n AGRIFLORA. Vol. No. November 2025 : 41 Ae 50 ISSN 2549 - 757X (Onlin. Available online at w. id/agriflora ISSN 2549-757X (Onlin. Universitas Abulyatama Jurnal Agriflora RESPON PERTUMBUHAN BAWANG MERAH (Allium cepa L. TERHADAP PUPUK ORGANIK CAIR DAN MIKORIZA ARBUSKULAR Rawiyah1. Savitri 2. Fitri Wahyuni*2 Mahasiswa Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Abulyatama Aceh Besar, 23372. Indonesia. Dosen Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Abulyatama Aceh Besar, 23372. Indonesia. *Email korespondensi: fitri_agritek@abulyatama. Diterima 10 November 2025. Disetujui 20 November 2025. Dipublikasi 30 November 2025 Abstract: Fertilization is determine the success of shallot cultivation. However, excessive and continuous use of inorganic fertilizers can have a negative impact on plants and the soil. Arbuscular mycorrhiza is a type of soil fungus whose presence in the soil is very beneficial, because arbuscular mycorrhiza can increase the availability and uptake of phosphorus, water and other nutrients in the soil. The method used in this study was a 4x3 factorial Randomized Block Design (RAK) with 3 replications so that there were 36 experimental units multiplied by 2 samples totaling 72 plants. The treatments tried consisted of 2 factors, namely: The first factor was the type of liquid organic fertilizer (P) consisting of 3 levels: P1 = POC Greenzone 2 ml / l. P2 = POC Biofastonik 2 ml / l. P3 = POC Beensae 2 ml / l. The second factor, the dosage of arbuscular mycorrhizal biofertilizer (M), consisted of four levels: M0 = 0 = Control. M1 = 5 g/polybag. M2 = 10 g/polybag, and M3 = 15 g/polybag. The results of the study showed that the provision of liquid organic fertilizer (POC) had a significant effect on the parameters of plant height at 30 and 40 HST and the administration of the studied arbuscular mycorrhizal dose had a significant effect on the parameters of the number of tillers at 40 HST and was very significant at 10, 20 and 30 HST. Keywords: Liquid Organic Fertilizer (POC). Arbuscular Mycorrhizae. Shallots Abstrak: Pemupukan menentukan keberhasilan budidaya bawang merah. Namun penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan dapat menimbulkan pengaruh yang tidak baik pada tanaman maupun pada tanah. Mikoriza arbuskular merupakan salah satu jenis cendawan tanah yang keberadaanya dalam tanah sangat bermanfaat, dikarenakan Mikoriza arbuskular dapat meningkatkan ketersediaan dan pengambilan unsur fosfor, air dan nutrisi lainnya di dalam tanah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 4x3 dengan 3 ulangan sehingga terdapat 36 satuan percobaan dikali 2 sampel total keseluruhan 72 tanaman. Adapun perlakuan yang dicobakan terdiri dari 2 faktor yaitu: Faktor pertama jenis pupuk organik cair (P) terdiri dari 3 taraf : P 1 = POC Greenzone 2 ml/l. P2 = POC Biofastonik 2 ml/l. P3 = POC Beensae 2 ml/l. Faktor kedua yaitu dosis pupuk hayati Mikoriza arbuskular (M) terdiri dari 4 taraf M0 = 0 = Kontrol. M1 = 5 g/polybag. M2 = 10 g/polybag. M3 = 15 g/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jenis pupuk organik cair (POC) berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman umur 30, 40 HST dan pemberian dosis mikoriza arbuskular yang diteliti berpengaruh nyata