MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 2 September 2025 https://ejournal. id/index. php/MM FAKTOR Ae FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN IBU BALITA KE POSYANDU Elyana Mafticha1. Mohammad Himawan Saputra2. Maya Tri Wadiarti3. Hesti Yusiani4 1,2,3,4 Prodi S1 Kesehatan Masyarakat. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto Email: elyanama@gmail. ABSTRAK Pos Pelayanan Terpadu (Posyand. adalah kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan di suatu wilayah kerja Puskesmas. Keberadaan posyandu dalam masyarakat memegang peranan penting, namun masih banyak anggota masyarakat yang belum memanfaatkan secara maksimal. Jenis Penelitian kuantitatif menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasinya seluruh ibu balita . sia 12-59 bula. Teknik Accidental Sampling sebanyak 95 responden. Variabel independen adalah pengetahuan, persepsi keterjangkauan dan dukungan keluarga. Sedangkan variabel dependen adalah Kunjungan ibu balita. Data diolah melalui editing, coding, scoring, dan tabulasi data, dianalisa menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar . %) ibu balita aktif melakukan kunjungan di Posyandu Desa Deket Agung, sebagian besar . %) ibu balita berpengetahuan cukup, sebagian besar . %) dukungan keluarga dalam kategori cukup, dan sebagian besar . %) berpersepsi terjangkau ke posyandu. Hasil uji korelai Spearman Rank dengan nilai signifikasi p value . dengan nilai korelasi . Spearman Rank pengetahuan sebesar 0,833, persepsi keterjangkauan sebesar 0,568 serta dukungan keluarga sebesar 0,545. Sehingga H1 diterima ada hubungan pengetahuan, persepsi keterjangkauan, dukungan keluarga dengan kunjungan ibu balita. Kesimpulan penelitian yakni pengetahun, persepsi keterjangkauan, dukungan keluarga merupakan faktor mempengaruhi kunjungan ibu balita ke posyandu. Disarankan posyandu bisa mengadakan kegiatan bervariasi untuk meningkatkan motivasi ibu mengunjungi posyandu serta pemberian makanan tambahan yang bervariasi dan menarik, serta melakukan pembinaan kepada suami/keluarga agar dapat berperan aktif. Kata Kunci : Pengetahauan. Keterjangkauan. Dukungan Keluarga. Posyandu ABSTRACT Integrated Service Post (Posyand. is a basic health activity organized from, by and for the community assisted by health workers in a work area of the Health Center. The existence of posyandu in the community plays an important role, but there are still many community members who have not made full use of it. Type of quantitative research uses an observational analytical method with a cross sectional approach. The population of all mothers under five . ged 12-59 month. Accidental Sampling technique as many as 95 respondents. The independent variables were knowledge, perception of affordability and family support, while the dependent variable was the visit of mothers under five. The data was processed through editing, coding, scoring, and data tabulation, analyzed using the Spearman Rank test. The research results showed that the majority . %) of mothers under five actively visited the Posyandu in Deket Agung Village, the majority . %) of mothers under five had sufficient knowledge, the majority . %) had family support in the sufficient category, and the majority . %) perceived reachability MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 2 September 2025 https://ejournal. id/index. php/MM of the posyandu. The results of the Spearman Rank correlation test with a significance value of p value . with a correlation value . of Spearman Rank of knowledge of 0. 833, perception of affordability of 0. 568 and family support of 0. that H1 is accepted, there is a relationship between knowledge, perception of affordability, family support and visits by mothers under five years old. The conclusion of the study is that knowledge, perception of affordability, and family support are factors influencing the visit of mothers under five to the posyandu. It is suggested that the posyandu can hold various activities to increase the motivation of mothers to visit the posyandu as well as provide varied and interesting additional food, as well as provide guidance to husbands/families so that they can play an active role. Keywords: Literacy. Affordability. Family Support. Posyandu PENDAHULUAN Ada upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian anak balita yaitu dengan melakukan pemeliharaan kesehatannya. Pemeliharaan kesehatan anak balita dititik beratkan kepada upaya pencegahan dan peningkatan kesehatan serta pengobatan dan rehabilitasi yang dapat dilakukan di puskesmas, puskesmas pembantu, poskesdes dan terutama di posyandu, karena posyandu merupakan tempat yang paling cocok untuk memberikan pelayanan kesehatan pada balita secara menyeluruh dan terpadu (Syarkowi et al. , 2. Pos Pelayanan Terpadu (Posyand. adalah kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan di suatu wilayah kerja puskesmas, dimana program ini dapat dilaksanakan dibalai dusun, balai kelurahan, maupun tempat-tempat lain yang mudah didatangi oleh masyarakat(Sasmita et al. , 2. Posyandu merupakan salah satu pelayanan kesehatan di desa memudahkan masyarakat untuk mengetahui atau memeriksakan kesehatan terutama ibu hamil dan anak balita (Imanuddin et al. , 2. Salah satu penanda keberhasilan dari kinerja posyandu dalam hal pelayanan kesehatan balita adalah jumlah balita yang ditimbang di seluruh Pos Pelayanan Terpadu (Posyand. (Arief et al. , 2. Pada tahun 2018, sesuai data Riset Kesehatan Dasar Indonesia (Riskesda. , tercatat bahwa perbandingan penimbangan berat badan anak balita di Indonesia adalah 54,6% (Kemenkes RI, 2. Pada tahun 2021, berdasarkan pelaporan data yang diterbitkan oleh Komunikasi Data Kesehatan Masyarakat (Komdat Kesma. Capaian persentase balita yang dipantau pertumbuhan dan perkembangannya adalah sebanyak 68,90% dari target 70% (Kemenkes RI, 2. Pada tahun 2022. Capaian persentase balita yang dipantau pertumbuhan dan perkembangannya mengalami kenaikan sebanyak 8,75 % menjadi 77,65% dari target 75% (Kemenkes, 2. Pada tahun 2022 di Jawa Timur persentase D/S tercatat sebesar 73,64%. Persentase pencapaian ini mengalami kenaikan dibanding dengan tahun 2021 yaitu 64,31% (Dinkes Jatim, 2. Tahun 2022 di Kabupaten Lamongan angka D/S tercatat sebesar 78,7%. Persentase pencapaian ini mengalami peningkatan dibanding tahun 2021, yaitu sebesar 62,5% (Dinkes Lamongan, 2. Menurut data laporan puskesmas sugio tahun 2023, target persentase balita yang dipantau pertumbuhan dan perkembangannya di seluruh desa yang ada di wilayah kerja puskesmas sugio yakni sebesar 90 %. Sedangkan berdasarakan hasil MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 2 September 2025 https://ejournal. id/index. php/MM studi pendahuluan data penimbangan dan juga melakukan wawancara terhadap kader posyandu di desa deket agung jumlah balita sebanyak 186 balita. Sedangkan pada bulan desember, jumlah balita yang mengikut penimbangan di posyandu sebanyak 112 balita dengan presentasi 60,21% dan balita yang tidak melakukan penimbangan sebanyak 74 balita dengan presentasi 39,79 %. Rendahnya pemanfaatan posyandu oleh masyarakat dipengaruhi oleh perilaku orang tua balita dalam memanfaatkan posyandu. Berdasarkan teori Lawrence Green dijelaskan bahwa perilaku kesehatan seseorang dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu factor predisposing . ikap masyarakat terhadap kesehatan, pengetahuan, tradisi dan kepercayaan masyarakat terhadap hal-hal terkait kesehatan, umur, jenis kelamin, dan sebagainy. , faktor enabling atau pemungkin . eterjangkauan ke fasilitas kesehatan, ketersediaan sarana prasarana atau fasilitas kesehatan bagi masyaraka. , serta faktor reinforcing atau penguat . ukungan tokoh masyarakat, tokoh agama, keluarga, dan sebagainy. (Syarkowi et al. , 2. Beberapa penelitian terdahulu juga telah membuktikan bahwa ada banyak faktor yang mempengaruhi masyarakat memilih memanfaatkan posyandu untuk pemantauan tumbuh kembang anaknya. Salah satu penelitian menyampaikan bahwa tingkat pengetahuan, dan dukungan keluarga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kunjungan ibu balita ke posyandu (Amalia et al. , 2019a. Susanti. Hasil penelitian juga menyatakan bahwa akses ke posyandu memiliki hubungan dengan kunjungan ibu ke posyandu (Misbah et al. , 2. Beberapa penelitian tersebut menghubungkan satu faktor risiko dengan keaktifan kunjungan ibu ke posyandu. Penelitian ini mengupas ketiga faktor risiko pada masyarakat yakni pengetahuan, dukungan keluarga dan keterjangkauan. Keterjangkauan posyandu pada penelitian ini diukur berdasarkan persepsi kompleks masyarakat, bukan hanya dinilai dari jarak rumah masyarakat ke posyandu. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut diatas perlu dilakukan kegiatan pembinaan yang bertujuan untuk peningkatan kunjungan masyarakat ke posyandu. Kegiatan yang dilakukan harus sesuai dengan akar masalah rendahnya kunjungan masyarakat ke posyandu. Berdasarkan survey yang dilakukan maka pembinaan harus difokuskan kepada peningkatan pengetahuan masyarakat melalui pendidikan kesehatan, peningkatan motivasi masyarakat melalui kegiatan posyandu yang menarik serta perlu melakukan kegiatan bersama masyarakat untuk peduli kepada masalah kesehatan yang ada disekitarnya serta diperlukan inovasi inovasi yang bisa meningkatkan minat ibu untuk membawa balitanya ke posyandu. Dengan meningkatnya pengetahuan, motivasi dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan posyandu serta inovasi inovasi maka diharapkan masyarakat akan selalu datang ke posyandu yang pada akhirnya akan berdampak pada meningkatkan kunjungan Berdasarkan uraian tersebut di atas maka perlu dilakukan penelitian dengan judul AuFaktor Ae Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Ibu Balita Ke Posyandu Au. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu balita yang mempunyai anak balaita . MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 2 September 2025 https://ejournal. id/index. php/MM 59 bula. yang tinggal di Desa Deket agung kecematan Sugio Kabupaten Lamongan sebanyak 125 Balita. Jenis pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling dengan Teknik Accidental Sampling. Dalam penelitian ini sample yang digunakan sebanyak 95 responden. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen dan dependen. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengetahuan, keterjangkauan ke posyandu dan dukungan Sedangkan Variabel dependen adalah Kunjungan ibu balita ke posyandu. Teknik wawancara dan observasi digunakan dalam penelitian ini, sedangkan instrumennya adalah kuesioner dan observasi buku KIA. Uji statistik yang digunakan adalah Spearman Rank. HASIL PENELITIAN Pengetahuan Responden di Posyandu Tabel 1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pengetahuan Posyandu di Posyandu Desa Deket Agung Wilayah Kerja Puskesmas Sugio Kabupaten Lamongan Pengetahuan Frekuensi Kurang Cukup Baik Presentase(%) Tabel 1 di atas dapat dijelaskan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup sebesar 64%. Dari seluruh instumen pertanyaan pengetahuan persentasi terbesar jawaban benar adalah responden telah mengetahui posyandu adalah singkatan dari Pos Pelayanan Terpadu yaitu sebanyak 93 responden sebesar Persepsi Keterjangkauan Responden Tabel 2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Persepsi Keterjangkauan Posyandu di Posyandu Desa Deket Agung Wilayah Kerja Puskesmas Sugio Kabupaten Lamongan Persepsi Keterjangkauan Tidak Terjangkau Terjangkau Frekuensi Presentase(%) Tabel 2 di atas dapat dijelaskan bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi terjangkau sebesar 54 %. Dukungan Keluarga Responden Tabel 3 Distribusi Frekuensi Responden Dukungan Keluarga ke Posyandu di Posyandu Desa Deket Agung Wilayah Kerja Puskesmas Sugio Kabupaten Lamongan Dukungan Keluarga Kurang Cukup Baik Frekuensi Presentase(%) Tabel 3 di atas dapat dijelaskan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga yang cukup sebesar 60%. Dari seluruh instumen pernyataan MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 2 September 2025 https://ejournal. id/index. php/MM dukungan keluarga persentase terbesar jawaban selalu adalah keluarga selalu mengingatkan, apabila jadwal buka posyandu untuk membawa anak ke posyandu tiap bulannya yaitu sebanyak 30 responden sebesar 31,6% Kunjungan Ibu Balita Di Posyandu Tabel 4 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kunjungan Ibu Balita di Posyandu Desa Deket Agung Wilayah Kerja Puskesmas Sugio Kabupaten Lamongan Kunjungan Ke Posyandu Tidak Aktif Aktif Frekuensi Presentase(%) tabel 4 di atas dapat dijelaskan bahwa sebagian besar responden memiliki kunjungan yang aktif sebesar 60% Hubungan Pengetahuan dengan kunjungan ke posyandu Tabel 5 Tabulasi Silang Hubungan Pengetahuan Dengan Kunjungan Ibu Balita di Posyandu Desa Deket Agung Wilayah Kerja Puskesmas Sugio Kabupaten Lamongan Kunjungan Posyandu Tidak Aktif Aktif Kurang Cukup Baik Jumlah p : 0,001 Nilai c : 0,005 jadi p < c Jumlah Pengetahuan Pada tabel 5 menunjukkan bahwa dari 95 responden didapatkan Sebagian besar responden dengan pengetahuan cukup memiliki kunjungan aktif ke posyandu sebesar 54 responden . %). Hasil tabel tabulasi silang kemudian dilakukan perhitungan dengan menggunaka uji Spearman Rank dengan tingkat nilai kemaknaan : 0,05. Hasil uji Spearman Rank test didapatkan nilai probabilitas = 0,001 < 0,05 sehingga H1 diterima yang artinya terdapat terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kunjungan ibu balita ke posyandu Di Desa Deket Agung Wilayaha Kerja Puskesmas Sugio Kabupaten Lamongan. Hubungan Persepsi Keterjangkauan dengan Kunjungan ke Posyandu Tabel 6 Tabulasi Silang Hubungan Persepsi Keterjangkauan Dengan Kunjungan Ibu Balita di Posyandu Desa Deket Agung Wilayah Kerja Puskesmas Sugio Kabupaten Lamongan Persepsi Keterjangkauan Tidak Terjangkau Terjangkau Jumlah p : 0,001 Nilai c : 0,005 jadi p < c Kunjungan Posyandu Tidak Aktif Aktif Jumlah Pada tabel 6 menunjukkan bahwa dari 95 responden didapatkan hampir MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 2 September 2025 https://ejournal. id/index. php/MM setengah responden dengan persepsi terjangkau memiliki kunjungan aktif ke posyandu sebanyak 47 responden . 