[VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN KEPERCAYAAN DIRI Roma Sukro Andono1. Tri Suyati2. Agus Setiawan3 1,2Universitas PGRI Semarang e-mail: *romaandono@gmail. Abstract. The purpose of this study was to find a relationship between interpersonal communication and the self-confidence of class X students of SMK Negeri 5 Semarang. In this study the method used was quantitative with a correlational type of research, the population in this study was 133. Class X TKRO 2 with a total of 32 students was used for the tryout. The sample in this study were 101 students who were taken using a saturated sampling technique. The data collection tool used is the scale of interpersonal communication and self-confidence. Based on the Pearson product moment correlation test, the r count value was 317, while the r table for 101 samples was 0. Therefore, the value of r count E r table or 0. 317 E 0. 195, it can be concluded that there is a significant relationship between interpersonal communication and the self-confidence of class X students of SMK N 5 Semarang. This relationship shows a positive relationship, because the calculated r value obtained is positive. This positive relationship means that if interpersonal communication is high then student confidence is high and conversely if interpersonal communication is low then student self-confidence is also low. Keywords: Interpersonal Communication. Confidance Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari hubungan antara komunikasi interpersonal dengan kepercayaan diri siswa kelas X SMK Negeri 5 Semarang. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional, populasi dalam penelitian ini adalah Kelas X TKRO 2 dengan jumlah 32 siswa digunakan untuk tryout. Sampel dalam penelitian ini yaitu 101 siswa yang diambil dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Alat pengumpulan data yang dipergunakan adalah skala komunikasi interpersonal dan kepercayaan diri. Berdasarkan uji korelasi pearson product moment diperoleh nilai r hitung sebesar 0,317, sedangkan r tabel untuk jumlah sampel 101 adalah 0,195. Oleh karena itu nilai r hitung E r tabel atau 0,317 E 0,195 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara komunikasi interpersonal dengan kepercayaan diri siswa kelas X SMK N 5 Semarang. Hubungan tersebut menunjukan hubungan yang positif, karena nilai r hitung yang didapat bernilai positif. Hubungan positif tersebut memiliki arti bahwa jika komunikasi interpersonal tinggi maka kepercayaan siswa tinggi dan sebaliknya jika komunikasi interpersonal rendah maka kepercayaan diri siswa juga rendah. Kata kunci: Komuniaksi Interpersonal. Kepercayaan Diri [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . PENDAHULUAN Setiap manusia memiliki rasa percaya diri, namun rasa percaya diri setiap orang berbeda-beda. Ada yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan ada yang memiliki rasa kurang percaya diri, sehingga menyebabkan terjadinya perbedaan tingkah laku. Seseorang yang mempunyai rasa percaya diri yang tinggi akan merasa yakin dengan kemampuannya sendiri dan tidak dipungkiri memiliki keberanian yang besar. Seseorang yang merasa kurang percaya diri akan selalu ragu dalam menjalankan tugasnya, tidak berani berbicara banyak, dan selalu merasa tidak yakin dengan kemampuan yang dimilikinya. Rasa percaya diri merupakan hal yang penting untuk menentukan keberhasilan aktivitas yang dilakukan oleh seseorang. Jika rasa percaya diri dipupuk dan terintegrasi dalam setiap aktivitas kehidupan, maka hal itu akan menjadi bagian yang tidak akan terpisahkan dalam diri seseorang. Namun, jika dalam hidup terjadi penurunan dalam rasa percaya diri maka bisa menyebabkan kehidupan seseorang berjalan di tempat. Artinya, tidak ada pergerakan yang mengarah pada kemajuan dalam aktivitas kehidupannya. Menurut Anggriani . , kepercayaan diri penuh, asalkan terus melatih dan mengembangkannya. Kepercayaan diri adalah hal yang muncul seiring berjalannya waktu. Memang, ada beberapa orang yang nampak lahir dengan rasa percaya diri penuh. Sebenarnya, rasa percaya diri itu muncul dari kombinasi pola asuh dan peristiwa yang terjadi di masa perkembangan. Serta butuh waktu yang lama untuk mengembangkannya. Tapi, dengan terus berusaha mengembangkan rasa percaya diri, kita juga turut berkembang menjadi manusia yang lebih baik. Sujanto . menyatakan bahwa percaya diri merupakan suatu keyakinan seseorang yang tumbuh dari sikap sanggup berdiri sendiri yaitu kesanggupan untuk berbuat baik, menguasai diri, mengontrol tindakan sendiri, mengatur diri sendiri, dan bebas dari pengendalian orang lain. Individu dengan rasa percaya diri yang rendah terdapat beberapa faktor atau penyebab sehingga munculnya kurang rasa percaya diri. Adapun menurut Fitri dkk. 8:1-. faktor penyebab kurangnya rasa percaya diri antara lain: [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] adanya pengaruh lingkungan, memiliki trauma dimasa lalu, sering diremehkan atau dikucilkan oleh teman-teman dan lingkungan sekitarnya, kurang kasih sayang orang tua, dan orang tua memabatasi hingga melarang kegiatan anak. Menurut Pratiwi & Laksmiwati . 