Eirene Vol. 10 No. 2, 289-309 (Desember 2. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. UKiP Sorong ISSN 2528-1887 e-ISSN 2540-962X THE RODE OF CHRISTIAN RELIGIOUS EDUCATION THEACHERS IN DIGITAL LITERACY SKILLS IN ADOLESCENTS AT SMP NEGERI 8 SORONG CITY PERAN GURU PAK TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL PADA ANAK REMAJA DI SMP NEGERI 8 KOTA SORONG Sance E Burdam,1 Skivo Reiner WataK,2 Sermia Liling3 Fakultas Teologi Program Studi PAK Universitas Kristen Papua Fakultas Teologi Program Studi PAK Universiatas Kristen Papua Fakultas Teologi Program Studi PAK universitas Kristen Papua Email:ta. 2021@gmail. Abstract : in this era digital technology, many teenagers era even adults are addicted to gadgets that provide attractive offers such as games, movies and others so that Christian teenagers forget their obligations as students. They are lazy to go to school, lazy to study and ital literacy to teenagers, the their relationships and future wiil be destroyed slowly This writing method uses a qualitative method in which the author directly conducted research at SMP Negeri 8 Sorong City. From this population, a sample was determined and the purpose of the technique was that the sample determined was able to provide accurate data in this study: the number of sample was 30 people consisting os student, 4 general teacher, from the results of this study, the writing at the research location, namely at SMP Negeri 8 Sorong city was that PAK teachers and parents played an important role in providing an understanding of digital literacy so that children do not misuse Keyworld: digital literacy, teenagers, role, teachers. Abstrak : Pada era Tekologi Digital ini membuat banyak anak-anak remaja bahkan kalangan orang dewasa kecanduan dengan gadget yang menyediakan tawaran menarik seperti games, film dan lainlain sehingga membuat anak remaja Kristen lupa dengan kewajiban sebagai pelajar Mereka malas sekolah, malas belajar bahkan beribadah. Karena lebih mementingkan dunia maya. Hal ini menjadi tugas dan tanggung jawab para guru-guru terlebih khusus guru PAK dan orang tua. Terdapat beberapa anak-anak remaja di SMP Negeri 8 Kota Sorong yang sudah kecanduan dengan gadget yang mereka gunakan, perubahan Teknologi Digital ini membawah dampak positif tetapi juga dampak negatif jika guru dan orang tua tidak memperhatikan dan memberikan pemahaman tentang Lieterasi Digital terhadap anak remaja maka pergaulan dan masa depan akan hancur secara perlahan. Metode penulisan ini menggunakan metode kualitatif yang di mana penulis langsung melakukan penelitian di SMP Negeri 8 Kota Sorong. Dari hasil penelitian ini yang di dapatkan penulisan pada tempat penelitian yaitu di SMP Negeri 8 Kota Sorong adalah guru PAK dan orang tua berperan penting dalam memberikan pemahaman Literasi Digital agar anak tidak salah mengguanakan Kata Kunci : Literasi Digital. Anak Remaja. Peran. Guru PENDAHULUAN Latar Belakang Penggunaan internet menunjukkan variasi di antara kelompok usia. Kelompok usia 13Ae18 tahun mencatatkan tingkat penggunaan tertinggi sebesar 99,16%, disusul oleh kelompok usia 19Ae34 tahun dengan 98,64%, dan kelompok usia 35Ae54 tahun sebesar Eirene Jurnal Ilmiah Teologi 87,30%. Kelompok usia yang paling sering menggunakan internet adalah generasi milenial dan Z. 1 kemajuan teknologi internet telah merubah cara kita berinteraksi, menghapuskan batas ruang dan waktu, menjadikan kita mampu terhubung secara global melalui jejaring media sosial. Meskipun media sosial memberikan kemudahan dalam membangun jaringan dan kontak, dampaknya terhadap anak-anak dan remaja bisa bermacam-macam. Mereka memerlukan bimbingan dalam menggunakan gadget dan media sosial karena bisa berdampak positif dalam hal pendidikan dan teknologi, namun juga dapat menyebabkan dampak negatif seperti ketidakseimbangan waktu belajar dan kewajiban sekolah akibat penyebab sosial media. Fakta yang telah diuraikan sebelumnya menunjukkan bahwa perkembangan teknologi digital kini telah menyatu dalam keseharian manusia, terutama bagi anak Dalam konteks ini, pengawasan yang lebih ketat, terutama dari keluarga dan orang tua, sangat penting. Orang tua perlu memberikan bimbingan yang tepat kepada remaja dalam penggunaan media sosial agar mereka dapat menggunakan platform tersebut secara bertanggung jawab dan bijaksana sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain peran orang tua, peran guru Pendidikan Agama Kristen di sekolah juga sangat Literasi digital menjadi hal yang sangat dibutuhkan bagi anak remaja. Andrianti menyimpulkan bahwa tingkat literasi digital di Indonesia masih rendah. Oleh karena itu. Peran guru Pendidikan Agama Kristen sangat penting sebagai pendamping literasi, agar siswa dan lingkungan sekolah bisa mengikuti perkembangan teknologi tanpa lepas dari nilai-nilai kebenaran Firman Tuhan. Guru Pendidikan Agama Kristen di sekolah memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan, membina, mengawasi, dan mengajar remaja yang kecanduan media sosial. Mereka menggunakan literasi digital untuk mengatasi masalah tersebut. Dalam era teknologi digital, kemampuan literasi sangat penting karena berhubungan dengan cara kita memanfaatkan informasi online dengan bijak dan etis. Literasi digital dapat diartikan dengan kemampuan untuk membaca, memahami, dan menilai informasi dari internet. zaman sekarang, terutama bagi remaja, media sosial dan teknologi digital sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan akan hal tersebut akhirnya dapat juga memengaruhi perilaku anak remaja. Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan, maka penulis mengambil judul: PERAN GURU PAK TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL PADA ANAK REMAJA DI SMP NEGERI 8 KOTA SORONG. Rumusan Masalah Nina Andriana. AuPandangan Partai Politik Terhadadap Media Sosial Sebagai Salah Satu Alat Komunikasi Politik Untuk Mendekati Pemilih Muda (Gen Y Dan Z. ): Studi Kasus Pdi-P Dan Psi the Perspective of Political Parties Towards Social Media As One of the Political Communicati,Ay Jurnal Penelitian Politik 19, no. : 51 Alcianno G Gani. AuPengaruh Media Sosial Terhadap Perkembangan Anak Remaja,Ay Jurnal Mitra Manajemen 7, no. : 32 http://journal. id/index. php/jmm/article/viewFile/533/499. Dwi Fitriani and Sri Muliati Abdullah. AuPeran Orang Tua Dalam Mendukung Kesejahteraan Psikologis Remaja Di Era Digital,Ay Prosiding Seminar Nasional 2021 Fakultas Psikologi UMBY . : 176 Remegises Danial Yohanis Pandie. AuLiterasi Digital Berbasis Pendidikan Kristiani Sebagai Sarana Pembentukan Karakter Era Disrupsi Teknologi,Ay Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan 4, no. : 5995 M Muslimin and R Idul. AuBudaya Literasi Digital Terhadap Pembentukan Sikap Dan Karakter Masyarakat Dalam Pembatasan Sosial Akibat Pandemi Covid-19,Ay Jurnal Bahasa. Sastra, dan Budaya 10, 3 . : http://ejurnal. id/index. php/JBSP/article/view/10540. Burdam at. al : Peran Guru PAK . Adapun penulis membuat rumusan masalah dari penelitian ini dari latar belakang yang telah diuraikan diatas, adalah : Bagaimana peran guru PAK dalam memberikan pemahaman literasi digital pada anak remaja di SMP Negeri 8 Kota Sorong? Bagaimana guru PAK mengatasi anak remaja yang kecanduan sosial media di SMP Negeri 8 Kota Sorong. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian yang penulis lakukan yaitu : Untuk mengetahui peran peran guru PAK dalam memberikan pemahaman literasi digital pada anak remaja di SMP Negeri 8 Kota Sorong. Untuk mengetahui bagaimana peran guru PAK dalam mengatasi anak remaja yang kecanduan media social di SMP Negeri 8 Kota Sorong. Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian yang dilakukan penulis sehubungan dengan tugas akhir ini Memberikan pemahaman tentang apa peran guru PAK dalam menjelaskan pemahaman tentang literasi digital di SMP Negeri 8 Kota Sorong. Untuk mengetahui bagaimana peran guru PAK dalam mengatasi anak remaja yang kecanduan media sosial di SMP Negeri 8 Kota Sorong. KAJIAN TEORI Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Guru pendidikan agama Kristen adalah seorang pemimpin yang terpilih dan benarbenar memiliki hati bahkan keinginan untuk menjadi seorang guru, menjadi sorang pengajar yang bertanggung jawab terhadap peserta didik. dan memiliki rasa takut akan Tuhan. Guru Pendidikan Agama Kristen merupakan pengajar yang selalu membimbing, menbina, menuntun dan memajukan hidup rohani dan iman takut akan Tuhan Agar anak didik melihat pertumbuhan dan karakter kristus di dalam diri seorang guru PAK. Seorang guru Pendidikan Agama Kristen hendaknya memahami bahwa pendidikan adalah proses secara sadar dan terarah, yang bersifat ramah dan mendampingi, guna menuntun serta memperlengkapi individu maupun kelompok menuju kedewasaan rohani dalam pola pikir, sikap iman, dan tindakan hidup, terlebih untuk usia anak dan remaja. Sebagai pendidik, seorang guru harus memiliki karakter Kristus yang bertanggung jawab, memiliki otoritas, mandiri, dan disiplin. Tugas seorang guru PAK adalah untuk memperlengkapi anak remaja dengan segala kebutuhan mereka agar mereka dapat tumbuh dalam Kristus Yesus. Sebagai pembimbing, guru harus mampu menggunakan pengetahuan dan pengalaman mereka untuk membimbing dan bertanggung jawab atas perkembangan siswa. Di era teknologi ini, di mana anak-anak mencari perhatian dan ingin diperhatikan, peran pendidik dituntut lebih peka terhadap permasalahan yang dimiliki siswa dan kiranya dapat menempatkan diri sebagai pendengar, sahabat, bahkan seperti orang tua yang memahami kondisi dan masalah setiap murid mereka. Carinamis Halawa. Peni Nurdiana Hestiningrum, and Iswahyudi Iswahyudi. AuPeran Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik Di Sekolah,Ay Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 2, no. : 133 Eirene Jurnal Ilmiah Teologi Oleh karena itu, karakteristik yang diperlukan oleh seorang guru PAK adalah sebagai Sebagai Pengajar, guru bertanggung jawab mengatur kegiatan pembelajaran untuk memastikan peserta didiknya memperoleh pengetahuan yang relevan. Selain menjelaskan materi pelajaran, guru juga membantu peserta didik memahami pentingnya proses belajar tersebut. Sebagai contoh, seorang guru Pendidikan Agama Kristen perlu memiliki pemahaman tentang berbagai situasi, seperti saat siswa mulai merasa bosan atau gelisah, serta memiliki pengetahuan dalam bidang sosial, alam, dan teknologi digital, selain pengetahuan teologi dan Alkitab. Sebagai Pelatih, guru memiliki peran sebagai pembimbing dalam melatih peserta Pendidikan dan pembelajaran membutuhkan latihan dan keterampilan. Misalnya, jika seorang anak sulit bangun pagi dan sering lupa menyiapkan buku pelajaran dan seragam sekolah, guru bisa memberikan pengingat dan menekankan agar siswa mempersiapkan semua hal tersebut sebelum tidur setiap malam. Dengan melakukan hal tersebut secara konsisten selama beberapa hari, hal tersebut akan menjadi kebiasaan bagi siswa. Sebagai Sahabat, seorang guru Pendidikan Agama Kristen diharapkan menjadi teman sekaligus figur yang adil dan bijaksana bagi siswa. Mereka juga diharapkan menjadi figur orang tua rohani bagi siswa. Penting bagi seorang guru untuk tidak membedabedakan siswa dan membangun hubungan yang baik dengan mereka. Di masa-masa puber, ketika siswa mulai tertarik pada lawan jenis, guru harus menjadi tempat curhat yang aman dan dapat memberikan pemahaman serta nasehat yang baik kepada siswa dalam menghadapi tantangan zaman modern. Sebagai Fasilitator. Guru dituntut membuat suasana dalam proses belajar mudah dipahami dan di mengerti seiring tumbuh kembang anak, serta memfasilitasi proses pendidikan mereka. Sebagai Misionaris, guru dianggap sebagai pembawa misi bagi siswa. Ini menekankan pentingnya penyebaran Injil yang memimpin manusia dari dosa menuju Seorang guru Pendidikan Agama Kristen tidak hanya fokus pada pengajaran di sekolah, tetapi juga membagikan ajaran Tuhan di gereja, di rumah, dan dalam lingkungan sosial lainnya. Mereka mengajarkan nilai-nilai kebaikan Tuhan dan mendukung diskusi bersama, serta memperhatikan perkembangan karakter dan masalah yang dihadapi oleh setiap siswa. Tujuan utama seorang guru PAK adalah untuk mengajarkan ajaran Kristen kepada anak-anak remaja agar mereka dapat tumbuh dan memperlihatkan karakter Kristus dalam hidup mereka. 7 Kebanyakan guru PAK cenderung hanya fokus pada materi pembelajaran, kurang interaktif dengan siswa, mungkin karena sebagian besar materi ajaran telah disampaikan oleh pengasuh di sekolah minggu dan para pendeta di ibadah yang telah menyampaikan ajaran Firman Tuhan. Arozatulo Telaumbanua. AuPeranan Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Membentuk Karakter Siswa,Ay FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 1, no. : 219. Burdam at. al : Peran Guru PAK . Pola Asuh Orang Tua Menjadi orang tua merupakan kebahagiaan yang tak tergantikan bagi setiap pasangan yang telah menikah. Mengasuh anak adalah tanggung jawab berat yang harus diemban oleh pasangan tersebut. Sebagai orang tua, kita memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan anak-anak kita tumbuh dan berkembang dengan baik, sehingga mereka dapat menghadapi masa dewasa dengan bijaksana. Dalam mengasuh anak, kewajiban ini menjadi yang paling esensial, di mana orang tua bertanggung jawab penuh atas tumbuh kembang anak yang telah di titipkan dan dipercayakan oleh Tuhan. 8 Peran orang tua sangat penting dalam membentuk karakter dan kepribadian anak. Dengan memberikan bimbingan, pendidikan, serta nasihat yang bijak sejak dini, orang tua turut menentukan arah perkembangan mental dan emosional anak. Pola asuh yang diterapkan sejak kecil akan membekas dan mempengaruhi cara anak berpikir, bersikap, dan menghadapi kehidupan ketika dewasa nanti. Kurangnya keterlibatan emosional dan perhatian dari orang tua sering kali menjadi faktor penyebab anak dan remaja mengalami hambatan dalam membangun relasi sosial yang sehat, hal ini bisa disebabkan karena kesibukan orang tua dalam pekerjaan atau karena situasi broken home. Menyisikan sebagian waktu untuk berkumpul dan berinteraksi selama proses pertumbuhan anak hingga dewasa sangat diperlukan oleh orang tua, karena kesempatan ini tidak akan terulang ketika mereka sudah dewasa. Orang tua juga memainkan peran krusial dalam membentuk karakter spiritual remaja, dengan memperhatikan perkembangan fisik, sosial, intelektual, psikologis, dan rohani mereka. Di dalam keluarga, anak dipersiapkan untuk menghadapi berbagai tahap perkembangan menuju kedewasaan di masa depan. Keluarga adalah lingkungan pertama yang memiliki peran penting dalam membentuk sistem pendukung bagi anak di rumah. Perkembangan seorang anak akan sangat ditentukan dari bagaimana peran orangtua dalam membimbing dan menciptakan hubungan dengan anak. Ada tiga tahap keterlibatan orang tua dalam perkembangan anak. Keterlibatan langsung dan interaksi dengan anak: Ini melibatkan waktu, tenaga, kasih sayang, dan perhatian orang tua untuk membangun kedekatan dengan anak-anak Orang tua perlu terus berinteraksi dengan anak-anak mereka agar mereka merasa didukung dan peduli, terutama di era digitalisasi ini di mana anak-anak cenderung terpapar dengan berbagai pengaruh eksternal. Menyediakan dan memberikan kesempatan untuk berbagai pengalaman: Orang tua perlu mendukung dan memungkinkan anak-anak mereka untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka. Hal ini penting agar anak tidak merasa terhambat dalam mengejar impian mereka. Terlalu banyak larangan dari orang tua dapat membuat anak merasa tertekan dan kecewa Melakukan kerjasama dengan pihak lain sebagai mitra: Orang tua harus bekerja sama dengan pihak lain seperti guru di sekolah, guru di gereja, atau anggota komunitas Eirene Vol No et al. AuTHE ROLE OF PARENTS IN IMPROVING THE SPIRITUAL QUALITY OF TEENAGE CHILDREN ANAK REMAJAAy 8, no. : 56. Qurrotu Ayun. AuPola Asuh Orang Tua Dan Metode Pengasuhan Dalam Membentuk Kepribadian Anak,Ay ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal 5, no. : 102. Fakultas Teologi et al. AuFakultas Teologi. Program Studi Magister Teologi Universitas Kristen Papua Sorong, *Email:Ay 1 . : 124. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi rohani untuk membantu dalam pembinaan dan pendidikan anak-anak mereka. Ini penting agar anak-anak tetap mendapatkan arahan dan bimbingan ketika orang tua tidak bisa selalu bersama mereka. Sebagai orang tua, mereka memiliki tanggung jawab sebagai pendidik bagi anak-anak mereka. Definisi Remaja Secara perkembangan, masa remaja dipahami sebagai periode peralihan yang kompleks antara masa kanak-kanak dan kedewasaan, dengan rentang usia yang bervariasi namun umumnya dimulai pada awal pubertas dan berakhir pada awal usia dewasa. Selama periode transisi ini, anak-anak mengalami banyak perubahan dalam sifat, mental, dan fisik, terutama selama pubertas. Oleh karena itu, perhatian dan pengawasan orang tua sangat penting selama masa ini. Orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi pertumbuhan dan perkembangan anak agar mereka tidak tersesat dalam pergaulan saat menuju kedewasaan. Berikut adalah fase transisi anak remaja menuju kedewasaan. Masa remaja awal Umumnya, pada usia SMP, para siswa mengalami berbagai ciri-ciri sebagai berikut: Emosionalitas yang lebih tidak stabil, b. Rentan menghadapi banyak masalah, c. Memasuki masa yang dianggap kritis, d. Mulai menunjukkan minat pada lawan jenis, e. Kurangnya rasa percaya diri atau kepercayaan diri yang kurang, dan f. Cenderung memiliki kecenderungan untuk mengembangkan pemikiran baru, gelisah, suka berimajinasi, dan cenderung menyendiri. Masa remaja madya pertengahan Pada tahap pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA), individu umumnya mulai menunjukkan berbagai karakteristik khas masa remaja, antara lain: . kebutuhan tinggi akan keberadaan dan pengakuan dari teman sebaya sebagai bagian dari proses pencarian identitas sosial. kecenderungan menunjukkan perilaku egosentris atau narsistik sebagai bentuk pencarian jati diri. munculnya kegelisahan dan kebingungan yang berkaitan dengan konflik internal serta ketidakstabilan emosional. rasa ingin tahu yang tinggi terhadap berbagai hal baru sebagai manifestasi dari perkembangan kognitif. dorongan eksploratif terhadap lingkungan sosial yang lebih luas sebagai upaya untuk memperluas wawasan dan pengalaman. Masa remaja akhir. Pada tahap ini akan terlihat tanda Ae tanda perubahan sifat, ciri khas seperti: a. Kondisi psikis dan fisiknya mulai mantap, b. Kemampuan berpikir realistis meningkat, didukung dengan pandangan yang matang, c. Lebih mampu menghadapi masalah secara dewasa, d. Ketenangan emosional meningkat, mampu mengontrol perasaan dengan lebih baik, e. Identitas seksual telah terbentuk secara mantap dan tidak akan berubah lagi, dan f. Lebih banyak perhatian terhadap tanda-tanda kedewasaan. Dapat disimpulkan bahwa masa remaja adalah periode yang menarik bagi banyak orang, tetapi banyak remaja yang mengalami kesulitan dalam proses menuju kedewasaan selama masa remaja tengah. Ini sering disebabkan oleh kurangnya perhatian dari orang tua dan kesalahan dalam interaksi sosial. Pada tahap masa remaja menuju kedewasaan peran orangtua yang selalu hadir sangat diperlukan. Banyak remaja pada tahap akhir masa remaja tampaknya sudah memiliki bentuk fisik yang lebih matang, namun jika Oktavianus Rangga et al. AuPeran Orangtua Dalam Mendidikan Anak Remaja: Suatu Perspektif Etika KristenAy 1, no. : 75. https://stapin. id/e-journal/index. php/pneumatikos/article/view/28. Burdam at. al : Peran Guru PAK . diperhatikan lebih lanjut, cara berpikir dan karakter mereka masih menunjukkan ciri-ciri anak-anak, menandakan kegagalan dalam mencapai kedewasaan. Mereka belum memiliki banyak pengalaman dalam menghadapi masalah dewasa, sering mengalami kegelisahan, pertentangan batin, kebingungan, dan konflik internal. Cara remaja memandang dan merespon peristiwa-peristiwa yang mereka alami akan mempengaruhi perilaku mereka dalam menghadapi situasi tersebut. Anak Remaja Kristen Remaja Kristen dianggap sebagai pasukan Tuhan yang akan disiapkan melalui pendidikan rohani di setiap komunitas gereja dan dipersiapkan untuk melayani di ladang Tuhan dengan tujuan membawa setiap jiwa yang belum bertobat kepada keselamatan. Pemuda atau remaja Kristen merupakan individu yang telah mengalami pertobatan dan kelahiran baru, menampilkan karakter Kristus yang hidup dalam Roh Kudus. Hidup dalam Roh seperti yang dijelaskan dalam Galatia 5:22Ae23, menghasilkan buah-buah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri, yang tidak bertentangan dengan hukum. Anak muda merupakan tulang punggung gereja, seperti yang tergambar dalam berbagai cerita dalam Alkitab di mana Tuhan menggunakan anak muda untuk menyebarkan injil kepada mereka yang belum bertobat, seperti Salomo. Daud, kedua belas murid Yesus, dan banyak Anak muda dalam cerita Alkitab sering kali masih dalam usia remaja. Oleh karena itu, remaja merupakan bagian integral dari gereja yang tidak boleh diabaikan, karena mereka adalah generasi penerus yang harus aktif terlibat dalam pelayanan gereja. Dalam Yohanes 15:16, disebutkan bahwa Tuhan telah menugaskan kita untuk pergi dan menghasilkan buah yang tetap, serta memastikan bahwa permohonan kita kepada Bapa dalam nama-Nya akan dikabulkan. Hal ini mengindikasikan bahwa remaja yang telah bertobat dan percaya akan dipanggil untuk menyebarkan pesan Injil kepada temanteman mereka yang sudah mengenal Tuhan Yesus tetapi belum mengalami pertobatan, sehingga mereka dapat menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi Selain itu, mereka juga diharapkan aktif dalam kegiatan gereja dan komunitas Saat remaja menyebarkan Injil, beberapa orang mungkin menolak, namun ada juga yang menerima. Jika mereka menerima pesan Injil, itu menandakan bahwa mereka telah dimenangkan untuk hidup baru yang lebih sungguh-sungguh bersama Tuhan. Hal ini merupakan pengertian dari "memenangkan jiwa", karena setiap jiwa begitu mulia di mata Tuhan. Sebagai individu seorang remaja yang telah bertobat, kita menyadari bahwa hati Tuhan berdetak untuk menyelamatkan jiwa yang terhilang. Oleh karena itu, peran gereja dalam memperkuat dan membimbing rohani anak-anak remaja Kristen tercermin dalam penyelenggaraan seminar yang membahas pertumbuhan spiritual remaja masa kini. Tidak hanya itu, dalam upaya mengembangkan ibadah remaja dan pemuda, pentingnya pendalaman pemahaman tentang perkembangan rohani seorang remaja disampaikan melalui pengajaran yang mendalam, agar mereka terhindar dari kesalahan dan pergaulan bebas yang bisa menghantarkan pada dosa. Gereja juga dapat mengadakan pertemuan untuk memperkuat diri remaja, memantau perkembangan dan karakter pribadi mereka, serta menggelar ibadah saat teduh guna mempererat hubungan spiritual dengan Tuhan. Hal ini memungkinkan remaja untuk mendalami dan merasakan Khamim Zarkasih Saputro. AuMemahami Ciri Dan Tugas Perkembangan Masa Remaja,Ay Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama 17, no. : 25. Teologi et al. AuFakultas Teologi. Program Studi Magister Teologi Universitas Kristen Papua Sorong, *Email:Ay Eirene Jurnal Ilmiah Teologi kasih Kristus serta memperkokoh kedewasaan rohani mereka. Alkitab mengajarkan bahwa setiap remaja Kristen adalah tentara Tuhan yang bertugas menyampaikan kebenaran Firman Tuhan, menjadi pilar gereja, dan bagian dari tubuh Kristus yang hidup. Mereka dipanggil untuk hidup dalam kesucian dan meninggalkan kebiasaan lama yang menyebabkan jatuh dalam dosa. Remaja Kristen yang telah bertobat dan memiliki takut akan Tuhan akan hidup dalam terang dan mencerminkan karakter Kristus. Mereka akan menjadi terang dan garam di lingkungan tempat mereka berada, seperti di rumah, sekolah, atau tempat bermain, sesuai dengan kehendak Allah. Gaya hidup remaja Kristen dapat dilihat dari hasil atau buah rohani yang ditunjukkan, menunjukkan apakah mereka telah mengalami pertumbuhan rohani atau belum. 