Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 438-453 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. PENGARUH LINGKUNGAN INTERNAL SEKOLAH TERHADAP PEMAHAMAN AGAMA DAN NILAI MORAL SISWA DI SMK MAAoARIF 1 KEBUMEN Sahrul Mauly. Ali Mahfudz Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen E-mail : maulysalaf@gmail. Abstract This study aims to determine and analyze the influence of the internal school environment on students' understanding of religion and moral values at SMK Ma'arif 1 Kebumen and identify factors within the internal school environment that influence students' understanding of religion and moral values at SMK Ma'arif 1 Kebumen. This study is motivated by the importance of the internal school environment in shaping students' understanding of religion and moral values. This study is a qualitative study with a descriptive approach. The internal school environment studied includes aspects such as the school's religious culture, teacher role models, routine religious activities, and interaction patterns between students, teachers, and educational staff. The research method used is descriptive qualitative with a field study approach. Informants consisted of the principal, vice principal, student staff. Islamic religious education teachers. Guidance and Counseling (BK) teachers, students, and residents around SMK Ma'arif 1 Kebumen. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation, with data analysis using the Miles and Huberman model . ata reduction, data presentation, and conclusion Research results show that the internal school environment has a significant influence on shaping and strengthening students' religious understanding and moral values. Teachers' exemplary behavior in daily behavior, the organization of religious activities such as congregational prayer, religious study, and the practice of polite behavior within the school environment have been shown to play a significant role in instilling religious and moral values in students. By creating a religious and conducive school environment, students more easily internalize spiritual and ethical values in their daily lives, both inside and outside of school. The internal school environment serves not only as a place for academic learning but also as an effective means of character education based on religious and moral values. Keywords: Internal school environment, religious understanding, and moral values Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tentang pengaruh lingkungan internal sekolah terhadap pemahaman agama dan nilai moral siswa di SMK MaAoarif 1 Kebumen dan mengidentifikasi faktor-faktor apa saja dalam lingkungan internal sekolah yang memiliki Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 438-453 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. pengaruh terhadap pemahaman agama dan nilai moral siswa di SMK MaAoarif 1 Kebumen. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan pentingnya lingkungan internal sekolah dalam membentuk pemahaman agama dan nilai moral pada siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lingkungan internal sekolah yang dikaji meliputi aspek-aspek seperti budaya religius sekolah, keteladanan guru, kegiatan keagamaan rutin, serta pola interaksi antara siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan. Informan terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, staf kesiswaan, guru pendidikan agama islam, guru Bimbingan Konseling (BK), siswa, dan warga sekitar SMK MaAoarif 1 Kebumen. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman . eduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan internal sekolah memiliki pengaruh yang signifikan dalam membentuk dan memperkuat pemahaman agama dan nilai moral siswa. Keteladanan guru dalam perilaku seharihari, penyelenggaraan kegiatan keagamaan sholat berjamaah, pengajian, dan pembiasaan sikap sopan santun di lingkungan sekolah terbukti berperan besar dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan dan moral kepada siswa. Dengan terciptanya lingkungan sekolah yang religius dan kondusif siswa lebih mudah menginternalisasi nilai-nilai spiritual dan etika dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Lingkungan internal sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar akademik, tetapi juga sebagai sarana efektif dalam pendidikan karakter berbasis nilai-nilai agama dan moral. Kata kunci: Lingkungan internal sekolah, pemahaman agama, dan nilai moral PENDAHULUAN Sekolah adalah institusi pendidikan yang secara sadar, teratur, dan terencana menjalankan proses pembelajaran dan pengembangan pendidikan. Di lingkungan sekolah, seorang siswa menerima