6:43-. , ketika siswa memiliki kepercayaan diri yang baik maka mereka mampu bersikap bertanggung jawab, optimis dalam melakukan segala hal, dan dapat berpikiran positif sehingga mereka mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik. Memiliki rasa percaya diri merupakan suatu hal yang harus dimiliki pada setiap diri individu, tetapi tidak semua memiliki rasa percaya diri yang baik dan masih bisa ditemui pada siswa yang memiliki rasa percaya diri yang rendah. Seperti penelitian Eviliasani dkk. 8:333-. di SMP Negeri 3 Cimahi pada kelas VII-E dengan jumlah siswa 30 memperoleh persentase sebesar 15% siswa yang masih memiliki rasa percaya diri yang rendah. Hal tersebut dapat mempengaruhi prestasi siswa di sekolah dan akan mempengaruhi pula pada sikap dan perilaku terhadap teman-teman sebayanya. Adapun fakta yang diperoleh peneliti berdasarkan hasil AKPD yang di lakukan pada tanggal 8 Desember 2022 siswa kelas X SMK Negeri 5 Semarang, peneliti mendapatkan hasil seperti siswa selalu merasa gugup dalam bertindak, siswa tidak dapat mengendalikan pikiran dan perasaan yang baik, adanya siswa yang sukar bergaul dengan teman-teman di sekolah dan terdapat siswa yang belum tahu cara belajar yang baik dan benar di SMK. Dari hal di atas, maka peneliti tertarik mengkaji terkait kepercayaan diri siswa. Berdasarkan hasil penyebaran angket kuisioner yang dilakukan pada tanggal 20 Februari 2023 siswa kelas X SMK Negeri 5 Semarang sebanyak 4 kelas dengan 133 siswa, item permasalahan yang tinggi dialami oleh siswa kelas X TKRO 2 adalah di bagian Kepercayaan Diri seperti siswa merasa ragu ketika guru meminta menjawab pertanyaan yang ada, siswa merasa malu ketika presentasi di depan kelas. Di bagian Komunikasi Interpersonal seperti siswa tidak menunjukan perasaan secara terbuka. [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] Komunikasi interpersonal adalah suatu proses penyampaian ide, gagasan atau pesan-pesan yang dilakukan secara langsung oleh dua orang atau lebih baik disampaikan melalui verbal maupun non verbal. Menurut Komara . 6:33-. , ketika individu yang mempunyai kemampuan komunikasi yang baik hal itu akan berpengaruh pada rasa percaya diri yang mereka miliki. Memiliki rasa percaya diri yang baik hal itu akan membuat diri individu tersebut mampu mengaktualisasikan segala potensi seperti bakat dan minat yang ada pada dirinya. Mempunyai rasa percaya diri juga menjadi penentu dalam keberhasilan siswa di sekolah. Hal itu, mempengaruhi kesuksesan dalam belajar, dalam membangun hubungan sosial yang baik dilingkungan keluarga, masyarakat, dan teman-teman disekolah. Menurut Devito . , yang menegaskan bahwa komunikasi antarpribadi atau komunikasi interpersonal mampu menjadi unsur paling penting dalam membentuk pribadi, menggerakkan partisipasi, memodifikasi perilaku individu, meningkatkan relasi, menyehatkan jiwa, memberdayakan individu dan mampu mengatasi konflik. Inti dari komunikasi interpersonal yaitu ada individu yang menyampaikan pesan, individu yang menerima pesan, dan adanya timbal balik atau interaksi di antara keduanya agar komunikasi interpersonal dapat terjadi dengan baik dan efektif. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan oleh Rianathal & Sawitri . dengan judul Hubungan antara Komunikasi Interpersonal Guru Siswa Self-Regulated Learning pada Siswa SMA Negeri 9 Semarang menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal guru-siswa pada siswa kelas X SMA Negeri 9 Semarang berada pada kategori baik, yakni sebesar 74,07% Sehingga didapati simpulan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara komunikasi interpersonal guru-siswa dan Self-Regulated Learning pada siswa SMA Negeri 9 Semarang. Hipotesis dalam penelitian yang menyatakan terdapat hubungan yang positif antara komunikasi interpersonal guru-siswa dengan self-regulated learning yakni diterima. Komunikasi interpersonal sangat diperlukan guna untuk membangun