pada parameter jumlah anakan umur 40 HST dan sangat nyata pada umur 10, 20, 30 HST. Kata kunci : Pupuk Organik Cair (POC), mikoriza arbuskular. Tanaman Bawang Merah Respon Pertumbuhan Bawang MerahAA. (Rawiyah. Savitri & Wahyuni. F, 2. - 41 - AGRIFLORA. Vol. No. November 2025 : 41-50 http://jurnal. id/index. php/AGRIFLORA Bawang merah (Allium cepa L. langsung sehingga dapat memberikan nutrisi bagi ascalonicu. merupakan salah satu tanaman tanaman (Fathoni et al. , 2. Namun penggunaan hortikultura yang penting di Indonesia. Tanaman ini pupuk anorganik yang berlebihan dan secara terus dikenal sebagai bumbu dapur yang penting dan menus dapat menimbulkan pengaruh yang tidak sering digunakan dalam berbagai masakan (Kadafi baik pada tanaman maupun pada tanah, oleh karena et al. , 2. Tanaman ini memiliki nilai ekonomi itu perlu dikurangi penggunaan pupuk anorganik. yang tinggi dan menjadi sumber pendapatan utama Untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik bagi banyak petani di berbagai daerah. Bawang maka perlu dilakukan penggunaan pupuk organik. merah menjadi salah satu komoditas strategis dalam Pupuk organik cair (POC) merupakan pupuk memenuhi kebutuhan pasar domestik karena yang dibuat dari bahan-bahan organik yang telah permintaannya yang stabil sepanjang tahun melalui proses fermentasi atau ekstraksi dan (Jamilatunnisa, 2. berbentuk cair. Pupuk organik cair mengandung Terdapat 3 Provinsi di Indonesia penghasil bawang nutrisi esensial, baik makro nutrien maupun merah tertinggi pada tahun 2023 yaitu Provinsi mikronutrien yang bernmanfaat bagi pertumbuhan Jawa Timur menjadi sentra produksi bawang merah 669 ton/tahun, tertinggi kedua mengandung mikroorganisme yang membantu Provinsi Jawa Tengah dengan produksi 479. meningkatkan kesuburan tanah dan memperbaiki ton/tahun dan tertinggi ketiga Provinsi Sumatera struktur tanah (Cahyawati et al. , 2. Barat dengan produksi 233. 917 ton/tahun. (POC) Selain pupuk organik cair pemanfaatan pupuk Provinsi Aceh belum dapat menjadi salah satu yang mengandung mikoriza juga sangat bagus sentra produksi bawang merah di Indonesia untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Mikoriza meskipun permintaan bawang merah di Provinsi merupakan salah satu jenis cendawan tanah yang Aceh mengalami peningkatan setiap tahunnya. keberadaanya dalam tanah sangat bermanfaat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik . , produksi bawang merah di Aceh tahun 2021 ketersediaan dan pengambilan unsur fosfor, air dan 136 ton/tahun, pada tahun 2022 nutrisi lainnya, serta untuk pengendalian penyakit produksi bawang merah menurun menjadi 10. yang disebabkan patogen tular tanah (Muhammad ton/tahun. Belum optimalnya teknik budidaya et al. , 2. Hal ini sejalan dengan pernyataan dari menjadi salah satu permasalahan budidaya bawang Saputri dan Lapanjang . , yang menyatakan merah di Aceh. Langkah yang dapat diambil untuk bahwa pemberian mikoriza pada tanaman bawang mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan merah sangat mempengaruhi tinggi tanaman dan meningkatkan intensifikasi melalui pengoptimalan jumlah anakkan bawang merah, sehingga perlu media tanam dan penggunaan pupuk organik yang dilakukan penelitian untuk menguji pemberian jenis lebih efektif. pupuk