Vol 3 No. 1 Februari 2026 P-ISSN : 3047-1931 E-ISSN : 3047-2334. Hal 69 Ae 79 JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jilak Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/h96zc008 FINTECH PAYMENT. FINANCIAL SELF-EFFICACY DAN KEMAMPUAN AKADEMIK TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN MAHASISWA SARJANA AKUNTANSI Icha Dwi Rahayu a*. Kholidiah b 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Jurusan Akuntansi . ichaadwi02@gmail. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Surabaya,Jawa Timur 2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis/ Jurusan Akuntansi : kholidiah@uwks. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Surabaya. Jawa Timur * Penulis Korespondensi: Icha Dwi Rahayu ABSTRACT This study aims to examine the influence of Fintech Payment. Financial Self-Efficacy, and Academic Ability on the Financial Management of Accounting Undergraduate Students at Wijaya Kusuma University Surabaya. Using a quantitative approach, data was collected thru questionnaires from 128 students from the 2022 and 2023 cohorts who had completed the financial management course. The data analysis technique used is multiple linear regression thru SPSS 23 software. Based on the research results, it can be partially known that the variables of financial self-efficacy and academic ability have a positive effect on financial management among accounting undergraduate students at Wijaya Kusuma University Surabaya. Meanwhile, the fintech payment variable does not affect financial management among accounting undergraduate students at Wijaya Kusuma University Surabaya. The research findings conclude that accounting students' financial management is significantly driven by internal factors such as self-confidence . inancial selfefficac. and academic ability, but is not influenced by the use of digital payment technology . intech Keywords: Fintech Payment. Financial Self-Efficacy. Academic Ability. Financial Management. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Fintech Payment. Financial Self-Efficacy, dan Kemampuan Akademik terhadap Pengelolaan Keuangan Mahasiswa Sarjana Akuntansi di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner dari 128 mahasiswa angkatan 2022 dan 2023 yang telah menempuh mata kuliah manajemen keuangan. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda melalui perangkat lunak SPSS 23. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui secara parsial bahwa variabel financial self-efficacy, kemampuan akademik berpengaruh secara positif terhadap pengelolaan keuangan pada mahasiswa sarjana akuntansi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Sedangkan variabel fintech payment tidak berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan pada mahasiswa sarjana akuntansi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengelolaan keuangan mahasiswa akuntansi secara signifikan didorong oleh faktor internal berupa keyakinan diri . inancial self-efficac. dan kemampuan akademik, namun tidak dipengaruhi oleh penggunaan teknologi pembayaran digital . intech paymen. Kata Kunci: Fintech Payment. Financial Self-Efficacy. Kemampuan Akademik. Pengelolaan Keuangan. PENDAHULUAN Saat ini, mahasiswa yang tergolong mahir digital sedang menghadapi masa transisi keuangan di tengah kemajuan teknologi. Meskipun mereka menjadi target utama inovasi finansial, terdapat fenomena di mana kemudahan layanan tersebut justru meningkatkan perilaku belanja impulsif untuk gaya hidup (Nisa & Zuraidah, 2. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan utama mahasiswa saat ini bukan pada jumlah uang yang dimiliki, melainkan pada kegagalan mengontrol diri saat menggunakan teknologi keuangan. Fenomena inilah yang mendasari pentingnya penelitian mengenai manajemen keuangan mahasiswa. Naskah Masuk 14 Desember 2025. Revisi 16 Desember 2025. Diterima 24 Desember 2025. Tersedia 26 Desember 2025 Icha Dwi Rahayu dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 69 Ae 79 Penggunaan pembayaran digital . intech paymen. memiliki dua sisi yang berbeda. Di satu sisi, teknologi ini memudahkan kita mencatat keuangan dengan rapi, tetapi di sisi lain, banyaknya promosi dan kemudahan akses bisa merusak cara kita mengelola uang jika tidak punya kontrol diri (Amalia & Yuliati, 2. Penelitian ini penting dilakukan karena adanya perbedaan hasil dari studi-studi sebelumnya. Sebagai contoh. Losa dkk. melihat adanya dampak positif pada pengelolaan keuangan, namun Tibrani dkk. justru menemukan bahwa teknologi ini tidak berpengaruh besar karena lebih banyak dipakai untuk belanja Perbedaan ini menunjukkan bahwa teknologi bukan satu-satunya penentu, melainkan dipengaruhi juga oleh mental dan pengetahuan penggunanya. Hasil penelitian terdahulu terkait pengaruh fintech payment terhadap pengelolaan keuangan menunjukkan temuan yang beragam. Beberapa penelitian menyatakan bahwa penggunaan fintech payment berpengaruh positif terhadap pengelolaan keuangan karena memudahkan pencatatan dan pemantauan transaksi (Losa dkk. Iswana dan Fatimah, 2. Namun, penelitian lain menemukan bahwa fintech payment tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa karena lebih sering digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif daripada kebutuhan yang bersifat produktif (Pertiwi dkk. , 2024. Tibrani , 2. Perbedaan hasil ini menunjukkan adanya research gap yang masih perlu dikaji lebih lanjut. Dalam konteks psikologis, financial self-efficacy atau keyakinan diri individu memegang peranan krusial. Namun, efektivitas keyakinan diri ini dalam mengubah perilaku keuangan nyata masih menjadi perdebatan akademis, mengingat adanya temuan yang menunjukkan bahwa tingkat efikasi diri yang tinggi tidak selalu berkorelasi dengan perilaku pengelolaan keuangan yang baik (Alfanada dkk. , 2. Selain itu, variabel kemampuan akademik menjadi elemen pembeda yang signifikan dalam penelitian ini. Mahasiswa akuntansi, yang secara formal dibekali dengan teori manajemen keuangan dan pelaporan, seharusnya memiliki "imunitas" terhadap perilaku finansial yang buruk. Namun, literatur terkini (Rizki dkk. , 2. menunjukkan bahwa kemampuan akademik (IPK) tidak selalu berbanding lurus dengan perilaku praktis, menciptakan diskoneksi antara pengetahuan teoretis dan aplikasi nyata di kehidupan sehari-hari. Posisi penelitian ini menjadi sangat penting karena mengintegrasikan tiga aspek sekaligus: aspek teknologis . intech paymen. , aspek psikologis . inancial self-efficac. , dan aspek intelektual . emampuan akademi. pada objek spesifik yaitu mahasiswa akuntansi. Kontribusi ilmiah dari penelitian ini terletak pada upayanya untuk memetakan apakah latar belakang pendidikan akuntansi mampu memoderasi dampak negatif dari kemudahan teknologi keuangan. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memperkaya literatur akuntansi keperilakuan, tetapi juga memberikan rekomendasi strategis bagi institusi pendidikan tinggi dalam merancang kurikulum literasi keuangan yang tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga mampu mengubah perilaku finansial mahasiswa di era digital. TINJAUAN PUSTAKA Theory of Planned Behavior (TPB) Penelitian ini menggunakan Theory of Planned Behaviour (Ajzen, 1. sebagai landasan teoretis utama. TPB menyatakan bahwa perilaku individu dipengaruhi oleh niat . , yang ditentukan oleh tiga faktor: attitude toward behavior, subjective norms, dan perceived behavioral control. Dalam konteks penelitian ini, keterkaitan TPB dengan variabel yang diteliti adalah: Fintech Payment Teknologi finansial bertindak sebagai instrumen yang memengaruhi kontrol perilaku