EDUMANDIRI: JURNAL ILMU PENDIDIKAN DASAR Vol 01. No. Juli-Desember 2025 ISSN 3089-9575 https://ojs. id/index. php/edumandiri Penguatan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Sekolah Dasar Annis Noruzzaini1. Nury Azkiya Umamy 2 & Wiwi Anggrini3 1, 2Universitas Sapta Mandiri, 3Universitas Doktor Nugroho Magetan A E-mail: annisnoruzzaini@univsm. Abstract Literacy skills are an important foundation in the learning process that aims to shape students to be able to read, understand and use information effectively in everyday life. This study aims to analyze: . Students' reading comprehension skills in interpreting words or terms contained in the reading. Students' reading comprehension skills in determining the main idea or main idea. Supporting factors for students' reading comprehension skills. Inhibiting factors for students' reading comprehension skills. The research approach is a descriptive qualitative approach. Data collection through triangulation with research subjects, principals, class teachers, and third grade students of SDN Kebun Bunga 3 Banjarmasin. The results of the study are as follows: . Students' reading comprehension skills in interpreting words or terms contained in the reading, but have difficulty in understanding vocabulary and lack of vocabulary. Students' reading comprehension skills in determining the main idea or main idea, have not been fully able to determine the main idea of the paragraph. Supporting factors for students' reading comprehension skills, have not fully involved students and parents. Inhibiting factors for students' reading comprehension skills, are still limited to students. Keywords: Reading Reinforcement. Comprehension. Supporting Factors. Inhibiting Factors Abstrak Kemampuan literasi merupakan dasar yang penting dalam proses pembelajaran yang bertujuan untuk membentuk siswa agar mampu membaca, memahami dan menggunakan informasi secara efektif dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: . Kemampuan membaca pemahaman siswa dalam mengartikan kata atau istilah yang terdapat dalam bacaan. Kemampuan membaca pemahaman siswa dalam menentukan ide pokok atau gagasan utama. Faktor pendukung kemampuan membaca pemahaman siswa. Faktor penghambat kemampuan membaca pemahaman siswa. Pendekatan penelitian adalah pendekatan kualitatif Pengumpulan data melalui triangulasi dengan subjek penelitian, kepala sekolah, guru kelas, siswa kelas i SDN Kebun Bunga 3 Banjarmasin. Hasil penelitian sebagai berikut: . Kemampuan membaca pemahaman siswa dalam mengartikan kata atau istilah yang terdapat dalam bacaan, namun kesulitan dalam memahami kosakata dan kurangnya perbendaharaan . Kemampuan membaca pemahaman siswa dalam menentukan ide pokok atau gagasan utama, belum sepenuhnya mampu menentukan ide pokok paragraf. Faktor pendukung kemampuan membaca pemahaman siswa, belum sepenuhnya melibatkan siswa dan orang tua. Faktor penghambat kemampuan membaca pemahaman siswa, masih sebatas pada siswa. Kata Kunci: Penguatan Membaca. Pemahaman. Faktor Pendukung. Faktor Penghambat Annis Noruzzaini. Nury Azkiya Umamy & Wiwi Anggrini / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 103 - 114 PENDAHULUAN Membaca merupakan keterampilan berbahasa yang memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Beragam informasi disajikan melalui media cetak maupun media elektronik yang menuntut kemampuan membaca dari setiap individu. Kegiatan membaca tidak sekadar dimaknai sebagai membuka buku lalu membaca hingga selesai, melainkan merupakan suatu proses yang memiliki tahapan-tahapan Setiap tahapan tersebut mengandung makna yang dipahami secara bertahap, sehingga siswa mampu menangkap isi bacaan secara menyeluruh. Melalui kegiatan membaca, seseorang dapat memperoleh