P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 Realitas Preferensi Mahasiswa Memutuskan Belajar pada Program Studi Pendidikan Agama Islam Reality of Student Preferences Deciding to Study in the Islamic Education Study Program Musaddad Harahap1. Yenni Yunita2. Berby Rumiati Simbolon3 1,2,3 Universitas Islam Riau. Jl. Kaharuddin Nst No. Simpang Tiga. Kec. Bukit Raya. Kota Pekanbaru. Riau 28284. Indonesia e-mail: musaddadharahap@fis. ABSTRACT The religious education study program is an education program that has a fairly stable chance of accepting new students. The development of the number of students in the Islamic education study program is relatively fluctuating. Year after year, the number of students is relatively constant. there is a decrease in the interest of prospective new students, then the decline is not too drastic. Likewise, when there is an increase in interest, the increase is not too significant. The research method chosen in this study is descriptive quantitative, which is to visualize the phenomenon with representative numbers. Data were collected using survey instruments and data analysis using the percentage formula, then presented with a pie chart. The results showed that the main factors influencing student decisions include intention . elf-motivatio. , family encouragement, religious motivation, career prospects, social environment, and ukhrawi paradigm. The findings are expected to be a reference for educational institutions in improving the attractiveness and quality of study Keywords: Preferences. Students. Learning. Islamic Education ABSTRAK Program studi pendidikan agama merupakan program pendidikan yang punya kans cukup stabil dalam menerima mahasiswa baru. Perkembangan jumlah mahasiswa di program studi pendidikan agama Islam relatif fluktuatif. Tahun demi tahun, jumlah mahasiswanya relatif konstan. Jika ada penurunan minat calon mahasiswa baru, maka penurunan tersebut tidak terlalu drastic. Begitu juga ketika mengalami kenaikan peminat, maka kenaikannya tidak terlalu signifikan. Metode penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif yaitu untuk memvisualisasikan fenomena dengan angka-angka yang representatif. Data dijaring dengan instrumen survei dan analisis data menggunakan rumus peresentase, seterusnya disajikan dengan diagram lingkar. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang memengaruhi keputusan mahasiswa meliputi niat . otivasi dir. , dorongan keluarga, motivasi religius, prospek karier, lingkungan sosial, dan paradigma Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi lembaga pendidikan dalam meningkatkan daya tarik dan kualitas program studi. Kata Kunci: Preferensi. Mahasiswa. Belajar. Pendidikan Agama Islam FIRST RECEIVED: 2025-03-22 REVISED: 2025-03-31 ACCEPTED: 2025-03-31 https://doi. org/10. 25299/ajaip. PUBLISHED: 2025-04-30 Corresponding Author: Musaddad Harahap AJAIP is licensed under Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International Published by UIR Press Musaddad Harahap. Yenni Yunita. Berby Rumiati Simbolon: Realitas Preferensi Mahasiswa Memutuskan Belajar pada Program Studi Pendidikan Agama Islam P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 PENDAHULUAN Program studi pendidikan agama Islam adalah salah satu program studi yang cukup populer bagi anak-anak muda di Indonesia. Perkembangan Prodi PAI semakin hari semakin Data terbaru dalam SINTA menunjukkan jumlah Prodi PAI untuk sarjana (S. berjumlah 919 program studi. Jumlah ini merupakan akumulasi dari semua data Prodi PAI dengan code yang berbeda. Gambar 1. Data Prodi PAI di SINTA