karakter individu yang lebih baik, untuk mengenal individu lain dengan [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . karakteristiknya masing-masing. Pengenalan yang dilakukan penting untuk individu dalam menghargai individu lain dan juga dalam memberikan nasehat. Berdasarkan hal-hal yang telah dijabarkan diatas, jika dikaitkan dengan fenomena yang terjadi saat ini, maka dapat dilihat dari hasil AKPD dan Angket peneliti bahwasannya masih banyak siswa yang kurang percaya diri dan kurang kemampuan komunikasi interpersonal siswa, diantaranya ada beberapa siswa yang ragu ketika guru meminta untuk menjawab pertanyaan yang ada, siswa merasa malu ketika presentasi di depan kelas, adanya siswa yang tidak menunjukan perasaan secara terbuka. Dari fenomena ini lah peneliti tertarik dengan melakukan penelitian mengenai : Hubungan Komunikasi Interpersonal dengan Kepercayaan Diri Siswa Kelas X SMK Negeri 5 Semarang. LANDASAN TEORI Kepercayaan Diri Pengertian Kepercayaan Diri Menurut Sarastika . percaya diri adalah sikap atau keyakinan yang terdapat dalam diri sendiri. Percaya diri merupakan kemampuan seseorang untuk menerima dirinya apa adanya. Mampu mengerti seperti apa dirinya dan pada akhirnya akan percaya bahwa dirinya mampu melakukan berbagai hal dengan baik. Seseorang yang memiliki keyakinan bahwa dirinya mampu melakukan berbagai hal. Menurut meyakinkan pada kemampuan dan penilaian diri sendiri dalam melakukan tugas dan memilih pendekatan yang efektif. Hal ini termasuk keprcayaan atas kemampuannya menghadapi lingkungan yang semakin menantang dan kepercayaan atas keputusan atau pendapatnya. Menurut Sarma . mengatakan bahwa kepercayaan diri yaitu penilaian positif terhadap diri sendiri mengenai kemampuan yang ada dalam dirinya untuk menghadapi situasi dan tantangan serta kemampuan mental untuk mengurangi pengaruh negatif dari keragu-raguan yang mendorong individu untuk meraih keberhasilan atau kesuksesan tanpa [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . tergantung kepada pihak lain dan bertanggung jawab atas keputusan yang telah ditetapkan. Menurut Kartini. Sri . rasa percaya diri dikatakan sebagai suatu keyakinan seseorang terhadap segala kelebihan yang dimilikinya dan keyakinan tersebut membuatnya merasa mampu untuk bisa mencapai berbagai tujuan dalam hidupnya. Kepercayaan diri biasanya ditandai dengan kemampuan berkomunikasi yang baik, mempunyai ketegasan, mampu mengendalikan perasaan, memahami diri, berpikir positif, tahan Kepercayaan merupakan keyakinan dalam diri bahwa ia mampu untuk mencapai sesuatu yang menjadi tujuannya. Dari berbagai pendapat diatas, dapat disimpulkan kepercayaan diri merupakan keyakinan dalam diri seseorang bahwa ia mampu melakukan sesuatu tanpa rasa cemas, menerima segala kekurangan dan kelebihan diri, memiliki semangat dan dorongan untuk berprestasi, dan dapat melakukan suatu hal yang ia sukai dan dapat mempertanggung jawabkannya. Ciri-ciri Kepercayaan Diri Menurut Kartini. Sri . ciri-ciri umum seseorang yang percaya diri akan terlihat sebagai berikut : Ia selalu merasa siap untuk bertindak. Ia dapat mengendalikan pikiran dan perasaan yang baik. Ia bernapas dengan lancar. Ia menunjukan sikap proaktif sekaligus sebagai tindakan untuk mempertahankan diri . Ia dapat menertawakan diri sendiri. Ia mempunyai keyakinan bahwa akhir dari segala perbuatan atau tindakan akan baik-baik saja. Menurut Iswidharmanjaya . ciri-ciri orang yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan percaya diri yang kurang yaitu : [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] Ciri-ciri orang yang memiliki rasa percaya diri tinggi : akan bertanggung jawab terhadap keputusan yang telah ia buat dan mampu mengoreksi kesalahan. Ciri-ciri orang yang memiliki rasa percaya diri rendah : orang yang Menurut Gufron & Lisnawati . seseorang yang memiliki kepercayaan diri yaitu : Keyakinan kemampuan diri yaitu sikap positif seseorang tentang Individu mampu secara sungguh-sungguh akan apa yang . Optimis yaitu sikap positif yang dimiliki seseorang yang selalu berpandangan baik dalam menghadapi berbagai hal tentang diri dan kemampuannya. Objektif yaitu orang yang memandang permasalahan atau sesuatu sesuai dengan kebenaran yang semestinya, bukan menurut kebenaran pribadi atau menurut dirinya sendiri. Bertanggung jawab yaitu kesediaan orang untuk menanggung segala sesuatu yang telah menjadi konsekuensinya. Rasional dan realistis yaitu analisis terhadap suatu masalah, suatu hal, dan suatu kejadian dengan menggunakan pemikiran yang dapat