http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 2. December 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 Artikel Penelitian Self-awareness of Hypertension Patients in Hypertension Disease Treatment Arief Andriyanto1. Muhammad Sajidin2 Abstrak Hipertensi tergolong menjadi penyakit kronis pada lansia yang tidak dapat disembuhkan dan diperkirakan akan mengalami peningkatan setiap tahunnya. Orang dengan penyakit hipertensi sering kali tidak patuh dalam perawatan dan minum obat, dikarenakan tidak menyadari bahwa hipertensi dapat dikontrol dengan mengurangi faktor resiko. Penderita hipertensi dengan kesadaran diri yang lebih baik membuat penderita mematuhi pengobatan mereka. Sehingga perlu menerapkan kesadaran diri untuk dapat kontrol tekanan darah atau menjaga tekanan darah penderita hipertensi agar tetap dalam kondisi stabil. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan kesadaran diri penderita hipertensi dengan perawatan penyakit hipertensi. Metode penelitian dengan desain analitik korelasional dengan pendekatan case-control. Sampel sejumlah 58 penderita yang diambil secara purposive sampling melalui beberapa kriteria. Instrumen yang digunakan kuesioner Self-awareness Hypertension Disease Treatment dan kuesioner The Hill-Bone Compliance to High Blood Pressure (HBP). Analisis data menggunakan uji statistik spearman rho. Hasil penelitian didapatkan kesadaran diri penderita dalam kategori rendah 44,8%, kategori sedang 25,9%, dan kategori tinggi 29,3%. Sedangkan hasil perawatan penyakit dalam kategori baik 46,6% dan kategori kurang 53,4%. Hasil uji didapatkan ada hubungan antara kesadaran diri penderita hipertensi dengan perawatan penyakit hipertensi . -value 0,03 < 0,. dengan nilai Correlation Coefficient (CC) 0,627. Kesadaran diri yang dimiliki penderita apabila mengarah pada kesadaran diri yang rendah terhadap perawatan penyakit hipertensi, dimana hal tersebut akan berdampak pada perilaku kepatuhan terhadap pengobatan yang sedang penderita jalani dan dapat menimbulkan beberapa komplikasi penyakit yang salah satunya kearah stroke. Tenaga kesehatan dapat menerapkan intervensi keperawatan berupa edukasi, manajemen nutrisi/diet hipertensi, aktifitas fisik, kelola stres, pentingnya minum obat secara teratur untuk dapat meningkatkan kesadaran diri penderita. Kata Kunci: Hipertensi. Kesadaran diri. Perawatan hipertensi Abstract Hypertension is classified as a chronic disease in the elderly that cannot be cured and is expected to increase every year. People with hypertension are often not compliant with treatment and taking medication because they do not realize that hypertension can be controlled by reducing risk factors. Hypertension sufferers with better self-awareness make sufferers comply with their treatment. So it is necessary to apply self-awareness to be able to control blood pressure or maintain blood pressure in hypertension sufferers so that it remains stable. The purpose of this study was to analyze the relationship between self-awareness of hypertension patients with hypertension treatment. The research method used a correlational analytical design with a case-control approach. A sample of 58 patients was taken by purposive sampling through several criteria. The instruments used were the Self-awareness Hypertension Disease Treatment questionnaire and The Hill-Bone Compliance to High Blood Pressure (HBP) questionnaire. Data analysis using the Spearman rho statistical test. The study results showed that patients' self-awareness in the low category was 8%, the moderate category was 25. 9%, and the high category was 29. The disease treatment results in the good category were 46. 6% and the less category was 53. The test results showed a relationship between hypertension patients' self-awareness and hypertension disease treatment . -value 0. 