Jurnal Magistra Volume 3 Nomor 2 Juni 2024 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62200/magistra. Available online at: https://ejurnal. id/index. php/magistra Peran Pendamping SEKAMI dalam Membina Iman Anak di Stasi Santo Romanus Sifaoroasi Lolohowa Martina Rosmaulina Marbun 1*. Raimon Bawamenewi 2 STP Dian Mandala Gunungsitoli. Indonesia Email: martina. rosmar@stpdianmandala. id 1*, raimonbawamenewi@gmail. Alamat: Jl. Nilam No. Ilir Gunungsitoli Korespondensi penulis: martina. rosmar@stpdianmandala. Abstract. Faith is the basic attitude of man to welcome God who reveals Himself to man. SEKAMI faith building activity is an activity to build children's faith so that the child's faith is more firm and knows God better. SEKAMI companions are messengers of Allah to proclaim His word for SEKAMI children. The purpose of this paper is to find out how the role of SEKAMI companions in fostering children's faith at the Saint Romanus Sifaoroasi Simanaere Lolohowa Station. This study uses a qualitative method with an observation and interview approach. The data obtained will be analyzed and described narratively by referring to several books, related articles. The findings of this study are found that SEKAMI Companions play a very important role in fostering the faith of children at the Saint Romanus Sifaoroasi Simanaere Lolohowa Station. This is reflected in the personality of SEKAMI's companion who is close to Jesus and becomes a friend to SEKAMI's children. Keywords: Build faith. SEKAMI child. SEKAMI companion Abstrak. Iman merupakan sikap dasar manusia menyambut Tuhan yang mewahyukan diri-Nya kepada manusia. Kegiatan bina iman SEKAMI merupakan kegiatan membina iman anak-anak agar iman anak tersebut semakin teguh dan lebih mengenal Allah. Pendamping SEKAMI merupakan utusan Allah untuk mewartakan sabda-Nya bagi anak-anak SEKAMI. Tujuan tulisan ini ialah untuk mengetahui bagiamana peran pendamping SEKAMI dalam membina iman anak di Stasi Santo Romanus Sifaoroasi Simanaere Lolohowa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan observasi dan wawancara. Data yang diperoleh akan dianalisis dan dideskripsikan secara naratif dengan merujuk beberapa buku, artikel yang berkaitan. Hasil temuan penelitian ini ialah ditemukan bahwa Pendamping SEKAMI sangat berperan dalam membina iman anak-anak di Stasi Santo Romanus Sifaoroasi Simanaere Lolohowa. Hal itu tercermin dalam kepribadian pendamping SEKAMI yang dekat dengan Yesus dan menjadi sahabat bagi anak-anak SEKAMI. Kata kunci: Bina iman, anak SEKAMI, pendamping SEKAMI LATAR BELAKANG Iman adalah sikap dasar manusia menyambut Tuhan yang mewahyukan diri-Nya kepada manusia. Sikap ini memiliki hubungan erat dengan harapan dan kasih. Sikap dasar berisikan kebenaran tentang Tuhan serta hubungannya dengan alam semesta beserta seluruh isinya (Tina, 2011, hlm. Iman anak perlu ditumbuhkembangkan agar anak dapat memberikan nilai-nilai yang baik di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, dalam proses pertumbuhan iman anak, pendamping haruslah membantu dan mendampingi anak tersebut supaya iman anak dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik (Stefanus & Hilda, 2011, hlm. Bina iman anak adalah suatu kegiatan yang diselenggarakan di luar jam sekolah dengan tujuan membina iman anak, dan kegiatan ini bersifat menggembirakan. Kegiatan ini juga dapat diartikan sebagai suatu kegiatan pembinaan iman anak yang dilaksanakan pada Received: Mei 28, 2025. Revised: Mei 15, 2025. Accepted: Juni 29, 2025. Published: Juni 30, 2025 Peran Pendamping SEKAMI dalam Membina Iman Anak di Stasi Santo Romanus Sifaoroasi Lolohowa hari minggu dan bersifat