beragam pengetahuan mengenai sains dan keterampilan yang diperlukan untuk Furhman berpendapat bahwa sekolah memiliki dua peran utama, yakni sebagai lokasi untuk belajar serta sebagai sarana sosialisasi. Dengan mempertimbangankan kedua peran tersebut dampak sekolah terhadap siswa tidak hanya terbatas pada penyampaian ilmu, melainkan suasana di sekolah dan struktur pendidikan yang diterapkan dapat memengaruhi perkembangan karakteristik siswa. Peranan lingkungan memiliki pengaruh yang signifikan dalam memengaruhi tindakan Perubahan yang berlangsung memengaruhi keyakinan dan prinsip yang telah dipegang Indah Kusuma Dewi. AuPengaruh lingkungan sekolah terhadap perilaku beragama siswa di MAN 1 Tulungagung tahun pelajaran 2020/2021Ay. Jurnal Kajian Mutu Pendidikan 4, no. , 113: https://jurnal. id/index. php/sus Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 438-453 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. oleh manusia, sehingga timbul krisis nilai2. Nilai-nilai sosial yang dulunya dianggap sebagai pedoman dalam berbagai aktivitas kini mulai kehilangan makna dan perannya. Seorang anak dalam ranah pendidikan umumnya akan mencontoh apa yang ia saksikan atau alami di lingkungannya . ehaviorisme empirism. di mana semua memori kejadian akan tersimpan dalam pikiran alam bawah sadarnya, sehingga lambat laun akan membentuk karakter serta jati diri anak ketika sudah tumbuh dewasa. 3Hal ini juga terkait erat dengan interaksi anak di sekolah. Lingkungan pendidikan memiliki fungsi yang penting dalam mendukung perkembangan belajar siswa. Lingkungan ini berkaitan dengan suasana serta pelaksanaan kegiatan pembelajaran, termasuk berbagai aktivitas ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan keterampilan 4 Di samping itu, sekolah berperan sebagai mitra masyarakat dalam menjalankan fungsi Dalam hal ini, sekolah dan komunitas dipandang sebagai inti dari pendidikan yang memiliki interaksi serta saling mendukung. Segala jenis paparan negatif bisa memicu siswa terjerumus ke dalam perilaku buruk dan tindakan kriminal. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu itu sendiri, tapi berdampak pada penurunan moral di masyarakat, termasuk pada kalangan siswa. Perilaku yang tidak baik sudah mengakar dalam kehidupan siswa, maka resiko yang lebih besar bagi generasi selanjutnya tidak dapat dihindari. Oleh sebab itu, penting untuk menerapkan pendekatan yang tepat dalam mendidik dan membimbing siswa berdasarkan nilainilai islam. Orang tua, guru, dan pihak berwenang perlu berperan aktif dalam menanamkan pemahaman yang tepat mengenai hak dan kewajiban mereka. Tantangan yang semakin dipedulikan adalah menurunnya moralitas di antara para siswa. Perilaku menyimpang yang menjadi persoalan serius karena siswa memiliki peran krusial sebagai generasi penerus bangsa. 5 Perilaku menyimpang yang terjadi di lingkungan sekolah mencerminkan pelanggaran terhadap norma sosial serta nilai-nilai keagamaan. Fenomena ini tidak hanya menjadi sumber kekhawatiran bagi orang tua, tetapi juga menunjukkan bahwa sebagian siswa terlibat dalam tindakan yang dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum. 2 Ibid 3 Ibid Ibid. 5 Maha Riska Eca Pratiwi. AuInstrumen Evaluasi Profil Pelajar Pancasila Aspek Bergotong Royong dan Bernalar Kritis di SD,Ay Jurnal Ilmu Pendidikan. Vol. 6 No. 3, . , 288. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 438-453 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Belakangan ini, banyak orang menilai terhadap generasi muda, tidak hanya melalui media massa tetapi juga dalam percakapan sehari-hari. Tingkah laku nakal di kalangan siswa sering kali menjadi perhatian banyak pihak. Menurut redaksi Kebumen24. com tanggal 12 November 2024 telah terjadi tawuran antara dua kelompok siswa dari dua SMK swasta di Kebumen di Jalan Revolusi. Kelurahan Jati Luhur. Kecamatan Karanganyar, pada hari Senin 11 November 2024 sekitar pukul 16. 50 WIB. Tingkat pertikaian yang terjadi telah mencapai level kriminal yang Perilaku negatif siswa memerlukan perhatian khusus dari berbagai pihak, terutama dari orang tua dan guru yang bertindak sebagai pembimbing, pengarah, dan menjadi teladan bagi siswa. Sebagai generasi penerus bangsa, siswa memegang peranan penting dalam menentukan masa depan negara dan agama. Salah satu faktor utama yang mendorong penyimpangan perilaku di kalangan siswa adalah paparan terhadap tayangan yang tidak mendidik, seperti adegan kekerasan dan pornografi di televisi, bioskop, serta media lainnya, termasuk majalah dan novel dengan konten tidak Banyak siswa yang masih berusia muda sudah terbiasa merokok, mengonsumsi minuman keras, menggunakan narkoba, terlibat tawuran, bahkan melakukan pergaulan bebas. Kenyataan ini memang mengkhawatirkan, tetapi begitulah kondisi sebagian pelajar di Kebumen. Ironisnya, banyak di antara mereka yang menganggap hal tersebut bukan lagi sesuatu yang tabu. Segala bentuk kenakalan ini termasuk perilaku menyimpang yang pada akhirnya hanya akan merugikan mereka sendiri. Oleh sebab itu, peran orang tua sangat penting dalam memahami dan mengawasi anak-anak. Kenakalan siswa sering kali berawal dari kegagalan dalam perkembangan mental dan emosional, yang dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, seperti pengalaman traumatis selama masa kecil dan lingkungan yang kurang mendukung. 