Khidmatan Volume 6. Nomor 1. Juni 2026, hal. Saifu Rizal dkk ISSN : 2798-8430 . | ISSN : 2809-6908 . https://raja. id/khidmatan Partisipasi Mahasiswa Kukerta Kegiatan Sosial Masyarakat di Kelurahan Tungkal V. Kecamatan Seberang Kota. Kabupaten Tanjung Jabung Barat Saifu Rizal. Sulaiman Alzazuli. Siti Fatimah. Andre Ramadhan. Mashun Syafuan Jauhari. Mita Pita Mala. Sandra Sabina. Amelia Khoirum Ummah*. Ahmad Habibi. Fathul Jannah. Ecy Fitriyani. Kelara Rosalinda. MaAoripah Amini. Najjini Bayanurrahmah. Mariatul Qibthiah. Nurul Ashfia. Della Iswana dan Nur Fadhilah. Institut Agama Islam An-Nadwah Kuala Tungkal. Jambi. Indonesia *Penulis korespondensi : Amelia Khoirum Ummah E-mail : ameliakhoirumummah@gmail. Diterima: 07 Januari 2. Direvisi: 15 Januari 2. Disetujui: 27 Januari 2026 |A Penulis 2026 Abstrak Pengabdian kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) merupakan wujud implementasi Tridarma Perguruan Tinggi yang menekankan keterlibatan mahasiswa secara langsung dalam kehidupan sosial masyarakat. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya partisipasi mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan sosial serta penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan dampak partisipasi mahasiswa KUKERTA dalam kegiatan sosial masyarakat di Kelurahan Tungkal V. Kecamatan Seberang Kota. Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Mitra kegiatan meliputi perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, serta warga setempat, dengan melibatkan mahasiswa KUKERTA lintas program studi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dipadukan dengan konsep Asset Based Community Development (ABCD), melalui tahapan observasi partisipatif, perencanaan bersama, pelaksanaan kegiatan, serta evaluasi dan refleksi. Bentuk kegiatan meliputi bidang keagamaan, pendidikan, sosial kemasyarakatan, serta kesehatan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa partisipasi mahasiswa berdampak positif secara kualitatif berupa meningkatnya kesadaran religius, solidaritas sosial, dan hubungan harmonis antara mahasiswa dan Secara kuantitatif, terjadi peningkatan keikutsertaan masyarakat dalam kegiatan keagamaan, pendidikan anak, gotong royong, serta kegiatan kesehatan seperti senam lansia. Dengan demikian, partisipasi mahasiswa KUKERTA berkontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat sekaligus menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. Kata kunci: Partisipasi Mahasiswa. Kegiatan Sosial. Pemberdayaan Masyarakat. Pengabdian Masyarakat Abstract Community service through the Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) program represents the implementation of the universityAos Tri Dharma by emphasizing studentsAo direct involvement in community social life. This activity is motivated by the importance of student participation in supporting social empowerment and strengthening collaboration between higher education institutions and local communities. The purpose of this program is to describe the forms and impacts of KUKERTA studentsAo participation in community social activities in Tungkal V Subdistrict. Seberang Kota District. Tanjung Jabung Barat Regency. The activity involved local government officials, community leaders, and residents as partners, with students from various academic programs participating. The implementation method employed a Participatory Action Research (PAR) approach combined with the Asset Based Community Development (ABCD) concept through stages of participatory observation, joint planning, implementation, and evaluation. Activities were conducted in the fields of religious affairs, education, social community services, and public health. The results indicate positive qualitative impacts, including increased religious awareness, social solidarity, and harmonious relationships between students and the community. Quantitatively, there was an increase in community participation in religious activities, educational assistance for children, mutual cooperation programs, and health activities such as elderly exercise. Overall. KUKERTA student participation contributed significantly to community empowerment while serving as an effective contextual learning experience for students. Keywords: Student Participation. Social Activities. Community Empowerment. Community Service Partisipasi Mahasiswa Kukerta dalam Kegiatan Sosial Masyarakat di Kelurahan Tungkal V. Kecamatan Seberang Kota. Kabupaten Tanjung Jabung Barat Khidmatan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. ISSN : 2614-5251 . | ISSN : 2614-526X . PENDAHULUAN Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) adalah