ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 2, 30 November 2023 MOTIVASI ANGGOTA KELOMPOK TANI DALAM PENGGUNAN ASAM HUMAT PADA BUDIDAYA BAWANG MERAH DI KECAMATAN CILAWU KABUPATEN GARUT MOTIVATION OF FARMER GROUP MEMBERS IN THE USE OF HUMIC ACID IN SHALLOT CULTIVATION IN CILAWU DISTRICT. GARUT REGENCY Neni Musyarofah*. Yoyon Haryanto. Fadila Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor E-mail Korespondensi: nenimusyarofah@gmail. Diterima: 22-06-2023 Direvisi akhir: 01-11-2023 Disetujui terbit: 14 -11-2023 ABSTRACT Soil fertility decrease on agricultural land due to the continuous use of chemical fertilizers and pesticide Increasing farmer awareness of the use of other nutrient sources that are more eco-friendly. This research was conducted to determine the level of motivation. identify the motivation influencing factor. develop strategies to increase farmers' motivation in using humic acid in shallot cultivation. This research was conducted from March to June 2022 in Cilawu District. Garut Regency. A descriptive method and multiple linear regression are used. Respondents were taken as many as 74 people who were determined by purposive sampling method, namely selected farmers who are members of farmer groups and cultivate shallot. The results show that the level of motivation was included in the medium category. A significant factor affected is the role of extension agents, the availability of facilities and infrastructure, and agricultural information. The strategy applied the extension to farmerAos approach to the most critical influent indicators, namely the availability of agriculture information. Keywords: agriculture ,information, extension agent, motivation, purposive sampling, shallots ABSTRAK Berkurangnya kesuburan tanah pada lahan pertanian akibat penggunaan pupuk kimia berlebihan dan residu pestisida berlangsung terus menerus. Hal ini perlu adanya peningkatan kesadaran petani dalam penggunaan sumber hara lain yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat motivasi. mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi tingkat motivasi. dan menyusun strategi peningkatan motivasi petani dalam penggunaan asam humat pada budidaya bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2022 di Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut. Metode deskriptif dan analisis regresi linear berganda diterapkan. Responden diambil sebanyak 74 orang yang ditentukan purposive sampling yaitu petani yang menjadi anggota kelompok tani dan melaksanakan usaha budidaya bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi termasuk ke dalam kategori sedang. Faktor yang memberikan pengaruh nyata yaitu peranan penyuluh, ketersediaan sarana dan prasarana, serta ketersediaan informasi pertanian. Strategi yang diterapkan yaitu dengan melaksanakan penyuluhan kepada petani dengan mengacu kepada indikator yang berpengaruh dan paling kritis yaitu indikator ketersediaan informasi pertanian Kata kunci: bawang merah, informasi pertanian, motivasi, penyuluh, purposive sampling Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 2, 30 November 2023 PENDAHULUAN Permasalahan yang banyak terjadi saat ini yaitu penurunan kesuburan tanah pada lahan pertanian akibat penggunaan pupuk kimia berlebihan dan residu pestisida yang secara terus-menerus. Hal ini mengakibatkan penurunan kesuburan tanah karena kehilangan unsur hara pada tanah tanpa pengendalian kesuburan tanah yang memadai (Rahmasari et al. Kebutuhan komoditas bawang merah di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 5% dari tahun ke tahun untuk konsumsi (Novianti 2. Permintaan bawang merah akan terus meningkat seiring dengan peningkatan kebutuhan masyarakat, dan semakin berkembangnya industri Hal ini menjadi peluang yang besar dan potensial (Dewi 2. Produksi Kabupaten Garut yaitu pada tahun 2019 104 ton, sedangkan produksi tahun 2020 mencapai 27. 