menggembirakan anak. Dalam kegiatan pembinaan iman anak ini ada dua unsur penting yakni membina iman anak dan pembinaan dilaksanakan dalam suasana gembira. Kegiatan ini juga untuk menghilangkan rasa jenuh dan bosannya anak atas kegiatan yang telah dilakukan oleh anak selama satu minggu di sekolah formal (Stefanus & Hilda, 2011, hlm. Bina iman merupakan suatu proses menumbuhkan sikap beriman anak yang dapat dilakukan oleh pendamping Sekami untuk membantu anak-anak agar berkembang menjadi manusia yang berakhlak mulia, bertanggung jawab dalam memelihara kesatuan pribadi dengan Allah pencipta (Bolen et al. , 2023, hlm. Bina iman anak Sekami juga merupakan salah satu kegiatan pelayanan yang diberikan oleh Gereja terhadap anak-anak, dengan melakukan kegiatan bina iman anak tersebut harapannya supaya anak-anak menjadi lebih mengenal tentang Tuhan Yesus dan agama sendiri serta membentuk karakter anak agar menjadi lebih baik lagi (Jumrio, 2021, hlm. Orang yang memberi diri untuk membina anak-anak merupakan orang yang setia Kepada Allah, dimana ia berupaya untuk menumbuhkan iman dalam diri anak-anak yang ia Dan hal ini merupakan berkat dan dorongan yang diberikan oleh Allah sendiri. Dalam bina iman mungkin banyak yang menjadi tantangan, tetapi bagi pendamping yang memang sungguh-sungguh menghayati perannya, itu bukanlah suatu halangan untuk melaksanakan bina iman (Marbun et al. , 2024, hlm. Pembina adalah orang yang diutus oleh Allah dan dipanggil untuk mewartakan Sabda Allah. Maka dari itu wajiblah seorang pembina menghargai dan menjunjung tinggi panggilan yang telah diterimanya dengan penuh tanggung jawab dan sukarela memberikan diri untuk membina anak-anak, sehingga anak-anak yang dibina memiliki relasi yang baik dengan Yesus secara pribadi, yang dapat dilihat dalam hubungan dengan orang lain (Darina et al. , 2021, hlm. Pendamping Sekami bertanggung jawab untuk membina iman anak melalui pertemuan ibadat Sekami setiap minggunya. Mereka berperan sebagai pendidik yang memiliki peran vital dalam mengembangkan pemahaman anak-anak akan ajaran Yesus Kristus melalui Ibadat Sekami (Sitepu & Simbolon, 2024, hlm. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti, banyak anak-anak Sekami di stasi St. Romanus Sifaoroasi Simanaere Lolohowa yang imannya belum terbina, contoh konkretnya banyak anak-anak yang tidak datang ke ibadat Sekami setiap hari minggu dan lebih mementingkan untuk bermain dengan teman-temannya di rumah. Contoh lain dapat dilihat ketika ada salah satu dari teman sebayanya yang sedang berkesusahan, beberapa anak tidak tergerak hatinya untuk menolong dan memberi bantuan kepada JURNAL MAGISTRA - VOLUME 3 NOMOR 2 JUNI 2025 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. temannya tersebut dan bahkan sampai mengejek teman yang sedang berkesusahan. Hal ini dapat mengakibatkan adanya generasi yang senang menyimpang dari ketentuan yang telah dibuat (Setiawan & Abrianto, 2021, hlm. Untuk melihat arah penelitian ini secara holistik, maka dibutuhkan tinjauan kajian terdahulu, sehingga perbedaan dan keselarasan dari tulisan ini dengan tulisan dari peneliti sebelumnya dapat terlihat. Pertama, dalam penelitian yang berjudul AuPengaruh Bina Iman Anak Katolik (BIAK) Terhadap Perkembangan Iman dan Perubahan Sikap Anak di Wilayah 3 Paroki St. Cornelius MadiunAy Fransiska Febriani Ayu Saraswati mengemukakan bahwa sebagai subjek dalam kegiatan bina iman, anak-anak dibantu untuk memahami diri mereka sendiri dan berperilaku sebagai anggota keluarga. Gereja, dan masyarakat yang baik. Pembinaan ini akan membantu anak memupuk rasa tanggung jawab anak terhadap diri sendiri dan lingkungan sosial tempat dimana ia