3%). Hasil tabel tabulasi silang kemudian dilakukan perhitungan dengan menggunaka uji Spearman Rank dengan tingkat nilai kemaknaan : 0,05. Hasil uji Spearman Rank test didapatkan nilai probabilitas = 0,001 < 0,05 sehingga H1 diterima yang artinya terdapat terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kunjungan ibu balita ke posyandu Di Desa Deket Agung Wilayaha Kerja Puskesmas Sugio Kabupaten Lamongan. Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kunjungan ke Posyandu Tabel 7 Tabulasi Silang Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kunjungan Ibu Balita di Posyandu Desa Deket Agung Wilayah Kerja Puskesmas Sugio Kabupaten Lamongan Kunjungan Posyandu Tidak Aktif Aktif Kurang Cukup Baik Jumlah p : 0,001 Nilai c : 0,005 jadi p < c Dukungan Keluarga Jumlah Pada tabel 7 menunjukkan bahwa dari 95 responden didapatkan hampir setengah responden dengan dukungana keluarga cukup memiliki kunjungan aktif ke posyandu 43 responden . 7%). Hasil tabel tabulasi silang kemudian dilakukan perhitungan dengan menggunaka uji Spearman Rank dengan tingkat nilai kemaknaan : 0,05. Hasil uji Spearman Rank test didapatkan nilai probabilitas = 0,001 < 0,05 dan sehingga H1 diterima yang artinya terdapat terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kunjungan ibu balita ke posyandu Di Desa Deket Agung Wilayaha Kerja Puskesmas Sugio Kabupaten Lamongan. Nilai korelasi . Spearman Rank sebesar 0,545 menunjukkan bahwa memiliki koefisien korelasi yang kuat dengan arah korelasi positif. PEMBAHASAN Mengidentifikasi kunjungan ibu balita ke posyandu di Desa Deket Agung Wilayah Kerja Puskesmas Sugio Kabupaten Lamongan Berdasarkan tabel 4. 6 didapatkan dari hasil penelitian bahwa kunjungan ibu balita ke posyandu di Desa Deket Agung Wilayah Kerja Puskesmas Sugio Kabupaten Lamongan ,hasil yang diperoleh yaitu sebagian besar ibu balita aktif melakukan kunjungan ke posyandu sebanyak 60 dengan presentase 63%. Dan Sebagian kecil ibu balita tidak aktif melakukan kunjungan ke posyandu sebanyak 35 dengan presentase 37%. Menurut (Kementrian Kesehatan, 2. Data Tingkat kehadiran balita dikategorikan menjadi dua yaitu AuAktifAy bila hadir dalam kegiatan penimbangan di posyandu sebanyak Ou 8x dalam satu tahun. AuTidak AktifAy apabila < 8 kali dalam 1 Ibu dikatakan aktif ke posyandu jika ibu hadir dalam mengunjungi posyandu sebanyak Ou 8 kali dalam satu tahun, sedangkan ibu dikatakan tidak aktif jika ibu hadir dalam mengunjungi < 8 kali dalam setahun. Menurut (Anisa, 2. Kunjungan adalah MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 2 September 2025 https://ejournal. id/index. php/MM hal atau perbuatan berkunjung ke suatu tempat. Kunjungan balita ke posyandu adalah datangnya balita ke posyandu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, misalnya penimbangan, imunisasi, pelayanan gizi, dan lain sebagainya. Kunjungan balita ke Posyandu yang paling baik adalah teratur setiap bulan atau 12 kali pertahun. Untuk itu kunjungan balita diberi batasan 8 kali pertahun. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Anisa, 2. yang mengatakan dalam penilitiannya menunjukkan bahwa balita usia 11-23 bulan yang menjadi sampel penelitian Sebagian besar patuh dalam melakukan Dengan demikian terdapat ketidakselarasan antara peneilitian yang dilakukan dengan penelitian yang terdahulu yang dijelaskan dalam teori yang mengatakan bahwa Posyandu yang frekuensi penimbangan atau kunjungan balitanya kurang dari 8 kali pertahun dianggap masih rawan, maka sebaiknya ibu yang memiliki balita usia 12-24 bulan dapat mengikuti posyandu yang diadakan setiap bulannya sehingga tumbuh kembang balita dapat terkontrol. Berdasarkan uraian diatas. Kunjungan posyandu sangatalah penting bagi ibu balita yang dimana dengan mengikuti kegiatan posyandu ibu dapat melakukan penimbangan terhadap balitanya. Sehingga semakin aktif ibu melakukan kunjungan ke posyandu semakin ibu dapat mengontrol dan memantu tumbuh kembang balita setiap bulannya. Selain itu juga ibu bisa mendapatkan pendidikan kesehatan yang diberikan pada saat kegiatan posyandu. Mengidentifikasi Pengetahuan Responden ke posyandu di Desa Deket Agung Wilayah Kerja Puskesmas Sugio Kabupaten Lamongan Berdasarkan tabel 4. 