Action Research Literate Vol. No. Mei 2024 ISSN: 2808-6988 Tubuh Wanita Dalam Dunia Virtual: Pengalihan Wahana Mitos Hantu Kuntilanak Menjadi Karakter VTuber Ayesha Najmaaulya 1. Dhita Hapsarani 2 Universitas Indonesia. Indonesia Email untuk Korespondensi: najmaaulya@gmail. ABSTRAK Kata kunci: Kuntilanak. Melatika. YouTuber Mika Virtual Keywords: Kuntilanak. Mika Melatika. Virtual YouTuber, woman Persebaran budaya populer Jepang pada masyarakat global melahirkan sebuah fenomena VTuber atau Virtual YouTuber yang merupakan social media influencer dengan menggunakan gambar karakter bergaya anime Jepang sebagai persona mereka di media maya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis transformasi citra mitos hantu kuntilanak menjadi karakter VTuber dalam dunia virtual. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini juga menyoroti komodifikasi tubuh perempuan dalam dunia virtual, di mana karakter Mika Melatika menjadi objek interaksi dan profit melalui fitur donasi dan peluncuran model baru yang lebih seksi. Pengalihan wahana ini menghasilkan sebuah citra yang diobjektifikasi seksual, yang menunjukkan bagaimana citra tradisional kuntilanak diadaptasi untuk menarik minat penonton dalam komunitas VTuber global. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun aspek menyeramkan dari kuntilanak dihapus, penggambaran karakter Mika Melatika tetap mempertahankan elemen-elemen yang dapat diobjektifikasi secara seksual untuk memenuhi kepentingan kapitalisme dalam dunia digital. Kesimpulan penelitian ini menemukan bahwa tubuh perempuan yang erotis dikomodifikasi oleh perusahaan yang menaungi para VTuber tersebut sebagai alat yang memiliki nilai jual yang tinggi. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak. The spread of Japanese popular culture in the global community gave birth to a phenomenon of VTubers or Virtual YouTubers who are social media influencers using images of Japanese anime-style characters as their personas in virtual media. This study aims to explore and analyze the transformation of the mythical image of kuntilanak ghosts into VTuber characters in a virtual world. This research was conducted by qualitative descriptive method. The results of this study also highlight the commodification of women's bodies in the virtual world, where the character Mika Melatika becomes the object of interaction and profit through donation features and the launch of new, sexier models. The diversion of the vehicle resulted in a sexually objectified image, which shows how the traditional image of kuntilanak was adapted to appeal to audiences within the global VTuber community. This shows that although the creepy aspect of kuntilanak is removed, the portrayal of Mika Melatika's character retains elements that can be sexually objectified to meet the interests of capitalism in the digital The conclusion of this study found that the erotic female body was commodified by the company that houses the VTubers as a tool that has a high selling point. This is done to get more profit. Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY-SA . This is an open access article under the CC BY-SA license. PENDAHULUAN Dunia yang terus berkembang secara global memudahkan komunikasi antara masyarakat di seluruh Kemajuan teknologi yang terus dikembangkan setiap harinya juga memiliki andil sebagai media pertukaran informasi antara masyarakat. Dalam pertukaran informasi ini, masyarakat berbagi berbagai hal, seperti bahasa dan budaya lokal kepada masyarakat di luar daerah tersebut. Kehadiran bahasa dan budaya yang baru ini merangsang ketertarikan masyarakat dunia untuk mempelajari hal-hal tersebut. Dari berbagai Homepage: https://arl. id/index. php/arl ISSN: 2808-6988 perkembangan dunia dan masyarakat, tercipta juga beragam budaya populer yang digemari oleh masyarakat Salah satu budaya yang sangat terkenal di seluruh dunia adalah budaya populer Jepang. Dengan menjadi salah satu pemimpin dunia dalam perkembangan teknologi. Jepang juga menggunakan teknologi mereka untuk menciptakan beragam bentuk hiburan untuk masyarakatnya. Jika mencari budaya visual populer dari Jepang, beberapa yang sering muncul adalah budaya manga dan anime. Manga adalah komik Jepang, sementara anime adalah animasi Jepang. Manga sering kali disebut sebagai budaya yang memelopori anime dengan menciptakan templat key genre seperti shoujo, shounen, dan Dengan persebaran kedua budaya ini di masyarakat global, terciptalah sebuah keistimewaan yang mebedakan budaya visual Jepang dengan budaya visual negara lain. Perkembangan manga dan anime juga pada akhirnya tidak berpengaruh dalam aspek ekonomi saja, tetapi juga dikaitkan sebagai citra nasional dan perwakilan budaya Jepang(Norris, 2. Penggambaran manga dan anime sering kali berkaitan dengan aspek moe dan kawaii. Moe ini sering kali digunakan untuk menggambarkan kecenderungan seseorang terhadap perempuan muda, imut, dan polos dalam anime. Sementara, kawaii digunakan untuk tokoh imut yang memiliki konotasi ketidakberdayaan dan kerentanan (Davey, 2. Fenomena influencer dengan menggunakan karakter bergambar khas manga dan anime menjadi sebuah fenomena yang besar di dalam budaya populer Jepang. Para influencer yang menggunakan karakter tersebut sering kali disebut sebagai Virtual YouTuber atau VTuber. Fenomena ini pertama kali dipopulerkan oleh seorang influencer perempuan Jepang bernama Kizuna Ai yang memulai karirnya sebagai VTuber pada tanggal 29 November 2016. Dengan total pengikut kanal YouTube-nya yang melebihi tiga juta orang. Kizuna Ai menjadi salah satu VTuber yang paling terkenal di komunitasnya. Berbagai aktivitas yang dilakukan oleh Kizuna Ai sebagai VTuber adalah mengunggah video tentang berbagai topik, bermain gim, merilis lagu, menjadi pembaca acara di program TV, dan masih banyak lainnya. Beberapa tahun setelah kemunculan Kizuna Ai di dunia influencer, terlihat bahwa pengaruh Kizuna Ai terhadap dunia influencer dan live streaming sebagai pelopor fenomena VTuber sudah menginspirasi banyak masyarakat untuk melakukan kegiatan yang sama dengan Kizuna Ai. Setahun setelah munculnya Kizuna Ai. Riku Tazumi sebagai pelopor perusahaan Ichikara Inc. ekarang dikenal sebagai ANYCOLOR Inc. ) berusaha untuk menciptakan sebuah management agency yang mengelola VTuber atau yang sering disebut dalam bahasa Jepang sebagai Virtual Livers (EaEEAe CEaE BAcharu RaibA). Agensi ini diberi nama NIJISANJI dan memulai proyeknya pada Februari 2018. Berbeda dengan Kizuna Ai dan berbagai VTuber sebelumnya. NIJISANJI memfokuskan kegiatan para VTuber mereka dengan kegiatan live streaming pada kanal sosial media mereka, seperti di situs YouTube. NicoNicoDouga. Twitch, hingga Bilibili. Mereka menggunakan gambar 2D yang digerakkan melalui teknologi Live2D dan body rendering 3D sebagai persona karakter mereka dalam melakukan aktivitas sebagai VTuber. Dengan total anggota VTuber ANYCOLOR Inc. yang sudah melebihi 200 orang pada awal tahun 2023, perusahaan ini merupakan perusahaan yang memiliki salah satu agensi terbesar di komunitas VTuber. Sekian persen dari total VTuber itu merupakan anggota dari luar wilayah Jepang, yakni dari wilayah Asia Timur lainnya seperti Korea dan Cina, negara-negara Asia lainnya seperti Indonesia. India, dan sebagainya, wilayah Amerika. Eropa, serta Australia. Oleh karena itu, agensi ini menunjukkan keberhasilan dan popularitas fenomena VTuber dalam masyarakat global. Sebelum para talents dari Indonesia digabungkan ke dalam grup besar NIJISANJI pada 15 April 2022. NIJISANJI ID merupakan sebuah cabang terpisah dari agensi NIJISANJI yang memfokuskan para VTubernya untuk penonton berbahasa Indonesia. Aktivitas mereka dimulai pada September 2019 dengan merilis kelompok pertama yang diisi oleh tiga VTuber, yakni Hana Macchia. Taka Radjiman, dan ZEA Cornelia. Sampai pada tahun 2021, cabang ini sudah memiliki enam gelombang perilisan kelompok dengan total 19 Dengan latar belakang yang berbeda. NIJISANJI ID menghadirkan para VTuber naungannya dengan kisahnya masing-masing. Salah satu anggota dari kelompok gelombang keenam yang bernama Mika Melatika merupakan seorang VTuber yang memiliki latar belakang karakternya sebagai hantu Kuntilanak yang populer di kalangan masyarakat Indonesia. Mika Melatika aktif sebagai bagian dari NIJISANJI sejak tanggal 31 Juli 2021 hingga 28 Desember 2023. Dengan menggunakan cerita hantu Kuntilanak. Mika sebagai tokoh dalam dunia virtual mempresentasikan dirinya sebagai Auyour friendly KuntilanakAy untuk menambah rasa keakraban dengan para penontonnya dan komunitas penggemar VTuber lainnya. Penampilan yang ditampilkan dalam desain karakter Mika Melatika juga terinspirasi dari gambaran hantu kuntilanak. berambut hitam panjang, berbaju putih, dan memiliki paku yang tertancap di kepalanya. Namun, cerita asal usul karakter Mika Melatika berbeda dengan kisah Kuntilanak di Indonesia yang mengangkat kisah seorang perempuan yang terviktimisasi dalam kasus pemerkosaan (Karima, 2. Kisah Mika Melatika yang didapatkan dari dua video penceritaan latar belakangnya dalam bentuk rekoleksi memori hidup sebelum kematiannya menceritakan dirinya sebagai seseorang yang berada di rumah sakit dan seseorang yang kesepian dan menjadi hantu karena dibujuk oleh temannya yang merupakan seorang hantu juga. Kedua video latar belakang Mika Melatika ini memperlihatkan Action Research Literate. Vol. No. Mei 2024 Action Research Literate ISSN: 2808-6988 bahwa kematian Mika Melatika tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan kasus pemerkosaan maupun kondisi Dengan penggambaran visual yang menghilangkan aspek menyeramkan dan kisah latar belakang Mika Melatika yang tidak berkaitan dengan narasi korban pemerkosaan, hal ini menunjukkan pengalihan wahana sebuah kisah lokal dapat terjadi untuk memenuhi sebuah pasar konsumerisme yang memiliki ekspektasi dan harapan tertentu terhadap tubuh perempuan. Dari pemaparan masalah di atas, terlihat bahwa pengalihan wahana sebuah kisah lokal dapat terjadi untuk memenuhi sebuah pasar konsumerisme yang memiliki ekspektasi dan harapan tertentu terhadap tubuh Dari pertanyaan penelitian di atas, penelitian ini bertujuan untuk membongkar bagaimana narasi mitos Kuntilanak mengalami perubahan yang ditujukan untuk menjual gambaran tubuh wanita dalam dunia Untuk melihat kebaharuan dalam penelitian ini, perlu dilakukan tinjauan penelitian yang sudah pernah dilakukan sebelumnya. Kajian mengenai pergeseran citra hantu Kuntilanak menjadi persona VTuber belum pernah dilakukan sebelumnya. Akan tetapi, penelitian mengenai VTuber sudah pernah dilakukan oleh (Davey, 2. dalam penelitiannya yang mengkaji fenomena Virtual YouTuber di Jepang. Dalam penelitiannya. Davey menunjukkan bahwa VTuber menghilangkan segala aspek naratif untuk menggarisbawahi aspek penampilan luar sebagai elemen yang utama. Menurutnya, tubuh yang disimulasikan dengan aspek kawaii dan moe dianggap sebagai tubuh yang lebih diinginkan daripada tubuh manusia asli. Hal itu diperlihatkan dalam penelitiannya dengan menunjukkan bahwa pandangan ini bahkan mempengaruhi tubuh perempuan dalam kehidupan nyata, yakni bagaimana aspek kawaii dan moe dihadirkan pada tubuh perempuan asli sebagai aspek yang dapat memperkuat hubungan dengan para konsumen, salah satunya dalam fenomena idol maupun maid cafy. Dengan ini, kehadiran VTuber sebagai virtual idol yang mencampurkan dunia nyata dan fiktif mengembangkan dan memperluas gerakan konsumsi yang diperkuat oleh hubungan antara sang Aoliving fictionAo dan konsumennya dengan tubuh yang disimulasikan dengan aspek kawaii dan moe. Sejalan dengan penelitan Davey. Lu. Shen. Li. Shen, & Wigdor . meneliti bagaimana komunitas Otaku berhubungan dengan VTuber dan bagaimana persepsi mereka mengenai VTuber tersebut. Penelitian Lu et al. mengemukakan bahwa para penonton memersepsikan VTuber berbeda dengan streamer yang menggunakan wajah aslinya. Hal ini didasari oleh berbagai ekspektasi yang dimiliki para penonton untuk para streamer yang menggunakan karakter fiktif sebagai persona VTuber mereka. Dengan berbagai ekspektasi ini, para penonton dengan sadar menanggalkan aspek Nakanohito untuk menjaga kesempurnaan citra para karakter VTuber itu. Kedua penelitian di atas menunjukkan bahwa aspek terpenting dalam citra seorang VTuber adalah bagaimana karakter VTuber itu dihadirkan dan dijaga dengan sempurna karena berbagai ekspektasi dan keinginan yang dimiliki oleh para penontonnya. Penelitian mengenai VTuber Indonesia juga sudah pernah dilakukan sebelumnya. Rimbawati & Putra . melihat bagaimana character design para VTuber Indonesia merepresentasikan budaya Indonesia secara Dengan mengkaji tiga VTuber dari agensi Hololive ID secara semiotik, penelitian itu menunjukkan bahwa adanya upaya untuk merepresentasikan budaya tradisional Indonesia melalui visual karakter yang digambarkan dengan metode gambar Jepang. Pencampuran budaya ini menunjukkan sebuah akulturasi budaya hybrid yang menurut penelitian Rimbawati dan Putra merupakan sebuah upaya untuk menjaga budaya tradisional dalam kehidupan modern, yakni dengan cara memperkenalkan budaya tersebut melalui mediamedia yang ada di dunia modern. Dengan berbagai penelitian terdahulu di atas, dapat terlihat bahwa penelitian ini memiliki kebaharuan dengan melihat bagaimana mitos mengenai hantu menyeramkan Indonesia yang ditampilkan dalam gambar khas Jepang dapat mengubah citra hantu itu dan bagaimana penggambaran tubuh wanita ketika dimasukkan ke dalam pasar komunitas VTuber dikomodifikasi yang dilatarbelakangi oleh berbagai ekspektasi terhadap Penelitian ini melihat bagaimana mitos kuntilanak dialihwahanakan menjadi persona seorang VTuber. Oleh karena itu, perlu dilakukan tinjauan teoritis mengenai alih wahana itu sendiri. Alih wahana berkaitan dengan kegiatan perubahan, adaptasi, penerjemahan, dan pemindahan dari satu bentuk kesenian ke bentuk kesenian yang lain. Dengan ini, pembicaraan mengenai alih wahana tidak bisa dipisahkan dari hubungan antarmedia (Damono, 2. Oleh karena itu, intermedialitas menjadi salah satu konsep penting dalam kajian alih wahana, yakni untuk melihat dan memahami apa saja yang berbeda dari satu media ke media lainnya dan bagaimana menjembatani perbedaan-perbedaan tersebut. Tetapi, pengkajian alih wahana tidak berhenti pada penelitian antarmedia itu saja, tetapi juga meneliti apa yang terkandung dalam media dan juga perubahan yang terjadi di dalamnya (Damono, 2. Untuk melakukan penelitian ini perlu dilihat bagaimana konsep male gaze memengaruhi penggambaran wanita. Menurut Mulvey . , wanita memiliki fungsi ganda dalam pembentukan ketidaksadaran patriarki. Pertama, mereka menyimbolkan ancaman akan pengebirian karena tidak memiliki penis dan yang kedua adalah membesarkan anaknya melalui simbolisme tersebut. Hal ini menyebabkan pandangan patriarki terhadap wanita akan berhenti pada citranya sebagai pihak yang tidak berpenis. Dari sini. Tubuh Wanita Dalam Dunia Virtual: Pengalihan Wahana Mitos Hantu Kuntilanak Menjadi Karakter VTuber ISSN: 2808-6988 mereka digunakan sebagai penanda bukan laki-laki dan hidup mereka ditentukan oleh sebuah aturan simbolis yang menempatkan wanita hanya sebagai pembawa tanda dan laki-laki sebagai pencipta tanda. Ketidakseimbangan seksual yang ada di dunia memisahkan pria dan wanita sebagai pihak yang aktif dan pasif. Male gaze sendiri adalah sebuah proyeksi fantasi yang dimiliki oleh laki-laki terhadap sosok perempuan (Mulvey, 1. Biasanya, wanita dalam peran ekshibisionis merupakan pihak yang dilihat dan juga ditampilkan dengan penampilan yang sangat erotis untuk menekankan aspek to-be-looked-at-ness. Penggambaran ini menampilkan wanita sebagai obyek seksual dan melambangkan hasrat laki-laki. Dalam narasi male gaze, sering kali kehadiran wanita dan penampilannya yang seksual menentang perkembangan alur cerita dengan memberikan sebuah momen kontemplasi erotis. Fungsi kehadiran tokoh perempuan biasanya terdiri dari 2 tingkatan: . sebagai obyek erotis bagi tokoh laki-laki dalam cerita, dan . sebagai obyek erotis bagi penonton. Oleh karena itu, hal ini menunjukkan bahwa laki-laki adalah pihak yang mengendalikan fantasi dan mereka juga muncul sebagai sebuah representasi kekuasaan, yakni sebagai pihak yang menonton perempuan dan dengan male gaze ini, mereka menciptakan karya-karya yang merepresentasikan perempuan sebagai sebuah pertunjukkan (Mulvey, 1. Kekuasaan yang dimiliki oleh laki-laki ini terus melanggengkan pandangan wanita sebagai pihak yang patut ditampilkan dan diobjektifikasi secara seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis transformasi citra mitos hantu kuntilanak menjadi karakter VTuber dalam dunia virtual. Dengan memahami bagaimana elemen-elemen budaya tradisional dan mitologi lokal dapat diterjemahkan ke dalam bentuk media baru, penelitian ini berusaha untuk mengidentifikasi dampak dan persepsi publik terhadap penggambaran tubuh wanita dalam konteks Manfaat dari penelitian ini antara lain memberikan wawasan baru mengenai interaksi antara budaya tradisional dan teknologi modern, serta memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai representasi gender dan identitas dalam media digital. Selain itu, penelitian ini dapat berkontribusi pada kajian budaya populer dan studi media, khususnya dalam konteks bagaimana elemen-elemen mitos lokal dapat diadaptasi dan diterima dalam masyarakat kontemporer melalui platform digital. METODE Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dideskripsikan dalam rangkaian kata dan bahasa, menggunakan berbagai metode ilmiah untuk menuliskan penelitian dengan konteks ilmiah (Moloeng, 2. Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil pada jangka waktu kurang lebih 3 bulan, yakni mulai bulan Agustus 2023 hingga bulan Desember 2023. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: mengobservasi objek penelitian dengan cara mengobservasi beragam akun media sosial yang dimiliki oleh obyek penelitian. memilih dan memilah video dan posting dari obyek penelitian yang memilki keterkaitan dengan topik mengumpulkan data-data yang berupa kutipan maupun gambar dari video dan posting yang sudah dipilah. menganalisis data penelitian untuk menemukan bagaimana narasi yang dihadirkan oleh obyek penelitian berbeda dengan kisah asli mitos Kuntilanak dan bagaimana perubahan ini terjadi. menarik kesimpulan dari analisa yang telah dilakukan. Proses pengumpulan data mencakup wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis Wawancara mendalam dilakukan dengan informan yang dipilih secara purposif untuk mendapatkan informasi yang relevan dan mendalam mengenai topik penelitian. Observasi partisipatif melibatkan peneliti secara langsung dalam lingkungan atau situasi yang diteliti untuk mendapatkan pemahaman yang lebih kaya dan kontekstual. Analisis dokumen dilakukan dengan mengkaji berbagai sumber tertulis yang terkait dengan fokus penelitian untuk melengkapi data yang diperoleh dari wawancara dan observasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara tematik, di mana pola, tema, dan kategori yang muncul dari data diidentifikasi dan diinterpretasikan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai fenomena yang diteliti. Analisis ini dilakukan secara iteratif, melalui proses coding, penyusunan tema, dan penyusunan laporan hasil penelitian yang menggambarkan temuan utama dan interpretasi peneliti. HASIL DAN PEMBAHASAN Melihat AuKuntilanakAy Mitos mengenai hantu kuntilanak sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Menjadi salah satu hantu yang paling ditakuti karena sering mengganggu orang dan sering ditayangkan dalam berbagai media, penampakan kuntilanak adalah salah satu cerita hantu yang paling sering diceritakan di antara masyarakat. Action Research Literate. Vol. No. Mei 2024 Action Research Literate ISSN: 2808-6988 Kuntilanak selalu diceritakan sebagai sosok hantu wanita berambut hitam panjang, menggunakan baju putih, dan memiliki suara yang melengking ketika ia tertawa. Dalam kajian gender mengenai cerita rakyat, hantu kuntilanak digambarkan sebagai seorang wanita korban pemerkosaan yang mengandung dan akhirnya dibunuh oleh pemerkosanya. Oleh karena itu, narasi mengenai kuntilanak sering kali muncul sebagai hantu yang memiliki trauma dan gentayangan untuk balas dendam terhadap laki-laki. Hal ini diceritakan dengan kuntilanak yang menggoda pria sebelum membunuh mereka. Tampilan kuntilanak yang digambarkan sebagai wanita cantik menutupi sebuah aspek kematian diri kuntilanak. Oleh karena itu, godaan dan kecantikan yang dipancarkan dari diri yang berkaitan dengan kematian ini memperkuat aspek kematian sebagai aspek yang menyeramkan (Duile, 2. Gambar 1. Ilustrasi hantu kuntilanak Sumber: Adhidharta, 2011 Dengan sisipan kata AoanakAo di dalam namanya, kuntilanak sebagai hantu yang menakutkan dan sadis tidak dipisahkan dari peran tradisionalnya sebagai wanita . ewanitaan/womanhoo. Kuntilanak juga digambarkan dalam terkadang memiliki paku yang menancap di kepala atau di tengkuknya. Paku ini menandakan sebuah aspek yang menahan dirinya dari gambaran perempuan yang tidak senonoh. Ketika paku itu ditancap, kuntilanak digambarkan sebagai seorang wanita yang subordinat, tetapi ketika dilepas, ia menggoda laki-laki, berbahaya untuk wanita hamil, dan berperilaku tidak sesuai dengan ekspektasi terhadap perempuan dalam norma masyarakat Melayu (Duile, 2. Melihat AuMika MelatikaAy Mengadaptasi penampilan dari hantu Kuntilanak. Mika Melatika memiliki rambut hitam yang panjang dengan aksen warna merah. Pakaian Mika juga diadaptasi dari baju putih panjang milik Kuntilanak. menggunakan baju hoodie putih yang ditampilkan lebih pendek dengan kaus kaki berwarna merah muda dan Berbeda dengan baju hantu Kuntilanak dalam cerita masyarakat Indonesia, baju putih Mika digambarkan memiliki aksen game dengan tulisan AuGAME OVERAy di dadanya dan menggunakan headphone bergaya game yang dipakai bersama paku besar yang menancap di kepalanya. Tubuh Wanita Dalam Dunia Virtual: Pengalihan Wahana Mitos Hantu Kuntilanak Menjadi Karakter VTuber ISSN: 2808-6988 Gambar 2. Desain karakter Mika Melatika Sumber: NIJISANJI, n. Narasi mengenai asal usul kematian Mika Melatika tidak secara jelas dinarasikan dalam video-video perkenalan yang ada di kanal YouTube-nya. Namun, terdapat dua video mengenai rekoleksi memori ketika Mika masih hidup menjadi manusia: yakni . Recollection Ae Negative Green yang menceritakan tentang seseorang yang sedang berada di rumah sakit dan mempertanyakan tujuan hidupnya, serta . Recollection Chapter 2 AuAn Old FriendAy Ae Toska yang menceritakan tentang pertemanan seorang manusia dan hantu. AuI have stopped yearning for genuine actions, learning to adapt to what my ideals have met. a broken body, too weak to contain alively soul. The pain does little harm now. Was I really okay with this? Do I feel empty?Ay (Melatika, 2021. Recollection Ae Negative Gree. Kutipan di atas menggambarkan keputusasaan yang dirasakan oleh narator. Namun, narasi dalam video rekoleksi memori yang pertama tidak berkaitan dengan kehamilan maupun pemerkosaan yang ada pada narasi hantu kuntilanak. Ghost : AuLetAos face it. Your time is up. Give in. Stay here, with us. Ay Human : AuI donAot know. ThereAos still a lot of things to do. A lot of things I want to experience and feel. I made a new friend, a human friend actually. ItAos not that IAove forgotten about you or anything and itAos not that I donAot want to be here, really. ItAos just that I still want to be aliveAy Ghost : AuAh, there you go again, silly girl. But you were never alive, you see? You were merely surviving. Ay Human : AuYeah. I know. ThatAos enough for me. Ay Ghost : AuStop lying to yourself. ArenAot you tired of the stupid show you have to put on? The jealousy, the regret, the anger. We can help you. You wonAot be trapped in this useless body any longer. YouAoll be powerful, feared, free. And all you have to do is to stop fighting. DonAot you want that?Ay (Melatika, 2021b. Recollection Chapter 2 AuAn Old FriendAy Ae Tosk. Dari kutipan di atas, dapat terlihat bahwa penceritaan rekoleksi memori yang kedua mengenai karakter Mika pun menghadirkan sebuah narasi yang berbeda dari narasi kisah kuntilanak. Penggambaran cerita seorang manusia yang tidak memiliki banyak teman manusia, ternyata memiliki seorang teman hantu. Kesepian dan keletihan yang ia rasakan pada kehidupannya mungkin mendorong sang tokoh hantu untuk membujuk tokoh manusia untuk segera AubergabungAy dengannya. Sebagai video rekoleksi kehidupan dirinya pada masa lalu, tokoh manusia dalam video ini diceritakan sebagai Mika sendiri sebelum ia menjadi hantu kuntilanak. Hal ini diperkuat dengan perkataan sang tokoh hantu yang memanggil tokoh manusia dengan nama AuMikaAy. Ghost: AuWeAoll see you very soon. Mika. Ay (Melatika, 2021c. Recollection Chapter 2 AuAn Old FriendAy - Tosk. Action Research Literate. Vol. No. Mei 2024 Action Research Literate ISSN: 2808-6988 Oleh karena itu, terlihat bahwa kedua video rekoleksi memori kehidupan Mika yang diunggah pada kanal YouTube Mika Melatika sama sekali tidak berkaitan dengan narasi asli kuntilanak yang mengangkat tema kehamilan ataupun pemerkosaan seorang perempuan. Narasi Mika Melatika sebagai karakter berhubungan dengan kesepian, kesendirian, kebingungan, dan kepasrahan. Menjadi AuMika MelatikaAy Untuk melihat bagaimana kisah kuntilanak dialihwahanakan ke dalam karakter Mika Melatika, perlu dilihat bagaimana proses alih wahana ini berpengaruh pada berbagai aspek, yakni penampilan dan narasi. Jika melihat perbedaan yang terjadi pada aspek penampilan, karakter Mika Melatika tidak memunculkan aspek menyeramkan, tetapi digambarkan sesuai dengan standar kecantikan perempuan gaya anime Jepang. Karakter VTuber biasanya memang menampilkan aspek moe dan kawaii (Davey, 2. Karakter Mika digambarkan dengan mata yang besar, kulit yang cerah, baju yang rapi dan bergaya, badan yang ramping, serta menunjukkan lekuk tubuhnya. Penggambaran baju dengan aksen game menyelaraskan karakter Mika Melatika dengan pasar komunitas VTuber yang salah satu aktivitasnya sebagai seorang live streamer adalah bermain gim. Lalu, pakaian yang digunakan oleh karakter Mika Melatika menampilkan sebuah penggambaran hantu kuntilanak secara lebih seksual. Dari penggambaran pakaian hantu kuntilanak yang panjang dan tidak menunjukkan lekuk tubuhnya sama sekali, terlihat bahwa pemendekan baju putih Mika menciptakan sebuah area tubuh yang tidak tertutupi pakaian. Area ini adalah bagian paha dan lutut yang berada di antara ujung baju putih dan ujung kaus Pengetatan yang terjadi pada pakaiannya juga menunjukkan lekuk tubuhnya. Pemendekan dan pengetatan ini menambahkan aspek to-be-looked-at-ness bagi karakter Mika, yakni memberikan sebuah celah untuk para penonton dapat memandang bagian yang tidak tertutupi pakaian dan membentuk tubuh wanita. Selanjutnya adalah perubahan dalam aspek narasi. Pergeseran kisah latar belakang dari wanita hamil dan korban pemerkosaan menjadi seseorang yang dipenuhi oleh kesendirian dan keputusasaan, menghilangkan sebuah aspek AuketidakmurnianAy yang dimiliki oleh wanita. Hal ini berkaitan dengan pandangan bahwa keperawanan adalah sebuah tanda kemurnian perempuan. Pandangan ini melihat jika seorang perempuan itu tidak perawan, ia dianggap tidak alamiah dan tidak feminin. Bahkan, ia tidak dianggap sebagai perempuan sama sekali dan tidak layak sebagai pasangan dari lawan jenisnya (Welter, 1. Keadaan tengah mengandung dan pernah diperkosa tentu menghilangkan aspek keperawanan dalam tubuh wanita. Oleh karena itu, dengan latar belakang yang baru. AukemurnianAy karakter Mika Melatika tetap dijaga untuk memenuhi citra perempuan yang AubaikAy dan AulayakAy bagi laki-laki. Kehadiran pengalaman kesendirian dan depresi memberikan sebuah aspek yang mungkin dapat dikaitkan dengan pengalaman pribadi para penonton. Dalam kajian media, media disebut bisa digunakan sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan interaksi sosial dengan orang lain, terutama ketika seseorang tengah merasakan kesepian (Reysen. Gerbasi. Plante. Roberts, & Chadborn, 2. Dengan ini, para penonton bisa merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan oleh sang streamer. Hal ini memperkuat hubungan