diterima oleh akal dan sesuai dengan kenyataan. Berdasarkan penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kepercayaan diri merupakan sifat yang dimiliki pada setiap individu, yang memiliki aspek-aspek seperti : keyakinan diri, optimis, objektif, bertanggung jawab, rasional dan realistis. Faktor-faktor yang mempengaruhi Kepercayaan Diri Menurut Sarastika . rasa percaya diri dipengaruhi oleh beberapa faktor yang digolongkan menjadi dua yaitu : Faktor Internal [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] Konsep diri Kepercayaan perkembangan konsep diri yang diperoleh dalam pergaulan. Konsep diri merupakan gagasan tentang dirinya sendiri. Seseorang yang mempunyai rasa rendah diri biasanya mempunyai konsep diri negatif dan sebaliknya seseorang yang mempunyai rasa percaya diri akan memiliki konsep diri positif. Harga diri Harga diri adalah penilaian terhadap diri sendiri. Seseorang yang memiliki harga diri tinggi akan menilai pribadi secara rasional dan benar bagi dirinya serta mudah mengadakan hubungan dengan individu lain. Seseorang yang mempunyai harga diri tinggi cenderung melihat dirinya sebagai individu yang mudah menerima orang lain, dan sebaliknya seseorang yang mempunyai harga diri rendah akan kurang percaya diri dan cenderung tertutup. Kondisi fisik Ketidakmampuan fisik dapat menyebabkan rasa rendah diri semakin kuat, penampilan fisik seseorang merupakan penyebab rendahnya harga diri dan kepercayaan diri seseorang. Pengalaman hidup Pengalaman hidup seseorang yang mengecewakan akan menjadi timbulnya rasa rendah diri. Faktor eksternal . Pendidikan Tingkat pendidikan rendah akan membuat sesorang merasa Sebaliknya seseorang yang tingkat pendidikannya tinggi akan menjadi mandiri. Pekerjaan Bekerja dapat mengembangkan kreativitas dan kemandirian serta rasa percaya diri. Hal ini karena, ketika seseorang bekerja akan [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . kemampuan diri. Lingkungan Lingkungan merupakan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Lingkungan yang baik akan memberi rasa nyaman dan percaya diri yang tinggi, begitu juga dengan lingkungan masyarakat semakin bisa memenuhi norma dan diterima oleh masyarakat, maka harga diri juga akan berkembang baik. Menurut Rifai. Muh. Ekhsan . faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri adalah : Faktor fisik Keadaan fisik seperti, terlalu kurus, berjerawat, terlalu gemuk, cacat anggota tubuh, atau rusaknya salah satu indera merupakan kekurangan yang jelas terlihat orang lain. Hal tersebut akan menimbulkan perasaan tidak berharga, karena seseorang merasakan kekurangan yang ada pada dirinya jika dibandingkan dengan orang . Faktor mental Individu percaya diri karena ia mempunyai kemampuan yang . Faktor social Kepercayaan diri dapat terbentuk karena dukungan sosial dari orang tua dan dukungan orang sekitarnya. Keluarga merupakan lingkungan hidup yang pertama dan utama dalam kehidupan setiap Menurut Lina & Klara . 0: 12-. faktor yang menyebabkan individu tidak percaya diri yaitu : Faktor penampilan Penampilan menjadi faktor utama krisis percaya diri pada individu, individu yang mengikuti tren terkini dalam berpakaian [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . akan cenderung memiliki rasa percaya diri yang tinggi daripada yang tidak mengikuti tren dalam berpakaian. Faktor usia Individu yang masih tergolong remaja awal ada ynag merasa grogi atatu tidak percaya diri ketika berbicara dengan orang yang lebih tua atau dengan gurunya. Faktor keluarga Individu yang hidup dalam keluarga yang tidak sehat membuat individu tersebut cenderung penyendiri dan melampiaskan pada halhal yang negatif. Kecenderungan ini membuat individu menjadi tidak percaya diri. Berdasarkan pendapat diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa faktor yang mempengaruhi rasa percaya diri adalah konsep diri, harga diri, kondisi fisik, pengalaman hidup, tingkat pendidikan, pekerjaan, jenis kelamin, interaksi sosial, dan lingkungan. Komunikasi Interpersonal Pengertian Komunikasi Inerpersonal Menurut Febriati . , komunikasi interpersonal merupakan pengiriman pesan-pesan dari seseorang dan diterima oleh orang lain, atau juga sekelompok orang dengan efek dan umpan balik yang langsung. Artinya komunikasi tersebut terjadi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok maupun kelompok dengan kelompok secara langsung sehingga menghasilkan umpan balik yang segera dan langsung. Menurut Ngalimun komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih secara tatap