14 Pemuda dituntut untuk aktif memberikan diri, menggunakan semua kemampuan yang dimiliki untuk menjawab setiap kebutuhan gereja dalam menghadapi perkembangan zaman yang terus berlangsung. Seorang pemuda yang bisa menjadi contoh dalam perkataan, perilaku, kasih, kesetiaan, dan kesucian, 1Timotius 4:12, jangan seorang pun mengangap engkau rendah karena engkau mudah jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu, dan dalam mengajar. 15 jika seorang anak muda sudah benar-benar mengalami pertobatan dan bergaul dengan Tuhan maka mereka akan menunjukkan buah yang baik dan cari sikap bahkan tutur kata mereka saat berada di lingkungan tempat tinggal, gereja, sekolah dan di media sosial. Era Teknologi Dan Literasi Digital. Perkembangan teknologi menuju digitalisasi semakin menggila saat ini. Dalam era digital seperti sekarang, gaya hidup telah berubah drastis dengan ketergantungan pada gadget dan perangkat elektronik. Teknologi menjadi sarana utama untuk memenuhi berbagai kebutuhan, memudahkan tugas, dan meningkatkan produktivitas. Peran krusial teknologi telah memasuki era digital, membawa peradaban manusia ke tingkat baru. Meskipun membawa dampak positif yang signifikan, era digital juga menghadirkan sejumlah tantangan yang perlu dihadapi, mencakup aspek politik, ekonomi, sosialbudaya, pertahanan, keamanan, dan teknologi informa. Diperlukan pemahaman tentang bagaimana perkembangan teknologi memengaruhi kehidupan sosial remaja. Remaja zaman sekarang memiliki perbedaan signifikan dengan remaja di masa lampau. Dulu, remaja cenderung menikmati permainan tradisional seperti bermain karet, sepeda, dan lainnya yang melibatkan kreativitas dalam menciptakan hiburan dari alam sekitar. Namun, dengan munculnya era teknologi digital, remaja lebih cenderung terpaku pada permainan gadget yang seringkali mengurangi interaksi sosial dan kreativitas mereka. Penggunaan gadget juga membawa dampak negatif bagi kesehatan remaja, termasuk gangguan tidur. Pola makan yang tidak konsisten, serta masalah kesehatan mental akibat paparan radiasi dan kecanduan media sosial. Meskipun teknologi menyediakan kemudahan, juga banyak membawa dampak negatif bagi kehidupan remaja. Sebagai generasi penerus, penting bagi mereka untuk memahami dan menghadapi dampak teknologi dengan bijaksana, terutama dalam interaksi sosial dan pengembangan kepribadian, mengingat banyaknya dampak negatif yang mungkin timbul Peran Gereja Dalam Membina remaja Kristen Terhdadap Pergaualan Masa Kini. AuEzra Tari. Ay 3, no. : 2. James Mangaronda. AuPeranan Pendidikan Agama Kristen Bagi Pemuda Kristen,Ay EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 2, no. : 96. Setiawan. AuEra Digital Dan Tantangannya. Seminar Nasional Pendidikan,Ay Seminar Nasional Pendidikan . : 1. Burdam at. al : Peran Guru PAK . akibat penyalahgunaan teknologi. Dampak negatif dari penggunaan teknologi tentu sangat signifikan. Kemajuan teknologi telah menghasilkan transformasi besar dalam kehidupan manusia, termasuk perubahan dalam budaya dan nilai-nilai masyarakat. Terutama, hal ini berpengaruh pada anak-anak dan remaja. Perubahan ini juga memengaruhi nilai-nilai tradisional di masyarakat, terutama di Indonesia yang memiliki budaya timur. Indonesia, kemajuan teknologi memiliki dampak signifikan terhadap transformasi budaya dan sistem nilai dalam masyarakat, baik di wilayah urban . maupun rural . , sebagai bagian dari proses modernisasi. Perkembangan ini telah mendorong terjadinya perubahan yang mendasar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk pola pikir, perilaku sosial, dan tata nilai budaya, dengan pengaruh yang paling nyata terlihat pada kalangan generasi muda. Tentunya, perkembangan teknologi telah mengakibatkan perubahan yang besar dalam kehidupan manusia serta segala aspek peradaban dan budayanya, terutama pada generasi muda. Perubahan ini juga berdampak signifikan pada evolusi nilai-nilai di masyarakat, khususnya dalam budaya tradisional, terutama di negara-negara seperti Indonesia yang memiliki kekayaan budaya timur. Saat ini, di Indonesia, kita dapat melihat dampak besar kemajuan teknologi pada nilai-nilai budaya yang dipegang oleh masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan . Perkembangan teknologi seperti televisi, telepon, gawai, dan internet tidak lagi terbatas pada masyarakat perkotaan, melainkan juga telah menjangkau masyarakat di wilayah-wilayah lain, termasuk wilayah Sorong Kepulauan terutama Distrik Doom Barat di SMP Negeri 8 Kota Sorong terhadap anak- anak didik. 18 Apa saja dampak positif dan negatif teknologi digital pada anak remaja. Dampak Positif gadget Menerapkan teknologi gadget untuk menyelesaikan tugas sekolah secara efisien, mengantikan penggunaan buku cetak ketika tidak tersedia. Meningkatkan pengetahuan, mempermudah komunikasi, serta memperluas jejaran sosial, memungkinkan terhubung dengan berbagai teman dari belahan dunia. Media sosial memudahkan remaja untuk berinteraksi dengan orang-orang baru meskipun sebagian besar tertemanan hanya berjalan secara daring. Remaja cenderung terdorong untuk mengembangkan potensi diri melalui interaksi sosial di media sosial, di mana mereka saling berkomunikasi, berbagi pengalaman, dan menerima umpan balik dari teman sebaya. Proses ini berperan penting dalam pembentukan identitas dan penguatan motivasi intrinsik dalam konteks perkembangan sosial. Situs media sosial membantu mempercepat hubungan social remaja seperti memberikan perhatian pada ulang tahun teman, memberi komentar, menjaga interaksi meskipun secara virtual. Dampak negatif gedgat Seorang siswa seringkali enggan untuk mempelajari dan menyesuaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru karena terlalu fokus pada media social, membakibatkan gangguan konsentrasi dan penurunan prestasi belajar. Wita Yulianti and Widdya Rahmalina. AuPengaruh Perkembangan Teknologi Terhadap Kehidupan Sosial Remaja,Ay Jurnal Mitra Pengabdian Farmasi 1, no. : 80. Hendro Setyo Wahyudi and Mita Puspita Sukmasari. AuTeknologi Dan Kehidupan Masyarakat,Ay Jurnal Analisa Sosiologi 3, no. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi Anak remaja akan menjadi malas untuk bersosialisasi dalam kehidupan nyata. menyebabkan pemahaman tentang berbahasa yang baik menjadi terganggu jika mereka hanya fokus bersosialisasi di dunia maya. Media sosial dan games menjadikan seorang anak lebih individualistis dalam kesehariannya hingga menyebabkan seoarang anak tidak sadar bahkan tidak peduli terhadap keadaan lingkungan di sekitar mereka, karena asik bermedia sosial dan menghabiskan banyak waktu pada gadget, hal tersebut mengakibatkan kurangnya perhatian di dunia nyata. Bagi remaja, kurangnya tata Bahasa dan ejaan yang benar dalam situs media social dapat membuat mereka kesulitan membedakan antara komunikasi di dunia maya dan dunia nyata. Internet merupakan tempat yang sangat rentan terhadap kegiatan kriminal bagi individu yang tidak bertanggung jawab, seperti penipuan online, pembobolan rekening, dan aktivitas lainnya. Sebagai orang tua yang kurang memantau anak-anak di internet, kita mungkin tidak menyadari identitas sebenarnya dari orang-orang yang mereka kenal secara online. Kasus penipuan, pencemaran nama baik, dan penculikan remaja, serta kejahatan online lainnya semakin sering terjadi belakangan ini, seringkali dilakukan oleh pelaku untuk mencari keuntungan finansial. Ketergantungan pada media sosial dapat menyebabkan gangguan mental dan emosional yang tidak terkontrol pada remaja. Ketidakmampuan untuk mengendalikan waktu dan perilaku saat berinteraksi dengan media sosial sering kali terjadi, terutama ketika orang tua tidak memberikan batasan yang cukup. Ketergantungan pada internet dan kurangnya kontrol diri dapat menyebabkan seseorang lebih peduli terhadap citra mereka di dunia maya daripada kehidupan nyata. Banyak waktu yang terbuang dan risiko kesehatan, seperti kerusakan mata akibat paparan radiasi cahaya dari gadget, dapat terjadi karena penggunaan media sosial yang berlebihan. Biaya tambahan untuk membeli paket internet menjadi kebutuhan tambahan bagi orang tua karena penggunaan media sosial memerlukan akses internet. Ketergantungan pada media sosial dapat menyebabkan remaja bangun terlambat dan malas untuk bersekolah karena mereka seringkali terjaga hingga larut malam. Aktivitas berlebihan di internet dapat membuat remaja malas mengerjakan tugas sekolah dan sering bolos karena lebih tertarik dengan gadget. Adanya konten yang tidak pantas di media sosial, termasuk kata-kata kasar dan tontonan yang tidak baik bagi anak-anak, dapat mempengaruhi perilaku dan tren yang diikuti oleh remaja. Literasi digital merujuk pada keterampilan dasar dalam menggunakan perangkat komputer dan internet. Menurut definisi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, literasi digital mencakup pengetahuan dan keterampilan untuk menggunakan media digital, alat komunikasi, dan jaringan dengan cara yang sehat, bijaksana, cerdas, teliti, akurat, dan sesuai dengan hukum, untuk memperoleh, mengevaluasi, menggunakan, dan membuat informasi dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, pemahaman akan teknologi digital menjadikan seorang guru memiliki kemampuan Alcianno G Gani. AuPengaruh Media Sosial Terhadap Perkembangan Anak Remaja,Ay Jurnal Mitra Manajemen 7, no. : 32. http://journal. id/index. php/jmm/article/viewFile/533/499. Burdam at. al : Peran Guru PAK . dalam menggunakan berbagai sumber multimedia secara efisien. Ini juga memberikan Guru Pendidikan Agama Kristen kemampuan untuk menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dengan lebih efektif, serta memahami, mengevaluasi, dan menganalisis informasi dengan lebih baik, yang pada gilirannya dapat mengembangkan sikap, pemikiran kritis, kreatif, dan inspiratif. Dengan kemampuan tersebut. Guru Pendidikan Agama Kristen dapat menyiapkan remaja untuk memiliki keterampilan berpikir yang meliputi kemampuan mengidentifikasi masalah, menggabungkan dan mengolah informasi, menghasilkan solusi inovatif, serta meningkatkan kemandirian belajar dan kerja sama dalam kelompok bagi Literasi Digital Pada Anak Remaja Literasi digital merupakan fondasi yang vital bagi evolusi pendidikan di masa Hal ini mencerminkan pemahaman yang terpadu tentang pengetahuan yang didukung oleh teknologi informasi. Pentingnya literasi ini terletak pada pemahaman anak remaja terhadap potensi positif media digital dan penghalang yang mungkin menghambat pemahaman mereka terhadap penggunaannya. Sayangnya, banyak anak remaja kurang memahami literasi digital, sehingga mereka cenderung kecanduan dengan gadget yang digunakan setiap hari. Hal ini berpotensi menimbulkan dampak negatif pada pola pikir dan perilaku mereka. Banyak insiden kekerasan yang terjadi di media sosial dan meningkatnya penyebaran berita palsu di dunia maya telah menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua terhadap pertumbuhan dan pola pikir anak remaja. Rentang usia 13 hingga 18 tahun dianggap rentan terpengaruh oleh fenomena ini, baik pada anak laki-laki maupun perempuan, yang dapat menyebabkan ketergantungan. Fenomena menarik dari perkembangan teknologi digital adalah dampaknya yang merambah berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, ekonomi, gaya hidup, dinamika keluarga, perilaku konsumtif, dan bahkan Literasi digital tidak hanya terbatas pada pengetahuan tentang pengoperasian dan cara menggunakan perangkat digital, melainkan juga mencakup berbagai pengetahuan kognitif, sosial, dan emosional yang saling terkait, yang diperlukan agar individu dapat beradaptasi dengan baik dalam lingkungan digital. Studi-studi menunjukkan adanya dampak negatif pada perilaku remaja akibat penggunaan media sosial dan internet yang tidak terawasi dengan baik oleh orang tua, sebab tidak semua orang tua memiliki pemahaman yang sama. cara menggunakan gadget, dan mereka percaya bahwa remaja sudah memiliki pemahaman dan tanggung jawab yang cukup terhadap penggunaan Namun, fakta menunjukkan bahwa tidak semua informasi yang tersedia di media digital dan internet layak untuk dikonsumsi oleh anak dan remaja, yang mengakibatkan penurunan moralitas pada generasi muda. Hesty Kusumawati. Liana Rochmatul Wachidah, and Dinda Triana & Cindi. AuDampak Literasi Digital Terhadap Peningkatan Keprofesionalan Guru Dalam Kegiatan Belajar Mengajar,Ay Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika 3, no. : 155 Nuly Meilinda. Febrimarani Malinda, and Sari Mutiara Aisyah. AuLiterasi Digital Pada Remaja Digital (Sosialisasi Pemanfaatan Media Sosial Bagi Pelajar Sekolah Menengah Ata. ,Ay Jurnal Abdimas Mandiri 4, 1 . : 62. Dinie Anggraeni Dewi et al. AuMenumbuhkan Karakter Siswa Melalui Pemanfaatan Literasi Digital,Ay Jurnal Basicedu 5, no. : 5249. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi Pengembangan teknologi digital pada siswa menjadi penting karena mayoritas waktu yang dihabiskan oleh anak remaja digunakan untuk mengakses berbagai platform media sosial seperti Facebook. TikTok. Instagram, dan berbagai jenis permainan daring. Penelitian menunjukkan bahwa media sosial dapat memakan waktu secara berlebihan bagi penggunanya jika tidak ada kontrol yang tepat. Keterlibatan yang intens dalam aktivitas daring dapat menyebabkan remaja mengabaikan tanggung jawab sekolah Pemerintah Indonesia pun mengakui rendahnya tingkat literasi digital di kalangan remaja dan mengidentifikasi beberapa penyebabnya, seperti kecanduan media sosial dan kurangnya pemahaman tentang literasi digital di kalangan remaja itu sendiri. Kurangnya pengawasan dari orang tua dan kurangnya pelajaran tentang literasi digital di sekolah juga turut menjadi faktor penyebab. Selain itu, kebiasaan buruk juga menjadi faktor utama yang berkontribusi pada rendahnya tingkat literasi digital. Data menunjukkan bahwa disiplin belajar remaja sangat dipengaruhi oleh kontrol penggunaan media sosial, dengan faktor tersebut menyumbang sebesar 99,16 persen terhadap tingkat disiplin belajar remaja. Meskipun penggunaan media sosial di kalangan remaja meningkat, kemampuan literasi digital mereka di Indonesia tidak meningkat secara signifikan seiring waktu. Peran Guru PAK Terhadap Kemampuan Literasi Digital Pada Anak Remaja Peran guru Pendidikan Agama Kristen sangat signifikan dalam meningkatkan kemampuan literasi