Gambar di atas menunjukkan Prodi PAI dalam pangkalan SINTA sangat mendominasi dengan jumlah yang cukup fantastis. Bila dibandingkan dengan prodi-prodi lain. Prodi PAI hampir tersebar diseluruh daerah. Selain itu Prodi PAI juga hampir terdapat diseluruh jenjang dan jenis perguruan tinggi. Pada jenjang pendidikan ada yang Strata 1. Strata 2, dan Strata 3. Sementara pada jenis pendidikan. Prodi PAI ada di PTAIN. PTAIS, dan bahkan di PTUN dan PTUS. Dari sekian banyak Prodi PAI yang ada di Indonesia, salah satunya berada di Universitas Islam Riau . elanjutnya ditulis dengan UIR). Dari data-data yang disampaikan tersebut semakin memperjelas bahwa kedudukan dan posisi Prodi PAI di mata masyarakat, ternyata telah menjadi pilihan menarik sebagai tempat belajar dan mengembangkan diri. Prodi PAI UIR sendiri berdiri pada tahun 2000 dan kebetulan bersamaan dengan Prodi Ekonomi Islam UIR. Secara operasional Prodi PAI UIR di buka pada tahun akademik 2000/2001 (Zubaidah, et. , 2. Terhitung mulai tahun 2023 Prodi PAI UIR telah meraih akreditasi Unggul dari LAMDIK Republik Indonesia dengan SK nomor 423/SK/LAMDIK/Ak/S/i/2023. Prodi PAI FAI UIR juga telah menerapkan kurikulum KKNI-MBKM, dan bahkan sekarang . Agustus 2. telah mulai menggagas, merancang, dan mengembangkan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) untuk dapat diterapkan pada tahun 2025. Usia Prodi PAI UIR saat ini sudah mencapai 24 tahun. Dalam perjalanannya Prodi PAI UIR telah mengalami perkembangan yang cukup baik, terutama dalam hal jumlah Lebih spesifik lagi, jika dilihat dalam lima tahun terakhir ini, jumlah mahasiswa baru yang masuk ke Prodi PAI UIR tergolong stabil. Hal ini dapat diketahui dari rekapitulasi Musaddad Harahap. Yenni Yunita. Berby Rumiati Simbolon: Realitas Preferensi Mahasiswa Memutuskan Belajar pada Program Studi Pendidikan Agama Islam P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 mahasiswa baru di web PMB UIR yaitu app. Adapun data mahasiswa baru lima tahun terakhir sebagai berikut: Grafik 1. Data Mahasiswa Baru Prodi PAI UIR 5 Tahun Terakhir Data Mahasiswa Baru 5 Tahun Terakhir Column1 2020/2021 2021/2022 2022/2023 2023/2024 2024/2025 Dari grafik di atas, terlihat pada tahun akademik 2020/2021 terdapat mahasiswa baru sebanyak 121 orang. Pada tahun akademik 2021/2022 terdapat 168 mahasiswa baru. Bila dibandingkan tahun sebelumnya ada peningkatan sebanyak 47 mahasiswa baru. Pada tahun akademik 2022/2023 mahasiswa baru sebanyak 181 orang. Jika dibandingkan tahun sebelumnya terdapat peningkatan sebanyak 13 orang. Seterusnya pada tahun akademik 2023/2024 mahasiswa baru sebanyak 151 orang. Jika dibandingkan tahun sebelumnya terjadi penurunan sebanyak 30 mahasiswa baru. Kemudian pada tahun akademik 2024/2025 mahasiswa baru berjumlah 139 orang. Apabila dibandingkan pada tahun sebelumnya maka tetap terjadi penurunan sebanyak 12 orang. Khusus data tahun akademik 2024/2025, masih berkemungkinan meningkat karena sampai saat ini penerimaan mahasiswa baru Prodi PAI UIR masih terus berlangsung. Jadi trend mahasiswa baru Prodi PAI UIR dalam 5 tahun belakangan ini diawali dengan kenaikan secara landai dan menurun secara landai. Bila berpedoman pada analisis kelemahan . dan ancaman . , perolehan jumlah mahasiswa Prodi PAI UIR pada dasarnya tidak terlalu buruk karena mengingat banyaknya Prodi PAI di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau. Walaupun kelemahan dan ancaman sangat konkrit di depan mata, tapi angka mahasiswa baru di Prodi PAI UIR tetap stabil. Hal ini menunjukkan bahwa Prodi PAI sebenarnya merupakan Prodi yang populer dan digandrungi anak-anak