muka yang dapat dilakukan secara verbal maupun nonverbal. Menurut Sulistiyana . alam Yuliana 2. Komunikasi interpersonal adalah hubungan interaksi dua orang atau lebih, dalam komunikasi yang terjadi adalah komunikasi timbal balik atau dua arah. Menurut Kesitawahyuningtyas Padmomartono 4:63-. [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] komunikator dengan komunikan, komunikasi jenis ini dianggap paling efektif dalam upaya mengubah sikap, pendapat atau perilaku seseorang, karena sifatnya yang dialogik dalam percakapan. Berdasarkan kutipan di atas dapat dipahami bahwa sifat dari komunikasi interpersonal adalah dialog atau percakapan sehingga efektif untuk merubah tingkah laku individu. Komunikasi tersebut berlangsung dalam bentuk percakapan sehingga bisa mempengaruhi orang lain, dengan demikian individu tersebut tergerak hatinya untuk berubah ke arah yang lebih baik. Ciri-ciri komunikasi interpersonal Menurut Sapril . , ciri-ciri komunikasi interpersonal ini adalah pihak-pihak yang memberi dan menerima pesan secara simultan dan spontan, baik secara verbal maupun non verbal. Komunikasi interpersonal yang efektif diawali hubungan yang baik. Menurut Aw Suranto . ciri-ciri komunikasi interpersonal . Arus pesan dua arah Komunikator dan komunikan dapat berganti peran secara cepat. Seorang sumber pesan, dapat berubah peran sebagai penerim pesan, begitu pula sebaliknya. Arus pesan secara dua arah ini berlangsung secara berkelanjutan. Suasana non formal Komunikasi interpersonal biasanya berlangsung dalam suasana Dengan demikian, apabila komunikasi berlangsung antara para pejabat di sebuah instansi, maka para pelaku komunikasi itu tidak secara kaku berpegang pada herarki jabatan dan prosedur birokrasi, namun lebih memilih pendekatan secara individu yang bersifat . Umpan balik segera Komunikasi interpersonal biasanya mempertemukan para pelaku komunikasi secara bertatap muka, maka umpan balik dapat diketahui dengan segera. Seorang komunikator dapat segera memperoleh balikan [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . atas pesan yang disampaikan dari komunikan, baik secara verbal maupun nonverbal. Peserta komunikan berada dalam jarak yang dekat Komunikasi interpersonal merupakan metode komunikasi antar individu yang menuntut agar peserta komunikasi berada dalam jarak dekat, baik jarak dalam arti fisik maupun psikologis. Jarak dekat dalam arti fisik yaitu para pelaku saling bertatap muka, berada pada satu lokasi tempat tertentu. Sedangkan jarak yang dekat secara psikologis menunjukkan keintiman hubungan antar individu. Peserta komunikan mengirim dan menerima pesan simultan dan spontan, baik secara verbal maupun nonverbal Untuk meningkatkan keefektifan komunikasi interpersonal, peserta komunikasi dapat memberdayakan memanfaatkan kekuatan pesan verbal maupun nonverbal secara simultan. Peserta komunikasi berupaya saling meyakinkan, dengan mengoptimalkan penggunaan pesan verbal memperkuat sesuai tujuan komunikasi. Menurut Mulyana ciri-ciri interpersonal adalah : Pihak-pihak yang berkomunikasi berada dalam jarak yang dekat. Pihak-pihak yang berkomunikasi mengirim dan menerima pesan secara stimultan dan spontan baik secara verbal maupun nonverbal. Keberhasilan komunikasi menjadi tanggung jawab para peserta Berdasarkan penjelasan di atas dapat dipahami bahwa ciri-ciri komunikasi interpersonal yaitu ketika pemberi dan penerima pesan secara simultan dan spontan dalam berkomuikasi. Proses komunikasi tersebut bisa secara verbal maupun non verbal. Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi interpersonal Menurut Mohamad Surya . keefektifan komunikasi antar pribadi dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut : [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] Keterbukaan, yaitu kesediaan membuka diri, mereaksi, merasakan pikiran dan perasaan. Empati, menghayati perasaan. Mendukung, yaitu kesediaan secara spontan untuk menciptakan suasana yang bersifat mendukung perilaku. Positif, yaitu menyatakan sikap positif terhadap diri sendiri, dan situasi. Kesetaraan, mengakui bahwa kedua belah pihak yaitu mempunyai kepentingan yang sama. Percaya diri, yaitu merasa yakin kepada diri sendiri, bebas dari rasa malu. Kesegaran, yaitu untuk segera melakukan kontak disertai rasa suka dan . Manajemen interaksi, yaitu mengendalikan interaksi untuk memberikan kepuasan kepada kedua belah pihak, mengelola pembicaraan dengan pesanpesan yang baik dan konsisten. Pengungkapan, keterlibatan secara jujur dalam berbicara dan menyimak baik secara verbal