digital anak remaja di era globalisasi saat ini. Pentingnya strategistrategi yang digunakan dalam pendekatan dan pengajaran literasi digital oleh para guru Pendidikan Agama Kristen adalah untuk memastikan bahwa setiap siswa memahami dampak positif dan negatif internet terhadap diri mereka dan masa depan mereka. Dalam era literasi digital yang terus berkembang, internet menjadi semakin penting dengan jumlah pengguna yang terus meningkat setiap hari. Meskipun sebagian besar pengguna media sosial menggunakan internet dengan bijak, tantangannya adalah bagaimana anak remaja dapat menggunakan media sosial tanpa merusak moralitas mereka. Dampak positif teknologi internet bagi Pendidikan Pengembangan dan penerapan teknologi informasi juga bermanfaat untuk Pendidikan Dengan munculnya berbagai media massa dan sumber-sumber ilmu pengetahuan elektronik, seperti internet dan laboratorium komputer di sekolah, kita menyadari bahwa guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber pengetahuan. Dalam era digital saat ini, siswa tidak lagi sepenuhnya bergantung pada materi yang disampaikan oleh guru di kelas, karena mereka memiliki akses luas terhadap berbagai sumber pembelajaran melalui internet. Oleh karena itu, peran guru mengalami perluasan fungsi, tidak hanya sebagai fasilitator pembelajaran, tetapi juga sebagai pembimbing, pengawas, dan pengarah dalam proses pendidikan siswa. Transformasi digital ini turut mendukung efektivitas proses belajar-mengajar, mempermudah kolaborasi, serta memperkaya pengalaman belajar bagi seluruh peserta didik. Bahwa siswa tidak hanya bergantung pada apa yang diajarkan oleh guru, tetapi juga dapat mengakses materi pelajaran langsung dari Oleh karena itu, peran guru tidak hanya sebagai pengajar, melainkan juga sebagai pembimbing, pengawas pendidikan siswa serta memastikan arah dan perkembangan pendidikan mereka dengan bijak. Perkembangan juga membantu memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Salah satu keunggulan Annisa Rahmadanita. AuRendahnya Literasi Remaja Di Indonesia: Masalah Dan Solusi,Ay Jurnal Pustaka Ilmiah 8, no. : 55. Burdam at. al : Peran Guru PAK . manusia adalah kemampuan untuk memahami diri sendiri melalui interpretasi yang tidak hanya bergantung pada kebiasaan, struktur, atau nilai-nilai sosial. Dampak negatif terhadap teknologi bagi dunia Pendidikan. Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan pelajar dan mahasiswa mengalami gangguan moral, ahlak, dan bahkan kesehatan. Keterlaluan dalam menggunakan media sosial dapat menyebabkan pelajar menjadi kurang produktif dalam belajar dan membaca buku karena terlalu bergantung pada media sosial. Setiap pembelajaran di sekolah saat ini telah mengintegrasikan teknologi internet, yang dapat merangsang minat dan keaktifan pelajar serta memicu rasa ingin tahu mereka. Namun, penting bagi para guru untuk memastikan bahwa penggunaan internet dalam pembelajaran dilakukan dengan benar. Oleh karena itu, diperlukan strategi dalam Pendidikan Agama Kristen untuk membimbing pelajar agar menggunakan internet secara positif, misalnya dengan menonton film-film rohani, kesaksian. KKR, lagu penyembahan, dan sebagainya. Guru PAK perlu mengembangkan strategi agar pelajar dapat menggunakan internet tanpa terjerumus dalam dosa, dengan kerja sama yang baik antara guru dan orang tua. Orang tua dan guru yang memiliki keterampilan dalam bermedia sosial dapat mengelola PAK secara formal maupun non-formal, sehingga dapat membentuk anak remaja yang memiliki kompetensi sosial, profesional, serta kepribadian dan spiritual yang sehat. Strategi yang tepat harus disertai dengan saran pendukung untuk mencapai tujuan pendidikan, yang dapat memberikan arahan yang diperlukan bagi remaja yang sedang mencari dan menentukan identitas mereka. Dampak perubahan sosial di era digital, seperti tawaran visual dari media sosial, menimbulkan tantangan seperti kurangnya kepercayaan diri, isolasi sosial, dan apatis, yang harus dihadapi bersama oleh orang tua dan guru PAK. Kolaborasi yang baik antara kedua belah pihak dapat memastikan pelaksanaan strategi dengan efektif. Kajian PAK Titus 2:6-7. Demikianlah juga orang-orang muda. nasehatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal dan jadilah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu. alam era teknologi yang berkembang begitu cepat, sebagai guru Pendidikan Agama Kristen, kita tidak boleh merasa jenuh untuk memberikan nasihat kepada anak-anak karena masa remaja adalah saat di mana mereka ingin tahu. sebagai guru PAK, kita terus memberikan bimbingan, arahan, dan pembinaan kepada setiap murid, termasuk mereka yang melakukan kesalahan atau penyalahgunaan gadget di sekolah, agar mereka dapat Menguasai kemampuan untuk selalu melakukan perbuatan yang baik sangat penting. Banyak guru Pendidikan Agama Kristen yang seringkali mengabaikan aspek literasi Elsi Rara. AuPengaruh Teknologi Digital Bagi Pendidikan Agama Kristen Anak Dan RemajaAy . Jellyan Alviani Awang. Iky S. Prayitno, and Jacob Daan Engel. AuStrategi Pendidikan Agama Kristen Bagi Remaja Dalam Membentuk Konsep Diri Guna Menghadapi Krisis Identitas Akibat Penggunaan Media Sosial,Ay KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta 4, no. : 98. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi digital dalam menyampaikan bagaimana menggunakan teknologi dengan tepat. Literasi digital memiliki signifikansi yang besar bagi remaja, dan guru-guru, terutama guru PAK, harus belajar dan memahami cara menggunakan setiap aplikasi yang tersedia di gadget. Hal ini memungkinkan guru PAK untuk memahami dampak positif dan negatif dari teknologi dan memberikan penjelasan kepada siswa tentang cara penggunaan gadget yang Sebagai contoh, menolak ajakan untuk bermain game atau tetap terhubung dengan teman-teman melalui media sosial hingga larut malam untuk menghindari pengaruh negatif dari video atau postingan yang tidak baik untuk diikuti. Lebih baik mengarahkan mereka untuk mengikuti berita, konten positif seperti Firman, lagu-lagu penyembahan, dan mengembangkan bakat-bakat mereka seperti bernyanyi, melukis, drama, atau berpartisipasi dalam olahraga agar mereka dapat membangun kepercayaan diri dan menjadi pribadi yang seja. Dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki oleh siswa, guru Pendidikan Agama Kristen senantiasa mendukung dan mendorong mereka, menjadi sumber motivasi bagi siswa, serta terus membangun hubungan yang erat dengan semua Guru tersebut selalu memperlakukan semua siswa dengan adil tanpa membeda-bedakan atau menunjukkan preferensi, melainkan menganggap mereka seperti anak-anak sendiri yang membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari seorang guru Pendidikan Agama Kristen, yang bertindak sebagai figur orang tua bagi mereka baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. METODE PENELITIAN Tempat Penelitian Dan Gambar Umum Lokasi Penelitian. Penulis melakukan penelitian di SMP Negeri 8 Kota Sorong. Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan penulis melakukan penelitian ini kepada siswa dan guru PAK di SMP Negeri 8 Kota Sorong. SMP Negeri 8 Kota Sorong di dirikan pada tanggal 9 oktober 1982. Saat ini SMP Kota Sorong memiliki 12 ruang kelas belajar 8 ruang yang digunakan. 