6 Beberapa penyebab utama dari kenakalan ini meliputi pengalaman buruk di masa lalu, dampak lingkungan yang tidak positif, serta kurangnya pemahaman terhadap ajaran agama. Selain menjadi tempat untuk menimba ilmu, sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang akan menjadi bekal bagi siswa dalam Jihan Ali Mufid. AuUpaya Guru PAI dalam Penanganan Kenakalan Siswa di SMA NU 05 Brangsong Kendal,Ay Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah. Vol 03. No. , 89 https://doi. org/10. 36769/tarqiyatuna. 7 Ibid Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 438-453 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. berinteraksi dengan masyarakat. Dalam hal ini, guru memegang peran sentral sebagai pembimbing moral siswa. Mereka tidak hanya bertugas menyampaikan pelajaran akademis, tetapi juga memberikan teladan dalam sikap, perilaku, dan nilai-nilai positif. Pembelajaran moral di sekolah bisa dilakukan dengan banyak metode, misalnya dengan menggabungkan pendidikan karakter dalam semua pelajaran, mengadakan kegiatan ekstrakurikuler yang berbasis nilai-nilai sosial, serta menciptakan lingkungan sekolah yang disiplin dan penuh rasa hormat. Kerja sama yang erat antara pihak sekolah dan orang tua untuk memastikan bahwa nilainilai yang diajarkan di sekolah juga diterapkan dan diperkuat di rumah. Kontrol dan bimbingan yang konsisten dari kedua lingkungan ini sangat penting dalam membentuk perilaku positif siswa. Penguatan pendidikan moral di sekolah tidak hanya ditujukan untuk membangun generasi yang berakhlak baik, tetapi juga untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan bermartabat, yang dapat membawa perubahan positif bagi bangsa di masa depan. Dengan demikian, pembinaan moral di lingkungan sekolah merupakan investasi penting dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi siswa dan bagi bangsa secara keseluruhan. Lingkungan sekolah bisa memberikan pengalaman langsung bagi siswa melalui kegiatankegiatan yang bernuansa religius. Selain itu interaksi antara siswa dengan guru, sesama siswa, serta lingkungan fisik sekolah berperan penting dalam proses pembentukan pemahaman agama dan nilai moral. SMK Ma'arif 1 Kebumen sebagai lembaga pendidikan dengan dasar islam memiliki komitmen untuk menanamkan nilai-nilai agama dan moral kepada siswanya. Kurikulum yang diberlakukan di SMK Ma'arif 1 Kebumen mengintegrasikan ajaran agama islam ke dalam setiap mata pelajaran. Namun, sejauh mana program-program tersebut efektif dalam membentuk pemahaman agama dan nilai moral siswa masih perlu dikaji lebih mendalam, karena untuk pengaruh lingkungan internal sekolah pemahaman agama dan nilai moral siswa di SMK Ma'arif 1 Kebumen. Studi lain yang dilakukan oleh Dina Sari, dkk yang berjudul AuPengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Pembentukan Moral Keagamaan Siswa Dalam Pendidikan Agama Islam 8Ay 8 Dina. , et. 4 ). AuPengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Pembentukan Moral Keagamaan Siswa Dalam Pendidikan Agama IslamAy. Proceeding International Seminar on Islamic Studies. Vol. 5, no. :1527-1539, https://jurnal. id/index. php/insis/article/download/18718/pdf Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 438-453 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. menegaskan bahwa lingkungan sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk moral keagamaan siswa. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali pengalaman dan persepsi siswa terhadap suasana sekolah baik dari sisi sosial, akademik, maupun keagamaan. Dengan kata lain, lingkungan sekolah yang kondusif tidak hanya mendukung pencapaian akademik, tetapi juga menjadi sarana pembinaan moral dan spiritual siswa, khususnya dalam konteks pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menekankan pentingnya peran aktif sekolah dalam menciptakan atmosfer yang mendukung tumbuhnya karakter religius pada peserta didik. Di sisi lain, kurangnya pemahaman orang tua terhadap pentingnya nilai religius dapat menyebabkan karakter anak berkembang tanpa arah yang jelas, sehingga anak mudah terpengaruh oleh nilai-nilai negatif dari lingkungan atau media sosial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan sekolah terhadap pemahaman agama dan nilai moral siswa di SMK MaAoarif 1 Kebumen. Diharapkan hasil penelitian dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai fungsi lingkungan sekolah dalam pembentukan moral siswa dan menjadi acuan bagi pihak sekolah untuk memperbaiki kualitas lingkungan pendidikan yang ada. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi masyarakat, khususnya guru dan orang tua, dalam menyadari pentingnya keterlibatan mereka dalam membentuk pemahaman agama dan nilai moral siswa. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dan lembaga pendidikan dalam merancang program pemberdayaan keluarga berbasis nilai-nilai religius, demi terciptanya generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan tangguh menghadapi tantangan zaman. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 438-453 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan ini dipilih untuk memahami fenomena secara mendalam mengenai peran guru dalam membentuk pemahaman agama dan moral siswa di lingkungan sekolah. Sumber data terdiri dari data primer. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, staf kesiswaan, guru pendidikan agama islam, guru Bimbingan Konseling (BK), siswa, dan warga sekitar SMK MaAoarif 1 Kebumen. Selain itu, observasi langsung terhadap kegiatan keagamaan dan interaksi sosial di lingkungan sekolah. Sumber data dalam penelitian ini disesuaikan dengan fokus dan tujuan penelitian. Dalam penelitian kualitatif sumber data dipilih dengan mengutamakan dan mementingkan pandangan informan, yakni bagaimana mereka memandang dan menafsirkan sesuatu sesuai dengan pendapatnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2025 di SMK MaAoarif 1 Kebumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk menggambarkan secara mendalam peran guru dalam membentuk pemahaman agama dan moral siswa di lingkungan Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, staf kesiswaan, guru pendidikan agama islam, guru Bimbingan Konseling (BK), siswa, dan warga sekitar SMK MaAoarif 1 Kebumen. Penelitian ini relevan dengan studi sebelumnya yang dilakukan oleh Dina Sari, dkk . yang berjudul AuPengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Pembentukan Moral Keagamaan Siswa Dalam Pendidikan Agama Islam9,Ay serta penelitian oleh Ruslan, dkk tentang AuPenanaman Nilai-nilai Moral Pada Siswa Di SD Negeri Lampeuneurut. Ay10 Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan Ketiga teknik ini dipilih agar data yang diperoleh bersifat komprehensif dan akurat dalam menggambarkan pengaruh lingkungan sekolah terhadap pemahaman agama dan nilai moral siswa di SMK MaAoarif 1 Kebumen. Observasi dilakukan secara langsung di lingkungan 9 Dina. , et. AuPengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Pembentukan Moral Keagamaan Siswa Dalam Pendidikan Agama IslamAy. Proceeding International Seminar on Islamic Studies. Vol. 5, no. :1527-1539, https://jurnal. id/index. php/insis/article/download/18718/pdf 10 Ruslan. , et. AuPenanaman Nilai-Nilai Moral Pada Siswa Di SD Negeri LampeuneurutAy. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Prodi PGSD FKIP Unsyiah Vol. 1, no. : 68-77, https://media. com/media/publications/187368-ID-penanamannilai-nilai-moral-pada-siswa-d. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 438-453 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. sekolah untuk mengamati kondisi fisik, kegiatan keagamaan, serta interaksi sosial antara siswa, guru, dan staf sekolah. Sedangkan wawancara dilakukan untuk memperoleh data mendalam dari pihak-pihak yang memiliki informasi penting terkait pengaruh lingkungan sekolah terhadap pemahaman agama dan nilai moral siswa. Wawancara dilakukan dengan teknik wawancara semiterstruktur, yang memungkinkan peneliti mengajukan pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya, tetapi tetap memberikan ruang bagi informan untuk memberikan jawaban yang lebih luas dan mendalam. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Lingkungan internal sekolah merupakan keseluruhan kondisi dan faktor yang berasal dari dalam sekolah yang secara langsung memengaruhi proses pembelajaran dan pembentukan pemahaman keagamaan dan nilai moral peserta didik. Di SMK MaAoarif 1 Kebumen, lingkungan internal sekolah mencakup dua aspek utama, yaitu aspek fisik dan aspek non-fisik. Aspek fisik mencakup sarana dan prasarana, seperti ruang kelas yang nyaman, laboratorium praktik, ruang ibadah yang memadai, serta perpustakaan yang berfungsi sebagai penunjang literasi keagamaan. Adapun aspek non-fisik mencakup hubungan sosial antara peserta didik dan pendidik, budaya sekolah yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius dan etika, gaya kepemimpinan kepala sekolah, dan sistem organisasi internal yang mendukung proses pendidikan. Pengaruh lingkungan internal sekolah terhadap pemahaman agama dan nilai moral siswa juga tercermin dari kegiatan-kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh sekolah. Ini sejalan dengan pendapat Muhibbin Syah, yang menyatakan bahwa lingkungan sosial sekolah, termasuk suasana religius dan interaksi antara warga sekolah, sangat menentukan keberhasilan pendidikan nilai. Tidak hanya itu, keterlibatan seluruh komponen sekolah guru, tenaga kependidikan, dan siswa dalam menjaga iklim sekolah yang positif juga merupakan bagian dari lingkungan internal yang Keteladanan guru dalam bersikap dan bertutur kata, sistem penghargaan dan hukuman Miles. , & Huberman. Qualitative Data Analysis (Jakarta: UI Press, 1. , hlm. Muhibbin Syah. Psikologi Pendidikan: Suatu Pendekatan Baru, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1. ,137. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 438-453 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. yang mendidik, serta partisipasi siswa dalam kegiatan keagamaan turut menciptakan suasana yang kondusif untuk belajar agama secara kontekstual dan menyenangkan. Pembelajaran agama di SMK MaAoarif 1 Kebumen tidak akan berhenti pada aspek kognitif semata, tetapi juga menyentuh aspek afektif dan psikomotorik. Siswa tidak hanya memahami ajaran agama secara teoritis, tetapi juga menunjukkan sikap dan perilaku religius dalam kehidupan sehari-hari, seperti saling menghormati, jujur, disiplin, serta memiliki tanggung jawab Kohlberg menyatakan bahwa moralitas seseorang berkembang dalam tiga tingkat utama yang terdiri dari enam tahapan. 13Pemahaman agama yang erat kaitannya dengan nilai-nilai moral dan etika dapat dianalisis melalui tahapan ini untuk mengetahui pada tingkat mana siswa memahami dan mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini mengkaji bagaimana pengaruh nilai moral di lingkungan SMK MaAoarif 1 Kebumen. Berdasarkan pengamatan awal, nilai-nilai tersebut sudah mulai tertanam dalam kegiatan keseharian siswa baik di dalam kelas maupun dalam aktivitas keagamaan dan organisasi. Namun, masih ditemukan adanya perilaku menyimpang seperti datang terlambat, membolos, atau kurangnya etika dalam berbicara dengan guru. Melalui pendekatan teori Kohlberg, terlihat bahwa sebagian siswa masih berperilaku moral semata karena takut hukuman . ahap pra-konvensiona. , sementara sebagian lainnya mulai memahami pentingnya aturan sosial . ahap konvensiona. Pengaruh lingkungan sekolah, guru, dan kegiatan ekstrakurikuler sangat besar dalam membentuk moral siswa. Hal ini sesuai dengan teori Durkheim yang menyatakan bahwa nilai moral dibentuk melalui proses sosialisasi. Di SMK MaAoarif 1 Kebumen pelaksanaan tata tertib yang konsisten, kegiatan sholat berjamaah, dan diskusi keagamaan secara tidak langsung menjadi sarana pembentukan nilai moral yang efektif. Di SMK MaAoarif 1 Kebumen proses pembentukan nilai moral siswa berlangsung melalui beberapa jalur baik formal maupun non-formal. Secara formal pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Al QurAoan menjadi media utama penanaman nilai-nilai dasar. Namun, tidak semua siswa menunjukkan tingkat moralitas yang sama. Berdasarkan observasi dan wawancara awal, 13 Abdul Rahman & Agus. AuTeori Perkembangan Moral dan Model Pendidikan MoralAy. Psympathic: Jurnal Ilmiah Psikologi. Vol. No. : 37-44, https://journal. id/index. php/psy/article/view/217 Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 438-453 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. ditemukan sebagian siswa masih memperlihatkan perilaku yang kurang mencerminkan nilai Dalam analisis menggunakan teori Kohlberg, perilaku semacam ini menunjukkan bahwa sebagian siswa masih berada pada tingkat pra-konvensional, di mana mereka hanya bertindak baik bila ada pengawasan atau karena takut hukuman. Hal ini menunjukkan bahwa internalisasi nilai moral belum sepenuhnya terjadi. Sementara itu, dari sudut pandang teori Durkheim hal tersebut bisa terjadi karena proses sosialisasi moral di sekolah belum cukup kuat atau belum konsisten baik dari sisi keteladanan, aturan, maupun penguatan nilai secara sosial. Pembentukan nilai moral di SMK MaAoarif 1 Kebumen sudah berjalan melalui berbagai pendekatan, namun belum sepenuhnya efektif bagi semua siswa. Sebagian siswa sudah menunjukkan sikap moral yang baik, seperti disiplin, bertanggung jawab, dan sopan