Izza Julianti Astari / SOCIETY Volume 9. Nomor 1 Halaman 51-63 SOCIETY JURNAL PRODI TADRIS IPS Volume 9 . Nomor 1. Juni 2018 ISSN . : 2087-0493 PENGEMBANGAN PARIWISATA RUMAH ADAT DESA BELEQ DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT SEKITAR RUMAH ADAT KECAMATAN SEMBALUN TAHUN 2018 Izza Julianti Astari Universitas Islam Negeri Mataram ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang pengembangan pariwisata Rumah Adat Desa Beleq dalam peningkatan pendapatan masyarakat sekitar rumah adat kecamatan sembalun tahun 2018 yang dilatar belakangi dengan berkurangnya pendapatan negara dari sektor migas dan non migas. Penelitian ini memiliki fokus peneliti untuk megetahui bagamana dampak pengembangan pariwisata rumah adat Desa Beleq terhadap peningkatan pendapatan masyarakat sekitar Rumah Adat kecatam Sembalun tahun 2018. Tujuan dari penilitian ini adalah melihat bagaimana pengembangan pariwisata yang ada di Rumah Adat Desa Beleq pada saat ini terhadap peningkatan pendapatan masyarakat yang berada disana. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif jenis analisis deskriptif. Subjek penelitian ini adalah masyarakat sekitar rumah adat Desa Beleq. Tehnik pengumpulan data yang dingunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun tehnik analisis data yang dingunakan yaitu melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan . Hasil penelitian menunjukan bahwa: pengembangan pariwiata yang telah dilakukan oleh pihak pemerintah dan juga telah masuk sebagai pengembangan untuk mengenalkanya sebagai tempat wisata dari kegiatan pangembangan yang dilakukan banyak masyarakat yang ikut terlibat didalamnya sehingga masyarakat memiliki kesempatan ikut serta sebgai pelaku wisata yang ada disana. Masyarakat yang ikut sebagai pelaku wisata dapat memiliki penghasilan dari kegiatan tersebut terutama bagi masyarakat yang berada di sekitarnya. Dari pengembangan yang dilakukan masyarakat yang terlibat mendapatkan penghasilan yang meningkatkan penghasilan mereka dari yang kata kunci: pengembangan pariwisata, peningkatan pendapatan Kegiatan pariwisata pada waktu ini PENDAHULUAN Semakin bukan hanya sebagai kegiatan yang biasa dilakukan hanya untuk menghilangkan rasa merosotnya nilai dari ekpor pada sektor non memperkenalkan daerah yang yang bangus Pariwisata menjadi berkurang. Prospek dalam rangka mengatasi berkurangnya pendapatan tersebut, penigkatan pendapatan daerah asal. pemerintah mengembangkan sektor pariwisata. 51 | SOCIETY: Jurnal Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Izza Julianti Astari / SOCIETY Volume 9. Nomor 1 Halaman 51-63 Dengan begitu banyaknya budaya, kegiatan untuk menyegarkan otak namun pada bahasa, etnis, dan agama, membuat bangsa saat ini kegiatata wisata bisa dijadikan ladang indonesia memiliki begitu banyak keunikan. pengahsilan bagi masyarakat dan seseorang. Begitu banyak keunikan yang ada melahirkan Sejak beberapa tahun lalu NTB ditetapkan banyak budaya yang menjadi daya tarik orang menjadi Daerah Tujuan Wisata (DTW) dan sekarang menjadi Wisata Halal. Keragaman menciptakan berbagai kebudayaan disetiap daerah yang disertai ciri khas yang berbedabeda. Salah satu tujuan wisata daerah NTB yaitu Wisata Rumah Adat yang ada di Sembalun, dijadikanya Rumah Adat sebagi tempat wisata Menurut Andrean Eppink, kebudayaan juga terkait dengan Geopark Rinjani. Rumah Adat Desa Beleq menjadi aset yang dimili oleh sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan serta Geopark Rinjani untuk menjaga kebudaan keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, yang ada di Sembalun. dan segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Kegiatan wisata Rumah Adat Desa Belek ini, memiliki dampak ekonomi pada