EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Volume 6. Nomor 3. November 2025 E-ISSN. Website: https://ejurnal. id/edukasitematik DOI: https://doi. org/10. 59632/edukasitematik. Inovasi Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia di MI/SD: Analisis Strategi dan Implementasinya Innovation in Indonesian Language Learning Methods at Islamic and Elementary Schools: An Analysis of Strategies and Their Implementation Irma Noviana1. Desy Elisya Putri 2. Husni Mubarok 3 Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. UIN Sunan Kudus1,2,3 Email Korespondensi: irmanoviana@ms. iduO Histori Artikel Masuk: 25-10-2025 | Diterima: 29-11-2025 | Diterbitkan: 30-11-2025 Abstrak Metode pembelajaran merupakan komponen penting dalam menentukan kualitas proses belajar mengajar, khususnya pada pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat MI/SD. Namun, praktik pembelajaran di lapangan masih didominasi metode konvensional yang bersifat satu arah, sehingga kurang mampu menumbuhkan partisipasi dan motivasi belajar Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai inovasi metode pembelajaran Bahasa Indonesia di MI/SD, meliputi metode ceramah, diskusi, tanya jawab, demonstrasi, proyek, pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, serta Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran yang inovatif mampu meningkatkan keterlibatan siswa, kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, dan motivasi belajar. Dengan demikian, guru perlu mengembangkan dan mengadaptasi metode pembelajaran sesuai karakteristik peserta didik dan perkembangan Inovasi metode pembelajaran tidak hanya merupakan kebutuhan pedagogis, tetapi juga strategi untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dan pembentukan karakter peserta didik di era digital. Kata Kunci: Inovasi. Metode. Pembelajaran. Bahasa Indonesia. Abstract Learning methods play a crucial role in determining the quality of the teaching and learning process, especially in elementary-level Indonesian language education (MI/SD). However, classroom practices often rely on monotonous and teacher-centered approaches, resulting in low student engagement and learning outcomes. This study aims to analyze various innovative learning methods applicable to Indonesian language learning in MI/SD, including conventional approaches such as lecturing, discussion, questioning, demonstration, and project-based learning, as well as modern strategies such as cooperative learning (Jigsa. and storytelling. Using a descriptive qualitative literature review method. The results of the review indicate that innovative learning methods significantly improve student participation, critical thinking, communication skills, and learning motivation. Therefore, teachers are encouraged to develop and adapt learning methods according to studentsAo characteristics and technological developments. Innovative method implementation is not only a pedagogical necessity but also a strategic effort to achieve national education goals and strengthen studentsAo character in the digital era. Keywords: Elementary. Innovation. Methods. Indonesian Language. This is an open acacess article under the CC BY-SA license PENDAHULUAN Pendidikan merupakan fondasi utama bagi pembangunan suatu bangsa. Melalui pendidikan, manusia tidak hanya dibekali dengan pengetahuan akademik, tetapi juga nilai, sikap, dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan kehidupan(Hayat, n. Di Indonesia, pendidikan diposisikan sebagai instrumen strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945 (BAPPENAS RI, 1. Dalam perjalanan sejarahnya, sistem pendidikan di Indonesia mengalami berbagai dinamika, baik dari segi kebijakan, kurikulum, maupun praktik pembelajaran di kelas(Anggraini & Wiryanto, 2. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, mulai dari pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, hingga penyediaan sarana prasarana yang lebih CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 3. November 2025 memadai. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran di sekolahsekolah masih menghadapi banyak tantangan, seperti rendahnya motivasi belajar siswa, keterbatasan inovasi guru, serta kesenjangan fasilitas antar daerah (Faiz & Kurniawaty, 2. Kondisi ini menuntut adanya pembaruan yang tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga menyentuh aspek metodologis dalam pembelajaran. Salah satu faktor kunci dalam menentukan keberhasilan proses belajar mengajar adalah metode pembelajaran yang digunakan guru. Metode pembelajaran berfungsi sebagai sarana yang menjembatani materi pelajaran dengan pemahaman peserta didik (Anatasya & Dewi, 2. Jika guru hanya terpaku pada metode konvensional yang monoton, peserta didik cenderung pasif, bosan, dan kurang mampu memahami materi secara mendalam. Sebaliknya, metode pembelajaran yang interaktif, kreatif, dan sesuai dengan karakteristik siswa akan menumbuhkan minat belajar, memfasilitasi pemahaman, serta membangun keterampilan berpikir kritis (Salsabila & Syaban. Oleh sebab itu, urgensi metode pembelajaran dalam meningkatkan kualitas pendidikan tidak dapat diabaikan. Urgensi pemilihan metode pembelajaran juga semakin terasa ketika dunia pendidikan memasuki era digital. Perubahan teknologi yang cepat telah mengubah pola pikir, gaya hidup, dan cara belajar generasi muda. Peserta didik masa kini terbiasa dengan gawai, media sosial, dan akses informasi yang instan. Kondisi ini menuntut guru untuk beradaptasi dengan menghadirkan metode pembelajaran yang relevan, agar pembelajaran tidak tertinggal dari perkembangan zaman. Dengan demikian, metode pembelajaran tidak lagi dipandang sekadar pilihan teknis, melainkan kebutuhan strategis yang menentukan keberhasilan pendidikan di era global. Selain itu, metode pembelajaran memiliki peran penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk kepribadian, sikap, dan keterampilan peserta didik (Nuril Lubaba & Alfiansyah, 2. Untuk mencapai tujuan tersebut, guru dituntut mampu memilih dan mengembangkan metode yang mendorong siswa aktif, kreatif, dan kolaboratif. Tanpa metode yang tepat, tujuan pendidikan akan sulit tercapai secara optimal. Oleh karena itu, metode pembelajaran tidak bisa dilepaskan dari upaya mencetak generasi yang berkarakter dan kompetitif. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, diperlukan adanya pengembangan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan adaptif (Hasim & Saleh, 2. Pengembangan metode pembelajaran bukan sekadar menciptakan model baru, tetapi juga menyempurnakan metode lama agar lebih efektif dalam konteks pembelajaran saat ini. Misalnya, metode ceramah yang selama ini dianggap kaku dapat dikombinasikan dengan media digital agar lebih menarik, atau metode diskusi yang dilengkapi dengan proyek nyata sehingga lebih aplikatif. Dengan demikian, pengembangan metode pembelajaran menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan yang Pengembangan metode pembelajaran juga merupakan jawaban atas tantangan pembelajaran abad ke-21 (Sabarrudin. Silvianetri, 2. Dunia saat ini menuntut generasi muda memiliki keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi . C skill. Guru tidak lagi bisa hanya menekankan pada hafalan, melainkan harus mendorong siswa untuk berpikir, menganalisis, memecahkan masalah, dan menghasilkan karya. Oleh karena itu, pengembangan metode pembelajaran harus berorientasi pada keterampilan abad ke-21 yang memungkinkan peserta didik menjadi pembelajar sepanjang hayat . ifelong learne. (Sabarrudin. Silvianetri, 2. Dalam konteks kurikulum di Indonesia, terutama dengan adanya Kurikulum Merdeka, guru diberikan keleluasaan untuk berinovasi dalam memilih dan mengembangkan metode pembelajaran (Islam et al. , 2. Hal ini sejalan dengan semangat Merdeka Belajar yang menekankan pada kemandirian siswa, pembelajaran kontekstual, serta penguatan Profil Pelajar Pancasila. Dengan demikian, pengembangan metode pembelajaran tidak hanya sekadar inovasi teknis, tetapi juga menjadi bagian dari implementasi kebijakan pendidikan nasional. Salah satu mata pelajaran yang CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 3. November 2025 sangat membutuhkan pengembangan metode pembelajaran adalah Bahasa Indonesia. Sebagai bahasa persatuan sekaligus bahasa resmi negara. Bahasa Indonesia memiliki peran vital dalam membangun komunikasi, identitas, dan literasi bangsa (Qadrianti et al. , 2. Melalui pembelajaran Bahasa Indonesia, peserta didik diharapkan memiliki kemampuan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dengan baik (Handayani, 2. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran Bahasa Indonesia seringkali masih dipandang membosankan karena hanya menekankan teori tata bahasa atau hafalan. Padahal, pembelajaran Bahasa Indonesia dapat dikembangkan dengan berbagai metode inovatif yang lebih interaktif dan menyenangkan. Pengembangan metode pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi penting karena mata pelajaran ini tidak hanya bertujuan mengajarkan teori bahasa, tetapi juga melatih keterampilan berbahasa yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan metode yang inovatif seperti project based learning, problem based learning, gamifikasi, atau pemanfaatan media digital, pembelajaran Bahasa Indonesia dapat berubah menjadi lebih hidup dan bermakna (Lestari & Mahrus, 2. Melalui inovasi tersebut, siswa tidak hanya memahami bahasa sebagai aturan, tetapi juga mampu menggunakannya untuk berpikir kritis, menulis kreatif, menyampaikan pendapat, serta meningkatkan literasi. Dengan demikian, urgensi pengembangan metode pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi bagian integral dari upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Dari latar belakang diatas, maka penulis akan membahas artikel dengan judul metode pembelajaran dan pengembangannya dan tiga rumusan masalah yaitu tentang macam-macam, pengembangan, dan implementasi metode pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di MI/SD. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif . eta-analisi. Metode ini dipilih karena kajian difokuskan pada analisis konseptual dan teoretis mengenai inovasi pembelajaran. Sumber data diperoleh dari artikel jurnal nasional dan internasional yang terindeks SINTA atau memiliki DOI, buku-buku akademik, serta dokumen kebijakan pendidikan seperti Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila. Literatur dipilih berdasarkan relevansi dengan topik, kualitas publikasi, dan tahun terbit . 1Ae2. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran digital menggunakan kata kunci yang sesuai di database seperti Garuda. Google Scholar, dan DOAJ. Proses seleksi artikel dilakukan menggunakan alur PRISMA. Pada tahap identifikasi, diperoleh 300 artikel dari database akademik dan situs kebijakan. Selanjutnya pada tahap screening, 150 artikel dieliminasi karena tidak relevan, sehingga tersisa 100 artikel. Pada tahap kelayakan, 70 artikel dikeluarkan karena metode penelitian dan karakteristik subjek tidak sesuai, menyisakan 50 artikel. Pada tahap inklusi, akhirnya dipilih 15 artikel yang memenuhi seluruh kriteria untuk dianalisis dalam penelitian Analisis data dilakukan dengan pendekatan analisis isi . ontent analysi. , yang mencakup proses reduksi, klasifikasi, dan interpretasi temuan untuk menghasilkan sintesis pemikiran yang sistematis dan objektif. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil analisis terhadap 15 artikel terpilih menunjukkan bahwa inovasi metode pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat MI/SD mengalami pergeseran signifikan dari pendekatan konvensional menuju pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Inovasi tersebut tidak hanya menekankan pada penyampaian materi, tetapi juga berorientasi pada penguatan keterampilan berbahasa yang mencakup menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Berbagai metode inovatif seperti Project Based Learning. Problem Based Learning, storytelling CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 3. November 2025 interaktif, pembelajaran berbasis literasi digital, serta model kooperatif inovatif seperti Think Pair Share dan Jigsaw menjadi pendekatan dominan yang ditemukan dalam literatur. Pergeseran ini mencerminkan perubahan paradigma pembelajaran dari teacher-centered menuju student-centered learning yang selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Keberhasilan penerapan metode inovatif sangat dipengaruhi oleh strategi guru dalam mengelola proses pembelajaran. Guru dituntut untuk merancang pembelajaran berbasis tujuan keterampilan berbahasa yang jelas, memanfaatkan media yang variatif, mengintegrasikan konteks kehidupan sehari-hari siswa, serta memberikan ruang ekspresi dan refleksi secara terbuka. Peran guru tidak lagi terbatas sebagai penyampai