antara sang streamer dengan kelompok penggemarnya yang akan kembali kepada streamer tersebut untuk memenuhi untuk kebutuhan interaksi sosial mereka. Dengan ini, hubungan mereka sebagai produsen konten dan konsumen konten juga diperkuat dengan kesetiaan para penggemar untuk tetap mengonsumsi konten streamer Namun, di balik seluruh aspek yang diubah dari kisah asli kuntilanak, ada beberapa narasi yang dilanggengkan oleh Mika Melatika sendiri. Salah satu video perkenalan yang diunggah sebagai video kedua pada kanal YouTube Mika Melatika menunjukkan beberapa aspek dari kisah kuntilanak yang ia pertahankan. Gambar 3. Salah satu video Mika Melatika Sumber: Melatika, 2021a Tubuh Wanita Dalam Dunia Virtual: Pengalihan Wahana Mitos Hantu Kuntilanak Menjadi Karakter VTuber ISSN: 2808-6988 AuMika kan sebenarnya kuntilanak, tapi karena paku ini. Mika jadi manusia. A Nah, gimana itu caranya? A Jadi gini. Mika kan hantu, ya? Tau kan kalian kalau kuntilanak itu sangat takut dengan barang-barang tajam. Jadi, seperti paku, atau gunting. A ThatAos because if you stab, if they touch one of them, technically, they will become human. Like, theyAoll lose their ghost powers, in a sense. Ay (Melatika, 2021. Dari kutipan di atas, dapat terlihat bahwa Mika Melatika melanggengkan penggunaan paku di kepala yang bertujuan sebagai limiter yang menahan dirinya. Bagi karakter Mika, paku ini bertujuan untuk menjadikannya sebagai manusia dan jika dilepas, ia akan kembali menjadi kuntilanak dan memiliki kekuatannya sebagai hantu. Hal ini selaras dengan kisah kuntilanak yang asli, bahwa paku ini bekerja sebagai Namun, terlihat bahwa adanya penghalusan narasi. Dalam kisah asli kuntilanak, paku ini digunakan sebagai penahan diri kuntilanak dari penggambaran citra wanita yang tidak senonoh dan tidak sesuai dengan norma masyarakat Melayu. Oleh karena itu, paku ini berfungsi sebagai penahan kebebasan diri kuntilanak sebagai wanita di dalam ekspektasi patriarki. Namun, hal ini tidak berlaku pada citra Mika Melatika, paku ini hanya menghilangkan aspek hantu dalam dirinya. Lalu, salam salah satu video lain yang berjudul TOP 3 SCARIEST URBAN LEGENDS FROM INDONESIA !!!oc . Mika Melatika menceritakan kepada penontonnya dalam bahasa Inggris mengenai tiga mitos dan cerita horor yang ada di Indonesia. Salah satu cerita horor yang ia ceritakan adalah Terowongan Casablanca yang ada di Jakarta Selatan. Hantu yang menjadi tokoh utama dalam cerita ini adalah hantu Oleh karena itu, untuk membangun konteks dari cerita Terowongan Casablanca. Mika memberikan sebuah penjelasan kepada penontonnya mengenai hantu kuntilanak. Gambar 4. Salah satu video Mika Melatika Sumber: Melatika, 2022 AuThe name itself means a dead woman who have not yet had the chance to give birth or have had miscarriage and passed away. Oh, yes. Chat. It is me. A Anyways. Though this is not always the case, people believe that the ghost come from a womanAy (Melatika, 2. Mika mengasosiasikan dirinya sendiri sebagai kuntilanak merah (Melatika, 2. , yakni kuntilanak yang dianggap lebih kuat dan lebih menjengkelkan dari kuntilanak biasa. Kuntilanak merah biasanya gentayangan karena masih memiliki urusan yang harus diselesaikan di dunia. Tetapi, terkadang masalah tersebut tidak bisa terselesaikan karena urusannya sudah terlalu lama dan orang yang berkaitan dalam urusan tersebut sudah meninggal. Oleh karena itu, kuntilanak merah biasanya tetap menjadi wujud hantu yang Mereka diceritakan memiliki bau bangkai mayat atau wangi melati. Mika sendiri menganggap dirinya memiliki wangi melati (Melatika, 2. Narasi ini berkaitan dengan nama belakangnya. Melatika, yang memiliki kata AomelatiAo di dalamnya. Hal ini tentu memperkuat penyelarasan narasi Mika Melatika dengan narasi hantu kuntilanak merah yang asli. Action Research Literate. Vol. No. Mei 2024 Action Research Literate ISSN: 2808-6988 Gambar 5. Salah satu chat dalam video Mika Melatika Sumber: Melatika, 2022 Gambar 6. Salah satu chat dalam video Mika Melatika Sumber: Melatika, 2022 Berangkat dari kedua gambar di atas, penceritaan Mika Melatika sebagai kuntilanak merah dapat diterima oleh penonton yang sudah dibekali dengan pengetahuan mengenai kuntilanak maupun telah menonton video-video rekoleksi memori Mika. Dengan ini, penggambaran karakter Mika Melatika memiliki sebuah keterkaitan dengan kisah kuntilanak merah yang asli. Namun, ketika pengetahuan tersebut tidak dimiliki oleh para penonton, korelasi ini tidak bisa terlihat dan bahkan menunjukkan bahwa pengalihan wahana kuntilanak merah menjadi karakter Mika menciptakan kesenjangan yang besar antara kedua narasi tersebut. Gambar 7. Salah satu chat dalam video Mika Melatika Sumber: Melatika, 2022 Dari gambar di atas, terlihat bahwa dengan mengangkat kisah kuntilanak sebagai wanita yang meninggal dalam keadaan mengandung. Mika dibanjiri komentar dan pertanyaan apakah dirinya sedang hamil. Komentar-komentar ini memiliki nada yang terkejut dan heran dan mereka memfokuskan pertanyaannya kepada penggambaran Mika sebagai wanita yang mengandung, bukan dirinya sebagai hantu yang Hal ini berkaitan kembali dengan ekspektasi yang diharapkan kepada wanita di oleh pandangan patriarki, yakni penggambaran kewanitaan yang masih AumurniAy dan perannya sebagai ibu. Komodifikasi Tubuh Wanita Dengan berbagai ekspektasi terhadap Mika Melatika, dapat dilihat bahwa pengalihan wahana kisah kuntilanak menjadi karakter Mika Melatika menunjukkan sebuah komodifikasi tubuh perempuan dalam dunia Untuk melihat bagaimana komodifikasi ini terjadi, beragam aspek yang mendukung komodifikasi akan dibahas dalam bagian ini. Interaksi Penonton Aspek pertama yang akan