organik cair (POC) dan dosis Mikoriza Pemupukan arbuskular untuk melihat respon pertumbuhan dan memberikan tambahan unsur hara tanah secara hasil tanaman bawang merah. - 42 - ISSN 2549 Ae 757X (Onlin. Hasil penelitian Saputri & Lapanjang Beensae yang berasal dari pesanan online, pupuk . Menyebutkan Pemberian dosis mikoriza 15 hayati Mikoriza arbuskular diperoleh dari toko g/polybag berpengaruh sangat nyata terhadap pertanian, bibit bawang merah Varietas Tajuk yang jumlah anakan tanaman bawang merah. Diduga dipesan melalui BPP Lhoong. Aceh Besar, dan pemberian mikoriza dapat membantu proses polybag . x35 c. dengan volume 5 kg tanah. pertumbuhan tanaman dalam menyerap unsur hara Rancangan Penelitian dan air dalam tanah dengan cara memperluas sistem Penelitian Hal tersebut secara tidak langsung Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial mengungkapkan bahwa keberadaan mikoriza di yang terdiri dari dua faktor. Faktor Pertama adalah dalam tanah dapat membantu ketersesiaan air bagi jenis-jenis POC yang terdiri dari 3 taraf dan faktor proses fotosintesis dengan hasil utama adalah kedua dosis mikoriza arbuscular yang terdiri dari 4 taraf maka terdapat 12 kombinasi perlakuan. Pendapat Rivana et al,. , tanaman yang dengan 3 ulangan sehingga diperoleh 36 kombinasi diberi perlakuan mikoriza mengalami peningkatan Setiap kombinasi perlakuan terdapat 2 dalam kemampuannya menyerap unsur hara yang tanaman sampel, sehingga total keseluruhan adalah dibutuhkan, sehingga proses pertumbuhan dapat 72 satuan percobaan. berjalan dengan baik dan tidak mengalami Faktor pertama adalah jenis pupuk organik Sejalan dengan (Ferry dan Rusli 2. cair (POC) terdiri dari 3 taraf yaitu: yang menyatakan bahwa pemberian mikoriza mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, diameter tajuk dan jumlah = POC Greenzone = 2 ml/liter air = POC Biofastonik = 2 ml/liter air = POC Beensae = 2 ml/liter air Faktor kedua adalah dosis mikoriza arbuscular ruas per cabang. terdiri atas 4 taraf, yaitu: METODE PENELITIAN Penelitian ini akan dilaksanakan di lahan percobaan Desa Saney. Kecamatan Lhoong = 0 (Kontro. = 5 g/polybag = 10 g/polybag = 15 g/polybag Kabupaten Aceh Besar, dimulai dari bulan November 2024 sampai dengan Februari 2025. Pelaksanaan Penelitian Alat dan Bahan Persiapan media tanam Alat yang digunakan dalam penelitian adalah Tanah yang digunakan untuk media tanam cangkul, sekop, penggaris, kantong plastik, tanaman bawang merah adalah tanah top soil yang timbangan analitik, kertas label dan alat tulis. dikering-anginkan selama 7 hari di udara yang Adapun bahan yang digunakan adalah tanah Tanah top soil yang berasal dari lahan penelitian, pupuk dihancurkan lalu diayak menggunakan ayakan. POC Greenzone. POC Biofastonik. POC Kemudian tanah yang sudah dicampur dengan Respon Pertumbuhan Bawang MerahAA. (Rawiyah. Savitri & Wahyuni. F, 2. - 43 - AGRIFLORA. Vol. No. November 2025 : 41-50 http://jurnal. id/index. php/AGRIFLORA pupuk kandang di aduk kembali hingga merata lalu 21 dan 28 HST. Adapun dosis yang digunakan yaitu dimasukan ke dalam polybag. Setiap polybag 2 ml/liter air. kemudian diisi dengan tanah seberat 5 kg dan Parameter Pengamatan menggunakan ukuran polybag 35 x 35 cm. Tinggi tanaman . Pengukuran tinggi tanaman bawang