Kebudayaan yang beraneka ragam Namun yang dimiliki oleh Indonesia telah menjadi masyarakat di sekitar Rumah Adat memiliki pendapatan atau terjadi penambahan ataupun Berkurangnya pendapatan dari hasil sektor pergeseran pendapatan dari kegiatan wisata migas saat ini, menjadikan sektor pariwisata Inilah mengapa perlunya peneliti menjadi salah satu pendapatan devisa negara. melakukan penelitian di sekitar Rumah Adat Saat ini pariwisata mampu memberikan dampak ekonomi terhadap pemerintah dan Pariwisata wahana bagi masyarakat untuk meningkatkan rasa cinta tanah air dan pelestarian lingkungan. Melalui kegiatan wisata nusantara baik dari antarkota, antarprovinsi, dan antar pulau. Desa Belek Pemaparan dituliskan diatas, baik dengan pendapat para ahli bahwa kegiatan pariwisata bisa dijadikan pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan. Seperti yang kita rasakan pada saat ini kegiatan Pariwisata bukan hanya dilakukan oleh orang luar negeri saja atau turis, kegiatan pariwisata bisa dilakukan oleh semua orang. Kegiatan sekarang ini bukan hanya dijadikan sebagai 52 | SOCIETY: Jurnal Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Izza Julianti Astari / SOCIETY Volume 9. Nomor 1 Halaman 51-63 Rumah Adat Desa Belek yang menjadi Dalam tempat yang menarik dikunjungi bagi para pariwisata bisa diukur dengan bagamana wisatawan, karena sejarah yang dimiliki bentuk pembangun yang dilakukan untuk menjadi daya tarik yang unik dan berbeda dari memenuhi kebutuhan para wisatawan yang tempat yang lain. Terdapat kegiatan yang baru yang dilakukan oleh masyarakat di sekitar pengembangan yang dilakukan dengan jumlah Rumah Adat Desa Belek yang terjadi secara bertamabah atau malah sebaliknya dengan diadaknya kegiatan wisata tersebut. Adapun setelah diadakanya pengembangan yang ada. tujuan yang ingin dicapai peneliti ini adalah Hal ini juga seperti yang di jelaskan oleh Untuk mengetahui bagaimana pengembangan Kepala Desa Sembalun lawang. Rumah Adat Desa Beleq terkait dengan sosial Pengembangan yang kami lakukan pada kami membuatnya sebagai tempat wisata Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif kemudian kami membuat infrastuktur untuk jenis analisis deskriptif. Subjek penelitian ini memfasilitasi para wisatawan agar bisa datang, adalah masyarakat sekitar rumah adat Desa seperti perbaikan jalan dan Rumah adat. Beleq. Perbaikan. Tehnik dingunakan adalah observasi, wawancara, dan pembuatan musolla. Dan juga kami akan Adapun tehnik analisis data yang mebuat wisata agro yang menguntungkan para petani yang ada. Dalam hal kami melibatkan penyajian data, dan penarikan kesimpulan masyarakat luas dan juga masyarakat sekitar . Rumah Adat agar seluruh masyarakat dapat HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Pengembangan pariwisata Rumah Adat Desa Beleq terhadap peningkatan pendapatan sebagai guide, penjaga dan juga tukang parkir di Rumah Adat, dengan dukungan masyarakat program kami akan cepat berjalan selain itu juga masyarakat dapat merasakan manfaatnya. masyarakat sekitar Rumah Adat Kecamatan Sembalun Tahun 2018. Hal yang sama juga telah diungkapkan oleh Humas dari Karang Taruna. 53 | SOCIETY: Jurnal Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Izza Julianti Astari / SOCIETY Volume 9. Nomor 1 Halaman 51-63 Betuk pengembangan yang ada di kawasan Priga Baya. Batu Basong, dan Suela. Rumah Adat ini seperti pembuatan dan Setalah perluasan tempat parkir bagi para pengunjung sebagian dari mereka inggin kembali ke agar para pengunjung leih banyak datang dan kampung halamanya. Dan tiantara mereka dapat menguntungkan para masyarakat dan hanyalah tujuh orang yang kembali, setelah pemerintah yang ada. Pengembangan yang sampai di Sembalun mereka menemukan sisa