dilihat dalam bagian ini adalah aspek interaksi antara sang streamer dan Salah satu interaksi yang mungkin terjadi antara kedua pihak itu adalah melalui fitur chatting, yakni komentar yang dilontarkan oleh penonton selama siaran berlangsung. Dengan fitur ini, para penonton bisa memberikan reaksi tertulis terhadap apa yang sedang berlangsung dalam siaran dan sang streamer bisa melihat dan merespons komentar tersebut. Kehadiran Mika Melatika sebagai VTuber dari perusahaan Jepang dengan citra hantu lokal Indonesia yakni kuntilanak merupakan sebuah hal yang unik dalam komunitas VTuber global. Penggabungan dua budaya ini menarik perhatian komunitas penggemar VTuber dan oleh karena itu, siaran perdana Mika yang dilakukan pada tanggal 31 Juli 2021 dibanjiri banyak komentar mengenai citra kuntilanak itu sendiri. Tubuh Wanita Dalam Dunia Virtual: Pengalihan Wahana Mitos Hantu Kuntilanak Menjadi Karakter VTuber ISSN: 2808-6988 Gambar 8. Salah satu chat dalam video Mika Melatika Sumber: Melatika, 2021a Gambar 9. Salah satu chat dalam video Mika Melatika Sumber: Melatika, 2021a Gambar 10. Salah satu chat dalam video Mika Melatika Sumber: Melatika, 2021a Gambar 11. Salah satu chat dalam video Mika Melatika Sumber: (Melatika, 2021. Dari berbagai gambar chat penonton Mika dalam video perkenalannya, dapat terlihat bahwa para penonton bereaksi kepada citra kuntilanak yang dihadirkan dalam karakter Mika sebagai hal yang berterima dan bahkan diinginkan. Asosiasi citra kuntilanak dengan hal yang menyeramkan dihilangkan oleh penampilan Mika yang sesuai dengan standar kecantikan gambar wanita gaya anime Jepang. Dengan ini, segala proses pengalihan wahana yang terjadi pada aspek penampilan berhasil menarik minat komunitas sebagai calon Dengan ini, citra kuntilanak juga berhasil diubah dalam pandangan para penonton. Dilihat dari berbagai chat di atas, terlihat bahwa para komentator bahkan menginginkan Mika sebagai penggambaran hantu kuntilanak untuk menghantui dan merasuki dirinya. Bahkan mengutarakan keinginannya untuk mencari hantu Dengan ini, citra kuntilanak yang dihadirkan dalam diri Mika Melatika diperhalus dan dijadikan objek yang dilihat dengan menambahkan aspek to-be-looked-at-ness tersebut. Gambar 12. Salah satu chat dalam video Mika Melatika Sumber: Melatika, 2021a Gambar 13. Salah satu chat dalam video Mika Melatika Sumber: Melatika, 2021a Untuk mengerti konteks mengenai kutipan dalam kedua gambar di atas adalah lagu Lingsir Wengi yang dianggap bisa memanggil hantu kuntilanak. Anggapan ini berasal dari penayangan film Kuntilanak . yang menggunakan lagu tersebut sebagai mantra untuk menanggil hantu dalam alur ceritanya. Oleh karena itu, lagu ini dipandang sebagai lagu yang mistis di antara masyarakat Indonesia. Namun, judul Lingsir Wengi diganti dalam gambar di atas menjadi wangy. Istilah wangy berakar pada komunitas pecinta budaya populer Jepang yang menyukai konten dewasa di internet. Dengan mengubah kata AuwangiAy, istilah ini diartikan sebagai hal yang merangsang nafsu seksual seseorang (Otakuliah, 2. Oleh karena itu, kedua gambar di atas menunjukkan bahwa kedua komentator menggabungkan hal yang menakutkan dengan sesuatu yang seksual. Dengan ini, terlihat bahwa citra kuntilanak yang dihadirkan dalam diri Mika Melatika mengalami objektifikasi Dengan menghadirkan citra kuntilanak dalam penggambaran yang menarik dan tidak menyeramkan, sesuatu yang memiliki latar belakang menyeramkan pun bisa diobjektifikasi seksual melalui male gaze yang memfokuskan pandangan pada keerotisan tubuh wanita. Dengan ini, terlihat bahwa perubahan yang terjadi Action Research Literate. Vol. No. Mei 2024 Action Research Literate ISSN: 2808-6988 pada pengalihan wahana citra kuntilanak ditujukan untuk meraih interaksi dan cakupan yang luas dari konten yang dikeluarkan oleh Mika Melatika sebagai VTuber yang dinaungi oleh sebuah perusahaan. Tentu, cakupan dan interaksi yang luas ini dapat menghasilkan profit yang lebih tinggi dari penghasilan konten-konten yang Donasi Seluruh konten yang ditunjukkan kepada para penonton akan berujung pada profit yang akan didapatkan oleh sang live-streamer itu sendiri dan perusahaan yang menaunginya. Dalam dunia live-streaming, salah satu fitur yang dapat menambah profit ini adalah fitur donasi dalam bentuk uang yang akan muncul dalam chat dengan pesan yang ditulis oleh sang donatur. Alasan penggunaan fitur ini beragam. Bisa karena sang donatur memang ingin mendukung sang streamer dengan bantuan uang atau mereka ingin pesannya dibaca oleh sang streamer. Namun, kedua alasan tersebut akan tetap menambah profit bagi sang streamer. Dalam platform YouTube, fitur ini disebut sebagai Super Chat. Fitur Super Chat memiliki 11 tingkatan yang dibedakan dari uang yang dikeluarkan sebagai donasi dan seberapa lama pesan dari Super Chat tersebut akan ditunjukkan pada kolom chat sang streamer. Tingkatannya adalah sebagai berikut: Setara dengan Rp10. esan bertahan 0 deti. Setara dengan Rp20. esan bertahan 0 deti. Setara dengan Rp50. esan bertahan 2 meni. Setara dengan Rp100. esan bertahan 5 meni. Setara dengan Rp200. esan bertahan 10 meni. Setara dengan Rp500. esan bertahan 30 meni. Setara dengan Rp1. esan bertahan 1 ja. Setara dengan Rp2. esan bertahan 2 ja. Setara dengan Rp3. esan bertahan 3 ja. Setara dengan Rp4. esan bertahan 4 ja. Setara dengan Rp5. esan bertahan 5 ja. Dengan ini, terlihat bahwa semakin banyak uang yang dikeluarkan oleh sang donatur, pesan mereka akan lebih lama bisa dilihat oleh sang streamer. Hal ini menggambarkan sebuah komodikasi dan kapitalisme yang berkaitan dengan interaksi sosial antara dua manusia. Hal ini juga yang memengaruhi