Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1870 -1879 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Konsep Manajemen Risiko dalam Al-Quran Rizka Nasution. Rizka Adlia Yuannisa. Sugianto Universitas Islam Negeri Sumatera Utara rizkanasution1702@gmail. com,rizkaadliayuannisa13@gmail. com,sugianto@uinsu. ABSTRACT This is a new author's manual and a template for Resligion Education Social Laa Roiba Journal (RESLAJ). Published every February and August since 2019. Articles must start with Article Title followed by Author Name and Affiliate Address and abstract. This part of the abstract must be typed in 150-250 word counts. Especially for the abstract, use the Cambria font, measuring 10 pt. Single space per line in this article. If the article is written in Indonesian, the abstract should be typed in English and Indonesian. Meanwhile, if the article is written in English, the abstract must be typed in English only. The abstract is typed as concisely as possible and consists of: research objectives, methods, results and discussion and brief conclusions. 250 words Abstract should only be typed in one paragraph and in one column format. Keywords: Risk Management. Islamic Economics. Tafsir Surah Al-Kahf:71. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis tentang bagaimana konsep strategi menimalisir kerugian dalam kisah perjalanan Nabi Musa dan Khidr, dan seperti apa konsep strategi menimalisir kerugian pada ekonomi islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan . ibrary researc. dengan menggunakan sumber referensu dari bukubuku dan jurnal-jurnal yang relevan dengan tema. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa Perspektif islam dalam manajemen risiko dapat ditelaah dari sebuah cerita perjalan Nabi Musa dan Khaidir yang harus memilih antara dua kerugian, dan dua kerugian ini tidak bisa dihindari sehingga harus mempertimbangkan kerugian yang lebih ringan sesuai dengan ilmu ekonomi yang dibahas dalam manajemen risiko. Kata kunci: Manajemen Risiko. Ekonomi Islam. Tafsir Surah Al-Kahf:71. PENDAHULUAN Usaha untuk menjaga amanah Allah akan harta kekayaan demi kemaslahatan manusia inilah yang disebut dengan manajemen risiko. Berbagai sumber ayat AlQurAoan telah memberikan umat manusia akan pentingnya mengelola risiko ini. Keberhasilan umat manusia dalam mengelola risiko ini dapat menghasilkan maslahat yang lebih baik, dengan munculnya kemaslahatan tersebut, dapat dijelaskan sebagai keberhasilan manusia dalam menjaga amanah Allah SWT (Kamal, 2. Penerapan manajemen risiko tanpa disadari sudah dimulai sejak awal keberadaan manusia, ketergantungan manusia atas manusia memaknai masa depan sebagai manusia yang ingin mengetahui masa depan yang tidak pasti, maka manusia memprediksi masa depan dengan berbagai kemungkinan, kemudian muncul 1870 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1870 -1879 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. ketergantungan pada peramal, pendeta, dan lain-lain. Jadi manajemen risiko juga merupakan mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi ketidakpastian dan manajemen risiko ini selalu diterapkan pada kehidupan manusia dari waktu ke Pada dasarnya Allah SWT mengingatkan umat manusia dimana adakalanya manusia mengalami kesulitan maka umat manusia harus bisa menghadapi kesulitan, kemudian umat manusia harus siap dengan perhitungan dan wawasan yang luas atau pandangan yang luas (AsyAoari Supariman: 2. Risiko dapat dikatakan sebagai suatu peluang terjadinya kerugian atau Lebih luas risiko dapat diartikan sebagai kemungkinan terjadinya hasil yang tidak diinginkan atau berlawanan dari yang diinginkan. Risiko dapat menimbulkan kerugian apabila tidak diantisipasi serta tidak dikelola dengan Sebaliknya, risiko yang dikelola dengan baik akan memberikan ruang pada terciptanya peluang untuk memperoleh suatu keuntungan yang lebih besar. Risiko tidak selalu harus dihindari melainkan harus dikelola secara baik. Untuk mendapatkan hasil dari suatu kegiatan maka harus