materi, melainkan sebagai fasilitator yang menciptakan pengalaman belajar bermakna. Strategi implementasi yang tepat terbukti mampu meningkatkan partisipasi siswa, menciptakan suasana kelas yang lebih dinamis, serta memperkuat interaksi sosial dan kolaboratif dalam proses belajar. Penerapan berbagai metode inovatif tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan berbahasa siswa. Siswa menunjukkan peningkatan kemampuan membaca pemahaman, kualitas tulisan naratif dan deskriptif yang lebih baik, keberanian berbicara yang lebih tinggi, serta kemampuan menyimak yang lebih kritis. Siswa tidak lagi sekadar menjadi penerima informasi, tetapi aktif mengonstruksi pengetahuan melalui keterlibatan langsung dalam proses pembelajaran. Temuan ini sejalan dengan teori konstruktivisme yang menekankan bahwa pembelajaran yang efektif terjadi ketika siswa secara aktif membangun pemahamannya melalui pengalaman dan interaksi. Inovasi metode pembelajaran Bahasa Indonesia juga memiliki keterkaitan yang kuat dengan implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya dalam aspek pembelajaran berdiferensiasi, penguatan karakter, serta pengembangan Profil Pelajar Pancasila. Metode inovatif memungkinkan siswa belajar sesuai dengan potensi, gaya belajar, dan kebutuhan masing-masing, sekaligus menumbuhkan nilai-nilai seperti kemandirian, tanggung jawab, kerja sama, dan kreativitas. Dengan demikian, inovasi metode tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kompetensi abad ke-21. Metode ceramah juga banyak diterapkan untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan berpikir kritis siswa. Dalam pembelajaran teks eksposisi, debat, atau analisis isi bacaan, siswa diajak untuk bertukar pendapat, menyampaikan argumen, serta menanggapi pandangan orang lain. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Damanik & Yuliani, 2. Kegiatan ceramah ini mendorong siswa untuk berani berpendapat, berpikir logis, dan menghargai perbedaan. Selain melatih kemampuan berbahasa, diskusi juga membentuk karakter komunikatif dan toleran. Hal ini sejalan dengan (Giemael et al. , 2. bahwa metode diskusi juga mampu mendorong peserta didik untuk dapat berfikir logis. Berbeda dengan (Fadilah et al. , 2. menyebutkan bahwa Pada era Kurikulum Merdeka, banyak guru Bahasa Indonesia di MI/SD mulai menerapkan metode berbasis proyek . roject-based Melalui metode ini, siswa diminta mengerjakan proyek nyata seperti membuat antologi puisi, buletin sekolah, vlog literasi, atau naskah drama. Proyek ini mendorong siswa untuk berkreasi, berpikir kritis, dan mengintegrasikan berbagai keterampilan berbahasa sekaligus. Selain meningkatkan kemampuan menulis, metode ini juga menumbuhkan jiwa kolaboratif dan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas jangka panjang. Hasil temuan dari (Reynaldi Nomor et al. , 2. menyatakan bahwa metode pembelajaran kooperatif yang menekankan kerja sama antar siswa dalam kelompok kecil. Melalui kegiatan seperti membaca bersama, membuat ringkasan teks, atau menulis karangan kelompok, siswa saling membantu memahami isi pelajaran. Metode ini menumbuhkan rasa tanggung jawab, kerja sama. CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 3. November 2025 dan kepedulian sosial. Selain itu, kegiatan kelompok juga memacu keaktifan siswa dan mengurangi ketergantungan pada guru. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada satu metode yang paling sempurna untuk diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Setiap metode memiliki keunggulan dan keterbatasannya masing-masing. Oleh karena itu, guru perlu mengombinasikan berbagai metode agar pembelajaran berlangsung efektif, menyenangkan, dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Metode konvensional tetap penting untuk penguasaan konsep kebahasaan, sedangkan metode inovatif membantu pengembangan keterampilan berbahasa yang kreatif dan Dengan pemilihan dan penerapan metode yang tepat, pembelajaran Bahasa Indonesia dapat menciptakan suasana belajar yang aktif, bermakna, dan menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa serta sastra Indonesia di tingkat MI/SD. Pembahasan Pengertian Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia di MI/SD Secara etimologis, kata AumetodeAy berasal dari bahasa Yunani, yaitu metodos . tau meta yang berarti AumelaluiAy atau AumelewatiAy, dan hodos yang berarti AujalanAy atau AucaraA. Menurut Wina Sanjaya, metode pembelajaran adalah implementasi teknis atau cara bertindak dalam kegiatan belajar-mengajar guna memastikan rencana yang sudah disiapkan terlaksana dengan baik dan mencapai tujuan pembelajaran yang optimal (Sartipa & Munisah, 2. Sudjana mendefinisikan metode sebagai rancangan komprehensif yang digunakan untuk mengatur dan menyajikan materi pelajaran secara sistematis. Dalam rancangan ini, semua bagian harus selaras . idak saling bertentanga. dan didasarkan pada panduan atau pendekatan tertentu yang telah dipilih (Sudjana. Dapat disimpulkan bahwa. Metode pembelajaran adalah jalan atau prosedur sistematis yang digunakan oleh pendidik sebagai implementasi teknis dari suatu rencana pembelajaran . , yang dirancang secara komprehensif untuk mengatur dan menyajikan materi pelajaran agar seluruh proses belajar mengajar berjalan selaras dengan pendekatan yang dipilih, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan optimal. Atau secara ringkas, metode adalah cara praktis dan terstruktur yang digunakan guru dalam kelas untuk memfasilitasi proses belajar siswa menuju sasaran yang ditentukan. Pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) harus memperhatikan karakteristik utama siswa di usia tersebut, yaitu senang bermain dan memiliki kecenderungan belajar yang holistik . Metode pembelajaran yang efektif di SD/MI umumnya berfokus pada pengembangan empat keterampilan berbahasa secara integral . enyimak, berbicara, membaca, dan menuli. serta bersifat aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM). Metode-Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia di MI/SD Dalam dunia pendidikan, metode pembelajaran menempati posisi yang sangat penting karena berfungsi sebagai strategi yang digunakan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. Setiap metode memiliki karakteristik, kelebihan, dan keterbatasan masing-masing, sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan tujuan, materi, serta karakteristik peserta didik. Secara umum, terdapat beragam metode pembelajaran yang digunakan dalam praktik pendidikan, antara lain metode ceramah yang berorientasi pada penyampaian informasi langsung dari guru, metode diskusi yang menekankan pada interaksi dan tukar pikiran antarsiswa, metode tanya jawab yang melatih keberanian serta daya kritis, metode demonstrasi yang menekankan pada praktik nyata, hingga metode kerja kelompok yang menumbuhkan sikap kolaboratif. Selain itu, berkembang pula metode CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 3. November 2025 pembelajaran inovatif seperti Problem Based Learning. Project Based Learning. Cooperative Learning, dan Blended Learning yang semakin relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21. Dengan adanya variasi metode ini, guru memiliki peluang untuk memilih dan mengembangkan strategi pembelajaran yang paling sesuai sehingga proses belajar-mengajar menjadi lebih efektif, menarik, dan bermakna bagi peserta didik. Adapun macam-macam metode pembelajaran yaitu sebagai berikut: Metode Ceramah Metode ceramah merupakan metode tradisional yang paling sering digunakan oleh guru dalam mengajar (Damanik & Yuliani, 2. Kelebihan dari metode ini adalah efisiensi dalam penyampaian materi kepada banyak siswa dalam waktu singkat. Namun, kelemahannya adalah sifatnya yang satu arah dan cenderung pasif, sehingga kurang melibatkan partisipasi siswa. Metode Diskusi Metode ini memungkinkan siswa untuk saling bertukar pikiran dan aktif dalam proses pembelajaran (Giemael et al. , 2. Kelebihannya terletak pada kemampuan meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kerjasama. Namun, metode ini membutuhkan waktu yang lebih panjang dan pengelolaan kelas yang baik agar diskusi tetap terarah. Metode Tanya Jawab Metode tanya jawab efektif untuk mengukur pemahaman siswa secara langsung dan mendorong partisipasi aktif (Faizudin & Yulaini, 2. Kelebihannya adalah mampu menstimulasi siswa untuk berpikir. Namun, kekurangannya terletak pada kemungkinan hanya sebagian siswa yang terlibat aktif. Metode Demonstrasi Metode ini sangat efektif untuk materi yang membutuhkan pemahaman praktik, seperti huruf capital dan