3 didapatkan dari hasil penelitian bahwa pengetahuan ibu balita ke posyandu di Desa Deket Agung Wilayah Kerja Puskesmas Sugio Kabupaten Lamongan , hasil yang diperoleh yaitu Sebagian besar ibu balita yang berkunjung ke posyandu berpengetahuan cukup sebanyak 61 dengan presentase Hampir setengahnya ibu balita yang berkunjung ke posyandu berpengetahuan kurang sebesar 28 dengan presentase 30 %, dan Sebagian kecil ibu balita yang berkunjung ke posyandu berpengetahuan tinggi sebanyak 6 dengan presentase 6%. Dari seluruh instumen pertanyaan pengetahuan persentasi terbesar jawaban benar adalah dalam kategori pengertian posyandu yaitu responden telah mengetahui Posyandu adalah singkatan dari Pos Pelayanan Terpadu yakni sebanyak 93 responden sebesar 97. Menurut (Pakpahan and Siregar, 2. Pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia atau hasil tahu seorang terhadap suatu objek. Penginderaan terjadi melalui panca indera dan sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui pendengaran dan penglihatan. Pengetahuan yang dimiliki oleh individu merupakan salah satu upaya yang menentukan untuk mencari dan meminta upaya pelayanan Dinyatakan pula bahwa semakin tinggi pengetahuan individu tentang akibat yang ditimbulkan oleh suatu penyakit, maka semakin tinggi upaya pencegahan yang dilakukan. Penelitian ini sejalan dengan (Sari, 2. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa ibu balita dengan pengetahuan yang baik memiliki kunjungan balita yang baik. Hal ini diperkuat dengan teori yang menyatakan bahwa semakin tinggi pengetahuan individu tentang akibat yang ditimbulkan oleh suatu penyakit, maka semakin tinggi upaya pencegahan yang dilakukan. MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 2 September 2025 https://ejournal. id/index. php/MM Berdasarkan hasil penelitian ini, ibu dengan pengetahuan baik akan berperilaku baik untuk mengikuti kegiatan posyandu dan melakukan penimbangan balita secara rutin sehingga dapat diketahui pertumbuhan dan perkembangan dari Selain itu, perlu adanya upaya penyuluhan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu sehingga ibu aktif mengunjungi posyandu dan melakukan penimbangan balita agar pertumbuhan dan perkembangan balita dapat terus dipantau Mengidentifikasi Persepsi Keterjangkauan ke posyandu di Desa Deket Agung Wilayah Kerja Puskesmas Sugio Kabupaten Lamongan Berdasarkan tabel 4. 4 didapatkan dari hasil penelitian bahwa persepsi keterjangkauan ibu balita ke posyandu di Desa Deket Agung Wilayah Kerja Puskesmas Sugio Kabupaten Lamongan, hasil yang diperoleh yaitu Sebagian besar ibu balita yang berkunjung ke posyandu berpersepsi terjangkau sebanyak 54 dengan presentase 57%. Hampir setengahnya ibu balita yang berkunjung ke posyandu berpersepsi tidak terjangkau sebesar 41 dengan presentase 43%. Ketersediaan dan keterjangkauan sumber daya kesehatan termasuk tenaga kesehatan yang ada dan mudah dijangkau merupakan salah satu factor yang meberi konstribusi terhadap perilaku dalam mendapatkan pelayanan Kesehatan. Menurut (Rehing et al. , 2. Berdasarkan jurnal yang diteliti terdapat 3 jurnal yang menjelaskan adanya variabel jarak posyandu mempengaruhi ibu balita dalam kunjungan ke posyandu. hal ini diperkuat dengan teori bahwa semakin kecil jarak jangkauan masyarakat terhadap suatu tempet pelayanan kesehatan maka akan semakin sedikit pula waktu yang diperlukan sehingga tingkat pemanfaatan pelayanan kesehatan meningktadan semakin jauh jarak jangkauan masyarakat terhadap suatu tempat pelayanan kesehatan maka akan semakin besar pula waktu yang diperlukan sehingga tingkat pemanfaatan kurang efektif. Berdasarkan uraian tersebut di atas persepsi keterjangkauan ke tempat posyandu dapat mempengaruhi ibu balita membawa balitanya ke posyandu. Dalam upaya meningkatkan kunjungan ibu balita ke posyandu dapat ditingkatkan melalui kegiatan posyandu keliling dapat memudahkan ibu melakukan kunjungan ke posyandu balita. Posyandu keliling diharapkan dapat membantu ibu meningkatkan kunjungan ke posyandu karenea lebih mendekatkan jarak sehingga masalah ibu bekerja dan jarak yang jauh dapat diatasi. Posyandu keliling efektif meningkatkan kunjungan ibu yang memiliki balita sehingga ibu dapat memantau tumbuh kembang dan status balita dan juga kesejahteraan balita. Mengidentifikasi Dukungan Keluarga Responden ke posyandu di Desa Deket Agung Wilayah Kerja Puskesmas Sugio Kabupaten Lamongan Berdasarkan tabel 4. 