Journal of Science Education and Management Business (JOSEAMB) Vol. No. 3, tahun 2025, hlm. ISSN: 2828-3031 PENGARUH GREEN BRAND IMAGE. PROMOSI DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA KONSUMEN PIZZA HUT DELIVERY CITRA 6 DI JAKARTA BARAT Zoel Anggara Syaputra1. Dewi Murtiningsih2 Universitas Mercu Buana. Indonesia Info Artikel Sejarah artikel: Summit 20 September 2025 Revisi 30 September 2025 Diterima 22 oktober 2025 Publish Online 30 Okt 2025 Kata kunci: Green Brand Image Promosi Persepsi Harga Keputusan Pembelian ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh green brand Image promosi, dan persepsi harga terhadap keputusan pembelian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen Cengkareng di Jakarta barat. Penarikan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 155 responden. Metode pengumpulan data menggunakan metode kuesioner. Data dianalisis menggunakan SmartPLS 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa green brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, promosi tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian, dan persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY-SA. Penulis yang sesuai: Zoel Anggara Syaputra Departemen Ekonomi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mercu Buana. Jakarta. Indonesia Email: 43120110042@student. LATAR BELAKANG Pizza Hut Indonesia beroperasi sepenuhnya sebagai waralaba PT. Sari Melati Kencana Tbk. Kehadirannya di Indonesia telah membentuk persepsi konsumen secara signifikan, menjadikan Pizza Hut sebagai restoran cepat saji. Berawal dari lokasi pertamanya di Gedung Djakarta Theater. Thamrin. Jakarta. Pizza Hut Indonesia berekspansi pada tahun 2004 dengan bergabung dengan Sriboga Group di bawah PT Sarimelati Kencana Tbk, menunjukkan dedikasinya terhadap inovasi berkelanjutan. Pada tahun 2007. Pizza Hut Indonesia memperkenalkan layanan Pizza Hut Delivery sebagai upaya untuk memfasilitasi para pelanggan dalam menikmati hidangan pizza di berbagai lokasi melalui sistem pesan antar. Pizza Hut Indonesia telah memperluas jangkauannya di Indonesia, hadir di 36 dari 38 provinsi dengan lebih dari 600 gerai tersebar di seluruh nusantara. Pizza Hut Indonesia terus berkomitmen membangun bisnis berkelanjutan dengan semangat berbagi bersama untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat . Fenomena yang terjadi dalam penelitian ini yaitu keputusan pembelian Pizza Hut Delivery Citra 6 di Jakarta Barat mengalami fluktuatif setiap bulannya yang dapat dilihat berdasarkan data penjualan bula/nan. Fenomena tersebut menimbulkan permasalahan menurunnya keputusan pembelian pada tahun terakhir Homepage jurnal: https://rcf-indonesia. org/jurnal/index. php/JOSEAMB/index JOSEAMB ISSN: 2828-3031 2024 sehingga perlu diidentifikasi faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan pembelian di Pizza Hut Delivery Citra 6 di Jakarta Barat. Adapun data penjualan Pizza Hut Delivery Citra 6 di Jakarta Barat dapat disajikan sebagai berikut : Tabel 1 Data Penjualan Pizza Hut Delivery Citra 6 di Jakarta Barat No. Bulan Total Penjualan Keterangan Januari 2024 Rp 182. 755 7,99% Februari 2024 Rp 199. 353 Naik 8,76% Maret 2024 Rp 175. 431 Turun 7,70% April 2024 Rp 207. 793 Naik 9,11% Mei 2024 Rp 200. 474 Naik 8,80% Juni 2024 Rp 196. 383 Naik 8,64% Juli 2024 Rp 182. 882 Naik 8,02% Agustus 2024 Rp 170. 275 Turun 7,47% September 2024 Rp 158. 370 Turun 6,96% Oktober 2024 Rp 166. 275 Turun 7,31% November 2024 Rp 168. 287 Turun 7,41% Desember 2024 Rp 269. 