salah satu di antara tiga Pilar Tridarma Perguruan Tinggi yang memiliki beberapa fungsi, yaitu sebagai media diseminasi ilmu pengetahuan yang fokus utamanya adalah praktik atau kerja nyata di masyarakat. Kukerta juga berfungsi sebagai ajang riset untuk memberikan solusi dari setiap masalah yang ada di masyarakat. Kulis Kerja Nyata (KKN) sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh perguruan tinggi untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam artian. KKN harus manipu memberikan solusi serta bantuan sebagai bentuk bakti kepada masyarakat. Melalui KUKERTA, mahasiswa diharapkan mampu berperan aktif dalam mendukung pembangunan sosial, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah program wajib bagi mahasiswa, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta. (Kelompok Wanita et , 2025, hlm. 2378Ae2. Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan sosial masyarakat menjadi aspek penting dalam keberhasilan pelaksanaan KUKERTA. Kegiatan sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa, tetapi juga sebagai upaya pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan partisipatif. Dengan keterlibatan langsung mahasiswa, diharapkan tercipta kolaborasi yang harmonis antara mahasiswa dan masyarakat dalam mengidentifikasi permasalahan sosial serta merumuskan solusi yang sesuai dengan kebutuhan lokal. (Diana Puspita Retno et al. , 2025, 36Ae. Kelurahan Tungkal V. Kecamatan Seberang Kota. Kabupaten Tanjung Jabung Barat, merupakan wilayah yang memiliki potensi sosial yang cukup besar serta dinamika kehidupan masyarakat yang beragam. Berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti gotong royong, kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial budaya, menjadi ruang strategis bagi mahasiswa KUKERTA untuk berkontribusi secara nyata. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan dampak positif, baik dalam meningkatkan kesadaran sosial maupun dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat terhadap pembangunan lingkungan sekitar Tungkal V. Kecamatan Seberang Kota. Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kelurahan Tungkal V merupakan wilayah dengan dinamika sosial dan kultur masyarakat yang khas, serta memiliki potensi sosial yang beragam. Kehidupan sosial masyarakat di wilayah ini menampilkan berbagai aktivitas seperti gotong royong, kegiatan keagamaan, pendidikan informal, dan kegiatan budaya lokal lainnya. Kegiatan-kegiatan tersebut menjadi wadah strategis bagi mahasiswa KUKERTA untuk berkontribusi secara nyata sekaligus belajar secara langsung dari masyarakat. Melalui keterlibatan dalam kegiatan sosial tersebut, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan pernahaman kontekstual tentang permasalahan lokal serta ikut serta dalam merumuskan strategi penyelesaian yang sesuai dengan kondisi setempat. Partisipasi aktif mahasiswa dalam berbagai program social empowerment ini juga berpotensi memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat, serta mendorong keberlanjutan program yang telah dilaksanakan bahkan setelah kegiatan KUKERTA selesai. Studi-studi pengabdian masyarakat di berbagai lokasi menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pendampingan seperti edukasi kesehatan keluarga, pemberdayaan ekonomi, serta pembangunan sosial lainnya memberi dampak positif berupa peningkatan kesadaran masyarakat terhadap aspek-aspek penting kehidupan sosial, serta meningkatnya kolaboras masyarakat dalam program pembangunan (Permana et al. , 2. Selain itu, keterlibatan mahasiswa dalam program KUKERTA juga memberi nilai tambah berupa pembelajaran kontekstual yang meningkatkan kompetensi profesional dan sosial mahasiswa itu Mahasiswa dituntut untuk berpikir kreatif dan solutif dalam menyikapi permasalahan sosial yang kompleks, sehingga pengalaman ini menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter, keterampilan komunikasi, dan kemampuan kerja tim mahasiswa. Dengan demikian, kegiatan KUKERTA tidak hanya berkontribusi pada masyarakat, tetapi juga membentuk lulusan perguruan tinggi yang berdaya saing dan peduli terhadap lingkungan sosial di sekitarnya. Semua ini menunjukkan bahwa program KUKERTA merupakan sarana yang efektif untuk mewujudkan peran strategis Partisipasi Mahasiswa Kukerta dalam Kegiatan Sosial Masyarakat di Kelurahan Tungkal V. Kecamatan Seberang Kota. Kabupaten Tanjung Jabung Barat Khidmatan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Saifu Rizal dkk perguruan tinggi dalam pembangunan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan melalui kolaborasi aktif antara mahasiswa dan masyarakat lokal. (Naufal Nur Sahid et al. , 2024, hlm. 24Ae. METODE Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dalam rangka program Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dipadukan dengan konsep Asset Based Community Development (ABCD). Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai subjek utama kegiatan pengabdian, sementara mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang mendampingi proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan secara Pemilihan pendekatan PAR dan ABCD bertujuan untuk memastikan bahwa program pengabdian yang dilaksanakan berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat serta memanfaatkan potensi dan aset lokal yang dimiliki. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Kelurahan Tungkal V. Kecamatan Seberang Kota. Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dengan melibatkan mahasiswa KUKERTA, perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Pada tahap awal, mahasiswa melakukan observasi partisipatif dan interaksi langsung dengan masyarakat untuk mengidentifikasi kondisi sosial, potensi, serta permasalahan yang dihadapi masyarakat. Proses ini juga digunakan untuk memetakan berbagai aset masyarakat, baik aset individu, sosial, keagamaan, pendidikan, budaya, maupun kelembagaan yang dapat mendukung pelaksanaan program pengabdian. Berdasarkan hasil pemetaan aset dan diskusi bersama masyarakat, mahasiswa menyusun perencanaan kegiatan secara partisipatif. Perencanaan program difokuskan pada kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial kemasyarakatan, dan kesehatan masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat Kelurahan Tungkal V. Tahap pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui keterlibatan aktif mahasiswa dan masyarakat dalam berbagai aktivitas, seperti pendampingan kegiatan keagamaan, kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi anak-anak dan remaja, gotong royong dan kerja bakti lingkungan, serta kegiatan senam lansia. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa berperan sebagai pendamping, fasilitator, dan motivator guna mendorong partisipasi aktif masyarakat. Tahap akhir kegiatan pengabdian adalah evaluasi dan refleksi, yang dilakukan secara bersamasama antara mahasiswa dan masyarakat. Evaluasi bertujuan untuk menilai tingkat keterlibatan masyarakat, efektivitas kegiatan yang dilaksanakan, serta dampak sosial yang dihasilkan. Hasil refleksi digunakan sebagai dasar untuk memperkuat keberlanjutan program pengabdian serta menjadi bahan pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi sosial dan profesional melalui kegiatan KUKERTA. HASIL DAN PEMBAHASAN Partisipasi mahasiswa KUKERTA dalam kegiatan sosial masyarakat di Kelurahan Tungkal V drwujudkan melalui keterlibatan aktif dalam berbagai aktivitas keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan. Bentuk partisipasi tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat serta bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai selignes, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat. (Naufal Nur Sahid et al. , 2024, hlm. 24Ae. Antisipasi mahasiswa KUKERTA dalam kegiatan sosial masyarakat di Kelurahan Tungkal V diwujudkan melalui keterlibatan aktif dan berkelanjutan dalam berbagai aktivitas keagamaan, pendidikan, serta sosial kemasyarakatan yang ada di lingkungan masyarakat setempat. Dalam bidang keagamaan, mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan seperti pengajian rutin, peringatan hari besar keagamaan, serta 45 pendampingan kegiatan keagamaan anak-anak dan remaja. Keterlibatan mahasiswa KUKERTA dalam berbagai kegiatan masyarakat tidak hanya bertujuan untuk mendukung pelaksanaan program yang telah berjalan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai religius dan moral di tengah masyarakat, khususnya bagi generasi muda. Melalui pendekatan edukatif dan keteladanan, mahasiswa berupaya menghadirkan contoh perilaku positif yang dapat diteladani oleh masyarakat. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan keagamaan dan sosial menjadi Partisipasi Mahasiswa Kukerta dalam Kegiatan Sosial Masyarakat di Kelurahan Tungkal V. Kecamatan Seberang Kota. Kabupaten Tanjung Jabung Barat Khidmatan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. ISSN : 2614-5251 . | ISSN : 2614-526X . sarana pembelajaran nyata mengenai pentingnya sikap tanggung jawab, kepedulian, serta pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. (Yuliana & Hidayat, 2. Dalam konteks keagamaan, partisipasi mahasiswa memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan semangat kebersamaan dan kekompakan masyarakat. Kegiatan keagamaan yang dilaksanakan bersama tidak hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga menjadi wadah interaksi sosial yang mempererat hubungan emosional antara mahasiswa dan masyarakat. Melalui kebersamaan tersebut, terbangun hubungan yang saling menghargai dan saling mendukung, sehingga tercipta suasana sosial yang harmonis. Kehadiran mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat selama masa KUKERTA turut memperkuat rasa persaudaraan dan menumbuhkan semangat gotong royong berbasis nilai-nilai religius. Selain bidang keagamaan, mahasiswa KUKERTA juga berperan aktif dalam bidang pendidikan sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kelurahan Tungkal V. Peran ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan bimbingan belajar, pendampingan literasi, serta edukasi nonformal yang ditujukan bagi anak-anak dan remaja. Kegiatan pendidikan ini difokuskan pada penguatan kemampuan dasar peserta didik, seperti membaca, menulis, dan berhitung, yang menjadi fondasi penting bagi keberhasilan belajar pada jenjang pendidikan Pendampingan pendidikan yang dilakukan oleh mahasiswa tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pada pemberian motivasi belajar dan pengembangan sikap positif terhadap Mahasiswa berusaha menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan komunikatif agar anak-anak merasa lebih nyaman dan antusias dalam mengikuti kegiatan. Dengan pendekatan tersebut, peserta didik tidak merasa tertekan, melainkan terdorong untuk aktif bertanya, berdiskusi, dan berlatih sesuai dengan kemampuan masing-masing. (Rahmadani et al. , 2. Selain bimbingan belajar, mahasiswa juga memberikan edukasi tematik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, seperti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta penguatan nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama. Edukasi tematik ini disampaikan melalui metode yang sederhana dan mudah dipahami, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh anak-anak dan remaja. Dengan demikian, kegiatan pendidikan yang dilakukan tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap dan perilaku positif. (Permana & Siregar, 2. Perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pendidikan tersebut disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat setempat. Mahasiswa berupaya membantu mengatasi keterbatasan sarana belajar dan minimnya pendampingan pendidikan di luar jam sekolah yang dialami oleh sebagian peserta didik. Kehadiran mahasiswa sebagai pendamping belajar menjadi solusi alternatif yang memberikan dukungan tambahan bagi anak-anak dalam proses belajar mereka. Hal ini juga membantu orang tua dalam mendampingi pendidikan anak di rumah. Kegiatan pendidikan yang dilakukan secara partisipatif terbukti mampu meningkatkan minat belajar anak-anak dan remaja di Kelurahan Tungkal Anak-anak menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi dalam mengikuti kegiatan belajar, sementara orang tua mulai menyadari pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda. Kesadaran ini menjadi modal sosial yang penting dalam mendorong keberlanjutan pendidikan di lingkungan masyarakat Sementara itu, dalam bidang sosial kemasyarakatan, mahasiswa KUKERTA terlibat langsung dalam berbagai kegiatan sosial, seperti gotong royong, kerja bakti lingkungan, kegiatan sosial budaya, serta membantu pelaksanaan program-program kemasyarakatan yang diselenggarakan oleh pihak kelurahan. Keterlibatan ini mencerminkan komitmen mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial masyarakat serta mendukung upaya pembangunan sosial berbasis kebersamaan. Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan gotong royong dan kerja bakti lingkungan bertujuan untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan rasa tanggung jawab kolektif terhadap lingkungan sekitar. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga sebagai fasilitator yang mendorong keterlibatan aktif Partisipasi Mahasiswa Kukerta dalam Kegiatan Sosial Masyarakat di Kelurahan Tungkal V. Kecamatan Seberang Kota. Kabupaten Tanjung Jabung Barat Khidmatan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Saifu Rizal dkk Mahasiswa berupaya membangun kesadaran bersama bahwa kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga. Keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas sosial kemasyarakatan memberikan dampak positif berupa meningkatnya interaksi sosial dan solidaritas antarwarga. Hubungan yang terjalin antara mahasiswa dan masyarakat menjadi lebih erat, didasari oleh rasa saling percaya dan saling menghargai. Melalui