individu. Kemudahan akses yang ditawarkan fintech dapat memperkuat persepsi kontrol individu dalam mencatat transaksi, namun juga dapat memicu tekanan normatif . aya hidu. yang memengaruhi niat konsumtif. Financial Self-Efficacy Teknologi finansial bertindak sebagai instrumen yang memengaruhi kontrol perilaku individu. Kemudahan akses yang ditawarkan fintech dapat memperkuat persepsi kontrol individu dalam mencatat transaksi, namun juga dapat memicu tekanan normatif . aya hidu. yang memengaruhi niat konsumtif. Kemampuan Akademik Pengetahuan akuntansi yang diperoleh secara akademik membentuk sikap . Mahasiswa dengan kemampuan akademik tinggi cenderung memiliki evaluasi yang lebih rasional terhadap manfaat jangka panjang dari pengelolaan keuangan yang baik. Pengelolaan Keuangan Pengelolaan keuangan adalah proses perencanaan, penganggaran, pengelolaan, dan pengawasan dana pribadi agar mencapai tujuan finansial. Mahasiswa diharapkan mampu menyeimbangkan antara pendapatan . ang JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. Februari 2026, pp. 69 - 79 Icha Dwi Rahayu dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 69 Ae 79 saku/beasisw. dengan pengeluaran secara efisien. Indikator: . Perencanaan Keuangan. Pengaturan Pengeluaran. Praktik Menabung. Kemampuan Membayar Tagihan tepat waktu. (Az Zahra, 2. Fintech Payment Fintech payment adalah inovasi teknologi di bidang sistem pembayaran yang memungkinkan transaksi finansial dilakukan secara praktis dan real-time. Indikator: . Kemudahan Penggunaan (Ease of Us. Kemanfaatan (Usefulnes. Keamanan Transaksi. Efektivitas Waktu. (Losa dkk. , 2. 4 Financial Self Ae Efficacy Financial self-efficacy adalah penilaian subjektif individu terhadap kapasitasnya dalam mengelola urusan keuangan dan menghadapi tantangan finansial. Indikator: . Keyakinan dalam mengatur anggaran. Keyakinan dalam menabung. Keyakinan dalam mengambil keputusan investasi sederhana. Ketahanan dalam menghadapi masalah keuangan. (Rindi & Adiputra, 2. 5 Kemampuan Akademik Dalam penelitian ini, kemampuan akademik direpresentasikan oleh penguasaan materi teoretis di bidang akuntansi dan manajemen keuangan yang tecermin dalam prestasi belajar. Indikator: Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan nilai pada mata kuliah inti manajemen keuangan. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif yang bertujuan untuk menguji pengaruh antar variabel secara empiris. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh secara langsung melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Pengukuran variabel dilakukan menggunakan skala Likert 1-5 untuk menangkap persepsi responden secara presisi terhadap indikator-indikator penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya angkatan 2022 dan 2023 yang telah menempuh mata kuliah Manajemen Keuangan. Pemilihan kriteria ini didasarkan pada asumsi bahwa mahasiswa tersebut telah memiliki basis pengetahuan teoretis yang memadai untuk melakukan pengelolaan keuangan pribadi secara Mengingat jumlah populasi yang relatif terbatas dan dapat dijangkau secara keseluruhan, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Sampel Jenuh (Sensu. Teknik ini menetapkan seluruh anggota populasi yang memenuhi kriteria sebagai sampel penelitian, yaitu sebanyak 128 responden. Penggunaan teknik sensus dipilih untuk meminimalkan kesalahan generalisasi dan meningkatkan keterwakilan data terhadap populasi mahasiswa akuntansi di lokasi penelitian. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS Statistics versi 23. Tahapan analisis data disusun secara sistematis untuk menjamin ketepatan metodologis sebagai berikut: Uji Kualitas Data: Meliputi uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan bahwa instrumen kuesioner konsisten dan mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Uji Asumsi Klasik: Meliputi uji normalitas, multikolinieritas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Hal ini merupakan syarat wajib dalam model regresi linear agar parameter penduga bersifat Best Linear Unbiased Estimator (BLUE). Analisis Regresi Linear Berganda: Digunakan untuk menguji arah dan besarnya pengaruh variabel Fintech Payment. Financial Self-Efficacy, dan Kemampuan Akademik terhadap Pengelolaan Keuangan secara parsial (Uji . maupun simultan (Uji F). Pemilihan metode ini sangat tepat karena penelitian memiliki lebih dari satu variabel independen yang diprediksi memengaruhi satu variabel dependen. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Gambaran Objek Penelitian dan Karakteristik Responden Telah disajikan hasil dan pembahasan penelitian mengenai pengaruh Fintech Payment. Financial SelfEfficacy, dan Kemampuan Akademik terhadap Pengelolaan Keuangan pada mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wijaya Kusuma Surabaya angkatan 2022 dan 2023, dengan total responden 128 mahasiswa yang ditetapkan melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang disebarkan secara langsung, terdiri atas 25 butir pernyataan yang mencakup Fintech Payment. Financial Self-Efficacy dan Kemampuan Akademik Terhadap Pengelolaan Keuangan Mahasiswa Sarjana Akuntansi (Icha Dwi Rahay. Icha Dwi Rahayu dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 69 Ae 79 variabel Fintech Payment . Financial Self-Efficacy . Kemampuan Akademik . , dan Pengelolaan Keuangan . Tabel 4. 1 Karakteristik Responden Sumber : Hasil olah data SPSS 23 Uji Kualitas Data Uji Validitas Tabel 4. 2 Validitas Variabel Fintech Payment Sumber : Hasil Olah Data SPSS 23 . Hasil uji validitas yang ditunjukkan pada tabel di atas menunjukkan bahwa keseluruhan soal pada variabel X1. Fintech Payment memiliki nilai valid. Hal ini dikaenakan nilai korelasi R hitung sebesar 0,174 lebih besar daripada R tabel. Tabel 4. 3 Validitas Variabel Financial Self- Efficacy Sumber: Hasil Olah Data SPSS 23 . Dikarenakan nilai korelasi R hitung lebih besar dari R tabel yaitu 0,174, hasil validitas pada tabel di atas menunjukkan bahwa keseluruhan soal pada variabel X3. Financial Self Ae Efficacy memiliki nilai valid. JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. Februari 2026, pp. 69 - 79 Icha Dwi Rahayu dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 69 Ae 79 Tabel 4. 4 Validitas Variabel Kemampuan Akademik Sumber : Hasil Olah Data SPSS 23 . Berdasarkan hasil uji validitas pada tabel di atas menunjukkan bahwa soal keseluruhan pada variabel X3. Kemampuan Akademik memiliki nilai valid. Ini ditunjukkan oleh fakta bahwa nilai korelasi R hitung lebih besar dari R tabel yaitu 0,174. Tabel 4. 5 Validitas Variabel Pengelolaan Keuangan Sumber: Hasil Olah Data SPSS 23 . Dikarenakan nilai korelasi R hitung lebih besar dari R tabel yaitu 0,174, hasil validitas pada tabel di atas menunjukkan bahwa keseluruhan soal pada variabel Y. Pengelolaan Keuangn memiliki nilai valid dan dapat dilakukan pengujian data lebih lanjut. Validitas Reliabilitas Tabel 4. 6 Hasil Uji Reliabilitas Sumber : Hasil Olah Data SPSS 23 . Fintech Payment. Financial Self-Efficacy dan Kemampuan Akademik Terhadap Pengelolaan Keuangan Mahasiswa Sarjana Akuntansi (Icha Dwi Rahay. Icha Dwi Rahayu dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 69 Ae 79 Berdasarkan tabel di atas, hasil uji reliablitas menunjukkan nilai CronbachAos Alpha dari semua vaiabel lebih besar dari 0,60 sehingga dapat disimpulkan bahwa instrument dari kuesioner yang digunakan untuk menjelaskan variabel Fintech Payment. Fintech Self Ae Efficacy. Kemampuan Akademik dan Pengelolaan Keuangan dinyatakan memiliki tingkat konsistensi yang baik. Dengan demikian, seluruh item pada semua variabel dapat dianggap reliabel dan layak digunakan dalam penelitian. Uji Statistik Deskriptif Tabel 4. 7 Statistik Deskriptif Sumber : Hasil Olah Data SPSS 23 . Berdasarkan tabel 4. 7 di atas dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata tertinggi berada pada variabel Fintech Payment yaitu 29. 5313, sedangkan yang terendah adalah variabel Kemampuan Akademik yaitu 29,5313. Untuk standar deviasi tertinggi berada pada variabel Pengelolaan Keuangan yaitu 4. 86222 ,sedangkan yang terendah adalah variabel Kemampuan Akademik yaitu 3. 3 Uji Asumsi Klasik 1 Uji Normalitas Tabel 4. 8 Hasil Uji Normalitas Sumber : Hasil Olah Data SPSS 23 . Berdasarkan tabel 4. 8 uji normalitas menggunakan metode Kolmogorov- Smirnov dapat dikatakan normal apabila memiliki nilai signifikansi > 0,05. Tabel di atas menunjukkan nilai signifikansinya sebesar 0,200 yang mana lebih besar darpada 0,05 artinya penelitian ini memenuhi asumsi normalitas. 2 Uji Multikolinearitas Tabel 4. 9 Hasil Uji Multikolinearitas JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. Februari 2026, pp. 69 - 79 Icha Dwi Rahayu dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 69 Ae 79 Sumber : Hasil Olah Data SPSS . Beradasarkan tabel4. 9 hasil pengujian menunjukkan karena nilai VIF untuk semua variabel memiliki nilai lebih kecil darpada 10 dan nilai tolerance lebih besar dari 0,010, maka dapat disimpulkan tidak terdapat gejala multikolinearitas antar variabel. 3 Uji Heteroskedastisitas Tabel 4. 10 Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber : Hasil Olah Data SPSS 23 . 4 Uji Autokorelasi Tabel 4. 11 Hasil Uji Autokorelasi Sumber : Hasil Olah Data SPSS 23 . Berdasarkan tabel 4. 11 maka : DL . lebih kecil dari DW . lbeih kecil dari DU . Artinya tidak ada kepastian maupun kesimpulan yang pasti. 4 Uji Hipotesis 1 Uji Analisis Linier Berganda Tabel 4. 12 Hasil Uji Analisis Regresi Linier Berganda Sumber : Hasil Olah Data SPSS 23 . Berdasarkan tabel 4. 12 maka diperoleh model regresi linier berganda sebagai berikut: Y = 1X1 2X2 3X3 ye = 4,591 Ae 0,172 0,758 0,414 Keterangan : : Constanta Y : Pengelolaan Keuangan X1 : Fintech Payment X2 : Financial Self- Efficacy X3 : Kemampuan Akademik 2 Uji Koefisien Determinasi ( R Squar. Tabel 4. 13 Hasil Koefisien Determinasi Sumber : Hasil Olah Data SPSS 23 . Fintech Payment. Financial Self-Efficacy dan Kemampuan Akademik Terhadap Pengelolaan Keuangan Mahasiswa Sarjana Akuntansi (Icha Dwi Rahay. Icha Dwi Rahayu dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 69 Ae 79 Berdasarkan tabel 4. 13 diperoleh nilai R Square sebesar 0,519. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Fintech Payment (X. Financial Self Efficacy (X. Kemampuan Akademik (X. , secara simlutan mampu menjelaskan sebesar 51,9% variasi pada variabel Pengelolaan Keuangan (Y). Sementara itu, sisanya sebesarkan 48,1% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini, seperti Financial Literacy. Self Ae Control, serta Financial Attitude, dan berbagai variabel lain di luar model penelitian. 3 Uji Simultan (Uji F) Tabel 4. 14 Hasil Uji Simultan (Uji F) Sumber : Hasil Olah Data SPSS 2023 . Berdasarkan tabel 4. 14, hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 dan nilai koefisien F adalah 103,570. Hal ini mengindikasikan bahwa fintech Payment (X. Financial Sel-Efficacy (X. Kemampuan Akademik (X. , secara simultan berpengaruh terhadap Pengelolaan Keuangan (Y). 4 Uji Parsial (Uji T) Tabel 4. 15 Hasil Uji Parsial (Uji T) Sumber : Hasil Olah Data SPSS 2023 . Berdasarkan tabel 4. 