menghadapi risiko, sebaliknya, tidak mengambil risiko sama sekali adalah salah karena tidak ada peluang sama sekali untuk memperoleh hasil, untuk itu risiko harus dihadapi dalam setiap aktivitas sehingga memberikan peluang untuk memperoleh hasil yang diharapkan, namun demikian risiko yang ada harus dikelola dengan baik (Ferry N Idroes Sugiarto : 2. Dari uraian di atas maka pemateri ingin mengaitkan konsep manajemen risiko dengan tafsir pada Q. Al-Kahfi Ayat 71-82, tentang kisah perjalanan Nabi Musa dan Khaidir terkait dengan strategi menimalisir kerugian. TINJAUAN LITERATUR Manajemen Risiko (Siyaasatu Taqliilil KhosaaiAor. Pengertian Manajemen (Managemen. Secara etimologi kata Manajemen berasal dari bahasa latin, yaitu dari asal kata mantis yang berarti tangan dan agree yang berarti melakukan. Kata-kata itu digabung menjadi kata kerja manager yang artinya menangani. Managere di terjemahkan ke dalam bahasa inggris dalam bentuk kata kerja to manage, dengan kata benda management, dan manager untuk orang yang melakukan kegiatan manajemen. Akhirnya management diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi manajemen atau pengelolaan. Kata manajemen berasal dari Bahasa Peracis kuno management, yang memiliki arti Auseni melaksanakan dan mengaturAy. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Menurut para ahli, manajemen itu sendiri berkaitan erat dengan gaya, seni dan proses manajemen. Bersemangat dan dinamis di seluruh organisasi, bekerja menuju tujuan dan bagaimana mencapai tujuan tersebut secara efektif dan efisien. 1871 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1870 -1879 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Menurut Luther Gulick mendefinisikan manajemen sebagai cabang ilmu pengetahuan untuk secara sistematis mencoba memahami mengapa dan bagaimana orang-orang bekerja sama untuk mencapai tujuan dan menjadikan kerja sama ini lebih berguna bagi manusia. Menurut Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal (George R Terry: Pengertian Risiko (Ris. Ditinjau dari sisi bahasa kata risiko berasal dari bahasa dari bahasa Inggris yaitu risk yang berarti kemungkinan rugi, dalam bahasa Arab istilah risiko dikenal juga dengan nama al-khatru atau al-khasarah. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata risiko berarti sesuatu yang kurang menyenangkan sebagai akibat dari perbuatan . Risiko adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kemungkinan terjadinya suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan atau berpotensi Dalam berbagai konteks, termasuk keuangan, bisnis, kesehatan, dan banyak lagi, risiko mengacu pada ketidakpastian atau kemungkinan kerugian atau kerugian yang dapat timbul dari suatu keadaan atau tindakan tertentu. Ferry N. Idroes mendefinisikan risiko merupakan ancaman atau kemungkinan suatu tindakan atau kejadian yang menimbulkan dampak yang berlawanan dengan tujuan yang ingin dicapai (Ferry N. Idroes, 2. Muhammad MaAosum Billah mendefinisikan risiko sebagai peristiwa yang terjadi di luar dugaan, dimana kerugian tersebut ditanggung oleh pihak asuransi. Abbas Salim mendefinisikan risiko adalah ketidakpastian atau ketidaktentuan yang mungkin melahirkan kerugian, unsur ketidaktentuan ini bisa mendatangkan kerugian dalam asuransi (Abbas Salim, 1. Ade Arhesa dan Edia Handirman mendefenisikan risiko adalah potensi terjadinya peristiwa yang dapat menimbulkan kerugian pada perbankan. Manajemen Risiko (Risk Managemen. Manajemen risiko adalah proses sistematis untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, mengendalikan, dan mengelola risiko yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan suatu organisasi atau individu. Tujuan utama dari manajemen risiko adalah untuk mengurangi dampak negatif potensial dari risiko dan memaksimalkan peluang positif yang mungkin timbul. Manajemen risiko dalam pandangan Islam adalah pendekatan untuk mengidentifikasi, menilai, mengendalikan, dan mengelola risiko yang mematuhi prinsip-prinsip syariah . ukum Isla. Dalam