JURNAL REKAYASA MESIN (JRM) Hal: 99-99 Vol. XX. No. XX. April 2024 e-ISSN: 2988-7429. p-ISSN: 2337-828X https://ejournal. id/index. php/jurnal-rekayasa-mesin Perancangan Intake Manifold Diesel Engine Yanmar L48N6 Berbahan Dasar Carbon Fiber Nylon Menggunakan 3D Printing Muhammad Zikri Afdhol1. Firman Yasa Utama2. Arya Mahendra Sakti3. Ferly Isnomo Abdi4 1,2,3,4 Teknik Mesin. Fakultas Vokasi. Universitas Negeri Surabaya. Indonesia 60231 E-mail: * firmanutama@unesa. Abstrak: Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) dan Shell Eco Marathon (SEM) adalah kompetisi yang mendorong inovasi dalam teknologi otomotif. GARNESA Racing Team berpartisipasi dalam ajang ini dengan menggunakan diesel engine Yanmar L48N6 dalam kategori Urban Diesel. Pada tahun 2022, mereka mencapai konsumsi bahan bakar sebesar 165,25 km/L di KMHE dan 136 km/L di SEM, sementara pada tahun 2023, mereka mencapai 112 km/L di SEM dan 126 km/L di KMHE. Untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi bahan bakar, penelitian ini berfokus pada pengembangan intake manifold yang terbuat dari carbon fiber nylon, dirancang menggunakan 3D printing dengan metode Fused Deposition Modelling (FDM). Studi ini meneliti efek variasi kecepatan pencetakan . mm/s, 50 mm/s, dan 20 mm/. terhadap waktu pencetakan, berat, dan kualitas kerataan intake manifold. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan pencetakan 100 mm/s adalah yang paling optimal, dengan durasi pencetakan 1 jam 41 menit, berat 38,65 gram, dan kualitas kerataan sebesar 0,13 mm yang diukur menggunakan dial indicator. Penelitian ini dapat menjadi panduan untuk penelitian selanjutnya, meskipun diperlukan investigasi lebih lanjut mengenai jenis printer, bahan filamen, dan parameter pencetakan 3D printing lainnya untuk mendapatkan pengetahuan dan wawasan yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi 3D printing. Kata kunci: 3D Printing. Carbon Fiber Nylon. Intake Manifold. Printing Speed. Abstract: The Energy Efficient Car Contest (KMHE) and Shell Eco Marathon (SEM) are competitions that encourage innovation in automotive technology. The GARNESA Racing Team participates in these events with a Yanmar L48N6 diesel engine in the Urban Diesel category. In 2022, they achieved fuel consumption of 165. km/L at KMHE and 136 km/L at SEM, while in 2023, they achieved 112 km/L at SEM and 126 km/L at KMHE. To improve performance and fuel efficiency, this research focuses on developing an intake manifold made from carbon fiber nylon, designed using 3D printing with the Fused Deposition Modelling (FDM) method. The study examines the effects of varying printing speeds . mm/s, 50 mm/s, and 20 mm/. on the printing time, weight, and flatness quality of the intake manifold. Results indicate that a printing speed of 100 mm/s is optimal, with a printing duration of 1 hour 41 minutes, a weight of 38. 65 grams, and a flatness quality of 0. 13 mm measured by a dial indicator. These findings can guide future research, though further investigation is needed on different printers, filament materials, and 3D printing parameters to gain deeper insights into the factors affecting 3D Keywords: 3D Printing. Carbon Fiber Nylon. Intake Manifold. Printing Speed. A 2024. JRM (Jurnal Rekayasa Mesi. dipublikasikan oleh ejournal Teknik Mesin Fakultas Vokasi UNESA. untuk mengurangi ketergantungan pada penggunaan sumber daya energi yang tidak terbarukan, seperti fosil, serta