PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Pelayanan Musik. Pujian dan Penyembahan pada Ibadah dan Kontribusinya bagi Pertumbuhan Gereja Fenada Ziduhu Dakhi Sekolah Tinggi Teologi Berea Pontianak dachidachi64@gmail. Abstract: Music in church services is so important. Ecclesiastical ministry so requires the presence of music which is a dominant part of praise and worship of God. This is very necessary means of music and human resources for this need. If this is not resolved immediately, the liturgy of worship will be hampered and the enthusiasm of congregation in the liturgy of praise and worship will gradually On the other hand music schools and musical instruments are readily availaible, especially in big cities. The church is very likely to pay attantion to this, so that GodAos Congregation, such as young men and women, take part in music and vocal services to meet the needs of the church. The Bible records and gives many examples of the use of vocal music and musical instrument used and combined in both praise and worship of God. The author conducted general analyses of the influence of church growth by music, praise and worship. It is a contribution that brings great victory on the part of the Believers. The spiritual value contained in praise and worship is obedience to carrying out God,s Commands. This research was conducted with a analysis-descriptive method that seeks to examine the importance of the existence of music, both vocal and instrumental, or a combination of both at once in Keywords : Music. Abstrak: Musik dalam acara peribadatan gereja begitu penting. Pelayanan gerejawi begitu membutuhkan kehadiran musik yang adalah bagian yang mendominasi dalam pujian dan penyembahan kepada Allah. Hal ini sangat diperlukannya sarana musik dan sumber daya manusia untuk kebutuhan ini. Jika hal ini tidak segera teratasi maka liturgi ibadah menjadi terkendala dan gairah jemaat dalam liturgi pujian dan penyembahan lambat laun akan menurun. Disisi lain sekolah musik dan alat musik sudah tersedia, terutama di kota kota besar. Gereja sangat berpeluang memberi perhatian kepada hal ini agar jemaat Tuhan, seperti pemuda dan pemudi mengambil bagian dalam pelayanan musik dan vokal untuk memenuhi kebutuhan gereja. Alkitab mencatat dan memberikan banyak contoh penggunaan musik vocal dan alat musik yang dipakai dan dipadu keduanya dalam memuji dan menyembah Tuhan. Penulis melakukan analisis secara umum terhadap pengaruh pertumbuhan gereja oleh musik, pujian dan penyembahan. Hal ini sebagai kontribusi yang mendatangkan kemenangan besar di pihak orang beriman. Nilai nilai rohani yang terkandung di dalam pujian dan penyembahan ini adalah ketaatan melakukan perintah Allah. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis-deskriptif yang berusaha mencermati akan pentingnya keberadaan musik baik vocal maupun intrumen atau penggabungan keduanya sekaligus dalam ibadah. Kata kunci : Musik. Pendahuluan Perkembangan di segala bidang kehidupan begitu cepat. Tak terkecuali perkembangan dan kemajuan yang melanda bidang kerohanian. Mau tidak mau gereja harus mengikuti perkembangan dalam pelayanannya kepada umat Tuhan. Selama itu tidak melanggar prinsip prinsip Alkitab. Sebagian gereja Tuhan masih kurang memberi perhatian keberadaan musik Artinya tidak meningkatkan mutu pelayanan bidang musik, baik vocal maupun PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Masih bertahan pada pola yang lama, seperti bernyanyi dengan lagu tanpa musik yang menyertainya. Masalah tentunya ada pada banyak faktor seperti sumber daya manusia yang kurang, sarana musik yang terbatas dan tidak terjangkau, dan bisa juga ketidakpedulian untuk meng-update sesuai dengan perkembangan zaman dan masih mau bertahan pada pola pelayanan pujian yang lama. Maka dalam hal ini diperlukan pemahaman yang berkembang dan baik tentang