interaksi yang intensif selama kegiatan berlangsung, mahasiswa dapat memahami kondisi sosial masyarakat secara lebih mendalam, sementara masyarakat merasakan manfaat nyata dari kehadiran mahasiswa. Dengan demikian, kehadiran mahasiswa KUKERTA tidak hanya memberikan kontribusi dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial, tetapi juga mampu menjadi penggerak sosial yang mendorong partisipasi aktif masyarakat. Mahasiswa berperan sebagai agen perubahan yang membantu memperkuat nilai-nilai religius, meningkatkan kualitas pendidikan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam kehidupan Secara keseluruhan, keterlibatan mahasiswa KUKERTA mendukung terciptanya pembangunan sosial yang berkelanjutan dan berbasis partisipasi masyarakat. Secara keseluruhan, bentuk partisipasi mahasiswa KUKERTA di Kelurahan Tungkal V dirancang secara sistematis dengan mempertimbangkan kebutuhan riil serta kondisi sosial, budaya, dan religius masyarakat setempat. Kegiatan yang dilaksanakan tidak bersifat insidental atau seremonial semata, melainkan diarahkan untuk memberikan dampak yang berkelanjutan dan berorientasi pada proses pembinaan jangka panjang. Melalui keterlibatan aktif dalam berbagai bidang, mahasiswa berperan sebagai agen pemberdayaan masyarakat yang berupaya memperkuat nilai-nilai religius, sosial, dan pendidikan secara terpadu. Partisipasi ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang kontekstual, aplikatif, dan berbasis realitas sosial, sekaligus menjadi wujud nyata pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. (Handayani & Wibowo, 2. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya memberikan manfaat bagi warga, tetapi juga membangun hubungan kemitraan yang saling menguntungkan antara perguruan tinggi dan masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia dan penguatan nilainilai sosial kemasyarakatan. Dalam bidang keagamaan dan pendidikan, keterlibatan mahasiswa KUKERTA menunjukkan kontribusi yang signifikan terhadap penguatan kehidupan religius dan peningkatan kualitas pembelajaran masyarakat. Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan yasinan mingguan yang dilaksanakan secara rutin bersama masyarakat menjadi sarana efektif untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan kesadaran religius, serta membangun interaksi sosial yang harmonis dan penuh kekeluargaan. Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga turut membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan, sehingga tercipta rasa kebersamaan dan saling Selain itu, mahasiswa juga terlibat aktif dalam kegiatan belajar Maulid Al-Habsyi dan tilawah Al-QurAoan yang bertujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan secara tartil dan fasih, serta memperdalam pemahaman seni baca shalawat sebagai bagian dari tradisi Islam lokal. Kegiatan habsyian bulanan menjadi wadah edukatif dan kultural yang tidak hanya menanamkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menumbuhkan semangat pelestarian budaya Islam yang telah mengakar di masyarakat. Di bidang pendidikan, mahasiswa KUKERTA berperan aktif dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi anak-anak dan remaja sebagai bentuk pendampingan belajar di luar jam sekolah, dengan fokus pada peningkatan pemahaman materi pelajaran, pemberian motivasi belajar, serta pembentukan karakter positif. Melalui pendekatan yang partisipatif dan komunikatif, kegiatan pendidikan ini mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif, meningkatkan minat belajar peserta didik, serta menumbuhkan kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan bagi masa depan generasi muda di Kelurahan Tungkal V. Partisipasi Mahasiswa Kukerta dalam Kegiatan Sosial Masyarakat di Kelurahan Tungkal V. Kecamatan Seberang Kota. Kabupaten Tanjung Jabung Barat Khidmatan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. ISSN : 2614-5251 . | ISSN : 2614-526X . Gambar 1. KBM Mengaji Al-QurAoan Gambar 2. Pengajian Mingguan Melalui pendekatan yang komunikatif dan edukatif, mahasiswa berperan sebagai fasilitator pembelajaran yang mendorong motivasi belajar serta meningkatkan kepercayaan diri peserta didik. Partisipasi mahasiswa dalam KBM . egiatan belajar mengaja. (Afif Abdillah et al. , 2. Yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas proses belajar masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan pendampingan tambahan. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat hubungan emosional antara mahasiswa dan masyarakat, sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dan berkelanjutan. Dalam bidang keagamaan, mahasiswa KUKERTA terlibat aktif dalam kegiatan belajar Maulid Al-Habsyi dan tilawah Al-Qur'an yang secara rutin dilaksanakan bersama Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an secara tartil dan fasih, serta memperdalam pemahaman seni baca shalawat sebagai bagian dari tradisi keislaman yang hidup di tengah masyarakat. Fokus utama kegiatan keagamaan ini adalah pembinaan generasi muda agar memiliki kecakapan religius yang seimbang antara aspek ibadah, pengetahuan keislaman, dan penghayatan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Pembinaan tersebut tidak hanya menekankan pada penguasaan kemampuan teknis dalam praktik keagamaan, tetapi juga diarahkan pada pembentukan karakter religius yang moderat, toleran, dan berakhlak mulia. Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan mampu memahami ajaran Islam secara utuh serta mengamalkannya dengan penuh kesadaran, baik dalam konteks ibadah personal maupun dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Dalam bidang keagamaan, mahasiswa KUKERTA terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran Maulid AlHabsyi dan tilawah Al-QurAoan yang secara rutin dilaksanakan bersama masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendukung penguatan tradisi keislaman lokal yang telah lama hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Pembelajaran tilawah Al-QurAoan difokuskan pada peningkatan kemampuan membaca Al-QurAoan secara tartil, fasih, dan sesuai dengan kaidah tajwid, sementara kegiatan Maulid Al-Habsyi diarahkan pada pendalaman seni baca shalawat sebagai bagian dari ekspresi kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Kegiatan Maulid Al-Habsyi memiliki nilai strategis karena memadukan aspek ibadah, seni, dan budaya dalam satu rangkaian kegiatan keagamaan. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana peringatan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai media pembelajaran nilai-nilai Islam yang dikemas secara kultural dan estetis. Melalui lantunan shalawat dan irama khas Al-Habsyi, peserta Partisipasi Mahasiswa Kukerta dalam Kegiatan Sosial Masyarakat di Kelurahan Tungkal V. Kecamatan Seberang Kota. Kabupaten Tanjung Jabung Barat Khidmatan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Saifu Rizal dkk diajak untuk merasakan keindahan Islam sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap ajaran dan teladan Rasulullah SAW. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa berperan sebagai pendamping, fasilitator, sekaligus motivator bagi peserta kegiatan, khususnya anak-anak dan remaja. Pendampingan dilakukan secara langsung dengan membantu peserta memahami teknik dasar tilawah, penerapan hukum tajwid, serta pengenalan dan penguasaan irama shalawat Al-Habsyi. Proses pendampingan ini tidak bersifat menggurui, melainkan dilakukan melalui pendekatan persuasif dan partisipatif, sehingga tercipta suasana belajar yang lebih santai, akrab, dan menyenangkan. Pendekatan persuasif dan partisipatif yang digunakan dalam kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan aktif peserta dalam proses Peserta diberikan ruang untuk bertanya, mencoba, dan berlatih secara langsung sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dengan pendekatan tersebut, peserta merasa lebih nyaman dan tidak terbebani, sehingga motivasi untuk terus belajar dan mengikuti kegiatan keagamaan dapat tumbuh secara alami. Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan peserta juga mendorong terciptanya hubungan yang harmonis dan penuh keakraban. Kegiatan habsyian dan tilawah Al-QurAoan yang dilaksanakan secara rutin memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pemahaman dan praktik keagamaan masyarakat. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga mendapatkan pengalaman spiritual yang memperkaya penghayatan mereka terhadap nilai-nilai Islam. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan yang dikemas secara kreatif dan kontekstual dapat menjadi sarana pendidikan Islam yang efektif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Selain berfungsi sebagai media pembelajaran, kegiatan habsyian bulanan juga menjadi ruang pembinaan sosial dan spiritual bagi generasi muda. Melalui kegiatan ini, peserta dilatih untuk berdisiplin, bekerja sama, serta menghargai perbedaan kemampuan dan latar belakang satu sama lain. Nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan saling menghormati secara tidak langsung ditanamkan melalui proses interaksi selama kegiatan berlangsung, sehingga membentuk sikap sosial yang positif di kalangan generasi muda. Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan Maulid Al-Habsyi memberikan dampak positif terhadap meningkatnya minat dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan. Kehadiran mahasiswa sebagai pendamping dan motivator mampu menarik perhatian anak-anak dan remaja untuk lebih aktif terlibat dalam kegiatan yang sebelumnya mungkin dianggap monoton atau kurang menarik. Dengan metode pendampingan yang interaktif dan komunikatif, kegiatan keagamaan menjadi lebih hidup dan diminati oleh berbagai kalangan. Lebih lanjut, kegiatan ini juga berperan penting dalam upaya pelestarian budaya Islam lokal yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat. Tradisi Maulid Al-Habsyi yang diwariskan secara turun-temurun dapat terus dijaga keberlangsungannya melalui keterlibatan generasi muda. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas religius individu, tetapi juga pada pelestarian identitas budaya dan keagamaan masyarakat secara kolektif. Melalui kegiatan habsyian dan tilawah Al-QurAoan, nilainilai keislaman yang moderat, toleran, dan inklusif dapat ditransmisikan secara berkelanjutan kepada generasi muda. Islam diperkenalkan sebagai agama yang ramah, indah, dan penuh kasih sayang, sehingga mampu membentuk pola pikir dan sikap keberagamaan yang seimbang. Hal ini sejalan dengan upaya membangun masyarakat yang religius namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan keharmonisan sosial. Secara keseluruhan, keterlibatan mahasiswa KUKERTA dalam kegiatan Maulid Al-Habsyi dan tilawah Al-QurAoan memberikan kontribusi nyata dalam pembinaan keagamaan masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis peserta dalam membaca Al-QurAoan dan melantunkan shalawat, tetapi juga memperkuat penghayatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan ini dapat dipandang sebagai salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang efektif dalam mendukung pembangunan karakter religius generasi muda berbasis budaya dan tradisi Islam lokal. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai keislaman yang moderat dan toleran dapat ditransmisikan secara berkelanjutan kepa da generasi muda. Partisipasi dalam Kegiatan Sosial Kemasyarakatan. Bentuk partisipasi mahasiswa KUKERTA dalam kegiatan sosial Partisipasi Mahasiswa Kukerta dalam Kegiatan Sosial Masyarakat di Kelurahan Tungkal V. Kecamatan Seberang Kota. Kabupaten Tanjung Jabung Barat Khidmatan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. ISSN : 2614-5251 . | ISSN : 2614-526X . kemasyarakatan diwujudkan melalui keterlibatan langsung dalam membantu masyarakat menyelenggarakan berbagai acara, seperti kegiatan keagamaan, sosial, dan peringatan hari besar. Mahasiswa berperan dalam tahap persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan, sehingga meringankan beban masyarakat dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan acara. Selain itu, mahasiswa KUKERTA turut berpartisipasi dalam pengajian pagi Jum'at sebagai upaya mendukung pembinaan keagamaan rutin di masyarakat. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan partisipasi jamaah serta memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Selain bidang keagamaan, mahasiswa KUKERTA juga berperan aktif dalam bidang pendidikan melalui keterlibatan dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KHM) bagi anak-anak dan remaja di Kelurahan Tungkal V. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pendampingan belajar di luar jam sekolah, dengan tujuan membantu peserta didik dalam memahami materi pelajaran, meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi dasar, serta membentuk sikap dan karakter positif. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa bertindak sebagai fasilitator pembelajaran yang mengedepankan pendekatan komunikatif, partisipatif, dan edukatif. Metode pembelajaran dirancang secara fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan serta tingkat perkembangan peserta didik. Mahasiswa juga berupaya menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan, sehingga anak-anak merasa nyaman dan tidak tertekan dalam proses belajar. Pendampingan ini terbukti membantu peserta didik yang mengalami kesulitan belajar serta membutuhkan perhatian tambahan di luar lingkungan sekolah formal. (Rudi Hartono, 2021, 23Ae. Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan KBM memberikan kontribus nyata terhadap peningkatan kualitas proses belajar masyarakat, khususnya bagi anak-anak dari keluarga yang memiliki keterbatasan akses terhadap bimbingan belajar tambahan. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan pemahaman akademik, tetapi juga pada pengembangan soft skills peserta didik, seperti kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, dan sikap disiplin. Selain itu, interaksi yang terjalin secara intensif antara mahasiswa dan masyarakat turut memperkuat hubungan emosional dan rasa kebersamaan. Melalui kegiatan KBM yang dilakukan secara berkelanjutan, tercipta lingkungan belajar yang kondusif, aman, dan mendukung perkembangan sosial serta karakter peserta Keberadaan mahasiswa sebagai pendamping belajar juga memberikan contoh positif bagi anakanak dalam hal semangat belajar, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap Pendidikan. (Sri Wahyuni, 2018, hlm. Partisipasi dalam Bidang Kesehatan dan Sosial. Partisipasi mahasiswa KUKERTA juga mencakup aspek kesehatan masyarakat, salah satunya melalui kegiatan senam lansia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran fisik, kesehatan, dan kualitas hidup para lansia di Kelurahan Tungkal V. Mahasiswa berperan sebagai pendamping dan motivator, sehingga lansia terdorong untuk aktif mengikuti kegiatan secara rutin. Pelaksanaan senam lansia tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga pada kesehatan psikologis dan sosial, seperti meningkatnya interaksi sosial serta rasa kebersamaan antar peserta. Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi mahasiswa KUKERTA berkontribusi secara nyata dalam meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat (Dewi Sartika, 2020, 201Ae. Tabel 1. Partisipasi Mahasiswa KUKERTA Kelurahan Tungkal V Bidang Kegiatan Bentuk Tujuan Dampak Terhadap Keterangan Partisipasi Kegiatan Masyarakat Mahasiswa KUKERTA Mengikuti Memperkuat Meningkatnya Terlaksana nilai religius Keagamaan pengajian rutin, kesadaran religius. Partisipasi Mahasiswa Kukerta dalam Kegiatan Sosial Masyarakat di Kelurahan Tungkal V. Kecamatan Seberang Kota. Kabupaten Tanjung Jabung Barat Khidmatan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Saifu Rizal dkk Bidang Kegiatan Pendidikan Sosial Kemasyarakatan Kesehatan dan Sosial Budaya dan sosial relegius Bentuk Partisipasi Mahasiswa KUKERTA Maulid Al-Habsyi dan tilawah AlQurAoan Pendampingan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), belajar, literasi dan numerasi Gotong royong, kerja bakti kelurahan dan peringatan hari Pendampingan dan motivasi dalam kegiatan senam lansia Kegiatan habsyian bulanan dan seni religi Islam (Hadra. Tujuan Kegiatan Dampak Terhadap Masyarakat Keterangan dan kebersamaan Meningkatka n kualitas dan motivasi belajar anak Meningkatnya minat belajar, akademik, dan kepercayaan diri Terlaksana Menumbuhk sosial dan Terjalinnya solidaritas sosial dan hubungan mahasiswaAe Terlaksana Meningkatka n kebugaran dan kualitas hidup lansia Meningkatnya kesehatan fisik, interaksi sosial, dan kesejahteraan lansia Terlaksana Melestarikan Islam lokal Meningkatnya minat generasi muda terhadap budaya dan tradisi Terlaksana SIMPULAN DAN SARAN Partisipasi mahasiswa KUKERTA di Kelurahan Tungkal V. Kecamatan Seberang Kota. Kabupaten Tanjung Jabung Barat, menunjukkan keterlibatan aktif dan berkelanjutan dalam berbagai bidang, meliputi keagamaan, pendidikan, sosial kemasyarakatan, dan kesehatan masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan memberikan dampak positif berupa meningkatnya kesadaran religius, motivasi dan kualitas belajar anak-anak, solidaritas sosial, serta kesejahterean lansia. Selain berkontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat, pelaksanaan KUKERTA juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang efektif bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi sosial dan profesional, sehingga memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan masyarakat secara partisipatif dan Berdasarkan hasil kegiatan dan pembahasan, disarankan agar pelaksanaan program KUKERTA selanjutnya dapat direncanakan secara lebih terstruktur dengan memperhatikan kebutuhan dan potensi masyarakat setempat agar manfaat yang dihasilkan semakin optimal dan berkelanjutan Mahasiswa diharapkan terus meningkatkan kreativitas, kemampuan komunikas, serta kerja sama dengan masyarakat dan perangkat kelurahan dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan Selain itu, dukungan dari pihak perguruan tinggi perlu diperkuat, terutama dalam hal pembekalan. Partisipasi Mahasiswa Kukerta dalam Kegiatan Sosial Masyarakat di Kelurahan Tungkal V. Kecamatan Seberang Kota. Kabupaten Tanjung Jabung Barat Khidmatan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. ISSN : 2614-5251 . | ISSN : 2614-526X . pendampingan, dan evaluasi program, sehingga kegiatan KUKERTA dapat memberikan dampak yang lebih luas dalam mendukung pembangunan sosial masyarakat. UCAPAN TERIMAKASIH