maupun non verbal. Orientasi, yaitu penuh perhatian, minat dan kepedulian. Menurut Rakhmat faktor-faktor komunikasi interpersonal adalah sebagai berikut : Konsep diri Konsep diri sangat penting dalam komunikasi interpersonal, karena semua individu akan bertingkah laku sesuai dengan konsep Dalam konsep diri terdapat konsep diri positif dan konsep diri negatif, dimana individu yang memiliki konsep diri positif akan cenderung mampu mengatasi masalah yang ia hadapi, merasa derajatnya sama dengan individu lain, serta mampu memperbaiki diri dari hal-hal yang tidak disenangi dan berusaha untuk merubahnya. Sedangkan individu yang memiliki konsep diri yang negatif akan lebih peka terhadap kritikan individu lain, selalu merasa tidak diperdulikan, tidak disenangi, bahkan ia akan berusaha menghindari komunikasi dengan individu lainnya. [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] Membuka Diri Individu yang mengetahui dirinya sendiri akan meningkatkan komunikasi, dengan waktu yang sama berkomunikasi dengan individu lain akan menambah pengetahuan-pengetahuan yang akan kita . Kepercayaan Diri Percaya diri merupakan adanya rasa kesanggupan dalam dirinya, serta mampu untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ia hadapi, serta mampu mandiri. Individu yang memiliki kurang rasa percaya diri akan menarik diri dari situasi komunikasi dengan individu lainnya, ia berfikir bahwa temannya akan mentertawakannya dan merendahkannya dan ia akan lebih banyak diam, ia akan berbicara apabila terdesak. Individu yang tidak memiliki rasa percaya diri yang cukup juga akan merasa tidak mampu apabila menyelesaikan masalah yang ada. Percaya Percaya adalah mengandalkannya perilaku individu dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai. Sikap percaya akan berkembang apabila setiap komunikannya berlaku jujur. Sikap percaya akan berubah-ubah sesuai dengan komunikan yang dihadapi. Faktor utama kemampuan dalam berhubungan dengan individu lain dengan tidak menilai dan tidak mengendalikannya, faktor kedua yaitu empati dimana empati merupakan cara untuk memahami orang lain, sedangkan faktor yang ketiga adalah kejujuran yaitu mengungkapkan diri kita dengan sebenar-benarnya terhadap individu lain. Sikap supportif Sikap supportif merupakan sikap yang mengurangi sikap defensive dalam komunikasi. [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] Sikap terbuka Sikap terbuka menimbulkan adanya rasa saling pengertian. Menurut Suranto mempengaruhi komunikasi interpersonal yaitu faktor personal. Berasal dari diri individu akan muncul faktor personalnya. Dalam menyikapi suatu proses komunikasi interpersonal, akan muncul berbagai macam pengaruh pada kondisi yang ada dalam diri seseorang. Secara garis besar faktor personal dibedakan menjadi dua kategori, yaitu : Faktor biologis Kondisi biologis yang baik seperti konsentrasi yang bagus, kesehatan yang baik, dan lainnya akan berpengaruh dalam berhasilnya Penerapan mempertimbangkan kondisi biologis baik pihak yang akan diajak komunikasi maupun pada diri sendiri. jika ingin berkomunikasi dengan membawa tujuan yang penting. Faktor psikologis Manusia merupakan makhluk yang memiliki daya psikologis seperti sikap, kehendak, pengetahuan dan sebagainya. Kita bisa mengklasifikasikannya kedalam tiga komponen, yaitu komponen kognitif, afektif dan konatif. Komponen kognitif adalah aspek intelektual yang berhubungan dengan apa yang diketahui oleh Ketika terlibat dalam proses komunikasi interpersonal, mengartikan si mbol dan pesan. Sedangkan komponen afektif merupakan aspek emosional, seperti sikap ragu- ragu, sikap simpati, curiga, rasa benci dan sebagainya. Komponen afektif ini juga memiliki pengaruh untuk komunikasi interpersonal yang dimiliki seseorang. [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] Berdasarkan uraian diatas kesimpulannya adalah faktor- faktor yang interpersonal, konsep diri, faktor biologis, dan faktor psikologis. METODE PENELITIAN Tempat Penelitian ini akan dilaksanakan di SMK Negeri 5 Semarang atas dasar untuk mengkaji bagaimana hubungan komunikasi interpersonal dan kepercayaan diri. Variabel Bebas, variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahanya atau timbulnya variabel Variabel bebas (X) dalam penelitian ini merupakan komunikasi Variabel Terikat, variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel terikat (Y) dalam penelitian ini merupakan kepercayaan diri(Y). Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian korelasional. Metode ini dipilih karena mempelajari tentang hubungan dua variabel atau lebih, dengan ini peneliti menggunakan metode ini karena yang akan diteliti adalah hubungan antara dua variabel yaitu hubungan komunikasi interpersonal dengan kepercayaan diri siswa kelas X SMK Negeri 5 Semarang. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TKRO 1. X TKRO 2. X TJKT 4, dan X TITL 2 yang terdiri dari 133 siswa. Kemudian untuk kelas tryout mengambil salah satu kelas, dalam penelitian ini kelas yang dijadikan kelas tryout yaitu kelas X TKRO 2. Sampel dalam penelitian ini yaitu 101 siswa. Dikarenakan sampel dalam penelitian ini relatif kecil maka penelitian ini menggunakan Teknik Sampling Jenuh. Teknik pengambilan sampling dalam penelitian ini yaitu menggunakan Teknik Sampling Jenuh. Menurut Sugiyono . 8: . Teknik Sampling Jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel, hal ini dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil. Berdasarkan jabaran di atas maka yang akan dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh anggota populasi yaitu kelas X TKRO 1. X TJKT 4, dan X TITL 2. [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] Menurut Sugiyono . teknik pengumpulan data merupakan cara yang dilakukan peneliti untuk memperoleh data agar diperoleh data yang valid, relible, dan obyektif. Pada penelitian ini, teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data ialah dengan Angket / Kuesioner / Skala. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk di Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. Penelitian ini menggunakan skala likert, menurut Soegeng . skala likert digunakan untuk mengukur sikap, nilai, dan perhatian atau minat. HASIL PENELITIAN Berdarkan hasil hipotesis diperoleh nilai sig. -taile. diperoleh 0,029 < 0,05 maka Ha diterima hal ini berarti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi interpersonal dengan kepercayaan diri siswa kelas X SMK Negeri 5 Semarang. Jika sampel berjumlah 101 siswa dengan taraf signifikan 5% maka diperoleh nilai r tabel sebesar 0,195. Oleh karena itu r hitung E r tabel atau 0,317 E 0,195 artinya Ho ditolak dan Ha diterima dimana ada hubungan yang signifikan antara komunikasi interpersonal dengan kepercayaan diri siswa kelas X SMK Negeri 5 Semarang. Hasil dari nilai r hitung jika ditinjau dari r tabel koefisien korelasi, maka tingkat hubungan korelasi nya rendah. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan diatas maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan secara signifikan antara komunikasi interpersonal dengan kepercayaan diri siswa kelas X SMK Negeri 5 Semarang. Dengan itu, hipotesis penelitian menyatakan AuTerdapat Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal Dengan Kepercayaan Diri siswa kelas X SMK Negeri 5 SemarangAy dapat PEMBAHASAN Hasil Uji Hipotesis membuktikan bahwa ada hubungan yang positif antara komunikasi interpersonal dengan kepercayaan diri. Pengujian hipotesis menggunakan korelasi product moment diketahui bahwa nilai sig. -taile. [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . diperoleh 0,029 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi interpersonal dengan kepercayaan diri siswa dengan kategori yang Jika sampel berjumlah 101 siswa dengan taraf signifikan 5% maka diperoleh nilai r tabel sebesar 0,195. Oleh karena itu r hitung E r tabel atau 0,317 E 0,195 artinya Ho ditolak dan Ha diterima dimana ada hubungan yang signifikan antara komunikasi interpersonal dengan kepercayaan diri siswa kelas X SMK Negeri 5 Semarang. Karena hubungan yang bersifat positif hal ini berarti semakin tinggi komunikasi interpersonal maka semakin tinggi pula kepercayaan diri, dan juga sebaliknya semakin rendah komunikasi interpersonal maka semakin rendah pula kepercayaan diri siswa. Hal ini dikarenakan komunikasi interpersonal dapat membantu siswa untuk percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya serta mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Besarnya sumbangan komunikasi interpersonal terhadap kepercayaan diri sebesar 31,7% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Tangguh Budi Prasetya . mengatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi interpersonal dengan kepercayaan diri siswa kelas VII SMPN 2 Mojo, dengan arah hubungan yang positif bahwa semakin baik atau tinggi hubugan komunikasi interpersonalnya maka kepercayaan diri siswa semakin baik pula. Dan penelitian lain yang dilakukan oleh Purnomo dan Harmiyanto . yang dilakukan di kelas X SMAN 1 GARUM, bahwa terdapat kepercayaan diri yang dimana siswa yang memiliki