Strategi Supervisi Pendidikan dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru ISSN:2599-2511 . ISSN:2685-0524 . Strategi Supervisi Pendidikan Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Nursalam Siradjuddin1. Intan Maya Sari2. Siti Patimah3. Andi Warisno4. Nurul Hidayati Murtafiah5. Gani6 1,2,4,5 Universitas Islam An-Nur Lampung UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten UIN Raden Intan Lampung Email: nursalam. siradjuddin@gmail. com1, intanmaysari59@gmail. @uinbanten. id3, andiwarisno75@gmail. com4, nurul752nhm@gmail. gani@uinradenintan. Abstrak Penelitianini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi supervisi pendidikan yang efektif dalam meningkatkan profesionalisme guru. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui literatur, seperti buku dan jurnal yang berkaitan dengan topik yang dibahas, serta informasi dari sumber-sumber elektronik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi supervisi yang efektif meliputi: . supervisi klinis yang berfokus pada pengembangan kemampuan mengajar guru, . pemberian umpan balik yang konstruktif, . pelatihan dan pengembangan profesional berkelanjutan, dan . pembentukan komunitas belajar guru. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang pentingnya supervisi pendidikan dalam meningkatkan profesionalisme guru serta memberikan rekomendasi bagi sekolah dan lembaga pendidikan dalam mengembangkan strategi supervisi yang efektif. Kata Kunci: Supervisi Pendidikan. Profesionalisme Guru Abstract This article aims to identify effective educational supervision strategies in improving the professionalism of The research method used is a descriptive method with a qualitative approach. Data was collected through literature, such as books and journals related to the topic discussed, as well as information from electronic sources. The results show that effective supervision strategies include: . clinical supervision that focuses on developing teachers' teaching abilities, . providing constructive feedback, . ongoing professional training and development, and . the formation of teacher learning communities. This research contributes to the understanding of the importance of educational supervision in improving teacher professionalism and provides recommendations for schools and educational institutions in developing effective supervision strategies. Keyword: Educational Supervision. Teacher Professionalism PENDAHULUAN Profesionalisme guru merupakan salah satu faktor kunci dalam meningkatkan kualitas Guru yang profesional dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan efektif, sehingga meningkatkan prestasi belajar siswa (Mulloh & Muslim, 2. Supervisi pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan profesionalisme guru. Melalui supervisi, guru diberi kesempatan untuk meningkatkan kinerja, dilatih untuk memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi (Fajar dkk, 2. Seorang profesional dalam bidang pendidikan harus mempunyai 234 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam empat kompetensi inti yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 10, yang kemudian diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Keempat kompetensi tersebut meliputi kompetensi pedagogis, personal, profesional, dan sosial. Dalam dunia pendidikan, profesionalisme guru menyangkut tentang cara berpikir, bersikap, dan cara menerapkan pengetahuan serta keterampilan terkait pembelajaran (Addini dkk, 2. Guru dikatakan profesional bila mereka memiliki Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025 Strategi Supervisi Pendidikan dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru pengetahuan, perilaku, keterampilan yang unik dalam mengelola proses pembelajaran sehingga mampu meningkatkan hasil belajar siswa (Isrokatun dkk, 2. Di era revolusi industri 0, profesionalisme guru diperlukan untuk emosional, dan spiritual peserta didik sehingga tidak hanya pintar, tetapi mereka menjadi kreatif, terampil, mandiri, dan kritis (Suyatno dkk, 2. Mulyasa profesionalisme guru di Indonesia masih sangat rendah dan secara makro merupakan penyebab rendahnya mutu pendidikan nasional secara keseluruhan (Fajar dkk, 2. Hal ini tentu memiliki kaitan erat dengan pelaksanaan supervisi pendidikan. Supervisi pendidikan diselenggarakan untuk membantu guru dalam mengkoordinasi teori dan praktik, serta memperbaiki krisis profesionalisme guru yang terjadi, karena profesional itu bukan hanya hasil, tetapi proses (Eliza dkk, 2. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi supervisi pendidikan profesionalisme guru. METODE Pada menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Metode ini dipilih karena peneliti bertujuan untuk menggali dan menganalisis informasi yang relevan dari berbagai sumber literatur, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen lain yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Penelitian ini tidak melibatkan pengumpulan data primer melalui wawancara maupun obervasi lapangan, melainkan menggunakan sumber-sumber sekunder yang tersedia. Proses penelitian dimulai dengan identifikasi topik yang akan dikaji, yaitu 235 Edusociata Jurnal Pendidikan Sosiologi ISSN:2599-2511 . ISSN:2685-0524 . Selanjutnya peneliti mencari berbagai referensi yang relevan dengan topik ini dari berbagai sumber, baik media cetak maupun media Proses seleksi dan pengumpulan data dilakukan dengan saksama, seperti memilih referensi yang kredibel dan terkini agar informasi yang diperoleh mempunyai tingkat validitas dan relevansi yang tinggi. Setelah mengumpulkan berbagai sumber yang relevan, peneliti melakukan analisis terhadap temuan-temuan pada sumber tersebut. Proses ini dilakukan dengan mengkaji dan membandingkan berbagai teori, pandangan, dan temuan penelitian yang ada. Hasil analisis tersebut disusun dan disajikan dalam bentuk sintesis untuk memberikan gambaran yang jelas tentang strategi supervisi pendidikan dalam meningkatkan profesionalisme guru. Dengan metode kajian pustaka, penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam memahami strategi supervisi pendidikan yang tepat untuk meningkatkan pengembangan pendidikan di Indonesia. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil studi pustaka menyajikan beberapa informasi dan gambaran dasar tentang strategi supervisi pendidikan dalam meningkatkan profesionalisme guru. Supervisi Pendidikan Supervisi secara etimologis berasal dari bahasa Inggris Auto superviseAy atau mengawasi (Fajar, dkk, 2. Secara morfologis, supervisi berasal dari dua kata bahasa Inggris, yaitu AusuperAy dan AuvisionAy. Super berarti di atas dan vision berarti melihat, tilik, dan awasi. Jadi, supervisi berarti melihat, menilik, dan mengawasi dari atas. Secara sematik, supervisi pendidikan Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025 Strategi Supervisi Pendidikan dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru adalah pembinaan yang berupa bimbingan atau tuntunan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar dan belajar pada khususnya (Maisaroh dan Danuri, 2. Supervisi ialah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif. Supervisi merupakan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan teknis edukatif di sekolah, bukan sekadar pengawasan fisik terhadap fisik material (Fajar, dkk, 2. Tujuan memberikan bantuan teknis dan bimbingan kepada guru dan staf sekolah lainnya agar mampu meningkatkan kualitas kinerjanya. Meskipun tujuan akhirnya tertuju pada hasil belajar siswa, namun yang diutamakan dalam supervisi adalah bantuan kepada guru (Maisaroh dan Danuri, 2. Bantuan profesional yang diberikan kepada guru harus berdasarkan penelitian atas pengamatan yang cermat dan penilaian yang objektif serta mendalam dengan acuan perencanaan program pembelajaran yang telah dibuat (Fajar, dkk. Situasi belajar mengajar di sekolah akan lebih baik tergantung pada keterampilan supervisor sebagai pemimpin. Seorang supervisor perlu memahami prinsip-prinsip supervisi pendidikan sebagai landasan melaksanakan supervisi untuk mencapai Supervisi akademik adalah bantuan profesional kepada guru melalui siklus perencanaan yang sistematis, pengamatan yang cermat, dan umpan balik yang objektif dan Tujuan supervisi akademik ialah mengembangkan situasi belajar dan mengajar yang lebih baik, di mana terjadi proses interaksi antara guru dan siswa dalam usaha mencapai tujuan belajar yang ditentukan, antara lain 236 Edusociata Jurnal Pendidikan