untuk mengurangi pencemaran lingkungan dari emisi gas buang. Secara khusus tujuan KMHE menurut (Reksowardojo, 2. AuMemberikan wadah bagi mahasiswa teknik seluruh Indonesia untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang didapat dari bangku kuliah serta meningkatkan kreatifitas, disiplin, serta kemampuan soft skill dan hard skill. Ay Sama halnya dengan KMHE, kontes Shell Eco Marathon (SEM) juga merupakan kompetisi mobil hemat energi, namun berskala global/internasional. Salah satu peserta yang mengikuti dua lomba tersebut PENDAHULUAN . PT) Kontes Mobil Hemat Energi atau yang biasa disingkat KMHE merupakan ajang nasional yang memperlombakan kreasi mobil hemat energi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang Kementrian Pendidikan. Kebudayaan. Riset Teknologi (KEMDIKBUDRISTEK) setiap tahunnya. Secara umum bermaksud untuk mendesain dan membangun mobil dengan efisiensi tinggi atau menggunakan sumber energi alternatif yang berguna untuk mendorong inovasi pengembangan teknologi yang berkelanjutan pada bidang otomotif. KMHE bertujuan Jurnal Rekayasa Mesin (JRM). Vol. XX. No. XX. April 2024: XX-XX adalah tim Garuda Universitas Negeri Surabaya (GARNESA) Racing Team dengan menggunakan engine diesel Yanmar L48N6 yang termasuk dalam kategori Urban Diesel. Pada tahun 2022 memperoleh capaian konsumsi bahan bakar sebesar 165,25 km/L pada ajang KMHE dan 136 km/L pada ajang SEM. Sementara pada tahun 2023 sebesar 112 km/L pada SEM, sedangkan pada KMHE 126 km/L. Hal ini menandakan menurunnya performa mesin dan efisiensi konsumsi bahan bakarnya. Berdasarkan hasil penelitian (Effendi, 2. AuKonsumsi bahan bakar spesifik terkecil dihasilkan oleh intake manifold 10 cm celah katup 0,1 mm pada putaran 3300 sebesar 261,87 g/kWh. Ay Intake manifold adalah salah satu bagian terpenting pada engine diesel dalam sistem pembakaran mesin yang berfungsi sebagai wadah penyalur campuran udara dan bahan bakar ke dalam ruang bakar, yang pada umumnya terbuat dari bahan logam. Parameter yang mempengaruhi kinerja intake manifold antara lain suhu, kelembaban, velocity dan tekanan udara. Untuk meningkatkan dan mengoptimalkan efisiensi konsumsi bahan bakar dan performa mesin, dipengaruhi oleh perancangan dan pengembangan intake manifold yang inovatif. Material carbon fiber nylon adalah alternatif pilihan yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan intake manifold yang inovatif. Carbon fiber atau serat karbon merupakan material penguat yang paling kaku, namun serupa dengan fiberglass untuk kekuatan tarik dan tekannya, lebih lembut dan getas daripada fiberglass serta kekuatan tumbuknya yang lebih rendah (Travarel. Yudo, & Kiryanto, 2. Dengan beberapa kelebihan yang dimiliki serat karbon (Umam, 2. AuTahan korosi, mudah dibentuk sesuai kebutuhan, lebih ringan dan lebih kuat dari pada logam, sehingga serat karbon dapat dijadikan pilihan sebagai penguat dalam bahan komposit polimer berpenguat serat sintetik. Ay Dalam penelitian ini penggunaan serat nylon sebagai material pengikat dan serat karbon sebagai material penguat, yang setara dengan material logam, baik besi maupun baja. Namun secara spesifik kekuatan dan ketahanan carbon fiber nylon terhadap suhu maupun hantaman/benturan belum dapat melebihi material logam. Dengan penggunaan bahan carbon fiber nylon sebagai material intake manifold yang harapannya, memiliki efisiensi yang lebih baik, lebih ringan serta pembuatannya yang lebih mudah dan murah. Dengan menggunakan 3D printing, proses pembuatan suatu objek fisik lebih efisien dan fleksibel karena dibuat secara layer-by-layer, termasuk pembuatan objek yang rumit dan kompleks, serta dapat memotong biaya produksi dengan menghilangkan kebutuhan alat, peralatan dan persiapan produksi yang Menurut (Kosasih. Nugraha, & Saefullah, 2. Au3D Printer dengan model Fused Deposition Modelling (FDM) menggunakan bahan nozzle yang dipanaskan dan melelehkan bahan pada hasil Ay Secara keseluruhan penggunaan media 3D printing pada penelitian ini jauh lebih berguna daripada proses manufaktur konvensional yang lebih mahal, rumit dan memakan waktu yang lama. Selain itu, 3D printing juga melibatkan pengembangan material baru yang kompatibel dengan perkembangan era digital, serta dapat membawa dampak yang signifikan diberbagai industri dan sektor kehidupan di masa depan. Oleh karena penggunaan 3D printing yang menggunakan metode Fused Deposition Modelling (FDM), yaitu proses pencetakan layer per layer, maka peneliti tertarik untuk berfokus pada objek yang dihasilkan secara keseluruhan melalui proses pencetakannya dengan memperhatikan variasi kecepatan . rinting spee. layer setiap objeknya. DASAR TEORI Pada Dasar Teori akan menguraikan konsep dan prinsip yang menjadi landasan dalam penelitian ini. Penjelasan teori mencakup tentang mesin diesel, intake manifold, material carbon fiber nylon dan 3D Mesin Diesel Menurut AuTeori Dasar Motor DieselAy (Samlawi, 2. ,AyMesin diesel adalah motor bakar dengan proses pembakaran yang terjadi didalam mesin itu sendiri . nternal combustion engin. dan pembakaran terjadi karena udara murni dimampatkan . dalam suatu ruang bakar . sehingga diperoleh udara bertekanan tinggi serta panas yang tinggi, bersamaan dengan itu disemprotkan/ dikabutkan bahan bakar sehingga terjadilah pembakaran. Pembakaran yang berupa ledakan akan menghasilkan panas mendadak naik dan tekanan menjadi tinggi didalam ruang bakar. Tekanan ini mendorong piston kebawah yang berlanjut dengan poros engkol berputar. Ay Mesin diesel bekerja dengan menggunakan kompresi panas, udara dan suhunya terkompresi sangat tinggi, sehingga membakar bahan bakar diesel secara spontan. Salah satu mesin diesel yang umum digunakan adalah mesin diesel Yanmar L48N. Yang menggunakan satu silinder atau silinder tunggal dengan pendingin udara dan sistem injeksi langsung. Mesin Yanmar L48N merupakan mesin diesel yang diproduksi perusahaan Yanmar. Sering digunakan pada aplikasi portable atau yang memerlukan mobilitas, seperti pertanian, pompa air dan lain-lain. Intake Manifold Menurut penelitian (Adnan, 2. AuIntake manifold pada sepeda motor berfungsi sebagai wadah menyalurkan aliran campuran bahan bakar dan udara yang homogen ke dalam silinder. Ay Intake manifold merupakan bagian penting pada pembakaran internal, terutama pada mesin bensin dan diesel. Intake Muhammad Zikri Afdhol, dkk. | Perancangan Intake Manifold Diesel Engine A Jurnal Rekayasa Mesin (JRM). Vol. XX. No. XX. April 2024: XX-XX manifold adalah saluran atau rongga yang menyalurkan udara dan bahan bakar ke dalam ruang bakar, yang berada diantara throttle body dan port masuk . nlet por. Berguna untuk mengoptimalkan kinerja dan performa efisiensi mesin. Intake manifold didesain agar campuran udara dan bahan bakar bisa terdistribusikan secara merata ke setiap silinder mesin. Distribusi yang merata sangat berguna untuk performa dan efisiensi yang