035 Naik 11,82% Sumber : Pizza Hut Delivery Citra 6 di Jakarta Barat, 2024. Berdasarkan Tabel 1 Penjualan Pizza Hut Delivery Citra 6 di Jakarta Barat pada bulan Januari 2024 ke bulan Februari 2024 mengalami kenaikan penjualan sebesar 8,76%, pada bulan Februari 2024 ke bulan Maret 2024 mengalami penurunan penjualan sebesar 7,70%, pada bulan Maret 2024 ke April 2024 kenaikan penjualan sebesar 9,11%, pada bulan Mei 2024 ke bulan Juni 2024 mengalami kenaikan 8,80%, pada bulan Juni 2024 ke bulan Juli 2024 mengalami kenaikan 8,02%, pada bulan Juli 2024 ke bulan Agustus 2024 mengalami penurunan 7,47%, pada bulan Agustus 2024 ke bulan September 2024 mengalami penurunan 6,96%, pada bulan September 2024 ke bulan Oktober 2024 mengalami penurunan 7,31%, pada bulan Oktober 2024 ke bulan November 2024 mengalami penurunan 7,41% dan pada bulan November 2024 ke bulan Desember 2024 mengalami kenaikan 11,82%. Data tersebut menandakan bahwa adanya beberapa penurunan akibat kondisi perekonomian dalam negeri, khususnya pelemahan daya beli kelas menengah kedua, faktor eksternal yang berasal dari situasi geopolitik dan perbedaan dalam jam operasional. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Fatharani, . menunjukkan bahwa green brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Berbeda dengan hasil penelitian yanng dilakukan oleh Fernanda et al. , . green brand image, mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Lahensel et al. , . menunjukkan bahwa promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Dorthy et al. , . promosi mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Prianto dan Wiwoho, . menunjukkan bahwa persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Berbeda dengan hasil penelitian yanng dilakukan oleh Yulianto dan Prabowo, . persepsi harga mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan fenomena dan inkonsistensi yang dijelaskan di atas serta dengan adanya data yang ada peneliti tertarik mengambil judul dalam penelitian ini, peneliti akan melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Green Brand Image. Promosi, dan Persepsi Harga Terhadap Keputusan PembelianAy. LITERATUR REVIEW Pengaruh Green Brand Image Terhadap Keputusan Pembelian Green brand image melihat pada persepsi konsumen terhadap merek yang dikenal memiliki komitmen terhadap praktik bisnis yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Green brand image merupakan elemen penting dalam strategi pemasaran, karena dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen yang semakin sadar lingkungan (Chen, 2. Dengan demikian, green brand ISSN: 2828-3031 image tidak hanya meningkatkan daya tarik produk tetapi juga membantu dalam membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen yang peduli lingkungan. Hal ini didukung penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Febriatmoko et al. , . Augtia et al. , . Apriliani dan Aqmala . Fatharani . , menyatakan bahwa green brand image berpengaruh secara positif dan Berdasarkan pernyataan tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H1 : green brand image berpengaruh terhadap keputusan pembelian Pengaruh Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Menurut Alma . , promosi adalah jenis komunikasi yang memberi penjelasan yang meyakinkan calon konsumen tentang barang dan jasa. Apabila suatu produk ditingkatkan promosinya, maka konsumen akan lebih tertarik dan memutuskan untuk membeli sebuah produk yang dijual Semakin tinggi dan menariknya suatu promosi yang dilakukan oleh sebuah perusahaan, maka akan semakin tinggi pula keputusan onsumen dalam melakukan pembelian dan berlangganan pada produk tersebut. Hal ini didukung penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Ningsih dan Pradanawati . Lestari dan Supriyatno . Yulianto dan Prabowo . menyatakan bahwa promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut : H2 : promosi berpengaruh terhadap keputusan pembelian Pengaruh Persepsi Harga Terhadap Keputusan Pembelian Menurut Ramadani . mengemukakan bahwa persepsi harga merupakan penilaian konsumen dan bentuk emosional yang terasosiasi mengenai apakah harga yang ditawarkan oleh penjual dan harga yang dibandingkan dengan pihak lain masuk diakal, dapat diterima atau dapat dijustifikasi. Saat mengevaluasi kualitas suatu produk