Diterima Disetujui Hal : 27 Februari 2025 : 25 Maret 2025 : 12-16 PESOLAH: Jurnal Pendidikan. Sosial dan Humaniora https://jurnal. com/index. php/pesolah e-ISSN : 3090-3858 Vol. No. Maret 2025 PERSEPSI AWAL MAHASISWA TERKAIT MATA KULIAH MATEMATIKA [Students' Initial Perception Regarding Mathematics Course. Aminullah. Siti Solihun. Universitas 45 Mataram, . Yayasan Al-Amin Qalbu aminullahmtk@gmail. , sitisolihun@yalamqa. ABSTRAK Mata kuliah matematika menjadi salah satu mata kuliah yang identik dengan angka atau perhitungan, sehingga menjadi perhatian bagi mahasiswa ilmu pemerintahan yang backgroundnya ilmu sosial Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan terkait mata kuliah matematika. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan analisis data menggunaka statistik deskriptif. Hasil penelitian menujukkan bahwa persepsi awal mahasiswa program studi ilmu pemerintahan terkait mata kuliah matematika dominan menyatakan bahwa matematika itu tidak mudah atau sulit dengan persentase sebesar 49, 58%. Persespi awal yang menyatakan sangat tidak mudah atau sangat sulit sebanyak 30,83%. Sedangkan tidak ada yang memiliki persespi awal bahwa matematika itu sangat mudah. Hanya 5,42% yang memiliki persespi bahwa matematika itu mudah dan 14,17% memiliki persepsi menyatakan tingkat kemudahan mata kuliah matematika itu tergolong sedang. Kata kunci: Persepsi. mata kuliah. ABSTRACT Mathematics is one of the courses that is identical to numbers or calculations, so it is a concern for government science students whose background is social sciences and humanities. The purpose of this study is to describe the perceptions of students of the Government Science Study Program regarding mathematics courses. The research method used in this study is a survey with a quantitative descriptive approach and data analysis using descriptive statistics. The results of the study show that the initial perception of students of the government science study program regarding mathematics courses predominantly states that mathematics is not easy or difficult with a percentage of 49. The initial perception that states it is very not easy or very difficult is 30. While no one has an initial perception that mathematics is very easy. Only 5. 42% have the perception that mathematics is easy and 14. 17% have the perception that the level of ease of mathematics courses is moderate. Keywords: Perception. PENDAHULUAN Matematika merupakan salah satu komponen dari serangkaian mata pelajaran yang menjadi salah satu pengetahuan dasar dalam semua bidang ilmu, sehingg mempunyai peranan penting dalam Pendidikan. Chambers . 8: . mengemukakan bahwa Aumathematics is a study of pattern, relationship, and rich interconnected ideas . he purist vie. It is also a tool for solving problems in a wide range of context . he utilitarian vie. Mathematical language is a wonderful way of comunicating ideas, which work across international boundaries, and is not subject to individual interpretations of meaningAy. NCTM . 0: . mengemukakan bahwa kompetensi matematika membuka pintu untuk masa depan yang produktif. Jadi, tidak dapat dipungkiri bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sangat penting untuk dipelajari dan berperan dalam pendidikan Matematika umum digunakan sebagai salah satu indicator dalam penyusunan tes kompetensi, misalnya tes sertifikasi atau tes pegawai negeri. Matematika juga mengarahkan atau melatih pemikiran dan penalaran, baik hubungannya dengan mata kuliah lain ataupun dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran matematika bertujuan membekali siswa untuk dapat berpikir kritis, logis dan praktis, serta bersikap positif dan berjiwa kreatif dalam memecahkan suatu permasalahan dalam berbagai bidang (Sundayana, 2. Adams & Hamm . 0: . juga menyatakan Aumathematics is the science of number and their operations, interrelations, combinations, abstractions, and space configurations. The study of abstract structure is central to math. Also, structure, measurement, estimation, generalization, and probability play a role in math-based inquiryAy. Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang diberikan di semua jenjang pendidikan. Mendikbud . 4: . menyebutkan bahwa matematika merupakan ilmu universal yang berguna bagi kehidupan manusia dan juga mendasari perkembangan teknologi modern, serta mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia. Namun sampai saat ini matematika di anggap sulit oleh siswa karena pembelajaran matematika di sekolah diajarkan secara teori dan materi (Rahayu, dkk, 2. Matematika tidak hanya diajarkan pada jurusan atau prodi eksak, melainkan juga dipelajari juga oleh mahasiswa dengan jurusan sosial seperti ilmu komunikasi dan ilmu pemerintahan di Universitas 45 Mataram. Sesuai kurikulum yang berlaku, pembelajaran matematika di sekolah hanya matematika dasar atau matematika umum untuk siswa yang jurusan sosial atau selain sains atau eksak, sehingga perlu diketahui persepsi mahasiswa ilmu pemerintahan terkait mata kuliah matematika di perguruan tinggi. Istilah persepsi berasal dari bahasa Latin AuperceptioAy, yang berarti menerima atau mengambil. Dalam Kamus Inggris Indonesia, kata perception diartikan sebagai AupenglihatanAy atau AutanggapanAy. Persepsi merupakan suatu proses yang dimulai dari pengguna panca indera dalam menerima stimulus, kemudian diorganisasikan dan diinterpretasikan sehingga memiliki pemahaman tentang apa yang diindera (Yodha et al. , 2. Menurut Najichun dan Winarso . persepsi merupakan salah satu aspek psikologi yang penting bagi manusia dalam merespon kehadiran berbagai aspek dan gejala disekitanya. Persepsi itu bersifat relatif, selektif, dan teratur (Tarmiji. Basyah & Yunus, 2. Muzni & Wicaksono . berpendapat bahwa persepsi adalah proses dimana kita mengoranisasi dan menafsirkan pola stimulus dalam Sedangkan Raimanu . mengemukakan bahwa persepsi merupakan proses penginterpretasian stimulus yang diterima oleh panca indera menjadi suatu pemahaman. Hansen. Sato, & Ruedy . juga mengemukakan persepsi adalah sebuah tanggapan atau penerimaan langsung melalui panca inderanya untuk mengetahui segala hal yang dilihat disekitarnya. Sesuai beberapa pendapat di atas, persepsi mahasiswa terkait mata kuliah matematika akan berdampak pada proses pembelajaran matematika yang diterima pada saat kuliah. Sehingga perlu diteliti bagaimana persepsi mahasiswa program studi ilmu pemerintahan terkait mata kuliah matematika. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan peelitian survey dengan pendekatan deskriftif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Universitas 45 Mataram dengan mengambil satu . kelas mahasiswa ilmu pemerintahan angkatan 2023/2024 yang berjumlah 12 orang sebagai sampel, artinya penelitian ini termasuk purposive Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket atau kuisioner dengan teknik analisis data menggunakan statistik deskriftip. Angket dalam penelitian sudah digunakan oleh peneliti terdahulu ernama Yaheskel pada pada tahun 2014. Angket awalnya terdiri dari 40 pernyataan dan setelah diuji keabsahannya maka diambil 20 peryataan yang valid, rentang pilihan jawaban mulai dari 1 Pengambilan keputusan sesuai skala likert yaitu Sangat Mudah (SM). Mudah (M). Sedang-sedang (SS). Tidak Mudah (TM), dan Sangat Tidak Mudah (STM). Penarikan kesimpulan dalam analisis data menggunakan rumus persentase. HASIL DAN PEMBAHASAN Validitas dan Reliabilitas Instrumen (Angke. Angket atau kuisioner yang di isi oleh mahasiswa terlebih dahulu di uji validitas dan reliabilitaasnya. Angket yang terdiri dari 40 pernyataan di uji validitasnya dengan menggunakan korelasi Produck Moment. Berdasarkan taraf signifikan pada = 0. 05 dan sampel (N) = 40 maka instrument dinyatakan valid apabila rxy Ou 0. Hasil perhitungan diperoleh 28 pernyataan yang Valid dan 12 pernyataan yang Droop, pernyataan yang valid digunakan dalam penelitian. Sedangan perhitungan reliabilitas angket Persepsi siswa terhadap matematika di hitung dengan menggunakan rumus alpha cronbach dan diperoleh koefesien alpa atau Tingkat reliabilitas instrument sebesar 0,843567, artinya bahwa instrument reliabel (Yeheskel, 2. Pernyataan yang valid sebanyak 28 dalam angket dikurangi lagi atau difilter sehingga menjadi 20 item pernyataan untuk mempermudah perhitungan, mengurangi waktu pengisian serta menyatukan beberapa pernyataan yang masih bisa digabung. Jadi, skor dalam setiap item pernyataan yaitu 5 poin dan total 100 Persepsi Mahasiswa Terkait Mata Kuliah Matematika Persepsi yang diukur dalam penelitian ini khusus pada persepsi mudah atau