ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 PENGARUH RETURN ON EQUITY. LOAN TO DEPOSIT RATIO. DAN CAPITAL ADEQUACY RATIO TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN SEKTOR PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Verry email: verrylee528@gmail. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ROE. LDR, dan CAR terhadap nilai Peneliti menggunakan Price to book value untuk mengukur nilai perusahaan, rasio Return on Equity (ROE) untuk mengukur kinerja keuangan. Loan to Deposit Ratio (LDR) untuk mengukur likuiditas perusahaan, dan rasio Capital Adequcy Ratio (CAR) untuk menilai kecukupan modal. Sampel penelitian yang digunakan diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2015 sampai dengan 2020. Berdasarkan kriteria yang ditetapkan, didapati 36 perusahaan yang memenuhi kriteria dari 45 perusahaan yang ada. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan menggunakan aplikasi Software Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 25. Berdasarkan hasil analisis statistik yang dilakukan, diketahui bahwa capital adequacy ratio tidak memberikan pengaruh terhadap nilai perusahaan. Sedangkan return on equity memberikan pengaruh positif terhadap nilai perusahaan dan loan to deposit ratio memberikan pengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. KATA KUNCI: Kinerja Keuangan. Likuiditas. Nilai Perusahaan. Return on Equity. Loan to Deposit Ratio. Capital Adequacy Ratio. Price to Book Value. PENDAHULUAN Bank merupakan lembaga keuangan yang memiliki peran sebagai penghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit. Sektor perbankan menjadi sektor yang cukup menarik karena memiliki kinerja keuangan yang cenderung lebih stabil dibandingkan dengan sektor lain. Dengan kata lain, sektor perbankan memiliki kemungkinan lebih kecil dalam mengalami kebangkrutan. Stabilitas inilah yang menjadi nilai lebih bagi perusahaan perbankan, karena investor akan lebih merasa tenang dalam menanamkan modalnya jika perusahaan memiliki kinerja keuangan yang cenderung stabil. Dalam penelitian ini, penilaian investasi akan didasarkan pada sudut pandang investor. Hal ini dikarenakan investor merupakan pihak yang menanamkan modal pada perusahaan, sehingga analisis keuangan dibutuhkan untuk menghindari risiko kerugian akibat kesalahan pemilihan investasi. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Secara umum, investor tentu akan mencari perusahaan dengan nilai yang baik untuk Nilai perusahaan merupakan sebuah ukuran yang umumnya digunakan oleh publik dalam menentukan layak atau tidaknya perusahaan untuk diinvestasikan. Nilai perusahaan yang baik mencerminkan seberapa baik perusahaan dapat mengelola Price to book value menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam memilih Hal ini dikarenakan price to book value mengukur seberapa murah atau mahalnya suatu saham dengan membandingkan nilai pasar saham dengan nilai buku saham Investor tentu akan mencari perusahaan dengan harga saham yang undervalue, di mana saham memiliki harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga Untuk melihat nilai dari suatu perusahaan, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah kinerja keuangannya. Dengan menganalisis kinerja keuangan perusahaan, kita dapat melihat seberapa baik performa yang dapat diberikan oleh perusahaan dalam menghasilkan laba. Return on equity merupakan rasio yang umumnya digunakan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan. Semakin besar pengembalian yang dapat dihasilkan perusahaan dapat mengindikasikan bahwa semakin baik pula kinerja keuangan perusahaan tersebut. Dari data yang ada, investor dapat menggunakannya untuk melakukan penilaian terhadap performa perusahaan. Selain melihat kinerjanya, hal lain yang harus diperhatikan adalah likuiditas yang dimiliki perusahaan. Likuiditas adalah kemampuan perusahaan dalam memenuhi setiap kewajiban jangka pendeknya. Dalam mengukur likuiditas perusahaan perbankan umumnya digunakan loan to deposit ratio. Berdasarkan standar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, loan to deposit ratio yang baik berkisar antara 85 persen sampai 100 Semakin besar kredit yang