informasi, menambah wawasan ilmu pengetahuan, serta mendapatkan pengalaman-pengalaman baru (Ason & Dasmawarti, 2021, hlm. 316Ae. Tarigan menyatakan bahwa membaca adalah suatu proses yang dilakukan oleh pembaca untuk menangkap pesan yang ingin disampaikan penulis melalui bahasa Dalam proses pembelajaran membaca, siswa perlu memahami keterkaitan antara kegiatan membaca dan bahasa yang digunakan. Pengajaran membaca hendaknya menekankan bahwa tujuan utama membaca adalah memperoleh pemahaman terhadap isi bacaan. Oleh karena itu, siswa dituntut untuk memiliki kemampuan membaca pemahaman agar dapat menangkap makna teks secara tepat (Susanti & Santi, 2019, hlm. 220Ae. Membaca pemahaman merupakan kegiatan membaca yang melibatkan proses kognitif dengan tujuan memahami isi bacaan. Selaras dengan pendapat tersebut. Saddhono dan Slamet mengemukakan bahwa membaca pemahaman adalah aktivitas membaca yang dilakukan secara mendalam dan penuh kesadaran agar pembaca mampu menangkap serta menguasai informasi yang terkandung dalam teks (Diliana dkk. , 2021, hlm. 57Ae. Dengan demikian, dalam kegiatan membaca pemahaman, pembaca diharapkan mampu menangkap dan memahami makna yang terkandung dalam bacaan. Dalam membaca pemahaman, pembaca diharapkan mampu mengungkapkan hasil pemahamannya baik secara lisan maupun tertulis. Untuk memperoleh pemahaman yang utuh terhadap isi bacaan, kegiatan membaca sebaiknya tidak dilakukan hanya satu atau dua kali, melainkan secara berulang. Frekuensi membaca tersebut dipengaruhi oleh tingkat kesulitan teks serta kemampuan individu dalam memahami bacaan. Tingkat kemampuan membaca pemahaman juga berperan dalam menentukan seberapa cepat seseorang menangkap isi dan tujuan bacaan. Setelah makna bacaan dipahami, langkah selanjutnya adalah menerapkan isi bacaan tersebut. Dengan demikian, pemahaman yang tepat sangat diperlukan agar tidak terjadi Annis Noruzzaini. Nury Azkiya Umamy & Wiwi Anggrini / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 103 - 114 kekeliruan dalam menafsirkan maupun melaksanakan informasi atau perintah yang terkandung dalam bacaan. Membaca pemahaman tidak hanya dipandang sebagai kegiatan membaca semata, tetapi memiliki sejumlah tujuan utama yang perlu diprioritaskan agar memberikan manfaat bagi siswa. Adapun tujuan membaca permulaan antara lain: . membantu pembaca mencapai pemahaman yang menyeluruh terhadap argumen-argumen yang bersifat logis. mengenali susunan retoris atau pola yang terdapat dalam teks. mengidentifikasi pola-pola simbolik yang digunakan. menangkap nuansa tambahan yang berkaitan dengan aspek emosional. memahami sarana kebahasaan yang dimanfaatkan penulis untuk mencapai maksud tertentu. Proses membaca permulaan perlu adanya strategi agar bisa memahami isinya. Strategi membaca pemahaman yang efektif dan efisien merupakan kegiatan membaca yang tidak hanya berfokus pada pemahaman terhadap isi teks, tetapi juga memperhatikan aspek kecepatan membaca. Dengan demikian, membaca pemahaman yang efektif dan efisien harus memenuhi prinsip efektivitas, yaitu kemampuan memahami isi bacaan secara tepat, serta prinsip efisiensi, yakni penggunaan waktu, tenaga, dan kemampuan berpikir secara optimal tanpa pemborosan. Strategi membaca pemahaman yang efektif dan efesien merupakan dua aspek yang saling menlengkapi agar dalam proses membaca pemahaman tepat sasaran dan hemat waktu sehingga pembaca cepat memahami suatu maksud atau isi dari suatu bacaan dengan waktu Kemampuan membaca pemahaman pada siswa dapat dikenali melalui sejumlah indikator yang mencerminkan tingkat pemahamannya terhadap bacaan. Aji mengemukakan beberapa indikator membaca pemahaman, yaitu: . kemampuan siswa memahami isi teks yang dibaca. kemampuan menyusun ringkasan bacaan dengan mengidentifikasi