tidaknya pandangan mahasiswa terkait mata kuliah matematika. Adapun hasil pengisian angket mahasiswa pada 20 item pernyataan sesuai pada table berikut. Tabel 1. Rekapitulasi isian angket persepsi mahasiswa terkait mata kuliah matematika Respon Mahasiswa (%) No Mahasiswa Sangat Mudah Mudah Sedang Tidak Mudah Sangat Tidak Mudah Jumlah Persenatse 5,42% 14,17% 49,58% 30,83% Berdasarkan table di atas, persentase mahasiswa dengan persepsi awal bahwa mata kuliah matematika itu sangat mudah sebanyak 0% atau dengan kata lain bahwa semua mahasiswa tidak ada yang memiliki persepsi bahawa matematika itu sangat mudah. Sedangkan yang mengatakan matematika itu mudah sebanyak 5,42%, mahasiswa yang mengatakan sedang sebanyak 14,17%. Persepsi mahasiswa tentang mata pelajaran matematika itu tidak mudah dengan persentase terbanyak yaitu 49,58% dan yang mengatakan matematika itu sangat tidak mudah sebanyak 30,83%. Persepsi mahasiswa yang menyatakan bahwa matemtaika itu tidak mudah sama artinya dengan mengatakan bahwa matematika itu sulit. Menurut Rafy . persepsi adalah cara seseorang menerima informasi atau menangkap sesuatu hal, secara pribadi atau individu. Persepsi-persepsi ini membentuk apa yang dipikirkan, mendefenisikan apa yang penting dan selanjutnya juga akan menentukan bagaimana mengambil keputusan. Jadi, dapat dikatakan bahwa ketika mahasiswa memiliki persepsi menyatakan mata kuliah matematika tidak mudah berarti itu merupakan gambaran informasi terkait pengalaman-pengalaman sebelumnya tentang mata pelajaran matematika. Menurut Najichun dan Winarso . persepsi merupakan salah satu aspek psikologi yang penting bagi manusia dalam merespon kehadiran berbagai aspek dan gejala disekitanya. Sehingga sebelum proses pembelajaran perlu diketaui persepsi mahasiswa untuk merubah persepsi menjadi lebih baik dengan menghadirkan materi atau masalah-masalah yang menyenangkan, mudah dipahami sehingga secara psikologis akan mendorong mahasiswa untuk menyukai matematika atau membuat persespi mahasiswa bahwa matematika itu tidak sulit. Setiap pembelajaran atau perkuliahan mengharapkan hasil belajar sesuai ytarget atau standar capaian pembeelajaran yang ditetapkan. Menurut Zamista et al. , . dalam hasil penelitiannya mengemukakan bahwa sebagian besar peserta didik memberikan kesan negatif terhadap Mereka menganggap matematika adalah pelajaran yang sulit dan menakutkan, sehingga mereka tidak menyukainya. Persepsi berkaitan dengan keyakinan atau kepercayaan, menurut Aminullah . bahwa jika nilai kepercayaan siswa pada matematika sebesar 1 satuan, maka nilai variabel prediksi akan bertambah sebesar 0,966. Semakin tinggi kepercayaan siswa pada matematika, maka kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa juga akan semakin meningkat. Jika persepsi awal tentang suatau mata kuliah kurang baik atau dianggap sulit, maka kesan awal tersebut sebagai penghambat dalam memhami Pelajaran atau secara psikologi pembelajaran akan mengarah kepada persespi di awal, sehingga perlu diketahui persepi awal supaya bisa dilakukan penyegaran atau pemahaman awal untuk merubah persepsi menjadi lebih baik atau menyamakan persepsi antara dosen dan mahasiswa supaya pembelajaran menjadi sejalan dan menyenangkan. Persespi yang kurang baik atau menganggap sulit, maka akan berpengaruh terhadap motivasi belajar kedepannya. Nur . menyatakan bahwa persepsi tentang Matematika berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi PENUTUP Simpulan Persepsi awal mahasiswa program studi ilmu pemerintahan terkait mata kuliah matematika dominan menyatakan bahwa matematika itu tidak mudah atau sulit dengan persentase sebesar 49, 58%. Persespi awal yang menyatakan sangat tidak mudah atau sangat sulit sebanyak 30,83%. Sedangkan tidak ada yang memiliki persespi awal bahwa matematika itu sangat mudah. Hanya 5,42% yang memiliki persespi bahwa matematika itu mudah dan 14,17% memiliki persepsi menyatakan tingkat kemudahan mata kuliah matematika itu tergolong sedang. Saran Alangkah baiknya diketahui persespi awal mahasiswa atau siswa sebelum memulai pembelajaran pada mata kuliah apapun khususnya matematika supaya dapat Gambaran tentang kondisi yang belajar. Sehingga perlu diawal pembelajaran harus ada penyamaan persespi atau memotivasi untuk membuat semangat dalam belajar. DAFTAR PUSTAKA