muda sebagai tempat belajar. Sebenarnya di mana saja setiap orang bisa untuk belajar karena belajar itu pada dasarnya adalah memperoleh pengetahuan nyata. Untuk memperoleh pengetahuan nyata itu ada yang mengganggap dapat ditempuh dengan akal budi secara apriori . dan ada juga yang beranggapan bahwa pengetahuan nayata itu hanya dapat diperoleh dari pengalaman inderawi secara a posteriori . (Kodelja, 2. Belajar juga dapat dipahami sebagai upaya untuk mengembangkan basiswa pengetahuan, kemampuan, dan pola Hal itu semua dilakukan oleh pendidik yang professional. Bahkan sekarang sangat diyakini keberhasilan belajar itu dapat tercapai, maka perlu pengorganisasian yang baik (Carpenter, 2. Jadi intinya belajar sangat penting bagi seseorang. Belajar merupakan aspek penting dari sebuah perkembangan kognitif dan sosial (Ogren & Sandhofer, 2. Begitulah pentingnya belajar, bahkan dalam Islam disebut belajar merupakan aktivitas yang Musaddad Harahap. Yenni Yunita. Berby Rumiati Simbolon: Realitas Preferensi Mahasiswa Memutuskan Belajar pada Program Studi Pendidikan Agama Islam P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 dilakukan secara serius, konsentrasi, lahir dari niat yang tulus, dan dilakukan secara berkesinambungan (Musaddad, 2. Dengan demikian salah satu tempat yang tepat dan memungkingkan untuk mewujudkan itu adalah di dalam lembaga pendidikan. Dari berbagai keterangan di atas, perlu dirumuskan masalah penelitian. Masalah penelitian ini adalah bagaimana realitas preferensi mahasiswa baru untuk belajar pada program studi pendidikan agama Islam? Tujuan penelitian untuk realitas preferensi mahasiswa baru untuk belajar pada program studi pendidikan agama Islam. Lokus penelitiannya di Prodi PAI FAI UIR. Adapun pendekatan yang akan digunakan untuk memetakan dan menyelesaikan kegelisahan akademik ini adalah dengan kombinasi kuantitatif dan kualitatif atau sering disebut mixed methods. Penelitian ini memiliki nilai kebaruan . tate of the ar. karena belum ada yang persis meneliti problem tersebut. Kalau penelitian yang memiliki kemiripan cukup banyak. Misalnya penelitian Ismayanti . meneliti tentang preferensi mahasiswa belajar online. Penelitian mirip dengan penelitian yang akan dilakukan karena sama melihat kecenderungan yang dialami oleh mahasiswa. Namun tetap memiliki perbedaan, di mana penelitian yang akan dilakukan konsennya kepada kecenderungan mahasiswa untuk kuliah di Prodi PAI UIR. Ada juga penelitian Ismiati dan Andayani, . , penelitian mereka fokus pada studi komparatif tentang preferensi belajar mahasiswa online dan face to face. Tentu penelitian itu juga berbeda dengan penelitian yang akan dilakukan. Perbedaannya khusus pada subtansi Penelitian yang akan dilakukan lebih kepada kecenderungan mahasiswa untuk menjatuhkan pilihannya pada suatu lembaga sebagai tempat belajar (Musaddad, 2. Selanjutnya ada juga penelitian dari Yang & Hu . , penelitian ini mencoba untuk melihat bagaimana preferensi mahasiswa belajar dengan bantuan ponsel dan sekaligus mereka melihat bagaimana dampaknya terhadai keaktifan mahasiswa. Jadi penelitian yang akan dilakukan memiliki perbedaan. Perbedaannya adalah pada fokus preferensi mahasiswanya. Dari beberapa penelitian yang sudah disebutkan, maka dapat ditegaskan kembali bahwa penelitian ini sudah punya pijakan awal untuk mengulas tema yang akan diteliti. Jika ada beberapa penelitian yang memiliki kemiripan, maka penelitian tersebut akan dijadikan sebagai referensi tambahan untuk memperluas dan memperdalam penelitian yang akan dilakukan. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian adalah kuantitatif deskriptif. Metode ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang fenomena atau tipologi dan pola-pola sekitar tema yang dikaji (Kusumastuti, 2. yaitu kencenderungan memilih Program Studi Pendidikan Agama Islam untuk tempat belajar dan mengembangkan diri. Perlu diketahui pada awalnya jenis penelitian yang digunakan saat pelaksanaan penelitian adalah metode campuran . ix method. Namun dalam luaran ini sengaja dipisah antara kuantitatif deskriptif dan kualitatif. Untuk hasil penelitian yang bersifat kualitatif dengan bantuan analisis data NVivo 12 akan dipublikasikan secara terpisah di jurnal yang lain. Jadi pada kesempatan ini hanya hasil penelitian yang akan dipublikasikan hanya data-data yang bersifat kuantitatif deskriptif. Musaddad Harahap. Yenni Yunita. Berby Rumiati Simbolon: Realitas Preferensi Mahasiswa Memutuskan Belajar pada Program Studi Pendidikan Agama Islam P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 Kemudian data penelitian diperoleh dari responden sebanyak 139 mahasiswa Prodi PAI FAI UIR angkatan 2024. Alat yang digunakan untuk menjaring data dengan teknik Setelah data diperoleh dari responden, selanjutnya data tersebut akan dianalisis dengan menghitung rumus persentase (Sugeng, 2. Selanjutnya hasil perhitungan persetanse akan disajikan dengan menggunakan grafik lingkaran. HASIL DAN PEMBAHASAN Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam Riau, kemudian disebut Prodi PAI FAI UIR, berdiri pada tahun 2000. Untuk operasionalnya secara resmi dimulai pada tahun yang sama yaitu tahun akademik 2000/2001. Prodi PAI FAI UIR ini merupakan salah satu prodi yang ada di Fakultas Agama Islam Universitas Islam Riau, di samping prodi lain yaitu. Prodi Ekonomi Syariah. Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Perbankan SyariAoah, dan Pendidikan Bahasa Arab. Terhitung dari tahun 2023. Program Studi Pendidikan Agama Islam UNGGUL 423/SK/LAMDIK/Ak/S/i/2023. Masa berlaku 31 Mei 2022 sampa dengan 30 Mei 2027. Pada saat ini dosen tetap Prodi PAI FAI UIR tercatat sebanyak 12 orang dengan latar pendidikan dalam dan luar negeri dan semuanya sudah berpendidikan strata tiga. Faktor Penguat Kecenderungan Mahasiswa Belajar di Prodi PAI Meminjam teori akuntansi, ketika seseorang memilih sesuatu pasti ada faktor-faktor yang paling dominan untuk mempengaruhi sesorang sehingga pilihan itu diputuskan. Artinya setiap keputusan pasti didahului oleh kriteria keputusan . ecison criteri. Biasanya kriteria keputusan itu ada yang berwujud dan ada yang tidak berwujud. Keputusan yang dilandasi wujud misalnya merujuk pada kriteria yang dapat diukur. Sementara yang tidak berwujud akan merujuk pada isu-isu yang bersifat kualitatif (Hall, 2. Jadi faktor tersebut datang secara internal maupun eksternal. Kedua-keduanya sama-sama memiliki potensi yang kuat untuk mengarahkan seseorang memutuskan pilihannya. Sangat mustahil jika ada orang memilih sesuatu tanpa ada faktor yang mempengaruhi. Meskipun begitu dalam riset ini untuk mengetahui faktor tersebut, sengaja dibuat kuesioner untuk dijawab mahasiswa. Dalam kuesioner tersebut telah disediakan alternatif jawaban. Alternatif jawaban itu sendiri telah dipikirkan secara matang, agar tetap sesuai dengan kondisi responden. Dari beberapa pertanyaan yang diberikan, maka mahasiswa telah menjawabnya sesuai dengan kondisi mereka masing-masing. Berikut rekap hasil isian kuesioner oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam Riau. Grafik 2. Sumber Informasi Untuk Mengenal Prodi PAI FAI UIR Musaddad Harahap. Yenni Yunita. Berby Rumiati Simbolon: Realitas Preferensi Mahasiswa Memutuskan Belajar pada Program Studi Pendidikan Agama Islam P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 Berdasarkan gambar diagram di atas, dapat diketahui bahwa dari keseluruhan mahasiswa yang menjawab pertanyaan maka yang menjawab AuBrosur atau Spanduk Penerimaan Mahasiswa BaruAy sebesar 25,3%. AuMedia Sosial Prodi PAI FAI UIRAy sebesar 42,5%. AuDosen Prodi API UIRAy sebesar 8%. AuMahasiswa Aktif Prodi PAI UIRAy sebesar 9,2%, dan AuAlumni Prodi PAI UIRAy sebesar 14,9%. Dari data ini dapat dipahami bahwa mahasiswa yang masuk ke prodi PAI sangat didominasi oleh orang-orang yang melek terhadap teknologi. Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda sekarang tidak dapat lagi dipisahkan dengan teknologi. Untuk itu penting untuk memfasilitasi mereka dengan baik. Kencenderungan mereka untuk belajar di Prodi PAI ternyata sebagian besar dipengaruhi oleh media sosial. Meskipun begitu faktor-faktor yang lain tetap harus diperhatikan karena tidak sedikit diantara mereka yang mencoba untuk mengenal Prodi PAI dengan membaca dan beriteraksi dengan orang-orang yang memiliki keterkaitan dengan Prodi PAI FAI UIR. Dalam sebuat riset disebut bahwa sadar atau tidak sadar setiap mahasiswa pasti mencari dan mengumpulkan informasi sebelum mereka memutuskan untuk masuk pada salah satu perguruan tinggi (Sudarwi, 2. Untuk itu setiap top management di tiap perguruan tinggi disarankan untuk menyediakan informasi yang sebanyak-banyaknya tentang perguruan tingginya agar calon-calon mahasiswa memiliki perbendaharaan yang cukup sebelum mereka mengambil keputusan. Ketika mahasiswa memiliki informasi yang cukup, maka itu akan berimplikasi pada dedikasi dan kualitas mereka ketika sudah bergabung. Pertanyaan lain adalah bagaimana kondisi yang anda alami sebelum menentukan pilihan kuliah di Prodi PAI FAI UIR? Data yang diperoleh dapat dilihat pada gambar berikut: Grafik 3. Kondisi yang Anda Alami Mahasiswa Sebelum Menentukan Pilihan Kuliah Berdasarkan gambar diagram di atas, dapat diketahui bahwa dari keseluruhan mahasiswa yang menjawab pertanyaan maka yang menjawab AuKarena Sudah Niat dari AwalAy sebesar 54%. AuKarena tidak Lulus SNMPTNAy sebesar 13,8%. AuKarena dapat Arahan OrangtuaAy sebesar 25,3%. AuKarena dibujuk Teman yang Sudah Kuliah di PAIAy sebesar 4,6%, dan AuDari Pada Tidak KuliahAy sebesar 2,3%. Dari data ini dapat interpretasikan bahwa mahasiswa yang masuk ke prodi PAI sangat didominasi oleh orang-orang yang telah memiliki niat yang tulus. Mereka memilih Prodi PAI bukan karena dipaksa oleh unsur eksternal, tetapi lebih dominan dari unsur internalnya yaitu motivasi diri sendiri. Dalam teori disebut jika seseorang memiliki niat yang tulus maka biasanya orang tersebut akan lebih dekat dengan sifat sublimatif yaitu sifat yang mampu mengarahkan diri seseorang ke arah yang lebih positif (Nurhasanah, et. , 2. Biasanya orang dengan sifat sulimatif akan memiliki pertahanan Musaddad Harahap. Yenni Yunita. Berby Rumiati Simbolon: Realitas Preferensi Mahasiswa Memutuskan Belajar pada Program Studi Pendidikan Agama Islam P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 diri yang lebih kokoh dan mereka memiliki mekanisme yang baik dalam memindahkan dorongan negetaif ke arah yang lebih positif. Hal demikian pertanda bahwa pada umum mahasiswa Prodi PAI FAI UIR angkatan tahun 2024 memilih Prodi PAI lebih didorong oleh keyakinan ukhrawi . dibandingkan dorongan duniawi . elar akademi. Pertanyaan berikutnya adalah kenapa anda yakin kuliah di Prodi PAI FAI UIR? Pertanyaan ini untuk memetakan keputusan terakhir mereka untuk kuliah di Prodi PAI FAI UIR. Dari data yang