musik gereja untuk mempertahankan eksistensi pelayanan gerejawi pada masa mendatang. Pertumbuhan gereja dan penginjilan sepanjang sejarah gereja tidak pernah terlepas dari sebuah suasana memuji dan menyembah Tuhan dari kita sebagai anak-anak Allah. Baik itu dalam kondisi aman, maupun dalam keadaan tertekan, tertindas oleh keadaan lingkungan yang diakibatkan pengaruh politik, ekonomi maupun sosial di setiap tempat. Alkitab mencatat: AuLihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Au. Yohanes 3:. Dan dalam kitab (Efesus 1:. dikatakan: AuDalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengn kerelaan kehendak-Nya. Au Rick Warren menjelaskan: AuBila kita menempatkan iman kita didalam Kristus. Allah menjadi bapa kita, kita menjadi anak-anak-Nya, orangAeorang percaya lainnya menjadi saudara-saudara kita, dan gereja menjadi keluarga rohani kita. Keluarga Allah meliputi semua orang percaya pada masa lampau, masa sekarang dan masa yang akan datang. Au(Warren 2. Jadi, anak Allah adalah orang yang percaya kepada Yesus Kristus dan dibenarkan oleh karena iman kepada Yesus. Bagi kita anak Tuhan musik juga merupakan penyerta komunikasi kepada Tuhan Yesus melalui pujian dan penyembahan, dalam doa setiap hari terasa tidak akan menarik dan lengkap serta terasa tidak menggairahkan suasana emosi yang sungguh jika tidak diiringi oleh alunan musik, baik dalam tempo atau alunan cepat maupun lambat(Wijoyo 2. Karena musik mempunyai pengaruh bagi jiwa manusi maka akan dijelaskan bagaimana dampak musik bagi kejiwaan orang yang menggunakannya. Hal ini menimbulkan pertanyaan yang sering muncul bagaimana agar eksistensi gereja Tuhan yang memiliki semangat dapat tumbuh di tengah dunia yang semakin sibuk dengan keinginannya sendiri. Namun gereja tetap eksis dengan karya karya terbarunya bertahan dari himpitan lagu dan musik sekuler yang tak Gereja terus berkarya tanpa meninggalkan nilai moral yang alkitabiah. Berdasarkan fenomena yang diuraikan di atas, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dampak pujian dan penyembahan dengan musik yang baik bagi pertumbuhan iman dan kuantitas jemaat. II. Metode Penelitian Metode Penelitian ini berbentuk penelitian kepustakaan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode analisis deskriptif, yaitu suatu metode dengan jalan mengumpulkan data, menyusun atau mengklasifikasi, menganalisis, dan menginterpretasikannya. Adapun langkah-langkahnya, yaitu mengumpulkan sumber referensi yang berkaitan dengan masalah yang diteliti serta mempelajarinya, mengklasifikasikan data dari sumber referensi yang PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 terkumpul yang terdapat pada obyek penelitian dengan landasan teori yang telah diperoleh dari berbagai sumber referensi, menganalisa dan menginterpretasikan mengenai topik permasalahan yang diteliti. Dalam melakukan analisis terkait artikel ini digunakan sumber pustaka atau literatur yang menjelaskan tentang musik, pujian, penyembahan, dan dampak bagi pertumbuhan gereja baik secara kualitas, maupun kuantitas. Hasil dan Pembahasan Sebagai gereja Kristen yang tumbuh dari pengenalan akan Kristus yang benar dan oleh anugerah pertolongan Tuhan, maka orang percaya sebagai tebusan Tuhan sudah tentu akan mengekspresikan rasa syukurnya kepda Allah atas penebusan Tuhan di kayu salib untuk mewarisi kerajaan Allah. Dalam mengekspresikan kerinduan untuk bersyukur ini maka terciptalah suatu gerakan yang timbul dari dalam hati dengan berbagai cara untuk memuji dan menyembah Tuhan. Hal ini menjadi berdampak pada bertambahnya kesetiaan dan komitmen untuk menaati perintah Tuhan. Pujian dan penyembahan ini akan berjalan dan dilakukan bersama dengan musik yang menyenangkan hati Tuhan dan menyentuh perasaan umat. Hal inilah yang menandakan bahwa gereja tidak pernah lepas dari pujian, penyembahan dan musik sejak awal