Jayapangus Press Metta: Jurnal Ilmu Multidisiplin Volume 4 Nomor 4 . ISSN : 2798-7329 (Media Onlin. Pengaruh Kompetensi Personel dan Kemampuan Dock Fasharkan Terhadap Kesiapan Unsur KRI PRX Vendri Kristanto1. Budi Sugiarto1. Eska Yosep Wiratama1. Susilo2* Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut. Ciledug Raya Cipulir. Jakarta. Indonesia Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut. Surabaya. Indonesia *aprilkukuh53@gmail. Abstract In the context of maritime defense, the readiness of fleet elements is a very vital Fleet Command II (Koarmada II), as one of the main commands in the structure of the Indonesian Navy, has a crucial responsibility to ensure that all elements of its warships are always ready to carry out various maritime operations. This operational readiness is not only determined by the physical condition of the warship, but also depends heavily on two main factors personnel competence in this case KRI personnel and the capability of the Fasharkan Surabaya dock. The purpose of this study was to analyze the effect of personnel competence and Fasharkan dock capability on the operational readiness of elements. The method used is a quantitative method with the help of SPSS version 26 software, with a questionnaire via Google Form with Random sampling used to collect sample data. The results of the study showed a strong correlation between KRI PRX Personnel Competence and Surabaya Fasharkan Dock Capability on Element Readiness in the Koarmada II environment. KRI PRX Personnel Competence and Surabaya Fasharkan Dock Capability partially have a very strong and positive relationship and have a significant influence on element readiness. This can be interpreted that the better the competence of KRI PRX personnel and the capabilities of the Fasharkan dock, the higher the readiness of elements in the Koarmada II. Keywords: Personnel Competence. Docking Capability. Preparedness Of Elements Abstrak Dalam konteks pertahanan maritim, kesiapan unsur-unsur armada merupakan faktor yang sangat vital Komando Armada II (Koarmada II), sebagai salah satu komando utama dalam struktur TNI Angkatan Laut, memiliki tanggung jawab krusial untuk memastikan bahwa seluruh unsur kapal perangnya selalu siap menjalankan berbagai operasi maritim. Kesiapan operasional ini tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik kapal perang, tetapi juga sangat bergantung pada dua faktor utama kompetensi personel dalam hal ini personel KRI dan kemampuan dock Fasharkan Surabaya. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh kompetensi personel dan kemampuan dock fasharkan terhadap kesiapan operais unsur. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26, dengan kuisioner melalui Google Form dengan Random sampling digunakan untuk pengumpulan data sample. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara Kompetensi Personel KRI PRX dan Kemampuan Dock Fasharkan Surabaya terhadap Kesiapan Unsur di lingkungan Koarmada II. Kompetensi Personel KRI PRX dan Kemampuan dock Fasharkan Surabaya secara parsial memiliki hubungan yang sangat kuat, dan positif serta memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kesiapan unsur. Hal ini dapat diartikan bahwa semakin baiknya Kompetensi Personel KRI PRX dan Kemampuan dock Fasharkan maka semakin tinggi kesiapan unsur Koarmada II. Kata Kunci: Kompetensi Personel. Kemampuan Dock. Kesiapan Unsur https://jayapanguspress. org/index. php/metta Pendahuluan Sesuai dengan Undang-Undang TNI Nomor 34 Tahun 2004 TNI Angkatan laut bertugas melaksanakan tugas TNI matra laut di bidang pertahanan, menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah laut yurisdiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi (Suyadi et al. , 2. Tugas TNI Angkatan Laut adalah Pertahanan negara dilaut yang merupakan aplikasi dari tiga peran yaitu sebagai Fungsi Militer (Military Rol. Fungsi Polisionil (Constabulary Rol. dan Fungsi Diplomasi (Diplomacy Rol. (Kusuma et al. , 2. Dalam konteks pertahanan maritim, kesiapan unsur-unsur armada merupakan faktor yang sangat vital. Komando Armada II (Koarmada II) Ramadhan et al. , . sebagai salah satu komando utama dalam struktur TNI Angkatan Laut, memiliki tanggung jawab krusial untuk memastikan bahwa seluruh unsur kapal perangnya selalu siap menjalankan berbagai operasi maritim (Haryanto et al. , 2021. Taufiqoerrochman, 2. KRI adalah salah satu kapal fungsi perang yang berada di bawah komando Koarmada. Sebagai kapal perang. KRI memiliki peran penting dalam menjalankan berbagai misi dan operasi maritim (Wicaksono et al. , 2. KRI dilengkapi dengan berbagai sistem senjata, peralatan navigasi, dan teknologi komunikasi canggih, yang memungkinkannya untuk beroperasi di berbagai kondisi dan situasi (Wahyudi et al. Fasharkan Lantamal V Surabaya menjadi salah satu fasilitas pemeliharaan KRI yang berperan penting dalam memastikan bahwa KRI selalu dalam kondisi optimal untuk operasi (Hermawan et al. , 2. Kesiapan operasional ini tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik kapal perang, tetapi juga sangat bergantung pada dua faktor utama yaitu kompetensi personel dan kemampuan dock. Fasharkan mempunyai tugas pokok membantu Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut V dalam menyediakan fasilitas pemeliharaan dan perbaikan bagi KRI yang akan melaksanakan perbaikan bidang permesinan, elektronika, pengedokan serta bangunan kapal (Desember et al. , 2020. Pranata & Mudzakkir, 2. Fasharkan Surabaya merupakan fasharkan tipe A. Fasharkan tipe A mampu melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan sampai dengan tingkat depo untuk semua jenis KRI baik Sewaco maupun Platform (Sulo, 2. Namun kondisi saat ini kemampuan Fasharkan Surabaya masih belum optimal dalam hal kemampuan pemelihaaran dan perbaikan KRI, hal ini dikarenakan kompetensi personel atau kondisi SDM yang ada baik dari segi kualitas maupun kuantitas masih belum terpenuhi serta kelengkapan peralatan yang belum lengkap dan masih teknologi lama. Dalam konteks organisasi, personel yang kompeten dapat meningkatkan produktivitas dan efektivitas perbaikan di Fasharkan Surabaya, karena mereka memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan yang baik dan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang peran mereka dalam mencapai tujuan organisasi. Keberhasilan kinerja individu sangat dipengaruhi faktor kecanggihan teknologi. Kecanggihan Teknologi akan membantu perusahaan menghasilkan informasi yang lebih akurat dan tepat waktu untuk pengambilan keputusan yang efektif (Ratnaningsih & Suaryana, 2. Berdasarkan uraian diatas maka penelitian ini menggunakan variabel bebas pertama adalah kompetensi personel dan Variabel bebas yang kedua selanjutnya pada penelitian ini adalah kemampuan peralatan dock Fasharkan. Dalam konteks organisasi, personel yang kompeten dapat meningkatkan produktivitas dan efektivitas perbaikan di Fasharkan Surabaya, karena mereka memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan yang baik dan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang peran mereka dalam mencapai tujuan organisasi. Dalam penelitiannya. Nayar et al. , . menjelaskan tentang Pengaruh Kemampuan Personel Dan Kelengkapan Alat Kerja Terhadap Kesiapan Satuan Pemeliharaan Pangkalan Dinas Fasilitas Dan Konstruksi Angkatan Udara Di https://jayapanguspress. org/index. php/metta Jakarta. Sementara itu. Darwis . menjelaskan Pengaruh Kompetensi SDM. Disiplin Pegawai Dan Sarana Prasarana Terhadap Kinerja Pegawai Pada Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makassar. Hermawan & Khabibi . menjelaskan bagaimana Pengaruh Kemampuan Personil dan Sarana Prasarana Faslabuh Dermaga Mentigi terhadap Kesiapan Operasi KRI di Wilayah Lantamal IV. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa kemampuan peralatan yang digunakan untuk perbaikan di dock Lawang Fasharkan Surabaya dalam kondisi yang baik dan siap digunakan, sehingga waktu, kualitas, keamanan, dan biaya perbaikan dapat dikelola dengan baik. Melihat penting dan pokoknya kelengkapan peralatan tersebut, peneliti memilih variabel tersebut untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara kemampuan peralatan dock Lawang Fasharkan Surabaya terhadap kesiapan unsur di Koarmada II. Selain mengetahui hubungan secara parsial hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat tersebut diatas, dalam penelitian ini juga ingin mengetahui hubungan secara simultan antara dua variabel bebas yaitu pengaruh kompetensi personel dan kemampuan peralatan di dock Fasharkan Surabaya terhadap kesiapan unsur KRI di Koarmada II serta memberikan rekomendasi yang bermanfaat untuk peningkatan kinerja dan kesiapan operasional di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan analisis untuk mengetahui pengaruh kompetensi personel KRI PRX dan Kemampuan dock Fasharkan Surabaya secara parsial terhadap kesiapan unsur di wilayah Koarmada II. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori kompetensi, teori kemampuan, dan teori kesiapan yang didukung dengan metode penelitian kuantitatif teknik penelitian yang berpedoman pada pengumpulan data dalam bentuk angka atau data kuantitatif dan kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik. Selain itu dilakukan uji korelasi untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antar variabel, dilakukan analisis jalur untuk menghitung pengaruh variabel eksogen terhadap variabel endogen. Penelitian ini juga penting dilaksanakan untuk memastikan kemampuan peralatan yang digunakan untuk perbaikan KRI di dock Fasharkan Surabaya dalam kondisi yang baik dan siap digunakan, sehingga waktu, kualitas, keamanan, dan biaya perbaikan dapat dikelola dengan baik penelitian ini menggunakan variabel tersebut untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara kemampuan peralatan dock Fasharkan Surabaya terhadap kesiapan unsur di Koarmada II. Secara umum penelitian ini memberikan pemahaman berbasis data yang lebih mendalam tentang bagaimana kompetensi personel KRI dan kemampuan infrastruktur khususnya dock Fasharkan, dapat mempengaruhi kesiapan operasional unsur-unsur Koarmada II, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemangku kebijakan dalam pengambilan keputusan. Metode Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis metode Metode penelitian kuantitatif adalah suatu cara atau teknik penelitian yang berpedoman pada pengumpulan data dalam bentuk angka dan kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik (Ramdhan, 2. Tujuan adanya metode penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang bagaimana penelitian dilakukan, sehingga permasalahan dapat diselesaikan. Selain itu dilakukan uji korelasi untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antar variabel, dilakukan analisis jalur untuk menghitung pengaruh variabel eksogen terhadap variabel endogen. Pada penelitian ini, fokus penelitian pada kompetensi personel dan kemampuan dock fasharkan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan mencoba menyelaraskan faktor-faktor dalam menganalisis pengaruh pada kompetensi personel sebagai variabel (X. dan kemampuan dock Fasharkan sebagai variabel (X. terhadap kesiapan unsur Koarmada II sebagai variabel (Y). Menurut Sugiono populasi adalah suatu wilayah generalisasi yang di dalamnya terdiri dari https://jayapanguspress. org/index. php/metta karakteristik atau kualitas tertentu yang sudah ditetapkan (Nugroho, 2. Sementara itu. Nurdin & Hartati . menjelaskan bahwa populasi pada dasarnya adalah semua nilai entah pengukuran ataupun perhitungan yang sifatnya kualitatif atau kuantitatif dari ciri-ciri atau karakteristik tertentu terkait dengan sekelompok obyek atau subyek yang Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah personel di Fasharkan Surabaya yang melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan KRI di bidang Platform dan ABK KRI. Tabel 1. Data Personel Fasharkan Surabaya Keterangan GOL DSP Ril Kosong Perwira Bintara Tamtama PNS Jumlah (Sumber: Data Sekunder. Fasharkan Surabaya, 2. Tabel 2. Data Personel KRI Keterangan GOL DSP Ril Kosong Perwira Bintara Tamtama Jumlah (Sumber: Data Sekunder. KRI PRX 2. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Apabila populasi besar, dan tidak dapat mempelajari semuanya misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka digunakan sampel yang di ambil dari populasi Dalam penentuan sampel, peneliti berdasarkan pada tulisan Sugiyono yang berpendapat ukuran sampel yang layak dalam penelitian adalah antara 30-500 (Amin et , 2. Sampel yang diambil dengan cara memberikan kuesioner melalui Google Form dengan Random sampling kepada para Prajurit dan PNS yang ditetapkan menjadi sampel yang berdinas di Fasharkan Surabaya serta prajurit KRI PRX. Metode yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah rumus Slovin (Tejada et al. , 2. Rumus tersebut digunakan untuk menentukan ukuran sampel dari populasi yang telah diketahui jumlahnya. Untuk tingkat presisi yang ditetapkan dalam penentuan sampel adalah 5%. Rumus Slovin adalah: ycA ycu= 1 ycA. yce 2 Dimana: n = Jumlah anggota sampel. N = Jumlah Populasi. e = Presisi . %), maka: ycA ycu= 1 ycA. yce 2 ycu= 1 233. 