diberikan oleh bank dapat mengindikasikan bahwa semakin besar pula risiko gagal bayar yang akan dihadapi bank. Risiko yang tinggi akan membuat investor ragu untuk menanamkan modalnya, sehingga memengaruhi harga saham perusahaan dan menurunkan nilai dari perusahaan tersebut. Perusahaan yang baik juga harus memiliki permodalan yang cukup untuk mendanai kegiatan operasionalnya. Untuk menilai kemampuan permodalan perbankan, umumnya digunakan capital adequacy ratio. Menurut standar yang diberikan oleh Bank Indonesia, permodalan minimum yang harus dimiliki bank adalah 8 persen. Investor tentu akan memilih perusahaan dengan kemampuan permodalan yang baik, di mana kemampuan ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 permodalan tersebut dapat mencerminkan seberapa bagus performa perusahaan yang Hal tersebut kemudian akan memengaruhi persepsi investor dalam menilai nilai perusahaan. KAJIAN PUSTAKA Nilai Perusahaan Harmono . 8: . menyatakan bahwa nilai perusahaan merupakan Aukinerja perusahaan yang dicerminkan oleh harga saham yang dibentuk oleh permintaan dan penawaran di pasar modal yang merefleksikan penilaian masyarakat terhadap kinerja perusahaanAy. Secara umum, nilai perusahaan dapat diukur dengan menggunakan rasio price to book value. Hal ini dikarenakan price to book value membandingkan antara nilai pasar saham perusahaan dengan nilai buku saham perusahaan. Nilai perusahaan yang baik umumnya merupakan perusahaan yang memiliki nilai pasar saham yang lebih tinggi dibandingkan dengan nilai buku sahamnya. Nilai pasar yang lebih tinggi dapat mengindikasikan bahwa perusahaan memiliki nilai yang bagus, sehingga investor berani untuk menghargai saham perusahaan lebih tinggi daripada nilai bukunya. Menurut Harmono . 8: . , rumus price to book value adalah : PBV = Harga Saham Nilai Buku Saham Biasa Harga saham yang terbentuk merupakan refleksi dari penilaian publik terhadap kinerja perusahaan secara rill. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa baik atau tidaknya nilai perusahaan juga ditentukan oleh faktor dari eksternal perusahaan. Di mana dari penjelasan yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa para investor memegang peran penting karena sebagai pihak yang berkontribusi dalam pembentukan harga saham Nilai perusahaan yang baik selanjutnya akan berpengaruh terhadap kepercayaan para investor dalam menanamkan modalnya, hal ini dikarenakan kinerja yang baik dari perusahaan dapat memberikan jaminan bahwa uang yang diinvestasikan investor dapat dikelola dengan lebih aman. Return on Equity Menurut Rudianto . 3: . Aukinerja keuangan merupakan hasil atau prestasi yang telah dicapai oleh manajemen perusahaan dalam menjalankan fungsinya mengelola aset perusahaan secara efektif selama periode tertentuAy. Kinerja keuangan suatu perusahaan akan memberikan gambaran seperti apa pengelolaan yang dilakukan oleh ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 manajemen dalam mengelola perusahaannya. Dalam penelitian ini rasio pengukuran kinerja yang akan digunakan adalah return on equity. Terkait dengan return yang didapat oleh perusahaan, ada teori pendukung yang membahas mengenai pentingnya return dan keterkaitannya dengan nilai perusahaan. Salah satunya ialah teori dividend irrelevance. Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba tentu sangat penting, mengingat investor mengharapkan pengembalian yang memuaskan atas investasi yang telah dilakukan Hal ini sejalan dengan teori dividend irrelevance yang mengatakan bahwa nilai perusahaan hanya dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan tingkat risikonya. Sebelum berinvestasi investor tentu akan membutuhkan informasi yang cukup sebagai bahan pertimbangannya. Laporan keuangan perusahaan harus dapat memberikan informasi yang cukup dan jelas mengenai kegiatan usahanya, sehingga investor dapat menilai tingkat kinerja keuangan yang diberikan oleh perusahaan. Menurut Hery . , return on equity merupakan rasio yang mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola modal yang ada untuk memperoleh laba bersih. Rumus untuk menghitung rasio return on equity menurut Surat Edaran Bank Indonesia nomor 6/23/DPNP adalah: ROE = Laba Setelah Pajak Rata Oe Rata Modal Inti Laba atau pengembalian yang terus bertambah dapat mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut terus tumbuh, yang mana bila hal tersebut terjadi akan membuat kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya menjadi lebih tinggi. Hal tersebut pada akhirnya akan menaikkan harga saham dan membuat nilai perusahaan juga naik. Pernyataan tersebut didukung oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Situmorang . Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa return on equity berpengaruh positif terhadap price to book value. Hasil yang serupa juga didapatkan oleh penelitian yang dilakukan oleh Sondakh. Saerang, dan Samadi . dan Ariyanti . Dalam penelitian yang dilakukannya, didapati bahwa return on equity memberikan pengaruh positif terhadap price to book value H1 : Return on equity berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Loan to Deposit Ratio Likuiditas perusahaan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan karena memberikan gambaran pada para investor mengenai seberapa besar kemampuan ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 perusahaan dalam mengelola kewajibannya. Hery . 9: . berpendapat bahwa likuiditas perbankan sendiri dapat dilihat dari sisi aset dan dari sisi pasiva. Dari sisi aset, bank dapat dikatakan likuid apabila mampu untuk mengubah seluruh asetnya ke dalam bentuk tunai. Sedangkan dari sisi pasiva, bank dapat dikatakan likuid apabila bank mampu untuk memenuhi kebutuhan dana dengan segera. Menurut teori dividend irrelvance, nilai perusahaan juga dapat dipengaruhi oleh tingkat risiko. Untuk menilai likuiditas perusahaan perbankan, salah satu rasio yang dapat digunakan ialah loan to deposit ratio. Loan to deposit ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui kemampuan bank dalam membayar kembali kewajiban kepada nasabah yang telah menanamkan dananya dengan kredit-kredit yang telah diberikan kepada para debiturnya (Martono, 2002: . Rumus untuk loan to deposit ratio menurut Surat Edaran Bank Indonesia nomor 6/23/DPNP adalah : LDR = Kredit Dana Pihak Ketiga Semakin besar likuiditas perusahaan menandakan bahwa semakin besar pula kredit yang disalurkannya. Besarnya kredit yang disalurkan oleh pihak bank akan mengakibatkan semakin besar pula kemungkinan kegagalan pembayaran piutang oleh Besarnya risiko gagal bayar akan berakibat pada semakin besarnya risiko kerugian yang akan ditanggung oleh perusahaan. Semakin likuid perusahaan akan berakibat semakin besar risiko kerugian yang mungkin akan diterima oleh perusahaan. Risiko yang terlalu besar akan membuat investor semakin ragu untuk menanamkan Apabila hal tersebut terjadi, maka nilai perusahaan juga akan menurun karena investor akan cenderung mencari perusahaan lain dengan investasi yang lebih aman. Pernyataan tersebut didukung oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Diani dan Dyah . Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa loan to deposit ratio berpengaruh negatif terhadap price to book value. Hasil yang serupa juga didapatkan dari penelitian yang dilakukan oleh Halimah dan Komariah . dan Maryadi dan Pusvita . Dalam penelitian yang dilakukannya, didapati bahwa loan to deposit ratio juga memberikan pengaruh negatif terhadap price to book value. H2 : Loan to deposit ratio berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Capital Adequacy Ratio Kecukupan modal perbankan sangat penting untuk meminimalisir risiko yang mungkin saja akan terjadi. Tercapainya kecukupan modal perusahaan dapat membuktikan ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 bahwa perusahaan sedang berada pada kondisi keuangan yang baik. Dengan permodalan yang baik, perusahaan akan memiliki kekuatan yang lebih dalam menghadapi risiko karena kecukupan modal yang dimiliki bisa menjadi back up apa bila sewaktu waktu Kemampuan tersebut dapat dinilai melalui analisis perhitungan rasio Salah satu rasio yang umumnya digunakan untuk menilai kemampuan permodalan bank adalah capital adequacy ratio. Hery . 