KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2025. Vol. 2 No. 1: 16-26 Pengembangan Industri Kreatif Tenun Songket Berbasis Potensi Budaya Lokal Di Desa Sebauk Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Khodijah Ishak1*. Muhammad Isa Selamat2 1 Ekonomi Syariah. Institut Syariah Negeri Junjungan Bengkalis. Riau. Indonesia 2 Manajemen Bisnis Syariah. Institut Syariah Negeri Junjungan Bengkalis. Riau. Indonesia https://doi. org/10. 46367/khidmah. Info Artikel Riwayat: Dikirim : 07 April 2025 Direvisi : 10 Mei 2025 Diterima: 31 Mei 2025 Kata Kunci: Pengembanbgan. Industri Kreatif. Tenun Songket. Kesejateraan Abstrak Pengembangan industri kreatif tenun songket di Desa Sebauk berfokus pada pemanfaatan potensi budaya lokal untuk meningkatkan kesejahteraan Inisiatif ini bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan kerajinan tenun songket yang telah menjadi bagian integral dari identitas budaya lokal, mendorong pertumbuhan industri tenun songket sebagai bagian dari ekonomi lokal yang berkelanjutan, menyiapkan generasi muda sebagai penerus dalam industri ini, memberikan pengetahuan tentang tenun songket kepada generasi muda dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan mereka. Kerajinan ini tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan budaya dalam komunitas. Metode yang digunakan adalah Metode diskusi. Focus Group Discussion (FGD), pelatihan, pendampingan, evaluasi dan monitoring. Adapun hasil dari pengabdian ini produk tenun songket yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi dengan motif yang beragam, mencerminkan identitas budaya Desa Sebauk, mendorong generasi muda untuk aktif dalam industri ini, sehingga mereka dapat berkontribusi pada pelestarian budaya dan peningkatan ekonomi local dan pelatihan dan promosi, industri tenun songket diharapkan dapat berkembang secara berkelanjutan, memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Sebauk. Adapun kesimpulan hasil pengabdian ini pengembangan industri kreatif tenun songket berbasis potensi budaya lokal di Desa Sebauk merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi Korespondensi: This work is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercialShareAlike 4. International License. E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2025 Vol. 1 No. 1: 1-6 PENDAHULUAN Desa Sebauk, yang terletak di Kabupaten Bengkalis, memiliki tradisi tenun songket yang kaya, yang merupakan bagian dari warisan budaya lokal, (Viona Afriyani et al. , 2. Produk tenun songket di daerah ini tidak hanya memiliki nilai estetika tetapi juga simbolik, mencerminkan identitas budaya masyarakat setempat, (Viona Afriyani et al. , 2. Dengan memanfaatkan motif dan teknik tradisional, industri ini dapat menarik minat pasar yang lebih luas, baik lokal maupun internasional, (Levedra Levedra et al. , 2. Industri kreatif tenun songket di Desa Sebauk Kecamatan Bengkalis. Riau, berakar dalam budaya lokal dan telah menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Pengembangan industri kreatif tenun songket di Desa Sebauk. Kabupaten Bengkalis, berfokus pada pemanfaatan potensi budaya lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tenun songket di Desa Sebauk tidak hanya merupakan produk kerajinan, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai budaya dan tradisi masyarakat setempat. Kain tenun songket sering digunakan dalam berbagai acara adat dan keagamaan, sehingga memiliki makna yang dalam bagi pemakainya, (Murniati, 2. Tenun songket di Desa Sebauk Kecamatan Bengkalis ini merupakan warisan budaya yang telah ada sejak zaman prasejarah. Tenun Sebauk, yang merupakan bagian dari tradisi tenun di Riau. Motif yang digunakan dalam tenun songket di Desa Sebauk sangat beragam dan sering kali terinspirasi oleh lingkungan dan budaya lokal. Adapun motif yang digunakan adalah motif siku awan. Motif tapuk mangis, motif siku keluang dan motif siku awan. Setiap motif mengandung makna filosofis yang mendalam, mencerminkan nilai-nilai kehidupan, agama, dan budaya masyarakat Bengkalis dan berfungsi sebagai warisan budaya (Nyoman