Sosiologi ISSN:2599-2511 . ISSN:2685-0524 . pembentukan pribadi anak yang mandiri, cerdas, dan berkarakter. Berdasarkan tujuan tersebut, maka prinsip-prinsip supervisi akademik yang dapat dilakukan, antara lain: . bersifat imliah, di antaranya adalah sistematis, objektif, dan menggunakan instrumen yang baik untuk mengumpulkan informasi yang teliti, . bersifat demokratis, yaitu atas dasar musyawarah, mengandung jiwa kekeluargaan yang kuat, serta sanggup menerima pendapat orang lain, . bersifat kooperatif, yaitu mengembangkan usaha bersama untuk menciptakan situasi belajar mengajar yang lebih baik, . bersifat konstruktif dan kreatif, mendorongnya untuk aktif dalam menciptakan situasi belajar mengajar yang lebih baik, . bersifat terbuka, yaitu membawa kegiatan supervisi dengan terbuka dan terus terang dengan pemberitahuan terlebih dahulu, dan . bersifat komprehensif, yaitu sarana yang lengkap . itinjau dari pelaksanaanny. dan meliputi semua aspek (Fajar, dkk, 2. Dengan demikian, esensi supervisi akademik sama sekali bukan untuk menilai kinerja guru dalam mengelola proses pembelajaran, melainkan membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalismenya. Untuk melihat keberhasilan kegiatan supervisi akademik, terdapat rambu-rambu yang perlu diperhatikan, di antaranya: Kemampuan guru meningkat, khususnya dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran Kualitas pembelajaran menjadi lebih baik, khususnya berkenaan dengan kemampuan guru mengajar. Pembelajaran yang terhadap hasil belajar siswa yang tinggi Terjalin hubungan yang kolegial antara supervisor dan guru dalam memecahkan pemasalahan-permasalahan pembelajaran Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025 Strategi Supervisi Pendidikan dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru yang dihadapi guru di lapangan (Astuti, dkk, 2. Salah satu faktor yang memiliki peran penting pada kegiatan supervisi adalah penggunaan instrumen yang baik dan Beberapa contoh instrumen supervisi akademik, antara lain Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian hasil Selain supervisi akademik, ada pula yang dinamakan supervisi manajerial, yaitu kegiatan pemantauan, pembinaan, dan pengawasan terhadap kepala sekolah dan elemen sekolah lainnya dalam mengelola, mengadministrasikan, dan melaksanakan seluruh aktivitas sekolah sehingga dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Supervisi manajerial menitikberatkan pengamatan pada aspek-aspek pengelolaan dan administrasi sekolah yang berfungsi sebagai pendukung Sementara supervisi akademik menitikberatkan pada pengamatan supervisor terhadap kegiatan akademik berupa pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas. Hakikat supervisi manajerial adalah agar sekolah terakreditasi dengan nilai baik dan dapat memenuhi standar pendidikan nasional (Astuti dkk, 2. Ruang lingkup supervisi manajerial, antara lain: . pemantauan, . penilaian, dan . Hasil pemantauan dan penilaian oleh supervisor dijadikan dasar untuk peningkatan kompetensi dan profesionalisme kepala sekolah yang menjadi agen perubahan pertama di lingkungan Secara spesifik, supervisi manajerial tidak kalah penting dibandingkan supervisi akademik yang sasarannya adalah guru dan Tanpa pengelolaan sekolah yang baik, tentu tidak akan tercipta iklim yang memungkinkan guru bekerja dengan baik (Fajar, dkk, 2. Selanjutnya adalah supervisi klinis. 237 Edusociata Jurnal Pendidikan Sosiologi ISSN:2599-2511 . ISSN:2685-0524 . Supervisi klinis termasuk bagian dari supervisi Supervisi klinis adalah supervisi yang difokuskan pada perbaikan pembelajaran melalui siklus yang sistematis mulai dari tahap perencanaan, pengamatan, dan analisis, intelektual yang intensif terhadap penampulan mengajar sebenarnya dengan tujuan untuk mengadakan modifikasi yang rasional (Waller dalam Safrizal, dkk, 2. Prosedur bimbingan yang berfokus pada pencarian sebab atau kelemahan yang terjadi selama proses belajar mengajar. Bimbingan yang diberikan tidak dengan instruksi atau mengarahkan, tetapi dengan memberikan bantuan yang dapat merangsang guru menemukan sendiri cara yang tepat untuk memperbaiki kekurangan yang dialami dalam mengelola proses pembelajaran. Pelaksanaannya didesain dengan praktis dan