % menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan. Perlakuan nano kitosan 0,1% dan 0,5 % menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan. Perlakuan nano kitosan 0,2% dan 0,5 % menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan. PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tanggal 27 Juli 2022 didapatkan hasil penelitian daya hambat pertumbuhan koloni jamur Candida albicans menggunakan ekstrak bunga telang konsentrasi 50%, 75% dan 100% menunjukan adanya perubahan yang cukup signifikan akibat perlakuan Bunga Telang yang diekstrak. Konsentrasi ekstrak bunga telang digunakan pada uji pendahuluan yang bertujuan untuk menentukan konsentrasi yang akan digunakan dalam penelitian dan menguji daya hambat ekstrak bunga telang. Pada uji pendahuluan, ekstrak kelopak bunga telang dibuat dalam 3 konsentrasi, yaitu 50%,75% dan 100% Selain itu pada uji pendahuluan juga digunakan kontrol positif ketokonazol 2%. Konsentrasi ini adalah konsentrasi standar yang biasa digunakan untuk uji sensitifitas ketoconazole terhadap Candida albicans sehingga ketokonazol akan memberikan hasil yang positif . Data yang digunakan merupakan data yang tidak berdistribusi normal dan tidak homogen sehingga pengujian lanjutan menggunakan uji non parametrik yaitu uji Kruskal-Wallis. Hasil pengujian statistik menggunakan uji Kurskal-Wallis menunjukkan bahwa perbedaan yang signifikan efektifitas konsentrasi ekstrak bunga telang 50%, 75%, 100% dalam membunuh koloni pertumbuhan jamur Candida albicans pada media Sabouraud Dextrose Agar (SDA). Hasil pengujian menggunakan Man Whitney tidak adanya perbedaan yang signifikan konsentrasi ekstrak bunga telang 50%, 75%, 100% dalam membunuh koloni pertumbuhan jamur Candida albicans pada media Sabouraud Dextrose Agar (SDA), artinya konsentrasi bunga telang yang terus ditingkatkan mengalami penurunan efektifitas dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Pengaruh yang signifikan dan berbeda dari setiap konsentrasi ekstrak karena kandungan senyawa fitokimia yang terkandung pada ekstrak bunga telang (Clitoria ternate. antara lain: pigmen antosianin, kaepferol, quereetin, miricetin. Saat proses ekstrasi ditemukan adanya pigmen berwarna biru pada cairan, itu terjadi karena adanya zat antosianin yang terkandung pada bunga telang (Rahayu 2. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut: 1Ekstrak bunga telang efektif menghambat pertumbuhan Candida albicans pada media SDA (Sabouroud Dextrosa Aga. mulai dari konsentrasi 50%, 75%, 100% mengalami penurunan daya hambat terhadap Candida albicans berturut-turut sebsar 2,6mm 1,6mm, 0,4mm. Konsentrasi bunga telang 50% mempunya daya hambat paling besar yaitu sebesar 2,6 mm terhadap Candida albicans dibandingkan konsentrasi 75%, 100% Setelah dilakukan penelitian tentang uji antifungi ekstrak bunga telang. Terhadap pertumbuhan candida albicans secara in vitro penulis menyarankan Perlu peneltian lebih lanjut mengenai kandungan zat aktif dari bunga telang yang memiliki aktivitas antifungi yang lebih spesifik dan mekanisme Dilakukan penelitian serupa dengan menggunakan teknik ekstrasi lain sehingga dapat diketahui hasil kualitatifnya untuk menujukan hasil daya hambat yang berbeda. DAFTAR PUSTAKA