berada (Saraswati, 2020, hlm. Sedangkan pada penelitian yang ingin penulis kaji yakni lebih berfokus pada peran pendamping Sekami dalam membina iman anak. KAJIAN TEORITIS Bina Iman Anak Katolik adalah kegiatan yang bertujuan untuk membantu anak-anak Katolik mengembangkan iman mereka sejak usia dini. Kegiatan ini melibatkan ajaranajaran Katolik. Pendalaman Kitab Suci, latihan berdoa, bernyanyi lagu-lagu pujian. Dalam pelaksanaan kegiatan ini diupayakan suasana yang tenang tetapi gembira. Bina Iman Anak Katolik di beberapa tempat memiliki istilah yang beragam, misalnya Minggu Gembira. Katekese Anak. Pendampingan Iman Anak (PIA). Sekolah Bina Iman (SBI), dan Sekami (Serikat kepausan anak dan remaja misione. Namun tujuannya ialah tetap sama yakni pembinaan iman anak-anak Katolik . ampai usia menerima Komun. dalam suasana gembira dan ceria. Kegiatan bina iman anak didasarkan pada Injil Mrk 10: 13-16. AuLalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya ia menjamah mereka. akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Ketika Yesus melihat hal itu. Ia marah dan berkata kepada mereka: AuBiarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka. sebab orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya. Ay Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka. Ia memberkati mereka. Ay Kutipan Kitab Suci di atas mengisahkan betapa Yesus menaruh kasih dan perhatian pada anak-anak. Oleh sebab itu, dibutuhkan orang-orang dewasa yang mau membawa dan Peran Pendamping SEKAMI dalam Membina Iman Anak di Stasi Santo Romanus Sifaoroasi Lolohowa mengantar anak-anak datang dan bertemu dengan Yesus, melalui kegiatan bina iman anak. Melalui kegiatan tersebut. Yesus menjamah dan memberkati anak-anak. Dengan demikian, diharapkan agar Gereja memberikan perhatian pada kelompok Bina Iman Anak agar anakanak dapat mengalami sapaan dan kasih dari Tuhan Yesus. METODE PENELITIAN Tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan observasi dan wawancara terhadap pendamping dan anak Sekami di stasi Santo Romanus Sifaroasi Simanaere Lolohowa. Data yang diperoleh akan dianalisis dan dideskripsikan secara naratif. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara diketahui bahwa pendamping sekami merupakan utusan Allah untuk membina dan mengembangan iman anak agar menjadi manusia yang beriman sejak usia dini. HASIL DAN PEMBAHASAN Situasi Stasi Gereja Katolik Stasi Santo Romanus Sifaoroasi Simanaere Lolohowa merupakan salah satu stasi dalam wilayah Paroki Santo Petrus dan Paulus Idanogawo. Nias. Stasi ini berada di Desa Orahua. Kecamatan Bawolato. Kabupaten Nias. Jumlah umat di stasi ini terbilang cukup banyak yakni berjumlah 57 kepala keluarga. Oleh sebab itu dapat juga dibayangkan betapa banyak juga anak-anak yang berusia belia. Di stasi ini anak-anak yang masuk dalam kegiatan bina iman SEKAMI ialah mulai dari 4 tahun, tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Secara umum dapat dikatakan bahwa situasi anak-anak di stasi ini masih belum menghayati iman kekatolikannya dengan baik. Hal ini dapat ditemukan tatkala masih banyak anak-anak yang tidak terlibat atau tidak bergabung dalam kegiatan bina iman. Contoh lainnya, anakanak masih belum mengetahui hal-hal tentang ajaran iman katolik. Jika ditelusuri faktor penyebabnya ialah bahwa ketika kegiatan bina iman anak sekami sedang berlangsung, terdapat anak-anak yang ribut dan tidak memperhatikan penyampaian pendamping sekami. Faktor lainnya ialah bahwa anak-anak jarang hadir dalam kegiatan bina iman anak sekami. Mereka lebih mengutamakan untuk tinggal di rumah saja atau bermain-main di luar rumah bersama dengan teman sebaya mereka. Kegiatan