rasional, dilakukan atas dasar analisis data mengenai kegiatan-kegiatan di kelas. Indikator keberhasilan pelaksanaan supervisi klinis akan berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan guru dalam proses pembelajaran, kualitas pembelajaran menjadi lebih baik, dan terjalinnya hubugan kolegial antara pengawas dengan guru dalam pemecahan masalah Terdapat tiga pendekatan supervisi klinis. Pendekatan preskriptif. pengawas atau supervisor lebih menonjolkan otoritas formalnya dalam melakukan tugas seharihari. Pendekatan kolaboratif. lebih bersifat terbuka, di mana guru mendapat kesempatan lebih untuk mengemukakan dan menyampaikan kendala yang dihadapi. Pendekatan keagamaan. agama dijadikan sumber motivasi untuk menumbuhkan etos kerja yang positif dan inspirasi tingkah laku Apabila pendekatan prespektif Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025 Strategi Supervisi Pendidikan dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru dan kolaboratif belum menemui titik terang, maka supervisor dapat menggunakan pendekatan keagamaan. Langkah-langkah berlangsung pada suatu proses yang terdiri dari tiga tahap, yaitu . tahap pertemuan awal . , . tahap pengamatan . , dan . tahap pertemuan balikan . mpan bali. Tahap pertemuan awal bertujuan untuk mengembangkan bersama antara supervisor dan guru mengenai kerangka kerja observasi kelas yang akan dilakukan. Hasil akhirnya berupa kesepakatan kerja antara supervisor dan guru yang dapat dicapai apabila terdapat hubungan kemanusiaan dan komunikasi yang baik antar keduanya. Lalu pada tahap pengamatan, guru melakukan kegiatan pembelajaran sebagaimana pedoman dan prosedur yang telah disepakati pada pertemuan awal, sedangkan supervisor melakukan observasi berdasarkan instrumen yang telah dibuat dan disepakati dengan guru. Informasi yang dikumpulkan akan digunakan untuk membantu guru dalam menganalisis pelajaran. Selanjutnya, tahap pertemuan balikan. Tahap ini bukanlah akhir dari kegiatan supervisi Supervisor akan mendorong guru untuk merencanakan hal-hal yang perlu diperhatikan pada kesempatan berikutnya. Dengan supervisi klinis, diharapkan jurang yang tajam antara perilaku nyata dan perilaku ideal para guru dapat diperkecil, terutama dalam rangka meningkatkan kualitas dan kemampuan para guru memecahkan berbagai persoalan. Profesionalisme Guru Profesionalisme berasal dari kata profesi, di mana kata profesi diadopsi dari kata profession yang berarti pekerjaan yang memerlukan keahlian yang diperoleh melalui pendidikan dan latihan khusus. Profesionalisme merupakan seperangkat persyaratan dan harapan terhadap profesi tertentu. Pekerjaan 238 Edusociata Jurnal Pendidikan Sosiologi ISSN:2599-2511 . ISSN:2685-0524 . profesional merupakan pekerjaan yang membutuhkan keahlian tertentu dan dapat menjadi sumber penghidupan yang layak. Konsep profesionalisme digunakan untuk mewakili kompetensi, keahlian individu, dan kualitas pekerjaan (Suyatno dkk, 2. Profesionalisme memiliki peran penting dalam lingkungan kerja, begitu pula di lingkungan pendidikan. Sikap profesionalisme di lingkungan kerja menjadi hal wajib yang harus dijaga ketika bekerja, sebab ia mencerminkan karakter, sikap, dan integritas seseorang dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Guru adalah sebutan untuk profesi bagi seseorang yang mengabdikan diri dalam bidang pendidikan melalui interaksi edukatif yang terstruktur, formal, dan Guru dikatakan profesional bila mereka memiliki pengetahuan, perilaku, keterampilan yang unik dalam mengelola proses pembelajaran sehingga mampu meningkatkan hasil belajar siswa (Suyatno dkk. Profesionalisme guru mencakup komitmen terhadap profesinya, integritas dalam melaksanakan tugas, dan kemampuan untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan berkualitas (Sihombing & Naibaho, 2. , serta melibatkan penugasan yang mendalam terhadap materi pelajaran dan keterampilan akademik lainnya (Prayoga dkk, 2. Salah meningkatkan kualitas pengajaran guru adalah Komunitas merupakan sekelompok guru dan tenaga kependidikan (GTK) yang belajar bersama, berkelanjutan dengan tujuan yang jelas serta pembelajaran sehingga berdampak pada hasil belajar murid. Dengan adanya komunitas kompetensi antar GTK, khususnya guru