Jurnal Pengabdian West Science Vol. No. Juni, 2025, pp. Kampanye Multiplatform Untuk Transformasi Perilaku Pengelolaan Sampah di Bandung Oleh Gerakan Edukasi Lingkungan Bandung Raya M Taufik Hidayatullah Universitas Nusa Putra *Corresponding author E-mail: m. taufik_hk21@nusaputra. Article History: Received: Jun, 2025 Revised: Jun, 2025 Accepted: Jun, 2025 Abstract: Kota Bandung menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah, dengan produksi mencapai lebih dari 1. 500 ton per hari pada tahun Rendahnya kesadaran masyarakat dan keterbatasan fasilitas memperburuk situasi. Gerakan Edukasi Lingkungan Bandung Raya (GreenBa. melalui program Green Innovation Week (GROW) mengadakan kegiatan edukatif, seperti webinar daring, kampanye media sosial, pembagian flyer, tantangan interaktif, dan aksi bersih-bersih. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mengevaluasi efektivitas kampanye multiplatform yang dilaksanakan. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan GROW berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah, terutama di kalangan generasi muda. Kampanye media sosial terbukti efektif menjangkau audiens lebih luas melalui konten interaktif dan kolaborasi dengan influencer. Edukasi langsung juga memberikan dampak signifikan terhadap pemahaman masyarakat. Kesimpulan menekankan pentingnya pendekatan edukasi berbasis komunitas, kolaborasi lintas sektor, dan perencanaan strategis untuk menciptakan dampak lingkungan yang berkelanjutan. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan yang inovatif dan terintegrasi dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah secara Keywords: Kampanye Multiplatform. Pengelolaan Sampah. Transformasi Perilaku. Gerakan Edukasi. Bandung Raya. Pendahuluan Kota Bandung menghadapi tantangan berat dalam menangani masalah sampah yang terus meningkat setiap tahun. Berdasarkan laporan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, pada tahun 2023, produksi sampah di kota ini mencapai lebih 500 ton per hari (Pemerintah Kota Bandung, 2. , dan tren kenaikannya https://wnj. westscience-press. com/index. php/jpws Vol. No. Juni, 2025, pp. diperkirakan akan terus berlanjut. Kondisi ini menimbulkan ancaman serius terhadap lingkungan, terutama mengingat keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah yang Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik turut memperburuk situasi. Minimnya pengetahuan dan kemampuan dalam menangani sampah menjadi salah satu penyebab tingginya pencemaran lingkungan di wilayah ini (Kanda, 2. Akibat dari pencemaran tersebut mencakup berbagai masalah, mulai dari peningkatan penyakit yang terkait dengan sampah hingga kerusakan ekosistem yang membahayakan keanekaragaman hayati setempat. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak buruk sampah bagi kesehatan dan lingkungan, serta mendorong mereka untuk menerapkan metode pengelolaan yang lebih efektif. Regulasi dan kebijakan yang saat ini diterapkan belum sepenuhnya berhasil dalam menangani permasalahan sampah. Meskipun pemerintah telah berupaya memperbaiki pengelolaan sampah, pelaksanaannya seringkali terkendala oleh kurangnya partisipasi masyarakat dan keterbatasan anggaran. Sebagai solusi, kelompok GreenBar (Gerakan Edukasi Lingkungan Bandung Ray. melalui program Green Innovation Week (GROW) yang digagas oleh Green Leadership Indonesia Batch 4 akan melaksanakan berbagai aksi nyata. Program ini mencakup kegiatan edukasi, seperti lokakarya daring tentang pengelolaan sampah pesisir, kampanye melalui media sosial Instagram, serta kegiatan