Sila et al. , 2. Misalnya, motif-motif ini sering kali terinspirasi oleh alam sekitar, seperti tumbuhan dan hewan, serta memiliki pengaruh dari ajaran agama Islam yang melarang pembuatan gambar makhluk hidup secara langsung(Romas Tahrir et al. Beberapa motif yang umum ditemukan termasuk motif daun, bunga, dan geometris. Inovasi dalam desain dan teknik produksi sangat penting untuk menjaga relevansi produk tenun songket di pasar modern. Pengembangan motif baru yang mengambil inspirasi dari budaya setempat dapat menarik minat pasar yang lebih luas, (Nyoman Sila et al. , 2. Untuk meningkatkan keterampilan para perajin, pelatihan tentang teknik menenun dan desain motif dilakukan. Hal ini bertujuan agar para perajin dapat menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dan inovatif. Usaha tenun songket di Desa Sebauk, seperti usaha Putri Mas, telah menjadi salah satu UMKM yang berkontribusi pada perekonomian lokal, (Murniati, 2. Melalui pengembangan industri kreatif ini, diharapkan kesejahteraan masyarakat Desa Sebauk akan meningkat dan masyarakat dapat memperoleh pendapatan tambahan dari hasil kerajinan mereka. Industri tenun songket di desa Sebauk Kecamatan Bengkalis sebagian besar dikelola oleh perempuan yang menjalankan usaha Keterampilan ini diwariskan secara turun-temurun dalam keluarga dan dijadikan sebagai sumber pendapatan untuk membantu meningkatkan perekonomian keluarga dengan memberikan lapangan pekerjaan dan sumber pendapatan tambahan. Meskipun memiliki nilai budaya dan ekonomi yang tinggi, dalam pengembangan industri ini terdapat beberapa venomen yang muncul diantaranya kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya melindungi warisan budaya lokal ini, sehingga motif kain tenun songket di Bengkalis masih dianggap kurang memadai (Faturrazi et al. , selain itu kurangnya keterlibatan generasi muda dalam industri ini. sementara harga bahan baku terus meningkat. Hal ini mengakibatkan margin keuntungan yang semakin menyusut bagi pengrajin dan rendahnya kreativitas dalam menciptakan motif baru. Hal ini membuat produk menjadi kurang menarik dibandingkan dengan produk sejenis dari daerah lain atau produk massal. Pengabdian ini dilakukan dengan mengacu pada penelitian-penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Chotimah, 2022. Lende, 2018. Mukhsin & Mukhlis, 2022. Nugraha & Utami, 2021. Putra. , 2018. Seminari et al. , 2019. Subrata & Damanik, 2. hasil penelitan menunjukkan bahwa Pengembangan Industri Kreatif Tenun berdampak pada peningkatakan pendapatan pengrajin, terutama untuk wanitia yang yang merupakan aktor utama dalam industri ini. Selain itu pada penelitian yang dilakukan oleh (Hidayati et al. , 2019. Jamil & Nugroho, 2023. Triambodo, 2. E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2025 Vol. 1 No. 1: 1-6 membuktikan bahwa kerajinan tenun telah membawa dampak positif terhadap pelestarian budaya tenun lokal dan warisan budaya. Dengan cara ini, industri tenun tidak hanya berperan sebagai sumber penghasilan, tetapi juga sebagai alat untuk menjaga dan melestarikan budaya yang memiliki nilai tinggi. Dalam ranah ekonomi, usaha tenun tradisional memiliki potensi besar dalam menciptakan peluang kerja, terutama di wilayah-wilayah yang masih minim akses terhadap lapangan pekerjaan di sektor lain misalnya industri tenun, (Budiarto et al. , 2. Aktivitas ini menjadi solusi bagi perempuan yang tidak memiliki kesempatan untuk bekerja secara formal. Dengan menenun, mereka dapat bekerja yang tidak berjauhan dengan rumahnya, mengatur waktu secara fleksibel, serta tetap menjalankan tanggung jawab domestik tanpa harus meninggalkan peluang ekonomi, (Safri, 2. , produk tenun tradisional juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi di pasar, terutama jika dipromosikan melalui strategi yang efektif seperti pameran kerajinan, galeri seni, atau platform Teori pemberdayaan ekonomi menggarisbawahi pentingnya tiga langkah utama untuk mencapai kemandirian ekonomi, yaitu menciptakan lingkungan yang mendukung . , meningkatkan kapasitas masyarakat . , dan memberikan perlindungan terhadap risiko ekonomi . , (Habib, 2. Dari sudut pandang sosial, usaha tenun juga memainkan peran penting dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya serta tradisi. Aktivitas menenun tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan ekonomi dan menjadi medium untuk mempertahankan warisan budaya yang diturunkan dari generasi ke generasi, (Sutardi, 2. Di berbagai daerah, motif tenun ikat yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai estetika semata, tetapi juga mengandung makna simbolis yang mencerminkan sejarah, kepercayaan, dan filosofi hidup masyarakat setempat. Dengan terus melestarikan tradisi menenun, masyarakat turut berkontribusi dalam menjaga identitas budaya mereka di tengah tantangan modernisasi yang berpotensi mengancam keberlanjutan warisan budaya tradisional, (Zamhari et al. , 2. Berdasarkan deskripsi latar belakang di atas, maka alasan yang mendasari kajian ini ialah munculnya isu-isu sebagian besar pengrajin di Desa Sebauk masih menggunakan alat tradisional yang memerlukan waktu lama untuk memproduksi kain tenun dan kurangnya generasi muda dalam keterampilan menenun dan pemahaman tentang nilai-nilai budaya lokal, oleh karena itu untuk membangun ketahanan generasi muda dalam mempertahankan tradisi dan inovasi sangat diperlukan agar industri ini dapat terus berkembang. Terutama pada era globalisasi ini, industri tenun songket menghadapi tantangan dari produk massal yang lebih murah serta kemudahan dalam meniru desain menggunakan teknologi. Namun Pembuatan kain songket di Bengkalis dilakukan secara manual tanpa menggunakan mesin modern, diharapkan generasi muda akan lebih tertarik untuk melanjutkan tradisi menenun songket, sehingga industri ini dapat bertahan dan berkembang di masa Pengembangan industri kreatif tenun songket berbasis potensi budaya lokal di Desa Sebauk merupakan langkah strategis untuk melestarikan warisan budaya sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Sebauk. METODE Kegiatan pengabdian ini dilakukan bersama dengan dosen dan mahasiswa Institut Syariah Negeri Junjungan Bengkalis dan Isntitut Pendidikan Guru Kampus Perempuan Melayu Melaka yang dilaksankaan pada 09 Januari 2025 di Desa Sebauk, tentang pentingnya melestarikan budaya lokal melalui tenun songket. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa langkah yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, dengan harapan tujaun kegiatan ini dapat mempersiapkan generasi muda dalam memahami potensi budaya lokal yang dapat dikembangkan dalam industri tenun songket dan meningkatkan keterampilan menenun serta penerapan motif hias berbasis budaya lokal. Pengembangan industri kreatif tenun songket berbasis potensi budaya lokal di Sebauk melibatkan beberapa metode: Metode Diskusi Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang potensi budaya lokal yang dapat diintegrasikan ke dalam motif tenun songket. Diskusi ini melibatkan E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2025 Vol. 1 No. 1: 1-6 partisipasi aktif dari peserta untuk menggali ide-ide kreatif yang berakar dari budaya setempat, (Nyoman Sila et al. , 2. Metode diskusi juga digunakan untuk mengukur kinerja industri kreatif dengan melibatkan pemangku kepentingan dalam penilaian kinerja dan efektivitas program pengembangan. (Yasrin Zabidi & Marni Astuti, 2. Guna terlaksananya kegiatan ini dengan baik makan TIM Lembaga Pengabidan kepada masyarakat ISNJ Bengkalis mengadakan diskusi dengan Ketua Pelaksana kegiatan Khidmat masyarakat Isntitut Pendidikan Guru Kampus Perempuan Melayu Melaka dan para penenun songket untuk memahami kebutuhan dan harapan Ini juga mencakup pengenalan tentang potensi budaya lokal yang dapat diintegrasikan ke dalam motif tenun songket. Menyiapkan materi pelatihan yang mencakup teknik menggambar motif, pemilihan warna, dan cara menerapkannya dalam proses menenun. Materi ini harus relevan dengan budaya lokal dan menarik bagi peserta. Metode Focus Group Discussion (FGD) Metode ini digunakan untuk mendiskusikan dan merancang instrumen penilaian yang relevan dengan pengembangan industri kreatif. FGD melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perajin dan akademisi, untuk mendapatkan masukan yang komprehensif mengenai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi. Metode Pelatihan dan Pendampingan Setelah diskusi, pelatihan dilakukan untuk menerapkan motif-motif hias berbasis budaya lokal ke dalam produk tenun songket. Ini termasuk teknik menenun dan penerapan desain yang telah disepakati dalam diskusi sebelumnya. (Nyoman Sila et al. , 2. Pada fase ini pimpinan dan tim mengadakan sesi pelatihan praktis di mana peserta dapat langsung berlatih menenun dengan bimbingan dari instruktur berpengalaman, dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis mereka. Para mahasiswa juga diberikan pelatihan keterampilan menenun, termasuk teknik dasar hingga teknik lanjutan untuk menghasilkan motif yang lebih kompleks sesuai dengan potensi budaya lokal. Metode Evaluasi Evaluasi proses dilakukan melalui observasi langsung selama kegiatan berlangsung, mencatat berbagai persoalan yang muncul serta kemajuan peserta dalam menerapkan teknik tenun,(Nyoman Sila et al. , 2. Sedangankan Evaluasi Produk: Kualitas produk tenun songket yang dihasilkan dievaluasi berdasarkan kriteria seperti kerapian, penerapan motif, dan komposisi warna. Hasil evaluasi ini memberikan feedback kepada perajin untuk perbaikan di masa mendatang, (Nyoman Sila et al. , 2. Metode Monitoring Setelah pelatihan, melakukan monitoring untuk mengevaluasi hasil kerja peserta serta memberikan umpan balik yang konstruktif. Hal ini penting untuk memastikan bahwa peserta dapat menerapkan teknik yang telah diajarkan, (Erlina et al. , 2. Melalui kombinasi metode diskusi dan evaluasi ini, diharapkan industri kreatif tenun songket di Desa Sebauk dapat berkembang secara berkelanjutan, memanfaatkan potensi budaya lokal sebagai sumber inspirasi dan inovasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Usaha Tenun Puteri Mas telah berperan signifikan dalam pengembangan ekonomi lokal di Desa Sebauk melibatkan berbagai aspek yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan potensi lokal. Sejak awal berdirinya, usaha ini telah menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 30 orang, dengan mayoritas karyawan adalah perempuan yang sebelumnya tidak memiliki akses ke pekerjaan formal, (Rini Arvika Sari et al. , 2. Kegiatan ini memberikan kontribusi penting dalam konteks ekonomi rumah tangga, karena menyediakan penghasilan tambahan yang stabil. Keterlibatan perempuan dalam proses menenun memungkinkan mereka untuk menjalankan peran domestik mereka sambil berkontribusi pada pendapatan keluarga. Hal ini menciptakan keseimbangan antara tanggung jawab rumah tangga dan partisipasi dalam E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2025 Vol. 1 No. 1: 1-6 kegiatan ekonomi, yang pada gilirannya memperkuat posisi perempuan dalam masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup mereka, (Musrina Harun et al. , 2. Kegiatan ini menekankan pentingnya memanfaatkan potensi budaya lokal sebagai sumber inspirasi dalam pengembangan motif tenun songket. Dengan demikian, produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai estetika tetapi juga mengandung nilai budaya yang kuat, memperkuat identitas daerah, (Lalu Ahmad Jauhari & Sintia Febri, 2. Industri Kreatif Tenun Songket Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pengembangan industri kreatif tenun songket di Desa Sebauk menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi berbasis budaya lokal,(Viona Afriyani et al. , 2. Keberhasilan inisiatif ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat, terutama generasi muda, dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya mereka. Tenun songket menjadi mata pencaharian utama bagi banyak keluarga di Desa Sebauk. Usaha seperti "Putri Mas" telah memberikan peluang kerja kepada masyarakat, terutama perempuan, yang sebelumnya hanya berperan sebagai ibu rumah tangga, (Rini Arvika Sari et al. , 2. Dengan meningkatnya permintaan kain tenun berkualitas tinggi, pengrajin dapat menjual produk mereka dengan harga lebih baik, sehingga membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Harga kain tenun di usaha Putri Mas. Desa Sebauk. Kecamatan Bengkalis, bervariasi tergantung pada motifnya. Motif Siku Awan mulai 350. Motif Pucuk Paku 400. Motif Pucuk Rebung 400. Motif Sentorak 400. Motif Siku Bunga 000. Motif Siku Bintang 550. Motif Tampuk Manggis 680. 