334 ton, produksi bawang merah ini mengalami penurunan sebesar 8,02% dari tahun sebelumnya. Salah satu Kecamatan yang menyumbang produksi bawang merah adalah Kecamatan Cilawu dengan produksi pada tahun 2020 709 ton (BPS 2. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tanaman bawang merah menurut Rasyid et . yaitu dengan memperbaiki sifatsifat tanah baik secara fisik, kimia, maupun Pemberian bahan organik ke tanah Penggunaan asam humat pada budidaya tanaman merupakan salah satu alternatif untuk meminimalisir penggunaan pupuk organik maupun anorganik. Dalam hal ini, penggunaan asam humat sangat membantu petani dalam mengurangi biaya untuk mengefisienkan penggunaan pupuk, serta Keterbatasan informasi terkait penggunaan asam humat menyebabkan kurangnya motivasi petani untuk selalu mau Berdasarkan tersebut, dilakukannya penelitian mengenai motivasi anggota kelompok tani dalam penggunaan asam humat pada budidaya bawang merah di Kecamatan Cilawu. METODE PENELITIAN Penelitian Kecamatan Cilawu. Kabupaten Garut. Provinsi Jawa Barat pada bulan Maret sampai dengan Juni 2022. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, angket/kuesioner, wawancara, dan studi Populasi pada penelitian diambil berdasarkan purposive sampling dengan memilih secara sengaja sebanyak 282 orang yaitu petani di Desa Mangkurakyat. Mekarmukti. Desakolot mayoritas petani dari ketiga desa ini sedang atau telah melakukan budidaya bawang Penentuan populasi menggunakan perhitungan Slovin, sehingga 74 orang Kuesioner yang digunakan dalam disempurnakan setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas kepada 30 orang responden diluar sampel yang memiliki karakteristik yang sama. Hasil uji validitas dengan nilai r tabel 0,374 dimana jika r hitung lebih dari r tabel maka soal dinyatakan valid, sehingga dari 52 soal yang dilakukan uji validitas terdapat 42 soal dinyatakan valid dan 10 soal dinyatakan tidak valid, sedangkan untuk soal yang tidak valid dilakukan perbaikan sehingga dinyatakan Hasil perhitungan CronbachAos alpha maka didapat nilai 0,93 yang lebih besar dari nilai Alpha cronbach yaitu 0,60, maka instrumen tersebut dapat dinyatakan reliabel . apat Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk menjelaskan karakteristik individu. Uji asumsi klasik, dan analisis regresi linier berganda untuk menjelaskan karakteristik individu, dan Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 2, 30 November 2023 asumsi klasik, serta analisis regresi berganda linier untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi anggota kelompok tani dalam penggunaan asam humat dengan rumus persamaan Y = 0 1X1 2X2. Perumusan strategi model motivasi anggota kelompok menggunakan penggabungan hasil analisis deskriptif dan analisis regresi HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Faktor Internal Hasil analisis deskriptif faktor internal responden yang merupakan petani bawang merah di Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Analisis Deskriptif Faktor Internal Indikator Jumlah Persentase 16,22 67,57 Tidak Produktif . Pendidikan . 16,22 Rendah (< . 52,70 Sedang . 22,97 24,32 Rendah (<2. Sedang . 25,68 55,41 Tinggi ( > 3. 