di Alun-alun Kota Bandung dan Jalan Braga, seperti pembagian selebaran dan tantangan wheel of waste. Selain itu, akan dilakukan pula operasi semut, yaitu aksi membersihkan lingkungan di sekitar Alun-alun dan Jalan Braga. Dengan serangkaian kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat, terutama anak-anak, dalam pengelolaan sampah yang lebih baik. Berbagai kegiatan ini dirancang berdasarkan analisis kebutuhan dan relevansinya terhadap isu lingkungan di Kota Bandung. Lokakarya serta kampanye digital dipilih untuk menjangkau khalayak yang lebih luas, sedangkan kegiatan di Alun-alun Kota Bandung. Jalan Braga, dan operasi semut difokuskan pada aksi langsung di lapangan, terutama di lokasi yang ramai aktivitas masyarakat. Langkahlangkah ini bertujuan untuk merespons permasalahan mendesak terkait pencemaran lingkungan akibat sampah sekaligus menumbuhkan kesadaran sosial di tengah masyarakat tentang pentingnya partisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan dan juga penanaman bibit tanaman. Vol. No. Juni, 2025, pp. Program ini berlangsung pada tanggal 1 hingga 14 September 2024 dengan agenda sebagai berikut: Kampanye di media sosial Instagram, dilaksanakan sepanjang 1-14 September 2024. Webinar daring melalui Zoom Meeting, diadakan pada Kamis, 5 September Kegiatan luring di Alun-alun Kota Bandung (Jl. Asia Afrika. Kb. Pisang. Kec. Regol. Kota Bandung. Jawa Bara. dan Jalan Braga, dilaksanakan pada Minggu, 8 September 2024, memanfaatkan momentum saat banyak masyarakat beraktivitas di lokasi tersebut. Dalam melaksanakan aksi ini. GreenBar melibatkan berbagai pihak, antara Kampanye media sosial Instagram, akun Instagram Green Leadership Indonesia turut berperan dalam mempromosikan serta memperluas jangkauan kegiatan ini. Webinar daring melalui Zoom Meeting. GreenBar menghadirkan Fajar Amali Kurniawan, seorang penggerak lingkungan muda, sebagai narasumber yang akan membahas pengelolaan sampah di daerah pesisir. Webinar ini juga mengundang sejumlah pejabat dan instansi terkait lingkungan hidup sebagai audiens. Kegiatan luring di Alun-alun Kota Bandung dan Jalan Braga dimana warga setempat diajak untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran akan pengelolaan sampah. Rumusan masalah utama dari program ini adalah mencari cara yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, terutama generasi muda, dalam pengelolaan sampah di Kota Bandung. Pendekatan edukatif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dirancang untuk menemukan metode paling efisien dalam mendorong perubahan perilaku terkait pengelolaan sampah, sekaligus menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan. Kerja sama antara berbagai pihak diperlukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan utama dari pelaksanaan Green Innovation Week (GROW) adalah menerapkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan Green Leadership Indonesia Batch 4 melalui aksi nyata yang berdampak pada lingkungan lokal. Kegiatan ini tidak hanya menjadi syarat kelulusan, tetapi juga platform untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah, khususnya plastik, mendorong partisipasi Vol. No. Juni, 2025, pp. aktif melalui aktivitas seperti kuis interaktif, dan memfasilitasi dialog mengenai pengelolaan sampah pesisir. Selain itu, kegiatan ini bertujuan mengembangkan solusi berkelanjutan yang relevan dengan tantangan lingkungan, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan di tingkat lokal. Namun, terdapat sejumlah tantangan yang mungkin muncul, seperti keterbatasan dana, minimnya partisipasi