huruf kecil pada mata pelajaran Bahasa Indonesia (Falenti et al. , 2. Keunggulannya adalah dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Namun, metode ini kurang efektif jika digunakan untuk materi yang bersifat abstrak atau teoretis. Metode Proyek Metode proyek memberikan kebebasan bagi siswa untuk mengeksplorasi materi melalui kegiatan nyata dan kolaboratif (Fadilah et al. , 2. Kelebihannya adalah menumbuhkan tanggung jawab dan kemandirian. Namun, metode ini memerlukan waktu, sumber daya, dan perencanaan yang matang. Metode Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang dilakukan pada kelompok kecil, peserta didik belajar dan bekerja sama untuk sampai pada pengalaman belajar yang optimal baik pengalaman individu dan kelompok. Dalam pembelajaran kooperatif terdapat interpendensi, salin ketergantungan positif diantara pencapaian tujuan pembelajaran. Pembelajaran kooperatif biasa disebut dengan pembelajaran jigsaw. Jigsaw merupakan proses pembelajaran yang diawali dengan pembentukan kelompok asal, dimana setiap anggota kelompok asal memiliki komponen materi yang sama membentuk kelompok ahli dan membahas komponan materi yang dihasilkan. Kemudian, setiap anggota kelompok ahli kembali ke kelopok asal dan membahas lebih lanjut tentang setiap sub materi yang diperoleh dari setiap anggota kelompok. Setiap grup homegroup mempresentasikan CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 3. November 2025 hasil diskusinya di depan kelas (Reynaldi Nomor et al. , 2. Maka dengan itu, melalui metode pembelajaran ini diharapkan siswa dapatr berkonsentrasi ketika diberikan materi yang diajarkan. Implementasi metode pembelajaran jigsaw dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa untuk meningkatkan kerja sama natar siswa, tanggung jawab siswa terdapat tugas yang diberikan, melatih peserta didik untuk berkomunikasi dengan anggota kelompoknya, dan menjadi siswa yang ahli dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Pembelajaran dengan metode ini, mampu memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan anak antara lain yaitu untuk meningkatkan hasil belajar, meningkatkan daya ingat, dapat digunakan untuk mencapai daya penalaran tingkat tinggi, mendorong tumbuh motivasi kesadaran individual, meningkatkan hubungan antar manusia yang heterogen, meningkatkan sikap positif terhadap sekolah dan guru, menigkatkan harga diri anak, dan mampu meningkatkan perilaku penyesuaian sosial yang positif serta keterampilan hidup bergotong Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw memiliki karakteristik yaitu setiap anggota memiliki peran, terjadi hubungan interaksi langsung antar siswa, setiap anggota kelompok bertanggungjawab atas belajar dan teman sekelompoknya. Selain itu, pendidik memiliki peran untuk membantu mengembangkan keterampilan-keterampilan interpersonal kelompok dan pendidik hanya berinteraksi kelompok saat kelompok tersebut membutuhkan bantuan. Maka, pendidik perlu untuk merumuskan tujuan pembelajaran yang jelas sehingga peserta didik mampu melaksanakan instruksi dengan baik dan mencapai kepuasan dalam belajar (Putra, 2. Metode Storytelling Storytelling atau disebut dengan mendongeng adalah kegiatan menceritakan sebuah cerita, serta kemampuan untuk mengatur adegan, peristiwa, dan dialog. Guru dapat memakasigambar sebagai media untuk membuat cerita. Penggunaan gambar dan sketsa sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan fokus dan perhatiansiswa, sehingga memudahkan dalam mengambil informasi. Mendongeng adalah kegiatan yang efektif yang membutuhkan keterlibatan siswa dalam meningkatkankemampuan berbicara mereka . erbicara dan membac. Mendongeng bukan hanya contoh komunikasi lisan yang efektif dan satu-satunya kegiatan untuk mengembangkan keterampilan berbicara, tetapi juga secara aktif melatih dan mengembangkan semua keterampilan bahasa (Maknun & Adelia, 2. Mendongeng membantu anak-anak dalam memperluas pemahaman cerita dan mengenali unsurunsur cerita. Dengan membaca cerita anak-anak merasa bahwa kita tidak membaca gambarnya, tetapi kita membaca huruf-hurufnya dan bahwa setiap teks memiliki sesuatu yang berbeda untuk dikatakan. Kita dapat memahami proses perkembangan anak dalam berbahasa melalui membaca cerita. Mendongeng dan membaca cerita keduanya bermanfaat bagi perkembangan kompleksitas dan pemahaman bahasa lisan pada anak kecil. Metode mendongeng dapat memecahkan masalah guru yang sering kesulitan mengemas pembelajarannya menjadi kegiatan yang menyenangkan. Selain itu, metode ini dapat mengantisipasi kemungkinan siswa tidak termotivasi dalam pelajaran tertentu. Pengembangan Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia di MI/SD Pengembangan metode pembelajaran menurut (Oktavia & Khotimah, 2. adalah upaya sistematis yang dilakukan pendidik untuk menyesuaikan cara, strategi, dan teknik mengajar dengan tuntutan zaman, kebutuhan peserta didik, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Artinya, metode tidak boleh statis, melainkan harus terus dikembangkan agar pembelajaran tetap relevan, efektif, dan bermakna. Pentingnya pengembangan metode pembelajaran dalam konteks pendidikan di Indonesia tidak dapat dipandang sebelah mata. Pendidikan merupakan suatu proses yang dinamis dan senantiasa bergerak mengikuti perkembangan zaman, tuntutan sosial-budaya. CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 3. November 2025 serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Apabila metode pembelajaran tidak mengalami inovasi dan pembaruan, maka kegiatan pembelajaran berpotensi stagnan, kaku, dan kehilangan relevansinya dalam menjawab tantangan globalisasi. Oleh sebab itu, pengembangan metode pembelajaran merupakan suatu keniscayaan agar proses pembelajaran tetap efektif, adaptif, serta bermakna bagi peserta didik. Urgensi pengembangan metode pembelajaran juga terletak pada upaya peningkatan kualitas proses belajar mengajar. Metode yang inovatif mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif, komunikatif, dan menyenangkan. Hal tersebut berdampak langsung terhadap hasil belajar peserta didik, karena mereka tidak sekadar menerima informasi secara pasif, melainkan terlibat aktif dalam menemukan, berdiskusi, serta mengonstruksi pengetahuan. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, pengembangan metode dapat memberikan ruang yang luas bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan berbahasa, baik dalam aspek membaca, menulis, berbicara, maupun menyimak. Pengembangan metode pembelajaran dapat meningkatkan kreativitas guru maupun peserta Guru dituntut tidak hanya sebagai penyampai informasi, melainkan sebagai fasilitator dan inovator yang mampu menghadirkan pengalaman belajar yang inspiratif. Sementara itu, peserta didik yang dilibatkan dalam metode pembelajaran inovatif akan terdorong untuk berpikir kritis, kreatif, serta mampu menghasilkan karya nyata. Hal ini selaras dengan tuntutan kompetensi abad ke-21 yang menekankan pada kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Begitupun dengan temuan (Wiragunawan & Nguurah, 2. Dari aspek motivasi belajar, pengembangan metode juga memiliki signifikansi yang tinggi. Pembelajaran yang dilakukan dengan metode monoton cenderung menimbulkan kebosanan dan rendahnya partisipasi siswa MI/SD. Sebaliknya, metode yang dikembangkan secara kreatif dan variatif dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, meningkatkan semangat belajar, serta mengoptimalkan keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Pengembangan metode pembelajaran memiliki keterkaitan erat dengan pencapaian tujuan pendidikan nasional sebagaimana termaktub dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Tujuan pendidikan nasional menitikberatkan pada pengembangan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung Tujuan tersebut hanya dapat diwujudkan apabila pembelajaran dirancang dengan metode yang tepat, adaptif, dan senantiasa dikembangkan sesuai dengan tuntutan zaman. Pengembangan strategi pembelajaran menurut (Khasanah, 2. sangat penting dalam pelaksanaan pembelajaran, hal ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, metode pembelajaran Untuk meningkatkan partisipasi siswa. Menumbuhkan kreativitas siswa. Pengembangan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif dapat membantu menumbuhkan kreativitas siswa dalam belajar. Menjaga relevansi materi pembelajaran, yaitu pengembangan metode pembelajaran juga dapat membantu menjaga relevansi materi pembelajaran dengan kondisi sosial dan perkembangan teknologi yang terus berubah. Meningkatkan metode