Atmosfer: Jurnal Pendidikan. Bahasa. Sastra. Seni. Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. No. 2 Mei 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 295-306 DOI: https://doi. org/10. 59024/atmosfer. Kajian Naskah Drama Lumpur Kemiskinan Karya Marjan Fariq Menggunakan Pendekatan Pragmatik Sevti Putri Thavany 1. Bintang Putri Pamungkas 2. Hesti Nurlinda 3. Adita Widara Putra 4 1,2,3,4 Universitas Siliwangi Email: sevtiputri899@gmail. com bintangputri3103@gmail. hestinurlinda1@gmail. com adita. widara@unsil. Abstract: This research aims to examine the manuscript of Lumpur Kemiskinan by Marjan Fariq which is an adaptation of the short story Gerobak by Seno Gumira Ajidarma using a pragmatic approach. The research method used is descriptive-qualitative. The data collection techniques used to obtain data are reading, note-taking and research techniques from various literature. The results of the research show that the drama drama Lumpur Kemiskinan by Marjan Fariq has many life values that can be learned by readers, namely . having a sense of empathy and caring for fellow humans, . being sensitive to things around you, . don't always have negative prejudices. towards other people, . avoid selfishness which can harm other people, . respect each other without feeling superior, . don't always depend on other people, and . always be grateful for the good fortune you have obtained. Keywords: Drama. Script. Pragmatics Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji naskah Lumpur Kemiskinan karya Marjan Fariq yang merupakan alihwahana cerpen Gerobak karya Seno Gumira Ajidarma menggunakan pendekatan Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh data adalah dengan teknik baca, catat, dan riset dari berbagai literatur. Hasil penelitian menunjukkan jika naskah drama Lumpur Kemiskinan karya Marjan Fariq memiliki banyak nilai kehidupan yang dapat dipetik oleh para pembaca, yakni . memiliki rasa empati dan peduli terhadap sesama manusia, . peka terhadap hal-hal di sekitar, . jangan selalu berprasangka negatif terhadap orang lain, . hindari sifat egoisme yang dapat merugikan orang lain, . saling menghargai satu sama lain dengan tidak merasa paling superior, . jangan selalu bergantung pada orang lain, dan . selalu bersyukur atas rezeki yang telah didapatkan. Kata kunci: Drama. Naskah. Pragmatik LATAR BELAKANG Suatu karya sastra tidak dapat dilepaskan dari pengarang yang menciptakannya. Sebagai hasil pemikiran kreatif pengarang, karya sastra tidak mungkin sepenuhnya terlepas dari masyarakat, mengingat pengarang sendiri merupakan bagian dari masyarakat tersebut (Wellek dan Warren, 2. Artinya, karya sastra memiliki objek dan tidak dapat berdiri sendiri, yakni selalu terikat oleh dunia kata yang diciptakan oleh pengarang berdasarkan realitas sosial dan pengalaman pribadi pengarang. Sejalan dengan pendapat tersebut, menurut Semi . dalam Apriyandi . Karya sastra adalah persepsi pengarang terhadap peristiwa yang dialaminya dalam realita Sastra lahir disebabkan dorongan dasar manusia untuk mengungkapkan dirinya, menaruh ketertarikan pada masalah-masalah kemanusiaan, serta menaruh ketertarikan pada realitas yang terus berlangsung sepanjang waktu dan zaman. Received April 30,2024. Accepted Mei 27, 2024. Published Mei 31, 2024 * Sevti Putri Thavany sevtiputri899@gmail. Kajian Naskah Drama Lumpur Kemiskinan Karya Marjan Fariq Menggunakan Pendekatan Pragmatik Dalam suatu penelitian, karya sastra seringkali dijadikan sebagai fokus Oleh karena itu, seorang peneliti sastra harus memiliki kemampuan untuk menerjemahkan makna sastra ke dalam bahasa ilmiah dan mampu menguraikannya dengan jelas dan logis. Nurgiyantoro . dalam Supriyanto, dkk. menyebutkan jika mengkaji karya sastra terutama fiksi bisa membantu pembaca memahami makna yang disampaikan oleh penulis melalui para tokohnya. Oleh sebab itu, walaupun sebuah karya sastra berisi cerita fiksi, itu bukan hanya hasil khayalan belaka, melainkan hasil perenungan dan pengkhayatan terkait kenyataan hidup dan kehidupan yang dilakukan dengan tanggung jawab serta penuh kesadaran. Sesuai dengan konsep Horace, karya sastra yang baik mengandung dulce et utile yang berarti keindahan dan kegunaan. Salah satu karya sastra yang mencerminkan kehidupan bermasyarakat serta mengandung manfaat yang termuat dalam konsep dulce at utile adalah drama. Naskah Drama Lumpur Kemiskinan karya Marjan Fariq adalah bentuk alihwahana karya sastra, yakni dari cerpen ke drama. Naskah ini berasal dari cerpen Gerobak karya Seno Gumira Ajidarma. Seno Gumira Ajidarma dikenal sebagai pengarang yang seringkali mengedepankan masalah sosial dan politik dalam karyakaryanya. Masalah sosial tersebut juga ditunjukkan dalam cerpen Gerobak. Adanya perubahan judul tersebut membuat peneliti bertanya-tanya mengenai bagaimana sebenarnya isi naskah tersebut. Sudut pandang seperti apa yang akan penulis naskah sampaikan melalui judul Lumpur Kemiskinan. Apakah pesan sosial yang disampaikan akan sama kuatnya seperti pada versi cerpen. Oleh sebab itu, peneliti tertarik untuk mengkaji naskah drama Lumpur Kemiskinan karya Marjan Fariq untuk melihat bagaimana penulis naskah memberikan tafsiran baru terhadap cerita aslinya. Naskah drama Lumpur Kemiskinan karya Marjan Fariq adaptasi cerpen Gerobak karya Seno Gumira Ajirdarma terdiri atas 13 pemeran, yaitu Radit . Kakek. Anak Anak 2. Anak3. Anak 4. Nenek. Lelaki 1. Lelaki 2. Ibu 1. Ibu 2. Pembantu. Tetangga 1. Menurut peneliti, drama ini memiliki 6 adegan. Adegan dimulai saat Radit . bertanya pada kakeknya mengenai orangorang yang datang dengan membawa gerobak dengan menggelar tikar dan membangun tenda dari terpal bekas. Kemudian, kakek menjawab dengan menjelaskan orang-orang tersebut datang dari Negeri Kemiskinan yang selalu datang selama bulan puasa dan akan ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 295-306 menghilang setelah lebaran. Radit dengan rasa penasaran yang tinggi mendekat ke arah anak-anak tersebut. Namun, tiba-tiba kakek datang dan mengajak Radit pergi menjauh dari tempat tersebut. Lalu, nenek datang sambil membawa makanan, tetapi orang-orang itu dengan tidak tahu malunya mengusir nenek untuk segera pergi. Setelah hari lebaran tiba, gerobak-gerobak tak kunjung pergi banyak membuat orang-orang merasa Adegan drama pun berakhir ditutup dengan nenek yang mengatakan bahwa manusia tidak pernah merasa puas dengan apa yang sudah dimilikinya. Dalam mengkaji naskah drama Lumpur Kemiskinan karya Marjan Fariq, peneliti menggunakan pendekatan Pragmatik. Pendekatan pragmatik memberikan kebebasan bagi para pembacanya untuk menghidupkan suatu karya sastra menurut pendapatnya sendiri. Oleh sebab itu, dalam menganalisis naskah drama Lumpur Kemiskinan karya Marjan Fariq, peneliti akan mengungkapkan pandangan pribadi mengenai makna-makna yang terkandung dalam naskah drama tersebut. KAJIAN TEORITIS Hakikat Drama Menurut Putra . Drama pada dasarnya adalah suatu karya sastra yang memiliki dua dimensi, yakni dimensi pertunjukkan dan dimensi sastra. Maka, sering disebut juga jika drama adalah karya seni pertunjukkan. Sejalan dengan pernyataan tersebut. Herawati. Kusuma, & Nuryanto . alam Arsyad, 2. juga menyatakan jika drama