masyarakat, dan kendala logistik. Untuk memastikan keberhasilan program, evaluasi akan dilakukan guna menilai dampak kegiatan yang telah dilaksanakan serta merumuskan langkah-langkah lanjutan. Hasil evaluasi ini diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan jangka panjang untuk memperluas cakupan dan mengintegrasikan program ini ke dalam upaya pengelolaan sampah yang lebih menyeluruh. Metode Pendekatan penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Metode ini dianggap sesuai dengan penelitian yang dilakukan yaitu untuk mengidentifikasi dan menganalisis efektivitas program kampanye multiplatform yang dilakukan oleh Gerakan Edukasi Lingkungan Bandung Raya (GreenBa. Metode ini bertujuan untuk memahami bagaimana pendekatan edukasi melalui berbagai platform dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah. Jenis pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi secara rinci dan Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk kata-kata atau gambar, yang kemudian diolah menjadi narasi yang terstruktur. Pendekatan ini memungkinkan penelitian dilakukan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan, sehingga dapat mengungkap fakta-fakta berdasarkan situasi yang sebenarnya. Dalam konteks penelitian kampanye multiplatform oleh GreenBar, pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk memahami efektivitas program secara menyeluruh. Pendekatan ini membantu menggambarkan bagaimana kampanye edukasi melalui berbagai media, baik daring maupun luring, mampu mendorong transformasi perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah. Dengan mengacu pada realitas di lapangan, metode ini memungkinkan analisis yang mendalam terhadap pelaksanaan kegiatan dan dampaknya, sekaligus mengeksplorasi tantangan serta peluang yang ada. Vol. No. Juni, 2025, pp. Hasil Webinar GreenBar Kelola Sampah Pesisir Gambar 1. Webinar Kelola Sampah Pesisir Webinar yang diadakan sebagai bagian dari program GROW berhasil menarik perhatian 117 peserta dari berbagai kelompok usia, dengan sebagian besar peserta berusia di atas 40 tahun. Peserta juga datang dari berbagai instansi, terutama yang bergerak di bidang lingkungan hidup dan kehutanan, pendidikan, serta sektor Acara ini menampilkan Fajar Amali Kurniawan, seorang pembicara berpengalaman yang pernah magang di Yayasan Terumbu Karang Indonesia pada 2024 dan menjabat sebagai pemimpin World Cleanup Day di Jawa Barat. Fajar membagikan berbagai pengalamannya yang relevan dengan topik webinar, khususnya mengenai pengelolaan sampah pesisir pantai. Selama sesi, peserta sangat aktif berinteraksi, bertanya, dan berdiskusi mengenai langkah-langkah efektif dalam mengelola sampah serta bagaimana individu, terutama pemimpin, dapat berperan penting dalam inisiatif lingkungan. Fajar juga memaparkan konsep 14R dalam pengelolaan sampah, yang meliputi: Reduce (Mengurang. Reuse (Menggunakan kembal. Recycle (Mendaur ulan. Recover (Memulihka. Repurpose (Mencari tujuan bar. Reject (Menola. Rethink (Memikirkan ulan. Repair (Memperbaik. Rot (Membusukka. Research (Menelit. Respect (Mengharga. Restore (Memulihka. Respond (Merespon. , dan Reeducate (Mengedukasi ulan. Sebagai langkah praktis, ia memberikan saran tindakan yang dapat diambil individu, seperti membawa tas belanja sendiri, membeli produk ramah lingkungan, memperbaiki barang rusak, membuat kompos, berpartisipasi dalam kegiatan bank sampah, dan mengedukasi orang lain di sekitar. Webinar ini memberikan pemahaman menyeluruh tentang pentingnya peran individu dalam menjaga lingkungan, serta langkah-langkah