JURNAL BASICEDU Volume 7 Nomor 5 Tahun 2023 Halaman 3035 - 3042 Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu Pengembangan Media Panca Hati (Papan Baca Khas Pat. Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca di Sekolah Dasar Annisa Hernandha Putri1A. Ulfatun NafiAoah2. Shoufika Hilyana3. Layyina Ayu Mawarda4. Nailal Muna5. Nia Ditta Astari6 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Muria Kudus. Indonesia 1,2,3,4,5,6 E-mail: annisahernanda714@gmail. com1, ulfatunnfh2702@gmail. com2, farah. hilyana@umk. layyiaayu@gmail. com4, nmuna646@gmail. com5, niaastari013@gmail. Abstrak Penelitian yang dilatarbelakangi karena rendahnya kemampuan membaca siswa SD kelas 1 yang pada umunya sudah harus bisa membaca dan minimal mengenal huruf maupun merangkai huruf menjadi kata. Namun, pada kenyataannya masih banyak siswa yang pada saat kelas 1 justru belum lancar mengenal huruf apalagi membaca. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk membangun media papan baca panca hati untuk siswa kelas 1 sebagai media untuk memperkuat kemampuan siswa dalam membaca. Media papan baca ini dilengkapi dengan pengetahuan kearifan lokal khas Pati. Subjek uji coba penelitian pengembangan ini adalah siswa kelas 1 SDN Kutoharjo 02 yang berjumlah 8 siswa dan 4 diantaranya belum lancar membaca. Ini adalah jenis penelitian pengembangan yang mengacu pada model ADDIE. Untuk memulai penilaian kemampuan membaca siswa, angket dan wawancara digunakan. Wawancara dilakukan dengan pendidik kelas untuk mendapatkan informasi tentang kegiatan pembelajaran, kesulitan membaca siswa, dan metode yang digunakan pendidik untuk menangani masalah membaca siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, uji coba media papan baca khas Pati pada siswa menunjukkan hasil kategori luar biasa. Kemampuan membaca empat siswa telah meningkat sejak awal, meskipun mereka masih menghadapi kesulitan membedakan huruf, merangkai huruf menjadi kata, dan mengurai kata. Kata Kunci: Kemampuan membaca, media papan baca khas Pati, kearifan lokal. Abstract The research background is due to the low reading ability of grade 1 elementary school students who generally have to be able to read and at least recognize letters and assemble letters into words. However, in reality there are still many students who in grade 1 are not yet fluent in recognizing letters let alone reading. Therefore, this study aims to develop five-heart reading board media for grade 1 students as a medium to strengthen students' reading skills. This reading board media is equipped with local wisdom knowledge typical of Pati. The subjects of this development research trial were first grade students at SDN Kutoharjo 02, totaling 8 students and 4 of them were not fluent in reading. This is a type of development research that refers to the ADDIE model. To begin the assessment of reading ability, prices and student interviews were used. Interviews were conducted with classroom educators to obtain information about learning activities, students' reading difficulties, and the methods used by educators to deal with students' reading problems. The results showed that the Pati reading board media trial on students showed extraordinary category results. The four students' reading ability has improved since the beginning, although they still face difficulties distinguishing letters, putting letters together to make words, and decoding words. Keywords: Reading ability. Pati typical reading board media, local wisdom. Copyright . 2023 Annisa Hernandha Putri. Ulfatun NafiAoah. Shoufika Hilyana. Layyina Ayu Mawarda. Nailal Muna. Nia Ditta Astari A Corresponding author : Email : annisahernanda714@gmail. DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengembangan Media Panca Hati (Papan Baca Khas Pat. Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca di Sekolah Dasar Ae Annisa Hernandha Putri. Ulfatun NafiAoah. Shoufika Hilyana. Layyina Ayu Mawarda. Nailal Muna. Nia Ditta Astari DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. PENDAHULUAN Salah satu mata pelajaran yang selalu terapkan di bangku sekolah dasar adalah Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia sangat penting, terutama untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dalam kurikulum 2013, bahasa Indonesia memiliki tujuan agar siswa dapat menerapkan keterampilan membaca mereka. Salah satu keterampilan yang harus dikuasai siswa kelas 1 adalah membaca permulaan yang mengharuskan siswa membaca huruf, suku kata, kata, dan kalimat. Tujuan membaca permulaan adalah untuk melatih siswa memahami dan mengungkapkan teks dengan intonasi yang benar. Pada tahap membaca pertama, siswa akan mengenal simbol-simbol abjad dari A sampai Z dengan melafalkan bunyi bahasa tersebut dengan suara keras dan intonasi yang jelas. Dalam mempelajari bahasa Indonesia di sekolah dasar, penekanannya biasanya pada aspek literasi. Namun pada kenyataannya, kemampuan membaca anak masih dinyatakan sangat rendah. Terhitung sekitar 62,5% masih di bawah rata-rata, meskipun telah masuk di kelas1 SD. Usia masuk pada sekolah dasar awal mulai usia . Pada usia tersebut masa dimana seorang anak mulai bisa membaca bahkan ada yang mulai sejak dini, yaitu di taman kanak-kanak. Pada dasarnya, membaca yang dilakukan di kelas rendah seharusnya sudah lancar dan mengenal huruf, karena membaca adalah titik awal pembelajaran. Oleh karena itu, kami berharap ketika anak-anak mulai membaca, mereka dapat meningkatkan keterampilan membaca mereka. Literasi merupakan dasar untuk menguasai berbagai mata pelajaran. Membaca memungkinkan kita untuk menangkap informasi tertulis. Selain itu, membaca dapat meningkatkan kemampuan berpikir, mempertajam penglihatan dan meningkatkan pemahaman. (Hikmawati Hikmawati, n. Program for International Student Assessment (PISA) adalah studi yang mengkaji dan membandingkan prestasi akademik siswa di seluruh dunia. Hasil data Reading Measures Indonesia menempati urutan ke-6 dari bawah . (Wina Sanjaya, n. Game edukasi adalah permainan yang dirancang untuk mengajar dengan mengembangkan konsep dan memotivasi siswa untuk bermain game. Salah satu tujuan permainan edukasi adalah membangkitkan minat siswa dalam membaca dan memahami materi melalui permainan dalam permainan multimedia. (Masropah, ), sehingga melestarikan budaya atau kearifan lokal merupakan keunggulan yang harus dipertahankan dan menjadi tantangan dalam konteks perkembangan teknologi dan informasi di era digital. (Irdawati Irdawati, ) Namun keberadaan budaya atau kearifan lokal semakin tersingkir oleh perkembangan teknologi, sehingga masyarakat cenderung mulai meninggalkan kearifan lokal yang sudah dimiliki. (Hikmawati Hikmawati, n. Permasalahan yang ingin dipecahkan dalam penelitian ini adalah kemampuan membaca yang masih rendah, sebagian siswa belum mengenal huruf dan bentuk. Selain itu, siswa sulit untuk mengenal dan membedakan huruf seperti huruf AubAy dengan huruf AudAy, huruf AupAy dengan huruf AuqAy. Pada umumnya siswa Siswa kelas 1 yang belajar membaca juga melakukan kesalahan ejaan saat membaca rangkaian kalimat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan materi permainan edukatif berbasis kearifan lokal yaitu budaya atau kearifan lokal terpilih berupa simbol-simbol dan masakan tradisional di Pati guna meningkatkan keterampilan membaca dini siswa sekolah dasar. Media pembelajaran adalah perangkat fisik yang secara sistematis digunakan untuk menyampaikan informasi dan membangun interaksi (Nurmi, n. ) Tujuan memproduksi lingkungan belajar adalah untuk memfasilitasi proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Media pembelajaran ini memegang peranan penting pada awal pembelajaran membaca, terutama pada saat pengenalan huruf dan kosa kata. Dengan bantuan lingkungan belajar yang menarik, siswa termotivasi untuk belajar. Berdasarkan penjelasan di atas, penelitian tentang penggunaan media massa yang tepat untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa harus dilakukan, khususnya SDN Kutoharjo 02 kelas 1. Oleh karena itu, penulis menambah judul penelitian Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengembangan Media Panca Hati (Papan Baca Khas Pat. Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca di Sekolah Dasar Ae Annisa Hernandha Putri. Ulfatun NafiAoah. Shoufika Hilyana. Layyina Ayu Mawarda. Nailal Muna. Nia Ditta Astari DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. AuPengembangan Media Inti Lima (Bacaan Khas Pat. Ay Berbasis Kearifan Lokal Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Kelas 1 Sdn Kutoharjo 02 Pati. METODE Dalam penelitian ini, metode penelitian dan pengembangan (R&D) dikombinasikan dengan model penelitian ADDIE (Analisa. Desain. Pengembangan. Implementasi, dan Evaluas. Tahapan kegiatan dalam model penelitian ADDIE meliputi : . Analysis yaitu menganalisis permasalahan yang di hadapi saat proses . Design yaitu kita merancang media yang cocok dan akan digunakan kepada siswa. Development yakni tahap uji validitas untuk mengetahui seberapa efektif media yang akan digunakan. Implementation yakni kita menerapkan media kepada siswa untuk mengetahui perkembangan kemampuan mereka dengan adanya media tersebut. Evaluation. Adapun prosedur pengembangan produk dengan model ADDIE dapat dilihat pada gambar. Analysis . Evaluation (Evaluas. Implementation (Implementas. Design (Desain/perancanga. Development . Gambar 1. Tahap Model ADDIE Untuk penelitian ini, metode Research and Development (R&D) digunakan bersama dengan model penelitian ADDIE (Analisa. Desain. Pengembangan. Implementasi, dan Evaluas. Penelitian dengan model ADDIE ini memudahkan peneliti untuk merancang dan mengembangkan media pembelajaran, terlepas dari metode pembelejaran yang digunakan. Desain penelitian yang digunakan adalah desain kelompok kontrol anterior dan posterior. Siswa diuji sebelum mengikuti kegiatan pembelajaran untuk mengetahui dan mengukur keterampilan pemahaman membaca awal mereka untuk kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok kontrol mendapat metode pembelajaran dengan model konvensional, sedangkan kelompok eksperimen mendapat metode pengolahan permainan edukasi berbasis kearifan lokal. Kemudian, terus lakukan tes demi tes untuk menemukan perbedaan dan meningkatkan pemahaman membaca awal siswa dalam kedua kelompok. Studi ini dilakukan selama 2 bulan yang berlokasi di SDN Kutoharjo 02 Pati. Sasaran narasumber utama dalam penelitian ini yaitu guru kelas 1 dan siswa kelas 1 SDN Kutoharjo 02 Pati yang berjumlah 8 Jenis data yang digunakan adalah angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik menganalisis data yang peneliti gunakan yaitu dengan mengimplementasikan model analisis kualitatif. Dalam penelitian ini,. Kehadiran peneliti langsung di lapangan sebagai tolok ukur keberhasilan memahami masalah yang diteliti, untuk dapat berpartisipasi langsung dalam penelitian dan bekerja dengan informan dan sumber data lainnya dapat dipertimbangkan pengamat lengkap. Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengembangan Media Panca Hati (Papan Baca Khas Pat. Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca di Sekolah Dasar Ae Annisa Hernandha Putri. Ulfatun NafiAoah. Shoufika Hilyana. Layyina Ayu Mawarda. Nailal Muna. Nia Ditta Astari DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. HASIL DAN PEMBAHASAN Analysis (Analisi. Proses belajar mengajar pasti tidak lepas dengan namanya media pembelajaran. Selain itu, antusiasme siswa untuk mengikuti pelajaran akan dipengaruhi oleh proses pembelajaran di kelas yang hanya menggunakan alat-alat sederhana. Siswa menginginkan media pembelajaran yang menarik, inovatif, dan Karena dengan adanya media yang diharapkan oleh siswa itu dapat meningkatkan semangat belajar Hasil dari wawancara dengan guru dan siswa. Ibu Eka Priyani. Pd terdapat 4 dari 8 siswa yang belum lancar membaca. Hal tersebut terlihat dari mereka belum bisa membedakan huruf, belum dapat membaca apabila terdapat susunan kata, jadi mereka hanya bisa mengeja 1 kata saja. Faktor lain yang menyebabkan beberapa siswa tersebut belum lancar membaca adalah karena kurangnya perhatian orangtua. Banyak dari mereka yang orangtuanya bekerja sebagai karyawan pabrik, jadi waktu untuk mendampingi belajar anak di ruamh kurang. Media pembelajaran juga sangat diperlukan untuk memotivasi siswa untuk semangat Media yang digunakan oleh guru kelas adalah Media belum dibuat dan hasilnya tidak memuaskan karena minat belajar siswa masih rendah. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa siswa membutuhkan media pembelajaran yang tepat. papan baca adalah salah satunya. Design (Perancanga. Setelah menganalisis, tahap selanjutnya yang peneliti lakukan adalah tahap perencanaan. Tahap ini dilakukan untuk menentukan jenis media apa yang akan dibuat dengan mengidentifikasi bentuk, isi dan komponen media pembelajaran papan baca sesuai dengan materi dan kebutuhan siswa. Aplikasi yang digunakan untuk untuk membuat rancangan media pembelajaran papan baca adalah Canva. Rancangan medianya sendiri yaitu berbentuk siku yang terdiri dari bagian depan dan bawah/alas. Terdapat busa untuk menancapkan tusukan huruf-huruf. Media papan baca di rancang untuk memudahkan proses pembelajaran yang ada di kelas I SDN Kutoharjo 02. Gambar 2. Media Panca Hati Development (Pengembanga. Setelah tahap design, kami melakukan pengembangan berupa validasi yang tujuannya untuk menguji kelayakan media papan baca kami. Uji validitas dilakukan oleh pakar materi dan media. C Validasi Media untuk menentukan kualitas dan kekurangan media pembelajaran papan baca yang dilakukan oleh ahli media dan validator yaitu Bapak Moh. Syaffruddin Kuryanto. Si. Or. Validasi media dilakukan menggunakan angket berskala 1-5. Hasil analisis data validasi dilakukan satu kali, dengan 96% hasil, yang menempatkannya dalam kategori "Sangat Layak". Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengembangan Media Panca Hati (Papan Baca Khas Pat. Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca di Sekolah Dasar Ae Annisa Hernandha Putri. Ulfatun NafiAoah. Shoufika Hilyana. Layyina Ayu Mawarda. Nailal Muna. Nia Ditta Astari DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. Validasi Materi untuk menentukan tingkat kelayakan media dan mengidentifikasi kekurangan-kekurangan mereka dari segi materi. Ibu Dr. Nur Alfin Hidayati. Pd. , dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, adalah sumber materi penelitian ini. Validasi media dilakukan pada satu tahap dengan angket berskala 1-5. Hasilnya adalah 98%, yang menempatkannya dalam kategori "Sangat Layak". Tabel Persentase Penilaian Ahli. Melihat tanggapan yang diberikan oleh validator baik media maupun materi tidak ada evaluasi untuk media papan baca khas pati. Beberapa kritik dan saran muncul saat proses validasi, namun hasil uji validasi baik media maupun materi menunjukkan bahwa media tersebut layak untuk diimplementasikan kepada siswa. Validator Uji Ahli Media Uji Ahli Materi Tabel 1. Hasil Validasi Media Panca Hati Skor Presentase Kriteria Sangat layak Sangat layak Berdasarkan hasil penelitian pada uji validasi ahli media yang dilakukan hanya 1 kali namun mendapatkan kategori Ausangat layakAy. Terdapat kritik dan saran dari validator, dimana dalam membuat media harus mengutamakan keselamatan pada siswa saat penggunaannya, dan menghilangkan bagian yang sekiranya tidak terlalu penting. Namun, hal tersebut sebenarnya tidak terlalu mengganggu dan media papan baca tetap bisa digunakan tanpa adanya revisi. Selanjutnya dari uji validasi materi, tidak terdapat evaluasi dari validator, hanya saja peneliti diberi pesan untuk melakukan uji coba sesuai dengan modul ajar. Implementation (Implementas. Media pembelajaran papan baca telah divalidasi dan direvisi oleh ahli materi dan ahli media. Kemudian media siap untuk diimplementasikan atau dipraktikkan di kelas 1 SDN Kutoharjo 02. Uji coba dilakukan kepada 8 siswa, namun fokus peneliti pada keempat siswa yang belum lancar membaca. Dalam implementasi, peneliti berpedoman pada modul ajar yang telah buat sebelumnya. diajarkan terlebih dahulu kata yang berawalan dengan M (Ma. Mi. Mu. Me. Kemudian siswa diajak berkelompok dan disajikan gambar dengan kata dibawahnya, dimana kata tersebut awalannya di hilang dan siswa diminta memilih awalan yang cocok untuk kata tersebut. Selanjutnya seluruh kelompok secara bergantian maju kedepan untuk mengeja kata yang telah ditulis tersebut. media papan baca ini dapat menarik minat siswa untuk belajar mengenal huruf, membaca, dan menulis. Kenyataan lapangan menunjukkan bahwa dari delapan siswa, setiap orang dikategorikan dengan kemampuan membaca yang baik. ini menunjukkan peningkatan dari siklus sebelumnya. Kemampuan membaca siswa dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas siswa dan kinerja guru selama siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa siswa lebih baik dalam belajar dari siklus I ke siklus II. Ini menunjukkan bahwa menggunakan media papan baca khas pati dapat membantu siswa lebih baik dalam membaca pada siswa kelas I SDN Kutoharjo 02. Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengembangan Media Panca Hati (Papan Baca Khas Pat. Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca di Sekolah Dasar Ae Annisa Hernandha Putri. Ulfatun NafiAoah. Shoufika Hilyana. Layyina Ayu Mawarda. Nailal Muna. Nia Ditta Astari DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. Gambar 3. Menguji Abjad Gambar 4. Penggunaan Media Evaluation (Evaluas. Melihat tanggapan yang diberikan oleh validator baik media maupun materi tidak ada evaluasi untuk media papan baca khas pati. Beberapa kritik dan saran muncul saat proses validasi, namun hasil uji validasi baik media maupun materi menunjukkan bahwa media tersebut layak untuk diimplementasikan kepada siswa. Dengan menerapkan kearifan lokal pada permainan edukatif, tujuan yang ingin dicapai adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca awal siswa, sekaligus memperkenalkan dan melestarikan budaya yang ada di Kabupaten Pati. Dari hasil uji validasi desain bahan ajar dinyatakan bahwa bahan ajar game edukasi berbasis kearifan lokal sangat layak untuk digunakan. (Widiana et al. , 2. Hasil survei aktual menunjukkan bahwa persentase siswa yang menjawab hasil analisis angket berada pada level sangat baik dengan skor 81,25. Karena materi yang disajikan dalam game edukasi disajikan semenarik mungkin, siswa dapat sekaligus belajar dan berlatih menggunakan materi game edukasi berbasis kearifan lokal (Husmiati, 2. Temuan ini konsisten dengan beberapa temuan sebelumnya bahwa materi bermain berbasis pikiran membantu siswa belajar membaca sejak usia dini (Muazimah et al. , 2. Begitu pula dengan hasil penelitian (Hasanudin et al. , 2. , permainan edukatif dapat meningkatkan keterampilan membaca awal siswa meliputi pengucapan standar, penekanan intonasi, ekspresi lisan dan lancar membaca. Melalui permainan edukatif, siswa juga memperoleh motivasi belajar yang sesuai. Selain itu, melalui permainan edukatif, siswa dapat mempelajari budaya lokal daerah tersebut. Hal ini sejalan dengan (Nuralita, 2. bahwa budaya dan kearifan lokal dapat dijadikan objek pembelajaran agar pembelajaran lebih bermakna. Hasil ini mendukung pernyataan (Khasanah. MZ. & Irmaningrum, 2. bahwa pentingnya penggunaan media dalam proses pembelajaran. Pentingnya penelitian ini adalah untuk memberikan wawasan baru mengenai penerapan media permainan edukasi berbasis pikiran lokal pada siswa sekolah dasar kelas 1. Informasi tersebut akan sangat berguna khususnya bagi guru sekolah dasar sebagai referensi dalam proses Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperdalam dan memperluas cakupan penelitian terkait pemanfaatan materi bermain berbasis pikiran lokal di Kabupaten Pati pada siswa sekolah dasar. Karena kita tahu bahwa pembelajaran di sekolah dasar sangat penting dan perlu, maka perlu dilakukan penyesuaian yang tepat oleh guru agar pembelajaran tersebut efektif. Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengembangan Media Panca Hati (Papan Baca Khas Pat. Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca di Sekolah Dasar Ae Annisa Hernandha Putri. Ulfatun NafiAoah. Shoufika Hilyana. Layyina Ayu Mawarda. Nailal Muna. Nia Ditta Astari DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: penelitian dan Pengembangan ini dapat menciptakan sebuah produk berupa media papan baca berbasis kearifan lokal Kota Pati. Penelitian dan pengembangan ini mengacu pada model ADDIE melalui lima tahap, yaitu analisis, desain, validasi, implementasi, dan evaluasi. Media papan baca berbasis kearifan lokal Kota Pati ini menampilkan icon-icon dan kuliner khas Kota Pati untuk mendukung pembelajaran literasi khususnya Media papan baca berbasis kearifan lokal Kota Pati yang dinyatakan sangat valid dan layak untuk digunakan berdasarkan hasil uji validasi yang dilakukan oleh ahli media dan ahli materi. Hasil penilaian ahli media mencapai 96% dengan kriteria sangat valid. Sedangkan hasil penilaian ahli materi mencapai 98% dengan kriteria sangat valid. Sehingga media papan baca khas Pati dinyatakan valid. Media papan baca ini berdasarkan pengetahuan lokal dari kota Pati sebagai sumber belajar siswa sekolah dasar karena memenuhi kriteria yang sangat valid. Media papan baca berbasis kearifan lokal Kota Pati sangat praktis dan cocok digunakan untuk siswa kelas 1. Proses pembelajaran mengenai kelancaran membaca didasarkan pada hasil tes Hasil tes siswa mendapat skor 81,25. Dapat dinyaakan dari hasil tes membaca siswa memenuhi kriteria sangat praktis dan mudah diterapkan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penelitian ini telah menghasilkan media papan baca berbasis kearifan lokal kota Pati tentang icon-icon dan kuliner khas Kota Pati pada saat membaca dan menulis untuk siswa sekolah dasar di kelas 1, yang berharga dan praktis. DAFTAR PUSTAKA