dilakukan bukan hanya dari pihak pemerintah napatilas dari letusan gunung yang memporak saja namun juga dari pihak pemerintah juga. porandakan desa. Dari Sembalun Hasil observasi yang saya lakukan terkait dengan hasil wawancara bahwa bentuk pekerjaan karena adanya kegiatan pariwisata bangun dan julah Rumah Adat Desa Beleq yang ada, selain itu juga masyarakat juga dapat sesui dengan apa yang saya temuka. Bentuk bangunan dan jumlah banguna Rumah Adat Adapun informasi-infomasi yang tekait dengan pengembangan pariwisata yang ada di Rumah Adat dalam peningkata pendapatan masyarakat sekitar Rumah Adat. Desa Beleq ini tidak ada yang berubah sama sekali, bentuk bangunan tidak perbaharui namun apabila mengalami kerusakan maka akan diperbaiaki sesui dengan bahan yang dingunakan untuk membuatnya seperti lantai Rumah Adat Desa Beleq dan atapnya apabila mengalai kerusakan maka Informasi yang saya dapatkan tentang sejarah akan diperbaiki. singkat Rumah Adat Desa Beleq bapak Mertawi. Ketua Adat Sembalun Lawang: Rumah Adat ini merupakan turunan kedua dari orang sembalun Gunung Samalas pada tahun 1257 jejak penelitian pada tahun 2013 tim internasional geografi ditemukan abu vulkanik di kutup utara yang di simpan di musium. Dari jumlah Rumah Adat Desa Beleq tidak pernah ditambah maupun dikurangi sama Karena masyarakat sekitar tidak ingin menambah ataupun mengurangi jumlahnya, masyarakat ingin warisan ini tetap seperti dulu dan sampai masa yang akan datang. Apabila masyarakat ingin membuat rumah maka akan membuat rumah diluar area yang telah Kemudian bapak Mertawi menjelaskan Saat Samalas meletus masyarakat Sembalun mengungsi kearah timur Gunung Anak Dara di ahir dari sejarah Sembalun ini. 54 | SOCIETY: Jurnal Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Izza Julianti Astari / SOCIETY Volume 9. Nomor 1 Halaman 51-63 Salah satu diantara tujuh keluarga tersebut tidak setuju untuk membangun rumah di sana karena tempat tersebut rumpang. Kemudian orang yang paling tua dintara mereka berkatan kepada emang keluarga A Bagian depan rumah memiliki serambi kiri dan serambi kanan A Bagian rumah memiliki dua bagian rumah bagian bale dalem dan bale luar tersebut, kita harus menurut kepada datu namun tetap saja satu keluarga tersebut tidak Desa Beleq. mau membangun rumah di lokasi tersebut disaat semua orang bermusyawarah untuk membangun rumah satu orang keluarga yang tidak setuju tersebut pergi meninggalkan Dari sinilah muncul istilah Sembahulun Sembah artinya patuh, tunduk, dan takzim. Ulun artinya Pemimpin. Raja. Tuhan Sembahulun, yaitu mereka sangat patuh Pengembangan Pariwisata Rumah Adat Pengembangan pariwisata yang ada di Rumah Adat bukan hanya dilakukan dalam bentuk bagaimana diperkenalkanya Rumah Adat sebaga destinasi wisata yang ada di Sembalun, namun lebih jelas lagi bentuk nyata dari pengembangan tersebut adalah bagaimana bentuk nyata yang ada untuk para wisatawan lebih nyaman dan membuatnya semakin sering berkunjung, seperti membuatkan lahan parkir, tempat beribadah. rumah di tempat yang rumpang. Dalam pengembangan pariwisata yang Lawang artinya pintu masuk dan meraka yang terbuka. Rumah Adat dibangun ada di Rumah Adat Setiawan Jodi ketua Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Sembalun menyatakan bahwa. denga hasil adaptasi tingkat tinggi pada waktu itu artinya kenapan dibangun seperti itu Dalam pengembagan pariwiata di Rumah Adat selama dua tahun ini, pemerintah memiliki analisa filosofinya. program diantanya perbaikan dan pembuatan lahan parkir, memberi alat berupa motor kaisar Dibanggun dengan pondasi yang tinggi A Atap yang lebat hampir tidak terlihat A Semua rumah memiliki tujuh tangga Semua rumah menghadap ke utara Rumah Adat. Musolla, infrastruktur, perehapan