18,92 Umur . Sangat Produktif . Produktif . Tinggi (>. Pendapatan (Rp. Tabel 1 menunjukkan sebaran umur petani didominasi oleh usia 40-56 tahun sebanyak 50 orang . ,57%) termasuk kedalam kategori produktif. Berdasarkan fakta di lapangan seseorang yang berada pada usia ini dinilai masih produktif karena mempunyai kemampuan fisik yang kuat dalam melakukan kegiatan kemampuan belajar hal baru yang masih tinggi sehingga mampu menerima inovasi baru yang diberikan. Usia responden yang tidak produktif akan cenderung sulit menerima inovasi karena selalu bertahan dengan nilai-nilai yang lama. Hal ini sejalan dengan penelitian Prabayanti . bahwa umur sangat kemampuan fisik tubuh manusia, semakin tua umur maka akan semakin berkurang ketahanan tubuh manusia. Umur juga akan mempengaruhi seseorang dalam merespon sesuatu yang baru walaupun belum banyak mempunyai pengalaman. Tingkat pendidikan petani sebagian besar termasuk kategori rendah yaitu kurang dari 7 tahun sebanyak 39 orang responden . ,70%) dimana tingkat Pendidikan yang rendah ini hanya lulusan Sekolah Dasar (SD). Mayoritas petani masih belum memiliki kesadaran terhadap pentingnya pendidikan disebabkan oleh kondisi ekonomi keluarga yang rendah sehingga tidak bisa melanjutkan Pendidikan dan juga beranggapan jika menjadi petani tidak memerlukan pendidikan yang tinggi. Berdasarkan fakta di lapangan bahwa petani dengan pendidikan tinggi memiliki pola pikir yang terbuka, sehingga mudah menerima inovasi baru karena memiliki pemahaman yang lebih cepat mengerti dibandingkan dengan tingkat pendidikan yang rendah. Hal ini sejalan dengan pernyataan Cahyaningrom . bahwa tingkat pendidikan yang tinggi dapat dengan mudah untuk mengadopsi suatu inovasi baru sehingga dapat memperlancar proses Mayoritas anggota poktan Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 2, 30 November 2023 memiiliki pendapatan antara Rp. 000 dengan jumlah 41 orang responden . ,41%). Berdasarkan fakta di lapangan, rendahnya pendapatan petani terjadi dikarenakan produktivitas bawang merah yang berkualitas menurun akibat kondisi hujan yang terus menerus, dan diperparah dengan luas garapan yang Sejalan dengan penelitian Khasanah et al. pendapatan petani termasuk kategori rendah disebabkan oleh luas garapan yang sempit dan hasil panen yang kurang baik. Faktor Eksternal Faktor eksternal merupakan faktor memberikan motivasi penggunaan asam Hasil deskriptif dari setiap indikator faktor eksternal disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Analisis Deskriptif Faktor Eksternal Jumlah Indikator Peran Penyuluh Rendah (<. 12,16 Sedang (<. Tinggi (Ou. 68,92 18,92 Ketersediaan Sarana dan Prasarana Rendah (<. Sedang . 8,11 70,27 21,62 12,16 70,27 17,57 Tinggi (Ou. Ketersediaan Informasi Pertanian Rendah (<. Sedang (<. Tinggi (Ou. Berdasarkan Tabel 2 diketahui bahwa indikator peran penyuluh dinilai pada kategori sedang dengan jumlah responden sebanyak 51 orang . ,92%). Penyuluh cukup berperan dalam kegiatan usahatani di Penyuluh mampu memberikan informasi dan pengetahuan tentang inovasi yang ada terutama terkait dengan penggunaan asam humat pada bawang merah dan dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi petani. Hal ini sejalan dengan penelitian Haryanto et al. menyatakan bahwa penyuluh pertanian juga harus dapat mendiagnosis permasalahan yang dihadapi oleh petani, membangun dan memelihara hubungan dengan petani serta dapat Mayoritas ketersediaan sarana dan prasarana berada pada kategori sedang yaitu sebesar 52 orang responden . ,27%). Berdasarkan fakta di lapangan bahwa sarana dan prasarana yang Persentase menunjang dalam kegiatan usaha tani di Kecamatan Cilawu termasuk ke dalam kategori cukup baik, karena banyak kios saprodi yang ada hampir di setiap desa. Hal ini tidak menjamin tersedianya bahan asam humat, dikarenakan masih kurangnya sosialisasi manfaat asam humat dan ketersediaan produk ini yang terbatas. Disisi lain, asam humat bisa didapatkan melalui toko online. Hal ini sejalan dengan pernyataan Noviyanti . bahwa dengan adanya kios saprodi tentu akan semakin kebutuhan petani untuk menjalankan usahataninya, sehingga kegiatan di sektor pertanian. Indikator ketersediaan informasi pertanian termasuk ke dalam kategori sedang terdiri dengan jumlah responden