03 <0. with a Correlation Coefficient (CC) value of 0. Self-awareness of the patient if it leads to low self-awareness of hypertension treatment, where will have an impact on the behavior of compliance with the treatment that the patient is undergoing and can cause several complications of the disease, one of which is stroke. Health workers can apply nursing interventions in education, hypertension nutrition/diet management, physical activity, stress management, and the importance of taking medication regularly to increase the patient's self-awareness. Keywords: Hypertension. Self-awareness. Hypertension treatment Submitted : 17 October 2024 Revised : 24 December 2024 Affiliasi penulis : 1 Departemen Keperawatan Komunitas/Prodi Ilmu Keperawatan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto 2 Program Studi Magister Keperawatan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto Korespondensi : AuArief AndriyantoAy ners. arif91@gmail. com Telp: PENDAHULUAN Hipertensi merupakan faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskular dan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Accepted : 28 December 2024 Kerusakan organ tubuh yang penting seperti jantung, otak, ginjal dan pembuluh darah dapat terjadi akibat tingginya tekanan darah. Risiko relatif terjadinya stroke dan penyakit jantung koroner meningkat sesuai dengan meningkatkan tekanan sistolik dan diastolik . Peningkatan tekanan darah dapat dicegah dengan mengendalikan Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 2. December 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 perilaku berisiko seperti merokok, diet yang tidak sehat seperti kurang konsumsi sayur dan buah serta konsumsi gula, garam dan lemak berlebih, obesitas, kurang aktifitas fisik, konsumsi alkohol berlebihan dan stress dengan self-awareness dan cek rutin tekanan darah . Penderita hipertensi dengan selfawareness yang lebih baik membuat penderita mematuhi pengobatan mereka. Sehingga perlu menerapkan self-awareness sehingga dapat menurunkan tekanan darah pada kondisi normal atau menjaga tekanan darah penderita hipertensi agar tetap dalam kondisi stabil . Kegiatan self-awareness pada pasien hipertensi merupakan segala sesuatu yang berkaitan dengan upaya pasien dalam pengelolaan diri penderita hipertensi juga dalam mempertahankan perilaku yang efektif untuk memanajemen penyakit hipertensi yang dialami, sangat penting juga melakukan kontrol tekanan darah secara rutin untuk dapat memonitor tekanan darah sehingga dapat segera melakukan tindakan pelayanan kesehatan ketika mendapati tekanan darah tidak stabil . Data World Health Organization (WHO) tahun 2022 menunjukkan sekitar 1,13 Miliar orang di dunia menyandang hipertensi, artinya 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis Jumlah penyandang hipertensi diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 Miliar orang yang terkena hipertensi, dan diperkirakan setiap tahunnya 10,44 juta orang meninggal akibat hipertensi dan Saat sebanyak 70% klien hipertensi tidak terkontrol . Prevalensi hipertensi di Indonesia berdasarkan hasil pengukuran pada umur Ou18 tahun sebesar 25,8% dan perawatan diri penderita hipertensi sebanyak 32,3% tidak rutin minum obat, 13,3 % tidak minum obat, 31,3% tidak rutin ke fasilitas layanan kesehatan. Proporsi masyarakat yang kurang makan sayur dan buah sebesar 95,5%, proporsi kurang aktifitas fisik 35,5%, proporsi merokok 29,3%, proporsi obesitas Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman sentral 31% dan proporsi obesitas umum 21,8% . Salah satu penyebab peningkatan prevalensi hipertensi yaitu perilaku yang tidak sehat seperti kurangnya aktivitas fisik, mengkonsumsi alkohol, obesitas dan stress. Perilaku yang tidak sehat dapat dikendalikan dengan melakukan pengentrolan sikap hidup dengan meningkatkan perilaku kesehatan . Hipertensi sangat erat hubungannya dengan faktor gaya hidup dan pola makan. Gaya hidup sangat berpengaruh pada bentuk perilaku atau kebiasaan seseorang yang mempunyai pengaruh positif maupun negatif