Rumah Adat Desa Beleq, pembutan spot foto baru, dan juga pembuatan tempat loket masuk. Hal ini 55 | SOCIETY: Jurnal Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Izza Julianti Astari / SOCIETY Volume 9. Nomor 1 Halaman 51-63 berkunjung dan akan mendorong orang datang ini dilakukan agar masyarakat ikut seta menjadi pelaku wisata dan seluruh masyarakat mendapatkan keuntungan yang banyak seperti merasakan manfaatnya. masyarakat berjualan dan juga masyarakat banyak yang menjadi guide dan mendapat pekerjaan lainya. Kegiatan berjaga yang dilakukan di dalam Rumah adat di roling sesuai dengan dusun masing-masing sampai sampai habis, agar seluruh masyarakat dapat Hal yang senada juga dikemukakan oleh ketua dusun Dasan Kodrat Muhammad Johi : Pengembangan selama dua tahun ini banyak sekali perubahan. Pembuatan pasilitas yang ada di Desa Beleq merupakan bentuk pemaparan salah satu anggota Karang Taruna Sailma sebagai devisi pariwisata sembalun Pengembangan dalam Rumah Adat ini banyak kami lakukan untuk memenuhi kebutuhan para merasakan manfaatnya. Selain pemaparan yang diatas, kedua pembelian alat pengangkut berupa motor kaisar,pembuatan loket masuk, perehapan atap Rumah Adat, perbaikan infrastrutur. Musolla, tempat parkir, dan juga spot foto yang bagus dan banyak agar para wisatawan yang datang tidak bosan juga sebagai pendukung agar lebih banyak orang yang datang lagi. Keterlibatan masyarakat tentu saja sangat diperlukan dalam wisatawan dua tahun ini, bukan hanya dari pihak masyarakat saja namun dari pihak pemerintah pula mulai dari pembuatan lahan parkir, perehapan atap dari Rumah Adat, pengangkut, dan juga pembuatan musollah agar para pengunjung melakukan ibadah, pemuatan spot foto agar masyarakat semakin banyak yang datang. Hasil dari pengembangan pekerjaan sepeti guide, tukang parkir, dan juga penjaga di lokasi wisata, setiap dusun di roling Smbalun Lawang terlibat sebagai pelaku wisata dan merasakan manfaatnya. hal ini karena masyarakat sebagai pelaku Observasi yang saya lakukan untuk wisata mereka mendapat pekerjaan menjadi membuktikan apakah bentuk pengembangan guide, tukang parkir di Rumah Adat, dan juga yang dilakukan di Rumah Adat Desa Beleq sebagai penjaga di lokasi. Penjagaan di Rumah seperti perluasan lahan parkir, pembelian alat Adat sesuai dengan dusun masing-masing tranfortasi berupa kaisar, pembuatan loket sampi semua dusun habis dan roling kembali, masuk dengan batu bata, pembuatan spot foto 56 | SOCIETY: Jurnal Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Izza Julianti Astari / SOCIETY Volume 9. Nomor 1 Halaman 51-63 baru dan pengembangan lainya. Seperti yang di sana: Kegiatan pariwisata yang dilakukan dikatan pada saat saya melakukan wawancara olek pemerintah dan masyarakat membuat bahwa informasi yang sama dengan apa yang masyarakat sekita mendapatkan kesempatan ada dilapangan banyak pengembangan yang berusaha dan bekerja. Sebagai pedagang air minum, roti, snek, dan bensin yang berada di Peningkatan Pendapatan Masyarakat Sekitar Rumah Adat Desa Beleq sekitar Rumah Adat memilki pendapatan selain dari pertanian, hasil berjualan pada hari berkunjung wisatawan dalam satu hari saya Peningkatan Pendapatan Masyarakat Sekitar mendapatkan penghasilan Rp. 000 pada Rumah Adat Kecamatan Sembalun Tahun hari libur biasa seperti hari jumat, sabtu, dan minggu, kemudian masyarakat yang bekerja Terdapat perubahan perekonomian yang kami rasakan dan juga masyarakat luas yang berada di sini, dari adanya kegiatan pariwisata yang ada banyak kami melakukan pekerjaan selain dari kegiatan pertanian terutama menjadi guide, tukang parkir, dan banyak juga dari kami yang menjadi pengelola disini yang berjualan di Rumah Adat sehingga kami memiliki