diperoleh, maka dapat dipresentaskan seperti pada gambar berikut: Grafik 4. Faktor Pembentuk Keyakinan Akhir Mahasiswa Kuliah di Prodi PAI Berdasarkan gambar diagram di atas, dapat diketahui bahwa dari semua mahasiswa yang menjawab pertanyaan tersebut, maka yang menjawab AuKarena KurikulumnyaAy sebesar 21%. AuKarena Kampusnya di KotaAy sebesar 5,7%. AuKarena Akreditasi UnggulAy sebesar 65,5%. AuKarena Melihat Gelar dan Karya DosenAy sebesar 2,3%, dan AuKarena Melihat Gedung dan FasilitasnyaAy sebesar 4,6%. Dari data ini dapat interpretasikan bahwa keyakinan mahasiswa untuk memutuskan kuliah di prodi PAI sangat didominasi oleh orang-orang yang paham tentang perguruan tinggi. Terdapat 65,5% yang meyakinkan kuliah di Prodi PAI FAI UIR disebabkan oleh akreditasi. Perlu diketahui, akreditasi sendiri merupakan potret ril dari semua aspek yang terdapat di sebuah program studi. Akumulasi semua kegiatan yang ada akan diasosiasikan melalui pengakuan dari pemerintah dan ahli yang terlibat dalam Badan Akreditasi Perguruan Tinggi (BAN-PT) atau Lembaga Akredtasi Mandiri (LAM). Secara konseptual akreditasi bukanlah sekadar penilaian formal belaka, namun di sana terdapat mekanisme yang sangat ketat untuk menjaga tata kelola dan kualitas sehingga dapat memberikan pelayanan pendidikan yang holistik. Jadi akreditasi adalah pilar penting dalam untuk menggapai mutu dan layanan di lembaga pendidikan (Febriyanti & Syukri, 2. Kembali pada data penelitian, jawaban terbanyak kedua adalah karena kurikulumnya, data ini artinya bahwa masih sangat erat hubungannya dengan jawaban terbanya yaitu karena Untuk itulah pengelola Prodi PAI sangat dituntut untuk mampu merawat dan mengarahkan mahasiswa-mahasiswanya agar dapat ditumbuh dan berkembang lebih baik dari pada sebelumnya karena mereka telah datang dengan paradigma positif dan optimisme yang sangat tinggi terhadap eksistensi Program Studi Pendidikan Agama Islam. Adalah sebuah kewajiban bagi pengelola program studi dan dosen-dosen serta tenaga pendidikan untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh mahasiswa. Jangan sampai titipan harapan dan cita-cita mereka tersebut terhenti karena kesalahan program studi. Ketulusan mereka belajar di Prodi PAI adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Musaddad Harahap. Yenni Yunita. Berby Rumiati Simbolon: Realitas Preferensi Mahasiswa Memutuskan Belajar pada Program Studi Pendidikan Agama Islam P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 SIMPULAN Kesimpulan penelitian adalah preferensi mahasiswa dalam memilih Program Studi Pendidikan Agama Islam sebagai tempat untuk belajar dan mengembangkan diri cukup rasional dan argumentatif. Hal ini diketahui dari pilihan mereka dari alternatif jawaban yang telah disediakan dalam instrumen survei. Walaupun jawaban mereka berbeda, tapi mayoritas alternatif jawaban yang mereka pilih selalu pada alternatif jawaban yang diharapkan yaitu Media Sosial. Brorus. Karena Niat Tulus. Karena Dorongan Orangtua. Karena Akreditasi, dan Karena Kurikulum. Jadi mahasiswa angkatan 2024 masuk ke Prodi PAI FAI UIR dengan multi faktor, seperti motivasi pribadi, motivasi eksternal, prospek karier di masa depan, dan paradigma ukhrawi. Keputusan ini mencerminkan realitas bahwa minat terhadap pendidikan agama Islam tidak hanya didorong oleh aspek akademik, tetapi juga nilai-nilai keagamaan, dorongan keluarga, serta peluang pekerjaan yang tersedia. Dengan memahami faktor-faktor ini, institusi pendidikan dapat lebih baik dalam merancang strategi yang menarik dan relevan bagi calon mahasiswa pada tahun akademik berikutnya. DAFTAR PUSTAKA