merah Persiapan Bibit Bawang Merah Bibit yang digunakan adalah bibit varietas dilakukan dengan cara diukur mulai dari pangkal Adapun kriteria untuk pemilihan bibit batang sampai titik tumbuh tanaman bawang bawang merah adalah sehat, tidak cacat, memiliki dengan menggunakan penggaris atau meteran. ukuran 1,5-2 cm, warna kulit bawang merah cerah Pengukuran tinggi tanaman bawang merah dan tidak terdapat tanda-tanda serangan penyakit. dilakukan pada umur 10, 20, 30 dan 40 HST. Penanaman Jumlah anakan Bibit bawang merah yang sudah di pilih Pengamatan jumlah anakan dilakukan dengan selanjutnya dilakukan penanaman kedalam polybag menghitung anakan umbi tanaman bawang merah secara bersamaan pada sore hari. Adapun yag perlu dalam satu rumpun. Pengamatan ini dilakukan pada di perhatikan sebelum penanaman bibit bawang umur 10, 20,30 dan 40 HST, dengan cara merah sebaiknya di potong bagian ujung umbi menghitung semua anakan yang muncul. sekitar 1 cm dengan tujuan mempercepat proses Analisis Data perkecambahan dan membantu tunas tumbuh lebih cepat dan merata. Selanjutnya buat lubang tanam Apabila analisis uji F menunjukkan dengan kedalam sekitar 2-3 cm. Kemudian letakkan pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji beda umbi bawang merah yang dipotong menghadap ke nyata jujur pada taraf peluang 5% (BNJ 0,. untuk Tutup umbi bawang merah dengan media membandingkan rata-rata perlakuan. Rumus BNJ tanam hingga seluruh bagian umbi tertutup. Setelah 05 adalah sebagai berikut : penanaman lakukan penyiraman dengan air secukupnya untuk menjaga kelembapan media BNJ 0. 05 = q . tanam dan pastikan air meresap dengan baik tanpa Keterangan : BNJ 0,05 menyebabkan genangan. Aplikasi Mikoriza arbuskular Mikoriza arbuskular diaplikasi saat tanam KT A = Beda nyata jujur pada taraf 5% = Diperoleh dari tabel = Banyaknya perlakuan = Derajat bebas acak = Jumlah ulangan. yaitu dengan cara menaburkan ke lubang tanam HASIL DAN PEMBAHASAN dengan dosis yang sudah di tentukan. Pengaruh Pengaplikasian pupuk organik cair Jenis Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bawang Aplikasi POC greenzone, biofastonik dan Merah Beensae dilakukan pada saat umur tanaman 7, 14, - 44 - ISSN 2549 Ae 757X (Onlin. Tinggi Tanaman makro primer, unsur hara makro sekunder, maupun Data pengamatan tinggi tanaman pada umur unsur hara mikro. Unsur hara makro primer 10, 20, 30 dan 40 HST akibat pemberian jenis meliputi nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), carbon pupuk organik cair. Hasil uji F analisis sidik ragam (C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Unsur hara menunjukkan bahwa pengaruh pemberian jenis makro sekunder meliputi kalsium (C. , magnesium pupuk organik cair yang diteliti berpengaruh tidak (M. , dan sulfur (S). Sedangkan unsur hara mikro nyata pada parameter tinggi tanaman umur 10, 20 meliputi besi (F. , mangan (M. , seng (Z. HST namun berpengaruh nyata pada umur 30, 40 tembaga (C. , molibdenium (M. , chlor (C. , dan HST. Rata-rata tinggi tanaman bawang merah umur boron (B). Unsur hara mikro merupakan unsur 10, 20, 30 dan 40 HST akibat berbagai jenis pupuk esensial yang selalu dibutuhkan tanaman, walaupun organik cair pada Tabel 1. dalam jumlah sedikit (Sudarmi, 2013. Yudhanto et , 2. Tabel 1. Rata-rata