pendapatan selain dari pertanian. Masyarakat yang bertenun juga bisa kami jualakan hasil tenunanya di Rumah adat. sebgi guide dalam satu hari dapat membawa tamu 5-7 orang ke Rumah Adat tarip tamu lokal Rp. 000 dan turis asing Rp. menjualnya di dalam Rumah Adat, dan juga masyarakat sebgai tukang parkir dan penjaga. Hasil yang didapatakn oleh para penjaga setiap harinya 10% masuk dalam kas desa, 40% untuk para penjaga bagi dusun yang berjaga pada hari itu, dan 50% untuk kas dusun mereka yang berjaga pada hari itu. Selain banyak masyarakat sekitar dulunya Manfaat Rumah Adat Desa Beleq pada masa lalu hanya dirasakan oleh orang yang dengan adanya kegiatan pariwisata disini. hanya tingga disana artinya mereka yang Uang yang kami hasilkan setiap harinya 10% merasakan manfaatnya hanyak yang berda di untuk ke desa, 40 % untuk para penjaga setiap Pada saat ini manfaat dari Rumah Adat harinya, dan 50% untuk uang kas untuk setiap Desa Beleq ini diarakan oleh semua lapisa dusun yang berbeda. Pernyataan yang serupa di katakan oleh inaq Atin sebagai salah satu warga yang ada di dekat Rumah Adat sebagai pedangan yang ada Semabalun Lawang, dimanfaatkan sebagai tempat wisata kemudian hasil wisata yang didapatkan dari wisata tersebut mengalir kepada masyarakat luas 57 | SOCIETY: Jurnal Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Izza Julianti Astari / SOCIETY Volume 9. Nomor 1 Halaman 51-63 lebih banyak lagi masyarakat yang terlibat keturunan orang Sembalun periode keduan sebagai pelaku wisata. yang membuat Rumah Adat Desa Beleq. Kepemilikan Rumah Adat Desa Belek dulunya Tujuh keluarga inilah yang membangun hanya milik pribadi aranya mereka yang masyarakat Sembalun sehingga seperti pada tinggal disana merekalah yang memilikinya, saat ini, pada awal terbentuknya masyarakat namun setelah Rumanh Adat Desa Beleq ini sistem pemerintahan secara garis keturunan tidak ditinggali lagi oleh para tetuan yang ada apabila ayahmya sebagai kepala desa maka di Sembalun makan Rumah Adat Desa Beleq anaknya atau sanak saudaranya yang akan ini menjadikepemilikan bersama atau seluruh melanjutkan kepemimpinanya. masyarakat sampai batas-batas yang telah Pada pemelihan kepala desa ke empat dilakukanlah pemilihan secara resmi oleh rakyat pada tahun 1962, pemilihan langsung dilakukan oleh rakyat pada masa itu pemilihan PEMBAHASAN dilakukan dengan menggunakan biji jangung Pengembangan Pariwisata Rumah Adat dimasukan dalam tabung yang terbuat dari Desa Beleq Dalam Peningkatan Pendapatan Sampai sekarang pemilhan dilakukan Masyarakat Sekitar Rumah Adat. langsung oleh rakyat dengan cara coblos. Desa ini dengan nama Bentuk-bentuk pengembangan yang sembahulun masyarakat yang pertama tinggal bisa kita lihat di dalam Rumah Adat yang ini pada abad 14 dan 15 masehi, serta mempasilitasi para wisatawan yang datang membuat perkampungan di lendang luar, pada adalah perbuatan dan perbaikan lahan parkir, saat ini kita dapat melihat peninggalan mereka berupa kuburan-kuburan kuno yang terdapat di pembelian alat berupa motor Kaisar untuk lendang luar sebagai bukti sejarah. pengangkutan untuk perehapan atap Rumah Setelah letusan gunung Rinjani pada Musolla. Adat, dan pembuatan spot foto yang bagus untuk para wisatawan. Sembalun Pengembangan pariwisata Rumah Adat Desa dahsyatnya letusan, dari sekian penduduk yang Beleq telah berdampak pada terhadap terhadap mengungsi hanya 7 keluarnga kembali ke pertambahan ekonomi masyarakat sekitar. Sembalun. Tujuh keluarga inilah yang menjadi Pada sebelum diadakanya kegiatan pariwisata masyarakat hanya bergantung pada sektor 58 | SOCIETY: Jurnal Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Izza Julianti Astari / SOCIETY Volume 9. Nomor 1 Halaman 51-63 partanian saja, pada