Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Jakarta Peningkatan Kompetensi Karang Taruna Desa Cisaat. Kabupaten Subang. Jawa Barat Melalui Pelatihan Bahasa Mandarin Rendy Aditya1. Vanya Zelia2. Putri Ananda Pangestu3. Shafa Fatharani4 Universitas Negeri Jakarta. Indonesia Email Address rendyadityaunj@gmail. vanyazelia@unj. putrianandapangestu@gmail. shafafatharani2400@gmail. Kata Kunci Peningkatan Kompetensi. Pelatihan Bahasa Mandarin. Modul Ajar Abstrak Wisata alam dan edukasi merupakan salah satu pilihan ragam wisata. Wisata alam tidak hanya sebagai tujuan wisata saja, namun diharapkan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi dan aktivitas sosial warga setempat. Salah satu wilayah destinasi wisata alam dan edukasi di Indonesia adalah Desa Cisaat. Kabupaten Subang. Jawa Barat. Dengan terdapatnya wisata edukasi yang dikunjungi wisatawan, khusunya wisatawan asing, tentunya dibutuhkan penguasaan bahasa asing. Diadakannya Program Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Progam Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Jakarta (PSPBM UNJ) bertujuan untuk berkontribusi dalam melakukan edukasi kepada warga Cisaat, khususnya anggota karang taruna yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwi. desa Cisaat. Untuk memiliki kemampuan bahasa asing, tentunya diperlukan materi ajar yang dapat digunakan oleh pengelola wisata Desa Cisaat. PSPBM bekerjasama dengan Pokdarwis Desa Cisaat mewujudkan hal ini. Sebagai prodi pendidikan. PSPBM menyusun modul ajar bahasa Mandarin untuk digunakan Pokdarwis dan masyarakat Desa Cisaat, guna berkomunikasi dengan wisatawan asal Cina. Penyusunan modul ajar diawali dengan analisis kebutuhan, yaitu melakukan kunjungan ke tempat-tempat wisata dan edukasi di Desa Cisaat untuk mengetahui situasi dan kondisi tempattempat tersebut. Modul ajar ini terdiri dari empat bab, dengan bab pertama berupa penjelasan dan latihan lafal dan ton dalam bahasa Mandarin, diikuti tiga bab berikutnya mengenai tempat wisata dan edukasiyang dapat digunakan untuk memandu wisatawan. Setiap bab terdiri atas kosakata, dialog, dan latihan. Produk kegiatan P2M ini diharapkan dapat digunakan oleh para anggota karang taruna yang tergabung dalam Pokdarwis desa Cisaat untuk berkomunikasi dengan wisataan asing dari Cina. PENDAHULUAN Universitas Negeri Jakarta telah melakukan kerja sama dengan Pemda Kabupaten Subang Jawa Barat guna membangun potensi desa wisata Cisaat. Kerja sama tersebut dilakukan pada Jumat 22 Februari 2022. Tujuan dari kerja sama tersebut adalah pengembangan desa wisata yang dapat meningkatkan pendapatan ekonomi dan aktivitas sosial warganya. Pihak Universitas Negeri Jakarta juga telah melakukan pengkajian terhadap potensi apa yang dapat Namun dalam proses pengembangan tersebut tentu saja tidak berjalan tanpa Misalnya dalam menarik wisatwan mancanegara, kendala bahasa asing merupakan salah satu masalah yang sedang dihadapi oleh masyarakat setempat. Permasalahan dalam lemahnya komunikasi dengan pengunjung dapat disebabkan oleh salah satu sebab yaitu penguasaan bahasa asing yang belum memadai dari para pengelola desa wisata tersebut. Tingkat kunjungan wisatawan asing ke Indonesia juga berasal dari berbagai negara, salah satunya yaitu dari Tiongkok sehingga kebutuhan akan penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Mandarin sangat diperlukan. Perbedaan bahasa antar negara dirasakan sebagai salah satu aspek yang harus dihadapi dan dicari solusinya agar para pelaku wisata negara dapat tetap berinteraksi dengan para wisatawan mancanegara. Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2021 | Permintaan yang tinggi para pemandu wisata dan pegawai yang menguasai bahasa Mandarin sangat tinggi, hal tersebut dapat digunakan untuk menumbuhkan potensi wisata dan perekonomian daerah tersebut. diharapkan dosen-dosen bahasa Mandarin dapat ikut menyumbangkan ilmunya dalam membangun kepariwisataan Indonesia dan ekonomi kreatif khususnya untuk masyarakat di desa Cisaat Kabupaten Subang. Jawa Barat. IDENTIFIKASI MASALAH Berdasarkan latar belakang di atas, fokus kegiatan pengabdian pada masyarakat ini yaitu mengadakan peningkatan kompetensi bahasa Mandarin dasar bagi karang taruna desa yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwi. desa Cisaat, kabupaten Subang. Jawa Barat. Untuk memiliki kemampuan bahasa asing, tentunya diperlukan materi ajar yang dapat digunakan oleh pengelola wisata Desa Cisaat. Oleh sebab itu tim pengabdian Penyusunan buku ajar tentu diawali dengan analisis kebutuhan, yaitu mengunjugi tempat-tempat wisata dan edukasi di Desa Cisaat untuk mengetahui situasidan kondisi tempat-tempat tersebut. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini mempunyai beberapa tujuan, yaitu: Membuat modul ajar bahasa Mandarin. Meningkatkan kompetensi anggota karang taruna. Memberikan pengarahan dan cara belajar bahasa Mandarin secara mandiri Mempererat pembinaan hubungan baik antara Universitas Negeri Jakarta. Fakultas Bahasa dan Seni, serta Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin dengan Desa Cisaat. Setelah mengikuti pelatihan ini, para anggota karang taruna yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwi. desa Cisaat Cisaat dan masyarakat sekitar akan mampu menerapkan penggunaan bahasa Mandarin dalam memandu wisatawan asing, khususnya wisatawan dari Tiongkok. Selain itu diharapkan peserta pelatihan dapat menggunakan media dan bahan ajar bahasa Mandarin secara Bahan ajar disusun berdasarkan kebutuhan yang telah diobservasi dan dianalisi Materi bahan ajar teridiri atas topik-topik tentang tempat wisata dan edukasi di desa Cisaat. METODE PELAKSAAN Hasil dari pelaksanaan identifikasi masalah yaitu yang dilakukan dengan cara observasi ke lokasi tujuan, serta melihat situasi lapangan dengan kondisi mitra secara bersama- sama, sehingga telah disepakati solusi yang dikonsolidasi bersama. Maka metode pendekatan guna menyelesaikan permasalahan terdiri dari persiapan, penjelasan, pelatihan dan evaluasi. Hasil pembahasan dari pelaksanaan pengabdian ini sesuai dengan metode pelaksanaan yang terdiri dari beberapa tahapan yang dijelaskan sebagai berikut: Kerangka Pemecahan Masalah Penyusunan kerangka pemecahan masalah ini dilakukan guna mendapatkan solusi atas permasalahan yang ada dilapangan. Dalam penyusunan kerangka pemecahanmasalah, tim pengabdian melakukan kegiatan observasi ke desa Cisaat. Hal tersebut dilakukan guna mengetahui kendala atau permasalahan apa yang terdapat dilokasi kegiatan. Dengan demikian tim pengabdian mampu memetakan apa saja yang diperlukan agar kegiatan pengabdian tersebut dapat dilakukan dengan baik. Prosedur Kegiatan Waktu pelaksanaan P2M yaitu berdurasi 9 bulan. Langkah-langkah pelaksanaan P2M direncanakan sebagai berikut: Rendy Aditya. Vanya Zelia. Putri Ananda Pangestu. Shafa Fatharani Mengajukan permohonan surat permohonan akan mengadakan peningkatan kompetensi bagi anggota karang taruna yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwi. desa Cisaat dan masyarakat sekitar. Bersama perangkata desa Cisaat mensosialisasikan rencana program kegiatan kepada anggota karang taruna yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwi. desa Cisaat dan pemandu wisata setempat. Mengkoordinasikan kegiatan, dengan pembagian tugas: Tim pengabdian menyiapkan rencana kegiatan yang akan dilakukan. Berkoordinasi dengan anggota Karang Taruna yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwi. desa Cisaat menyiapkan ruangan/tempat untuk melakukan koordinasi serta perlengkapannya. Melakukan tinjauan lokasi terhadap kegiatan . nalisis kebutuha. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui hal apa saja yang diperlukan dalam penyusunan modul ajar guna membantu pelaksanaan kegiatan pelatihan nantinya. Menyusun modul ajar bahasa Mandarin dengan menyesuaikan kebutuhan bagi anggota karang taruna yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwi. desa Cisaat dan pemandu wisata setempat. Menyusun laporan hasil kegiatan analisis kebutuhan yang telah dilakukan. Menyerahkan hasil laporan kegiatan pengabdian pada masyarakat ke FakultasBahasa dan Seni dan LPPM Universitas Negeri Jakarta Penyusunan Modul Ajar Penyusunan bahan ajar bahasa Mandarin yaitu merupakan target luaran dari hasil analsisi kebutuhan yang telah dilakukan oleh tim pengabdian. untuk anggota karang taruna Desa Wisata Cisaat Kabupaten Subang, terdiri dari 2 dosen dan 2 mahasiswa, yaitu Bapak Rendy Aditya. TCFL. Pd. Ibu Vanya Zelia. Pd. , serta dua orang mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin, yaitu Putri Ananda Pangestu, dan Shafa Fatharani. Dosen merancang penyusunan analisis kebutuhan materi pembelajaran. Anggota mahasiswa merancang tampilan media pembelajaran yang akan digunakan pada saat pelatihan, serta mencari bahan-bahan lainnya. Dalam kegiatan ini modul ajar yang telah disusun yaitu terdiri dari lima tema. Tema yang telah disusun adalah sebagai berikut: Fonetik dan tone dalam bahasa Mandarin. Nada dalam bahasa Mandarin Tema perkenalan Pemandu Wisata Bentuk kata kerja dalam bahasa Mandarin Pemilihan tema pembelajaran yang telah dibuat ini, merupakan hasil diskusi tim pengabdian yang merupakan hasil dari evaluasi observasi. Sehingga tema pembelajaran tersebut diharapkan mampu mempercepat dan mempermudah dalam pembelejaran bahasa Mandarin anggota karangtaruna desa Cisaat. Kabupaten Subang. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pembahasan dari pelaksanaan pengabdian ini sesuai dengan metode pelaksanaan yang terdiri dari beberapa tahapan yang dijelaskan sebagai berikut: Tahap Persiapan Pada tahap persiapan kegiatan, tim pengabdian melakukan rapat guna menyamakan persepsi terkait bentuk kegiatan, tujuan kegiatan, rencana pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi yang dilakukan selama kegiatan. Pelaksanaan kegiatan ini akan memerlukan waktu selama 9 bulan. Sehingga mengingat durasi kegiatan, maka perlu persiapan yang matang guna memahami kegiatan yang akandilakukan tersebut. Tahap Observasi Pada kegiatan analisis kebutuhan ini, waktu kunjungan yang digunakan adalah sebanyak dua kali kunjungan ke desa Cisaat. Kabupaten Subang. Jawa Barat. Kunjungan yang Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2021 | pertama yaitu bertemu dengan kepala desa, anggota Pokdarwis, dan ketua Karangtaruna desa, guna mensosialisasikan rencana kegiatan yang akan diselenggarakan di desa tersebut, yaitu didesa wisata Cisaat. Serta melihat apa yang diperlukan dalam penentuan tema materi ajar yang akan dibuat. Misalnya potensi wisata atau kegiatan industry apa yang ada di desa Cisaat tersebut. Kunjungan kedua kami meninjau lokasi yang bisa dijadikan sebagai desa edukasi. Sehingga tidak hanya sebagai desa tujuan wisata namun juga sebagai desa edukasi yang dapat menjadi daya tarik lain bagi wisatawan local maupun mancanegara. Diharapkan dengan adanya pelatihan bahasa Mandarin nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Cisaat dikarenakan investor dapat melirik dan ikut membangun desa Tahap Evaluasi Hasil Observasi Setelah tim pengabdian melakukan observasi sebanyak dua kali ke desa Cisaat Kabupaten Subang. Jawa Barat. Maka dapat disimpulkan beberapa hasil yang diperoleh dari observasi tersebut. Yaitu kebutuhan akan materi ajar bahasa Mandarin yang dapat membantu kemampuan berbahasa Mandarin anggota karang taruna di desa Cisaat Selain pengembangan kemampuan sumberdaya manusia sebagai potensi utama yang dimiliki oleh desa tersebut, sumber daya alam yang dimiliki desa Cisaat juga sangat kaya untuk digali potensinya, misalnya di desa tersebut terdapat peternakan sapi, kebuh teh, kebun nanas yang sangat baik untuk dikembangkan menjadi salah satu sumber daya ekonomi desa yang mumpuni. Hal tersebutlah yang menjadi hasil dari observasi yang telah dilakukanoleh tim pengabdian. Tahap Pembuatan Modul Ajar Dalam pembuatan penyusunan modul ajar, tim pengabdian bekerja sama untuk membuat modul ajar yang dapat digunakan sebagai bahan pelatihan. beberapa Langkah yang harus diperhatikan. Menurut Sudjana dan Rivai . , langkah-langkah penyusunan modul adalah sebagai berikut: Menetapkan atau merumuskan tujuan instruksional umum menjadi tujuan instruksional khusus. Menyusun butir-butir soal evaluasi guna mengukur pencapaian tujuan khusus. Mengidentifikasi pokok-pokok materi pelajaran yang sesuai dengan tujuan Menyusun pokok-pokok materi dalam urutan yang logis. Menyusun langkah-langkah kegiatan belajar siswa. Memeriksa langkah-langkah kegiatan belajar untuk mencapai semua tujuan. Mengidentifikasi alat-alat yang diperlukan dalam kegiatan belajar denganmodul itu. Tahap Evaluasi Pembuatan Modul Ajar Evaluasi pada proses pembuatan modul dilakukan sebanyak tujuh kali. Hal tersebut dilakukan mengingat materi yang disusun membutuhkan evaluasi pada setiap pembuatan babnya. Maka kegiatan evaluasi penyusunan modul ajar tersebut dilakukan setelah pengerjaan tiap bab selesai dikerjakan. Pada modul ajar bahasa Mandarin ini, jumlah materi telah dibuat sebanyak lima tema pembelajaran. Rendy Aditya. Vanya Zelia. Putri Ananda Pangestu. Shafa Fatharani KESIMPULAN Universitas Negeri Jakarta telah melakukan kerja sama dengan Pemda Kabupaten Subang Jawa Barat guna membangun potensi desa wisata Cisaat. fokus kegiatan pengabdian pada masyarakat ini yaitu mengadakan peningkatan kompetensi bahasa Mandarin dasar bagi karang taruna desa yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwi. desa Cisaat, kabupaten Subang. Jawa Barat. Namun sebelum melakukan kegiatan pelatihan bahasa Mandarin, tim pengabdian telah memetakan bentuk kegiatan menjadi tiga tahapan. Tahap yang pertama yaitu melakukan analisis kebutuhan dengan luaran modul ajar bahasa Mandarin sebagai materi yang akan diberikan pada pelatihan di tahap kedua. Dari hasil kegiatan tahap satu yaitu analisis kebutuhan dapat disumpulkan bahwa modul ajar yang telah disusun oleh tim pengabdian, disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Yang mana pada modul ajar yang telah disusun terdapat lima tema yang akan digunakan untuk melakukan kegiatan peningkatan kompetensi berbahasa Mandarin anggota karangtaruna desa Cisaat nantinya pada tahap kedua. DAFTAR RUJUKAN Nunan. David. Designing Task for the Communicative Classroom. Cambridge: Cambridge University Press. Cambridge University Press. Sudjana. Nana dan Rivai. Ahmad. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algesindo. Kolaborasi UNJ dan Pemkab Subang Antar Cisaat Juara Tiga Desa Wisata Nasional .