optimal. Mengubah bentuk dan panjang saluran intake manifold dapat meningkatkan torsi pada putaran mesin yang rendah atau meningkatkan daya pada putaran tinggi. Desain yang baik dapat mengoptimalkan efisiensi pembakaran, meningkatkan torsi dan daya mesin serta mengurangi emisi pembuangan. Variasi desain intake manifold juga dapat digunakan untuk tujuan lainnya, seperti meningkatkan performa pada lintasan balap atau meningkatkan efisiensi pembakaran pada penggunaan sehari-hari. Gambar 1. Intake Manifold Original Carbon Fiber Nylon Komposit adalah material alternatif/pengganti yang sudah digunakan sejak lama dan terdiri dari dua jenis material yaitu sebagai penguat dan pengikat. Keuntungan material komposit antara lain, tahan korosi, ramah lingkungan dengan sifat fisik dan mekanik yang sangat baik, murah/mudah dalam produksinya, serta perbaikan ataupun perawatan sifat dan karakteristik mudah sesuai kebutuhan konstruksi dan ringan. Berdasarkan penelitian (Mohammadizadeh & Fidan, 2. AuNylon digunakan sebagai matriks dan serat carbon (CF), fiberglass (FG) dan Kevlar digunakan sebagai bahan penguat, dengan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa bagian yang diperkuat CF memiliki kinerja lebih baik dibandingkan komponen yang diperkuat FG dan Kevlar. Ay Dengan hasil tes uji pengaruh fraksi volume fiber/serat terhadap Ultimate Tensile Strength (UTS). Ultimate Tensile Strength (UTS) adalah tegangan maksimum yang dapat ditahan suatu bahan ketika ditarik atau diregangkan, sebelum bahan tersebut patah. Kinerja tertinggi pada bahan Nylon-CF yang awalnya 19,17 MPa menjadi 446,87 MPa. Dan hasil tes uji pengaruh fraksi volume serat terhadap modulus elastis Nylon yang awalnya 0,297 GPa, menjadi 51,40 GPa ketika diperkuat oleh Carbon Fiber/serat karbon (CF) yang merupakan kinerja tertinggi. Menurut (Prasetya. Atmaja, & Perwira, 2. AuHasil penelitian menunjukkan bahwa susunan laminasi antar serat didalam penyusun penguat material komposit dengan metode hand lay up akan mempengaruhi kekuatan tarik. Kekuatan tarik tertinggi 82 MPa, pada spesimen A1 yang susunan seratnya dengan laminasi (CNCNCN) serat karbon, serat nilon, serat karbon, serat nilon, serat karbon, dan serat nilon. Kekuatan tarik terendah sebesar 13 MPa, pada spesimen A3 yang susunan seratnya dengan laminasi (NNCCNN) serat nilon, serat nilon, serat karbon, serat karbon, serat nilon, dan serat nilon. Ay 3D Printing Pencetakan 3 dimensi/3D dikenal juga sebagai Additive Manufacturing (AM) yang tengah berkembang pesat dan telah membawa perubahan Pencetakan/pembentukan suatu benda tiga dimensi menggunakan perangkat digital yang dilakukan dengan cara mengiris model 3D dalam beberapa Desain model 3D yang diprogram melalui device kemudian direspon oleh printer untuk membuat benda 3D lapisan demi lapisan berturut-turut hingga pola selesai dan bahan lengkap dibuat, yang dikenal dengan teknik manufaktur additif (AM). Proses pencetakan 3D berlangsung dari pembacaan file desain model 3D oleh device yang biasanya berbentuk file STereoLithography (STL). Model 3D dibuat dengan bantuan desain CAD atau pemindaian 3D dalam membentuk data geometris. Kemudian file STL yang telah dibaca, diproses oleh device kedalam bahasa pemrograman yang berisi arahan ke printer. Hal ini sangat berbeda dengan teknik manufaktur menghasilkan banyak limbah. Berbagai metode pencetakan 3D telah ditemukan seiring berkembangnya teknologi dan tingginya permintaan industri. Jenis proses pencetakan 3D bergantung pada material yang digunakan seperti polimer, logam, keramik dan komposit . emi cair, cair ataupun bubu. Beberapa metode/jenis yang dapat digunakan dalam pencetakan 3D atau AM, antara lain: Fused Deposition Modelling (FDM) Menurut penelitian terdahulu (Pristiansyah. Hasdiansyah, & Sugiyarto, 2. AuSalah satu teknologi 3D Printing yang terkenal dan murah adalah f (Fused Filament Fabricatio. teknologi tersebut juga dikenal Fused Deposition Modelling (FDM), prinsip kerja FDM adalah dengan cara ekstrusi thermoplastic melalui nozzle yang panas pada melting temperature selanjutnya produk dibuat lapis per lapis. Muhammad Zikri Afdhol, dkk. | Perancangan Intake Manifold Diesel Engine A Jurnal Rekayasa Mesin (JRM). Vol. XX. No. XX. April 2024: XX-XX Dua material yang paling umum digunakan adalah Acrylonitrile butadiene styrene (ABS) dan Polylactic Acid (PLA), sehingga sangat penting mengetahui akurasi dimensi produk. Ay Dalam metode ini, bahan material yang mengeras dilelehkan untuk membuat lapisan filamen. Tabel Tabel . ika ada sumber, diletakkan pada kiri bawah tabe. , dan gambar . ika ada sumber, diletakkan dibawah keterangan gamba. yang harus diberi nomor berurut dan dibahas dalam naskah seperti contoh tabel I . ngka romaw. berikut ini: Selective Laser Sintering (SLS) Metode Selective Laser Sintering (SLS) adalah penggunaan sinar laser yang bergerak disepanjang jalur sesuai yang ditentukan. Bahan/material yang digunakan berupa bubuk, dengan cara menyinter bahan bubuk untuk membuat cetakan padat. Ketika partikel bubuk terkena sinar laser, bubuk tersebut menyatu karna panas laser untuk membuat cetakan, dan setiap cetakan dilekatkan ke lapisan sebelumnya dengan peleburan yang sama (Wickramasinghe. Do, & Tran, 2. 0% - 25% Sangat Tidak Layak >25% - 50% Kurang Layak >50% - 75% Cukup Layak >75% - 100% Sangat Layak (Sumber: Abdi, 2020, p. METODE Stereolithography (SLA) AuTeknologi high end memanfaatkan teknologi laser dengan material resin photopolymer . olimer yang berubah sifat bila terkena cahay. Ay (AK. Ginting. Sani, & Astra, 2. Sinar laser ditembakkan ke permukaan wadah yang didalamnya terdapat resin . airan Begitu laser mengenai permukaannya, cairan akan langsung mengeras. Platform pencetakan turun satu layer, dan layer berikutnya dikerjakan diatasnya, sampai produk 3D selesai (Lubis. Djamil, & Yolanda, 2. TABEL I . Kategori Kelayakan Berdasarkan Rating Scale . Skor dalam Persen (%) Kategori Kelayakan Laminated Object Manufacturing (LOM) Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian Untuk mengidentifikasi hubungan sebab-akibat antara variabel-variabel dalam penelitian ini. Bermula dari penetapan judul dengan dosen pembimbing. Kemudian dilanjutkan dengan mengidentifikasikan masalah yang dihadapi dan mencari literatur yang relevan untuk penelitian. Dari hasil rancangan intake manifold akan dibuat rancang bangun berbahan dasar carbon fiber nylon menggunakan 3D printing dengan variasi printing speed. Jenis mesin 3D printing yang digunakan yaitu, 3D Printer Bambu Lab X1-Carbon dan bahan filament dengan jenis F3 PA CF Pro. Proses penelitian dirangkum dalam diagram alir berikut: Lapisan kertas yang dilapisi perekat, plastik atau laminasi logam disatukan dan dipotong menggunakan Objek dapat dimodifikasi dengan pemesinan setelah pencetakan (Rusianto. Huda, & Wibowo. TABEL I Perbandingan Metode 3D Printing Metode Proses Fused Deposition Modelling (FDM) Ekstruksi thermoplastic . aterial filamen. melalui nozzle panas yang akan mencetak model 3D lapis per lapis sesuai model desain Selective Laser Sintering (SLS) Menggunakan material bubuk untuk mencetak model 3D dengan cara menyinter bahan bubuk sesuai jalur yang ditentukan untuk membuat cetakan padat Stereolithograph y (SLA) Menggunakan material resin photopolymer untuk membuat model 3D dengan cara menembakkan sinar laser ke permukaan wadah yang terdapat cairan resin yang langsung mengeras membentuk model 3D Laminated Object Manufacturing (LOM) Menggunakan sinar laser untuk memotong lapisan kertas yang dilapisi perekat, plastik ataupun laminasi logam yang sudah Gambar 2. Diagram Alir Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Pada Bagian ini disajikan proses pencetakan 3D printing dan hasil penelitian berupa waktu pencetakan, berat dan kualitas kerataan intake manifold. Proses Pencetakan Dalam penelitian ini, proses pencetakan intake manifold dengan menggunakan software Bambu Muhammad Zikri Afdhol, dkk. | Perancangan Intake Manifold Diesel Engine A Jurnal Rekayasa Mesin (JRM). Vol. XX. No. XX. April 2024: XX-XX Studio, dilakukan melalui tahapan-tahapan sebagai Mengatur parameter 3D printing pada software Bambu Studio. Pada tahap awal proses pencetakan, yaitu melakukan pengaturan parameter 3D printing yang digunakan pada proses pencetakan. Beberapa pengaturan yang diatur seperti: plate type, filament, nozzle dan printing speed. Printing speed 100 mm/s Proses pencetakan intake manifold dengan kecepatan 100 mm/s berlangsung selama 1 jam 41 menit, yang merupakan waktu pencetakan tercepat diantara variasi kecepatan printing speed yang lain. Lamanya pencetakan dapat dilihat pada Gambar 4. dari waktu mulainya pencetakan pada pukul 14. WIB dan selesai pada pukul 16. 19 WIB. Gambar 4. Waktu Pencetakan Intake Manifold dengan Kecepatan 100 mm/s Gambar 3. Pengaturan Parameter 3D Printing pada Software Bambu Studio Menyimpan data yang sudah diatur dengan format g-code. Berat intake manifold setiap produk berbeda-beda, namun tetap ditimbang menggunakan timbangan yang sama yang dapat menghitung selisih perbedaan berat setiap produk. Hasil penimbangan produk dengan kecepatan 100 mm/s diperoleh sebesar 38,65 gram. Setelah selesai mengatur parameter 3D printing yang akan digunakan dalam pencetakan, file data pengaturan printing disimpan dengan format g-code agar dapat terbaca pada mesin 3D printing dengan cara menekan tombol slice pada software Bambu Studio. Preparation atau persiapan manual 3D printing. Menyesuaikan plate yang akan digunakan dengan bahan filament yang diinginkan dan memasukkan filament pada wadah 3D printing. Sebelum menggunakan filament Carbon Fiber Nylon, harus melalui tahap set pada oven dengan suhu 70-75oC yang disebut dengan proses drying. Gambar 5. Berat Produk Intake Manifold dengan Kecepatan 100 mm/s Secara visual hasil pencetakan produk intake manifold dengan kecepatan printing speed 100 mm/s pada Gambar 6. Start printing. Karena jenis printer Bambu Lab X1-Carbon sudah terkoneksi secara langsung pada jaringan, maka proses pencetakan bisa dimulai dengan cara menekan tombol printing pada software. Kemudian printer akan mulai melakukan tahap preparation secara otomatis, seperti ketinggian dan suhu bed/plate, serta suhu nozzle. Setelah itu, proses pencetakan dapat berlangsung yang dimulai dari first layer. Hasil Penelitian Hasil penelitian perancangan intake