1 0,583 ycu= 1,583 ycu = 147,24 yccycnycaycycoycaycycoycaycu ycuycoyceEa ycyyceycuyceycoycnycycn ycoyceycuycycayccycn 148 ycu= https://jayapanguspress. org/index. php/metta Analisis data yaitu analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden terkumpul (Octaviani & Sutriani, 2. Teknik analisis data pada penelitian terbagi menjadi dua jenis, yaitu kuantitatif dan kualitatif. Pada penelitian ini yang digunakan adalah teknik analisa data kuantitatif, teknik analisa data kuantitatif digunakan untuk data yang sifatnya numerik atau dapat dihitung karena berbentuk angka statistik. Beberapa teknik analisis data kuantitatif yang umum digunakan dalam penelitian antara lain analisis deskriptif, analisis inferensial, dan analisis regresi sederhana dengan bantuan program SPSS versi 26 for Windows. Analisis data dilakukan agar dapat mengelola data yang lebih teliti dan akurat agar hasil yang diinginkan dapat memuaskan. Kompetensi Personel (X. Kesiapan Unsur (Y) Kemampuan Dok Fasharkan (X. Gambar 1. Kerangka Konseptual Hubungan Antar Variabel. Hasil dan Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui hubungan pengaruh kompetensi personel dan kemampuan dock Fasharkan Surabaya secara simultan terhadap kesiapan unsur di wilayah Koarmada II. Uji Validitas dilakukan untuk menukur indikator-indikator kuesioner apakah bisa mencerminkan karakteristik dari sebuah variabel di dalam penelitian, hasil Uji Validitas Variabel Kompetensi Personel (X. dan variabel Kesiapan dock Fasharkan (X. serta variabel kemampuan pemeliharaan dan perbaikan (Y) diketahui keseluruhan r-hitung > dari r-tabel untuk signifikansi 0,05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua instrumen tersebut valid sehingga dapat digunakan untuk kelanjutan pengolahan data. Uji Validitas Variabel Kompetensi (X. Uji Reliabiltas dilaksanakan juga untuk pengujian instrumen, setiap variabel diukur dengan menggunakan teknik CronbachAos Alpha (). Hasil uji reliabilitas dari variabel kompetensi personel (X. , kemampuan dock Fasharkan (X. dan kesiapan unsur (Y) secara berturutturut diketahui nilai Cronbach Alpha nya adalah 0. 689, 0. 669 dan 0. Maka nilai tersebut > 0,6 yang berarti dapat diterima, sehingga dapat simpulkan bahwa variabel (X. , (X. dan (Y) sebagai variabel penelitian adalah reliabel. Selanjutnya untuk mencari tahu dalam model regresi apakah variabel independen dan variabel dependen mempunyai kontribusi atau tidak. Model regresi yang baik memiliki distribusi data yang normal. Pengujian ini mengunakan metode Kolmogorov-Smirnov. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 3. Uji Normalitas. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Unstandardized Residual https://jayapanguspress. org/index. php/metta Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance Berdasarkan Tabel 3 diatas dapat diketahui nilai Asymtotic Significance sebesar 0,200 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data penelitian ini berdistribusi normal. Pengujian asumsi klasik yang ketiga adalah uji multikolinieritas yang dilakukan untuk mencari tahu apakah ditemukan korelasi antar variabel independen pada penelitian, mengetahui ada atau tidaknya multikolinieritas maka dapat dilihat dari nilai varians inflation factor (VIF) dan tolerance (). Hasil uji multikolinearitas menunjukkan bahwa nilai tolerance semua variabel X memiliki nilai tolerance di atas 0,10 . ,983>0,. dan nilai VIF di bawah 10 . ,017<. , sehingga disimpulkan tidak terdapat multikolinearitas antar variabel bebas, sebagaimana terlihat pada tabel 4 berikut. Tabel 4. Uji Multikolinearitas Coefficientsa Unstandardized Standardized Collinearity Sig. Coefficients Coefficients Statistics Model Std. Error Beta Tolerance VIF 1 (Constan. Total_X1 Total_X2 Dependent Variable: total_Y Uji heterokedastisitas dilakukan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain, berdasarkan Tabel 4 diketahui bahwa terdapat nilai probabilitas yang lebih kecil dari 0,05 pada variable X2, dengan demikian kedua variabel kompetensi personel (X. 000<0,05 dan kesiapan dock Fasharkan (X. 0,388>0,05 yang diajukan dalam penelitian ini tidak terjadi gejala heterokedasitas, sebagaimana terlihat pada tabel 5 berikut: Tabel 5. Uji Heteroskedasitas Coefficientsa Unstandardized Standardized Sig. Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta 1 (Constan. Total_X1 Total_X2 Dependent Variable: ABSResid Suatu model regresi yang baik adalah bila ada hubungan linearitas antara variabel bebas dan terikatnya. Hal ini dilakukan dengan tes linearitas untuk residual unstandardized dan residual predictednya, diketahui nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,023, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang linier secara signifikan antara kompetensi personel dan kesiapan unsur, sebagaimana terlihat pada tabel 6 berikut. https://jayapanguspress. org/index. php/metta Tabel 6. Uji Linieritas Variabel X1 terhadap Variabel Y ANOVA Table Sum of Squares Between (Combine. Groups Linearity Mean Square Sig. Deviation 827 18 27. Linearity Within Groups 464 127 14. Total Selanjutnya pada tabel 7 diketahui nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 yaitu 0,376 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linier secara signifikan antara kemampuan dock Fasharkan dan kesiapan unsur. Tabel 7. Uji Linieritas Variabel X2 terhadap Variabel Y ANOVA Table Sum of Mean Sig. Squares Square Y * Between (Combine. X2 Groups Linearity Deviation Linearity Within Groups Total Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linear berganda ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 . Jika terjadi korelasi, maka diidentifikasi terjadi masalah autokorelasi. Dasar pengambilan keputusan pada uji autokorelasi ini menggunakan teknik uji durbin Watson. Tabel 8. Tabel Autokorelasi Model Summary Adjusted R Std. Error of DurbinModel R Square Square the Estimate Watson Predictors: (Constan. Total_X2. Total_X1 Dependent Variable: Total_Y Interpretasi hasil uji Durbin-Watson adalah nilai Durbin-Watson mendekati 2 tidak ada autokorelasi . , nilai mendekati 0 ada autokorelasi positif . esidual berturut-turut cenderung serup. dan nilai mendekati 4 ada autokorelasi negative . esidual berturut-turut cenderung berlawana. Dapat kita lihat nilai Durbin-Watson pada tabel 233 dan berada di du < d < 4 Ae du . 7572 < 1. 948 < 2. Berdasarkan ketentuan autokorelasi, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi yang terbentuk tidak terjadi autokorelasi. Untuk mengukur ada atau tidaknya hubungan antara dua variabel atau lebih dan juga menunjukkan arah hubungan antara variabel bebas terhadap variabel terikat dilakukan analisis Regresi Linear Berganda dengan hasil pada tabel 9. https://jayapanguspress. org/index. php/metta Tabel 9. Koefisien Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Sig. Std. Error Beta 1 (Constan. Total_X1 Total_X2 Dependent Variable: Total_Y Penjelasan persamaan regresi linier berganda di atas adalah sebagai berikut: Nilai konstanta sebesar. Artinya jika variabel bebas kompetensi personel (X. , dan kemampuan dock Fasharkan (X. konstan atau sama dengan nol, maka kesiapan unsur akan sebesar 47,304 satuan. Nilai koefisien kompetensi personel (X. 182 dan mempunyai koefisien regresi positif. Hal ini menunjukkan terjadinya perubahan yang searah. Artinya, setiap ada kenaikan pada kompetensi sebesar satu satuan, maka dapat meningkatkan regenerasi sebesar 0. 182 satuan dan sebaliknya apabila terjadi penurunan pada kompetensi personel sebesar satu satuan, maka dapat menurunkan regenerasi sebesar 182 satuan dengan asumsi variabel bebas yang lain konstan. Nilai koefisien kemampuan dock Fasharkan (X. 036 dan mempunyai koefisien regresi positif. Hal ini menunjukkan terjadinya perubahan yang searah. Artinya, setiap ada kenaikan pada kesiapan peralatan sebesar satu satuan, maka dapat meningkatkan regenerasi sebesar 0. 036 satuan dan sebaliknya apabila terjadi penurunan pada kemampuan peralatan sebesar satu satuan, maka dapat menurunkan regenerasi sebesar 0. 