merupakan kisah kehidupan manusia yang diproyeksikan di atas panggung. Drama mempunyai keunikan dari sudut penyampaian amanat serta penggunaan Proses penyampaian bahasa melalui karya sastra drama berupa penggunaan petunjuk lakuan yang menggambarkan keadaan suatu peristiwa dan pemakaian dialog antartokoh (Suroroso . dalam Nahda & Maspuhah . Drama mempunyai tiga komponen penting, yakni teks, pentas, dan penonton. Oleh sebab itu, sebagai suatu karya yang diperlihatkan pada khalayak umum, maka dalam pementasannya, sebuah drama membutuhkan naskah. Naskah drama merupakan teks yang berisi dialog-dialog atau monolog yang diperankan para aktor untuk menggambarkan cerita drama. Naskah drama juga hadir dengan dilandasi pokok persoalan yang ditemukan pengarang dalam kehidupannya, penyajian ulang dari kisahkisah yang telah ada, misalnya sage. dan mite. hingga bentuk alihwahana dari prosa atau cerpen. Kajian Naskah Drama Lumpur Kemiskinan Karya Marjan Fariq Menggunakan Pendekatan Pragmatik Pengertian Pendekatan Pragmatik Pendekatan pragmatik merupakan metode kajian yang berangkat dari teori Abrams (A. Teeuw, 2015:. Pendekatan pragmatik yaitu pendekatan dengan menitikberatkan pada pemaknaan karya sastra sebagai hasil reaksi, penerimaan, dan penghayatan pembacanya atau dengan menjadikan pembaca sebagai sumber informasi Singkatnya, pendekatan pragmatik merupakan pendekatan kajian sastra yang menekankan kajiannya pada peranan pembaca dalam menerima, memahami, serta menghayati karya sastra (Nahda, dkk. , 2. Pendekatan pragmatik menganalisis karya sastra menurut fungsinya dalam menyampaikan tujuan-tujuan tertentu kepada para pembacanya. Semakin banyak nilai yang terkandung pada karya sastra maka semakin baik pula karya sastra tersebut (Puspitoningrum, 2. Jadi, dapat disimpulkan pendekatan pragmatik merupakan pendekatan yang berorientasi terhadap manfaat dari karya sastra bagi pembacanya. Penelitian Relevan Penelitian relevan yang mengkaji naskah drama menggunakan pendekatan pragmatik, yakni penelitian Puspitoningrum . dengan judul AuAnalisis Nilai Moral Naskah Drama Ande-Ande Lumut melalui Pendekatan PragmatikAy. Hasil penelitian menunjukkan adanya nilai edukasi, unsur imajinasi sebagai karakteristik setiap tokoh, dan naskah tersebut dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran. Penelitian relevan selanjutnya, yakni penelitian Apriyandi . yang berjudul AuAnalisis Pragmatis dalam naskah Pelacur dan Sang Presiden Karya Ratna Sarumpaet serta hubungannya dengan Pembelajaran Sastra Di SMAAy. Hasil penelitian menunjukkan terdapat nilai-nilai yang terkandung pada naskah Pelacur dan Sang Presiden, yakni nilai kreatif dan imajinatif. nilai kecerdasan. nilai mental dan kepribadian. nilai moral. dan nilai rasa dan perasaan. Penelitian relevan lainnya, yakni penelitian Nahda dan Maspupah . yang berjudul AuNilai-Nilai Kehidupan Dalam Naskah Drama Monolog AuMarsinah MenggugatAy Karya Ratna Sarumpaet (Kajian Pragmati. Ay. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya nilai pantang menyerah, kritis dan keberanian, perjuangan hal dan keadilan serta Berdasarkan penelitian-penelitian relevan, maka tujuan penelitian ini adalah mengkaji naskah Lumpur Kemiskinan karya Marjan Fariq menggunakan pendekatan Pragmatik. Selain itu, belum adanya penelitian yang membahas naskah drama Lumpur ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 295-306 Kemiskinan karya Marjan Fariq yang menggunakan pendekatan pragmatik mendorong peneliti untuk melakukan kajian ini. Terdapat persamaan dan perbedaan antara penelitian peneliti dan penelitian-penelitian relevan. Persamaan penelitian ini dengan penelitian relevan adalah menggunakan pisau bedah analisis yang sama, yaitu pendekatan pragmatik, sedangkan yang membedakan adalah objek penelitiannya. Dalam penelitian ini, objek penelitian yang digunakan peneliti adalah naskah drama Lumpur Kemiskinan karya Marjan Fariq yang merupakan adaptasi dari cerpen Gerobak karya Seno Gumira Ajidarma. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif. Metode deskriptif bertujuan untuk mengumpulkan informasi serta gambaran dari semua situasi yang ada (Mukhtar . dalam Adam . Kemudian, penelitian ini menggunakan metode Heryadi . mengembangkan pola pikir yang bersifat induktif. Dalam menjawab masalah penelitian tidak harus bertolak pada teori, aksioma, dan prinsip-prinsip sebagai kebenaran yang sudah ada, melainkan berdasar pada fakta-fakta yang ada dan muncul secara alamiah di Alasan peneliti menggunakan penelitian deskriptif-kualitatif karena akan mendeskripsikan hasil analisis dari naskah drama Lumpur Kemiskinan karya Marjan Fariq. Sumber data dalam penelitian ini berupa kata, kalimat, dan paragraf yang ada dalam naskah drama Lumpur Kemiskinan karya Marjan Faruq. Teknik pengumpulan data yang digunakan melibatkan teknik membaca, mencatat, dan riset dari berbagai literatur dengan beberapa rangkain, yaitu . peneliti membaca secara teliti seluruh isi naskah drama Lumpur Kemiskinan, . peneliti mencatat setiap kata, kalimat, dan paragraf yang relevan dengan penelitian, dan . peneliti mencari, mengumpulkan, dan menganalisis data dari berbagai referensi yang berkaitan dengan fokus penelitian. Dalam menganalisis data yang ditemukan dalam naskah drama Lumpur Kemiskinan karya Marjan Fariq yang diadaptasi dari cerpen Gerobak peneliti menggunakan pendekatan pragmatik. Kajian Naskah Drama Lumpur Kemiskinan Karya Marjan Fariq Menggunakan Pendekatan Pragmatik HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil kajian menggunakan pendekatan Pragmatik, maka hasil kajian terhadap naskah drama Lumpur Kemiskinan karya Marjan Fariq akan diuraikan berikut Dalam naskah Lumpur Kemiskinan, peneliti menemukan banyak nilai yang berkaitan dengan aspek sosial, karena fenomena yang muncul dalam naskah ini relevan dengan situasi sosial yang ada di dalam masyarakat, yaitu berkaitan dengan kemiskinan. Kemiskinan menjadi masalah yang sangat nyata dan mempengaruhi banyak aspek kehidupan, salah satunya meningkatkan angka pengangguran. Adegan dimulai saat munculnya sebuah gerobak di tengah panggung. Di dalam gerobak tersebut terdapat dua anak kecil, seorang ibu, dan lelaki kekar. Lelaki kekar itu keluar dan mendorong gerobak dengan berputar-putar. Lalu, datang dua gerobak lainnya dan ikut berputar-putar tanpa tujuan. Tidak lama, ketiga gerobak tersebut berhenti. Mereka kemudian mulai menggelar tikar dan membangun tenda dari terpal bekas. Hal itu dapat dilihat pada narasi berikut. KETIGA GEROBAK ITU BERPUTAR-PUTAR LALU BERHENTI. MEREKA SEMUA KELUAR DARI GEROBAK. KEMUDIAN MENGGELAR TIKAR DAN MEMBANGUN TENDA DARI TERPAL BEKAS. Berdasarkan narasi tersebut, peneliti berpendapat orang-orang itu adalah Peneliti berpendapat demikian karena pengemis biasanya identik tinggal di sembarang tempat karena mereka tidak memiliki tempa tinggal. Oleh sebab itu, gerobakgerobak tersebut terus berputar-putar, dalam artian mengembara ke berbagai tempat untuk mencari tempat yang dapat dijadikan tempat istirahat. Setelah adegan itu, muncul kakek dan cucunya. Cucu kakek bertanya kepada kakek mengenai siapa orang-orang yang ada di dalam gerobak tersebut. Kakek menjawab jika mereka adalah orang-orang yang sering datang pada bulan Ramadhan dan akan menghilang saat lebaran. Mereka datang dari Negeri Kemiskinan untuk mengemis. Hal itu dapat dilihat dalam dialog berikut. "Cucu : Kakek, siapakah orang-orang yang datang dengan gerobak itu Kek? Dari manakah mereka datang? Kakek : . enghela napa. Oh, mereka selalu datang selama bulan puasa, dan nanti menghilang setelah Lebaran. Mereka datang dari Negeri Kemiskinan. Cucu : Negeri Kemiskinan? ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 295-306 Kakek : Ya, mereka datang untuk mengemis. Ay Menurut dialog tersebut, peneliti berpendapat jika Negeri Kemiskinan merujuk pada tempat dengan tingkat kemiskinannya sangat tinggi. Dengan kata lain, orang-orang tersebut datang dari tempat tersebut untuk mencari penghidupan yang layak. Oleh sebab itu, mereka selalu datang pada bulan Ramadhan karena bulan ini adalah waktu yang tepat di mana orang-orang akan berusaha memperbanyak amal dan ibadah, salah satunya adalah melalui sedekah atau berbagi kebaikan. Dalam dialog tersebut kakek terlihat kesal karena mungkin dalam sudut pandang kakek, para pengemis itu menjadikan bulan Ramadhan sebagai peluang untuk memanfaatkan empati dan belas kasihan dari orangorang untuk bertahan hidup. Melihat kakek pergi. Radit . ucu kake. segera menghampiri orang-orang yang ada di gerobak. Radit bertanya pada anak-anak di sana apakah dirinya diizinkan untuk ikut bermain, tetapi anak-anak itu melarang dan menolak Radit karena takut sang kakek akan marah. Sampai akhirnya kakek datang dan menarik Radit untuk segera pulang. Dapat dilihat pada dialog berikut ini. "Kakek tiba-tiba datang menemui Radit. Kakek : Nak, ayo ikut kakek pulang! . enarik lengan Radi. Radit dan Kakek berjalan menjauhi orang-orang gerobak. Peneliti berpendapat, jika Radit tidak terlalu peduli dengan perbedaan kelas sosial antara Radit dengan orang-orang yang diketahui sebagai pengemis itu. Dengan rasa empati yang dimilikinya. Radit menghampiri anak-anak itu karena keinginannya untuk ikut bermain sebagai sesama anak-anak bukan hal yang lain. Hal ini sangat memperlihatkan murninya pemikiran anak-anak yang belum tercampur oleh stigma sosial yang ada. Akan tetapi, kakek sebagai orang dewasa memiliki pandangan lain mengenai para pengemis itu. Kakek khawatir jika anak-anak yang ada di dalam gerobak itu membawa dampak negatif terhadap cucunya. Hal ini menunjukkan stigma masyarakat yang cenderung negatif terhadap para pengemis. Selain itu, adegan tersebut juga memperlihatkan adanya perbedaan kelas sosial atau kasta. Sambil membawa Radit pergi kakek mengatakan pada cucunya agar tidak berinteraksi dengan orang-orang tersebut. Menurut kakek tidak akan ada yang tahu apa yang sedang dipikirkan para pengemis itu terhadap orang-orang yang berbuka puasa Kajian Naskah Drama Lumpur Kemiskinan Karya Marjan Fariq Menggunakan Pendekatan Pragmatik menikmati berbagai makanan lezat, sedangkan mereka duduk di dalam gerobak dengan kerumunan nyamuk. Peneliti berpendapat, kakek memiliki prasangka terkait pemikiran para pengemis itu, yakni memandang negatif orang-orang seperti kakek karena memiliki keberuntungan perihal ekonomi. Artinya, situasi kemiskinan yang sangat tinggi dapat menimbulkan perasaan negatif, seperti kebencian melihat orang-orang menikmati kebahagiaan atau perasaan iri. Pada dialog berikutnya. Radit bertanya pada kakek jika dirinya sedikit keliru mengenai ucapan kakek yang mengatakan bahwa orang-orang dalam gerobak itu adalah pengemis karena Radit tidak melihat mereka menengadahkan tangan. Hal itu dapat dilihat dalam dialog berikut. "Radit : Apa mereka benar mengemis Kek? Adit lihat tidak ada orang yang menengadahkan tangan dan memasang wajah iba. Berdasarkan dialog tersebut peneliti berpendapat, jika mengemis tidak hanya identik dengan seseorang yang menengadahkan tangan untuk meminta kebaikan dari orang lain. Dalam kasus di atas, orang-orang gerobak hanya duduk menunggu orang lain memberikan bantuan dengan menunjukkan kondisi mereka yang lusuh dan memprihatinkan hingga mengundang rasa iba dan empati dari orang-orang sekitar. Adegan berikutnya adalah nenek muncul lalu menghampiri para pengemis itu sambil membawa rantang makanan. Dalam waktu bersamaan datang dua gerobak baru dan dari dua keluarga yang berbeda. Dapat dilihat pada dialog berikut ini. "Lelaki 1 : Terimakasih Nek atas perhatiannya. Tapi Nek, orang-orang di sini semakin hari semakin bertambah. Hari ini saja ada dua gerobak yang baru tiba. Nenek : Oh begitu ya. Kalian tenang saja, sudah sewajarnya kami yang berkelebihan memberikan sedikit rezekinya sama kalian. Lelaki 2 : . betul nek. Memang itu sudah menjadi hak kami. Peneliti berpendapat, jika pengemis itu mulai tidak tahu diri dan memanfaatkan rasa iba orang-orang. Setelah melihat kedermawanan nenek, pengemis itu justru malah mengharapkan bantuan yang lebih besar daripada sebelumnya. Dalam dialog berikutnya juga. Lelaki 2 mengatakan jika mendapatkan rezeki dari orang yang serba berkecukupan adalah hak para pengemis sebagai orang yang serba kekurangan. Selain itu, peneliti berpendapat bahwa hal ini adalah alasan dari kekhawatiran dan kegeraman yang selama ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 295-306 ini kakek rasakan terhadap para pengemis itu. Di mana mereka mulai bertindak tidak tahu diri dan tidak tahu terima kasih. "Ibu 1 : Kami hanya datang satu tahun sekali, ini pun hanya di bulan Ramadhan saja. Jadi, jangan merasa terbebani lah Nek. Berdasarkan dialog tersebut, peneliti berpendapat, meskipun nenek merasa senang karena dapat membantu para pengemis, tetapi seharusnya para pengemis itu juga jangan terlalu bergantung pada bantuan orang lain. Dialog selanjutnya. Ibu 2 meminta nenek untuk segera pergi dan bisa membawa rantangnya saat mengantarkan makanan sahur nanti. Dapat dilihat pada dialog berikut. "Ibu 2 : Ya sudah. Nenek cepat tinggalkan tempat ini. Saya harus buru-buru menghabiskan makanannya sebab sudah ingin cepat tiduran, nanti rantangnya nenek bawa sambil mengantar makanan untuk sahur. Berdasarkan dialog tersebut, peneliti berpendapat bahwa para pengemis mulai Mereka memanfaatkan rasa iba orang lain untuk membuat orang lain merasa bertanggung jawab dalam menghidupi kehidupan mereka. Pengemis itu menganggap jika mereka memiliki hak untuk menerima bantuan dari orang-orang yang hidupnya sudah Pada adegan berikutnya. Lelaki 2 memarahi pembantu karena terlambat membawa kolak. Terlihat dalam dialog berikut ini. "Pembantu Maaf. Lelaki 2 : Pemilik rumah lain tidak pernah terjadi keterlambatan seperti ini. Mereka selalu mengutamakan orang-orang miskin seperti kami. Lain kali jangan telat. Sana Peneliti berpendapat, pengemis tersebut menganggap bahwa orang miskin harus lebih dulu diutamakan dalam hal apa pun. Menurut peneliti, seharusnya Lelaki2 menunggu dengan sabar karena posisinya di sini mereka adalah penerima bantuan. Mereka tidak memiliki hak untuk mengatur, menuntut, dan memerintah kapan bantuan harus diberikan. Adegan berikutnya memperlihatkan kakek, nenek, beberapa tetangga, dan Mereka mendiskusikan terkait perilaku para pengemis yang mulai tidak tahu Orang-orang di sana berharap para pengemis itu segera pergi, tetapi kakek mengatakan jika pengemis-pengemis itu akan pergi