gereja ada. Pujian, penyembahan dan musik adalah bagian hidup dari umat Tuhan atau Gereja. Seiring dengan perkembangan zaman maka baik syair, alat musik yang dipergunakan dalam ibadah pujian dan penyembahanpun semakin beragam dan berkembang dengan mutu bunyi yang lebih bagus dan praktis. Hakekat Musik. Pujian dan Penyembahan Tinjauan tentang Musik dalam Alkitab Musik merupakan ilmu atau seni menyusun nada atau suara dalam urutan atau kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi . yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan. Musik merupakan nada atau suara yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu dan keharmonian. (Ali 1. Music as the art and science of combining vocal and instrumental sounds or tones in varying melody, harmony, rhythm, and timbre, especially as to form structurally complete and emotionaly expressive compositions(Best and Huttar 1. Jadi, musik adalah seni dalam memadukan nada dan suara menjadi sebuah karya yang dapat dinikmati dengan atau tanpa diiringi dengan alat Kemudian menjadi sebuah karya yang terdiri dari perpaduan nada dan suara yang harmoni sehingga kita dapat menyebutnya sebagai lagu dan jika dibuat dengan menggunakan kata kata maka menjadi nyanyian, ia bisa nyanyian pujian atau penyembahan dalam konteks Gereja. Sekalipun dalam PL dan PB musik vokal dan instrumen masih tergolong sederhana sesuai zamannya namun sepanjang sejarah kehidupan orang percaya dari zaman PL sampai PB dan sampai sekarang musik, pujian dan penyembahan tetap mendominasi dalam ibadah, yang merupakan bagian terbesar dari kehidupan umat Tuhan. Banyak ayat dalam Alkitab yang menunjukkan bahwa sejak awal peranan musik dalam kebudayaan Ibrani sangat penting dan sangat dekat dalam kehidupan sehari hari. Alkitab mencatat dalam kitab Kejadian 4:21 PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 bahwa anak Lamekh, dialah yang menjadi bapa semua orang yang memainkan kecapi dan Dialah penemu musik pertama dan sekaligus orang yang memainkannya. Inilah alat musik pertama yang ditemukan manusia dalam sejarah. Dikemudian hari musik menjadi memiliki tempat yang penting dalam kehidupan sekular manusia, sebelum ia dilegalkan dalam ibadah Bait Suci. Hal ini dapat terlihat dari kekesalan Laban kepada Yakub, karena pergi meninggalkan Laban diam-diam. Seyogianya Laban hendak melepaskan kepergian sang menantu yaitu Yakub dan anak-anaknya serta cucu-cucunya dengan Nyayian yang diiringi rebana dan kecapi. (Kejadian 31:. Hal ini memberitahukan kepada kita bahwa musik yang menyertai pujian nyanyian dan kesukaan sudah menjadi satu dan budaya yang melekat dalam hidup keseharian pada zaman itu. Musik sering diperdengarkan dalam keadaan bergembira dan biasanya dibarengi dengan tarian. Misalnya, ada nyanyi-nyanyian sorak-sorai kemenangan setelah berjaya dalam pertempuran (Keluaran 15: 1, . Musa dan orang Israel bergembira setelah berhasil menyeberangi laut teberau selamat dari kejaran Firaun dan Miryam saudara perempuan Harun yang juga Nabiah memukul rebana dan seluruh perempuan mengikutinya dan mereka menari merayakan kemenangan yang dari Tuhan terhadap Firaun. Yosua dengan Israel meminta kuasa Allah untuk mengalahkan musuh mereka, dan Allah merobohkan Tembok Yerikho yang kuat itu setelah mereka meniup sangkakala dan bersorak kepada Allah. (Yosua 6:. betapa dahsyatnya pujian dengan musik di tangan orang-orang yang takut akan Allah dan diurapi untuk mengerakkan Allah turun tangan melakukan hal yang ajaib bagi orang yang dikasihi-Nya. Ada juga Raja Yosafat kembali dalam kemenangan ke Yerusalem dengan iringan alat musik gambus, kecapi dan Nafiri setelah memperoleh kemenangan atas bangsa Moab dan bangsa Amon yang dilakukan Tuhan bagi mereka. Musik, menyanyi dan menari pada zaman dahulu sangat biasa dalam setiap pesta, sebagai ingkapan rasa syukur. Seperti pesta memetik buah