tinggi tanaman bawang merah pada umur 10, 20, 30 dan 40 HST akibat pemberian jenis pupuk organik cair Tinggi Tanaman . Jumlah Anakan 10 HST 20 HST 30 HST 40 HST Data pengamatan jumlah anakan pada umur 14,42 22,50 34,71 a 40,42 a 10, 20, 30 dan 40 HST akibat pemberian jenis 15,29 24,08 38,54 c 43,75 c pupuk organik cair. Hasil uji F analisis sidik ragam 15,46 22,79 35,91 b 42,00 b 1,18 1,00 BNJ menunjukkan bahwa pengaruh pemberian jenis pupuk organik cair yang diteliti berpengaruh tidak Keterangan: Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama berbeda nyata pada uji BNJ taraf 5% nyata pada parameter jumlah anakan umur 10, 20, 30, 40 HST. Rata-rata jumlah anakan bawang Tabel 1. Menunjukkan bahwa pada umur 10 merah umur 10, 20, 30 dan 40 HST akibat berbagai dan 20 HST, tidak terdapat perbedaan yang nyata jenis pupuk organik cair pada Tabel 2. terhadap tinggi tanaman akibat pemberian pupuk Tabel 2. Rata-rata jumlah anakan bawang merah pada umur 10, 20, 30 dan 40 HST akibat pemberian jenis pupuk organik cair Jumlah Anakan organik cair. Pada umur 30 dan 40 HST, tinggi tanaman tertinggi terdapat pada perlakuan P2 (POC Biofastoni. yang berbeda nyata dengan semua perlakuan yang dicobakan. Penggunaan POC pada bawang merah memberikan respon pertumbuhan dan hasil umbi 30 HST 40 HST 4,04 5,58 6,63 7,21 4,25 6,67 7,50 8,04 4,04 5,75 6,54 7,42 Keterangan: Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama berbeda nyata pada uji BNJ taraf 5% POC yang ada pada tanah diserap baik oleh akar tanaman sehingga dapat merespon pertumbuhan Tabel 2. Menunjukkan bahwa pemberian jenis kesuburan tanah juga berpengaruh pada pupuk organik cair terhadap parameter jumlah pertumbuhan tanaman dengan ditentukan oleh anakan bawang merah pada umur 10 HST dengan keberadaan unsur hara dalam tanah, baik unsur hara Respon Pertumbuhan Bawang MerahAA. (Rawiyah. Savitri & Wahyuni. F, 2. 20 HST BNJ yang baik. Hal ini diduga akibat unsur hara dari 10 HST - 45 - AGRIFLORA. Vol. No. November 2025 : 41-50 http://jurnal. id/index. php/AGRIFLORA rataan tertinggi terdapat pada perlakuan (P2 : POC Tinggi Tanaman Biofastoni. dengan nilai 4,25. Pada umur 20 HST Data pengamatan tinggi tanaman pada umur dengan rataan tertinggi terdapat pada perlakuan 10, 20, 30 dan 40 HST akibat pemberian dosis (P2 : POC Biofastoni. dengan nilai 6,67. Pada mikoriza arbuskular. Hasil uji F analisis sidik ragam umur 30 HST dengan rataan tertinggi terdapat pada menunjukkan bahwa pengaruh pemberian dosis perlakuan (P2 : POC Biofastoni. dengan nilai 7,50. mikoriza arbuskular yang diteliti berpengaruh tidak Pada umur 40 HST dengan rataan tertinggi terdapat nyata pada parameter tinggi tanaman umur 10 HST, pada perlakuan (P2 : POC Biofastoni. dengan nilai pada umur 20 dan 40 HST berpengaruh nyata, pada 8,04. umur 30 HST berpengaruh sangat nyata. Rata-rata Faktor eksternal seperti ketersediaan hara N tinggi tanaman bawang merah umur 10, 20, 30 dan berperan cukup penting untuk pertumbuhan 40 HST akibat berbagai dosis mikoriza arbuskular vegetatif. N adalah hara makro dimana jumlahnya pada Tabel 3. banyak diperlukan dalam proses pertumbuhan Tabel 3. Rata-rata tinggi tanaman bawang merah pada umur 10, 20, 30 dan 40 HST akibat pemberian dosis mikoriza arbuskular tanaman bersamaan dengan unsur hara makro lainnya yaitu P dan K. Namun N ini lah yang memiliki peran utama dalam pertumbuhan vegetatif BNJ tanaman, seperti halnya dalam laju pertumbuhan dimana dapat meningkatkan sintesa protein yang kemudian protein tersebut digunakan dalam pembentukan sel tanaman, maka apabila jika Tinggi Tanaman . 