santun terutama mereka yang aktif dalam kegiatan keagamaan dan organisasi sekolah. Strategi pendidikan moral yang diterapkan sekolah perlu lebih integratif tidak hanya mengandalkan pembelajaran teori, tetapi juga pembiasaan yang konsisten, keteladanan nyata dari para pendidik, dan penguatan budaya sekolah yang mendukung pembentukan karakter. Kolaborasi antara pihak sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim pendidikan yang mampu menanamkan nilai moral secara menyeluruh dan berkelanjutan. Budaya Sekolah Budaya sekolah adalah seperangkat nilai, kebiasaan, norma, dan tradisi yang terbentuk dan berkembang dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Menurut Deal dan Peterson dalam Supardi Budaya sekolah adalah sekumpulan nilai yang melandasi perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian, dan simbol-simbol yang di praktekkan oleh kepala sekolah, guru, petugas administrasi, siswa dan masyarakat sekitar sekolah. 14 Di SMK MaAoarif 1 Kebumen, budaya sekolah sangat kental dengan nuansa islam ahlussunnah wal jamaAoah karena sekolah ini berada di bawah naungan LP MaAoarif NU. Budaya ini tercermin dalam berbagai aktivitas harian, cara berinteraksi, peraturan dan kebijakan yang ditanamkan dalam kehidupan siswa. Budaya religius menjadi ciri utama dari sekolah ini. Hal ini terlihat dari berbagai kegiatan seperti, salat dhuha berjamaah dan mentoring keagamaan, pembacaan asmaul husna dan berdoa sebelum pembelajaran di mulai, peembacaan Eva Maryamah,Ay Pengembangan Budaya SekolahAy. Tarbawi. Vol. : 89, https://media. com/media/publications/publications/256481-pengembangan-budaya-sekolah-1bf3dd81. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 438-453 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. surah Yasin dan tahlil setiap hari Jumat, dan perayaan Hari Besar Islam (PHBI). Nilai-nilai Moral dan Karakter Di SMK MaAoarif 1 Kebumen, pembentukan karakter siswa menjadi perhatian utama melalui penanaman nilai-nilai positif. Nilai kejujuran diwujudkan dengan tidak menyontek saat ujian, mengembalikan barang yang bukan miliknya, mengakui kesalahan, dan menyampaikan informasi secara apa adanya. Disiplin diterapkan melalui kebiasaan datang tepat waktu, salat berjamaah tepat waktu, berpakaian rapi, dan tertib saat belajar. Tanggung jawab ditanamkan dengan menyelesaikan tugas tepat waktu, menjaga kebersihan lingkungan, dan tidak menyalahkan orang lain atas kesalahan sendiri. Sopan santun juga menjadi nilai penting, tercermin dari kebiasaan memberi salam dan senyum, berdiri saat guru masuk, berbicara sopan, meminta izin dengan baik, dan menghormati seluruh warga sekolah tanpa membeda-bedakan. Semangat gotong royong ditunjukkan melalui kerja kelompok, kerja bakti, saling membantu, dan partisipasi dalam kegiatan sekolah. Toleransi ditanamkan dengan menghargai perbedaan pendapat, tidak merendahkan teman, dan mendengarkan pendapat orang lain. Selain itu, etika sosial Nahdlatul Ulama (NU) dijaga melalui keikutsertaan dalam kegiatan keagamaan seperti tabarukkan, pembacaan Yasin dan tahlil, serta larangan keras terhadap tindakan bullying. Pembiasaan Harian Berbasis Agama Siswa dibiasakan menjalankan praktik keagamaan sehari-hari sebagai bagian dari pembentukan karakter islami. Kebiasaan ini meliputi membaca doa sebelum dan sesudah pelajaran, memberi salam saat memasuki ruang kelas atau ruang guru, serta menerapkan akhlak mulia dalam pergaulan. Selain itu, siswa juga diajarkan untuk menjaga adab islami, seperti bersikap hormat kepada guru dan sesama, menjaga kebersihan sebagai bagian dari iman, serta aktif dalam kegiatan keagamaan di sekolah seperti salat berjamaah dan pembacaan doa bersama. Pembiasaan ini bertujuan membentuk pribadi yang religius, santun, dan berakhlak baik. Peran Budaya Sekolah dalam Pemahaman Agama dan Nilai Moral Budaya sekolah membentuk pemahaman keagamaan siswa melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Al-QurAoan, pembiasaan praktik ibadah seperti salat, dzikir, dan tadarus, serta kegiatan rohani dan mentoring yang membahas persoalan keagamaan remaja. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 438-453 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Interaksi sehari-hari dengan guru agama juga menjadi teladan dalam kehidupan beragama. Selain itu, nilai moral siswa dibentuk melalui keteladanan guru dan staf, penerapan aturan sekolah yang mendisiplinkan tanpa kekerasan, serta pembinaan terhadap siswa bermasalah dengan pendekatan persuasif dan edukatif. Hubungan Antara Budaya Sekolah dan Lingkungan Internal Sekolah Budaya sekolah merupakan bagian dari lingkungan internal yang berperan penting dalam membentuk karakter siswa. Hal ini tercermin dari kepemimpinan kepala sekolah yang menanamkan visi religius dan akhlakul karimah dalam setiap aspek kegiatan sekolah. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembina moral dan spiritual bagi siswa. Fasilitas pendukung keagamaan seperti masjid sekolah, perpustakaan dengan literatur Islam, alatalat ibadah yang lengkap, serta keberadaan pondok pesantren turut memperkuat atmosfer religius di lingkungan sekolah. Selain itu, hubungan sosial antar warga sekolah dibangun berdasarkan akhlak mulia dan etika Islam, menciptakan suasana yang harmonis dan mendidik. Dampak Budaya Sekolah Terhadap Siswa Pendidikan agama memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pemahaman agama siswa. Melalui pembelajaran yang sistematis siswa mampu membaca Al-QurAoan dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid. Selain itu, mereka juga memahami fiqih dasar, seperti thaharah . , sholat, dan puasa, yang merupakan bagian penting dari ibadah sehari-hari. samping itu, dampak positif juga terlihat dalam pembentukan nilai moral siswa. Siswa tumbuh menjadi pribadi yang jujur, sopan, dan bertanggung jawab, serta memiliki sikap disiplin, empati, dan religius. Melalui nilai-nilai islam yang ditanamkan sejak dini, siswa mampu membedakan antara perbuatan baik dan buruk, sehingga menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Peran Guru dan Staf Terhadap Pemahaman Agama dan Nilai Moral Siswa di SMK MaAoarif 1 Kebumen Di SMK MaAoarif 1 Kebumen pemahaman agama dan nilai moral menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter siswa. Hal ini tercermin dari peran berbagai pihak yang saling Kepala sekolah dan waka kurikulum berperan strategis dalam merancang kebijakan dan kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan ke dalam seluruh mata pelajaran, tidak hanya terbatas pada pelajaran agama. Mereka juga menciptakan budaya sekolah yang Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 438-453 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. mendukung perkembangan spiritual dan moral siswa. Sementara itu, staf kesiswaan termasuk pembina OSIS, mendorong pembiasaan religius melalui kegiatan ekstrakurikuler yang membentuk disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial siswa. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi ujung tombak dalam penanaman nilai-nilai Islam melalui pembelajaran dan keteladanan sikap, serta menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung penguatan karakter islami. Guru Bimbingan Konseling (BK) turut berperan melalui pendekatan personal dan kelompok dalam membimbing siswa mengembangkan kepribadian yang seimbang dan menangani permasalahan moral. Di sisi lain, siswa juga memiliki peran aktif melalui partisipasi dalam kegiatan keagamaan dan interaksi sosial yang mencerminkan nilai moral seperti kejujuran dan saling menghargai. Tak kalah penting, warga sekitar sekolah, khususnya pedagang, turut memengaruhi perilaku siswa melalui interaksi harian yang mengandung nilai sosial dan etika. Kolaborasi seluruh elemen ini menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya mendidik secara akademis, tetapi juga membentuk generasi yang religius, bermoral, dan berintegritas. Interaksi Sosial dalam Pengaruh Lingkungan Internal Sekolah Terhadap Pemahaman Agama dan Nilai Moral Siswa Interaksi sosial di lingkungan sekolah merupakan aspek penting dalam membentuk pemahaman agama dan nilai moral siswa. Di SMK MaAoarif 1 Kebumen, yang mengedepankan nilai-nilai Islam, hubungan antara siswa dengan guru, teman sebaya, dan lingkungan sekolah berperan besar dalam pembentukan karakter. Guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga teladan dalam sikap dan akhlak, sementara siswa belajar melalui interaksi dan pengamatan Hubungan antar siswa juga menciptakan suasana saling mendukung dalam berbuat baik, menjaga etika, dan menjalankan ajaran agama dalam keseharian. Budaya sekolah yang islami memperkuat proses pembentukan sikap religius, jujur, dan bertanggung jawab, sehingga interaksi sosial menjadi pondasi penting dalam membentuk kepribadian siswa secara utuh. Regulasi dan Kebijakan Regulasi dan kebijakan di SMK MaAoarif 1 Kebumen berperan penting dalam membentuk pemahaman agama dan nilai moral siswa. Kebijakan ini dirancang secara sistematis untuk menciptakan lingkungan yang religius dan bermoral melalui kegiatan pembiasaan seperti pembacaan Asmaul Husna, tahlil, peringatan hari besar Islam, serta keterlibatan siswa dalam Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 438-453 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. kegiatan keagamaan. Selain itu, tata tertib seperti kedisiplinan waktu, pakaian