gagasan utama pada setiap paragraf. kemampuan menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan isi bacaan. kemampuan mengungkapkan kembali isi bacaan menggunakan kalimat sendiri secara runtut dan Terdapat berbagai faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam membaca pemahaman. SyafiAoie mengemukakan bahwa salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan membaca pemahaman siswa terhadap suatu teks adalah penguasaan terhadap struktur wacana atau teks bacaan. Sementara itu. Lamb dan Arnold berpendapat bahwa kemampuan membaca pemahaman dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu lingkungan, intelektual, psikologis, serta fisiologis. Faktor fisiologis, seperti kondisi kelelahan, dapat menghambat proses belajar siswa, terutama Annis Noruzzaini. Nury Azkiya Umamy & Wiwi Anggrini / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 103 - 114 dalam kegiatan membaca. Selain itu, gangguan pada alat ucap, pendengaran, maupun penglihatan juga berpotensi memperlambat perkembangan kemampuan membaca (Harun, 2020, hlm. 92Ae. Pembelajaran membaca merupakan salah satu bagian dari empat keterampilan berbahasa yang diajarkan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sejalan dengan pendapat Dalman, pembelajaran Bahasa Indonesia menekankan penguasaan empat keterampilan berbahasa yang meliputi menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Sementara itu. Afifah menyatakan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, khususnya sebagai sarana untuk menguasai berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Libiawati, 2020, 77Ae. Sebagai warga negara Indonesia, kita perlu mempelajari serta menguasai Bahasa Indonesia dengan tepat dan sesuai kaidah. Tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk mampu mengapresiasi serta memanfaatkan karya sastra sebagai sarana pengembangan kepribadian dan peningkatan kemampuan Sejalan dengan pendapat tersebut. Anzar menyatakan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar bertujuan agar siswa dapat berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan kaidah serta etika yang berlaku, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan (Cahyani, 2021, hlm. 34Ae. Berdasarkan permasalahan yang terjadi peneliti tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang kemampuan membaca pemahaman pada siswa, untuk itu peneliti mengangkat judul penelitian tentang AuPenguatan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Sekolah DasarAy dengan diangkatnya judul ini diharapkan dapat mengetahui kesenjangan yang ada dan diharapkan fenomena kesenjangan ini dapat terjawabkan. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang diterapkan dalam studi ini adalah metode deskriptif. Pemilihan metode deskriptif bertujuan untuk menggambarkan serta memaparkan data yang berkaitan dengan penguatan kemampuan membaca pemahaman pada siswa sekolah dasar. Aspek yang dikaji meliputi kemampuan siswa dalam menafsirkan kata atau istilah yang terdapat dalam teks bacaan, kemampuan mengidentifikasi ide pokok atau gagasan utama, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat kemampuan membaca pemahaman siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Kebun Bunga 3 yang berlokasi di Kecamatan Banjarmasin Timur. Kota Banjarmasin. Provinsi Kalimantan Selatan. Subjek penelitian ditentukan Annis Noruzzaini. Nury Azkiya Umamy & Wiwi Anggrini / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 103 - 114 dengan menggunakan responden sebagai sumber data, yang terdiri atas kepala sekolah, guru kelas, dan siswa kelas i SDN Kebun Bunga 3. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ditinjau dari cara dan prosedur yang umum digunakan dalam penelitian kualitatif. Adapun teknik yang diterapkan meliputi: . Observasi . , yaitu teknik pengumpulan data kualitatif yang bertujuan memperoleh data deskriptif secara langsung dari objek penelitian. Observasi dipilih untuk mengamati secara sistematis aktivitas dan kemampuan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Aspek yang diamati mencakup kemampuan siswa kelas i dalam membaca serta memahami teks saat kegiatan belajar mengajar di kelas. Studi dokumentasi, yaitu pengumpulan data yang disesuaikan dengan tujuan penelitian guna melengkapi dan memperkuat data yang diperoleh melalui observasi dan wawancara. Dokumen yang dikaji dalam penelitian ini meliputi daftar siswa kelas i, hasil belajar siswa, serta berbagai data tertulis lainnya yang berkaitan dengan kemampuan membaca dan memahami teks pada siswa kelas i. HASIL DAN PEMBAHASAN Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa dalam Mengartikan Kata atau Istilah yang Terdapat dalam Bacaan. Kesulitan dalam memahami kosakata dalam soal tes yang berisi pertanyaan mengenai ide pokok dalam suatu bacaan dan kesulitan dalam menjawab soal berkaitan dengan pesan moral kesulitan siswa dialami siswa yaitu siswa sulit menterjemahkan apa maksud dari ide pokok dan pesan moral. Ketika pertanyaan atau soal yang diberikan ke siswa berisi kosakata maka siswa kesulitan untuk menjawab soal tersebut karena siswa kebinggungan apa maksud dari ide pokok dan pesan moral seperti dalam soal tes tersebut kebingungan pada diri siswa dalam mencari maksud kata tersebut tentunya disebabkan karena siswa kurang perbendaharaan kosakata. Kurangnya perbendaharaan kosakata membuat siswa sulit memahami bacaan sehingga siswa tidak mendapatkan pengetahuan dari suatu bacaan yang dibacanya. Hal ini tergambar ketita siswa menjawab soal tes yang diberikan siswa kesulitan sekali memahami kosa kata dalam soal tes tersebut. Dalam penelitian yang dilakukan Fathihah dijelaskan bahwa minimnya perbendaharaan kosakata siswa yang menyebabkan siswa sulit dalam memahami bacaan (Fathihah, 2. Hasil penelitian Widyasari menunjukkan bahwa rendahnya penguasaan kosakata pada siswa menyebabkan ketidakmampuan dalam menafsirkan makna kata sesuai dengan Annis Noruzzaini. Nury Azkiya Umamy & Wiwi Anggrini / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 103 - 114 konteks bacaan. Kondisi tersebut berdampak pada terhambatnya pemahaman siswa terhadap makna bacaan secara menyeluruh atau dalam satuan yang lebih luas. (Widyasari, 2. Terbatasnya penguasaan kosakata pada siswa dapat menyebabkan kesulitan dalam memahami isi bacaan. Rendahnya kemampuan membaca tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah rendahnya minat baca siswa. Minat membaca yang kurang mengakibatkan siswa memiliki perbendaharaan kata yang Selain itu, perkembangan teknologi yang semakin pesat juga menjadi tantangan tersendiri, baik bagi orang dewasa maupun anak-anak, karena penggunaan teknologi yang meluas hingga ke wilayah pedesaan dapat mengurangi kebiasaan membaca pada siswa. Hasil penelitian Widyasari menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara minat membaca dan kemampuan membaca pemahaman siswa. Semakin tinggi minat membaca yang dimiliki siswa, maka semakin baik pula kemampuan membaca pemahamannya, dan sebaliknya. Penelitian tersebut juga menjelaskan adanya keterkaitan antara penguasaan kosakata dengan kemampuan membaca pemahaman, di mana semakin banyak kosakata yang dikuasai siswa, semakin mudah pula siswa dalam memahami suatu bacaan. (Widyasari, 2. Berbagai upaya tersebut perlu terus diterapkan dan dikembangkan. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan minat baca siswa adalah dengan memberikan motivasi secara berkelanjutan mengenai pentingnya kegiatan membaca sebagai sarana untuk menambah pengetahuan. Melalui kebiasaan membaca berbagai jenis bacaan, siswa dapat memperoleh banyak informasi, khususnya dalam memperkaya perbendaharaan kosakata. Bertambahnya kosakata yang dimiliki siswa akan membantu mereka lebih mudah memahami isi bacaan. Kemudian selanjutnya upaya atau strategi yang dapat dilakukan ialah dengan membuat tempat membaca atau perpustakaan menjadi menarik dengan tempat membaca yang menarik membuat siswa betah atau nyaman berada di dalamnya sehingga siswa bisa lebih banyak membaca dari pada bermain. Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa dalam Menentukan Ide Pokok atau Gagasan Utama. Salah satu kesulitan yang dialami siswa kelas i adalah mengidentifikasi ide pokok dalam sebuah paragraf. Ide pokok paragraf merupakan inti pemikiran penulis yang merangkum keseluruhan isi bacaan. Menurut Triandy, ide pokok dapat dipahami sebagai gagasan utama yang bersumber dari pemikiran penulis dan disampaikan melalui pernyataan umum yang mencerminkan isi paragraf secara Annis Noruzzaini. Nury Azkiya Umamy & Wiwi Anggrini / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 103 - 114 Gagasan utama tersebut memuat konsep-konsep umum yang kemudian dikembangkan menjadi beberapa ide pendukung yang dijelaskan secara lebih terperinci dan diperkuat oleh argumen yang jelas. Ide pokok biasanya terletak pada kalimat utama, yang dapat muncul pada bagian awal paragraf, diikuti oleh kalimatkalimat penjelas hingga bagian penutup paragraph (Rostina, 2021, hlm. 87Ae. Menentukan ide pokok merupakan proses menemukan gagasan utama dari sebuah bacaan yang diawali dengan membaca paragraf secara keseluruhan. Melalui kegiatan ini, pembaca dapat menangkap inti informasi yang terkandung dalam setiap Selain itu, kemampuan menentukan ide pokok menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dikuasai pembaca untuk menambah dan mengembangkan wawasan pengetahuan (Safira & Wardana, 2022, hlm. 279Ae. Untuk membantu siswa menentukan ide pokok dalam sebuah paragraf secara tepat, disarankan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Model ini mendorong siswa untuk berpikir kritis dalam menemukan gagasan utama yang terkandung dalam paragraf (Shaffat, 2. Model pembelajaran ini diterapkan dengan memberikan tugas evaluasi berupa peta pikiran yang bertujuan membantu siswa mengenali ide pokok dalam sebuah paragraf. Peta pikiran berfungsi sebagai sarana untuk menghimpun dan mengorganisasi informasi yang dibutuhkan dalam proses pemahaman bacaan. Adapun langkah-langkah dalam menentukan ide pokok meliputi: . membaca teks secara menyeluruh, . memahami serta menjelaskan isi bacaan, . mengidentifikasi kalimat utama dan kalimat pendukung, serta . merumuskan kalimat tersebut menjadi ide pokok. Berdasarkan hasil wawancara dengan wali kelas, ditemukan bahwa beberapa siswa kurang menunjukkan perhatian terhadap materi yang disampaikan selama proses pembelajaran berlangsung. Siswa juga belum mampu menyelesaikan tugas sesuai waktu yang ditentukan serta menunjukkan rendahnya motivasi belajar di Hal ini disebabkan oleh masih banyak siswa yang belum dapat memahami teks bacaan dengan baik, sehingga ketika guru mengajukan pertanyaan, siswa cenderung menghindari atau tidak memberikan penjelasan. Kondisi tersebut menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal yang berkaitan dengan ide pokok. Situasi ini mengindikasikan bahwa pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran masih rendah dan siswa belum mampu menarik kesimpulan dalam menentukan ide pokok. Selain itu, metode pembelajaran yang didominasi oleh ceramah dan tanya jawab membuat siswa merasa jenuh selama kegiatan belajar Oleh karena itu, guru memiliki peran yang sangat penting dalam Annis Noruzzaini. Nury Azkiya Umamy & Wiwi Anggrini / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 103 - 114 memberikan bimbingan dan pendampingan kepada siswa yang mengalami kesulitan Berdasarkan temuan penelitian, upaya untuk mengatasi kesulitan dalam menentukan ide pokok paragraf menunjukkan perbedaan pendekatan di antara siswa. Salah satu langkah yang dinilai efektif dan dapat dilakukan oleh orang tua adalah mengikutsertakan siswa dalam program bimbingan belajar, sehingga siswa dapat lebih aktif terlibat dalam pembelajaran dan terhindar dari rasa bosan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ketika siswa menghadapi soal yang tidak dapat dikerjakan, mereka cenderung membiarkan jawabannya kosong tanpa berinisiatif bertanya kepada teman maupun guru. Berdasarkan analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa setiap siswa dan orang tua menerapkan strategi yang berbeda dalam menghadapi hambatan belajar, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Berbagai upaya yang dilakukan bertujuan untuk membantu siswa mencapai target pembelajaran serta memperoleh hasil belajar yang lebih optimal. Faktor Pendukung Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa. Kemampuan membaca pemahaman siswa dapat didukung oleh beberapa faktor, di antaranya siswa yang mampu memahami bacaan dengan baik umumnya memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap kegiatan membaca. Selain itu, dukungan dari lingkungan keluarga, khususnya orang tua yang memiliki kebiasaan membaca di rumah, turut berperan penting. Orang tua yang gemar membaca dapat menjadi teladan bagi anak, sekaligus aktif membimbing dan mengajak anak untuk membaca buku cerita bersama di rumah. Secara umum, kemampuan membaca pemahaman dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu faktor intelektual, lingkungan, psikologis, dan fisiologis. Pertama, faktor intelektual berkaitan dengan tingkat kecerdasan siswa. Siswa dengan kemampuan intelektual yang baik cenderung tidak mengalami kesulitan dalam memahami bacaan, sedangkan siswa dengan kemampuan yang lebih rendah dibandingkan teman sebayanya biasanya membutuhkan waktu lebih lama dalam membaca dan memahami isi teks. Kedua, faktor lingkungan meliputi latar belakang pengalaman siswa yang masih Oleh karena itu, siswa sangat membutuhkan contoh nyata dalam kegiatan membaca pemahaman, yang sebaiknya diberikan secara rutin oleh orang tua. Selain itu, kondisi ekonomi keluarga yang kurang memadai juga dapat menjadi hambatan bagi anak dalam mengembangkan kemampuan membaca pemahaman. Annis Noruzzaini. Nury Azkiya Umamy & Wiwi Anggrini / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 103 - 114 Ketiga, faktor psikologis berkaitan dengan motivasi belajar siswa. Siswa yang memiliki kemampuan membaca pemahaman yang baik umumnya memiliki dorongan dari dalam diri untuk memahami bacaan yang dibaca, serta memperoleh dukungan dan motivasi dari orang tua berupa semangat dan ajakan agar gemar membaca di Keempat, faktor fisiologis berhubungan dengan kondisi kesehatan fisik siswa. Keadaan tubuh yang kurang sehat, seperti sedang sakit, tidak sarapan, atau mengalami pusing, dapat menyebabkan siswa kurang fokus saat pembelajaran Kondisi tersebut berdampak pada kesulitan siswa dalam menerima dan menyerap materi yang disampaikan. Faktor Penghambat Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa. Faktor penghambat dari kemampuan membaca pemahaman siswa adanya faktor internal yaitu minat dan aktivitas dalam kegiatan membaca, dan perbedan kemampuan yang dimiliki siswa, dan faktor eksternal yaitu sarana dan prasarana yang dimilki siswa dan lingkungan sekolah dan keluarga (Ambarita dkk. , 2021, hlm. 2336Ae2. Faktor-faktor yang berperan dalam memengaruhi sekaligus menghambat kemampuan membaca pemahaman siswa kelas i meliputi