10 HST 20 HST 30 HST 40 HST 23,06 b 35,28 a 40,17 a 14,56 25,00 c 36,38 b 43,22 c 16,50 22,83 b 34,44 a 42,67 b 14,44 21,61 a 38,99 c 42,17 b 14,72 0,85 1,07 0,90 Keterangan: Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama berbeda nyata pada uji BNJ taraf 5% kandungan N optimal maka akan mampu untuk membantu laju pertumbuhan (Anisyah et al. , 2. Hal lainnya yang menyebabkan rataAerata Tabel 3. Menunjukkan bahwa pada umur 10 jumlah anakan tidak menunjukkan hasil yang HST, tidak ada perbedaan yang nyata terhadap signifikan adalah karena diduga oleh faktor internal tinggi tanaman akibat pemberian dosis mikoriza dalam tanaman bawang merah sendiri. Menurut Pada umur 20 HST dengan rataan Simanjuntak et al. , . berpendapat bahwa tertinggi terdapat pada perlakuan (M1 : 5 g/polyba. banyaknya jumlah anakan yang terbentuk pada dengan nilai 25,00 yang berbeda nyata dengan tanaman bawang merah pada umumnya dihasilkan semua perlakuan yang dicobakan. Pada umur 30 oleh sifat genetis yang terdapat pada tanaman dan HST dengan rataan tertinggi terdapat pada tidak mudah dirubah oleh faktor luar (Zanatia et al. perlakuan (M3 : 15 g/polyba. dengan nilai 38,99 berbeda nyata dengan semua perlakuan yang Pengaruh Dosis Mikoriza arbuskular Terhadap Pada umur 40 HST dengan rataan Pertumbuhan Tanaman Bawang Merah tertinggi terdapat pada perlakuan (M1 : 5 g/polyba. dengan nilai 43,22 berbeda nyata dengan semua - 46 - ISSN 2549 Ae 757X (Onlin. perlakuan yang dicobakan. Perlakuan Menurut Musafa et al. , . Jumlah Anakan 10 HST mampu memperbaiki akar dalam meningkatkan serapan unsur hara, menyediakan dan melepaskan 4,28 b 4,33 b unsur yang terikat atau yang terjerap pada partikel liat, unsur hara P yang tersedia dapat mempercepat 30 HST 40 HST 6,06 b 7,44 8,06 c 6,61 c 7,11 b 7,39 a 7,67 b 4,50 b 6,56 3,33 a 0,24 4,78 a 5,72 a 7,11 a 0,37 0,39 0,28 BNJ pembelahan sel terutama pada perkembangan 20 HST 7,28 Keterangan: Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama berbeda nyata pada uji BNJ taraf 5% meristem sehingga berakibat lebih lanjut terhadap pertumbuhan tinggi tanaman. Selain itu menurut Farzaneh et al. , . Tabel 4. Menunjukkan bahwa pada umur 10 mikoriza bekerja sangat baik terhadap bobot dan 30 HST, jumlah anakan bawang merah terbanyak dijumpai pada perlakuan (M2 : 10 meningkatkan penyerapan hara menjadi tersedia gr/polyba. yang berbeda nyata dengan (M3 : 15 bagi tanaman karena jangkauan penyerapan unsur gr/polyba. pada umur 20 HST, jumlah anakan hara tanaman yang terkolonisasi mikoriza dapat yang terbanyak pada perlakuan (M1 : 5 gr/polyba. meningkat lebih cepat daripada tanaman yang tidak yang tidak berbeda nyata terkolonisasi mikoriza. Jika unsur hara dalam berbeda nyata dengan M0 dan M3. Pada umur 40 keadaan cukup maka biosintesis berjalan lancar. HST, jumlah anakan terbanyak terdapat pada sehingga karbohidrat yang dihasilkan akan semakin perlakuan (M0 : Kontro. yang berbeda nyata banyak dan