Islam, manajemen risiko harus 1872 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1870 -1879 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. mempertimbangkan aspek-aspek etika dan moralitas, serta nilai-nilai agama yang Bank Indonesia mendefinisikan manajemen risiko sebagai serangkaian prosedur dan metodologi yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau dan mengendalikan risiko yang timbul dari kegiatan usaha Bank. Widigdo Sukarm an mendefinisikan manajemen risiko sebagai keseluruhan sistem pengelolaan dan pengendalian risiko yang dihadapi oleh bank yang terdiri dari seperangkat alat, teknik, proses manajemen . ermasuk keuangan dan sistem dan prosedur operasiona. dan organisasi yang ditujukan untuk memelihara tingkat profitabilitas dan tingkat kesehatan bank yang telah di tetapkan dalam corporate plan atau rencana strategis bank lainnya sesuai dengan tingkat kesehatan bank yang Willian T. Thornhill mendefinisikan manajemen risiko sebagai sebuah disiplin pengelolaan yang tujuannya adalah untuk memproteksi asset dan laba sebuah organisasi dengan mengurangi proteksi kerugian sebelum hal tersebut terjadi, dan pembiayaan melalui asuransi atau cara lain atas kemungkinan rugi besar karena bencana alam, keteledoran manusia, atau karena keputusan pengadilan. Dalam praktiknya, proses ini mencakup langkah-langkah logis seperti pengidentifikasian risiko, pengukuran dan penilaian atas ancaman tersebut melalui eliminasi atau pengurangan dan pembiayaan ancaman yang tersisa agar apabila kerugian tetap terjadi, organisasi dapat terus menjalankan usahanya tanpa terganggu keuangannya. Definisi Manajemen risiko versi Bank Indonesia menekankan pada mekanisme dari manajemen risiko itu sendiri. Definisi yang diberikan Widigdo Sukarman lebih fokus pada tujuan manajemen risiko, dimana dibutuhkan proses dan pemberdayaan seluruh perangkat kerja yang ada untuk mengelola dan mengendalikan risiko, demi memelihara tingkat profitabilitas dan kesehatan Bank sebagaimana telah ditetapkan dalam corporate plan atau rencana strategi bank. Definisi yang dikemukakan oleh Tornhill mau menekankan akan adanya disiplin dari manajemen dalam bentuk langkah-langkah yang logis. Hanya dengan cara mengelola risiko secara sistematis sebuah bank dimungkinkan untuk menghasilkan uang secara sistematis pula pada pasar uang (Robert Tampubolon, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, lebih tepatnya penelitian kepustakaan . ibrary researc. ,yaitu menggunakan sumber referensi dari buku dan jurnal yang ada. Pada penelitian ini akan di fokuskan dalam satu surah dalam AlQuran yaitu Al-Kahfi ayat 71,72,73, dan 79. 1873 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1870 -1879 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. HASIL DAN PEMBAHASAN Tafsir Q. Al-Kahfi ayat 71-73 AeU Ua aueUA a AnA a eAC aea aoae aUA a Aaiaai a nU aE aeo a ao aea AeaaeaEaoaa ao aua aaueaa ae A AeeUA a Ao aaEaO aaUaA e a aE aae aae auao ae A AUA a An aOa aeaeoa ae aeaOA a AA a aE a aaIaea acaa A e AUA Artinya: Maka berjalanlah keduanya, hingga ketika keduanya menaiki perahu lalu Khaidir melubanginya. Dia (Mus. bekata: Aumengapa kamu melubangi perahu itu yang akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya?Ay Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar. Dia (Khaidi. AuBukankah aku telah berkata. Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan akuAy. Musa Berkata. AuJanganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku. Berjalanlah Nabi Musa dan Khaidir di pinggir pantai kemudian lewatlah sebuah perahu atau kapal, maka mereka berdua meminta kepada kapal tersebut untuk mengangkut mereka berdua, dan ternyata para penumpang mengenali Khaidir, para penumpang tahu bahwa Khaidir adalah hamba yang sholeh, akhirnya mereka berdua dipersilakan naik ke kapal tanpa bayaran, kemudian Khaidir melubangi kapal tersebut, dan ini yang menjadikan Nabi Musa mengingkari Khaidir, sampai Nabi Musa berkata AuWahai Khaidir mereka mengangkut kita secara