Bina Iman Sekami Bina Iman adalah kegiatan dimana anak-anak diajarkan tentang agama. Di dalam kegiatan bina iman ini, anak-anak diupayakan untuk dapat mengenal Tuhannya. Selain itu JURNAL MAGISTRA - VOLUME 3 NOMOR 2 JUNI 2025 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. juga, kegiatan bina iman anak ini mengajarkan tentang ajaran dan tradisi gereja, firman Tuhan, nilai-nilai yang terkandung dalam Injil, serta bagaimana anak-anak dapat merenungkannya (Res et al. , 2021, hlm. Pendidikan rohani atau yang lebih sering didengar bina iman pada anak merupakan dasar yang sangat penting untuk membangun generasi selanjutnya. Hal ini dapat dimulai dari aspek rohani dan perilaku yang baik, dengan membangun karakter yang baik dalam diri setiap individu yang dalam hal ini adalah anak Sekami. Anak memiliki sikap yang khas, yakni kebiasaan untuk meniru orang lain yang ada di sekitarnya, seperti halnya anak sudah mulai bergaul dengan orang lain dan terpengaruh dengan lingkungan di mana ia berada. Hal ini beranjak dari pengalaman-pengalaman yang telah dialami si anak (Res et al. , 2021, hlm. Sasaran kegiatan bina iman ini adalah anak-anak usia dini yang masih bersekolah ditingkat TK. SD (Stefanus & Hilda, 2011, hlm. Anak adalah pribadi yang belum mampu melihat makna peristiwa atau pengalaman secara mendalam dan membuat kesimpulan secara menyeluruh. Anak-anak Sekami masih tergolong sangat polos dan menerima banyak hal apa adanya tanpa memikirkannya terlebih dahulu (Stefanus & Hilda, 2011, hlm. Kegiatan bina iman di Stasi Santo Romanus Sifaoroasi Simanaere Lolohowa ini biasa dilaksanakan jam 09. 00 WIB . ebelum Ibadat Sabda bagi orang dewasa dilaksanaka. Kegiatan bina iman di stasi ini masih dilaksanakan di dalam ruangan gereja, yang di mana ruang gereja itu juga akan digunakan untuk kegiatan ibadat sabda/misa . ila ada Pasto. orang dewasa pada jam 10. Selain itu kegiatan bina iman di stasi ini juga hanya berlangsung satu jam saja. Ini menunjukkan bahwa kegiatan bina iman sekami ini sangat kurang efektif, karena kekurangan waktu. Jika dihitung durasi waktu yang digunakan untuk pelaksanaan kegiatan bina iman aman sangatlah singkat. Akan semakin singkat lagi apabila banyak anak-anak yang terlambat datang, sehingga memicu pendamping untuk mengundur waktu mulainya ibadat sekami. Tingkat kedisiplinan anak-anak di stasi ini masih minim karena kebiasaan yang ada dalam kepribadian mereka. Sebagaimana dikatakan oleh Rifanto bahwak Kepribadian adalah pemikiran, emosi dan perilaku yang menjadi ciri khas dari seseorang dalam menjalani hidupnya. Ada dua hal yang mempengaruhi pembentukan kepribadian anak, yakni genetik . dan lingkungan. Genetik adalah faktor yang berasal dari orang tua si anak. Sedangkan lingkungan ialah faktor yang berasal dari lingkungan rumah, selain itu lingkungan di luar rumah juga mempengaruhi kepribadian si anak (Rifanto, 2013, hlm. Oleh sebab itu, masih sangat dibutuhkan pendampingan Peran Pendamping SEKAMI dalam Membina Iman Anak di Stasi Santo Romanus Sifaoroasi Lolohowa bagi anak-anak melalui kegiatan bina iman anak sehingga setiap mereka mengikuti kegiatan bina iman, pendamping sekami senantiasa mengajar dan mengajak anak-anak untuk berani Pendamping Sekami Pendamping Sekami di stasi ini ialah beberapa Orang Muda Katolik (OMK). Hanyalah orang muda yang memiliki pengetahuan dan keterampilan serta kemauan untuk mendampingi anak-anak dipilih sebagai pendamping Sekami. Setiap hari Minggu, para pendamping Sekami bergiliran bertugas memimpin ibadat, memimpin lagu dan animasi serta memberikan renungan bagi anak-anak. Pendamping Sekami adalah seseorang yang memberi pembinaan untuk anak-anak setiap