anggur (Yesaya 16:. juga dalam pesta pesta perkawinan. Bahkan raja-raja mempunyai para penyanyi dan pemusik di Istananya . Samuel 19:. Bahkan gembala di padang mempunyai kecapi untuk bernyanyi, menghibur diri dan orang lain saat mereka bersantai menunggu domba gembalaannya . Samuel 16:. terunaAeteruna juga kerapkali bernyanyi dan bermain musik di pintu gerbang (Ratapan 5:. menurut Maimonides, suami termiskin sekalipun diharap menghadirkan paling sedikit dua peniup seruling dan seorang ibu peratap waktu penguburan (Douglas 1. Perjanjian Baru sedikit tertulis mengenai musik, pujian dan penyembahan. Namun bukan berarti tidak ada. Musik, pujian dan penyembahan senantiasa mengiringi orang percaya zaman itu. Yesus disebutkan bahwa Ia menaikkan pujian pada perjamuan akhir (Matius 26:. Musik juga dipakai saat waktu berkabung dan saat bergembira. Di Israel sudah menjadi tradisi menggaji para ahli peratap untuk meratap saat-saat berkabung, di dalamnya juga sekalian dengan para peniup seruling (Matius 9:. Beberapa hal lain seperti musik dan tarian yang dipakai dalam menyambut kembalinya anak yang hilang. Kemudian saat Paulus dan Silas dalam penjara dan mereka memuji, menyembah Tuhan, sehingga perkara ajaib dan dahsyat terjadi atas mereka. (Kis 16:. Rasul Paulus dalam suratnya kepada Jemaat yang ada di Efesus, menasihatkan agar setiap jemaat Tuhan saling berkata kata dengan menaikkan PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 mazmur, kidung pujian, dan nyanyian rohani dan menaikkan pujian kepada Allah dengan segenap hati, bukti sebagai umat yang penuh dengan Roh Kudus. (Efesus 5:. Surat Paulus juga kepada jemaat yang ada di Kolose mengajak umat Tuhan untuk menaikkan mazmur, kidung pujian sebagai bukti bahwa perkataan Tuhan Yesus diam dalam hati mereka. Seseorang yang bersukacita dan hati yang bersyukur dalam Tuhan dapat dibuktikan dengan ia memuji Tuhan. (Yakobus 5:. bahkan musik, pujian dan penyembahan kepada Allah dinyatakan bahwa merupakan hal penting dalam nubuatan akan kedatangan Tuhan. (Why 4:. Peranan Musik dalam Ibadah Gereja Dalam ibadah gereja, musik yang baik musik dapat membangunkan rohani, musik dapat menggairahkan rohani dengan kekuatan kedahsyatan gerakan Roh Kudus. Karena musik di dalam gereja begitu penting, maka tidak ada satu gerejapun yang tidak bersentuhan dengan Seorang yang telah menjadi percaya kepada Yesus tidak pernah akan lepas dari memuji, menyembah dan bernyanyi dan dengan diiringi oleh musik kepada Tuhan. Orang percaya yang sehat rohaninya, atau tubuh, jiwa dan rohnya adalah orang yang selalu bernyayi, menyembah baik dengan musik vocal maupun alat musik buatan sendiri. sampai alat musik yang modern. Musik serta nyanyian bagi jemaat Tuhan merupakan sarana yang paling efektif untuk menyatakan kehendak, perasaan dan permohonan kepada Tuhan. Karena secara umum setiap maksud dan kehendak yang dinyatakan itu terlihat melalui lirik lagu-lagu yang Dari banyak lirik lagu di dalam nyanyian gereja itu tersirat permohonan pribadi, pernyataan syukur dan pujian kepada Tuhan. Dalam gereja masa kini kebutuhan tiap jemaat menjadi upaya penting untuk men-setting peribadatan yang dituangkan dalam program organisasi gereja. Di era yang semakin kompleks beban hidup dan tekanan psikologis jemaat mengharapkan dari gereja suatu penyegaran iman. Dan hal ini adalah tugas gereja untuk memenuhi kebutuhan ini, dengan menyajikan pola ibadah yang dirasa mampu memberi kesegaran rohani, tanpa meninggalkan nilai-nilai kekristenan dan nilai utama dalam Alkitab. Mayoritas pemuda sangat tertarik dan terbuka dengan kemajuan zaman, yang lebih menyenangi lagu pujian dan musik kontemporer. Jelas bahwa akhirnya keberlangsungan eksistensi suatu gereja dapat dipengaruhi oleh pola peribatan yang terus mau meng-update Gereja seharusnya meng-update diri dalam perkembangan pelayanan musik, pujian dan penyembahan agar dapat menyentuh pola pembinaan kreatif bagi kawula muda dalam mengekspresikan sikap memuji dan menyembah kepada Tuhan. Sebab pujian dan penyembahan juga merupakan sarana penginjilan yang dapat menjangkau berbagai lapisan Makna Pujian dan Penyembahan AuMasuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataranNya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan Pujilah nama-NyaAy. (Mazmur 100:. PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Di setiap ibadah gereja tidak ada liturgi yang tidak bersentuhan dengan music dan pujian. Bahkan tanpa musik, pujian maka rangkaian ibadah terasa hambar dan mengantuk. Kemudian apakah makna pujian di kalangan umat Tuhan dalam Gereja? Makna pujian dalam ibadah adalah sebagai ungkapan syukur, penghormatan dan pengagungan kepada Tuhan karena perbuatan-Nya yang penuh kemurahan, adil, dan kekal kasih setia-Nya. Pujian juga merupakan doa dan permohonan kepada Tuhan. Jadi pujian adalah pengungkapan berbagai tujuan, perasaan, dan merupakan komunikasi dialogis kepada Allah sebagai sahabat dan Tuhan untuk mencurahkan isi hati, keluh kesah dan keinginan manusia yang percaya. Kalau pujian adalah bermakna masuk ke dalam hadirat Allah, maka penyembahan adalah menikmati hadirat Allah. Makna penyembahan ialah dialog intim dan penuh kasih antara umat yang percaya dengan Tuhan secara konstan dalam hidup sehari hari, merupakan ungkapan hati mengenai kasih dan penyanjungan kepada Tuhan(Sitompul 2. Juga merupakan kemampuan mengagungkan Tuhan dengan roh, tubuh, dan jiwa. Dalam Roma 12:1-2 dapat dijelaskan bahwa penyembahan yang sejati adalah sikap hidup yang benar yang diberikan kepada Allah setiap hari atau dengan perkataan lain bahwa penyembahan adalah gaya hidup benar yang sesuai dengan dengan kehendak Allah. Menyembah bukanlah keahlian yang harus dipelajari, tetapi hidup keseharian yang diserahkan kepada pimpinan Allah. Musik. Pujian. Penyembahan bagi Pertumbuhan Gereja Bagi gereja-gereja beraliran Pentakosta dan Kharismatik, maupun yang Non Kharismatik bukan lagi hal baru jika pelayanan full music di Gereja dilakukan. Bahkan pelayanan/liturgi pujian dan penyembahan mengambil waktu setengah dari waktu ibadah. Mulai dari pembukaan disertai dengan nyayian, nyanyian kesaksian, nyanyian setelah votum, paduan suara . aum bapak/ib. , vocal group pemuda remaja, nyanyian sewaktu persembahan, nyanyian menjelang khotbah, pujian penutup, nyanyian sebelum/sesudah doa berkat. Hampir semua tahapan liturgi disertai dengan nyanyian yang diiringi dengan musik. Hal ini karena ibadah Kristen identik dengan pujian, memuji dan menyembah sudah menjadi pola ibadah dan hidup dari orang percaya sejak awal. Ketika Allah menganugerahkan musik bagi manusia, tentu memiliki maksud dan Tujuan. ini tidak lain adalah untuk membantu manusia dalam memuji Dia. (Boshman 2. Jadi musik bagi manusia, baik vokal maupun instrumen adalah untuk membantu semangat untuk memuji Tuhan. Ulangan 31 : 19 Au Oleh sebab itu tuliskanlah nyanyian ini dan ajarkanlah kepada orang Israel, letakkanlah di dalam mulut mereka, supaya nyanyian ini menjadi saksi bagi-Ku terhadap orang Israel. Ay Inilah yang membuktikan bahwa Allah begitu menyukai musik dalam wujud nyayian yang disertai dengan alat musik pada zaman itu. Sebuah geraja lokal, bahkan bisa menggelontorkan dana besar untuk perangkat full Hingga seluruh peralatan musik tersebut benar-benar lengkap dan berkualitas, terutama bagi gereja- gereja yang besar jumlah umatnya. Namun sebuah gereja lokal yang kecil sekalipun juga akan berbuat sesuai dengan kapasitasnya. Dan terus akan meng-update setiap Hal ini sangat akan kelihatan pada Gereja yang ada di kota-kota besar. Oleh PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 karena didorong perubahan zaman yang semakin menantang. Jika di daerah pedesaan atau daerah maka biasanya pelayanan