saat lebaran tiba. Kajian Naskah Drama Lumpur Kemiskinan Karya Marjan Fariq Menggunakan Pendekatan Pragmatik Kemudian. Tetangga 1 bertanya-tanya kenapa mereka semua harus rela melakukan ini, bahkan para pengemis itu mulai menganggap si pemberi bantuan adalah pembantu mereka. Dengan seenaknya menuntut dan meminta. Lalu, kakek mengatakan jika ini bukan perihal rela dan tidak rela, tetapi tentang kewajiban orang berkelebihan untuk membantu walaupun orang dibantu tidak tahu diri. Menurut kakek orang miskin cenderung egois. Terlihat pada dialog berikut. "Kakek : Orang miskin ini memang cenderung egois. Mereka merasa paling benar. Mereka merasa berhak menerima pemberian dari kita. Lihat saja, mereka seenaknya membangun tenda-tenda di depan rumah kita. Bahkan, sering kali saya susah mengeluarkan mobil dari garasi. Tapi ini tidak boleh jadi alasan kita membalas perbuatan mereka. Orang-orang sukses tidak pernah memiliki rasa dendam. Peneliti berpendapat, dalam situasi yang dialami kakek dan orang-orang, membantu orang miskin menjadi sebuah kewajiban orang yang memiliki harta lebih. Seakan-akan ada harapan kepada orang yang memiliki harta yang melimpah agar selalu membantu mereka yang kurang beruntung. Hal ini juga yang terkadang seperti memaksa kakek dan yang lainnya agar tetap membatu para pengemis itu bagaimanapun perilaku Namun, bantuan yang kakek dan yang lain berikan menjadikan mereka egois bebas melakukan apa pun yang mereka inginkan dan merasa paling benar. Adegan terakhir memperlihatkan jika gerobak semakin banyak. Orang-orang yang berpenampilan lusuh itu mulai berani duduk di samping Kakek. Nenek, dan Radit. Radit bertanya kepada kakek bahwa lebaran telah tiba, tetapi kenapa pengemis-pengemis itu tidak segera pergi. Kakek menjawab jika mereka tidak bisa pulang ke Negeri Kemiskinan karena Negeri Kemiskinan telah terendam lumpur dan tidak ada kepastian kapan banjir lumpur itu selesai. Dialog pun ditutup dengan ucapan nenek, yakni sebagai "Nenek : Siapa pula suruh merendam negeri mereka dengan lumpur. Kita harus menerima segala akibat perbuatan kita. Heran, kenapa manusia tidak pernah cukup puas dengan apa yang sudah mereka miliki. Peneliti berpendapat jika hal ini terjadi akibat dari segala kebaikan yang diberikan oleh kakek, nenek, dan tetangga-tetangga membuat para pengemis itu semakin tidak tahu diri dan tidak tahu malu. Bantuan yang diberikan malah menjadikan mereka semakin ketergantungan dan tidak memiliki niatan untuk berusaha, seperti mencari ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 295-306 Mereka seperti sudah nyaman bergelung dalam hidup dan situasi di mana mereka hanya harus menunggu bantuan dari orang lain. Setelah membaca dan mengkaji keseluruhan naskah, peneliti berpendapat judul Lumpur Kemiskinan sangat merepresentasikan fenomena sosial yang menjadi konflik dalam naskah tersebut. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) lumpur mempunyai arti tanah lunak dan berair. Lumpur lunak dan berair itu sering kali membuat orang-orang kesulitan untuk berjalan. Maka, jika dikaitkan dengan judul naskah, lumpur yang dimaksud merepresentasikan sulitnya keluar dari lingkaran kemiskinan. Bal tersebut juga dapat terjadi karena mereka tidak memiliki akses yang dapat membantu mereka keluar dari situasi kemiskinan. Dalam dialog terakhir juga, nenek mengatakan jika "Siapa pula suruh merendam negeri mereka dengan lumpur. Kita harus menerima segala akibat perbuatan " Dalam hal ini, perbuatan yang dimaksud adalah nenek dan yang lainnya selalu membantu orang miskin sampai mereka nyaman dengan kemiskinan dan muali Artinya, mereka