5 didapatkan dari hasil penelitian bahwa Dukungan Keluarga ibu balita ke posyandu di Desa Deket Agung Wilayah Kerja Puskesmas Sugio Kabupaten Lamongan, hasil yang diperoleh yaitu sebagian besar ibu balita yang berkunjung ke posyandu memiliki dukungsan keluarga cukup sebanyak 57 dengan presentase 60%. Hampir setengahnya ibu balita yang berkunjung ke posyandu memiliki dukungsan keluarga baik sebesar 37 dengan presentase 39% dan sebagian kecil memiliki dukungsan keluarga kurang sebesar 1 dengan presentase 1%. Dari seluruh instumen pernyataan dukungan keluarga persentasi terbesar jawaban selalu berupa dukungan emosional yaitu keluarga selalu mengingatkan, apabila jadwal buka posyandu untuk membawa anak ke posyandu tiap bulannya yaitu MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 2 September 2025 https://ejournal. id/index. php/MM sebanyak 30 responden sebesar 31,6% Keluarga merupakan salah satu determinan social kesehatan yang dimana keluarga adalah lingkungan hidup seseorang yang sangat berpengaruh dalam membentuk perilaku seseorang (Rizqi, 2. Dengan demikian hasil penelitian ini selaras dengan penelitian terdahulu serta didukung dengan teori yang mengatakan bahwa Dukungan yang diberikan orang lain sangat mungkin untuk memberi sumbangan terhadap kestabilan psikologis seseorang. Hal tersebut menunjukkan bahwa dukungan keluarga sangat mempengaruhi tingkat kehadiran ibu balita ke posyandu lebih tinggi. Berdasarkan uraian tersebut di atas bahwa dukungan kelurga sangatlah berpengaruh tehadap sikap ibu dalam membawa balitanya ke posyandu, semakin baik dukungan kelurga kepada ibu maka akan semakin aktif pula ibu dalam membawa balita ke posyandu unuk memantau tumbuh kembang balita. Dalam upaya meningkatkan kunjungan ibu balita ke posyandu, perlu dilakukan pembinaan pada suami/keluarga melalui program-program tertentu sehingga suami dapat berperan serta aktif mendukung dalam pelaksanaan kunjungan ke posyandu. memiliki balita sehingga sehingga tumbuh kembang dan kesejahteraan balita dapat dipantau Menganalisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan dengan Kunjungan Balita Ke posyandu Di Desa Deket Agung Wilyah Kerja Puskesmas Sugio Kabupaten Lamongan Berdasarkan tabulasi silang pada tabel 4. 9 didapatkan hasil bahwa Sebagian besar ibu balita yang berpengetahuan cukup aktif melakukakan kunjungan ke posyandu sebesar 54 dengan presentase 90%, sedangkan ibu balita dengan penegetahuan baik dan aktif melakuakan kunjungan ke posyandu sebesar 6 dengan presentase 10% dan tidak satpun ibu yng berpengetahuan kurang dan aktif malakukan kunjungan ke posyandu sebesar 0. Ibu balita yang berpengetahuan kurang tidak aktif melakukaan kunjungan ke posyandu sebesar 28 dengan presentase 80%. Sebagian kecil ibu balita berpengetahuan cukup tapi tidak aktif melakukan kunjungan posyandu sebesar 7 dengan presntase 20% dan tidak satupun ibu balita berpengetahuan tinggi yang tidak aktif melakukan kunjungan ke posyandu sebesar Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman Rank, diperoleh hasil perhitungan dengan nilai signifikasi p value . < . dengan nilai korelasi . Spearman Rank sebesar 0,833 menunjukkan bahwa memiliki koefisien korelasi yang kuat dengan arah korelasi positif. Karena nilai signifikansi p value lebih kecil dari , maka H0 ditolak dan H1 diterima dengan demikian ada hubungan pengetahuan dengan kunjungan ibu balita ke posyandu di Desa Deket Agung Wilayah Kerja Puskesmas Sugio Kabupaten Lamongan. Penelitian ini selaras dengan penalitian yang dilakukan oleh (Sari, 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang Posyandu dengan kepatuhan kunjungan ke Posyandu Balita. Pengetahuan yang dimiliki ibu merupakan dasar untuk berbuat, karena itu kemampuan seseorang melakukan sesuatu tergantung pengetahuan yang ia miliki. Penelitian ini juga selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh (Herdiani and Sunirah, 2. Hasil uji statistik dengan uji chi square diperoleh nilai p = 0,000 < 0,05 maka secara statistik pada 0,05, ada hubungan yang bermakna antara Pengetahuan ibu dengan kunjungan ibu ke Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Abang Kabupaten PALI Tahun MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 2 September 2025 https://ejournal. id/index. php/MM Dengan