atau layanan, semakin tinggi harga, semakin tinggi kualitas yang diharapkan pelanggan, karena harga yang lebih tinggi menambah nilai yang sama kualitas. Hal ini didukung penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Latifah dan Wati . Rahmawati dan Cyasmaro . Rahayu et al. , . Prianto dan Wiwoho . , menyatakan bahwa persepsi harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut H3 : persepsi harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian Green Brand Image Keputusan Pembelian Promosi Persepsi Harga Gambar 1 Kerangka Konseptual Kerangka konseptual yang disajikan diatas menjelaskan bahwa green brand image, promosi, dan persepsi harga berpengaruh pada keputusan pembelian pelanggan dalam transaksi pembelian produk. JOSEAMB Vol. No. Tahun 2025 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 METODE Desain Penelitian Penelitian ini memiliki desain penilitian kausal yang bertujuan menjelaskan dan menguji hipotesis tentang pengaruh variabel independen terhadap variabel denpenden. Operasional Variabel Operasional variabel merupakan metode pengukuran suatu variabel yang meliputi beragam penjelasan seperti indikator dan pernyataan sampai dengan item pernyataan yang terdapat dalam Pada penelitian ini setiap variabel akan diukur dengan masing-masing indikator yang dapat dijelaskan sebagai berikut : Green Brand Image Menurut Rohmatullah 2020, green brand image adalah sebagai salah satu alat komunikasi yang memberikan informasi tentang merek dan manfaat unik produk khususnya mengurangi dampak lingkungan, dan menyajikan atribut produk ramah lingkungan. Pengetahuan merek ramah lingkungan memberikan informasi tentang sebuah atribut merek produk yang unik dan manfaatnya bagi lingkungan secara keseluruhan bagi konsumen. Dengan adanya green brand image diharapkan dapat memberikan informasi seputar produk dan dapat mempengaruhi keputusan pembelian. Variabel green brand image diukur melalui indikator dalam penelitian Nasution dan Yuliana . sebagai berikut : Keuntungan dari asosiasi merek. Kekuatan dari asosiasi merek. Keunikan dari asosiasi merek. Promosi Kotler et al. , . Promosi adalah konsep luas yang terdiri dari dua kegiatan promosi yang berbeda seperti insentif, yang termasuk promosi harga, kupon, dan promosi perdagangan, dan komunikasi, yang meliputi periklanan, hubungan masyarakat, media sosial, dan penjualan pribadi. Insentif dan komunikasi membuat kontribusi yang berbeda untuk proses penciptaan nilai. Insentif meningkatkan nilai penawaran, sedangkan komunikasi berfungsi untuk menginformasikan pelanggan tentang penawaran tetapi tidak selalu meningkatkan nilai penawaran. Promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran yang merupakan aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi atau membujuk, meningkatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan bersangkutan (Hurriyati, 2. Variabel promosi diukur melalui indikator dalam penelitian Kotler et al. , . , sebagai berikut : Advertising. Promosi Penjualan. Promosi Personal Selling. Persepsi Harga Menurut Ramadani . , mengemukakan bahwa persepsi harga merupakan penilaian konsumen dan bentuk emosional yang terasosiasi mengenai apakah harga yang ditawarkan oleh penjual dan harga yang dibandingkan dengan pihak lain masuk diakal, dapat diterima atau dapat Saat mengevaluasi kualitas suatu produk atau layanan, semakin tinggi harga, semakin tinggi kualitas yang diharapkan pelanggan, karena harga yang lebih tinggi menambah nilai yang sama kualitas. Meskipun harga yang dirasakan oleh pelanggan secara efektif akan mengubah harga ekspektasi kualitas makanan, pelayanan, dan lingkungan fisik dari suatu restoran. Oleh karena itu, penyedia layanan harus berkonsentrasi penetapan harga yang akan mempengaruhi niat beli pelanggan, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan bersangkutan. Variabel persepsi harga diukur melalui indikator dalam penelitian