gratis, tapi kenapa kamu melakukan kerusakan pada kapal mereka sehingga penumpangnya bisa tenggelamAy lalu Khaidir menjawab Aulaqad jiAota syayAoan imray yang artinya Ausungguh engkau telah berbuat kesalahan yang besarAy. Padahal mereka berdua sudah sepakat bahwa Khaidir berkata Aukau boleh mengikuti aku tapi dengan syarat engkau tidak boleh bertanyatanya sampai aku menceritakanAy, ternyata kejadian pertama ini membuat Nabi Musa Tafsir Q. S al-Kahfi:79 e aieaia eaauaA An auea aeUaaeaI ae eeaea eaa aae A 79 AeUaA A aa A. e Aaieasi a a A aeI aaUeea aOauaaI aOae aUo E eaa auA Artinya: AuAdapun kapal itu adalah milik orang miskin yang bekerja dilaut, aku bermaksud merusaknya, karena dihadapan mereka ada seseorang raja yang akan merampas setiap perahu. Ay Ayat di atas dan ayat-ayat sebelumnya, menceritakan perjalanan Nabi Musa dan Khaidir, persoalan perahu yang dirusak oleh Nabi Khaidir adalah masalah yang juga dipertanyakan Nabi Musa. Pada ayat ini adalah jawaban dari rahasia, adapun kapal, maka kapal itu adalah milik orang-orang yang lemah dan miskin yang mereka gunakan untuk bekerja dilaut mencari rezeki Allah. Agar kapal itu tidak dirampas oleh raja yang zalim, maka Khaidir melubangi kapal agar raja yang zalim itu tidak Namun yang menarik dari ayat ini adalah kata Auamal . aAomalun. Ay yang diartikan dengan bekerja. Orang yang bekerja dilaut itu disebut dengan nelayan. Di samping itu penjelasan para mufasir bahwa yang memiliki kapal tersebut adalah 1874 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1870 -1879 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. orang lemah dan miskin, maka penafsiran ini semakin menguatkan kita bahwa manusia tidak boleh berpangku tangan. Termasuk orang-orang miskin, diperintahkan tetap berusaha semaksimal mungkin dan menghindari diri jadi peminta-minta. Azhari Akmal tarigan. Tafsir Ayat-Ayat Ekonomi. Edisi Revi. (Medan: Febi UINSU Press, 2. h,118. Ini berarti bahwa raja merampas setiap kapal yang sehat secara paksa, dan meninggalkan setiap kapal yang rusak. Dan dalam bacaan Ibn Abbas dan Ibn Jubayr: AuDan dibelakang mereka ada seorang raja yang merampas setiap kapal yang sehat dalam marahAy, dan dalam bacaan Usman bin Affan: (Sa. Jika lolos, perbaiki. Al-Razi berkata: AuUlama itu (Al-Khaidi. tahu bahwa jika ia tidak merusak kapal dengan melanggarnya maka yang terjadi raja akan merampasnya, dan manfaatnya akan hilang sama sekali dari pemiliknya, sehingga dia harus memilih antara melanggar atau raja merampasnya, maka tidak diragukan lagi kerusakan pertama lebih sedikit dan kerusakan kedua adalah yang terbesarAy. Jadi pelanggaran ini harus dilakukan dengan cara yang tidak menghilangkan manfaat kapal itu sama sekali, karna jika demikian halnya, kerugian yang timbul dari perampasan itu tidak akan lebih besar dari kerugian yang ditimbulkan oleh pelanggaran itu, dan dalam kasus itu, melanggarnya tidak akan bermanfaat, lebih tepatnya: penembusan harus cukup hanya untuk mencegah perampasan. Rafiq Yunus Al-Mishri. At-Tafsiru AlIqtisyadi Lil QurAoanul Karim (Damaskus: Dar Al-Qalam, 2. h, 166. Berdasarkan hal ini Khaidir telah menyeimbangkan antara dua kerugian antara kerugian kesalahan dan kerugian kapal, maka hamba yang saleh, ulama yang bijaksana, memilih kerugian kesalahan, karena itu adalah yang paling sedikit. Allah SWT berfirman dalam Q. S Al-Kahfi:66: An aeUA a AU aceA a aE a a ae a aeUaao aU e aeI aUa acaa a Artinya: AuMusa berkata kepadanya. AoMaukah aku mengikutimu dengan syarat kamu tahu apa yang kamu perbaikiAoAy. Ayat di atas menjelaskan bahwa jika ada dua situasi yang sama dalam segala hal, tetapi salah satunya menyebabkan kerugian lebih dari yang lain, dan salah satunya harus dipilih, karena keduanya tidak dapat dihindari, maka situasi yang paling sedikit kerugian yang harus dipilih. Inilah yang dikenal dalam fiqih sebagai asas memperbaiki uang dengan merusak sebagian untuk keselamatan sebagian lain, dan dalam fikih umum mengatur dengan aturan yaitu yang lebih kecil dari kedua keburukan atau yang