konkret yang bisa diambil untuk berkontribusi dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Fajar Vol. No. Juni, 2025, pp. menekankan bahwa kunci pengelolaan sampah yang efektif terletak pada tiga langkah utama: pemilahan sampah, pengumpulan sampah yang telah dipilah, dan proses daur ulang untuk mengurangi dampak lingkungan serta memanfaatkan kembali bahan yang masih berguna. Secara keseluruhan, webinar ini terlaksana dengan baik, yang terlihat dari hasil survei kepuasan peserta, yang melaporkan bahwa: 72,7% peserta merasa materi dan webinar sangat bermanfaat, 59,1% peserta merasa materi sangat sesuai dengan tema, 95,5% peserta merasa memperoleh wawasan baru terkait pengelolaan sampah pesisir, 50% peserta menyatakan webinar terlaksana sangat baik, 100% peserta tertarik untuk mengikuti webinar serupa di masa mendatang. Gambar 2. Hasil Feedback Kuesioner Kepuasan Peserta Terhadap Webinar Kegiatan GROW Luring di Alun-alun Kota Bandung dan Jalan Braga Kegiatan GROW secara luring yang dilaksanakan pada 8 September 2024 di Alun-Alun Kota Bandung bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah. Dalam kegiatan ini, masyarakat diajak berpartisipasi aktif melalui beberapa aktivitas utama: Edukasi Lingkungan Peserta diberikan informasi tentang cara pengelolaan sampah yang benar serta dampak negatif dari pengelolaan yang tidak tepat terhadap lingkungan. Edukasi ini dilakukan melalui pembagian flyer dan sesi interaktif yang menekankan pentingnya Vol. No. Juni, 2025, pp. praktik daur ulang dan pengurangan penggunaan sampah plastik. Dalam kegiatan ini, sebanyak 20 orang berhasil mendapatkan edukasi secara langsung. Operasi Semut Aksi bersih-bersih yang dikenal sebagai Operasi Semut mengajak masyarakat untuk secara kolektif membersihkan sampah yang berserakan di sekitar Alun-Alun Bandung hingga Jalan Braga. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menunjukkan bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Wheel of Waste Challenge Gambar 3. Dokumentasi Kegiatan Luring GROW Greenbar Tantangan edukasi ini melibatkan peserta untuk memutar roda yang berisi pertanyaan seputar pengelolaan sampah. Peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah berupa bibit tanaman atau tumbler. Melalui aktivitas ini, sebanyak 15 orang berhasil mendapatkan edukasi dan menjawab pertanyaan dengan baik. Kegiatan edukasi GROW dan Operasi Semut sukses melibatkan masyarakat secara aktif dalam meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan Meskipun terdapat penyesuaian dari rencana awal, pelaksanaan kegiatan tetap berjalan dengan baik dan berhasil mencapai sasaran. Dalam sesi kuis, peserta diberikan pertanyaan seputar pemilahan sampah, dampak sampah plastik terhadap lingkungan, serta manfaat dari praktik daur ulang. Pendekatan ini terbukti efektif, karena selain memberikan informasi, peserta juga diajak berdiskusi secara aktif Vol. No. Juni, 2025, pp. mengenai permasalahan sampah dan solusi yang dapat diterapkan. Respon masyarakat terhadap kuis ini sangat positif, terutama karena pendekatan edukatif yang bersifat interaktif dan menyenangkan. Peserta merasa lebih terdorong untuk mempelajari pengelolaan sampah melalui cara yang kreatif. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat perubahan dalam pelaksanaan, kegiatan tetap relevan dan mampu mencapai tujuan utamanya untuk memberikan edukasi yang berdampak. Kegiatan Kampanye Media Sosial Kampanye media sosial yang digagas oleh tim Greenbar dilaksanakan melalui platform Instagram selama periode 1-14 September 2024. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat, terutama generasi muda, dalam menjaga Kegiatan kampanye diwujudkan melalui berbagai jenis konten yang disusun berdasarkan pilar-pilar utama, yaitu edukasi, promosi, dan dokumentasi. Gambar 2. Tangkapan Layar Postingan Kampanye Media Sosial Greenbar Infografis mengenai fakta sampah menyoroti dampak buruk sampah plastik terhadap lingkungan, disertai data baik skala global maupun lokal. Konten ini dirancang dengan visual yang menarik serta menyajikan informasi secara singkat, padat, dan mudah dimengerti. Vol. No. Juni, 2025, pp. Gambar 5. Tangkapan Layar Postingan Edukasi Sampah Promosi program GROW oleh tim Greenbar dilakukan melalui unggahan di feeds dan reels Instagram, yang bertujuan untuk memperkenalkan kegiatan GROW, baik yang bersifat daring maupun luring. Gambar 3. Promosi Kegiatan GROW Tim Greenbar di Instagram Reels dokumentasi berupa video pendek dibuat untuk menunjukkan berbagai kegiatan promosi yang dilakukan oleh tim Greenbar dalam menyelenggarakan aksi GROW. Vol. No. Juni, 2025, pp. Gambar 6. Postingan Dokumentasi Kegiatan GROW Tim Greenbar di Instagram Kendala dan Solusi Pelaksanaan webinar "Selamatkan Bumi Melalui Pengelolaan Sampah di Pesisir Pantai" menghadapi kendala teknis pada link Zoom yang keliru, sehingga banyak peserta terlambat bergabung. Masalah ini diatasi dengan membagikan link yang benar melalui WhatsApp, merekam webinar, dan menyediakan materi dari Dalam kegiatan luring di Alun-Alun Kota Bandung dan Jalan Braga, tantangan tukar botol plastik diganti dengan kuis edukatif karena tidak ada sampah botol plastik. Selain itu, untuk menarik minat pengunjung, pembagian flyer digabungkan dengan dialog langsung. Dalam kampanye media sosial, kendala jangkauan terbatas diatasi dengan menciptakan konten menarik, menandai akun Green Leadership Indonesia, dan mengajak peserta webinar mengikuti akun Instagram Greenbar. Rencana Tindak Lanjut Agar dampak kegiatan GROW berkelanjutan, webinar tentang lingkungan hidup disarankan dilakukan rutin, misalnya setiap bulan dengan tema berbeda, seperti pengelolaan sampah plastik, daur ulang, atau sampah organik. Grup diskusi daring dapat diaktifkan untuk menampung ide dan pertanyaan peserta. Evaluasi berkala diperlukan, termasuk penguatan teknis, peningkatan kualitas materi, serta komunikasi lebih baik melalui berbagai saluran, seperti email atau pesan instan. Vol. No. Juni, 2025, pp. Untuk kegiatan luring, edukasi dan operasi semut dapat diperkuat dengan pendekatan dialog langsung yang lebih interaktif untuk meningkatkan efektivitas dan keterlibatan masyarakat. Kesimpulan Berdasarkan pelaksanaan kegiatan GROW, baik secara daring maupun luring, berikut adalah beberapa kesimpulan utama dari aksi yang telah dilaksanakan: Kegiatan Berjalan Lancar Dan Memberikan Dampak Positif Seluruh aktivitas, baik daring maupun luring, berhasil dilaksanakan dengan Edukasi melalui pembagian flyer dan Wheel of Waste Challenge terbukti efektif dalam menarik perhatian masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman mereka mengenai pentingnya pengelolaan sampah. Selain itu, webinar daring dan kampanye di media sosial berhasil menjangkau audiens yang lebih luas meskipun menghadapi beberapa kendala teknis. Peningkatan Kesadaran Masyarakat Terhadap Lingkungan Kegiatan yang dilakukan oleh Greenbar terbukti berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu pengelolaan sampah. Baik melalui kampanye digital, webinar, maupun kegiatan langsung di Alun-Alun Kota Bandung, upaya edukasi yang dilakukan memberikan dampak signifikan, terutama