sebanyak 52 orang responden . ,27 %). Fakta di lapangan diketahui bahwa petani mengandalkan informasi yang bersumber Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 2, 30 November 2023 dari penyuluh dan petani lain yang telah berhasil melaksanakan usaha taninya. Selain itu, penyebaran informasi yang belum menyeluruh antara kelompok tani merupakan suatu hal yang harus menjadi perhatian pemerintah atau dinas terkait. Salah satu bentuk perhatian terhadap sarana informasi pertanian adalah dengan memfasilitasi dan mendiseminasikan informasi yang bertujuan pengetahuan tentang penggunaan asam humat sebagai pembenah tanah untuk perbaikan usaha budidaya petani. Hal ini sejalan dengan penelitian Ismilaili et al. yang menyatakan bahwa informasi sangat dibutuhkan oleh petani untuk keterampilannya guna meningkatkan sistem usaha tani yang lebih baik. Motivasi Anggota Kelompok Tani Motivasi anggota kelompok tani dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu kategori rendah, sedang, tinggi seperti yang tertera pada Tabel 3. Tabel 3. Analisis Deskriptif Motivasi Indikator Jumlah Persentase Rendah (<. 21,62 Sedang (<. 52,70 Tinggi (>=. 25,68 Rendah (<. 17,57 Sedang (<. 68,92 Tinggi (>=. 13,51 Rendah (<. 16,22 Sedang (<. 63,51 Tinggi (>=. 20,27 Kebutuhan Kemauan Penghargaan Berdasarkan Tabel 3 diketahui bahwa kebutuhan, mayoritas responden menilai ke dalam kategori sedang sebanyak 51 orang responden . ,92%). Responden sepakat dalam penggunaan asam humat,merupakan suatu kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas bawang Berdasarkan fakta di lapangan, petani masih ragu menggunakan asam humat karena pengaruhnya terlihat dalam jangka waktu yang relative lebih lama dibandingkan dengan penggunaan pupuk Hal ini sejalan dengan penelitian Rangkuti . yang menyatakan bahwa petani cenderung tidak mau berurusan dengan suatu proses yang rumit dan memakan waktu yang lama, karena petani menginginkan cara yang cepat agar produksi tanaman meningkat. Mayoritas responden menilai bahwa indikator kemauan berada pada kategori sedang sebanyak 52 orang responden . ,72%). Hal ini menunjukkan bahwa petani memiliki kemauan yang cukup baik Berdasarkan fakta di lapangan yaitu petani memiliki kemauan dalam menerapkan penggunaan asam humat, tetapi ada faktor yang membatasi yaitu ketidaktersediaan asam humat dan kurangnya pengetahuan mengenai manfaat kegunaan asam humat. Hal ini sejalan dengan Satriani et al. yang menyatakan faktor yang sangat mempengaruhi kemauan seseorang yaitu Jika mengetahui sesuatu maka ia akan terus berpikir untuk mencari agar lebih tahu sehingga dapat mendorong dirinya untuk Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 2, 30 November 2023 mau mencoba. Mayoritas responden menilai bahwa indikator penghargaan berada pada kategori sedang sebanyak 52 orang responden . ,27%). Hal ini menunjukkan bahwa petani membutuhkan penghargaan ketika berhasil dalam menerapkan inovasi baru. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa petani ingin dihargai dalam usahanya untuk mengadopsi teknologi baru untuk meningkatkan produksi. Hal ini sejalan dengan penelitian Effendy dan Apriani . yang menyatakan bahwa melakukan penerapan teknologi dengan baik bisa dengan cara menjadikan petani sebagai teladan bagi petani lain, sehingga petani dapat lebih berperan aktif, dan secara tidak kepercayaan diri. Faktor yang Mempengaruhi Motivasi dalam Penggunaan Asam Humat Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani dalam penggunaan asam humat dianalisis menggunakan regresi linear, yang sebelumnya dilakukan uji asumsi klasik terlebih dahulu untuk menguji kepastian bahwa persamaan regresi yang didapat memiliki ketepatan dalam estimasi tidak bias dan konsisten. Uji normalitas menggunakan rumus uji Kolmogorov