sopan, dan keteraturan di lingkungan sekolah turut membentuk karakter siswa. Nilai-nilai keagamaan juga diintegrasikan dalam setiap mata pelajaran, dan guru didorong menjadi teladan dalam sikap dan Kebijakan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi menjadi strategi pendidikan karakter yang nyata. Sejalan dengan pandangan Lickona dan Bandura, perilaku positif siswa terbentuk melalui pembiasaan, pengamatan, dan peniruan terhadap lingkungan yang konsisten menanamkan nilai-nilai agama dan moral dalam kehidupan sekolah. Solusi dan Rekomendasi Untuk meningkatkan pemahaman agama dan nilai moral siswa di SMK MaAoarif 1 Kebumen perlu dilakukan penguatan budaya sekolah yang religius melalui kegiatan rutin seperti salat Dhuha, salat berjamaah, serta kajian keagamaan. Selain itu, keteladanan guru dan staf sangat Guru harus menjadi panutan dalam akhlak, kedisiplinan, dan sikap islami, didukung dengan pelatihan yang relevan. Nilai-nilai moral juga perlu diintegrasikan ke seluruh mata pelajaran, bukan hanya terbatas pada Pendidikan Agama Islam, agar siswa dapat mengaitkan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Rekomendasi yang dapat diterapkan antara lain: sekolah perlu menjalin kerja sama dengan lembaga keagamaan seperti NU untuk pembinaan spiritual, menciptakan lingkungan fisik yang mendukung . eperti musala yang representatif dan poster motivasi islam. , dan melakukan evaluasi rutin terhadap program keagamaan. Guru disarankan untuk mengikuti pelatihan keagamaan dan aktif menanamkan nilai moral dalam interaksi sehari-hari. Siswa diberi peran dalam kegiatan keagamaan, seperti menjadi imam atau pengisi kultum, serta didorong untuk aktif dalam organisasi seperti Rohis. Sementara itu, peran orang tua dapat diperkuat melalui kegiatan bersama sekolah seperti pengajian bulanan atau parenting islami. Dengan sinergi dari seluruh pihak, pembentukan karakter dan pemahaman agama siswa akan semakin kuat dan KESIMPULAN Penelitian ini menegaskan bahwa lingkungan internal sekolah memiliki peran yang sangat penting dan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pemahaman peserta didik Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 438-453 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. terhadap ajaran agama dan nilai-nilai moral. Penelitian ini dilakukan di SMK MaAoarif 1 Kebumen, dan hasil temuan menunjukkan bahwa komponen-komponen utama dalam lingkungan internal sekolah seperti keteladanan guru, pelaksanaan kegiatan keagamaan, hubungan sosial antarwarga sekolah, serta budaya sekolah yang religius secara kolektif membentuk suasana yang mendukung pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai spiritual peserta didik. Keteladanan guru dalam bersikap, bertutur kata, serta menjalankan ibadah menjadi contoh nyata yang dapat diteladani oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Guru yang menunjukkan integritas moral dan konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai keagamaan memberikan pengaruh positif terhadap pembentukan sikap religius siswa. Di samping itu, kegiatan keagamaan yang rutin diselenggarakan oleh pihak sekolah, seperti salat berjamaah, kajian keislaman, peringatan hari besar Islam, serta program pembiasaan membaca Al-QurAoan, secara tidak langsung membentuk kebiasaan positif yang memperkuat pemahaman agama dalam diri peserta didik. Interaksi sosial antarwarga sekolah yang didasari pada nilai-nilai saling menghormati, toleransi, dan gotong royong juga berkontribusi dalam pembentukan sikap moral siswa. Lingkungan sosial yang sehat menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi siswa untuk belajar, bersosialisasi, dan mengembangkan potensi spiritualnya. Selain itu, budaya sekolah yang konsisten menanamkan nilai-nilai religius melalui tata tertib, visi dan misi sekolah, serta program-program pembinaan karakter, turut memperkuat proses internalisasi nilai agama dan moral dalam diri siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa lingkungan internal sekolah yang religius, suportif, dan konsisten dalam menerapkan nilai-nilai keagamaan, mampu mendorong peserta didik untuk tidak hanya memahami secara kognitif ajaran agama, tetapi juga menghayati dan mengamalkannya dalam perilaku sehari-hari. Peserta didik yang berada dalam lingkungan semacam ini cenderung menunjukkan pemahaman yang lebih baik terhadap konsep akhlak, etika Islam, serta memiliki kesadaran yang lebih tinggi dalam mengimplementasikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan pribadi, sosial, dan akademik mereka. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 438-453 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. DAFTAR PUSTAKA