9: . berpendapat bahwa capital adequacy ratio, adalah rasio kinerja bank untuk mengukur kecukupan modal yang dimiliki bank untuk menunjang aset yang mengandung atau menghasilkan risiko, misalnya risiko atas kredit yang diberikan. Rumus untuk capital adequacy ratio menurut Surat Edaran Bank Indonesia nomor 6/23/DPNP adalah : CAR = Modal ATMR Semakin besar modal yang dimiliki oleh perusahaan untuk menunjang aset-aset berisikonya, menandakan bahwa semakin besar pula kemampuan perusahaan dalam menghadapi risiko. Kemampuan dalam menunjang risiko yang baik akan memberikan tingkat keamanan finansial yang baik, sehingga investor akan lebih percaya untuk menanamkan modalnya dan akan membuat nilai perusahaan naik. Pernyataan tersebut didukung oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Diani dan Dyah . Hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa capital adequacy ratio berpengaruh positif terhadap terhadap nilai perusahaan. Hasil yang serupa juga didapatkan oleh penelitian yang dilakukan oleh Murni dan Harijanto . dan Japhar. Marjam, dan Dedy . Dalam penelitian yang dilakukannya, didapati bahwa capital adequacy ratio juga memberikan pengaruh positif terhadap price to book value. H3 : Capital adequacy ratio berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan metode studi dokumenter. Studi dokumenter merupakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan sumber dokumen yang berhubungan dengan masalah penelitian. Data yang digunakan merupakan data sekunder kuantitatif. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari sumber yang sudah ada atau telah tersedia dan telah dikumpulkan oleh pihak lain. Sedangkan data kuantitatif merupakan data yang berbentuk angka dan dapat diukur atau dihitung secara ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Data penelitian yang digunakan diperoleh dari laporan keuangan perusahaan yang diterbitkan di website resmi Bursa Efek Indonesia w. Populasi perusahaan yang diambil adalah Perusahaan Sektor Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebanyak 45 perusahaan. Untuk pengambilan sampel sendiri, penelitian ini akan menggunakan metode purposive sampling. Kriteria yang ditetapkan untuk pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Perusahaan Sektor Perbankan yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia sebelum tahun 2015. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalh teknik analisis kuantitatif, di mana analisis data dilakukan dengan perhitungan matematis. Dalam menganalisis data yang ada, alat analisis yang digunakan adalah uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda, dan uji hipotesis. PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Pada penelitian ini, data yang diambil adalah data dari tahun 2015 sampai dengan 2020 sebanyak 216 sampel. Deskripsi variabel dalam penelitian ini meliputi nilai terkecil, terbesar, rata-rata, dan standar deviasi dari ROE. LDR. CAR dan PBV. Berikut ini merupakan tabel yang memuat distribusi statistik deskriptif masing-masing variabel. TABEL 1 Analisis Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Return On Equity Loan To Deposit Ratio Capital Adequacy Ratio Nilai Perusahaan Valid N . Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sumber: Data olahan 2022 Berdasarkan Tabel 1, dapat diketahui bahwa return on equity memiliki nilai mean yang lebih kecil daripada strandar deviasinya. Hal tersebut mengindikasikan bahwa return on equity memiliki sebaran data yang cukup bervariasi. Berbeda dengan variabel return on equity, variabel loan to deposit ratio, capital adequacy ratio, dan nilai perusahaan memiliki nilai sebaran data yang cukup kecil dan tidak terlalu bervariasi. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Uji Asumsi Klasik Pada penelitian ini, uji asumsi klasik dilakukan dengan bantuan software SPSS Hasil pengujian menunjukan bahwa data tidak berdistribusi secara normal, sehingga dilakukan eliminasi data dan transformasi data dengan transformasi LN. Jumlah data yang tersisa setelah dilakukan penormalan ialah sebanyak 176 data. Setelah dilakukan penormalan, model regresi menunjukan keterbebasan dari masalah normalitas, heterokedastisitas, multikolinearitas, dan autokorelasi. Analisis Linear Berganda Hasil analisis regresi linear berganda dapat dilihat pada Tabel 2 sebagai berikut: TABEL 2 Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Collinearity Coefficients Coefficients Sig. Statistics Model Std. Error Beta Tolerance VIF 1 (Constan. Return On Equity Loan To Deposit Ratio Capital Adequacy Ratio Dependent Variable: Nilai Perusahaan Sumber: Data olahan 2022 Berdasarkan hasil pada Tabel 2, dapat diperoleh persamaan matematis regresi linear berganda sebagai berikut : Y = 3,884 4,162 X1 Ae 3. 