lebih sedikit dari dua keburukan, yaitu dikenal dalam ilmu ekonomi dan manajemen sebagai prinsip meminimalkan kerugian sampai pada tingkat yang serendah mungkin yang disebut dengan manajemen risiko . isk Kisah ini berisi tiga adegan, setiap adegan terdiri dari satu bait. Musa meminta maaf di setiap adegan dengan satu ayat, kemudian muncul interpretasi setiap adegan dalam satu ayat, mukjizat dalam ringkasan, dan keseluruhan cerita dengan adeganadegannya. Ketiganya tidak lebih dari 23 ayat dalam dua halaman Al-QurAoan yang 1875 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1870 -1879 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Ini adalah seni cerita pendek yang penuh dengan ketegangan dan keanehan. Kisah ini mengandung tiga keajaiban, yang pertama: melubangi kapal, yang kedua: membunuh anak laki-laki, dan yang ketiga: meluruskan tembok yang miring. Dalam tiga adegan ini Nabi Musa tidak bertanya-tanya pada temannya dan mencela Di setiap adegan, dia tidak melihat apa pun kecuali perintah tercela, yang dengannya dia tidak bisa diam, seperti yang dia janjikan (Rafiq Yunus Al-Mishri : 2. Tercatat dalam kisah bahwa hamba ini (Khaidi. yang terletak di tempat yang jauh, dan mungkin jauh kurang terkenal dari Nabi Musa. Allah memberinya pengetahuan yang melebihi pengetahuan Nabi Musa. Hamba yang berpengetahuan (Khaidi. tidak menjelaskan kepada Nabi Musa perilakunya, sebelum dia melakukannya, dan kebijaksanaannya mungkin jika dia melakukan itu, dia akan membutuhkan banyak waktu dan usaha dalam membujuk dan mereka mungkin berbeda, karena hamba itu mengungkapkan kepadanya apa yang tidak dia ungkapkan kepada Nabi Musa. Dan jika dia melakukan itu, dia akan terlambat beraksi, dan aksinya mendesak, jika pelanggaran kapal ditunda, mungkin raja telah mencapai dan merampas kapalnya, jika meluruskan tembok yang miring itu ditunda, mungkin harta dibawahnya akan terbuka atau hilang. Mungkin Khaidir tidak bermaksud untuk menjelaskan tindakan itu sampai setelah itu terjadi, untuk menemukan dalam diri Nabi Musa pengetahuan dan kesabarannya. Jika Khaidir itu mengungkapkan kepada Nabi Musa apa yang telah dia nyatakan kepadanya, dan Nabi Musa yakin akan hal itu, tidak akan ada perbedaan di antara mereka dan tidak heran. Tingkah lakunya mungkin buruk di luar, baik di dalam, dan hal itu mungkin tampak tercela. Pada akhirnya Allah SWT berfirman: a Aa OagAeAA a Aa Oaa aeU aue oU aOaU e aeI aaeeAgAeAA a Aa aUaeaua eaoo aE aOaa aueNU aue oU aOaU e aeI aeuaaeA ai A aue U aO A a AauaoA n U AaeUaa aO aeo ae a aeUaaeaIA Artinya: AuDan boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu buruk bagimu, dan Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahuiAy(Q. S Al-Baqarah:. Berdasarkan hal ini Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menyebutkan bahwa ayat di atas adalah perintah untuk berperang. Walaupun pada prinsipnya perang tidak disukai oleh siapa pun. Sebab, menurut Hamka, perang hanya ada dua pilihan. dibunuh atau membunuh. Akan tetapi ketidaksukaanmu terhadap sesuatu boleh jadi ia membawa kebaikan kepadamu. Hamka juga memberi contoh orang yang sakit meminum obat yang pahit, walaupun seleranya tidak menyukai untuk meminum obat tetapi untuk kesembuhan, ia juga menelannya. Adapun Hikmah yang terkandung pada Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir dalam surah al-Kahfi ayat 60-82 menurut (Awabien: 2. dapat dikristalisasi melalui Tafsir Al-Mishbah M. Quraish Shihab sebagai berikut: pertama, untuk menggapai sesuatu membutuhkan waktu dan proses. Kedua, keutamaan ilmu dan kemuliaan orang yang berilmu. Ketiga, tidak bersikap sombong terhadap orang yang dibawah kita. Keempat, menjauhi perdebatan tanpa dasar sangat disukai. Kelima, 1876 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1870 -1879 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. isyarat untuk tidak memperbudak orang lain. Keenam, wajibnya seorang pelajar untuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Ketujuh, berakhlak mulia terhadap seorang