disimpan sebagai cadangan makanan dengan semua perlakuan yang dicobakan. dengan M2, tetapi Delvian . menyatakan bahwa mikoriza yang akan meningkatkan biomassa tanaman akan berasosiasi dengan akar tanaman yang akan (Adriani et al. , 2. meningkatkan luas serapan akar yang lebih besar Jumlah Anakan sehingga kemampuan tanaman menyerap unsur Data pengamatan jumlah anakan pada umur hara baik makro maupun mikro dan air menjadi 10, 20, 30 dan 40 HST akibat pemberian dosis lebih besar. Widiastuti . menyatakan bahwa mikoriza arbuscular. Hasil uji F analisis sidik ragam pada tanaman yang berasosiasi dengan mikoriza menunjukkan bahwa pengaruh pemberian dosis peningkatan pertumbuhan akar tanaman diikuti mikoriza arbuskular yang diteliti berpengaruh dengan peningkatan pertumbuhan tajuk tanaman, sangat nyata pada parameter jumlah anakan umur sehingga akan meningkatkan jumlah anakan/siung 10, 20, 30 HST dan berpengaruh nyata pada umur (Panataria et al. , 2. 40 HST. Rata-rata jumlah anakan bawang merah Selain pemberian pupuk kandang kambing, umur 10, 20, 30 dan 40 HST akibat berbagai dosis pemupukan pada tanaman bawang merah dapat mikoriza arbuskular pada Tabel 4. diberikan tambahan pupuk hayati berupa Fungi Tabel 4. Rata-rata jumlah anakan bawang merah pada umur 10, 20, 30 dan 40 HST akibat pemberian dosis mikoriza arbuskular Mikoriza Arbuskula (FMA). Mikoriza berfungsi Respon Pertumbuhan Bawang MerahAA. (Rawiyah. Savitri & Wahyuni. F, 2. untuk memperbaiki struktur tanah, meningkatkan - 47 - AGRIFLORA. Vol. No. November 2025 : 41-50 http://jurnal. id/index. php/AGRIFLORA penyerapan unsur hara & air dalam tanah dan Anisyah. Sipayung. , & Hanum. melindungi tanaman dari penyakit (Sanjaya et al. Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah Pupuk Organik. KESIMPULAN DAN SARAN Pemberian Berbagai Jurnal Online Agroekoteknologi, 2. , 482Ae496. Kesimpulan Badan Pusat Statistik. Produksi Tanaman Berdasarkan hasil penelitian maka dapat Sayuran disimpulkan bahwa : Tahun . Pemberian jenis pupuk organik cair (POC) https://aceh. id/id/statisticstable/2/ berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman gxIzI=/-pp-hk-004-produksi-tanaman- umur 30, 40 HST namun tidak berpengaruh nyata sayuran-menurut-kabupaten-kota-dan- pada parameter tinggi tanaman umur 10, 20 HST. jenis-tanaman. html[Accessed Pemberian jenis pupuk organik cair (POC) tidak September 2. berpengaruh nyata pada parameter jumlah anakan Cahyawati. Kusuma. umur 10,20,30, dan 40 HST. Pemberian dosis mikoriza arbuskular yang Lustyana. Putro. Setyanto, diteliti berpengaruh nyata pada parameter jumlah N. Maghdiyyah. Kirana. anakan umur 40 HST dan berpengaruh sangat nyata Fitri. Maulida. Aufi. pada umur 10, 20, 30 HST. Alia. T dan Budiarko. Pemanfaatan Sampah Organik Menjadi Saran Pupuk Organik Cair dengan Pendekatan Untuk melihat pertumbuhan dan produksi Effective Microorganism yang Berbasis tanaman bawang merah yang lebih optimal, perlu Sustainable Manufacturing. Jurnal dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap jenis Pengabdian Masyarakat: Teknik POC dan dosis mikoriza arbuskular yang digunakan Mengabdi 1 . : 20-30. dan sebaiknya dilakukan penelitian dengan bedengan di lahan dataran rendah. Delvian, 2006. Optimalisasi Daya Tumbuh DAFTAR PUSTAKA