waktu ini bukan hanya Pendapatan Rp. pariwisata juga banyak masyarakat yang Rp. maka pedapatan bersih yang terlibat sebagai pelaku wisata. dihasilkan setiap bulanya adalah Rp. Sejak dua tahun ini dampak dari pemerintah dan masyarakat yang ada adalah inilah hasil yang didapatkan oleh masyarakat sekitar selain dari pendapatan dari pertanian. terdapat perubahan pendapat yang dirasakan dari pengembangan pariwisata yang dilakukan di Rumah Adat Desa Beleq ini, penjelasan yang lebih luas seperti yang di bawah ini: Pendapatan masyarakat Kegiatan Rumah Dampak terhadap kesempatan kerja Kegiatan Adat, kesempatan kerja terutama bagi anggota Karang Taruna, para pemuda, dan masyarakat Sembalun Lawanng yang ikut serta sebgai peluang pada masyarakat untuk berjualan kepada para pengunjung yang datang, mereka mendapatakan uang dari hasil berjualan tidak hanya dari hasil pertanian saja. Harga barang pelaku wisata. kegiatan ini menyerap tenaga kerja dari kalangan masyarakat yang dulunya hanya sebgai petani. Sekarang pekerjaan mereka bukan hanya dari sektor pertanian saja tetapi juga pendapatan dari sektor wisata juga. yang diatawarkan para pedangang lebih tinggi Masyarakat yang menjadi guide dapat dari pedagang yang berada di luar. Badan membawa tamu antara 5-7 orang dalam satu Pusat hari, tarip tamu lokal Rp. 000 dan turis masyarakat yang miskin hanya berpenghasilan asing Rp. 000 dalam sekali masuk Rumah kurang dari Rp. 000, dalam satu bulan. Adat, tamu yang rombongan dan tamu satu Statistik Indonesia Pendapatan masyarakat setelah ada kegiatan pariwisata di Rumah Adat Desa Beleq menjadi berubah dalam satu bulan kurang dari Rp. Adanya kegiatan pariwisata masyarakat berjulan pada saat orang tetap saja perhitungannya satu kali masuk bagi tamu lokal Rp. 00 dan turis asing Rp. dan bagi penjaga dan tukang parkir semakin banyak tamu yang datang semakin banyak pula uang yang didapatkan. mendapatkan hasil jualan Rp. 000 rata-rata pada hari jumat, sabtu, dan minggu. Dampak terhadap harga-harga Perubahan harga pada barang jualan para pedangan yang ada di sekitar Rumah 59 | SOCIETY: Jurnal Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Izza Julianti Astari / SOCIETY Volume 9. Nomor 1 Halaman 51-63 Adat lebih tinggi dibangdingkan dengan para pedangan yang diluar. Roti yang dijual di luar dengan harga Rp. 000 di sekitar lokasi dijual dengan Rp. 500, air minum yang berukuran tanggung diluar dijual dengan Rp. 500 di lokasi dijual dengan harga Rp. Dampak Pemerintah desa memiliki keuntungan kesepakantan yang telah dibuat 10% dari setiap hasil kegiatan yang dilakukan hak dari Perbedaan harga yang ditawarkan oleh pemerintah desa, 40% untuk para pengurus, para penjual di lokasi wisata berkisar antara dan 50% untuk setiap dusun yang bertugas Rp. 200 namun ini sangat sedikit, barang yang yang dijadiakan kas masing-masing. diatawarkan para penjual lebih banyak berbeda Rp. 500 antara pedangan yang di dalam dan yang diluar. Dampak pariwisata ini tetu saja pihak pemerintah mendapatkan 10% dari hasil kegiatan yang keuntungan, masyarakat mendapat peluang uasaha unutk berjualan, masyarakat juga maka mereka bisa ngopi untuk menghangatkan tubuh mereka. Kemudian program Distribusi keuntungan dari kegiatan dalam lokasi untuk para wisatawan yang datang apabila kehujanan pada saat datang manfaat/keuntungan Para pengurus juga berjualan kopi di sedang dijalankan oleh pihak pemerintah dan masyarakat adalah pembuatan loket yang berdada di pintu masuk dulunya hanya dibuat dari bambu dan pralatan tradisional saja namun sekarang aka di tembok agar menjadi permanen untuk kenyamana para wisatawan yang datang berkunjung. penjaga, dan juga tukang parkir. Kemudian masyarakat yang tidak ikut serta menjadi pelaku