Smirnov dengan nilai 0,200 sehingga dapat disimpulkan bahwa data Selanjutnya. Uji multikolinearitas dapat dilihat melalui nilai tolerance lebih dari 0,100 dan variance inflation factors (VIF), dengan hasil nilai VIF O 10 menunjukkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas atau adanya korelasi antar Selanjutnya, uji linearitas diperoleh nilai deviation from linearity >0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linear. Terakhir, uji heteroskedastisitas juga dilakukan dengan perolehan nilai signifikan 0,232 > 0,05, sehingga dapat Heteroskedastisitas. Berdasarkan hasil uji asumsi klasik semua persyaratan untuk melakukan analisis regresi berganda dapat terpenuhi dan dapat dilanjutkan dengan analisis regresi berganda. Faktor berpengaruh nyata dan bernilai positif sebesar 0,442 terhadap motivasi dengan nilai sig 0,000 <0,05. Fakta yang terjadi di lapangan penyuluh memang sangat berperan terhadap keberhasilan petani karena dapat menjadi sumber informasi pertanian yang terpercaya dan dapat memberikan pengetahuan teknologi serta inovasi terbaru yang dapat mendukung keberhasilan usahatani. Hal ini merupakan tugas penyuluh sebagai fasilitator dan motivator petani dalam kegiatan pertanian. Noviyanti et al. juga menjelaskan bahwa penyuluh pertanian sangat berperan menentukan keberhasilan pembangunan pertanian dan dapat dikatakan sebagai garda terdepan untuk meningkatkan kualitas petani saat ini. Penyuluh merupakan seseorang yang paling dekat dengan petani karena terjun langsung ke lapangan, sehingga dapat menyampaikan informasi penting bagi pengembangan usahataninya. Faktor ketersediaan sarana dan prasarana menjadi indikator yang berpengaruh nyata dan bernilai positif sebesar 0,287 dengan nilai sig 0,000<0,05. Berdasarkan fakta di prasarana cukup memadai, namun untuk produk asam humat masih jarang dijumpai petani di kios saprodi terdekat, sehingga perlu penyediaan asam humat di wilayah sekitar dan didukung dengan adanya toko online, agar petani mudah memanfaatkan dan mengaplikasikan asam humat. Hal ini sejalan dengan Siwu et al. yang menyatakan bahwa sarana dan prasarana pertanian menjadi sumber utama dalam pengembangan suatu inovasi pertanian. Sarana dan prasarana merupakan segala jenis peralatan, perlengkapan, dan fasilitas pertanian karena berfungsi sebagai alat pertanian agar sesuai dengan tujuan yang Oleh karena itu, sarana dan mendukung kemajuan di sektor pertanian. Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 2, 30 November 2023 Faktor pertanian berpengaruh nyata dan bernilai positif sebesar 0,298 terhadap motivasi petani dengan nilai sig 0,000 <0,05. Mayoritas petani mendapatkan sumber informasi pertanian dari petani lain yang menjadi contoh/teladan di lapangan dan Kemampuan petani dalam mengakses informasi online masih terbatas akibat sinyal yang kurang mendukung dan Informasi pertanian semakin luas dan mudah dijangkau seiring dengan kemajuan teknologi. Hal ini perlu dibimbing dan diarahkan kepada penyuluh yang bertugas sebagai fasilitator dan motivator bagi petani. Insani et al. menyatakan bahwa sebagian besar informasi yang didapatkan oleh petani berasal dari penyuluh dan petani lainnya, hanya sedikit petani yang dapat mengakses informasi dari internet, smartphone untuk keperluan komunikasi Hasil analisis regresi berganda dibuat persamaan dari faktor yang berpengaruh Y = a b2*X2 = Y = 0,412 0,879 X2 Berdasarkan persamaan tersebut terdapat konstanta yang bernilai 0,412 yang berarti jika semua indikator variabel bernilai 0, maka tingkat motivasi memiliki nilai positif sebesar 0,412 atau 41,2 persen. Jika nilai koefisien . dari faktor eksternal sebesar 0,879 yang memiliki pengaruh positif peningkatan satu satuan variabel, maka motivasi juga akan mengalami kenaikan sebesar 0,879 satuan dengan asumsi bahwa variabel lain tetap konstan. Motivasi anggota kelompok tani dalam penggunaan asam humat pada budidaya bawang merah akan meningkat apabila faktor eksternal Strategi Penguatan Motivasi dalam Penggunaan Asam Humat Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi motivasi anggota kelompok tani dalam penggunaan asam humat pada budidaya bawang merah di Kecamatan Cilawu ditemukan bahwa faktor yang memberi pengaruh nyata pada variabel terikat . yaitu peranan penyuluh (X2. ketersedian sarana dan prasarana (X2. dan ketersediaan informasi pertanian (X2. Model strategi yang didapat berasal dari hasil formulasi analisis deskriptif dan analisis regresi berganda. Berdasarkan temuan model strategi untuk meningkatkan motivasi anggota kelompok tani dalam penggunaan asam humat pada budidaya bawang merah diketahui bahwa peranan mempengaruhi cukup besar mencapai 0,442 44,2%. Faktor mempengaruhi motivasi anggota kelompok tani yang kedua yaitu ketersediaan informasi mempengaruhi motivasi anggota kelompok tani dalam penggunaan asam humat yaitu sebesar 0,298 atau sekitar 29,8%. Faktor yang berpengaruh terhadap motivasi terakhir yaitu ketersediaan sarana dan prasarana mencapai 0,287 . ,7%) Peranan penyuluh . Ketersediaan sarana dan prasarana . Ketersediaan informasi pertanian . Mengoptimalkan peran penyuluh dalam memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang penggunaan asam humat yang dapatdiwujudkan melalui kegiatan penyuluhan Memaksimalkan ketersediaan sarana danprasarana dengan membuat asam humat menggunakan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar seperti eceng gondok Meningkatkan ketersediaan informasi pertanian dalam memberikan pengetahuan dan mengakses informasi mengenai asam humat Gambar 1. Strategi peningkatan motivasi anggota kelompok tani Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 2, 30 November 2023 Rumusan motivasi anggota kelompok tani dalam penggunaan asam humat pada budidaya bawang merah di Kecamatan Cilawu sebagai Mengoptimalkan peran penyuluh dalam penggunaan asam humat pada budidaya bawang merah yang dapat diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan berupa pertemuan antar kelompok dengan membahas permasalahan di lapangan dan cara mengatasi kerusakan lahan budidaya pertanian akibat dari penggunaan bahan kimia terus-menerus. Meningkatkan ketersediaan informasi pengetahuan dan pemahaman serta penggunaan asam humat pada budidaya bawang merah. Hal ini dapat terwujud dengan menyebarkan informasi secara menyeluruh kepada kelompok tani mengenai manfaat kegunaan asam humat pada kegiatan budidaya petani. Selain itu, juga dapat mengenalkan produk asam humat yang dapat memperbaiki kondisi tanah atau sebagai pembenah tanah. Memaksimalkan ketersediaan sarana dan prasarana dalam memberikan dukungan petani dalam penggunaan asam humat pada budidaya bawang merah. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan menyediakan produk asam humat di kioskios saprodi terdekat, agar petani dapat mencoba aplikasi asam humat di lahan bawang merah. SIMPULAN Semua variabel yang berpengaruh terhadap motivasi petani dalam penggunaan asam humat pada budidaya bawang merah termasuk ke dalam kategori sedang atau cukup baik. Mayoritas petani memiliki kemauan dan keinginan menggunakan asam humat pada kegiatan budidayanya. Faktor yang berpengaruh terhadap motivasi petani menggunakan asam humat pada budidaya bawang merah yaitu faktor peranan penting prasarana, serta ketersediaan informasi Adapun strategi yang digunakan untuk meningkatkan motivasi anggota kelompok tani yaitu dengan melaksanakan memberikan materi pengenalan manfaat, dan cara aplikasi yang benar dengan mengoptimalkan peran penyuluh dan memaksimalkan sarana dan prasarana yang tersedia. DAFTAR PUSTAKA