Sianipar . sebagai berikut : Keterjangkauan Harga. Kesesuaian Harga dengan Kualitas Produk. Daya Saing Harga. Kesesuaian Harga dengan Manfaat. Keputusan Pembelian Menurut Kotler et al. , . , mengungkapkan bahwa keputusan pembelian merupakan suatu proses dimana konsumen mengidentifikasi suatu masalah, mencari informasi terkait produk atau merek tertentu serta mempertimbangkan seberapa baik alternatif dapat membantu memecahkan masalah yang kemudian mengarah pada pengambilan keputusan. Proses keputusan pembelian melibatkan konsumen yang memutuskan untuk membeli produk secara langsung. Umumnya, keputusan pembelian konsumen didasarkan pada preferensi terhadap A ISSN: 2828-3031 merek tertentu. Namun, dua faktor mempengaruhi hubungan antara niat membeli dan keputusan Variabel keputusan pembelian diukur melalui indikator dalam penelitian Kotler et al. , sebagai berikut : Pengenalan Kebutuhan. Pencarian Informasi. Evaluasi Alternatif. Konsumsi Pasca Pembelian dan Evaluasi. Populasi Penelitian Populasi merupakan jumlah dari semua obyek atau satuan individu yang diamati dalam penelitian. Penentuan populasi merupakan tahapan penting dalam penelitian karena populasi dapat memberikan informasi atau data yang berguna bagi suatu. Populasi penelitian yang akan dilakukan adalah semua responden pada penelitian ini yaitu seluruh konsumen Pizza Hut Delivery Citra 6 di wilayah Jakarta Barat. Sampel Penelitian Menurut Sugiyono . sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik populasi. Pada Penelititan ini, peneliti menggunakan teknik non probability sampling dengan metode purposive sampling, adalah teknik penentuan sampel dengan melihat pertimbangan kriteria tertentu. Adapun kriteria yang ditetapkan oleh penulis sebagai responden adalah sebagai berikut: Responden merupakan konsumen yang telah membeli produk Pizza Hut Delivery Citra 6 di Jakarta Barat minimal 1 kali Responden merupakan konsumen yang mengetahui produk Pizza Hut Delivery. Citra 6 di Jakarta Barat. Menurut Hair et al. , . dalam MLE ( Maximum Likelihoo. menyatakan bahwa penentuan jumlah sampel minimal pada penelitian ini, banyaknya sampel sebagai responden harus disesuaikan dengan banyaknya indikator pertanyaan yang dipakai pada kuisioner, dengan asumsi n x 5 observed variabel sampai dengan n x 10 observed variabel. Indikator dalam penelitian ini terdiri dari 3 variabel bebas dan 1 variabel terikat. Berdasarkan pertimbangan tersebut, rumus untuk menentukan ukuran sampel penelitian ini adalah jumlah sampel = n x . Mengingat penelitian ini memiliki 28 pernyataan, maka ukuran sampel minimum yang diperlukan adalah 28 x 5 = 140 kemudian penambahan 10% dalam jumlah responden biasanya dilakukan sebagai cadangan atau buffer untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu validitas data. Jadi jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 155 responden. Teknik purposive sampling yaitu pengambilan sampel dengan menggunakan beberapa pertimbangan tertentu sesuai dengan kriteria yang diinginkan untuk dapat menentukan jumlah sampel yang akan diteliti. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dalam penlitian ini menggunakan teknik wawancara langsung dengan instrumen pendukung berapa kuesioner sebagai panduan yang berisi pernyataan untuk proses wawancara dengan teknik wawancara langsung, peneliti dapat berinteraksi dua arah dengan responden dan mendapatkan data yang diperlukan secara mendetail dari responden. Analisis Data Uji Partial Least Square (PLS) dalam penelitian ini dilakukan dengan bantuan perangkat lunak Smart-PLS Versi 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Outer Model Convergent Validity Pengujian convergent validity dari masing-masing indikator konstruk. Discriminant validity merupakan prinsip dari validitas discriminant yang berhubungan dengan prinsip bahwa pengukurpengukur konstruk yang berbeda seharusnya tidak berkorelasi dengan tinggi. Cara