wisata hasil tenunan masyarakat sekitar di jual dalam Rumah Adat. Dari kegiatan yang ada di Rumah Adat keuntungan yang dirasakan pihak pemerintah dan juga seluruh lapisan masyarakat yang ada. Inilah bentuk-bentuk pengembangan yang dilakukan oleh pihak pemerintah dan dibantu oleh pihak masyarakat yang ada. Hal ini sesui dengan teori yang ada pada komponen pengembangan pariwisata yaitu, terdapat berbagai kegiatan yang berada di seperti adanya atraksi seperti antraksi antara kemudian atraksi para wisatawan yang datang 60 | SOCIETY: Jurnal Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Izza Julianti Astari / SOCIETY Volume 9. Nomor 1 Halaman 51-63 dengan masyarakat sekitar, adanya akomodasi, fasilitas dan pelayanan wisata seperti adanya yang berjualan. Fasilitas dan pelayanan tranfortasi seperti fasilitas jalan menuju ke lokasi wisata baik darat, laut, dan udara. Infrastuktur lain seperti air bersih, listrik, dan saluran air kotor, dan elemen kelembagaan yang ada seperti pengelola wisata. hal ini sudah sudah terdapat dalam kegiatan yang dilakukan oleh pengurus dari kepariwisataan Rumah Adat. pekerjaan baru seperti menjadi pengurus, menjadi guide, dan tukang parkir. Bagi para pedangan menambah harga pada barang lebih tinggi dari para pedangan pada umunya atau pedangan yang tidak berada di sekitar lokasi keuntungan lebih pula. Dari kegiatan yang masyarakat sangat saling mendukung satu Setelah adanya pengembangan yang sama lain untuk bersama- sama menjaga dilakukan oleh pemerintah serta ikut serta masyarakat yang ada, pengembangan yang pemanfaatanya untuk seuruh masyarakat. dilakukan dapat dilihat hasilnya jumlah pengunjung yang data dari hasil wawancara para pengurus Rumah Adat bahwa semakin banyak pengembangan yang mereka lakukan semakin banyak para pengunjung yang datang. Berdasarkan yang telah dilakukan rumah adat desa beleq dalam peningkatan pendapat masyarakat sekitar rumah adat masyarakat di sekitarnya, karena dengan adanya kegiatan pariwisata di Rumah Adat Berdasarkan Kepala desa sembalun lawang : Hendak terus Semablun Lawang terutama dalam bidang diliki oleh desa yang dapat dimanfaatkan disimpulkan bahwa pengembangan pariwisata pariwisata karena begitu banyak potensi yang SIMPULAN DAN SARAN berkunjung dari sanalah masyarakat melihat Membangun desa bersama masyarakat agar Karang taruna : Bagi karang taruna tentu saja harus lebih kompak lagi, kegiatan yang dilakukan selanjutnya lebih banyak lagi manfaanya bagi masyarakat dan juga membantu pemerintah dalam megelola 61 | SOCIETY: Jurnal Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Izza Julianti Astari / SOCIETY Volume 9. Nomor 1 Halaman 51-63 Rumah Adat Desa Beleq sebagi warisan para Hariyanto. B Oda. Destinasi Wisata Budaya Dan juga bekerja sama dengan dan Religi di Cirebon. AKPAR BSI Bandung, orang-orang (POKDARWIS), kemudian menjaganya dan dapat dimanfaatkan bagi kebaikan seluruh masyarakat. Masyarakat Karim. Abdul. Kapitalisasi Pariwisata. Yogyakarta: GENTA PRESS, 2008 : Mendukung program yang dilakukan oleh Mahmud. Metodelogi Penelitian Pendidikan. pemerintah yang ada di desa baik dari pusat. Bandun: Pustaka Setia, 2010 Dalam pelaksanaan pariwisata yang dilakukan mendukung satu sama lain Masyarakat juga Maleong J. Lexy. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, harus lebih aktip dalam kegiatan pariwisata yang ada sebagai pelaku wisata yang ada. Bagi Muljadi peneliti lain : Untuk terus menyempurnakan Kepariwisataan dan Perjalanan. Jakarta: PT Raja Grafido Persada, 2016 mengembangkan hasil penelitian ini agar bermanfaat bagi kemajuan pendidikan. Andri Warman. Nurul Zuhriah. Metodologi Penelitian Social dan Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara. DAFTAR PUSTAKA