000- 1. Motif Bunga Mawar, 800. 000 dan Motif Siku Keluang 850. 000, (Azrani & Hutomo Atman Maulana, 2. Harga kain tenun ini mencerminkan kualitas dan keindahan motif tradisional yang dihasilkan oleh pengrajin lokal di Desa Sebauk, dengan beberapa motif memiliki makna filosofis yang mendalam bagi masyarakat Melayu Riau(Azrani & Hutomo Atman Maulana. Dr. Djoko Suryo, seorang pakar ekonomi dari Universitas Indonesia, menekankan bahwa tenun khas daerah memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Menurutnya, dengan memanfaatkan keindahan dan keunikan tenun tradisional, produk-produk ini dapat memiliki nilai jual tinggi dan bersaing di pasar global. Hal ini sejalan dengan pendapat Prof. Dr. Lilawati Kurnia, yang juga menyatakan bahwa kain tradisional Indonesia memiliki potensi nilai ekonomi yang setara dengan pariwisata jika dikelola dengan serius, pengembangan industri tenun tradisional tidak hanya berpotensi meningkatkan ekonomi lokal tetapi juga melestarikan warisan budaya yang berharga. Dilihat dari sudut pandang ekonomi. Peneliti menjelaskan bahwa pembuatan kain tenun adalah contoh nyata dari penerapan ekonomi kreatif. Konsep ini mencakup sistem produksi yang tidak hanya berfokus pada pengolahan bahan mentah menjadi produk akhir, tetapi juga memanfaatkan kreativitas unik para produsen. Dalam konteks pembuatan kain tenun, sebagian besar produsen adalah perempuan yang berperan sebagai ibu rumah tangga. Ide-ide kreatif mereka tercermin dalam berbagai motif yang dihasilkan selama proses pembuatan kain tenun. Potensi ekonomi dalam pengembangan tenun khas daerah Sebauk merupakan sebuah hal yang patut untuk dipertimbangkan secara serius. Tenun khas daerah Sebauk memiliki keindahan dan keunikan tersendiri yang dapat menjadi daya tarik bagi pasar lokal maupun internasional. Para ahli ekonomi meyakini bahwa pengembangan industri tenun khas daerah dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Sebauk. Namun, untuk dapat mengembangkan potensi ekonomi dalam pengembangan tenun khas desa Sebauk, diperlukan dukungan dari berbagai pihak seperti pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat itu sendiri. Pemerintah perlu memberikan regulasi yang mendukung pengembangan industri tenun khas daerah Sebauk, sedangkan pelaku usaha perlu berinovasi dalam menciptakan produk-produk tenun yang dapat menarik minat konsumen. Dengan memanfaatkan potensi ekonomi dalam pengembangan tenun khas daerah Sebauk, bukan hanya akan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal, namun juga dapat memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten Bengkalis kepada dunia Internasional,(Lalu Ahmad E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2025 Vol. 1 No. 1: 1-6 Jauhari & Sintia Febri, 2. Perkembangan industri tenun Desa Sebauk dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan, masyarakat lokal, terutama para pengrajin tenun,(Rini Arvika Sari et al. Peningkatan permintaan tenun yang tinggi akan mendorong produksi dan membuka lapangan pekerjaan bagi para pengrajin. Hal ini dapat meningkatkan pendapatan dan taraf hidup mereka. Industri tenun Desa Sebauk juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi daerah. Kerajinan tenun tidak hanya memperkuat identitas budaya suatu daerah tetapi juga berkontribusi signifikan pada ekonomi lokal, (Rini Arvika Sari et al. , 2. Dengan membeli produk tenun, kita tidak hanya mendapatkan karya seni yang indah tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi dan sosial komunitas perajin. Pengembangan industri kreatif tenun songket berbasis potensi budaya lokal bertujuan untuk melestarikan tradisi, mendorong ekonomi lokal dan mengembangkan motif baru yang terinspirasi dari elemen budaya setempat, sehingga menciptakan produk yang unik dan menarik bagi