15, hasil uji t menunjukkan bahwa variabel Fintech Payment memiliki nilai t-hitung sebesar -1,585 dengan nilai signifikansi 0,116. Karena nilai signifikansi tersebut lebih besar dari 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Selanjutnya, variabel Financial Self-Efficacy memperoleh nilai t-hitung sebesar 655 dengan nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Variabel Kemampuan Akademik menunjukkan nilai t-hitung sebesar 2,264 dengan nilai signifikansi 0,025, yang juga lebih kecil 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, hasil uji t menunjukkan bahwa Financial Self-Efficacy dan Kemampuan Akademik berpengaruh terhadap Pengelolaan Keuangan. Sedangkan Fintech Payment tidak memiliki pengaruh signifikan. 5 Pembahasan 1 Pengaruh Fintech Payment terhadap Pengelolaan Keuangan Mahasiswa Hasil analisis menunjukkan fintech payment tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa akuntansi (H1 ditola. Hal ini dikarenakan mahasiswa cenderung menggunakan layanan pembayaran digital hanya untuk kepraktisan transaksi, bukan sebagai instrumen perencanaan atau pengawasan keuangan. Dalam perspektif Theory of Planned Behavior (TPB), temuan ini berkaitan dengan tiga komponen utama: sikap, norma sosial, dan persepsi pengendalian diri. Penelitian Nisa & Zuraidah . serta Rahma & Susanti . menunjukkan bahwa fintech payment berdampak positif pada pengelolaan keuangan jika dibarengi literasi keuangan, penggunaan fitur aplikasi yang tepat, serta financial self-efficacy. Hal ini menegaskan bahwa manfaat teknologi tersebut sangat bergantung pada perilaku penggunanya. Sesuai dengan Theory of Planned Behavior (TPB), hasil maksimal hanya tercapai jika penggunaan teknologi didukung oleh sikap positif, pengaruh lingkungan, dan pengendalian diri. Namun, dalam penelitian ini, mahasiswa cenderung hanya menggunakan fintech payment untuk kemudahan transaksi harian, sehingga tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap manajemen keuangan pribadi mereka. JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. Februari 2026, pp. 69 - 79 Icha Dwi Rahayu dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 69 Ae 79 Pengaruh Financial Self-Efficacy terhadap Pengelolaan Keuangan Mahasiswa Hasil penelitian menunjukkan bahwa Financial Self-Efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan. Secara konseptual, keyakinan diri yang kuat memungkinkan mahasiswa untuk tetap disiplin pada rencana anggaran yang telah dibuat meskipun menghadapi tekanan sosial atau godaan belanja. Sejalan dengan TPB, efikasi diri yang tinggi meningkatkan niat individu untuk berperilaku secara rasional karena mereka percaya memiliki kontrol penuh atas situasi finansial mereka. Analisis ini mendukung studi Az Zahra . dan Rindi & Adiputra . yang menegaskan bahwa faktor psikologis internal seringkali lebih menentukan kualitas pengelolaan keuangan dibandingkan faktor Perasaan kompeten dalam mengelola uang saku membuat mahasiswa angkatan 2022 dan 2023 cenderung lebih proaktif dalam menabung dan menghindari utang. Hal ini membuktikan bahwa penguatan aspek mental dan kepercayaan diri finansial sangat penting dalam membentuk karakter finansial mahasiswa sebelum mereka memasuki dunia kerja. Pengaruh Kemampuan Akademik terhadap Pengelolaan Keuangan Mahasiswa Hasil pengujian menunjukkan bahwa kemampuan akademik berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa akuntansi (H3 diterim. Mahasiswa dengan kemampuan akademik tinggi cenderung lebih baik dalam merencanakan, mengatur, dan mengevaluasi keuangan pribadinya. Temuan ini didukung oleh penelitian Mustika dkk. Ningsih dkk. , serta Sulistyowati dkk. yang menyatakan bahwa prestasi akademik memperkuat pola pikir mahasiswa dalam mempertimbangkan risiko dan mengambil keputusan finansial yang lebih matang. Dengan demikian, kemampuan akademik tidak hanya mencerminkan keberhasilan belajar, tetapi juga menjadi dasar dalam pembentukan perilaku keuangan yang Meskipun penelitian Maturbongs . dan Rizki dkk. menunjukkan bahwa kemampuan akademik tidak selalu berpengaruh nyata karena faktor lingkungan atau pengalaman, namun dalam kerangka Theory of Planned Behavior (TPB), variabel ini berkaitan erat dengan perceived behavioral control. Mahasiswa dengan kemampuan akademik tinggi cenderung lebih percaya diri dalam memahami informasi keuangan dan menyusun anggaran. Pola pikir logis dan terstruktur yang dibentuk melalui prestasi akademik meningkatkan kontrol diri dan tanggung jawab, sehingga mendorong pengambilan keputusan finansial yang lebih efektif dan hati-hati. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan keuangan mahasiswa sarjana akuntansi di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dipengaruhi secara signifikan oleh pemanfaatan teknologi dan aspek psikologis internal, namun tidak oleh prestasi akademik formal. Secara parsial, fintech payment berpengaruh positif dan signifikan, menunjukkan bahwa kemudahan transaksi digital telah membantu mahasiswa dalam pengarsipan dan pengawasan pengeluaran secara sistematis. Demikian pula, financial self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan, membuktikan bahwa keyakinan atas kemampuan diri merupakan fondasi utama dalam disiplin pengelolaan dana pribadi. Sebaliknya, kemampuan akademik ditemukan tidak berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan, yang mengindikasikan adanya kesenjangan antara penguasaan teori manajemen keuangan dengan praktiknya dalam kehidupan sehari-hari. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan, mengonfirmasi bahwa integritas teknologi, psikologi, dan pengetahuan secara bersama-sama menentukan kualitas manajemen keuangan mahasiswa. Berdasarkan temuan penelitian di atas, maka diajukan saran-saran sebagai berikut: Bagi Mahasiswa diharapkan tidak hanya berfokus pada capaian akademik (IPK) sebagai indikator kesuksesan, tetapi harus mulai membangun perilaku keuangan yang bertanggung jawab secara mandiri. Mengingat financial self-efficacy menjadi faktor penentu utama, mahasiswa disarankan untuk lebih aktif dalam literasi keuangan mandiri dan disiplin dalam menggunakan fitur pencatatan pada aplikasi fintech, sehingga teknologi tidak hanya menjadi alat transaksi konsumtif tetapi juga alat kontrol pengeluaran. Bagi Institusi Pendidikan (Universitas Wijaya Kusuma Surabay. disarankan agar kurikulum akuntansi atau manajemen keuangan tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori dan hitungan teknis, tetapi juga mengintegrasikan simulasi pengelolaan keuangan pribadi berbasis kasus riil. Institusi dapat menyelenggarakan lokakarya literasi keuangan digital untuk menjembatani kesenjangan antara pengetahuan kognitif dengan penerapan perilaku sehari-hari. Fintech Payment. Financial Self-Efficacy dan Kemampuan Akademik Terhadap Pengelolaan Keuangan Mahasiswa Sarjana Akuntansi (Icha Dwi Rahay. Icha Dwi Rahayu dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 69 Ae 79 Bagi Pihak Terkait (Penyedia Fintec. diharapkan dapat berkontribusi dalam mengedukasi penggunanya melalui pengembangan fitur edukasi keuangan. Implikasi praktisnya adalah menyediakan visualisasi ringkasan pengeluaran bulanan yang lebih intuitif atau fitur pengingat batas anggaran . udget limit notificatio. untuk membantu kelompok mahasiswa menekan perilaku belanja impulsif. Bagi Penelitian Selanjutnya, penelitian ini memiliki keterbatasan pada cakupan variabel yang hanya berfokus pada tiga faktor utama. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan dengan menambahkan variabel lain yang diprediksi dapat menutup diskoneksi antara teori dan praktik, seperti pengaruh kelompok teman sebaya . eer grou. , pola asuh keuangan keluarga . arental financial socializatio. , atau gaya hidup . Selain itu, penelitian masa depan dapat menggunakan metode kualitatif atau studi kasus untuk menggali lebih dalam mengapa literasi akademik tidak selalu sejalan dengan tindakan finansial di lapangan. DAFTAR PUSTAKA