guru atau pendidik. Kedelapan, dituntut kearifan dan kebijaksanaan guru dalam mendidik anak. Kesembilan, sebaiknya dalam berjanji diiringi dengan pengucapan insya Allah. Kesepuluh, mengajarkan atau menyampaikan ilmu harus disesuaikan dengan komunikan sesuai dengan kadar Kesebelas, memuliakan tamu merupakan akhlak yang terpuji dan Kedua belas, melakukan kemudharatan yang kecil dapat dibenarkan guna menghindari kemudharatan yang lebih besar. Ketiga belas, tiap jiwa dituntut untuk senantiasa memiliki etos kerja. Keempat belas, seorang anak dapat memperoleh keberkahan serta kebaikan disebabkan oleh keshalehan orang tuanya. Kisah Nabi Musa AS menuntut ilmu kepada Khidr dalam tafsir Al-QurAoan surah Al-Kahfi ayat 71- 82 dalam berbagai artikel ilmiah (Asykur et al. , 2. cenderung dikaitkan penulisnya dengan perspektif pendidikan, yaitu tentang persiapan bekal untuk belajar, adab murid kepada guru, kontrak belajar dan disiplin belajar. Berbeda dengan penulis terdahulu, artikel ini akan menelaah tafsir surah Al-Kahfi di atas dengan perspektif ekonomi, lebih khusus tentang konsep meminimumkan risiko sebagai bagian dari manajemen risiko. Penelitian ini berguna untuk menambah khazanah temuan ayat-ayat ekonomi di dalam Al- QurAoan. Penelitian ini mencoba mendeskripsikan kisah Nabi Musa dan Khidr dalam surah Al-Kahfi, menghubungkannya dengan konsep meminimumkan risiko yang relevan dengan kaidah fiqh dan kini populer diimplementasikan pada dunia bisnis maupun pemerintahan sebagai manajemen risiko (Siregar et al. , 2. Adapun konsep berbisnis Islam yang dapat kita ambil menurut pemakalah dalam surah al-kahfi ayat 71-82 yaitu: Tawakal kepada Allah: Salah satu pelajaran utama adalah pentingnya tawakal . ertawakal kepada Alla. dalam bisnis. Sahabat yang berhasil di kisah ini memiliki tawakal yang kuat kepada Allah dalam usahanya. Bersyukur: Kesalahan sahabat yang lain adalah tidak bersyukur atas karunia Allah. Ini mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas segala keberhasilan dalam bisnis dan mengakui bahwa semuanya berasal dari Allah. Rasa rendah hati: Sahabat yang berhasil tetap rendah hati meskipun memiliki kebun yang lebih baik. Ini adalah pelajaran penting dalam bisnis, bahwa keberhasilan tidak boleh membuat seseorang sombong atau arogan. Pengendalian Diri: Sahabat yang berhasil menunjukkan kendali diri yang baik dan memberikan nasehat dengan baik kepada yang lain. Ini mengingatkan kita akan pentingnya mengendalikan emosi dan berkomunikasi dengan bijak dalam Pertimbangan Matang: Ayat-ayat ini juga menyoroti pentingnya pertimbangan matang dalam bisnis. Sebelum membuat keputusan besar, kita harus memikirkan konsekuensinya dan merenungkan langkah-langkah kita dengan 1877 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1870 -1879 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Fokus pada Tujuan Akhirat: Akhir kisah ini mengingatkan kita bahwa dunia ini sementara dan akhirat adalah tujuan sejati. Dalam bisnis, kita tidak boleh melupakan tujuan akhirat kita dan harus menjalani bisnis dengan prinsipprinsip moral dan etika yang baik. Secara umum, pelajaran-pelajaran ini dalam Surah Al-Kahfi dapat diterapkan dalam bisnis dengan mengutamakan tawakal kepada Allah, bersyukur, rendah hati, kendali diri, pertimbangan matang, dan fokus pada tujuan akhirat dalam semua aspek bisnis kita. KESIMPULAN DAN SARAN Dari contoh kapal, ada keseimbangan antara dua kerugian yaitu hilangnya seluruh kapal jika kapal tersebut bagus maka akan dirampas oleh raja atau memilih hilang sebagian. Disini kebijakan pengurangan kerugian dilakukan jika kerugian ini ditentukan, yang merupakan prinsip yang terkenal dalam ilmu ekonomi yaitu manajemen risiko . isk managemen. bahwa jika ada dua kerugian yang bertentang satu sama lain, kerugian yang paling parah dan besar dihilangkan dengan memilih kerugian yang lebih ringan, dan Khaidir memilih kerugian yang paling ringan dari dua kerugian, dan memperbaiki sebagian lebih baik daripada menyia-nyiakan semuanya. DAFTAR PUSTAKA