Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 7. No 1. April 2022, pp. https://doi. org/10. 17977/um039v7i12022p079 pISSN: 2548-9879 . eISSN: 2599-2139 . http://journal2. id/index. php/edcomtech Pembelajaran Blending Asynchronous-Synchronous Learning Berbasis Relevan terhadap Hasil Belajar Koqnitif Peserta Didik Sekolah Dasar pada Masa Pandemi Lidia Susanti1. Rira Estherina1 Pendidikan Agama Kristen. Sekolah Tinggi Pendidikan Agama Kristen (STIPAK) Malang. Jalan Janti Barat Blok A No. 47 Malang. Jawa Timur. Indonesia 65146 Email corresponding author*: lidiasusanti@stipakdh. Article Info Abstrak Article history: Received 23-12-2021 Revised 28-02-2022 Accepted 23-03-2022 Published 01-04-2022 Penelitian strategi pembelajaran berbasis relevan dengan metode blending asynchronous dan synchronous terhadap hasil belajar kognitif peserta didik kelas 5 Sekolah Dasar bertujuan untuk mengetahui dampak pembelajaran online terhadap kognitif peserta Dalam riset ini kelas kontrol dan kelas eksperimen mendapat media pembelajaran yang sama, asynchronous learning menggunakan aplikasi Google Classrom sehingga peserta didik dapat mengirim materi, dapat mengumpulkan tugas dan dapat berkomunikasi secara tidak langsung dengan guru. Sedangkan synchronous learning menggunakan aplikasi zoom, dimana peserta didik dapat berinteraksi dan berkomuniasi dengan guru dan teman secara langsung. Kelas control tidak menggunakan pembelajaran berbasis relevan berjumlah 24 anak dan kelas eksperimen, menggunakan pembelajaran berbasis relevan berjumlah 44 anak. Hasil penelitian diperoleh rata- rata pretest kelas control sebesar 54,38 serta kelas eksperimen 55,94 sebaliknya hasil rata- rata posttest kelas control sebesar 63,54 serta kelas eksperimen sebesar 83,50. Hasil ini menampilkan perbedaan yang signifikan, setelah itu dilanjutkan dengan uji statistic sampai pada tahap uji korelasi dan memperoleh hasil yang signifikan sebesar 743 serta sig 0. Kontribusi pembelajaran berbasis relevan 1% terhadap hasil belajar kognitif siswa. How to cite: Susanti. , & Estherina. Pembelajaran Blending Asynchronous-Synchronous Learning Berbasis Relevan terhadap Hasil Belajar Koqnitif Peserta Didik Sekolah Dasar pada Masa Pandemi. Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 7. , 79Ae https://doi. org/10. 17977/um03 Kata Kunci: asynchronous, synchronous, pembelajaran berbasis relevan, hasil belajar kognitif A The Author. Abstract This work is licensed under a Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International License Research on blending relevance based asynchronous and synchronous learning across the cognitive result of 5th grade elementary school The aim is to determine the impact of online learning on cognitive students. In this research, the control class and the experimental class received the same learning media, asynchronous learning using the Google Classroom application so that students could 80 | Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan. Volume 7. No 1. April 2022, 79-89 send materials, collect assignments and communicate indirectly with the teacher. Meanwhile, synchronous learning uses a zoom application, where students can interact and communicate with teachers and friends directly. The control class did not use relevantbased learning with a total of 24 children and the experimental class, which used relevant-based learning, amounted to 44 children. The results showed that the average pretest for the control class was 54. and the experimental class was 55. On the other hand, the average posttest for the control class was 63. 54 and the experimental class was These results show a significant difference, then continued with statistical tests to the correlation test stage and obtained significant results of 0. 743 and 0. 000 sig. The contribution of relevant-based learning is 55. 