demikian hasil penelitian ini selaras dengan penelitian terdahulu, serta diperkuat oleh teori yang menyatakan bahwa Pengetahuan yang dimiliki oleh individu merupakan salah satu faktor yang menentukan untuk mencari dan meminta upaya pelayanan kesehatan. Dinyatakan pula bahwa semakin tinggi pengetahuan individu tentang akibat yang ditimbulkan oleh suatu penyakit, maka semakin tinggi upaya pencegahan yang dilakukan. Berdasarkan uraian tersebut maka dalam upaya meningkatkan kunjungan ibu balita ke posyandu perlu dilakukan penyuluhan yang lebih mendalam pada masyarakat sehingga dapat meningkatkan pengetahuan yang dimiliki oleh Masyarakat terutama ibu balita tentang pentingnya mengikuti program posyandu terutama untuk memantau tumbuh kembang dan status balita dan juga kesejahteraan Menganalisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Persepsi Keterjangkauan dengan Kunjungan Balita Ke posyandu Di Desa Deket Agung Wilyah Kerja Puskesmas Sugio Kabupaten Lamongan Berdasarkan tabulasi silang pada tabel 4. 10 didapatkan hasil bahwa Sebagian besar ibu balita yang berpersepsi terjangkau ke posyandu aktif melakukakan kunjungan ke posyandu sebesar 47 dengan presentase 78,3%, sedangkan Ibu balita yang berpersepsi tidak terjangkau ke posyandu tetapi aktif melakukaan kunjungan ke posyandu sebesar 13 dengan presentase 21,7%. Sebagian besar ibu balita yang berpersepsi kurang terjangkau tidak aktif melakukan kunjungan ke posyandu sebesar 28 dengan presentase 80%, sedangkan ibu balita yang berpersepsi terjangkau tapi tidak aktif melakukan kunjungan posyandu sebesar 7 dengan presentase 20%. Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman Rank, diperoleh hasil perhitungan dengan nilai signifikasi p value . < . dengan nilai korelasi . Spearman Rank sebesar 0,568 menunjukkan bahwa memiliki koefisien korelasi yang kuat dengan arah korelasi positif. Karena nilai signifikansi p value lebih kecil dari , maka H0 ditolak dan H1 diterima dengan demikian ada hubungan persepsi keterjangkuan dengan kunjungan ibu balita ke posyandu di Desa Deket Agung Wilayah Kerja Puskesmas Sugio Kabupaten Lamongan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Rehing et al. , 2. Berdasarkan jurnal yang diteliti terdapat 3 jurnal yang menjelaskan adanya variabel jarak posyandu mempengaruhi ibu balita dalam kunjungan ke posyandu. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Khrisna et al. , 2. bahwa dari 61 responden jarak posyandu dekat dengan frekuensi kunjungan balita ke posyandu tinggi sebanyak 33 responden . ,1%) p value = 0,002. Dengan demikian penelitian ini selaras dengan penelitian yang dahulu dengan diperkuat dengan teori bahwa semakin kecil jarak jangkauan masyarakat terhadap suatu tempet pelayanan kesehatan maka akan semakin sedikit pula waktu yang diperlukan sehingga tingkat pemanfaatan pelayanan kesehatan meningktadan semakin jauh jarak jangkauan masyarakat terhadap suatu tempat pelayanan kesehatan maka akan semakin besar pula waktu yang diperlukan sehingga tingkat pemanfaatan kurang efektif Berdasarkan uraian tersebut di atas persepsi keterjangkauan ke tempat posyandu dapat mempengaruhi ibu balita membawa balitanya ke posyandu. Dalam MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 2 September 2025 https://ejournal. id/index. php/MM upaya meningkatkan kunjungan ibu balita ke posyandu dapat ditingkatkan melalui kegiatan posyandu keliling dapat memudahkan ibu melakukan kunjungan ke posyandu balita. Posyandu keliling diharapkan dapat membantu ibu meningkatkan kunjungan ke posyandu karenea lebih mendekatkan jarak sehingga masalah ibu bekerja dan jarak yang jauh dapat diatasi. Posyandu keliling efektif meningkatkan kunjungan ibu yang memiliki balita sehingga ibu dapat memantau tumbuh kembang dan status balita dan juga kesejahteraan balita. Menganalisis Faktor Yang Berhubungan dengan Dukungan Keluarga dengan Kunjungan Ibu Balita Ke posyandu Di Desa Deket Agung Wilyah Kerja Puskesmas Sugio Kabupaten Lamongan Berdasarkan tabulasi silang pada tabel 4. 11 didapatkan hasil bahwa Sebagian besar ibu balita yang dukungan cukup aktif melakukakan kunjungan ke posyandu sebesar 43 dengan presentase 71,1%, sedangkan Sebagian kecil ibu balita dengan dukungan keluarga baik aktif melakuakan kunjungan ke posyandu sebesar 17 dengan presentase 28,3% dan tidak satpun ibu yng dukungan keluarga kuarang dan aktif malakukan kunjungan ke posyandu sebesar 0. Sebagaian besar Ibu balita yang dukungan keluarga cukup tidak aktif melakukaan kunjungan ke posyandu sebesar 31 dengan presentase 88,6%. Sebagian kecil ibu balita dukungan keluarga baik tapi tidak aktif melakukan kunjungan posyandu sebesar 2 dengan presntase 5,7% dan Sebagian kecil ibu balita dukungan kuarang yang tidak aktif melakukan kunjungan ke posyandu sebesar 2 dengan presentase 5,7%. Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman Rank, diperoleh hasil perhitungan dengan nilai signifikasi p value . < . dengan nilai korelasi . Spearman Rank sebesar 0,545 menunjukkan bahwa memiliki koefisien korelasi yang kuat dengan arah korelasi positif. Karena nilai signifikansi p value lebih kecil dari , maka H0 ditolak dan H1 diterima dengan demikian ada hubungan dukungan keluarga dengan kunjungan ibu balita ke posyandu di Desa Deket Agung Wilayah Kerja Puskesmas Sugio Kabupaten Lamongan. Penelitaian ini selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh (Amalia et al. Berdasarkan uji statistic Chi Square, diperoleh nilai p = 0,001. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga terhadap kunjungan ibu membawa balita ke posyandu kelurahan Tanjung Pauh dengan OR 6. 853 yang artinya ibu balita yang memiliki dukungan keluarga kurang baik berpeluang 6. 853 kali untuk tidak berkunjung ke Posyandu membawa balita dibandingkan dengan yang memiliki dukungan keluarga baik. Penelitian ini juga selaras dengan penelitian yang dilakuakan oleh (Sari, 2. Berdasarkan hasil penelitian dengan uji statistic Continuity Correction antara dukungan keluarga dengan kunjungan balita ke posyandu diperoleh nilai P-value = 0,011 yang lebih kecil daripada . sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna secara statistik antara dukungan keluarga dengan kunjungan balita ke posyandu. Nilai OR dapat dilihat bahwa adanya dukungan keluarga memiliki peluang kunjungan 5,029 lebih besar dari tidak ada dukungan keluarga. Dengan demikian penelitian ini selaras dengan penelitian yang dahulu dengan diperkuat dengan teori bahwa teori yang mengatakan bahwa Dukungan yang diberikan orang lain sangat mungkin untuk memberi sumbangan terhadap kestabilan psikologis seseorang. Hal tersebut menunjukkan bahwa dukungan keluarga sangat mempengaruhi Tingkat kehadiran balita ke posyandu lebih tinggi. MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 2 September 2025 https://ejournal. id/index. php/MM Meskipun demikian ada 2 responden dengan presentase 5,7% yang mendapatkan dukungan kurang dari keluarga tetapi justru aktif melakukan kunjungan ke posyandu, hal ini dikarenakan kesadaran ibu balita yang cukup tinggi untuk melakukan kunjungan ke posyandu meskipun dengan dukungan keluarga yang kurang ibu balita masih bisa aktif mengikuti membawa balita ke posyandu. ada juga dukungan keluarga kurang dengan frekuensi kunjungan ke posyandu yang kurang aktif sebanyak 2 responden dengan presentase 5,7%, hal ini dikarenakan dukungan keluarga yang kurang dan juga kesadaran ibu balita yang kurang sehingga ibu balita kurang aktif melakukan kunjungan ke posyandu. Berdasarkan uraian tersebut di atas bahwa dukungan kelurga sangatlah berpengaruh tehadap sikap ibu dalam membawa balitanya ke posyandu, semakin baik dukungan kelurga kepada ibu maka akan semakin aktif pula ibu dalam membawa balita ke posyandu unuk memantau tumbuh kembang balita. Dalam upaya meningkatkan kunjungan ibu balita ke posyandu, perlu dilakukan pembinaan pada suami/keluarga melalui program-program tertentu sehingga suami dapat berperan serta aktif mendukung dalam pelaksanaan kunjungan ke posyandu. memiliki balita sehingga sehingga tumbuh kembang dan kesejahteraan balita dapat dipantau. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab-bab terdahulu, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan pengetahuan, dukungan keluarga dan persepsi keterjangkauan posyandu dengan kunjungan ibu balita ke Posyandu Di Desa Deket Agung Wilayah Kerja Puskesmas Sugio Kabupaten Lamongan. Hasil penelitian ini memberikan suatu hal bagi tenaga kesehatan dalam peningkatan edukasi berupa penyegaran dan edukasi berulang tentang posyandu. Tenaga kesehatan dapat memperluas sasaran edukasi posyandu bukan hanya kepada ibu balita, namun kepada anggota keluarga balita, dengan harapan mereka dapat memberikan dukungan kepada ibu balita untuk aktif berkunjung ke posyandu. Kerjasama dengan sektor lain di luar kesehatan, seperti pemerintah daerah dalam pembangunan sarana dan prasarana juga diperlukan untuk semakin memudahkan ibu dalam berkunjung, bukan hanya jarak namun juga ketersediaan alat transportasi bahkan berupa fasilitas penjemputan. DAFTAR PUSTAKA