1 ruangan kepala sekolah, 1 ruangan guru, 1 ruangan komputer, 1 ruangan laboratorium IPA, 1 ruangan perpustakaan, 1 ruangan UKS, 1 ruangan kelas doa, 1 ruangan musola, 5 toilet 1 lapagan upacara, 1 lapangan bola voli dan 1 lapangan bola kaki. Metode Penelitian Metode penelitian ilmiah mengacu pada langkah-langkah terstruktur yang dirancang untuk memperoleh pengetahuan yang dapat dibuktikan secara empiris dan logis melalui proses observasi, pengumpulan data, analisis, dan penarikan kesimpulan. Ini adalah pendekatan sistematis untuk menyusun informasi. Sementara teknik penelitian merupakan implementasi praktis dari metode penelitian, yakni langkah-langkah operasional yang digunakan untuk mengumpulkan dan mengolah data. Metode penelitian sendiri mencakup pendekatan yang lebih luas, yang dapat terdiri atas berbagai jenis atau bentuk penelitian, seperti penelitian kualitatif, kuantitatif. Penelitian dengan metode kualitatif merupakan metode penelitian yang penulis gunakan dalam penulisan tugas akhir yang dilakukan di SMP Negeri 8 Kota Sorong. Pendekatan ini melibatkan pengamatan langsung di sekolah dan wawancara langsung dengan responden untuk mengumpulkan data dan informasi. Populasi Dan Teknik Pengambilan Sampel Burdam at. al : Peran Guru PAK . Populasi adalah kesatuan individua tau subjek pada wilayah dan waktu dengan kualitas yang diamati atau diteliti. Dalam penelitian jumlah murid keseluruhan 150 orang dan jumlah guru 19 orang, jumlah total siswa siswi 169 orang untuk itu, penulismengambil murid terdiri dari 30 anak remaja, dan 4 guru umum, dan 1 guru agama jadi sampel yang di ambil berjumlah 35orang. Teknik Pengumpulan Data Sebagai bentuk yang menunjang untuk membuktikan bahwa penelitian ini valid atau tidak dan tidak hanya didasari oleh pengetahuan yang dimiliki, melainkan informasiinformasi dalam bentuk data yang relevan dan dijadikan bahan-bahan penulisan agar dapat di analisis akhirnya. Pada penelitian tugas akhir yang dilakukan, ada beberapa teknik pengumpulan data yang dipakai. Observasi adalah objek pengumpulan data atau fenomena. Wawancara adalah suatu bentuk komunikasi berupa percakapan untuk memperoleh data dan informasi. Pengembangan Instrument Ada beberapa pertanyaan yang akan di tawarka kepada responden yaitu: Pertanyaan kepada guru Menurut para guru apa itu literasi digital? Bagaimana pendapat guru apakah siswa sudah mampu dalam pemahaman literasi digital dan cara menggunakan media sosial dengan bijak? Bagaimana guru dapat mengetahui siswa yang sudah kecanduan dengan sosial Bagaimana guru mengatasi siswa yang sudah kecanduan sosial media? Bagaimana cara guru meyakinkan siswa bahwa kecanduan akan berdampak buruk bagi siswa? Pertanyaan bagi siswa. Apa yang menyebabkan kalian mudah terpengaruh dengan sosial media? Apa yang membuat kalian tidak mudah terlepas dari sosial media? Dampat positif apa yang kalian dapat dari sosial media? Apakah kalian memikirkan resiko dari sosial media? Menurut kalian literasi digital sangat penting apa tidak? Analisis Data Pada penelitian yang dilakukan penulis mengambil sampel dari populasi yang ada untuk dilakukan wawancara yang terdiri dari beberapa murid. HASIL DAN PEMBAHASAN Berikut ini adalah hasil penelitian mengenai Literasi Digital pada setiap guru bahwa ada guru yang menyatakan Literasi Digital adalah literasi suatu pembelajaran yang mengajarkan kita cara menggunakan internet atau cara mengakses setiap akun yang terdapat pada gadget agar kita bijak dalam menggunakan akun-akun yang sering di gunakan seperti facebook, instagran, tiktok, youtube dan lain-lain. 27 bagaimana cara Annisa Marwah. AuSTRATEGI HUMAS DALAM PEMBERIAN INFORMASI PUBLIK RSKIAAy . Wawancara NL, 7 agustus 2023 Eirene Jurnal Ilmiah Teologi literasi digital mengevaluasi setiap postingan berita pada sosial media agar kita tau berita benar atau hoax. Dan tidak tertipu dengan postingan yang menawarkan harga barang tetapi, alamat pada postingan tidak jelas literasi digital sangat penting karena mengajarkan kita menggunakan gadget dengan baik agar tidak mudah tertipu dengan kejahatan penipuan pada sosial media. 28 Kita dapat melihat bahwa sebagian besar siswa kurang bijak dalam menggunakan media sosial maupun alat digital lainnya, karena masalah yang sering terjadi pada kehidupan anak-anak pada masa kini yaitu kenakalan remaja dan akar permasalahannya dari media sosial baik itu karena salah paham ataupun kita sebagai guru melihat perkembangan anak di era globalisasi ini kebanyakan siswa masih perlu bimbingan dari guru untuk menggunakan gadget dengan baik karena perkembangan zaman selalu membuat rasa ingin tau siswa pada gadget selalu menghatui pikiran mereka. 29Sebagian besar kemampuan literasi digital pada siswa belum memcapai kesuksesan dan belum tentu orang tua di rumah juga belum tentu tau cara menggunakan gadget orang tua hanya membatasi anak-anaknya untuk menggunakan gadget untuk itu gurulah yang berperan penting dalam membimbing kemampuan literasi pada siswa sebagai guru juga perlu belajar tentang literasi digital dan cara menggunakan aplikasiaplikasi yang di sediakan oleh gadget agar kita dapat mengerti cara mengelola setiap aplikasi yang ada dan dampak positif maupun dampak negatif yang perlu kita ketahui. untuk pengetahuan literasi digital pada siswa masih sangat rendah karena kita sebagai guru kadang hanya terfokus pada pembelajaran bidang studi dan kita jarang untuk menyampaikan literasi digital pada siswa karena kita hanya merasa aman-aman saja siswa menggunakan gadget karena siswa tersebut harus bertanggung jawab dengan gadget yang mereka gunakan. Ada juga para guru yang berpendapat cara mengetahui dan juga cara mengatasi siswa yang kecanduan ialah kita sebagai guru sudah menjelaskan apa dampak positif atau negatif pada gadget bahkan cara menggunakan gadget dengan baik dan bijak tetapi, masih sangat kurang kemampuan literasi digital pada siswa karena sosial media menyediakan banyak hiburan yang menyenangkan sehingga membuat siswa terus kecanduan sehingga membuat kesehatan dan mental kejiwaan siswa terganggu. 32 Cara mengetahui siswa yang kecanduan media sosial salah satu caranya dapat dilihat dari nilai yang turun drastis karena keseringan bermain media sosial dan kurang waktu untuk belajar, cara mengatasi masalah ini yaitu guru dapat berdiskusi dengan orang tua untuk dapat mengurangi waktu bermain gadget di rumah dan tidak boleh membawa gadget ke sekolah dan harus dikenakan sangsi, siswa hanya dibolehkan mengambil gadget pada saat jam pelajaran yang memerlukan gadget tetapi masih saja ada siswa yang mengambil hp ke sekolah tampah sepengetahuan guru. 33 Siswa tidak fokus untuk belajar dan selalu fokus dengan gadget yang siswa gunakan saat pelajaran berlangsung. Saat siswa diberi pertanyaan siswa hanya diam dan kurang aktif saat pembelajaran berlangsung Kita sebagai guru perlu mengantasi siswa seperti matikan gadget saat jam pelajaran berlangsung selebihnya kita serahkan kepada orang tua yang lebih memiliki waktu lebih banyak dengan siswa begitu juga cara mengatasi kecanduan dari media sosial kita memberikan pemahaman bagi siswa bagaimana cara mengatur waktu saat berada di sekolah dan rumah agar mereka bisa wawancara SL, 7agustus 2023 Wawancara BM, 12 agustus 2023 Wawancara RN, 14 agustus 2023 Wawancara RL, 14 agustus 2023 Wawancara NL, 7agustus 2023 Wawancara SL, 7agustus 2023 Burdam at. al : Peran Guru PAK . mengatur waktu bermain hp waktu belajar dan waktu untuk pekerjaan rumah. 34 Siswa sering terlambat ke sekolah dan saat jam pelajaran siswa tersebut mengantuk dan ketiduran di sekolah karena kecanduan pada gadget yang membuat siswa tidak tidur sampai larut malam. cara mengatasi adalah kita selalu mengontrol media sosial apa yang paling di sukai oleh siswa sehingga membuat siswa kecanduan. Kebanyakan siswa kecanduan dengan games yang membuat siswa tersebut lupa akan kewajibabnya tidak mengerjakan tugas-tugas sekolah untuk itu perlu kerja sama guru dan orang tua untuk membatasi siswa saat menggunakan gadget. siswa perlu mendapat nasehat atau bimbingan dari guru dan juga nasehat dari orang tua yang menfasilitasi gadget jika anak sudah kecanduan media sosial maka akan berdampak buruk bagi siswa, para guru juga menyatakan cara meyakinkan siswa bahwa kecanduan akan membuat prestasi siswa menurun dan inilah pernyataan setiap para guru. Dan saya berpendapat bahwa cara mengatasi siswa yang kecanduan media sosial kita sebagai guru akan terus menasehati dan memberikan edokasi tentang dampak negatif dari kecanduan media sosial bahwa berdampak pada minat belajar siswa yang mengakibatkan prestasi siswa menurut. 