musik gerejawi adalah seadanya saja, seperti hanya memakai sebuah gitar manual. Umumnya jemaat Tuhan juga tidak terlalu menaruh perhatian yang besar untuk musik, yang diakibatkan oleh berbagai faktor misalnya, sumber daya manusia . etiadaan pemain musi. , kekuatan finansial, dan sarana prasarana pendukung lainnya seperti sumber arus listrik. Sehingga ibadah pujian dan penyembahan berjalan apa Keinginan setiap gereja dimanapun untuk lebih membawa jemaat suasana kepada kekhusyukan pujian dan penyembahan pastilah ada. Era sekarang sudah menjadi kebutuhan penting, dan perubahan pola lama ke pola baru suasana ibadah sudah tidak bisa dibendung. Ditambah keingintahuan pada hal yang mendatangkan semangat dan sukacita. Namun semuanya itu sangat tergantung kepada kepiawaiaan pengurus Gereja di dalam menyesuaikan aturan, doktrin gereja atau keterbukaan gereja atas kebutuhan jemaatnya. Baik di kota maupun di desa ada hal-hal pokok utama yang menjadi kendala, sehingga keinginan menciptakan suatu suasana ibadah yang menyenangkan Tuhan melalui musik gerejawi tidak maksimal, bahkan bisa tak tercapai dengan baik. Pertama, para pemain musik . umber daya manusi. , yang diharapkan memiliki kompetensi- kemampuan dan komitmen para musisi secara teknis dan estetis yang dapat memberikan dukungan terhadap pembentukan suasana dan tujuan proses ibadah(Wijayanto 2. (Sianturi 2. Di banyak tempat faktanya betapa sulitnya mendapatkan pemain musik yang memadai, apakah orang yang otodidak maupun yang lulusan sekolah musik. Gereja merasa kesulitan sekali memperoleh personil musik pada setiap hari ibadahnya. Kalaupun ada yang bisa bermain musik, jumlahnya sangat terbatas dan tidak bisa memenuhi kebutuhan gereja-gereja yang ada. Kurangnya tenaga pemusik baik di setiap gereja disebabkan karena kaum muda gereja sedikit sekali yang mau belajar musik, ditambah tenaga pengajar yang bermutu dan berlatarbelakang musik gerejawi juga sangat minim, serta fasilitas yang terkadang juga minim. Namun faktanya orang sangat ingin menikmati musik saat datang beribadah di gereja. Akibatnya jika ibadah Gereja harus berjalan, maka dengan musik apa adanya ataupun tanpa alat musik sama Kedua, apresiasi terhadap pemain musik kurang. Faktor lain yang kerap terjadi adalah minimnya apresiasi. Baik soal pendanaan, berupa persembahan kasih dari gereja ke pemain musik, maupun dukungan moral dan semangat berupa sugesti atau pujian. Walaupun ada beberapa gereja memberi perhatian/apresiasi kepada pemain musik, namun mayoritas di lapangan lebih banyak yang belum mengapresiasi musik dan pemain musik. Di dalam liturgi gerejawi ada beberapa personil yang ambil bagian, diantaranya pembawa pujian dan penyembahan, pemuji, kolektan, pendoa syafaat, pelayan Firman dan pemain musik. Alangkah baiknya Gereja menganggarkan biaya untuk mengapresiasi mereka yang terlibat dalam pelayanan gerejawi. Bukan saja membuat mereka di-support sedikit dana transportasi namun juga lebih merasa dihargai dan diharapkan kehadirannya pada minggu berikutnya(Ariawan 2. Ketiga, fasilitas pendukung yang tidak memadai. Di kota besar persoalan ini dapat teratasi dengan baik, listrik, perangkat musik terbaik dapat dibeli, perencanaan keuangan juga PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 bisa diatasi dengan lebih cepat. Karena keuangan jemaat juga memungkinkan dan pemahaman atau kesadaran akan kebutuhan tersebut tidak sulit memberi pemahaman. Tetapi berbeda dengan di desa, yang walaupun dalam jumlah umat bisa lebih banyak dari suatu komunitas gereja tertentu di kota, namun tidak bisa memenuhi kebutuhan ibadah akan perangkat musik. Hal ini akibat dari tidak ada jaringan listrik, sumber daya manusia pemain musik tidak ada, keuangan untuk membeli perangkat music juga minim, ditambah dengan minimnya pemahaman akan pentingnya ibadah yang disertai musik dalam meningkatkan kualitas