dapat Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025 Strategi Supervisi Pendidikan dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru diminimalisir sehingga murid memperoleh pengalaman belajar dengan kualitas yang sama siapa pun gurunya (Ferayanti, dkk, 2. samping itu, interaksi dan dialog antar anggota komunitas dapat direfleksikan bersama-sama sehingga mereka akan saling mendukung untuk mandiri dan berdaya memenuhi kebutuhan Profesionalisme guru sangat berpengaruh pada kualitas pendidikan di sekolah, bahkan di suatu negara, sehingga ia menjadi tuntutan bagi sekolah dan guru itu Supervisi Pendidikan dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Supervisi pendidikan merupakan suatu kegiatan untuk memberikan bantuan dan bimbingan kepada tenaga pendidikan. Konsep supervisi adalah memberikan tekanan pada proses pembentukan dan pengembangan profesional dengan maksud memberikan respons terhadap kebutuhan guru Pembentukan profesionalisme guru yang bermaksud untuk menunjang pembaruan kemerosotan pendidikan terutama harus dimulai dengan cara mengajar guru di kelas. Dengan perbaikan dan penyempurnaan, diharapkan siswa dapat belajar dengan baik sehingga tujuan pendidikan dan pengajaran tercapai secara maksimal (Safrizal dkk, 2. Peningkatan profesionalisme guru harus disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan sosial ekonomi dalam masyarakat. Posisi supervisi pendidikan, yaitu sebagai upaya pengawasan, pemeriksaan, dan pengarahan terhadap kinerja guru sehingga guru dapat mencapai tujuannya secara optimal. Pembinaan guru juga menekankan pada pembinaan profesional guru guna memperbaiki 239 Edusociata Jurnal Pendidikan Sosiologi ISSN:2599-2511 . ISSN:2685-0524 . dan meningkatkan kemampuan profesional Kemampuan mengajar guru yang profesional menjadi suatu keniscayaan. Banyak cara untuk meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan tugasnya. Dua aspek yang dianggap sangat besar maknanya untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar adalah melalui pelatihan dan Menurut Bernardin dan Russell dalam Dekawati dkk . AuPelatihan adalah setiap usaha untuk memperbaiki performansi pekerja pada suatu pekerjaan tertentu yang sedang menjadi tanggung jawabnya, atau satu pekerjaan yang ada kaitannya dengan Ay Sementara itu. Gomes dalam Dekawati dkk . menyebutkan bahwa pelatihan sering disamakan dengan istilah Pengembangan . menunjuk kepada kesempatan-kesempatan belajar . earning opportunitie. yang didesain guna membantu pengembangan para pekerja. Pelatihan dan pengalaman mengajar seorang guru merupakan bagian penting dari sebuah sistem pendidikan. Oleh karenanya, diperlukan program pelatihan lanjutan bagi guru guna memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru serta untuk mendukung pengembangan profesional mereka. Di samping itu, kehadiran komunitas belajar dapat mendorong budaya belajar dan kolaborasi antar GTK. Komunitas ini memberikan wadah bagi para GTK untuk belajar dan berpartisipasi dalam pengembangan diri mereka, sehingga mendorong terjadinya peningkatan kompetensi GTK yang diharapkan akan selaras dengan peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. KESIMPULAN Berdasarkan temuan yang ada, peneliti menarik kesimpulan bahwa strategi supervisi pendidikan yang efektif dalam meningkatkan profesionalisme guru meliputi: . Supervisi Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025 Strategi Supervisi Pendidikan dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Klinis. Supervisor dapat memberikan umpan balik yang konstruktif dan membantu guru mengembangkan rencana-rencana perbaikan terkait persoalan yang dialami selama proses . Pemberian Umpan Balik. umpan balik yang konstruktif dapat membantu guru memahami kekuatan dan kelemahan mereka, sehingga mereka dapat meningkatkan kualitas dan kemampuan memecahkan berbagai persoalan. Pelatihan dan Pengembangan Profesional. pelatihan dan pengembangan profesional berkelanjutan dapat membantu guru meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka, sehingga mereka dapat menjalankan proses mengajar lebih . Pembentukan Komunitas Belajar. membantu guru berbagi pengalaman dan pengetahuan, sehingga mereka dapat belajar satu sama lain. DAFTAR PUSTAKA