36 Kita sebagai guru terus meyakinkan para siswa ada bermacammacam dampak buruk dari kecanduan tersebut seperti kesehatan menurun, sakit kepala, sakit mata karena cahaya dari radiasi gadget, kurang tidur siang, mudah marah emosian tidak terkontrol saat bermain games yang disediakan pada gadget. 37 Kita terus meyakinkan siswa yang selalu aktif bersosial media bahwa dapat buruk dari media sosial yaitu siswa akan salah paham dengan postingan-postingan hujatan di dunia maya dari teman sehingga mengakibatkan perkelahian di dunia nyata. Karena kesalah pamahan bersosial media yang membuat siswa tersebut malu menyendiri karena postingan dan hujatan pada komentar-komentar yang membuat siswa trauma saat berada di dunia 38 Juga mengatakan guru selalu meyakitkan siswa bahwa kecanduan media sosial akan membuat siswa kurang bersosialisasi di dunia nyata, malas bergerak, kurang motivasi, dan seringnya bermain gadget akan membuat kesehatan siswa terganggu dan situs-situs porno yang kurang baik untuk di tonton akan membuat siswa ingin ketagihan dan terus menonton hal tersebut. Kebanyakan hal ini terjadi pada anak remaja. 39 Jika siswa terus aktif dalam dunia maya akan berdampak buruk bagi siswa yaitu. takut untuk masuk sekolah, bolos saat jam belajar karena tidak mengerjakan tugas, mendapat hukuman tambahan tugas, prestasi menurun, nama mulai merah disekolah yang akan mengakibatkan siswa mendapat teguran atau surat panggilan. 40 Kita bisa menunjukkan bukti konflik pada youtube bahwa banyak anak yang mengalami gangguan mental atau gangguan jiwa dan gangguan penglihatan karena terkena radiasi dari gadget inilah gangguan-gangguan dari kecanduan media sosial. Berikut adalah pendapat dan pernyataan dari para siswa dan ada siswa yang menyatakan bahwa. siswa bisa mengisi waktu kita saat bosan dan kita susah terlepas dari games karena sudah menjadi kebiasaan. Kemudian. 41 Karena banyak teman di facebook. Instagram, tiktok dan lain-lain dan tidak mudah perlepas dari gadget karena banyak Wawancara BM, 12 agustus 2023 Wawancara RN dan RL, 14agustus 2023 Wawancara NL, 7agustus 2023 Wawancara SL, 7agustsu 2023 Wawancara BM, 12agustus 2023 wawancara RN, 14agustus 2023 wawancara RL, 14 agustus 2023 Wawancara DF. NW 24 agutus 2023 Eirene Jurnal Ilmiah Teologi keseruan yang di sediakan. 42 Banyak alur cerita alur cerita tampah menonton berjam-jam dan kita bisa terlepas dari gadget jika kita tidak memiliki gadget dan bisa bermain permainan tradisional tetapi kita memiki gadget maka kita akan terpengaruh dengan 43Juga mengatakan karena gadget menyediakan banyak hal seperti film-film, lagulagu, bahkan konten-konten viral pada tiktok yang bisa kita ikuti biar tidak ketinggalan Ada juga siswa yang berpendapat mereka juga sering memikirkan resiko dari kecanduan internet yaitu, kadang kita memikirkan resiko dari dampak negatif seperti lupa buat tugas sekolah, karena malas belajar dan asik dengan gadget. dan juga kadang kita tidak memikirkan resiko karena kita lebih asik dan nyaman menggunakan gadget. dan dampak baik adalah mencari jawaban dari tugas-tugas sekolah mencari tau informasi tentang berita yang sedang viral. Dan ada juga beberapa para siswa menyatakan bahwa literasi digital sangat penting karena masih banyak situs-situs atau aplikasi yang kita belum paham dan cara menggunakannya dan belum semua aplikasi kita mengerti seperti cara menggunakan facebook, instgram, tiktok dengan bijak karena itu kita sebagai siswa perlu belajar tentang literasi digital bagaimana menggunakan aplikasi-aplikasi pada gadget agar kita dapat mengerti tentang cara menggunakan aplikasi dengan baik. 46 berkata tidak memiliki gadget dan akun seperti facebook, dan akun lainnya. Dan mereka lebih memilih tidak memiliki gadget karena kemampuan orang tua untuk membeli gadget dan mereka juga tidak mau merepotkan orang tua tetapi kita juga memerlukan literasi digital agar kita tidak salah menggunakan gadget seperti teman-teman kita yang sudah mengalami kecanduan dan lupa bahkan malas membuat tugas karena games pada gadget lebih menyenangkan. Implikasi Penelitian Hasil penelitian yang ditemukan oleh penulis di SMP Negeri 8 Kota Sorong menunjukkan perlunya perhatian yang besar dari guru Pendidikan Agama Kristen dan orang tua terhadap anak-anak remaja. Guru Pendidikan Agama Kristen bertanggung jawab dalam mengajarkan karakter Kristus kepada anak remaja, yang menjadi fondasi bagi gereja di masa depan dalam menghadapi tantangan era teknologi, dengan tujuan agar anak remaja dapat menghindari pergaulan yang tidak sehat. Untuk itu guru Pendidikan Agama Kristen tetap mengajar, membina, membimbing anak-anak dan guru PAK harus menguasai akan pemahaman literasi digital agar anakanak remaja bijak dalam menggunakan media sosial menuju kedewasaan di era Karena kemampuan literasi di SMP Negeri 8 Kota Sorong masih kurang dan ada beberapa anak-anak remaja yang belum mengenal dunia maya seperti memiliki akun facebook, whathap, tiktok dan lain-lain sehingga literasi sangat di penting di kembangkan oleh guru Pendidikan Agama Kristen. Saat anak tersebut mengenal dunia maya agar mereka paham dan tidak salah menggunakan sosial media. PENUTUP Kesimpulan Wawancara IB. NM. MI, 24 AGUSTUS 2023 Wawancara RB. MY. SF. JM 24 agusutus 2023 Wawancara RA. FS. BW. LS AR. FS 24 agustus 2023 Wawancara BW. AR. WL. AR. WN. II 24 agustus 2023 Wawancara AS. SK. IS. MK. RF 24 agustus 2023 Wawancara IS. AY. FK. KM 24 agustus 2023 Burdam at. al : Peran Guru PAK . Guru-guru Pendidikan Agama Kristen dan staf pengajar dari berbagai mata pelajaran di SMP Negeri 8 Kota Sorong telah menjalankan tugas mereka sebagai pendidik yang bertanggung jawab, membina, membimbing tetapi tentang pengajaran literasi digital masih sangat kurang bagi siswa di SMP Negeri 8 Kota Sorong. Sehingga terjadinya kecanduan pada gadget karena guru PAK sangat lalai dalam pemahaman literasi digital pada siswa dan hanya fokus dengan pembelajaran bidang studi Untuk itu, guru harus mengerti dan belajaran tentang Literasi digital. Mengatasi siswa yang kecanduan sosial media guru PAK memberi teguran nasehat. Bagi siswa dan memberikan padangan yang baikseperti menjelaskan dampak buruk dari sosial media yang mengakibatkan prestasi menurun yang akan berpengaruh ke masa depan siswa. Guru pak juga memerlukan bantuan dari guru BK dan orang tua agar lebih keras dengan siswa. Karena kebangaan seorang guru membuat siswanya berhasil di masa Saran Dari hasil penelitian di atas penulis memberikan sebuah saran bahwa guru Pendidikan Agama Kristen selalu melakukan pendekatan membangun hubungan dengan anakanak remaja bahkan menjadi seorang sahabat bahkan tidak membeda-bedakan anakanak yang mampu dalam pelajaran. Khususnya di SMP Negeri 8 Kota Sorong dan terus mengajarkan karakter kristus bagi mereka sebagai generasi z yang menuju kedewasaan rohani di era globalisasi. Guru Pendidikan Agama Kristen selalu semangat dalam mengajar, membina, membimbing anak-anak remaja menjadi anak yang takut akan Tuhan. Dan tetapi menjelaskan literasi digital agar mereka tidak salah menggunakan gadget di bersosial DAFTAR PUSTAKA