keterampilan komunikasi tinggi maka rasa percaya dirinya tinggi. PENUTUP Berdasarkan uji hipotesis dengan menggunakan uji korelasi pearson product moment diperoleh bahwa ada hubungan yang positif antara komunikasi interpersonal dengan kepercayaan diri. diketahui bahwa nilai sig. -taile. diperoleh 0,029 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi interpersonal dengan kepercayaan diri siswa dengan kategori yang [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . Jika sampel berjumlah 101 siswa dengan taraf signifikan 5% maka diperoleh nilai r tabel sebesar 0,195. Oleh karena itu r hitung E r tabel atau 0,317 E 0,195 artinya Ho ditolak dan Ha diterima dimana ada hubungan yang signifikan antara komunikasi interpersonal dengan kepercayaan diri siswa kelas X SMK Negeri 5 Semarang. Berdasarkan kesimpulan diatas, maka peneliti menyimpulkan saran-saran Bagi siswa diharapkan siswa kelas X SMK Negeri 5 Semarang hendaknya melatih serta meningkatkan komunikasi interpersonalnya menjadi lebih baik agar rasa kepercayaan diri dapat tumbuh sehingga dapat mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. Bagi guru BK diharapkan mampu membantu kepercayaan diri siswa dengan melalui program-program dan layanan bimbingan konseling yang ada sehingga siswa bisa mengembangkan potensi yang maksimal serta guru BK bisa mengarahkan siswa ke arah yang lebih baik. Bagi peneliti selanjutnya Penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk penelitian yang serupa. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat dikembangkan dengan lebih lanjut ke arah yang lebih luas lagi. DAFTAR RUJUKAN Anggraini. Memahami Pentingnya Rasa Percaya Diri dalam Kehidupan. Retrieved October 22, 2018, from Kompas. com website : https://lifestyle. com/read/2018/09/05/111100720/memahamipentingnya-rasa-percaya-diri-dalam-kehidupan-?page=all. Aw. Suranto. Komunikasi Interpersonal. Yogyakarta: Graha Ilmu. Devito. A, 2011. Komunikasi Antar Manusia. Tangerang Selatan : Karisma Publishing Group. Eviliasani. Hendriana. , & Senjayawati. Analisis kemampuan berpikir kreatif matematis ditinjau dari kepercayaan diri siswa smp kelas vi di kota cimahi pada materi bangun datar segi empat. JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovati. , 1. , 333Ae346. [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] Febriati. Efektivitas Komunikasi Antar Pribadi Guru dan Siswa dalam Mencegah Kenakalan Siswa di SMA Negeri 1 Kota Bontang. eJuornal Ilmu Komunikasi 2. : 287-296. Fitri. Zola. , & Ifdil. Profil kepercayaan diri remaja serta faktor-faktor yang mempengaruhi. JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesi. , 4. ,1Ae Ghufron dan Risnawita. Teori-Teori Psikologi. Jogjakarta : Ar-Ruzz Media. Iswidharmanjaya. Derry Dkk. Satu Hari Menjadi Lebih Percaya Diri. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. Kartini. Sri. Krisis Percaya Diri. Semarang : Mutiara Aksara. Kesitawahyuningtyas. dan Padmomartono. Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Melalui Layanan Bimbingan Klasikal pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Getasan. Kabupaten Semarang. Jurnal Satya Widya 30. : 63-70. Komara. Hubungan antara kepercayaan diri dengan prestasi belajar dan perencanaan karir siswa. Jurnal Psikopedagogia, 5. , 33Ae42. Lina dan Klara. Panduan Menjadi Remaja Percaya Diri. Jakarta : Nobel Edumedia. Mulyana. Dedy. Komunikasi dan regulasi Penyiaran. Jakarta : Preneda Media Group. Ode. Sarma Wa. Hubungan Kepercayaan Diri dengan Keterampilan Komunikasi Siswa SMA Negeri 1 Kabangka. Jurnal Bening. Pratiwi. , & Laksmiwati. Kepercayaan Diri dan Kemandirian Belajar Pada Siswa SMA Negeri eX. Jurnal Psikologi Teori Dan Terapan, 7. , 43Ae49. Rakhmat. Psikologi Komunikasi. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Offset. Rianathal & Sawitri. Hubungan antara Komunikasi Interpersonal GuruSiswa dengan Self-Regulated Learning pada Siswa SMA N 9 Semarang. Skripsi Semarang : UNNES. [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] Rifai. Muh. Ekhsan. Pentingnya Kepercayaan Diri dan Dukungan Keluarga dalam Kecemasan Matematika. Sukoharjo : CV Sindunata. Sapril. Komunikasi Interpersonal Pustakawan. Jurnal IqraAo 05. : 6-11. Sarastika. Pradipta. Stop minder & grogi. Yogyakarta : Araska. Soegeng. Dasar-Dasar Penelitian. Yogyakarta : Magnum Pustaka Utama. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta. Sujanto. Agus. Psikologi Kepribadian. Jakarta : Bumi Aksara. Surya. Psikologi Guru konsep dan Aplikasi dari Guru. Untuk Guru. Bandung : Alfabeta.