pembelajaran juga dapat membantu meningkatkan keterampilan siswa dalam berbagai aspek, seperti keterampilan sosial, keterampilan berpikir kritis, dan keterampilan berkomunikasi. Memperkaya pengalaman siswa, pengembangan metode pembelajaran yang beragam dapat memperkaya pengalaman siswa dalam belajar. Dalam konteks globalisasi, pengembangan metode pembelajaran di jenjang SD/MI menjadi kebutuhan strategis yang tidak dapat diabaikan. Peserta didik usia sekolah dasar berada pada fase pembentukan dasar kemampuan literasi, komunikasi, dan pola berpikir. Oleh karena itu, metode CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 3. November 2025 pembelajaran yang inovatif sangat diperlukan untuk menumbuhkan keterampilan literasi awal, keberanian berekspresi, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan informasi dan Apabila pembelajaran di SD/MI masih didominasi pola konvensional yang bersifat satu arah, maka potensi peserta didik untuk berkembang secara optimal akan terhambat, sehingga berdampak pada rendahnya kesiapan mereka menghadapi tantangan pendidikan lanjutan dan dinamika global. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SD/MI, khususnya pada materi seperti teks pidato, metode konvensional yang hanya berpusat pada ceramah dan pencatatan sering kali kurang mampu mengakomodasi karakteristik belajar anak yang membutuhkan aktivitas konkret dan Melalui pengembangan metode, guru dapat menerapkan strategi seperti simulasi sederhana, role play, permainan bahasa, penggunaan media audio-visual, hingga aplikasi interaktif yang memungkinkan siswa berlatih berbicara secara langsung. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep, tetapi juga melatih kepercayaan diri, kelancaran berbahasa, dan kemampuan komunikasi sejak dini. Dengan demikian, pengembangan metode pembelajaran di jenjang SD/MI merupakan fondasi penting dalam menciptakan proses belajar yang bermakna dan relevan dengan kebutuhan perkembangan anak. Inovasi metode tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia, tetapi juga mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional, khususnya dalam membentuk peserta didik yang cerdas, komunikatif, kreatif, serta memiliki kesiapan menghadapi tantangan era global sejak usia dasar. PENUTUP Berdasarkan hasil analisis Systematic Literature Review penelitian ini menemukan bahwa inovasi metode pembelajaran Bahasa Indonesia di jenjang SD/MI menunjukkan pergeseran signifikan dari pola konvensional menuju pendekatan yang lebih aktif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Metode seperti Project Based Learning. Problem Based Learning, storytelling interaktif, serta pembelajaran berbasis literasi digital terbukti lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan berbahasa siswa, khususnya kemampuan berbicara, membaca pemahaman, dan menulis kreatif. Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan metode pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai variasi teknik mengajar, tetapi menjadi strategi fundamental dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat dasar. Kajian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperkuat konsep bahwa inovasi metode pembelajaran di SD/MI harus mempertimbangkan karakteristik perkembangan anak, kebutuhan literasi dasar, serta relevansi dengan Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi guru dan pengambil kebijakan dalam merancang pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih adaptif, komunikatif, dan bermakna, khususnya dalam membangun fondasi kemampuan berbahasa sejak dini. Namun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah artikel yang dianalisis serta keterfokusan pada rentang tahun 2021Ae2025, sehingga belum sepenuhnya merepresentasikan dinamika jangka panjang inovasi metode pembelajaran di SD/MI. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan sumber data, mengombinasikan pendekatan SLR dengan penelitian lapangan, serta mengkaji efektivitas metode inovatif secara empiris melalui eksperimen langsung di kelas. Hal ini penting guna memperkuat validitas temuan dan memperkaya khazanah inovasi pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat pendidikan dasar. CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 3. November 2025 DAFTAR PUSTAKA