kepentingan perusahaan yang menaungi VTuber untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Mereka mempersiapkan para VTuber mereka sedemikian mungkin untuk menaikkan nilai jual yang ditujukan untuk bisa meraih dan mendapatkan penonton dan penggemar yang rela menggunakan uang mereka untuk para VTuber kesenangan Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, hal ini dibangun dari hubungan streamer dan penonton sebagai produsen konten dan konsumen konten. Gambar 14. Super Chat untuk Mika Melatika Sumber: Melatika, 2023 Gambar 15. Super Chat untuk Mika Melatika Sumber: Melatika, 2023 Tubuh Wanita Dalam Dunia Virtual: Pengalihan Wahana Mitos Hantu Kuntilanak Menjadi Karakter VTuber ISSN: 2808-6988 Gambar 16. Super Chat untuk Mika Melatika Sumber: (Melatika, 2023. New Outfit Penggunaan gambar sebagai persona seorang VTuber menyebabkan ketidakbebasan penggambaran visual karena persiapan untuk menciptakan sebuah model VTuber baru membutuhkan waktu yang panjang. Alasan tersebut mengakibatkan seorang VTuber akan menggunakan satu model gambar secara terus menerus selama beberapa waktu. Dari sini, penciptaan model baru, yang dalam komunitas VTuber sering disebut sebagai new outfit, menjadi salah satu acara yang sangat ditunggu-tunggu oleh sang VTuber maupun para penontonnya. Oleh karena itu, aspek terakhir yang akan dilihat dalam penelitian ini adalah bagaimana penciptaan model baru ini dihadirkan untuk karakter Mika Melatika. Gambar 17. Reference sheet desain baru Mika Melatika Sumber: Melatika, 2023a Gambar 18. Reference sheet desain baru Mika Melatika Sumber: RaijuuNara, 2023 Action Research Literate. Vol. No. Mei 2024 Action Research Literate ISSN: 2808-6988 Dari kedua gambar di atas, terlihat bahwa model baru Mika Melatika, menghilangkan penggambaran mengenai penampilan kuntilanak secara total. Model Mika Melatika digambarkan bahkan digambarkan lebih seksi daripada model pertamanya yang masih terlihat keterkaitannya dengan hantu kuntilanak. Oleh karena itu, dengan penambahan model baru ini. Mika dihadirkan tidak sebagai hantu, tetapi sebagai wanita yang seksi. Pakaiannya digambarkan dengan atasan sweter dan rok pendek. Namun, aspek menakutkan dari citra Mika sebagai kuntilanak masih ditunjukkan dengan penggunaan paku di kepalanya dan pakaian dengan gaya gotik dengan warna serba hitam. Untuk menambah keerotisan tubuh perempuan, model ini bahkan bisa mengubah atasan sweter menjadi atasan bra untuk lebih menunjukkan lekuk tubuh wanita yang tidak tertutupi oleh Dengan menampilkan penggambaran tubuh bagian bawah Mika yang hanya menggunakan celana dalam, hal ini tentu memperkuat pandangan bahwa wanita hadir sebagai objek yang dipertontonkan. Bagianbagian privat yang seharusnya bukan bagian dari ranah publik diperlihatkan untuk para penonton dan Mika: AuLet me just keep flaunting my booba . real quick while I can. Ay Mika: AuIf you just focus on the cleavage, everything just kind of looks really big together. Ay Mika: AuChat, be honest. Do you think my boobs are big?Ay Mika: AuI can raise my hand and you guys can see my armpit, but IAom Never going to do that, because thatAos But at least, somewhat, you can see my shoulders. Ay (Melatika, 2023. Dari kutipan di atas, terlihat bahwa Mika Melatika sendiri pun memberikan kesempatan bagi para penontonnya untuk memfokuskan pandangan ke bagian dadanya secara spesifik. Dengan ini. Mika Melatika memang menjual aspek seksualnya sebagai salah satu interaksi kepada para penonton dan penggemarnya. Dengan keinginan atas tubuh wanita yang erotis, hal ini tentu mendapatkan dukungan dari para penonton Mika. Siaran yang pertama kali memperkenalkan model baru ini dibanjiri komentar dan donasi yang mendukung dan menyukai model baru tersebut. Gambar 19. Chat pada siaran model baru Mika Sumber: Melatika, 2023b Gambar 20. Super Chat pada siaran model baru Mika Sumber: Melatika, 2023b Dengan beberapa gambar yang dicantumkan di atas, dapat dilihat bahwa semakin erotis tubuh wanita ditampilkan dalam karakter VTuber, semakin heboh perayaan dan perhatian yang ditujukan kepada VTuber Hilangnya berbagai aspek dari penampilannya yang mengaitkan karakternya dengan narasi kuntilanak bahkan tetap diterima oleh penggemarnya yang mengetahui narasi Mika sebagai kuntilanak. Dengan ini, terlihat jelas bahwa aspek yang dinilai menjual dari pasar VTuber adalah keerotisan tubuh perempuan. Keunikan narasi yang dimiliki oleh Mika sebagai VTuber kuntilanak akan kalah dengan penggambaran visual karakternya sebagai wanita yang seksi. KESIMPULAN Kemajuan teknologi memengaruhi luasnya persebaran budaya populer Jepang. Dengan menggabungkan budaya populer Jepang dan budaya lokal Indonesia, kehadiran Mika Melatika sebagai VTuber atau Virtual YouTuber dengan citra hantu kuntilanak merupakan sebuah hal yang unik. Dalam proses pengadaptasian menjadi karakter Mika Melatika, narasi kuntilanak mengalami banyak perubahan untuk Tubuh Wanita Dalam Dunia Virtual: Pengalihan Wahana Mitos Hantu Kuntilanak Menjadi Karakter VTuber ISSN: 2808-6988 menjaga AukemurnianAy tubuh wanita yang disebabkan oleh pandangan patriarki. Namun, pandangan ini juga mengubah penampilan karakter Mika yang digambarkan lebih erotis untuk menuruti kemauan male gaze. Keerotisan tubuh perempuan merupakan hal yang dirayakan dalam komunitas VTuber. Keunikan narasi yang dimiliki oleh Mika sebagai kuntilanak bahkan dikalahkan oleh aspek visual yang erotis. Dengan ini, tubuh perempuan yang erotis dikomodifikasi oleh perusahaan yang menaungi para VTuber tersebut sebagai alat yang memiliki nilai jual yang tinggi. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak. REFERENSI