beberapa aspek. Pertama, latar belakang pengalaman serta pengetahuan yang dimiliki siswa sangat menentukan tingkat pemahaman bacaan. Siswa dengan pengalaman dan wawasan yang lebih luas cenderung lebih mudah dan cepat memahami isi teks karena informasi yang telah dimiliki sebelumnya membantu proses penafsiran bacaan serta menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan teks. Sebaliknya, siswa yang memiliki keterbatasan pengalaman dan pengetahuan memerlukan waktu lebih lama untuk memahami bacaan karena materi yang dibaca merupakan hal baru bagi mereka. Kedua, rendahnya minat membaca turut menjadi kendala dalam mencapai keberhasilan membaca. Siswa dengan kemampuan membaca yang kurang umumnya menunjukkan ketertarikan yang rendah terhadap aktivitas membaca dan memiliki jumlah buku bacaan yang terbatas di rumah. Ketiga, kebiasaan membaca siswa di lingkungan rumah juga berpengaruh terhadap kemampuan membaca pemahaman. Sebagian siswa lebih sering menghabiskan waktu dengan bermain gawai, jarang mengulang materi pelajaran yang telah dipelajari, serta hanya membaca buku ketika terdapat tugas dari sekolah. Kondisi ini semakin memperkuat rendahnya minat membaca sehingga pencapaian kemampuan membaca menjadi kurang optimal. Annis Noruzzaini. Nury Azkiya Umamy & Wiwi Anggrini / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 103 - 114 Keempat, keterbatasan bahan bacaan yang dimiliki siswa menjadi faktor penghambat lainnya. Berdasarkan hasil wawancara, beberapa siswa mengungkapkan kesulitan dalam membaca pemahaman karena mereka hanya memiliki buku pelajaran sebagai sumber bacaan, yang pada akhirnya menurunkan motivasi dan minat mereka untuk membaca. KESIMPULAN Kesimpulan khusus dari implementasi penguatan kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar sebagai berikut: Pertama, kemampuan membaca pemahaman siswa dalam menafsirkan kata atau istilah yang terdapat dalam bacaan menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara minat membaca dan kemampuan membaca pemahaman. Semakin tinggi minat membaca siswa, semakin baik pula kemampuan membaca pemahamannya, dan sebaliknya, rendahnya minat membaca berpengaruh terhadap rendahnya kemampuan memahami bacaan. Selain itu, penguasaan kosakata juga memiliki keterkaitan yang kuat dengan kemampuan membaca pemahaman, karena semakin banyak kosakata yang dikuasai, semakin mudah siswa memahami isi bacaan. Kedua, kemampuan membaca pemahaman siswa dalam menentukan ide pokok atau gagasan utama berkaitan dengan kemampuan siswa mengidentifikasi gagasan inti dalam suatu paragraf. Ide pokok merupakan gagasan utama yang mencerminkan keseluruhan isi paragraf, yang biasanya dituangkan dalam kalimat utama dan dikembangkan melalui kalimat-kalimat penjelas hingga penutup dengan dukungan argumen yang jelas dan runtut. Ketiga, faktor pendukung kemampuan membaca pemahaman siswa meliputi kebiasaan membaca yang baik pada diri siswa serta dukungan lingkungan keluarga. Siswa yang memiliki kegemaran membaca dan didukung oleh orang tua yang juga gemar membaca cenderung memiliki kemampuan membaca pemahaman yang lebih baik. Orang tua dapat berperan sebagai teladan dengan membiasakan kegiatan membaca di rumah serta mengajak anak membaca buku cerita secara bersama-sama. Keempat, faktor penghambat kemampuan membaca pemahaman siswa terdiri atas faktor internal dan eksternal. Faktor internal mencakup minat membaca, intensitas aktivitas membaca, serta perbedaan kemampuan yang dimiliki setiap siswa. Sementara itu, faktor eksternal meliputi keterbatasan sarana dan prasarana pendukung membaca, serta pengaruh lingkungan sekolah dan keluarga. Annis Noruzzaini. Nury Azkiya Umamy & Wiwi Anggrini / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 103 - 114 REFERENSI