pada kesehatan. Hipertensi belum banyak diketahui sebagai penyakit yang berbahaya, padahal hipertensi termasuk penyakit Ausilent killerAy. Kejadian hipertensi ditemukan ketika dilakukan pemeriksaan rutin/saat pasien datang dengan keluhan lain. Hipertensi pada dasarnya mengurangi harapan hidup para penderitanya . Penyakit ini membutuhkan kesadaran diri penderita untuk dapat kontrol tekanan darahnya. Kesadaran diri atau dikenal dengan istilah self-awareness adalah bahan baku yang penting menunjukkan kejelasan dan pemahaman tentang perilaku Teori menyebutkan secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi selfawareness adalah lingkungan dan keluarga, informasi, pendidikan, pengetahuan, serta pengalaman . Dengan demikian dapat diidentifikasikan bahwa kesadaran diri yang dimiliki penderita apabila mengarah pada self-awareness yang rendah terhadap pengobatan hipertensi dimana hal tersebut akan berdampak pada perilaku kepatuhan terhadap pengobatan yang sedang penderita jalani dan mengakibatkan munculnya beberapa komplikasi penyakit yang salah satunya kearah stroke . Kegiatan self-awareness pada pasien hipertensi merupakan segala sesuatu yang berkaitan dengan upaya pasien dalam pengelolaan diri penderita hipertensi juga dalam mempertahankan perilaku yang efektif untuk memanajemen penyakit hipertensi yang dialami, sangat penting juga melakukan kontrol tekanan darah secara rutin untuk Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 2. December 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 dapat memonitor tekanan darah sehingga dapat segera melakukan tindakan pelayanan kesehatan ketika mendapati tekanan darah tidak stabil . Upaya pencegahan untuk mengurangi penderita hipertensi, tidak hanya dilakukan ditingkat dunia melainkan juga Upaya pencegahan dimulai dari meningkatkan kesadaran masyarakat untuk merubah pola hidup ke arah yang lebih sehat . Upaya yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan kesehatan dalam pengendalian hipertensi, meningkatkan akses ke fasilitas kesehatan, dan pencegahan komplikasi menggunakan cara yang diadopsi dari World Health Organization . Fenomena yang terjadi saat ini ketidakpatuhan penderita hipertensi dalam menjalani perawatan dan pengobatan Penderita masih memiliki pola makan yang tidak teratur dalam hal ini mengkonsumsi makanan asin, tidak rutin minum obat dikarenakan bosan, lupa, dan obat habis. Jumlah penderita hipertensi selama bulan Oktober Ae Desember 2023 adalah 230 penderita baik itu penderita lama maupun baru. Pada bulan Juni 2024 dari 95 pasien hipertensi yang berobat ditemukan sebanyak 50 orang penderita hipertensi yang datang kontrol saat ada keluhan saja (Laporan UPT Puskesmas Kedungsar. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan kesadaran diri penderita hipertensi dengan perawatan penyakit hipertensi. METODE Jenis penelitian analitik korelasional dengan pendekatan case-control. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi di Dusun Kepuhpandak Desa Kepuhpandak Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto sebanyak 102 penderita. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagian penderita hipertensi di Dusun Kepuhpandak Desa Kepuhpandak Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto sebanyak 58 penderita. Metode pengambilan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara purposive sampling yaitu teknik pengambil sampel yang dilakukan dengan maksud dan tujuan tertentu yang ditentukan oleh peneliti sesuai dengan kriteria sampel . Sampel dalam penelitian ini memiliki kriteria inklusi, antara lain. penderita terdiagnosa medis hipertensi. penderita yang kooperatif. Kriteria eksklusi sampel pada penelitian ini adalah tidak bersedia menjadi responden. Instrumen yang digunakan kuesioner A. Self-awareness Hypertension Disease Treatment dan kuesioner B. The Hill-Bone Compliance to High Blood Pressure (HBP). Uji validitas kuesioner A pada 31 pertanyaan telah dilakukan. Hasil rentang mulai dari terendah 0,311 sampai dengan tertinggi 0,830, yang merupakan lebih besar dari nilai r tabel . ,2. , artinya per item soal dikatakan valid. Hasil cronbach's Alpha 0,754 yang dikatakan telah reliabel. Kuesioner B Uji validitas kuesioner A pada 14 pertanyaan telah dilakukan. Hasil rentang mulai dari terendah 0,421 sampai dengan tertinggi 0,852, yang merupakan lebih besar dari nilai r tabel . ,2. , artinya per item soal dikatakan valid. Hasil cronbach's Alpha 0,782 yang dikatakan telah reliabel. Pada pengumpulan data berupa kuesioner. Pengurusan surat perizinan tempat penelitian dengan mengajukan surat permohonan izin penelitian dari pimpinan Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto. Persiapan anggota peneliti yang bertugas membantu peneliti dalam melakukan penelitian. Anggota peneliti pada penelitian ini adalah rekan kerja yang sudah memiliki pengalaman penelitian Tugas anggota peneliti adalah membantu pembuatan laporan penelitian, publikasi dan sebagai fasilitator untuk memfasilitasi responden dalam pengisian Pada tahap kedua ini, peneliti melakukan pengumpulan data dengan langkah-langkah sebagai berikut: . menyeleksi subyek Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 2. December 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 penelitian yang disesuaikan dengan kriteria inklusi, . memberikan informasi penelitian dengan sejelas-jelasnya kepada subyek responden untuk menjadi subyek penelitian. Responden kuesioner yang dilakukan secara mandiri. Responden yang tidak dapat baca tulis dalam pengisian kuesioner dipandu oleh peneliti dan anggota peneliti, . melakukan analisa data hasil penyebaran kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik spearman rho. Peneliti menerapkan prinsip etik dengan lolos kaji etik di Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto 8/450/SK. LPPM/UBS/VI/2024. HASIL Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas jenis kelamin responden adalah Perempuan . ,2%), memiliki Riwayat keturunan hipertensi . ,3%), pendidikan SMP . ,2%), sebagian kecil merokok . ,6%), pendapatan dibawah UMK . ,4%), mendapatkan informasi tentang hipertensi dari media sosial . ,3%), dan rerata usia responden adalah 44,81 tahun. (Tabel . Tabel 1. Karakteristik Responden Karakteristik Responden Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Riwayat keturunan Tidak Pendidikan Tidak sekolah Tidak tamat SD Sekolah Dasar (SD) SMP SMA Perguruan Tinggi Merokok Tidak Pendapatan < Rp 3. > Rp 3. Sumber informasi Keluarga/teman Media Tenaga kesehatan Tidak Usia Mean SD Respondents . = . Sumber: Data Primer, 2024 Kesadaran diri penderita hipertensi dalam kategori rendah sebanyak 44,8% dan memiliki perawatan penyakit yang kurang baik 53,4%. Hal ini dikarenakan penderita tidak memiliki kesadaran tentang faktor risiko hipertensi, gejala penyakit hipertensi, komplikasi hipertensi, kesadaran akan tekanan darah sendiri (Tabel . Tabel 2. Kesadaran Diri Penderita Hipertensi Perawatan Penyakit Hipertensi Variabel Respondents . = . Kesadaran diri Rendah Sedang Tinggi Perawatan HT Baik Kurang Sumber: Data Primer, 2024 p-value 0,03* CC: 0,627 Hasil uji statistik menggunakan uji spearman rho didapatkan nilai p-value 0,03 < 0,05 yang artinya terdapat hubungan kesadaran diri dengan perawatan penyakit hipertensi yang signifikan. Nilai korelasi koefisien 0,627 yang artinya kekuatan hubungan adalah kuat dengan arah hubungan yang searah. Tabel 3. Indikator Kesadaran Diri Penderita Hipertensi Indikator Faktor risiko hipertensi Gejala penyakit hipertensi Komplikasi hipertensi Kesadaran akan tekanan darah sendiri Sumber: Data Primer, 2024 Rerata 31,85 19,41 Indikator kesadaran diri penderita hipertensi dalam perawatan penyakit hipertensi yang dilihat dari indikator faktor risiko hipertensi yang terdapat pada nomor soal 1-7 bahwa sebanyak 31,85 responden sadar tentang faktor risiko hipertensi, sebanyak 21,5 responden sadar tentang gejala penyakit hipertensi, sebanyak 19,41 responden sadar akan komplikasi hipertensi, 44,81 6,773 Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 2. December 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 dan 26 responden memiliki kesadaran akan tekanan darah sendiri (Tabel . PEMBAHASAN Karakteristik penderita hipertensi Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa usia responden rerata 44 tahun dalam kategori pra lansia. Hasil sama dengan penelitian sebelumnya bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara usia . Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa jenis kelamin responden sebagian besar adalah perempuan. Jenis kelamin laki-laki atau perempuan mempunyai kesempatan yang sama untuk meningkatkan derajat kesehatan dengan cara kontrol tekanan darah melalui manajemen diri yang baik seperti patuh dalam perawatan hipertensi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pendidikan responden sebagian besar adalah SMP. Pendidikan diperlukan untuk mendapat informasi misalnya hal-hal yang menunjukan kesehatan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa responden sebagian besar mendapatkan informasi tentang hipertensi dari media. Informasi sangatlah penting untuk didapat penderita hipertensi, hal ini juga dapat dilihat dari hasil penelitian yang menyatakan pendidikan kesehatan dapat meningkatkan self-efficacy dan perilaku makan hipertensi . Kesadaran diri penderita hipertensi Hasil penelitian didapatkan kesadaran diri responden sebagian besar adalah Kesadaran diri merupakan keadaan psikologis yang memungkinkan individu sadar akan sifat, perasaan, dan perilakunya. Individu yang memiliki kesadaran diri, secara singkat mampu mencoba memahami diri sendiri, serta bagaimana dan mengapa dirinya melakukan suatu hal . Penelitian lain tidak sesuai bahwa sebagian besar responden memiliki rerata kesadaran diri yang tinggi . Kesadaran diri seseorang akan meningkat apabila diberikan suatu usaha promotif dan preventif dengan upaya Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman memberikan edukasi atau penyebaran informasi dengan cara meningkatkan kesadaran diri penderita hipertensi untuk dapat berperilaku sehat terutama dapat kontrol tekanan darah . Kesadaran diri responden dikategorikan responden untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan karena informasi yang didapatkan kurang sesuai . Penelitian lain menunjukkan hasil adanya hubungan yang signifikan antara kesadaran diri dengan perawatan pasien hipertensi . Kesadaran diri yang ada dalam diri seseorang didasarkan pada kemampuan kognitif dan proses pemikiran berdasarkan pengetahuan yang dimiliki. Penderita hipertensi yang memiliki pengetahuan kurang, namun cukup mampu mengambil keputusan, kemungkinan dikarenakan pendidikan dan sikap positif mereka akan pentingnya kontrol tekanan darah, sehingga mereka sadar dan dapat patuh dalam pengobatan hipertensi . Perawatan penyakit hipertensi Hasil penelitian didapatkan bahwa perawatan penyakit hipertensi responden sebagian besar adalah kurang. Perawatan penyakit hipertensi merupakan faktor penting, karena hipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi harus selalu dikontrol atau dikendalikan agar tidak terjadi komplikasi yang dapat berujung pada kematian . Kepatuhan perawatan sering menjadi masalah pada pasien yang menderita penyakit kronik yang membutuhkan modifikasi gaya hidup serta pengobatan jangka panjang. Ketidakpatuhan pasien dalam menjalani terapi secara potensial dapat meningkatkan morbiditas, mortalitas serta biaya pengobatan . Masalah ketidakpatuhan dijumpai pada responden dalam pengobatan karena memerlukan pengobatan jangka panjang. Obat-obat antihipertensi yang ada saat ini telah terbukti dapat mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi, akan tetapi penderita enggan minum obat jika tidak terdapat keluhan yang dirasakan . Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 2. December 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 Hubungan perawatan penyakit hipertensi Hasil hubungan antara kesadaran diri dengan perawatan penyakit hipertensi secara Kesadaran diri merupakan hal yang penting dimiliki oleh penderita hipertensi, karena penyakit hipertensi adalah penyakit yang berkembang tinggi saat ini, namun masih sedikit penderita yang memiliki kesadaran diri untuk perawatan . Kesadaran diri yang dimiliki penderita apabila mengarah pada kesadaran diri yang rendah terhadap perawatan penyakit hipertensi, dimana hal tersebut akan berdampak pada perilaku kepatuhan terhadap pengobatan komplikasi penyakit yang salah satunya kearah stroke . Responden memiliki kesadaran diri yang rendah, yang sesuai dengan kriteria skor kesadaran diri yang ditemukan adalah < 38,5 . Hasil penelitian yang ditemukan sesuai dengan penelitian . yang menilai kesadaran diri pasien dan kejadian komplikasi DM yang menunjukkan bahwa sebanyak 52,2% pasien memiliki kesadaran diri yang baik. Penelitian lain yang mendukung bahwa sebagian besar responden memiliki rerata kesadaran diri yang tinggi . Kesadaran diri merupakan keadaan psikologis yang memungkinkan individu sadar akan sifat, perasaan, dan perilakunya. Individu yang memiliki kesadaran diri, secara singkat mampu mencoba memahami diri sendiri, serta bagaimana dan mengapa dirinya melakukan suatu hal . Kesadaran diri seseorang akan meningkat apabila diberikan suatu usaha promotif dan preventif dengan upaya memberikan edukasi atau meningkatkan kesadaran diri masyarakat untuk dapat berperilaku sehat . Health promotion merupakan suatu program yang dilakukan oleh perawat untuk memotivasi individu berperilaku tertentu yang bertujuan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman untuk meningkatkan derajat kesehatannya . Kesadaran pendampingan, sesuai dengan penelitian EMAS (Edukasi. Manajemen nutrisi. Aktivitas fisik, pengelolaan Stre. terkait penyakit diabetes melitus yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan diabetisi agar membentuk suatu kesadaran diri yang nantinya akan menciptakan perilaku yang baik untuk . Pencegahan perawatan seperti melibatkan diet sehat, latihan fisik yang cukup, menghindari tembakau, memiliki berat badan yang normal, kontrol tekanan darah dan minum obat teratur juga penting bagi orang-orang untuk mengetahui dan memiliki kesadaran tentang hal ini. Orang dengan hipertensi atau yang berisiko perlu mengetahui banyak tentang penyakit mereka . Mempertahankan tekanan darah dalam batas normal sangat penting dalam pengelolaan hipertensi. Diet merupakan cara yang dapat memiliki dampak yang besar dalam menstabilkan tekanan darah . Peningkatan kesadaran penderita hipertensi merupakan salah satu program untuk menggali pengetahuan penderita agar terbentuknya perilaku manajemen diri yang SIMPULAN Hasil penelitian didapatkan terdapat hubungan kesadaran diri dengan perawatan penyakit hipertensi yang signifikan dengan kekuatan hubungan yang kuat (Korelasi Koefisien 0,. dan searah. Kesadaran diri yang dimiliki penderita apabila mengarah pada kesadaran diri yang rendah terhadap perawatan penyakit hipertensi, dimana hal tersebut akan berdampak pada perilaku kepatuhan terhadap pengobatan yang sedang penderita jalani dan mengakibatkan munculnya beberapa komplikasi penyakit yang salah satunya kearah stroke. Tenaga kesehatan dapat menerapkan intervensi keperawatan berupa edukasi, manajemen nutrisi/diet hipertensi, aktifitas fisik, kelola stres, pentingnya minum obat secara teratur Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 2. December 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 untuk dapat meningkatkan kesadaran diri UCAPAN TERIMA KASIH . ika ad. Penulis mengucapkan terima kasih kepada Rektor Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto dan Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat memberikan dana penelitian tahun 2024. DAFTAR PUSTAKA