036 satuan dengan asumsi variabel bebas yang lain konstan. Berdasarkan hasil analisis dan pengujian hipotesis menunjukkan bahwa dari tiga hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini menunjukkan bukti bahwa kompetensi personel berpengaruh langsung positif terhadap kesiapan unsur, kemampuan dock Fasharkan berpengaruh langsung positif terhadap kesiapan unsur serta kompetensi personel dan kemampuan peralatan secara bersama/simultan berpengaruh langsung positif terhadap kesiapan unsur. Penjelasan secara detail adalah sebagai berikut: Pengaruh Kompetensi Personel (X. terhadap Kesiapan Unsur/KRI (Y). Perhitungan dari pengolahan data telah memberikan informasi yang sangat berguna mengenai hubungan antara variabel-variabel penelitian, antara lain: Uji validitas hasil kuesioner yang berisi indikator variabel X1 telah dilakukan kepada 148 responden dengan menggunakan metode pearson correlation product moment. Uji validitas telah dilaksanakan dengan menggunakan SPSS dan menghasilkan r hitung untuk variabel X1, nilai r tabel sebesar 0. 162 pada tingkat signifikansi 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua instrumen tersebut valid sehingga dapat digunakan untuk kelanjutan pengolahan data. Uji reliabilitas yang telah dilaksanakan pada variabel X1 menunjukan nilai cronbach alpha diatas 0,6. Cronbach alpha pada X1= 0,780 sehingga dapat disimpulkan bahwa data tersebut memiliki konsistensi dan ketepatan alat ukur dalam memberikan hasil pengukuran dan reliabel dalam penelitian. Persamaan regresi linier berganda yang didapat dari hasil pengolahan data adalah sebagai berikut: Y = 47. 182 X1 0. 036 X2 https://jayapanguspress. org/index. php/metta d. Uji R menunjukan koefisien determinasi sebesar 0,182 yang menunjukan bahwa variabel independen menjabarkan sebesar 18,2% informasi yang dibutuhkan untuk mempredikasi variabel dependen. Sedangkan sisanya sebesar 81,8% dijelaskan oleh variabel yang tidak termasuk ke dalam variabel independen di dalam penelitian ini. Uji F tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05 yaitu sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa secara simultan kompetensi personel (X. berpengaruh terhadap kesiapan unsur (Y). Uji t diketahui bahwa pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat adalah sebagai berikut: Nilai signifikansi variabel kompetensi personel (X. lebih kecil dari 0,05 yaitu 000 hal ini menunjukkan bahwa kompetensi personel secara parsial berpengaruh terhadap kesiapan unsur. Pengaruh Kemampuan Dock Fasharkan (X. Terhadap Kesiapan Unsur/KRI (Y). Perhitungan dari pengolahan data telah memberikan informasi yang sangat berguna mengenai hubungan antara variabel-variabel penelitian, antara lain: Uji validitas hasil kuesioner yang berisi indikator variabel X2 telah dilakukan kepada 148 responden dengan menggunakan metode pearson correlation product moment. Uji validitas telah dilaksanakan dengan menggunakan SPSS dan menghasilkan r hitung untuk variabel X2 diatas nilai r tabel sebesar 0. 162 pada tingkat signifikansi 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua instrumen tersebut valid sehingga dapat digunakan untuk kelanjutan pengolahan data. Uji reliabilitas yang telah dilaksanakan pada variabel X2 menunjukan nilai cronbach alpha diatas 0,6. 761 sehingga dapat disimpulkan bahwa data tersebut memiliki konsistensi dan ketepatan alat ukur dalam memberikan hasil pengukuran dan reliabel dalam penelitian. Persamaan regresi linier berganda yang didapat dari hasil pengolahan data adalah sebagai berikut: Y = 47. 182 X1 0. 036 X2 Uji R menunjukan koefisien determinasi sebesar 0,036 yang menunjukan bahwa variabel independen menjabarkan sebesar 3,6% informasi yang dibutuhkan untuk mempredikasi variabel dependen. Sedangkan sisanya sebesar 96. 4% dijelaskan oleh variabel yang tidak termasuk ke dalam variabel independen di dalam penelitian ini. Uji F tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05 yaitu sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa secara simultan kompetensi personel (X. , dan kemampuan dock Fasharkan (X. terhadap kesiapan unsur/KRI (Y). Uji t diketahui bahwa pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat adalah sebagai berikut. Nilai signifikansi variabel kemampuan dock Fasharkan (X. lebih besar dari 0,05 yaitu 0. 388, hal ini menunjukkan bahwa kesiapan peralatan secara parsial berpengaruh terhadap kemampuan pemeliharaan dan perbaikan. Dari hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan dock Fasharkan secara parsial memiliki hubungan kuat, dan positif serta memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kesiapan unsur. Hal ini dapat diartikan bahwa semakin baiknya kemampuan dock Fasharkan maka semakin tinggi kesiapan unsur/KRI. Pengaruh Secara Simultan Kompetensi Personel (X. , dan Kemampuan Dock Fasharkan (X. Terhadap Kesiapan Unsur (Y) Perhitungan dari pengolahan data telah memberikan informasi yang sangat berguna mengenai hubungan antara variabel-variabel penelitian, antara lain: https://jayapanguspress. org/index. php/metta a. Uji validitas hasil kuesioner yang berisi indikator variabel Y telah dilakukan kepada 148 responden dengan menggunakan metode Pearson correlation product moment. Uji validitas telah dilaksanakan dengan menggunakan SPSS dan menghasilkan r hitung untuk variabel Y diatas nilai r tabel sebesar 0. 162 pada tingkat signifikansi 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua instrumen tersebut valid sehingga dapat digunakan untuk kelanjutan pengolahan data. Uji reliabilitas yang telah dilaksanakan pada variabel Y menunjukan nilai cronbach alpha diatas 0,6 yaitu 0. 786 sehingga dapat disimpulkan bahwa data tersebut memiliki konsistensi dan ketepatan alat ukur dalam memberikan hasil pengukuran dan reliabel dalam penelitian. Persamaan regresi linier berganda yang didapat dari hasil pengolahan data adalah sebagai berikut: Y = 47. 182 X1 0. 036 X2 Uji R menunjukan koefisien determinasi sebesar 0,117 yang menunjukan bahwa variabel independen menjabarkan sebesar 11,7% informasi yang dibutuhkan untuk mempredikasi variabel dependen. Sedangkan sisanya sebesar 88,7% dijelaskan oleh variabel yang tidak termasuk ke dalam variabel independen di dalam penelitian ini. Uji F tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05 yaitu sebesar 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa secara simultan kompetensi personel (X. dan kemampuan dock Fasharkan (X. berpengaruh terhadap kesiapan unsur (Y). Dari hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa kompetensi personel dan kemampuan dock Fasharkan secara simultan memiliki hubungan yang sangat kuat, dan positif serta memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kesiapan unsur. Hal ini dapat diartikan bahwa semakin baiknya kompetensi personel dan kemampuan dock Fasharkan maka semakin tinggi kesiapan unsur di lingkungan Koarmada II. Kompetensi personel secara parsial berpengaruh signifikan positif terhadap kesiapan unsur di lingkungan Koarmada II. Dari hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa kompetensi personel secara parsial memiliki hubungan yang sangat kuat, dan positif serta memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kesiapan unsur. Hal ini dapat diartikan bahwa semakin baiknya kompetensi personel maka semakin tinggi kesiapan unsur di lingkungan Koarmada II. Kompetensi personel secara parsial berpengaruh signifikan positif terhadap kesiapan unsur-unsur yang ada di lingkungan tersebut. Personel yang memiliki kompetensi tinggi cenderung lebih mampu menjalankan prosedur operasional dengan efektif dan efisien, sehingga meningkatkan kinerja keseluruhan unit. Kompetensi yang baik memungkinkan personel untuk beradaptasi dengan cepat terhadap situasi yang berubah, baik dalam kondisi latihan maupun operasi nyata. Peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan pendidikan berkelanjutan dapat memperkuat kerja sama tim dan komunikasi antar anggota, yang merupakan elemen penting dalam operasi Kemampuan dock Fasharkan Surabaya secara parsial berpengaruh signifikan positif terhadap kesiapan unsur. Pengujian dan analisis data yang dilaksanakan terkait pengaruh variabel kemampuan peralatan dalam kesiapan unsur. Dengan adanya kemampuan fasharkan dalam hal penguasaan teknologi sendiri, operasional KRI juga akan meningkat (Susdarwono, 2. Tren meningkatnya kemampuan kapabilitas berdasarkan teori di atas selalu diikuti dengan peningkatan kompetensi personel (Asmoro & Swastanto, 2. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi kompetensi personel dan meningkatnya kemampuan yang dimiliki oleh dock Fasharkan Surabaya maka semakin mampu mempertahankan kesiapan kapal setiap saat untuk melaksanakan operasi. Kompetensi personel dan kemampuan secara simultan berpengaruh signifikan positif terhadap kesiapan unsur di lingkungan Koarmada II Surabaya serta membuktikan https://jayapanguspress. org/index. php/metta kompetensi personel, dan kemampuan dock Fasharkan secara parsial berpengaruh signifikan positif terhadap kesiapan unsur di Koarmada II Surabaya. Hal ini sejalan dengan teori kesiapan suatu kemampuan untuk melaksanakan tugas tertentu sesuai dengan tuntutan situasi yang dihadapi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa definisi kesiapan unsur dapat juga menyangkut kemampuan unsur untuk berfungsi dengan baik dan memenuhi kebutuhan operasi yang dibebankan. Kesiapan juga dapat melibatkan jumlah dan kualitas peralatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan situasi tertentu maka apabila kesiapan peralatan dimiliki Fasharkan Surabaya maka kemampuan pemeliharaan dan perbaikan KRI di Fasharkan Surabaya juga akan lebih baik. Sebagai salah satu fasilitas pemeliharaan kapal milik TNI AL, memiliki peran penting dalam menjaga kesiapan operasional armada laut Indonesia. Kompetensi personel yang tinggi menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kemampuan dock ini. Personel yang terlatih dan berpengalaman mampu melakukan berbagai jenis perawatan dan perbaikan kapal dengan efisiensi yang Pelatihan berkelanjutan dan pengembangan keterampilan teknis serta manajerial bagi personel menjadi prioritas utama untuk memastikan bahwa mereka selalu siap menghadapi tantangan yang ada. Seiring dengan meningkatnya kemampuan teknis dan profesionalisme personel, dermaga Fasharkan Surabaya dapat lebih efektif dalam menjalankan tugas-tugas pemeliharaan rutin maupun darurat. Hal ini mencakup pemeriksaan berkala, perbaikan sistem mesin, serta penggantian komponen-komponen penting lainnya yang diperlukan untuk menjaga kinerja kapal. Dengan adanya peningkatan kompetensi ini, kesiapan kapal untuk melaksanakan operasi dapat dipastikan setiap saat, sehingga mendukung misi pertahanan negara secara keseluruhan. Kesimpulan Kompetensi Personel pengawak KRI berpengaruh pada kesiapan unsur, begitu juga Kemampuan fasilitas dock fasharkan dapat mempengaruhi kesiapan unsur-unsur yang dimiliki Koarmada II terkait kecepatan, ketapatan dan mutu hasil pekerjaan perbaikan yang dilaksanakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompetensi personel KRI dalam hal ini KRI PRX dan kemampuan dock Fasharkan Surabaya secara simultan terhadap kesiapan unsur di wilayah Koarmada II. Dari hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa kompetensi personel secara parsial memiliki hubungan yang sangat kuat, dan positif serta memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kesiapan unsur. Hal ini dapat diartikan bahwa semakin baiknya kompetensi personel maka semakin tinggi kesiapan unsur di lingkungan Koarmada II. Kemampuan dock Fasharkan Surabaya secara parsial berpengaruh signifikan positif terhadap kesiapan unsur. Pengujian dan analisis data yang dilaksanakan terkait pengaruh variabel kemampuan peralatan dalam kesiapan unsur. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi kompetensi personel dan meningkatnya kemampuan yang dimiliki oleh dock Fasharkan Surabaya maka semakin mampu mempertahankan kesiapan kapal setiap saat untuk melaksanakan operasi. Kompetensi personel dan kemampuan secara simultan berpengaruh signifikan positif terhadap kesiapan unsur di lingkungan Koarmada II Surabaya serta membuktikan kompetensi personel, dan kemampuan dock Fasharkan secara parsial berpengaruh signifikan positif terhadap kesiapan unsur di Koarmada II Surabaya. Kesiapan juga dapat melibatkan jumlah dan kualitas peralatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan situasi tertentu maka apabila kesiapan peralatan dimiliki Fasharkan Surabaya maka kemampuan pemeliharaan dan perbaikan KRI di Fasharkan Surabaya juga akan lebih baik. Penelitian ini memiliki beberapa limitasi yang perlu dipertimbangkan, antara lain yaitu . Hanya dilakukan pada satu objek saja yaitu Kompetensi Personel KRI PRX, sehingga hasil mungkin tidak dapat digeneralisasi, . https://jayapanguspress. org/index. php/metta Hanya berfokus pada hubungan Kompetensi Personel dan Kemampuan dock dengan Kesiapan Unsur Koarmada II, tanpa mempertimbangkan faktor lain yang mungkin berpengaruh dan . Pengumpulan data hanya mengandalkan kuesioner dan dokumentasi yang mungkin memiliki keterbatasan. Dengan mempertimbangkan limitasi tersebut, diperlukan penelitian lebih lanjut dengan pendekatan yang lebih komprehensif dan melibatkan sampel yang lebih luas untuk memperkuat dan memperdalam temuan ini. Daftar Pustaka