manifold diesel engine Yanmar L48N6 berbahan dasar carbon fiber nylon menggunakan 3D printing merupakan hasil perhitungan pencetakan produk baik dalam segi waktu pencetakan, berat maupun visual/kualitas produk intake manifold yang dihasilkan. Berikut ini data hasil penelitian yang didapat: Gambar 6. Visual Produk Intake Manifold dengan Kecepatan 100 mm/s Kualitas kerataan produk intake manifold yang dihasilkan berbeda-beda, namun tetap diukur menggunakan alat dial indicator yang sama. Pengukuran produk intake manifold dilakukan beberapa kali, kemudian diambil rata-rata dari nilai Hasil pengukuran produk intake manifold Muhammad Zikri Afdhol, dkk. | Perancangan Intake Manifold Diesel Engine A Jurnal Rekayasa Mesin (JRM). Vol. XX. No. XX. April 2024: XX-XX dengan kecepatan 100 mm/s sebesar 0,13 mm, terlihat pada Gambar 7. Gambar 10. Visual Produk Intake Manifold dengan Kecepatan 50 mm/s Gambar 7. Pengukuran Dial Indicator pada Intake Manifold dengan Kecepatan 100 mm/s Printing speed 50 mm/s Hasil penelitian pada kecepatan printing speed 50 mm/s, diperoleh waktu lamanya pencetakan 1 jam 57 menit, berbeda sekitar 16 menit lebih lama dari pencetakan produk dengan kecepatan 100 mm/s. Proses pencetakan produk dimulai dari 08. 48 WIB dan selesai pukul 10. 45 WIB. Setelah melakukan beberapa kali pengukuran kerataan produk intake manifold dengan kecepatan printing speed 50 mm/s menggunakan dial indicator. Kemudian diambil rata-rata dari hasil pengukuran tersebut, sehingga diperoleh nilai sebesar 0,2 mm, terlihat pada Gambar 11. Gambar 11. Pengukuran Dial Indicator pada Intake Manifold dengan Kecepatan 50 mm/s Gambar 8. Waktu Pencetakan Printing Speed 50 Sedangkan dari segi berat produk memperoleh sebesar 38,68 gram. Hal ini berbeda 0,03 gram lebih berat dari produk dengan kecepatan 100 mm/s, yang terlihat pada Gambar 9. Gambar 9. Berat Produk Intake Manifold dengan Kecepatan 50 mm/s Secara visual hasil pencetakan produk intake manifold dengan kecepatan printing speed 50 mm/s pada Gambar 10. Printing speed 20 mm/s Hasil pencetakan produk intake manifold dengan kecepatan 20 mm/s, berlangsung selama 3 jam 48 menit, yang merupakan waktu terlama pencetakan produk dibandingkan variasi kecepatan printing speed Pencetakan produk dimulai pada pukul 11. WIB hingga selesai pada pukul 15. 01 WIB. Gambar 12. Waktu Pencetakan Intake Manifold dengan Kecepatan 20 mm/s Sedangkan hasil penimbangan berat produk intake manifold dengan kecepatan printing speed 20 mm/s diperoleh sebesar 38,70 gram, yang merupakan produk terberat diantara variasi kecepatan lainnya. Muhammad Zikri Afdhol, dkk. | Perancangan Intake Manifold Diesel Engine A Jurnal Rekayasa Mesin (JRM). Vol. XX. No. XX. April 2024: XX-XX Gambar 13. Berat Produk Intake Manifold dengan Kecepatan 20 mm/s Secara visual hasil pencetakan produk intake manifold dengan kecepatan printing speed 20 mm/s pada Gambar 14. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, 3 variasi printing speed . igh, medium dan lo. berpengaruh terhadap pembuatan intake manifold namun tidak signifikan, baik dari segi waktu pembuatan, berat serta kualitas produk intake manifold yang dihasilkan. Dengan hasil terbaik dari perancangan intake manifold berbahan dasar carbon fiber nylon menggunakan 3D printing adalah variasi printing speed 100 mm/s dengan waktu pencetakan selama 1 jam 41 menit, dan berat 38,65 gram serta kualitas kerataan produk dengan nilai 0,13 mm. REFERENSI