1% to students' cognitive learning outcomes. Keywords: asynchronous, synchronous, relevance-based learning, cognitive learning outcomes PENDAHULUAN Pandemi virus COVID-19 di Indonesia berakibat pada seluruh lini kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Budaya pendidikan di Indonesia pada umumnya berlangsung secara tatap muka . dimana peserta didik bertemu dengan guru secara langsung, pada suatu tempat dan waktu yang sama sehingga peserta didik mendapat pertolongan dari guru secara langsung, apabila peserta didik kurang memahami pelajaran yang diberikan. Dampak dari pandemi ini maka pembelajaran onsite terhenti, dengan tujuan agar mengurangi penyebaran virus COVID-19. Himbauan ini, sekaligus menjadi kendala bagi guru dan peserta didik karena merupakan hal yang baru, tetapi hal ini tidak menyurutkan dunia pendidikan untuk terus berupaya agar tetap terjadi pembelajaran. Pemerintah dan guru terus berusaha agar pembelajaran tetap berlangsung sehingga peserta didik-siswi tetap terus belajar walaupun berada di rumah (Syah, 2. Ada beberapa kendala dalam pembelajaran online di Indonesia selama masa pandemi, antara lain: tidak ada jaringan internet yang memadai, kondisi perekonomian yang kurang baik sehingga orang tua tidak mampu membelikan gadget, guru tidak memahami teknologi, dan tidak adanya bimbingan secara langsung, baik untuk guru maupun peserta didik (Azhari & Fajri, 2. Sedangkan penelitian Mailizar et al. meneliti empat factor yang menjadi kendala, yaitu faktor: guru, peserta didik, kurikulum dan kesiapan sekolah, dan hasil penelitian menyatakan bahwa kendala terbesar ada pada peserta didik, dimana terlihat dari hasil assessment, dimana peserta didik kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup pada pembelajaran online ini, hal tersebut menjadi tantangan untuk guru-guru untuk terus berusaha melakukan pembelajaran yang efektif dan bermakna. Adanya kendala pemahaman materi pada peserta didik maka guru dalam kurun waktu yang singkat, berusaha untuk terus belajar dan beradaptasi menggunakan teknologi sehingga tetap dapat menyampaikan materi pembelajaran. Adanya teknologi yang dapat digunakan dalam pembelajaran membuat guru-guru tetap dapat mengajar walau secara online, hal ini memberikan sarana kepada guru dan peserta didik untuk tetap bertemu sehingga proses pembelajaran yang efektif tetap dapat diberikan kepada peserta didik (Nasution, 2. Ada dua macam media pembelajaran yang dapat dilakukan secara daring, yaitu asynchronous learning dan synchronous learning (Shahabadi & Uplane, 2. Asynchronous learning memiliki karakteristik: pembelajaran dapat dilakukan kapan saja waktunya dan di tempat mana saja, peserta didik dapat belajar sendiri tetapi mendapat panduan materi dari Susanti. Estherina - Pembelajaran Blending Asynchronous A| 81 Media yang digunakan adalah chating, blog, google classroom, email dan lain-lain, dimana prinsipnya adalah tidak ada tatap muka secara langsung dengan gurunya dan peserta didik dapat belajar kapan saja (Malik et al. , 2. Synchronous learning adalah jenis pembelajaran yang terjadi secara nyata pada waktu yang sama. Hal ini memungkinkan untuk peserta didik dan guru berinteraksi secara real, walau hanya melalui media online tertentu, dan pada waktu tertentu, sehingga pembelajaran dapat dilakukan di mana saja, serta kapan saja dan bagaimana posisi peserta didik. Metode pembelajaran online synchronous meliputi konferensi video, telekonferensi, obrolan langsung, dan live streaming (Riwayatiningsih & Sulistyani, 2. Ada beberapa penelitian yang mengatakan bahwa pembelajaran lebih efektif dan peserta didik mendapatkan nilai kognitif lebih baik bila menggunakan asynchronous learning daripada synchronous learning (Choe et al. , 2. tetapi ada yang menyanggah penelitian tersebut dan mengatakan bahwa penggunaan synchronous learning lebih menolong peserta didik dalam menerima pelajaran, dapat mendorong motivasi peserta didik, pemikiran kritis peserta didik, ada interaksi dalam pembelajaran dan meningkatkan keterampilan peserta didik (Ogbonna. Ibezim, & Obi, 2. Ada pendapat yang berbeda yaitu, hasil penelitian