404 X2 0,247 X3 e Berdasarkan persamaan matematis diatas, dapat dijelaskan bahwa hasil persamaan regresi berganda sebagai berikut : Nilai konstanta adalah sebesar 3,884, hal ini mengindikasikan bahwa apabila semua variabel independen dalam penelitian bernilai nol maka nilai perusahaan akan sebesar 3,884. Return on equity . menunjukkan nilai sebesar 4,162, hal ini menjelaskan bahwa return on equity memiliki hubungan yang searah atau positif dengan nilai perusahaan. Apabila return on equity perusahaan naik sebesar satu maka akan menaikkan nilai perusahaan sebesar 4,162 satuan dengan asumsi variabel lain bernilai tetap. Loan to deposit ratio . menunjukkan nilai sebesar -3,404, hal ini menjelaskan bahwa loan to deposit ratio memiliki hubungan berlawanan arah atau negatif terhadap nilai perusahaan. Apabila loan to deposit ratio perusahaan naik sebesar satu maka ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 akan menurunkan nilai perusahaan sebesar 3,404 satuan dengan asumsi variabel lain bernilai tetap. Capital adequacy ratio . menunjukkan nilai sebesar 0,247, hal ini menjelaskan bahwa capital adequacy ratio memiliki hubungan searah atau positif terhadap nilai Apabila capital adequacy ratio perusahaan naik sebesar satu maka akan menaikkan nilai perusahaan sebesar 0,247 satuan dengan asumsi variabel lain bernilai Korelasi dan Koefisien Determinasi Berikut ini merupakan Tabel 3 hasil pengujian koefisien korelasi dan koefisien TABEL 3 Pengujian Autokorelasi Model Summaryb Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. Capital Adequacy Ratio. Return On Equity. Loan To Deposit Ratio Dependent Variable: Nilai Perusahaan Sumber: Data olahan 2022 Berdasarkan hasil pengujian pada Tabel 3, dapat diketahui bahwa nilai koefisien korelasi (R) menunjukan nilai sebesar 0,401. Hasil terebut menunjukan bahwa return on equity, loan to deposit ratio, dan capital adequacy ratio memberikan hubungan yang Hasil tersebut juga menunjukan bahwa tingkat kekuatan hubungan yang terbentuk adalah sedang, karena berada pada rentan 0,40 sampai dengan 0,599. Nilai koefisien determinasi (Adjust R Squar. menunjukan nilai sebesar 0,140. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa return on equity, loan to deposit ratio, dan capital adequacy ratio mampu memberikan penjelasan sebesar 14,0 persen terhadap nilai perusahaan, sedangkan 86,0 persen sisanya merupakan pengaruh dari variabel lain yang tidak dimasukan kedalam penelitian ini. Uji Kelayakan Model Uji kelayakan model merupakan uji yang digunakan untuk melihat kelayakan sebuah model penelitian. Pengujian dilakukan dengan melihat nilai signifikansi yang diberikan dan membandingkan besaran Ftabel dan Fhitung. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 TABEL 4 Uji Kelayakan Model ANOVAa Sum of Model Squares Mean Square Sig. Regression Residual Total Dependent Variable: Nilai Perusahaan Predictors: (Constan. Capital Adequacy Ratio. Return On Equity. Loan To Deposit Ratio Sumber: Data olahan 2022 Berdasarkan Tabel 4, dapat dilihat bahwa nila Sig menunjukkan nilai sebesar 0,000 dengan Fhitung sebesar 6,664. Hal ini dapat diartikan bahwa model penelitian adalah layak. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan nilai Sig yang lebih kecil daripada 0,05 . ,000 < 0,. dan Fhitung yang lebih besar daripada Ftabel . ,664 > 2,. Uji t dan Pembahasan Uji t merupakan uji yang dilakukan untuk melihat seberapa jauh variabel independen dapat memengaruhi variabel dependennya. Pengujian dilakukan dengan melihat signifikansi yang diberikan dan membandingkan nilai thitung dengan ttabel. Jika nilai signifikansi menunjukan hasil lebih kecil daripada 0,05 dengan thitung lebih besar daripada ttabel, maka variabel dapat dinyatakan memberikan pengaruh terhadap variabel Nilai ttabel pada penelitian ini adalah sebesar 1,65714. Nilai tersebut dapat diperoleh dengan cara melihat tabel distribusi t probabilitas 0,05 dan df = 125. Pengaruh Return on Equity terhadap Nilai Perusahaan (PBV) Berdasarkan output SPSS pada Tabel 2, dapat dilihat bahwa return on equity menunjukkan nilai Sig sebesar 0,000 atau lebih kecil daripada 0,05 . ,000 < 0,. Nilai thitung yang didapat adalah sebesar 4,038 atau lebih besar daripada ttabel . ,038 > 1,65. dengan arah korelasi sebesar 4,162. Hasil pengujian tersebut menandakan bahwa return on equity memberikan pengaruh searah terhadap nilai perusahaan, di mana setiap kenaikan return on equity akan memengeruhi kenaikan nilai perusahaan. Berdasarkan hasil yang didapat, dapat diketahui bahwa pengembalian yang terus bertambah dapat mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut terus tumbuh. Semakin besar pertumbuhan laba perusahaan dapat mengindikasikan bahwa perusahaan memiliki performa keuangan yang baik. Perusahaan dengan performa keuangan yang baik akan lebih dipercaya investor, sehingga investor lebih berani untuk menanamkan modalnya. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Hal tersebut pada akhirnya akan menaikkan harga saham dan menaikkan nilai Pengaruh Loan to Deposit Ratio terhadap Nilai Perusahaan (PBV) Loan to deposit ratio pada output SPSS menunjukkan nilai Sig sebesar 0,017 atau lebih kecil daripada 0,05 . ,017<0,. Nilai thitung yang didapat adalah sebesar -2,424 atau lebih kecil daripada ttabel (-2,424 < -1,65. dengan arah korelasi sebesar -3,404. Hasil tersebut dapat diartikan bahwa likuiditas memberikan pengaruh negatif atau berlawanan arah terhadap nilai perusahaan, di mana setiap kenaikan yang terjadi pada loan to deposit ratio akan menurunkan nilai perusahaan dan begitu pula sebaiknya. Berdasarkan hasil yang didapat, dapat dijelaskan bahwa semakin besar dana kredit yang disalurkan oleh bank dapat menaikkan risiko gagal bayar oleh debitur. Besarnya risiko yang akan dihadapi membuat ketertarikan investor menurun dan lebih memilih perusahaan lain yang memiliki risiko lebih kecil. Pengaruh Capital Adequacy Ratio terhadap Nilai Perusahaan (PBV). Capital adequacy ratio pada output SPSS menunjukkan nilai Sig sebesar 0,856 atau lebih besar daripada 0,05 . ,856 > 0,. Nilai thitung yang didapat adalah sebesar 0,181 atau lebih kecil daripada ttabel . ,181 < 1,65. Hasil tersebut menandakan bahwa capital adequacy ratio tidak memberikan pengaruh terhadap nilai perusahaan, sehingga setiap kenaikan atau penurunan yang terjadi pada capital adequacy ratio tidak akan memengaruhi kenaikan atau penurunan nilai perusahaan. Hal tersebut dikarenakan sebagian besar modal yang dimiliki oleh bank berasal dari modal pinjaman, sehingga bank harus memiliki kemampuan untuk membayar kembali Meskipun bank telah memiliki nilai CAR sebesar 8 persen, hal tersebut bisa saja menurun sewaktu-waktu karena pembayaran kembali pinjamannya. Hal ini menyebabkan investor menjadi kurang memperhatikan nilai CAR dalam berinvestasi, sehingga menyebabkan CAR tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. PENUTUP Berdasarkan hasil pengujian yang dipaparkan, maka hasil pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa return on equity berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Hal ini menandakan bahwa setiap kenaikan return on equity akan ikut memengaruhi kenaikan nilai perusahaan juga. Sedangkan loan to deposit ratio berpengaruh negatif terhadap nilai ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Hal tersebut mengindikasikan bahwa setiap kenaikan loan to deposit ratio akan menurunkan nilai perusahaan begitu pula sebaliknya. Capital adequacy ratio tidak memberikan pengaruh terhadap nilai perusahaan sehingga setiap kenaikan atau penurunan yang terjadi pada capital adequacy ratio tidak akan memberikan pengaruh terhadap kenaikan atau penurunan nilai perusahaan. Pada penelitian ini didapati bahwa variabel capital adequacy ratio belum mampu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan, sehingga disarankan untuk penelitian berikutnya dapat menggunakan variabel lain DAFTAR PUSTAKA