pasar, selian itu juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi. (Nyoman Sila et al. , 2. Industri kreatif tenun songket di Desa Sebauk. Kabupaten Bengkalis, memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Industri Tenun Songket Potensi Budaya Lokal Tenun songket adalah salah satu warisan budaya yang sangat penting bagi masyarakat Melayu, yang mencerminkan identitas, sejarah, dan kearifan lokal masyarakat Melayu. Motifmotifnya sering kali terinspirasi dari alam, seperti flora, fauna dan elemen langit. Motif ini mengandung makna simbolis seperti kesucian, perlindungan, kemakmuran, dan kesopanan(Romas Tahrir et al. , 2. Beberapa motif khas di wilayah Melayu meliputi pucuk rebung, tampuk manggis, awan larat, semut beriring, dan itik pulang petang. Motif ini mencerminkan pandangan hidup dan falsafah masyarakat lokal. Tenun songket telah ada sejak zaman Kerajaan Sriwijaya dan menjadi bagian penting dari budaya Melayu. Teknik menenun yang diwariskan secara turun-temurun menjaga keaslian motif dan desain tradisional. Dalam masyarakat Melayu, kain songket sering digunakan dalam acara adat dan keagamaan, termasuk sebagai busana muslim yang memenuhi nilai Hal ini menunjukkan bagaimana kain ini telah beradaptasi dengan nilai-nilai Islam(Romas Tahrir et al. , 2. Desa Sebauk memiliki kekayaan budaya yang dapat dijadikan sumber inspirasi untuk motif tenun songket. Tenun songket ini tidak hanya berfungsi sebagai produk tekstil, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya, dengan memanfaatkan elemen-elemen budaya lokal. Industri tenun mampu menghasilkan produk-produk yang khas dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. (Viona Afriyani et , 2. Dengan memperkuat industri kreatif tenun songket, diharapkan ada peningkatan pendapataan bagi masyarakat setempat, serta membantu menjaga kelestarian budaya. Kegiatan pengabdian ini kepada generasi muda sangat penting untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan mereka tentang tenun songket dan memastikan keberlanjutan industri kreatif ini (Faturrazi et al. , 2. , tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga mendorong partisipasi aktif dari generasi muda dalam industri kreatif. Melalui pemahaman tentang budaya lokal dan keterampilan menenun, generasi muda dapat berkontribusi terhadap pelestarian dan pengembangan industri tenun songket di Desa Sebauk. Partisipasi Generasi Muda dalam memahami tenun ini dapat E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2025 Vol. 1 No. 1: 1-6 tergambar pada gambar 1. 1 sebagai berikut: Gambar 1. 1 Proses Pembuatan Kain Tenun Peserta pelatihan menunjukkan antusiasme yang tinggi dan berhasil menghasilkan produk tenun songket dengan kualitas baik. Pelatihan kepada generasi muda tentang potensi budaya lokal telah meningkatkan kesadaran mereka terhadap pentingnya melestarikan dan mengembangkan motif-motif tradisional dalam kerajinan tenun. Pengembangan motif baru dalam tenun songket membantu memperkuat identitas budaya Desa Sebauk, menjadikannya lebih dikenal sebagai desa industri kreatif. Hal ini tidak hanya memperkaya variasi produk tetapi juga memberikan identitas unik bagi tenun songket Sebauk (Nyoman Sila et al. , 2. Kegiatan ini juga berfokus pada melibatkan generasi muda dalam pengembangan industri kreatif, dengan harapan mereka dapat menjadi penerus dalam melestarikan dan mengembangkan kerajinan tenun songket. Pelatihan ini dilakukan untuk mempersiapkan mereka agar lebih memahami nilai budaya dan potensi ekonomi dari industri ini, (Nyoman Sila et al. , 2. Pengembangan tenun songket ini para pengarajin juga mengadapi beberapa tantangan diantaranya kurangnya pengetahuan generasi muda tentang teknik menenun dan desain motif yang sesuai dengan karakteristik budaya lokal, (Viona Afriyani et al. , 2. Pada kesempatan ini peserta diberikan literasi tentang jenis motif tenun Melayu di desa Sebauk. Motif yang terdapat pada kain tenun dapat diamati pada Gambar 1. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut: Gambar 2 Motif Tenun Sebauk. Motif Pucuk Rebung Motif Siku Keluang Motif Siku Bunga Motif Siku Bintang. E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2025 Vol. 1 No. 1: 1-6 Motif Tampuk Manggis. Motif Pucuk Paku. Motif Bunga Mawar Motif Lebah Begayut Motif Siku Awan Motif Sentorak Hapus aja Motif-motif pada kain tenun songket pada gambar 1. 2 di atas memiliki makna filosofis yang mendalam. Ini mencerminkan nilai -nilai budaya, kehidupan, dan kebijaksanaan lokal komunitas Melayu, (Romas Tahrir et al. , 2. Setiap motif memiliki keunikan dan kekhasannya sendiri, memberikan identitas yang kaya akan makna dan kearifan lokal bagi Kain Tenun Songket. Motif Pucuk Rebung melambangkan kekuatan yang muncul dari dalam, menandakan potensi yang dimiliki seseorang atau sesuatu yang akan berkembang dengan indahnya, sedangkan Motif Siku Keluang menggambarkan budi pekerti luhur, tanggung jawab, dan kepemimpinan yang ideal dalam Motif Siku Bunga melambangkan keindahan, kesuburan, dan harmoni. Motif Siku Bintang melambangkan harapan atau petunjuk dalam kehidupan. Motif Tampuk Manggis melambangkan kesuburan, kemakmuran, serta keseimbangan hidup. Motif Pucuk Paku melambangkan ketahanan atau perlindungan. Motif Bunga Mawar Melambangkan cinta, keindahan, dan kelembutan. Mawar sering digunakan sebagai simbol universal untuk perasaan kasih sayang. Motif siku awan menggambarkan budi pekerti yang luhur, sopan santun, dan kelembutan akhlak sebagai dasar kehidupan masyarakat Melayu Riau dan Motif Lebah Bergayut melambangkan kerja keras, gotong royong, dan keteraturan. Lebah sebagai simbol kerja sama mengajarkan pentingnya kolaborasi dalam mencapai tujuan bersama. KESIMPULAN E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2025 Vol. 1 No. 1: 1-6 Usaha Tenun Putri Mas memberikan dampak signifikan bagi ekonomi masyarakat di Desa Sebauk. Usaha ini berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan keluarga. Selain itu, peran usaha ini juga sangat penting dalam memberdayakan perempuan serta melestarikan budaya lokal. Kegiatan tenun ini tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat posisi perempuan dalam masyarakat. Dengan adanya pelatihan dan dukungan, perempuan di desa ini dapat meningkatkan keterampilan mereka, yang pada gilirannya membantu meningkatkan pendapatan keluarga. Melalui usaha ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat finansial, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga dan meneruskan warisan budaya mereka. Kain tenun yang dihasilkan memiliki nilai estetika yang tinggi dan menjadi simbol identitas budaya lokal. Pengembangan industri kreatif tenun songket di Desa Sebauk berbasis pada potensi budaya lokal tidak hanya berpotensi untuk melestarikan warisan budaya tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Melalui inovasi, pemberdayaan, pemasaran yang efektif, dan dukungan dari berbagai pihak, industri ini dapat berkembang pesat dan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi komunitas setempat UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih kami sampaikan kepada Pusat Penulitan Pengabdian Masyarakat ISNJ Bengkalis. Pengarah Institut Pendidikan Guru Kampus Perempuan Melayu Melaka dan kepada seluruh Pengrajin Tenun Songket dan masyarakat Desa Sebauk serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan industri kreatif tenun songket di Desa Sebauk yang telah mendukung inisiatif ini, sehingga kegiatan ini terlaksana sesuai waktunya untuk melakukan kegiatan pengabdian ini. Sehingga dapat terselenggara dengan sangat baik. Partisipasi aktif Anda dalam setiap kegiatan sangat penting untuk keberlangsungan industri kreatif ini. Kami berharap agar kerja sama ini dapat terus berlanjut, memberikan manfaat yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat kita. Selain itu, kami juga berharap kerja sama ini dapat berkontribusi pada pelestarian budaya lokal yang merupakan warisan berharga bagi generasi mendatang. Ucapan ini mencakup pengakuan terhadap semua pihak yang berperan penting dalam pengembangan industri kreatif tenun songket, serta menekankan pentingnya kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2025 Vol. 1 No. 1: 1-6 DAFTAR PUSTAKA