ibadat Sekami. Sebagai seorang pembina iman. Pendamping Sekami haruslah memiliki wibawa dan keyakinan dalam mendampingi anak-anak. Dengan wibawa yang dimiliki oleh seorang pembina, sugesti dapat terjadi pada anak. Sehingga anak mempercayai apa saja yang dikatakan oleh pembina. Selain itu juga, seorang pembina juga harus memiliki kepribadian yang baik, karena dengan kepribadian yang baik anak menganggap pembina sebagai seorang yang hebat, dengan demikian terjadilah sugesti (Stefanus & Hilda, 2011. Peran seorang pembina dalam kegiatan bina iman Sekami sangatlah penting, karena dalam proses bina iman ia harus mencerminkan Yesus sebagai sahabat yang baik bagi anakanak dan mewartakan kabar keselamatan dari Allah pada anak-anak Sekami tersebut. Selain menjadi cerminan Yesus, pembina juga harus menjadi seorang yang aktif dan penuh semangat dalam merancang dan mengarahkan kegiatan Sekami, sehingga menciptakan situasi yang penuh kebahagiaan, tetapi tetap dalam hakikatnya sebagai pewarta firman Allah dan memfasilitasi komunikasi iman. Dalam konteks bina iman, terdapat pedoman dalam pengambilan keputusan yang melekat pada peran pembina, karena selain sebagai pengarah, ia juga menjadi saksi dan pewarta iman kepada anak-anak yang terlibat dalam kegiatan Sekami (Tangel et al. , 2024, hlm. KESIMPULAN DAN SARAN Iman merupakan sikap dan tanggapan manusia terhadap pewahyuan diri Allah kepada Sebagai anak-anak yang masih polos dan senantiasa memerlukan isi pengetahuan dan keterampilan dari orang dewasa di sekitarnya, anak-anak juga membutuhkan pendampingan iman dari orangtua dan sekitarnya. Dalam hal ini, kegiatan bina iman anak dapat diikuti setiap hari Minggu di gereja setempat bersama dengan para pendamping JURNAL MAGISTRA - VOLUME 3 NOMOR 2 JUNI 2025 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. Sekami. Para pendamping Sekami kerap dikenal sebagai kakak sekaligus sahabat bagi anakanak yang didampingi. Dalam diri pendamping Sekami tercermin wajah Yesus. Oleh sebab itu. Yesus adalah sahabat bagi anak-anak sekami. DAFTAR REFERENSI Bolen. Bin. Tukan. , & Kwen. Peran Orang Tua Katolik sebagai Pendidik Iman Anak di Stasi St. Paulus Pukaone. Agama. Pendidikan, dan Budaya, 4. Darina. Agustiningtyas. , & X. Pelaksanaan Kegiatan Sekami di Paroki Santa Maria Bunda Karmel Mansalong. Pendidikan Agama dan Teologi, 1. Jumrio. Bina Iman Anak Sekami selama Pandemi Covid-19 terhadap Iman Anak. Jurnal Reinha, 12. Marbun. Lay. Sipahutar. , & Naibaho. Pembinaan Iman Umat di Stasi Santo Tomas Onodohalawa sebagai Wujud Kasih kepada Sesama. Aksi Nyata: Jurnal Pengabdian Sosial Kemanusiaan, 1. https://doi. org/10. 62383/aksinyata. Res. Haryono. , & Wijayanti. Pengaruh Kegiatan Bina Iman terhadap Perkembangan Nilai Agama dan Moral Anak Usia Dini. Dalam Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia. Rifanto. 3 Menit Membuat Anak Keranjingan Belajar. Gramedia Pustaka Utama. Saraswati. Pengaruh Bina Iman Anak (BIAK) terhadap Perkembangan Iman dan Perubahan Sikap Anak di Wilayah 3 Paroki St. Cornelius Madiun. Setiawan. , & Abrianto. Menjadi Pendidik Profesional. UMSU Press. Sitepu. , & Simbolon. Peran Pembina Minggu Gembira dalam Meningkatkan Kreativitas Guru Minggu Gembira di Stasi Santo Markus Sei Mati Paroki Santo Konrad Martubung. Journal of Social Science Research, 4. Stefanus. , & Hilda. Katekese Anak/Minggu Gembira. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia. Tangel. Yuda. , & Sidi. Metode Pendampingan Iman Anak melalui Kegiatan Serikat Kepausan Anak Misioner di Stasi Santo Yosef Kampung Baru. Dalam Kateketik Pastoral. Tina. Katekese Sekolah Dasar. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia.