AGROTECH, 7. , 2025 https://doi. org/10. 37631/agrotech. ISSN 2548-3757 (Prin. dan ISSN 2620-7508 (Onlin. Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Journal homepage: https://ejournal. id/index. php/agrotech Hubungan Asi Eksklusif. Riwayat Mp-Asi dan Pola Pemberian Makan terhadap Kejadian Picky Eater Anak Usia 1-3 Tahun di Posyandu Apel Lima Jagakarsa Fitri Ramadhani Barus1*. Annisa Yuri Ekaningrum2. Siti Soraya3 1,2,3 Program Studi S1 Gizi Universitas Indonesia Maju *Email koresponding: framadhani934@gmail. Article Info Info Artikel Katakunci: Asi Ekslusif. Riwayat MP-Asi. PolaPemberian Makan. Picky Eater Abstract Picky eater children have the potential to experience nutritional deficiencies in the long term. This habit will affect the child's growth and development, thereby affecting the child's nutritional status. The World Health Organization . states that globally, 149. 2 million children under the age of 5 are stunted, 45. million are underweight, and 38. 9 million are overweight. The research aim is to determine correlation among exclusive breastfeeding, history of complementary foods for breast milk, and feeding patterns on the incidence of picky eaters in children aged 1-3 years at Posyandu Apel Lima Jagakarsa 2024. The research design is cross sectional with sample of 44 respondents which simple random method and data measured using a questionnaires. The analysis used is univariate and bivariate analysis with the chi-square test. The result in study showed a breast milk (P-value 0. , history of complementary foods foe breast milk . , and feeding patterns . -value 0. -value > 0,. can be concluded no relationship between breast milk, history of complementary foods foe breast milk and feeding patterns with the incidence of picky eaters. Abstrak Anak picky eater berpotensi mengalami defisiensi zat gizi dalam jangka panjang. Kebiasaan ini akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga mempengaruhi status gizi anak. World Health Organization . menyebutkan secara global, 149,2 juta anak di bawah usia 5 tahun mengalami stunting, 45,4 juta kurus, dan 38,9 juta kelebihan berat badan. Untuk mengetahui Hubungan Asi Eksklusif. Riwayat Mp-Asi, dan Pola Pemberian Makan Terhadap Kejadian Picky Eater Anak Usia 1-3 Tahun di Posyandu Apel Lima Jagakarsa 2024Ay. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 44 responden yang ditentukan dengan menggunakan metode simple random sampling dan data diukur menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil dari penelitian di dapatkan asi eksklusif . -value 0,. , riwayat pemberian makanan pendamping asi . -value 0,08 ), dan pola pemberian makan . -value 0,. value > 0,. yang berarti tidak ada hubungan asi eksklusif, riwayat makanan pendamping asi dan pola pemberian makan dengan kejadian picky eater. Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 7. Fitri Ramadhani Barus. Annisa Yuri Ekaningrum Siti Soraya PENDAHULUAN Anak yang mendapat gizi seimbang sejak dini akan tumbuh menjadi anak yang sehat dan berkualitas. Gizi yang seimbang dapat di peroleh dengan mengonsumsi makanan yang beragam. Mengonsumsi makanan yang beragam dapat menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat gizi dalam tubuh (Utami, 2. Pada anak usia satu sampai tiga tahun mengonsumsi makanan yang beragam merupakan hal yang sulit di karenakan, pada masa ini anak cendrung pilih-pilih makanan atau yang di sebut dengan picky eater. Penelitian terdahulu banyak menyatakan bahwa anak yang mengalami picky eater cendrung kekurangan zat gizi mikro yang berakibat pada terganggunya pertumbuhan anak (Arisandi, et al. , 2. Faktor resiko dari perilaku picky eater pada anak adalah malnutrisi, karena cenderung mengkonsumsi lebih sedikit sumber energi, protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral dibandingkan dengan non picky eater (Hardianti et al. , 2. Perilaku Picky eater juga dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan atau gangguan pertumbuhan dan perkembangan seperti stunting, obesitas dan perkembangan otak. Secara umum, picky eater cenderung mengalami kekurangan gizi atau berisiko mengalami kekurangan berat badan sehingga anak akan tampak lebih kurus (Noviana, 2. Data World Health Organization (WHO, 2. menyebut bahwa 42% dari 15,7 juta kematian anak di dunia pada rentang usia 5 tahun kebawah, sebagian besar oleh gizi buruk yang disebabkan oleh anak picky eater. Hal ini terjadi paling banyak di negara Asia dan Afrika (Suryani et al. Di Singapura ditemukan prevalensi picky eater sebesar 25,1%, di Taiwan usia 35 tahun sebesar 72% (Chao & Chang, 2. Prevalensi picky eater di Amerika menunjukkan bahwa pada anak prasekolah antara lain kurangnya variasi pangan sebanyak . ,1%), penolakan pada sayur, buah, daging dan ikan . ,8%), dan metode pemasakan tertentu sebesaar 51,2% (QoriAoah et al. , 2. Berdasarkan usia, prevalensi picky eater secara konsisten meningkat sejalan dengan peningkatan usia dari 4-24 bulan, yaitu berkisar antara 17-47% pada laki-laki dan 23-54% pada perempuan. Hasil penelitian di Belanda menunjukkan bahwa prevalensi picky eater tertinggi pada usia 3 tahun . ,6%) apabila dibandingkan dengan usia 1,5 maupun usia 6 tahun (Nur Azizah et al. , 2. Prevalensi picky eater di Indonesia pada tahun 2010 yaitu sebanyak 45,5% tahun 2012 meningkat menjadi 77% dan pada tahun 2016 meningkat menjadi 35,4%. Indonesia anak yang mengalami picky eater sekitar 44,5% mengalami malnutris ringan sampai sedang dan sekitar 79,2% telah mengalami picky eater lebih dari 3 bulan (Iradhah Azzahrah et al. , 2. Perilaku picky eater banyak di temukan di kota-kota besar seperti di DKI Jakarta pada anak usia 2-5 tahun memiliki perilaku picky eater sebanyak 27,6%, di Semarang terdapat 60,3%, (Kusuma et al. , 2. sedangkan di Depok sebanyak 82% pada anak usia 3-6 tahun, dan di Bekasi sebanyak 59,5% pada anak usia 6-60 bulan, di Serang Banten terdapat 59% dan di Riau sebanyak 35,4% (Insan et al. , 2. Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 7. Fitri Ramadhani Barus. Annisa Yuri Ekaningrum Siti Soraya Orang tua memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak yang di mulai dari, inisiasi menyusui dini, memberi asi eksklusif dan pemberian makanan pendamping asi yang tepat untuk anak. Menurut studi penelitian terdahulu, pemberian asi eksklusif berpengaruh terhadap tingkat pilih-pilih makanan pada anak. Berdasarkan data WHO . , angka pemberian asi eksklusif masih cukup rendah, yaitu sekitar 44% dari tujuan pemberian Asi Eksklusif sebesar 50% (Saragih & Istianah, 2. Pemberian makanan peadamping asi yang tepat dapat mengembangkan kemampuan anak untuk menerima berbagai variasi makanan dengan bermacamAemacam rasa dan bentuk yang dapat meningkatkan kemampuan bayi untuk mengunyah, menelan, dan beradaptasi terhadap makanan baru (Lestiarini & Sulistyorini, 2. Selain asi dan makanan pendaming asi pola pemberian makan yang tepat pada anak sangat berperan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembagan balita. Pemberian pola makan yang tepat dapat meningkatkan gizi anak. Jika pola pemberian makan pada anak tidak tercapai dengan baik, maka pertumbuhan anak akan terganggu. Sehingga penerapan pola pemberian makan yang tepat di lakukan sejak dini agar anak tidak mengalami perilaku picky eater (Lintang Puspita, 2. Studi pendahuluan yang dilakukan di wilayah kerja Posyandu Apel Lima di bawah naungan Puskesmas Jagakarsa 1, tepatnya di Kelurahan Jagakarsa. RW/07, prevalensi perilaku picky eater yang dialami oleh anak berusia satu sampai tiga tahun yang terdaftar di buku register posyandu tahun 2023 adalah sebanyak 38%. Dari pendataan yang di lakukan setiap di adakanya kegiatan posyandu, data terakhir pada bulan Maret 2024, perilaku picky eater pada usia satu sampai tiga tahun sebanyak 33,3% dan dari 33,3% anak yang picky eater 10 di antaranya mengalami kurang gizi ringan. Berdasarkan uraian latar belakang di atas mengenai banyak nya anak yang mengalami picky eater, dan berakibat malnutrisi, maka penulis ingin mengetahui apakah ada Hubungan Asi Eksklusif. MP-Asi dan Pola Pemberian Makan dengan Kejadian Picky Eater pada Anak Usia 1-3 Tahun di Posyandu Apel Lima Jagakarsa. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain crossectional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Asi Eksklusif. Riwayat Mp-Asi dan Pola Pemberian Makan Terhadap Kejadian Picky Eater di Posyandu Apel Lima Kelurahan Jagakarsa 2024. Sampel yang di gunakan dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak yang berusia 1-3 tahun. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 44 responden. Jenis data adalah data sekunder dan primer. Data sekunder berupa data balita yang di dapatkan dari Posyandu Apel Lima Kel. Jagakarsa. Dan data primer di peroleh dari kuosioner yang telah di isi oleh responden. Variabel dependen yang digunakan pada penelitian adalah Perilaku picky eater pada anak usia 1-3 tahun. Sedangkan variabel Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 7. Fitri Ramadhani Barus. Annisa Yuri Ekaningrum Siti Soraya independen pada penelitian ini yaitu Asi Eksklusif. Riwayat Mp-Asi dan Pola Pemberian Makan. Instrumen yang di gunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang terdiri dari kuesioner picky eater, riwayat asi eksklusif, riwayat makanan pendamping asi dan pola pemberian makan. Kuesioner picky eater terdiri dari 13 pertanyaan yang disesuaikan dengan (Kwon et al. , 2. Kuesioner riwayat makanan pendamping asi terdiri dari 7 pertanyaan meliputi usia bayi saat pertama kali mendapatkan makanan tambahan, frekuensi, jumlah makanan dan tekstur makanan pendamping Asi yang akan diberikan pada anak (Nur Hadibah Hanum, 2. Kuesioner pola pemberian makan terdiri dari 15 pertanyaan meliputi, jenis makanan, jadwal makan dan jumlah makanan. kuesioner yang di gunakan adalah Child Feeding Quetionaire (CFQ) yang telah di validasi oleh (Prakhasita, 2. Kuesioner pola pemberian makan juga telah di uji ulang oleh peneliti dengan hasil validasi pada r tabel adalah 0,48 dan hasil uji reabilitas adalah 0,94 . angat reliebe. Uji statistic yang di gunakan adalah uji kai kuadrat atau chi square. Chi Kuadrat adalah teknik statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis bila dalam populasi terdiri atas dua atau lebih dimana data berbentuk nominal dan uji ini dilakukan untuk menguji perbedaan lebih dari dua proporsi untuk data kategorik. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan penelitian maka karateristik responden dapat di lihat pada tabel 1: Tabel 1. Karakteristik Responden Penelitian Variabel 1 tahun 2 tahun 3 tahun Total Perempuan Laki-laki Total Usia Jenis Kelamin Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 7. Fitri Ramadhani Barus. Annisa Yuri Ekaningrum Siti Soraya Tabel 1. Menunjukkan bahwa dari 44 responden mayoritas usia anak yang di teliti berusia 2 tahun sebanyak 17 . ,6%). Dengan usia minimal 1 tahun dan maksimal usia 3 tahun. Tabel 1 juga menunjukkan bahwa dari 44 responden mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 29 . ,9%). Berdasarkan penelitian maka gambaran picky eater pada responden dapat di lihat pada tabel 2: Tabel 2. Gambaran Picky Eater pada Responden Penelitian Variabel Picky Eater NonPicky Eater Total StatusPicky Eater Tabel 2. Menunjukkan bahwa dari 44 responden mayoritas anak tidak mengalami picky eater sebanyak 27 . ,4%) dan anak yang mengalami picky eater sebanyak 17 . ,6%). Dari wawancara dan kuesioner yang di bagikan kepada orang tua, di dapat bahwa sebagian anak lebih tertarik mengonsumsi makanan ringan di banding dengan makanan utama. Makanan ringan yang biasa di konsumsi adalah makanan yang memiliki rasa manis dan gurih seperti cokelat, permen, kerupuk, biskuit, minuman kemasan dan snack ringan lainnya. Tabel 3. Hubungan Asi Eksklusif dengan Kejadian Picky Eater Status Picky Eater Status Asi Eksklusif Picky Eater NonPicky Eater Tidak Eksklusif Eksklusif Total p-value 0,76 Tabel 3. Menunjukkan bahwa dari 44 responden pada status asi eksklusif yang tidak di beri asi eksklusif terdapat 8 . ,1 %) anak yang mengalami picky eater, dan 11 . ,9%) anak yang tidak mengalami picky eater. Pada status anak yang di beri asi eksklusif terdapat 9 . ,0%) anak yang mengalami picky eater dan 16 . ,0%) anak yang tidak mengalami picky eater. Hasil uji statistik diperoleh nilai . -value 0,. yang dimana hasil Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 7. Fitri Ramadhani Barus. Annisa Yuri Ekaningrum Siti Soraya ini lebih besar dari 0,05. Dengan kesimpulan bahwa tidak ada hubungan antara asi eksklusif dengan kejadian picky eater pada anak usia 1-3 tahun di posyandu Apel Lima Jagakarsa Tahun 2024. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki anak yang tidak mengalami picky eater. Tetapi nilai pada tabel hubungan asi eksklusif dengan kejadian picky eater di dapatkan bahwa anak yang memiliki riwayat asi eksklusif cenderung tidak memiliki perilaku picky eater. Karena asi dapat memberikan manfaat sensoris dari segi aroma dan rasa. Asi mengandung beberapa rasa, seperti manis, asin dan pahit. Kemampuan bayi untuk mengetahui dan menerima rasa dan selera terus berkembang dimulai sejak masih dalam kandungan hingga setelah lahir (Arifah et , 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Nur Azizah et al. , 2. balita di posyandu yang menyatakan tidak adanya hubungan antara riwayat pemberian asi eksklusif dengan picky eater dikarenakan anak balita sudah dipengaruhi oleh pola pengasuhan dan lingkungan sehingga jika anak tidak diberikan asi eksklusif, masih bisa diubah dan diperbaiki pada kebiasaan pola asuh pemberian makan yang baik serta didukung oleh lingkungan (Nur Azizah et al. , 2. Pada penelitian ini sebagian ibu tidak memberi asi eksklusif pada anak di sebabkan asi yang tidak keluar, merupakan pengalaman pertama, dan kurangnya pengetahuan ibu. Berat badan bayi yang kurang juga menjadi alasan ibu memberi tambahan susu formula untuk mempercepat pertambahan berat badan anak. Tabel 4. Hubungan Riwayat Mp-Asi dengan Kejadian Pikcy Eater Status Picky Eater Riwayat MP-Asi p-value Non Picky Eater Picky Eater Tidak tepat Tepat Total 0,08 Tabel 4. Menunjukkan bahwa dari 44 responden pada riwayat pemberian makanan pendamping asi dengan status riwayat pemberian yang tidak tepat terdapat 8 . ,5%) anak yang mengalami picky eater, dan 5 . ,5%) anak yang tidak mengalami picky Pada status anak dengan riwayat pemberian makanan pendamping asi yang tepat terdapat 9 . anak yang mengalami picky eater dan 22 . ,0%) anak yang tidak mengalami picky eater. Hasil uji statistik diperoleh nilai . -value 0,. yang dimana Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 7. Fitri Ramadhani Barus. Annisa Yuri Ekaningrum Siti Soraya hasil ini lebih besar dari 0,05. Dengan kesimpulan bahwa tidak ada hubungan antara riwayat pemberian makanan pendamping asi dengan kejadian picky eater pada anak usia 1-3 tahun di posyandu Apel Lima Jagakarsa Tahun 2024. Pemberian makanan pendamping asi merupakan awal pengenalan makanan selain asi yang dapat mempengaruhi penerimaan makanan pada anak. Preferensi makan anak yang berkembang secara genetik menggambarkan kecenderungan dan pengalaman seperti paparan secara berulang, suasana saat pemberian makan berlangsung, lingkungan psikologis dan sosial. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian yang di lakukan oleh (Cahyani, 2. terdapat hubungan antara riwayat pemberian makanan pendamping asi dengan persepsi perilaku picky eater . <0,. Sebagian orang tua memberikan makanan pendamping asi dini dikarenakan faktor sosial budaya masyarakat setempat. Secara turun temurun mereka percaya bahwa bayi yang hanya di beri asi tidak akan kenyang sehingga pemberian makanan pendamping asi lebih cepat meskipun bayi belum berumur enam bulan. Pemberian makanan pendamping asi dini dapat menyebabkan peningkatan risiko alergi makanan, kelebihan berat badan, dan obesitas (Apriliani et al. , 2. Pemberian makanan pendamping asi yang terlambat juga dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan bayi karena, kebutuhan nutrisi bayi tidak tercukupi (Hidayah et al. , 2. Dari data kuesioner ibu balita masih ada yang memberi makanan pendamping asi pada anaknya sebelum usia enam bulan di karenakan anak menangis dan rewel. Perbedaan hasil penelitian ini dengan penelitian terdahlu kemungkinan karena kecilnya proporsi picky eater dan riwayat makanan pendamping asi yang tidak tepat. Pengaruh pola pemberian makan juga bisa mempengaruhi perilaku makan anak. Tabel 5. Hubungan Pola Pemberian Makan dengan Kejadian Picky Eater Status Picky Eater Pola Pemberian Makan Picky Eater Non Picky Eater Tidak tepat Tepat Total P-value 0,52 Tabel 5. Menunjukkan bahwa dari 44 responden pada status pola pemberian makan dengan pola pemberian makan yang tidak tepat terdapat 7 . ,7%) anak yang mengalami picky eater, dan 8 . ,3%) anak yang tidak mengalami picky eater. Pada status anak dengan pola pemberian makan yang tepat terdapat 10 . ,6%) anak yang mengalami picky eater dan 19 . ,5%) anak yang tidak mengalami picky eater. Hasil Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 7. Fitri Ramadhani Barus. Annisa Yuri Ekaningrum Siti Soraya uji statistik diperoleh nilai . -value 0,. yang dimana hasil ini lebih besar dari 0,05. Dengan kesimpulan bahwa tidak terdapat hubungan antara pola pemberian makan dengan kejadian picky eater pada anak usia 1-3 di posyandu Apel Lima Jagakarsa Tahun 2024. Perilaku picky eater dipengaruhi oleh faktor lain seperti variasi makanan ibu yang memberikan anak dengan menu yang bervariatif sejak kecil akan memberikan pengaruh yang positif kepada anak sehingga anak tidak suka pilih-pilih makanan. Hasil penelitian ini bertolak belakang dengan teori yang menyatakan bahwa pola pemberian makan yang baik dan tepat cendrung membentuk perilaku makan yang baik pada anak. Teori ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang telah di lakukan oleh (Hijja, 2. yang menyebutkan bahwa pola pemberian makan yang baik oleh ibu meliputi interaksi positif orang tua dan anak, terciptanya lingkungan sosial yang baik dalam membentuk emosional anak, pendampingan saat makan, suasana positif di rumah berkaitan dengan kuantitas dan kualitas asupan makan anak sehingga cenderung membentuk perilaku makan yang baik pada anak (Hijja, 2. Penelitian serupa juga di lakukan oleh Puspitasari, 2017 yang menyebutkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara praktik pemberian makan dengan perilaku picky eater. Penelitian tersebut menunjukkan anak dengan praktik pemberian makan kurang baik dapat beresiko mengalami picky eater 13 kali lebih tinggi dari pada ibu dengan praktik pemberian makan yang baik. Pada penelitian ini sebagian ibu bekerja sehingga kurang interaksi dengan anak terutama pada jadwal makan anak yang berpengaruh pada perilaku makan anak. Banyaknya paparan makanan juga dapat mempengaruhi perpindahan seorang anak tampak pilih-pilih tentang makanan untuk menerima berbagai macam makanan. (Yulianti Rahmah. Khairuna, 2. KESIMPULAN Tidak ada hubungan antara Asi Eksklusif . Riwayat Mp- Asi, dan Pola Pemberian Makan dengan kejadian Picky Eater pada anak usia 1-3 tahun di posyandu Apel Lima Jagakarsa 2024. DAFTAR PUSTAKA