dapat bertahan hidup dengan bantuan orang lain. Kesimpulannya. Lumpur Kemiskinan memiliki makna mengenai orang-orang yang mulai ketergantungan akan bantuan orang lain dan tidak mau keluar dalam situasi Adapun nilai-nilai karakter yang terkandung dalam naskah Lumpur Kemiskinan, yakni sebagai . memiliki rasa empati dan peduli terhadap sesama manusia, . peka terhadap hal-hal di sekitar, . jangan selalu berprasangka negatif terhadap orang lain, . hindari sifat egoisme yang dapat merugikan orang lain, . saling menghargai satu sama lain dengan tidak merasa paling superior, . jangan selalu bergantung pada orang lain, dan . selalu bersyukur atas rezeki yang telah didapatkan. KESIMPULAN Naskah drama merupakan teks yang berisi dialog-dialog atau monolog yang diperankan para aktor untuk menggambarkan cerita drama. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan naskah drama Lumpur Kemiskinan karya Marjan Fatriq yang diadaptasi dari cerpen Gerobak karya Seno Gumira Ajidarma. Dalam mengkaji naskah drama Lumpur Kemiskinan peneliti menggunakan pendekatan Pragmatik. Pendekatan pragmatik adalah pendekatan kajian sastra yang fokus kajiannya terhadap peran pembaca dalam menerima, memahami, serta mendalami karya sastra. Kajian Naskah Drama Lumpur Kemiskinan Karya Marjan Fariq Menggunakan Pendekatan Pragmatik Pembaca memiliki peran penting untuk menentukan apakah itu adalah suatu karya sastra. Hasil penelitian menunjukkan jika naskah drama Lumpur Kemiskinan karya Marjan Fariq yang diadaptasi dari cerpen Gerobak karya Seno Gumira Ajidarma berisi tentang orangorang yang mulai ketergantungan akan bantuan orang lain dan tidak mau keluar dalam situasi kemiskinannya. Adapun nilai-nilai yang dapat dipetik dalam naskah Lumpur Kemiskinan, yaitu memiliki rasa empati dan peduli. peka terhadap hal-hal di sekitar. jangan selalu berprasangka negatif. hindari sifat egoisme. saling menghargai. jangan selalu bergantung pada orang lain. dan selalu bersyukur. DAFTAR REFERENSI Adam. Karakter tokoh dalam novel Kau. Aku dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye. Humanika, 3(Desembe. Anon. Naskah drama Lumpur Kemiskinan. Retrieved from https://susastra. com/2015/05/naskah-drama-lumpurkemiskinan. html?m=1 [Accessed May 2. Anon. Gelandangan dan pengemis (Gepen. Retrieved from https://dinsos. id/informasi/detail/artikel/gelandangan-danpengemis-gepeng-14 [Accessed May 2. Anon. Gerobak. Retrieved from https://w. id/folklor/gerobak [Accessed May 2. Apriani. Kesenjangan sosial dalam cerpen "Gerobak" karya Seno Gumira Ajidarma. Retrieved https://w. com/amp/iitlitaapriani7029/5ff98d4ed541df3ecd11232 2/kesenjangan-sosial-dalam-cerpen-gerobak-karya-seno-gumira-ajidarma [Accessed May 2. Apriyandi. Analisis pragmatis dalam naskah Pelacur dan Sang Presiden karya Ratna Sarumpaet serta hubungannya dengan pembelajaran sastra di SMA. : s. Arsyad. Konflik batin psikologis dalam naskah drama Badai Sepanjang Malam karya Max Arifin. Imajeri, 3. Heryadi. Metode penelitian pendidikan bahasa. : Pustaka Billah. Nahda. , & Maspupah. Nilai-nilai kehidupan dalam naskah drama monolog "Marsinah Menggugat" karya Ratna Sarumpaet . ajian pragmati. Prosiding Samasta. Puspitoningrum. Analisis nilai moral naskah drama Ande-Ande Lumut melalui pendekatan pragmatik. Wacana, 4. Putra. Ini Drama. : Langgam Pustaka. Supriyanto. Astuti. , & Munifah. Analisis struktural novel Tempat Paling Sunyi karya Arafat Nur. Leksis, 3. Teew. Sastra dan ilmu sastra. : Pustaka Jaya. Wellek. , & Warren. Teori kesusastraan. : PT Gramedia Pustaka Utama. ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024