3195 J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 11 April 2026 OPTIMALISASI TUMBUH KEMBANG ANAK MELALUI EDUKASI PANGAN BERGIZI SEIMBANG BAGI ORANG TUA DI TK ABA 9 SOCAH Oleh Fitri Komala SariA*. Raida Amelia Ifadah2. Igoy Arya Bimo3. Rendra Lebdoyono4. Aji Fajar Ramadhani5. Diwyacitta Antya Putri6. Aninditya Artina Setiaputri7. Shafira Ika Rudiningputri8 1,2,3,4,5,6,7,8Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian. Fakultas Ketahanan Pangan. Universitas Negeri Surabaya E-mail: 1sarifitri@unesa. Article History: Received: 01-02-2026 Revised: 24-02-2026 Accepted: 04-03-2026 Keywords: Tumbuh Kembang. Anak. Edukasi. TK ABA 9 Socah Abstract: Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa TK ABA Socah mengenai pangan tinggi antioksidan berbasis sayur-sayuran dan prinsip B2SA (Beragam. Bergizi. Seimbang, dan Ama. Edukasi akan dilaksanakan menggunakan media flyer dan edukasi dialogis sebagai metode pembelajaran yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh orang tua wali. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah rendahnya pemahaman siswa tentang gizi seimbang dan kehalalan pangan, terutama pada keluarga dengan status ekonomi rendah. Solusi atau tujuan program PKM . Memberikan edukasi menarik melalui flyer edukasi pangan tinggi antioksidan berbasis sayur-sayuran dan B2SA untuk orang tua wali TK ABA 9 Socah, dan . memberikan edukasi dialogis yang interaktif dengan sosialisasi pada orang tua wali TK ABA Socah. Bangkalan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan penyuluhan kepada siswa dengan menggunakan media yang interaktif untuk memfasilitasi pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya memilih makanan yang sesuai dengan prinsip B2SA. PENDAHULUAN Status gizi anak usia dini merupakan determinan penting dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Masa usia dini dikenal sebagai periode emas . olden ag. yang sangat sensitif terhadap kecukupan asupan gizi. Ketidakseimbangan nutrisi pada fase ini berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap perkembangan fisik, kognitif, dan imunitas anak. Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa permasalahan gizi pada anak usia sekolah di Indonesia masih mencapai angka yang memerlukan perhatian serius (Kementerian Kesehatan RI, 2. Di sisi lain, rendahnya literasi gizi orang tua menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pola konsumsi Penelitian oleh Perdana et al. menunjukkan bahwa tingkat pemahaman gizi seimbang pada orang tua dan siswa sekolah dasar masih relatif rendah sebelum diberikan intervensi edukasi. Kondisi ini berdampak pada pola makan anak yang cenderung http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. April 2026 didominasi pangan olahan dengan kandungan natrium dan lemak tinggi, namun rendah serat dan antioksidan. Fenomena serupa juga ditemukan pada masyarakat pesisir dan prasejahtera, termasuk di lingkungan TK ABA 9 Socah. Kabupaten Bangkalan. Berdasarkan data BPS Kabupaten Bangkalan . , 60% masyarakat di Kecamatan Socah masih tergolong dalam kategori prasejahtera. Kondisi sosial ekonomi ini berpengaruh signifikan terhadap pola konsumsi dan pemilihan makanan dalam keluarga. Hal ini didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Rachmi et al. yang menunjukkan bahwa status sosial ekonomi keluarga memiliki pengaruh signifikan terhadap pemilihan makanan dan pola konsumsi anak sekolah dasar di Indonesia. Pola konsumsi yang kurang seimbang berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan jangka panjang apabila tidak segera ditangani melalui pendekatan edukatif yang tepat. Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan . menyatakan, dari total 450 sekolah dasar di Bangkalan, hanya 25% yang telah menerapkan program edukasi gizi terintegrasi dalam kurikulum pembelajaran. Menurut penelitian oleh Sari dan Widyaningsih . , metode pembelajaran yang interaktif dan visual dapat meningkatkan informasi dan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, diperlukan intervensi edukatif yang tidak hanya informatif tetapi juga aplikatif dan mudah dipahami oleh orang tua sebagai pengambil keputusan utama dalam penyediaan pangan keluarga. Penggunaan teknologi digital dalam pendidikan gizi, seperti dalam program AuB2SA Goes to SchoolAy oleh Badan Pangan Nasional . , dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan memfasilitasi pembelajaran yang lebih personal dan adaptif. Dengan itu, program pengabdian ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui pendekatan edukasi dialogis berbasis media visual yang menekankan prinsip B2SA dan pemanfaatan pangan tinggi antioksidan. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada bulan November 2025 di TK ABA 9 Socah. Kabupaten Bangkalan. Sasaran kegiatan adalah orang tua atau wali murid, dengan pertimbangan bahwa mereka memiliki peran strategis sebagai pengambil keputusan utama dalam penyediaan pangan keluarga. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri atas tiga tahap utama, yaitu: . tahap persiapan yang meliputi koordinasi dengan pihak sekolah, identifikasi permasalahan gizi, serta penyusunan media edukasi berupa flyer AuPiring Ajaib!Ay. tahap pelaksanaan berupa edukasi dialogis mengenai prinsip B2SA, komposisi gizi seimbang, serta pentingnya konsumsi sayur dan buah sebagai sumber antioksidan. tahap evaluasi yang dilakukan melalui penyebaran angket untuk mengukur tingkat pemahaman dan perubahan perilaku orang tua setelah kegiatan. Prosedur pelaksanaan kegiatan PKM pada siswa TK ABA Socah. Bangkalan secara keseluruhan disajikan pada diagram flow chart dibawah ini. ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 11 April 2026 MITRA TK ABA 2 Socah. Bangkalan TAHAPAN 1 OUTPUT KEGIATAN Koordinasi dengan Mitra Wali murid paham konsep B2SA melalui flyer edukasi B2SA Wali murid paham konsep B2SA melalui edukasi dialogis tatap Persiapan . embuatan flyer edukatif dan poin-poin dialog Edukasi pangan tinggi antioksidan berbasis sayur dan B2SA RENCANA TINDAK Evaluasi kegiatan Evaluasi program kegiatan Membagikan angket evaluasi kepada siswa Gambar 1. Prosedur pelaksanaan kegiatan PKM HASIL Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa sebelum intervensi edukasi dilakukan, mayoritas orang tua wali murid TK ABA 9 Socah memiliki pemahaman yang terbatas mengenai konsep gizi seimbang dan prinsip B2SA. Pola konsumsi keluarga cenderung mengandalkan pangan instan dan ultra-proses karena dianggap lebih praktis dan mudah disajikan. Kondisi ini berdampak pada rendahnya variasi menu harian serta minimnya konsumsi sayur dan buah sebagai sumber antioksidan. Temuan awal ini menguatkan urgensi perlunya edukasi gizi yang terarah dan kontekstual bagi orang tua. Setelah kegiatan edukasi dilaksanakan melalui metode dialogis dan pemanfaatan media visual berupa flyer AuPiring Ajaib!Ay, terjadi peningkatan pemahaman orang tua terhadap komposisi gizi seimbang. Peserta mulai memahami pentingnya pembagian porsi karbohidrat, protein, sayur, dan buah dalam satu kali makan sesuai konsep AuIsi PiringkuAy. Media visual dinilai membantu peserta dalam mengingat dan mempraktikkan materi yang disampaikan karena disajikan secara sederhana dan aplikatif. Interaksi dua arah selama kegiatan juga mendorong orang tua untuk aktif bertanya dan mengaitkan materi dengan kebiasaan makan anak sehari-hari. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. April 2026 Gambar 2. Dokumentasi Ketika Ibu Raida Memberikan Materi Hasil evaluasi menggunakan angket pasca-kegiatan menunjukkan adanya perubahan sikap dan niat perilaku pada sebagian besar peserta. Orang tua menyatakan komitmen untuk mulai mengurangi pemberian pangan instan dan menggantinya dengan menu rumahan yang lebih seimbang. Selain itu, muncul kesadaran baru mengenai pentingnya konsumsi sayuran sebagai sumber antioksidan yang berperan dalam mendukung daya tahan tubuh dan perkembangan kognitif anak. Perubahan ini menunjukkan bahwa edukasi yang tepat sasaran dapat menjadi pemicu awal transformasi perilaku konsumsi di tingkat keluarga. Gambar 3. Pemberian Sertifikat dan Foto Bersama Peserta Kegiatan Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berhasil menjembatani kesenjangan pengetahuan gizi antara rekomendasi kesehatan dan praktik konsumsi masyarakat. Integrasi ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 11 April 2026 antara edukasi visual dan pendekatan dialogis terbukti efektif dalam meningkatkan literasi gizi orang tua, hasil Post test pengetahuan orang tua wali TK ABA 9 Socah dapat dilihat pada Gambar 4. Hasil ini sejalan dengan temuan pengabdian sebelumnya yang menekankan pentingnya media edukatif dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat. Dengan demikian, program ini memiliki potensi untuk direplikasi dan dikembangkan pada satuan pendidikan anak usia dini lainnya. (Cambria, size 12. Spacing: before 0 pt. after 0 pt. Line spacing: . Sales Gambar 4. Hasil Post Test Pengetahuan Orang Tua Wali TK ABA 9 Socah. Bangkalan DISKUSI