pujian dan penyembahan kepada Tuhan. Pengaruh musik juga harus dipahami dengan benar oleh setiap orang yang datang ibadah, selalu diselingi diberi pengertian tentang gunanya musik dalam memuji dan menyembah Tuhan. Tubuh Kristus atau gereja Tuhan yang sehat selalu mengerti setiap maksud apa yang dilakukannya. Musik bukanlah hanya untuk membangkitkan semangat jemaat Tuhan dan membuat suasana riang gembira, karena kalau hanya ini yang menjadi tujuan orang maka itu adalah mencari kepuasan bagi diri sendiri. Tujuan utama dari menyanyi, memuji dan menyembah Tuhan dan diiringi dengan alat musik adalah hanya semata-mata untuk menyenangkan Allah. Semua alat musik apapun dapat dipakai untuk memuji Tuhan. Alat musik dapat menolong orang percaya mengekspresikan kesungguhan hatinya saat memuji dan menyembah. Nyata bahwa bunyi-bunyian bisa memicu keinginan untuk melakukan gerakan-gerakan yang menyenangkan, melambat, dan cepat. Musik bisa membuat tenang, bersemangat, rasional, dan emosional, bahkan bisa menjadi ciri khas anak Tuhan yang senang memuji dan menyembah(Wibowo 2. Musik, pujian dan penyembahan membantu mempersiapkan diri jemaat Tuhan sebelum mendengarkan khotbah, menghantar umat Tuhan kepada titik fokus untuk mengasihi Allah. Kemudian membantu umat Tuhan datang menghampiri altar untuk menyerahkan diri dibantu dalam doa untuk kebutuhan-kebutuhan batin yang tak terucapkan. Pujian dan penyembahan begitu kuat pengaruh bagi setiap orang percaya jika dilakukan dengan sungguh hati. Memuji dan menyembah Tuhan dalam alunan full music gerejawi mendatangkan pengalamanAepengalaman rohani yang luar biasa. Di Alkitab, bangsa Israel menyanyi dengan diiringi alat musik terompet mengelilingi tembok Yerikho dan Roboh oleh Kuasa Allah yang digerakkan oleh pujian dan penyembahan umat-Nya. Bahkan gereja melakukan doa kesembuhan dan pelepasan dengan pujian dan penyembahan kepada Tuhan atas seseorang yang diganggu roh Dan akhirnya tenang dan sembuh. Tentu karena kuasa Allah yang dibangkitkan oleh pujian yang dinaikkan Allah hadir dan bertahta dalam setiap pujian dan penyembahan (Mazmur 22:. IV. Kesimpulan Dalam gereja Tuhan musik berguna untuk mengekspresikan iman atau keyakinan dengan sungguh hati orang percaya secara pribadi maupun bersama. Musik merupakan suatu sarana bagi manusia untuk mengungkapkan rasa syukur, kesungguhan hati, kekaguman dan keyakinan kepada Tuhan. Dalam Alkitab juga dicatat bahwa Tuhan Yesus merupakan pribadi yang cinta musik dan nyayian (Matius 26:30. Markus 14:. Sangat banyak musik rohani PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 yang up to date hadir melalui media elektronik, internet, bisa ada yang baik dan ada yang tidak baik. Jemaat Tuhan dan terlebih anak-anak muda Kristen harus lebih berhati-hati dalam menentukan, menggandrungi dan menikmati musik-musik yang dianggap up to date itu. Musik dan nyanyian rohani sudah semestinya memberikan pengaruh kepada pertumbuhan rohani jemaat dan anak-muda gereja dalam mengambil suatu pendirian yang teguh supaya menjadikan Firman Allah yang utama menjadi penuntun dan penasihat dalam kehidupan. Oleh karena musik dan nyanyian rohani adalah penekanan hubungan dengan Tuhan dalam ibadah gereja atau ibadah pribadi, maka muatan musik dan nyanyian rohani hendaknya mendatangkan hormat, pujian dan kemuliaan bagi Tuhan Allah, serta menuntun kepada Yesus Kristus sebagai jalan kebenaran dan juruselamat. Menjadikan Firman Allah sebagai penuntun hidup sehari-hari. Sangat baik terus meng-update setiap perkembangan yang berhubungan dengan kegiatan peribadatan terkait dengan ketiga hal ini, yaitu musik, pujian dan penyembahan sembari terus memperbaiki apa yang masih kurang dan semakin maju bagi yang sudah menyesuaikan. Menjadi bermanfaat buat pertumbuhan gereja yang didukung oleh adanya pujian dan penyembahan yang dibarengi dengan musik. Referensi