untuk menguji discriminant validity dengan indikator reflektif yaitu melihat nilai cross loading untuk setiap variabel harus > 0. Berdasarkan kiriteria tersebut bila ada loading faktor < 0,70 maka akan di hilangkan dari JOSEAMB Vol. No. Tahun 2025 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 Sumber: Output PLS 4. Tahun 2025. Gambar 2 Hasil Algoritma PLS Pengujian Kedua Discriminant Validity Indikator dianggap valid jika memiliki loading factor tertinggi pada konstruk yang dituju, dibandingkan dengan konstruk lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa konstruk laten lebih efektif dalam memprediksi indikator pada bloknya sendiri daripada pada blok lain (Ghozali, 2. Tabel 2 Hasil Pengujian Discriminant Validity (Cross Loadin. Green Brand Persepsi Promosi Indikator Image Harga (X. (X. (X. PK 1. PK 1. PF 1. MI 1. MI 1. PM 1. PM 1. UM 1. UM 1. MDD 1. MDD 1. B 2. B 2. I 2. I 2. D 2. D 2. E 2. E 2. IL 2. Keputusan Pembelian (Y) A IL 2. PI 2. PI 2. HT 3. HT 3. HD 3. HD 3. HRK 3. HRK 3. HSK 3. HSK 3. HCB 3. HCB 3. HSP 3. HSP 3. HSE 3. HSE 3. HBNM 3. PKK 4. PKK 4. MPT 4. MPT 4. MISM 4. MISM 4. MIBS 4. MIBS 4. MPSH 4. MPSH 4. MPSK 4. MPSK 4. KMP 4. KMP 4. KBM 4. KBM 4. Sumber: Output PLS 4. Tahun 2025. ISSN: 2828-3031 Berdasarkan Tabel 2 dari hasil output PLS menunjukkan bahwa setiap indikator yang sudah melewari hasil pengujian discriminant validity setiap indikator dapat dikatakan memiliki hasil yang valid karena setiap indikator pada masing-masing variabelnya sudah lebih tinggi jika dibandingkan dengan cross loading pada konstruk yang lainnya. Compoosite Reliability dan ChronbachAos Alpha Hasil uji reliabilitas memiliki tujuan untuk mengevaluasi sejauh mana instrumen penelitian konsisten dan dapat digunakan dalam menghasilkan data yang konsisten. Dalam penelitian ini menggunakan dua metode uji reliabilitas, yaitu cronbachAos alpha dan composite reliability. rule of thumb yang umum digunakan ketika nilai cronbach Aoa alpha dan composite reliability yang > 0,7 yang artinya menunjukan tingkat reliabilitas yang dapat diterima (Ghozali, 2. JOSEAMB Vol. No. Tahun 2025 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 Tabel 3 Hasil Pengujian Uji Reliabilitas Composite Composite Cronbach's Reliability Reliability Alpha . Variabel Keterangan Green Brand Image Reliabel Promosi Reliabel Persepsi Harga Reliabel Reliabel Keputusan Pembelian Sumber: Output PLS 4. Tahun 2025. Berdasarkan Tabel 3 yang menampilkan hasil uji cronbachAos alpha dan composite validity untuk variabel green brand image, promosi, persepsi harga dan keputusan pembelian bahwa semua nilai uji lebih dari 0,7. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel dikatakan reliabel dan digunakan sebagai alat dalam penelitian ini telah layak atau konsisten. Nilai R-Square Nilai dari hasil pengujian ini berfungsi untuk menilai sejauh mana variabel eksogen tertentu mempengaruhi variabel endogen, apakah pengaruh tersebut signifikan. Nilai R-Square sebesar 0,75, 0,50, dan 0,25 menunjukkan bahwa model tersebut dapat dikategorikan sebagai kuat, moderat, dan lemah (Ghozali, 2. Tabel 4 Hasil Pengujian R-Square (R. Variabel R-Square Keputusan Pembelian 0,850 Sumber: Output PLS 4. Tahun 2025 Berdasarkan Tabel 4 menunjukkan bahwa nilai R-Square untuk variabel eksogen green brand image, promosi, dan persepsi harga terhadap keputusan pembelian mampu menjelaskan variabel pengaruhnya terhadap variabel keputusan pembelian sebesar 0,850 atau termasuk kuat. Hasil ini dapat disimpulkan bahwa variabel keputusan pembelian sebesar 85,0% dipengaruhi oleh variabel green brand imag, promosi, dan persepsi harga berdasarkan jawaban yang dikemukakan oleh konsumen Pizza Hut Delivery Citra 6. Nilai R-Square yang semakin besar menandakan bahwa semakin besar variabel eksogen tersebut dapat menjelaskan variabel endogen, sehingga semakin baik persamaan struktur alnya. Sedangkan dalam penelitian