bagi generasi Keberhasilan Kampanye di Media Sosial Kampanye edukasi mengenai pengelolaan sampah yang dilakukan melalui media sosial selama dua minggu berhasil menjangkau audiens yang lebih luas. Kolaborasi dengan influencer dan penggunaan konten interaktif menjadi faktor utama keberhasilan ini, membuktikan bahwa kampanye digital memiliki potensi besar dalam menyampaikan informasi terkait isu lingkungan. Pengakuan/Acknowledgements Ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam pelaksanaan program Green Innovation Week (GROW) yang diselenggarakan oleh Gerakan Edukasi Lingkungan Bandung Raya (GreenBa. Penghargaan yang sebesar-besarnya diberikan kepada tim relawan, fasilitator webinar, serta para kolaborator dari kalangan komunitas lingkungan. Vol. No. Juni, 2025, pp. akademisi, dan influencer yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan edukatif. Terima kasih juga ditujukan kepada masyarakat Kota Bandung, khususnya para peserta dan pemuda-pemudi yang turut aktif dalam kampanye dan aksi bersihbersih, sehingga memungkinkan terciptanya dampak nyata terhadap peningkatan kesadaran pengelolaan sampah. Apresiasi khusus diberikan kepada institusi akademik dan mitra media yang telah menyediakan ruang kolaborasi dan dukungan publikasi yang sangat membantu dalam menjangkau audiens lebih luas. Dukungan lintas sektor yang diberikan tidak hanya memperkaya proses pelaksanaan program, tetapi juga memperkuat semangat kolaboratif dalam mewujudkan perubahan perilaku masyarakat ke arah yang lebih peduli terhadap lingkungan. Daftar Referensi Alhamidi. Mei, 2. Minim kantong sampah jadi persoalan di Braga Beken. Detik Jabar. Diakses https://w. com/jabar/berita/d7334817/minim-kantong-sampah-jad i-persoalan-di-braga-beken Aliansi Zero Waste Indonesia. September, 2. Menilik alasan di balik Bandung AomasihAo darurat sampah, dan solusi berkelanjutan yang telah ada. Diakses dari https://aliansizerowaste. id/2023/09/25/menilik-alasan-di-balik-bandungm asih-darurat-sampah-dan-solusi-berkelanjutan-yang-telah-ada/ Annur. Juni, 2. Puntung rokok hingga botol plastik, ini jenis sampah paling banyak ditemukan di pesisir pantai dunia. Databoks. Diakses dari https://databoks. id/datapublish/2023/06/09/puntung-rokok-hin gga-botol-plastik-ini-jenis-sampah-paling-banyak-ditemukan-di-pesisir-pa ntai-dunia Design Jam Indonesia. Apa itu design thinking? Medium. Diakses dari https://medium. com/design-jam-indonesia/apa-itu-design-thinking-63c841 Hidayat. (Desember 19, 2. Jalan Braga Bandung, kawasan bersejarah yang penuh spot foto untuk liburan akhir tahun. TribunPriangan. Diakses dari https://priangan. com/2022/12/19/jalan-braga-bandung-kawasa nbersejarah-yang-penuh-spot-foto-untuk-liburan-akhir-tahun Kanda. Analisis kesadaran masyarakat di Kota Bandung terhadap terjadinya pencemaran lingkungan. Jurnal Ilmiah Research and DevelopmentStudent (JIS),2. ,169183. https://doi. org/10. 59024/jis. Vol. No. Juni, 2025, pp. Madya. Teori dan Praktik Penelitian Tindakan (Action Researc. Bandung: Alfabeta. Pemerintah Kota Bandung. Mantap! Tak ada lagi over tumpukan sampah di Kota Bandung. Pemerintah Kota Bandung. https://w. id/citizen/detail/209/mantap-tak-ada-lagi-over-tu mpukan-sampah-di-kota-bandung-1715745970 Shabrina. Mei, 2. Menjijikan. Taman Alun-alun jadi lautan sampah akibat JPNN. Diakses https://jabar. com/jabar-terkini/2787/menjijikan-taman-alun-alun-jadilautan-sampah-akibat-pengunjung-kampungan Tripcetera. Agustus, 2. Alun-alun Bandung, tempat nongkrong paling asi di Bandung. Diakses dari https://blog. com/id/alun-alun-bandung/