yang menggabungkan penggunaan asynchronous learning dan synchronous learning pada proses pembelajarannya sehingga menjadi blending asynchronous-synchronous learning, hasil beberapa penelitian menyatakan bahwa pembelajaran blending ini lebih baik bagi peserta didik karena dapat menggabungkan kelebihan dari masing-masing metode (Yamagata-Lynch, 2014. Palvia, 2000. Dada. Alkali, & O. Oyewola, 2. , selain itu juga dapat meningkatkan ingatan, pemikiran kritis, dan literasi peserta didik (Palvia, 2. Synchronous learning memiliki beberapa kelebihan antara lain: mendapat pertolongan secara langsung, mendapat dorongan yang lebih besar dari guru juga teman, dan ada rasa tanggung jawab untuk berpartisipasi dan hadir di pertemuan online (Amiti. Sedangkan kelebihan asynchronous learning adalah peserta didik memiliki fleksibilitas dalam waktu sehingga dapat merefleksikan sumber materi, mengerjakan tugas, mendapatkan kontribusi tutor dan rekan mereka, dan mereka juga memiliki waktu yang lebih panjang untuk melakukan aktivitasnya, juga dapat menggunakan waktu mereka dengan lebih bijaksana dan berwawasan (Geraniou & Crisan, 2. Apabila menggabungkan kedua kelebihan tersebut dalam pembelajaran maka diharapkan hasil pembelajaran lebih Ada beberapa hal yang perlu diperhitungkan dalam pembelajaran online menurut Shorten. Khoshgoftaar, & Furht . yaitu: . Pembelajaran yang terawasi dapat mengoptimalkan fungsi pembelajaran online . ynchronous learnin. Pembelajaran tanpa pengawasan perlu dipastikan apakah peserta didik belajar. Self-Supervised Learning dapat mengoptimalkan fungsi pembelajaran online . enggunakan asynchronous learnin. Pembelajaran semi-diawasi menggunakan campuran dapat mewujudkan pembelajaran yang representatif. Blended asynchronous learning dan synchronous learning akan memberikan manfaat yang maksimal kepada peserta didik pada pembelajaran online, adanya penggabungan media pada pembelajaran online ini, akan menjadi sarana bagi peserta didik dan guru. Media pembelajaran sebagai sarana untuk mengantarkan materi sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan tepat. Ada beberapa factor yang mempengaruhi pembelajaran yang efektif, antara lain: strategi pembelajaran, materi pembelajaran, gaya mengajar guru dan assessment pembelajaran (Abrams. Varier, & Jackson, 2. Pada penelitian ini meneliti salah satu faktor yaitu tentang strategi pembelajaran. Pada pembelajaran online, dimana guru tidak dapat bertemu dengan peserta didik secara onsite, maka guru berupaya menarik 82 | Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan. Volume 7. No 1. April 2022, 79-89 perhatian peserta didik dengan memberikan stimulus materi-materi yang berbasis relevan (Reynolds. Roberts, & Hauck, 2. Apabila materi yang diajarkan memberikan pandangan kepada peserta didik tentang hal-hal yang relevan dengan hidupnya, maka akan mondorong munculnya motivasi belajar peserta didik (Ross. Morrison, & Lowther, 2. Selain itu pembelajaran berbasis relevan dapat membuat peserta didik memahami masa depannya dan memunculkan minat belajar (Doo & Bonk, 2. selanjutnya menurut Albrecht & Karabenick . pembelajaran berbasis relevan akan membantu peserta didik menghubungkan antara materi pelajaran dengan kehidupan mereka dan dapat meningkatkan motivasi peserta didik dalam memahami materi, mengerjakan tugas dan berupaya lebih keras. Senada dengan pendapat diatas. Alexander . menyatakan bahwa pembelajaran yang relevan akan meningkatkan kinerja peserta didik sehingga mereka dapat mengerjakan setiap tugas dengan tanggungjawab. Untuk itu maka guru perlu mempertimbangkan penyampaian pembelajaran yang sistematis dan hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan peserta didik. Pembelajaran yang efektif untuk peserta didik, diperlukan evaluasi . , tujuan evaluasi adalah untuk menunjukkan proses pembelajaran yang terjadi adalah proses yang tepat sehingga dapat menentukan manfaat, nilai, produk, proses, dan program yang berhasil (Brown, 2. selain itu assessment bertujuan untuk mengetahui formula pembelajaran yang tepat bagi peserta didik, maka diperlukan evaluasi untuk mengetahui strategi pembelajaran pada proses pembelajaran yang digunakan oleh guru dapat menjadi evaluasi diri bagi guru sendiri, sehingga dapat meningkatkan pembelajaran berikutnya dalam penyampaian isi pembelajaran (Baird et al. Assessment yang diberikan kepada peserta didik akan memperlihatkan banyak hal, antara lain: interaksi yang terjadi ketika pembelajaran, proses pembelajaran dan produk pembelajaran (Dann, 2. Proses assessment berhubungan dengan adanya interaksi peserta didik dengan dirinya sendiri dalam belajar, interaksi dengan materi, interaksi dengan guru dan interaksi dengan teman, hal ini dapat digambarkan dari bukti assessment yang dilakukan guru (Chen & Bonner, 2. Adanya kendala dan tantangan dalam pembelajaran online baik dalam menyampaikan materi pembelajaran, proses, produk, dan assessment maka pada penelitian ini akan menelaah, apakah ada pengaruh strategi pembelajaran berbasis relevan dengan metode asynchronous Ae synchronous learning terhadap nilai belajar kognitif peserta didik kelas 5 Sekolah Dasar (SD). METODE Pada penelitian ini, asynchronous learning menggunakan aplikasi Google Classrom sehingga guru dapat mengirim materi, dan peserta didik dapat mengumpulkan tugas, memberikan komentar, sehingga peserta didik dapat berkomunikasi secara tidak langsung dengan guru. Sedangkan synchronous learning menggunakan aplikasi zoom, dimana peserta didik dapat berinteraksi dan berkomuniasi dengan guru dan teman secara langsung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif - quasi eksperimen. Desain eksperimen ini menggunakan Non-equivalent Control Group Design (Tabel . menggunakan pretest dan Guru memberikan pembelajaran di kelas kontrol dan di kelas eksperimen selama dua bulan. Pada awal pembelajaran memberikan pretest dan pada akhir pembelajaran memberikan posttest. Subyek pada penelitian ini, meneliti peserta didik kelas 5 di SD CHARIS Malang. Jumlan populasi total keseluruhan ada 68 peserta didik dan jumlah populasi tersebut dijadikan sampel, pengambilan sampel ini dengan teknik purposive sampling. Susanti. Estherina - Pembelajaran Blending Asynchronous A| 83 Sample eksperimen diambil 44 peserta didik dan untuk kelas kontrol 24 peserta didik, seperti desain penelitian pada Tabel 1. Tabel 1. Desain Penelitian Kelompok Pre-Test Treatment Post-Test Eksperimen O1 Kontrol HASIL Hasil pengujian pretest dan posttest pada kelas kontrol ditunjukkan pada Tabel 2 dengan nilai sig 0,013 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh signifikan. Tabel 3 menunjukkan nilai sebelum dan sesudah test di kelas eksperimen dengan hasil sig 0,005 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen signifikan. Hasil perhitungan kriteria normalitas dalam penelitian ini adalah kriteria Kolmogorov-Smirnov . riteria KS) dan nilai signifikansi = 0,05. Tabel 2. Kelas Kontrol N Correlation Sig. Pair 1 pretest & posttest kontrol 24 0. Tabel 3. Kelas Eksperimen N Correlation Sig. Pair 1 pretest & posttest kontrol 44 0. Pada Tabel 4 diperoleh nilai yang signifikan pada strategi relevan sebesar 0. 05 dan hasil belajar kognitif sebesar 0. 053>0. 05, artinya data eksperimen terdistribusi normal atau memenuhi persyaratan uji normalitas. Tabel 4. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Mean Std. Deviation Relevan Hasil_BelajarKognitif Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Tabel 5. Uji Homogeneity of Variances Levene Statistic Sig. Berdasarkan Tabel 5 di atas ditampilkan hasil uji homogenitas nilai posttest yang diperoleh hasil uji Levene sebesar 3,188 dengan menggunakan nilai Sig. 0,079 Hal ini sesuai 84 | Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan. Volume 7. No 1. April 2022, 79-89 dengan aturan bahwa H0 dapat diterima jika nilai signifikansi atau probabilitas lebih besar dari 0,05, yaitu data berasal dari populasi dengan varians yang sama atau seragam. Gambar 1. Hasil Pretest-Postest Kelas Kontrol & Eksperimen Pada Gambar 1 diatas dapat dilihat perbedaan nilai pretest dan posttest pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Terlihat bahwa rerata pretes untuk kelas kontrol dan eksperimen tidak jauh berbeda yaitu 54,38 untuk kelas kontrol dan 55,94 untuk kelas Pada Gambar 1 juga menunjukkan perbedaan rata-rata posttest pada kelas control dan kelas eksperiment. Dimana terlihat sangat signifikan perbedaan posttest kelas control dan kelas eksperiment. Rata-rata posttest kelas control 63,54 dan kelas eksperimen 83,50. Dari hasil ini, maka perlu dilakukan uji lebih lanjut untuk membuktikan hipotesa penelitian, apakah ada hubungan strategi pembelajaran relevan terhadap hasil belajar nilai kognitif, seperti pada Tabel 6. Tabel 6. Hubungan Strategi Pembelajaran Relevan Terhadap Hasil Belajar Nilai Kognitif Pearson Correlation Sig. -taile. Relevan Pearson Correlation Hasil Belajar Kognitif Sig. -taile. Relevan Hasil Belajar Kognitif **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Pada Tabel 6. Dilakukan uji korelasi pada penggunaan strategi pembelajaran dan hasil belajar kognitif dan hasilnya Pearson Correlation 0. 743 dan nilai sig. < 0. 05 sehingga data menunjukkan ada hubungan yang sangat signifikan pada penggunaan strategi berbasis pembelajaran relevan dengan hasil belajar kognitif memiliki implikasi yang sangat penting. Data pada Tabel 7 merupakan analisis uji-t sampel independen dua sisi dengan perbedaan signifikan sebesar 0,000. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima karena pembelajaran berbasis asosiasi berpengaruh besar terhadap hasil belajar kognitif siswa dan ditunjukkan dengan nilai sig 0,000 < 0,05. Tabel 7. Uji T Hasil Belajar Unstandardized Coefficients Model Const Total angket Std. Error Standardized Coefficients Sig. Beta Susanti. Estherina - Pembelajaran Blending Asynchronous A| 85 Tabel 8 menunjukkan hubungan antara penggunaan strategi pembelajaran berbasis relevansi untuk hasil belajar kognitif dan bagaimana pengaruhnya terhadap hasil belajar. Hasil perhitungan R-Square menunjukkan adanya kontribusi pengaruh penggunaan strategi pembelajaran relevan terhadap hasil belajar kognitif peserta didik, sebesar 55,1%. Tabel 8. Uji Regresi Hasil Belajar Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate PEMBAHASAN Penelitian ini menggunakan strategi pembelajaran berbasis relevan dengan menggunakan blended asynchronous dan synchronous dalam pembelajaran online. Pembelajaran asynchronous ditujukan untuk mempermudah memberi tugas dan memberikan materi kepada peserta didik, pada riset ini menggunakan aplikasi Google classroom, dimana tugas dan materi diberikan dalam bentuk google form, pdf, video, foto dan lain-lain. Selain itu agar dapat mempermudah penyampaian materi dan memperoleh informasi pemahaman peserta didik, maka dilakukan pembelajaran secara synchronous, pembelajaran dengan tatap muka, menggunakan aplikasi zoom. Adanya tatap muka secara online akan melengkapi pembelajaran asynchronous, sehingga guru dapat dengan tepat mengetahui pemahaman peserta didik, begitu juga peserta didik dapat langsung bertanya kepada guru sekaligus dapat berinteraksi dengan temannya. Pada penelitian ini, perlakuan penggunaan pembelajaran blended asynchronous dan synchronous dilakukan sama pada dua kelas yang diteliti, yaitu kelas control dan kelas eksperimen. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dampak penggunaan blended asynchronous-synchronous pada strategi pembelajaran berbasis relevan terhadap hasil belajar kognitif peserta didik kelas 5 SD. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen, design non-equivalent control group design. Setelah dilakukan eksperimen maka data yang diperoleh diuji normalitasnya, diperoleh nilai 0. 200 > 0. 05 untuk strategi pembelajaran berbasis relevan dan 0. 053 > 0. 05 untuk nilai hasil belajar koqnitif. Kedua nilai tersebut menunjukkan bahwa peserta didik yang diteliti memiliki kemampuan yang rata. Pada rata-rata nilai pretest untuk kelas control dan kelas eksperimen tidak jauh perbedaannya, 54. 38 untuk kelas control dan 55. 94 untuk kelas ekperimen, melalui data ini dapat diasumsikan bahwa kondisi awal peserta didik sebelum dilakukan penelitian, memiliki kemampuan yang sama, tetapi setelah dilakukan eksperimen dengan perlakuan penggunaan strategi pembelajaran berbasis relevan dan perlakuan kelas control, maka terjadi perbedaan nilai posttest yang signifikan berbeda, rata-rata posttest kelas control 63,54 dan kelas eksperimen 83,50. Dari pengamatan dilapangan, kelas yang menggunakan strategi pembelajaran berbasis relevan lebih antusias dalam mendengarkan materi pada pembelajaran online dan lebih aktif bertanya. Menurut penelitian ini, pengajaran yang tepat akan memotivasi siswa: untuk memahami materi, siswa mengetahui arti dan kegunaan dari pengetahuan yang dipelajari (Ross et al. , 2. , lebih cepat mengingat teks yang relevan daripada yang tidak relevan (Bohn-Gettler & McCrudden, 2. , dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa (Susanti & Imbiri, 2. , membuat siswa memahami materi lebih bermakna (Schmidt et al. Penerapan strategi pembelajaran berbasis relevan akan memberikan motivasi bagi 86 | Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan. Volume 7. No 1. April 2022, 79-89 peserta didik dan motivasi tersebut akan meningkat, hal ini sesuai teori Keller dalam motivasi ARCS (Kurt & Kecik, 2. Hal ini sejalan dengan teori motivasi ARCS Keller (Kurt & Kecik, 2. Dalam penelitian ini ditunjukkan bahwa rata-rata hasil post-test secara signifikan lebih tinggi dibandingkan proses pembelajaran yang terjadi di kelas kontrol dan kelas online. Peningkatan nilai post-test karena guru menggunakan strategi pembelajaran yang tepat. Strategi pembelajaran dapat menstimulus motivasi peserta didik sehingga mendorong mereka untuk melakukan yang terbaik dan peserta didik melakukan sesuai yang diinstruksikan oleh guru, bahkan peserta didik akan melakukan lebih dari yang diminta (Jeon, 2. , selain itu strategi pembelajaran berbasis relevan akan membantu peserta didik belajar dalam menghubungkan teori dengan realita, juga membantu mereka untuk menghubungkan dengan pengalaman mereka (Albrecht & Karabenick, 2. Strategi pembelajaran berbasis relevansi yang digunakan guru dapat mempengaruhi kerja keras siswa untuk mencapai nilai yang baik. Hal ini terlihat dari nilai korelasi Pearson 0,743** dan sig0,000 < 0,05. Artinya ada hubungan yang signifikan dengan penggunaan. Strategi pembelajaran berbasis relevansi dan nilai hasil belajar kognitif siswa. Strategi pembelajaran berbasis relevansi dapat meningkatkan nilai kognitif siswa karena banyak kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini secara konseptual memudahkan siswa untuk mempelajari materi dan bagi siswa untuk berpartisipasi dalam pembelajaran, selain itu mereka dapat merefleksikan teori yang diperoleh dan dikombinasi dengan ide-ide yang mereka miliki sehingga mereka mampu memecahkan masalah di kehidupan nyata (Krause et , 2. Hasil penghitungan R-Square pada penelitian ini diperoleh 55. 1% artinya ada kontribusi pengaruh sebesar 55. 1% pada penggunaan strategi pembelajaran berbasis relevan terhadap nilai belajar kognitif peserta didik. Pembelajaran yang relevan akan meningkatkan kognisi peserta didik ketika pembelajaran berlangsung sehingga mereka dapat memperhatikan dan memahami materi secara utuh (Zeng & Liu, 2. Hal ini sesuai dengan teori relevan yang menyatakan bahwa relevansi memainkan peran mendasar tidak hanya dalam komunikasi tetapi juga dalam kognisi karena content yang relevan dapat menjadi stimulus eksternal atau representasi mental internal yang dapat memberikan masukan untuk proses kognitif, sehingga berkontribusi pada tujuan, pertanyaan, atau topik yang diterima peserta didik dalam pembelajaran dan guru berperan menetapkan proses pemahaman kognisi untuk peserta Adanya stimulus eksternal ini akan mendorong motivasi peserta didik dalam belajar, mengerjakan tugas, membuat proyek sehingga secara utuh peserta didik akan menerima ilmu dan hal ini mempengaruhi hasil belajar kognitif peserta didik (Allott, 2. Beberapa penelitian yang telah dilakukan pada pembelajaran berbasis relevan, antara lain: penelitian Krause et al. menyatakan bahwa penggunaan konten yang relevan akan mendukung pengetahuan sebelumnya, sehingga dapat mengaktifkan pengetahuan awal peserta didik dan mempromosikan pemecahan masalah yang lebih Refleksi yang menghubungkan berbagai hal dengan kehidupan sehari-hari akan membantu peserta didik menyimpan informasi dengan lebih baik, selain itu dapat membuat peserta didik terlibat dalam konten yang diberikan oleh guru dengan lebih interaktif misal penggunaan video yang relevan dengan konsep. Dan berikutnya pembelajaran relevan membantu peserta didik merefleksikan pembelajaran mereka sehingga mampu menjembatani ide-ide konten yang abstrak kepada konteks konkret. Pendapat Krause ini sejalan dengan hasil penelitian ini, dapat dilihat bahwa nilai hasil belajar kognitif siswa kelas eksperimen dengan pembelajaran berbasis relevan mengalami peningkatan. Susanti. Estherina - Pembelajaran Blending Asynchronous A| 87 Senada dengan penelitian Krause, penelitian McCrudden . menyatakan bahwa pembelajaran berbasis motivasi membuat peserta didik lebih mudah memahami teks, kemudian penelitian Doo & Bonk . menyatakan bahwa pembelajaran berbasis relevan akan meningkatkan pembelajaran sehingga memiliki hasil belajar yang berkualitas baik secara kognitif, afektif, maupun psikomotornya. Pada penelitian ini dibatasi hanya pada hasil belajar kognitif, dan hasil penelitian ini juga melihat adanya peningkatan hasil belajar kognitif peserta didik. Pembelajaran yang relevan akan bermakna bagi peserta didik dan dapat menjadi bekal bagi masa depan mereka. Sekaligus ada kelebihan penggunaan pembelajaran berbasis relevan karena dapat membantu proses pembelajaran, karena dapat menstimulus peserta didik untuk memiliki motivasi dalam belajar, mengerjakan tugas atau proyek, memahami materi sehingga pembelajaran menjadi berkualitas dan meningkatkan nilai kognitif peserta didik. SIMPULAN Strategi pembelajaran berbasis relevan, menggunakan metode blending asynchronous-synchronous learning memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap hasil belajar kognitif peserta didik kelas 5 Sekolah Dasar. Ada kontribusi strategi pembelajaran berbasis relevan dengan metode blending asynchronous - synchronous sebesar 55. terhadap hasil belajar kognitif peserta didik. Hasil penelitian terbukti uji t-sampel indepeden memiliki sig. lebih kecil dari 0. 000 < 0. , hal ini menunjukkan bahwa hipotesa Ho ditolak dan H1 diterima. Pembelajaran berbasis relevan akan meningkatkan keingintahuan dan membantu peserta didik dalam proses belajar untuk memahami konten yang abstrak menjadi pembelajaran yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari sehingga peserta didik mampu memecahkan masalah dengan menggunakan pengetahuannya. REFERENSI Abrams. Varier. , & Jackson. Unpacking instructional alignment: The influence of teachersAo use of assessment data on instruction. Perspectives in Education, 34. https://doi. org/10. 18820/2519593X/pie. Albrecht. , & Karabenick. Relevance for Learning and Motivation in Education. Journal Experimental Education. https://doi. org/10. 1080/00220973. Alexander. The Relevance of Relevance for Learning and Performance. Journal of Experimental Education. https://doi. org/10. 1080/00220973. Allott. Relevance theory. In Perspectives in Pragmatics. Philosophy and Psychology (Vol. https://doi. org/10. 1007/978-3-319-01014-4_3 Amiti. Synchronous and asynchronous e-learning. European Journal of Open Education and E-Learning Studies, 5. Azhari. , & Fajri. Distance learning during the COVID-19 pandemic: School closure in Indonesia. International Journal of Mathematical Education in Science and Technology. https://doi. org/10. 1080/0020739X. Baird. Andrich. Hopfenbeck. , & Stobart. Assessment and learning: fields apart? Assessment in Education: Principles. Policy and Practice, 24. https://doi. org/10. 1080/0969594X. Bohn-Gettler. , & McCrudden. Effects of Task Relevance Instructions and Topic Beliefs on Reading Processes and Memory. Discourse Processes, 55. https://doi. org/10. 1080/0163853X. 88 | Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan. Volume 7. No 1. April 2022, 79-89 Brown. Is Assessment for Learning Really Assessment? Frontiers in Education, https://doi. org/10. 3389/feduc. Chen. , & Bonner. A framework for classroom assessment, learning, and self-regulation. Assessment in Education: Principles. Policy and Practice, 27. https://doi. org/10. 1080/0969594X. Choe. Scuric. Eshkol. Cruser. Arndt. Cox. A Crosbie. Student satisfaction and learning outcomes in asynchronous online lecture videos. CBE Life Sciences Education, 18. , 1Ae14. https://doi. org/10. 1187/cbe. 18-08-0171 Dann. Assessment as learning: Blurring the boundaries of assessment and learning for theory, policy and practice. Assessment in Education: Principles. Policy and Practice, 21. https://doi. org/10. 1080/0969594X. Doo. , & Bonk. Cognitive Instrumental Processes of Flipped Learners: Effects of Relevance for Learning. Quality of Learning Outcomes, and Result Demonstrability. Journal Educational Computing Research, 59. https://doi. org/10. 1177/0735633121989128 Dada. Alkali. , & O. Oyewola. An Investigation into the Effectiveness of Asynchronous and Synchronous E-learning Mode on StudentsAo Academic Performance in National Open University (NOUN). Maiduguri Centre. International Journal of Modern Education and Computer Science, 11. , 54Ae64. https://doi. org/10. 5815/ijmecs. Geraniou. , & Crisan. University studentsAo engagement with an asynchronous online course on digital technologies for mathematical learning. Eleventh Congress of the European Society for Research in Mathematics Education, 1Ae8. Retrieved from https://discovery. uk/id/eprint/10077723 Jeon. What makes them the best English teachers? An analysis of the motivational strategy use based on ARCS model. Educational Research for Policy and Practice, 20. , 263Ae278. https://doi. org/10. 1007/s10671-020-09279-1 Krause. Waters. Stuart. Judson. Ankeny. , & Smith. Effect of contextualization of content and concepts on studentsAo course relevance and value in introductory materials classes. In ASEE Annual Conference and Exposition. Conference Proceedings . 1Ae. Kurt. , & Kecik. The Effects of ARCS Motivational Model on Student Motivation to Learn English. European Journal of Foreign Languange Teaching. https://doi. org/10. 5281/zenodo. Mailizar. Almanthari. Maulina. , & Bruce. Secondary school mathematics teachersAo views on e-learning implementation barriers during the COVID-19 pandemic: The case of Indonesia. Eurasia Journal of Mathematics. Science and Technology Education, 16. https://doi. org/10. 29333/EJMSTE/8240 Malik. Fatima. Hussain Ch. , & Sarwar. E-learning: StudentsAo perspectives about asynchronous and synchronous resources at higher education level. Bulletin of Education and Research, 39. , 183Ae195. McCrudden. The effect of task relevance instructions on memory for text with Applied Cognitive Psychology, 33. https://doi. org/10. 1002/acp. Nasution. Covid-19 Tidak Menjadi Hambatan Pendidikan Di Indonesia. Jurnal Pendidikan, (Apri. Susanti. Estherina - Pembelajaran Blending Asynchronous A| 89 Ogbonna. Ibezim. , & Obi. Synchronous versus asynchronous elearning in teaching word processing: An experimental approach. South African Journal of Education, 39. https://doi. org/10. 15700/saje. Palvia. Effectiveness of asynchronous and synchronous modes for learning computer software for end users: An experimental investigation. Journal of Computer Information Systems, 41. , 99Ae109. https://doi. org/10. 1080/08874417. Reynolds. Roberts. , & Hauck. Exploring motivation: integrating the ARCS Reference