ini, sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk ke dalam penelitian ini. Q-Square (Q. Hasil pengujian dari Q-Square dilihat dari nilai predictive relevance (Q. Nilai Q-Square > 0 menujukkan bahwa model memiliki predictive relevance. Nilai Q2 relevance 0,02, 0,15 dan 0,35 menunjukkan bahwa model lemah, moderat dan kuat. Tabel 5 Hasil Pengujian Q-Square (Q2 ) Variabel QApredict Keputusan Pembelian Sumber: Output PLS 4. Tahun 2025. ISSN: 2828-3031 Berdasarkan hasil pengujian pada Tabel 5 diperoleh bahwa nilai predictive relevance (Q. mendapatkan angka sebesar 0,845. Angka tersebut menunjukkan bahwa nilai Q 2 lebih besar dari 0 . , yang mengindikasikan bahwa model memiliki nilai relevansi prediktif yang kuat karena nilai 0,845 lebih besar dari batas nilai 0,35. Dengan kata lain, model ini mampu memprediksi variabel Hasil Pengajuan Hipotesis Pengujian hipotesis dipergunakan dalam menguji kausalitas yang dikembangkan pada model yakni pengaruh variabel eksogen terhadap variabel endogen. Jika nilai t-statistik lebih besar dari t tabel . atau p-value kurang dari 0,05 . ignifikansi = 5 %), maka hipotesis dapat diterima. Berikut hasil uji hipotesis dalam penelitian ini. Tabel 6 Hasil Pengujian Hipotesis Variabel Green Brand Image -> Keputusan Pembelian Promosi -> Keputusan Pembelian Original T Statistics Sample (O) (|O/STDEV|) Values Signifikansi 0,177 1,986 0,047 Positif Signifikan 0,153 0,684 0,092 Positif Tidak Signifikan 7,120 0,000 Positif Signifikan Persepsi Harga -> Keputusan 0,623 Pembelian Sumber: Output PLS 4. Tahun 2025. Berdasarkan hasil uji hipotesis di atas, dapat dijelaskan sebagai berikut: Hipotesis 1: hasil uji hipotesis variabel green brand image memiliki nilai t-statistik yaitu 1,986 > t-tabel 1,96 dengan nilai p-value sebesar 0,047 yang kurang dari 0,05. Nilai original sample yaitu positif sebesar 0,177. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama diterima. Artinya pada penelitian ini variabel green brand imageberpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel keputusan pembelian. Hipotesis 2: hasil uji hipotesis variabel promosi memiliki nilai t-statistik yaitu 0,684 > t-tabel 1,96 dengan nilai p-value sebesar 0,000 yang kurang dari 0,05. Nilai original sample yaitu positif sebesar 0,092. Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua ditolak. Artinya, pada penelitian ini variabel promosi tidak memiliki pengaruh terhadap variabel keputusan pembelian. Hipotesis 3: hasil uji hipotesis variabel persepsi harga memiliki nilai t-statistik yaitu 7,120 > ttabel 1,96 dengan nilai p-value sebesar 0,000 yang kurang dari 0,05. Nilai original sample yaitu positif sebesar 0,623. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hipotesis ketiga diterima. Artinya pada penelitian ini variabel persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel keputusan pembelian. Pembahasan Pengaruh Green Brand Image Terhadap Keputusan Pembelian Hipotesis pertama menunjukkan green brand image berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh oleh Fatharani, . oleh Febriatmoko et al. , . Augtiah et al. , . Apriliani dan Aqmala, . Malini dan Lie, . yang menyatakan bahwa variabel green brand image mempengaruhi variabel keputusan pembelian. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Fernanda et al. , . yang menyatakan bahwa variabel green brand image tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian. JOSEAMB Vol. No. Tahun 2025 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 Kemudian dari hasil penelitian Kamila dan Almahdiyina, . membuktikan bahwa green brand image terhadap keputusan pembelian tidak memiliki pengaruh. Green brand image berpengaruh dan positif terhadap keputusan pembelian. Artinya semakin besar nilai green brand image maka berdampak pada konsumen yang mempunyai image positif terhadap Pizza Hut Delivery Citra 6 di Jakarta Barat, sehingga akan berdampak meningkatkan keputusan pembelian, jadi manajemen Pizza Hut Delivery Citra 6 di Jakarta Barat itu sendiri yang sudah dipersepsikan baik oleh responden yang tercermin dari merek yang mudah diingat dan dikenali. Pengaruh Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Hipotesis kedua menyatakan bahwa variabel promosi tidak berpengaruh terhadap variabel keputusan pembelian. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dorthy et al. yang mendapatkan hasil bahwa promosi tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian, kemudian diperkuat dengan hasil penelitian Firmansyah, . yang mendapatkan hasil bahwa promosi tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ningsih dan Pradanawati . Murtiningsih dan Mariawati, . Lestari dan Supriyatno . Yulianto dan Prabowo . Fernando dan Simbolon, . Promosi tidak berpengaruh dan positif terhadap keputusan pembelian. Artinya peningkatan frekuensi promosi oleh Pizza Hut Delivery Citra 6 di Jakarta Barat tidak otomatis meningkatkan keputusan pembelian. Hal ini menunjukkan promosi menjadi pertimbangan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian. Promosi belum menjadi penentu utama dalam konsumen mengambil keputusan pembelian, sehingga strategi promosi yang ada belum cukup efektif untuk mendorong peningkatan keputusan pembelian, dengan demikian manajemen Pizza Hut Delivery Citra 6 di Jakarta Barat perlu meningkatkan strategi promosi yang belum dipersepsikan baik oleh responden yang tercermin dari memudahkan pemesanan produk Pizza Hut Delivery Citra 6 di Jakarta Barat melalui Pengaruh Persepsi Harga Terhadap Keputusan Pembelian Hipotesis ketiga menunjukkan persepsi harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh oleh Senduk et al. , . Latifah dan Wati . Rahmawati dan Cyasmaro . Rahayu et al. , . Prianto dan Wiwoho . yang menyatakan bahwa variabel persepsi harga mempengaruhi variabel keputusan pembelian. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Todar et al. , . yang menyatakan bahwa variabel persepsi harga tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Kemudian dari hasil penelitian Yulianto dan Prabowo, . membuktikan bahwa persepsi harga terhadap keputusan pembelian tidak memiliki pengaruh. Persepsi harga berpengaruh dan positif terhadap keputusan pembelian. Artinya semakin tinggi persepsi konsumen terhadap harga yang ditawarkan Pizza Hut Delivery Citra 6 di Jakarta Barat sudah sesuai, terjangkau, dan kompetitif, maka akan berdampak terhadap peningkatan keputusan pembelian, dengan demikian, manajemen Pizza Hut Delivery Citra 6 di Jakarta Barat telah dipersepsikan baik oleh responden yang tercermin dari, harga yang dianggap sejalan dengan standar restoran cepat saji. KESIMPULAN Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh green brand image, promosi, dan persepsi harga terhadap keputusan pembelian produk Pizza Hut Delivery Citra 6 di Jakarta Barat. Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan pada bab sebelumnya, temuan pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa : green brand image berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian, promosi tidak berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian, dan persepsi harga berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian. SARAN Saran untuk perusahaan yaitu terus mengembangkan dan mengoptimalkan layanan pemesanan melalui internet, baik melalui website maupun aplikasi. Kemudahan yang dirasakan pelanggan merupakan nilai tambah yang penting dalam meningkatkan kenyamanan dan kepuasan. Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan bahwa sistem pemesanan online selalu responsif, mudah digunakan, cepat, serta bebas dari gangguan teknis. Selain itu, fitur tambahan seperti pelacakan pesanan, promo eksklusif, dan integrasi ISSN: 2828-3031 dengan metode pembayaran digital dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan memperkuat loyalitas. REFERENSI