The current issue and full text archive of this journal is available on Tarbawi at: https://doi. org/10. 62515/staf E-ISSN : 2828-318X Psikologi Kepribadian dalam Pendidikan Tinggi di Kampus Burhanudin STITNU Al Farabi Pangandaran: siuanburhan96@gmail. JSTAF : Siddiq. Tabligh. Amanah. Fathonah Vol 04 No 2 July 2025 Hal : 220-234 https://doi. org/10. 62515/staf. Received: 10 July 2025 Accepted: 22 July 2025 Published: 31 July 2025 PublisherAos Note: Publisher: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STITNU Al-Farabi Pangandaran. Indonesia stays neutral with regard to jurisdictional claims in published maps and institutional affiliations. Copyright: A 2023 by the authors. Submitted Abstract . Personality psychology in the context of higher education on campus is the scientific study of a person's nature or character, especially the character and characteristics of students. The main goal of studying personality psychology in education is to help educators understand the unique characteristics of each student, optimize the learning process, build better relationships and address educational In a broader sense, personality psychology in education is not only limited to understanding individual traits, but also involves the application of scientific methods to understand how knowledge, understanding and behavior can be developed effectively which includes the use of psychological methods, the development of learning strategies student-centered and improving the quality of Personality psychology plays a vital role in higher education by providing the insights necessary to understand students in depth. With this knowledge, educators can optimize their teaching methods to create more effective, personalized, and meaningful learning experiences. Thus, personality psychology helps create an educational environment that supports maximum academic and personal development. Keywords . Education. Psychology. Psychology of Personality publication under the terms and conditions Abstrak . Psikologi kepribadian dalam konteks pendidikan tinggi di kampus adalah studi ilmiah tentang sifat atau watak seseorang, khususnya . ttps://creativecommons. org/licenses/by watak dan sifat peserta didik. Tujuan utama dari mempelajari -sa/4. psikologi kepribadian dalam pendidikan adalah untuk membantu pengajar memahami karakteristik unik dari setiap mahasiswa, mengoptimalkan proses pembelajaran, membangun hubungan yang lebih baik dan menangani tantangan pendidikan. Dalam pengertian yang lebih luas, psikologi kepribadian dalam pendidikan tidak hanya terbatas pada pemahaman sifat-sifat individu, tetapi juga melibatkan penerapan metode ilmiah untuk memahami bagaimana pengetahuan, pemahaman, dan perilaku dapat dikembangkan secara efektif yang meliputi penggunaan metode-metode psikologis, pengembangan strategi pembelajaran yang berpusat pada mhasiswa dan peningkatan kualitas pendidikan. Psikologi kepribadian memainkan peran vital dalam pendidikan tinggi dengan memberikan wawasan yang diperlukan untuk memahami mahasiswa secara mendalam. Dengan pengetahuan ini, pengajar dapat mengoptimalkan metode pengajaran mereka untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif, personal, dan bermakna. Dengan demikian, psikologi kepribadian membantu of the Creative Commons Attribution (CC BY) Vol 04 No 2 July 2025 | 220 Psikologi Kepribadian dalam Pendidikan Tinggidi Kampus Burhanudin menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan akademik dan personal yang maksimal. Kata Kunci. Pendidikan. Psikologi. Psikologi Kepribadian Pendahuluan Psikologi kepribadian adalah cabang ilmu psikologi yang berfokus pada studi mengenai pola pikir, perasaan, dan perilaku yang membedakan individu satu sama lain. Dalam konteks pendidikan, pemahaman tentang kepribadian sangat penting karena dapat membantu pendidik dan institusi pendidikan. Dalam pendidikan, pendekatan yang memperhitungkan kepribadian dapat memberikan manfaat besar dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih holistik dan memenuhi kebutuhan setiap siswa secara lebih efektif. Pentingnya pemahaman psikologi dalam dunia pendidikan, khususnya di kampus, sangat komprehensif. Kampus memang merupakan tempat yang berfungsi tidak hanya sebagai sumber pengetahuan akademik, tetapi juga sebagai arena untuk pengembangan karakter, perilaku, dan kepribadian yang baik. Kampus menyediakan lingkungan di mana peserta didik, terutama mahasiswa, dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sekaligus mengasah kepribadian mereka. Proses pendidikan di kampus melibatkan lebih dari sekedar transfer pengetahuan, ini juga mencakup pengembangan nilai, sikap, dan perilaku yang positif. Psikologi membantu pendidik memahami keragaman karakteristik psikologis peserta didik, seperti perilaku, kepribadian, sikap, minat, dan motivasi. Pengetahuan ini sangat penting karena setiap peserta didik unik dan memiliki latar belakang serta karakteristik yang berbeda. Memahami aspek-aspek ini memungkinkan pendidik untuk menyesuaikan pendekatan pembelajaran mereka agar lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan individu. Kampus juga berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung dan positif. Lingkungan yang baik dapat mempengaruhi perilaku peserta didik dan membantu mereka dalam mengembangkan potensi secara optimal. Sebaliknya, lingkungan yang tidak mendukung dapat menghambat perkembangan pribadi dan akademik. Dengan memahami perilaku dan kepribadian peserta didik, pendidik dapat menciptakan strategi pembelajaran yang tidak hanya memenuhi kebutuhan akademik tetapi juga mendukung perkembangan pribadi. Tujuannya adalah untuk membantu 221 | Vol 04 No 1 January 2025 Psikologi Kepribadian dalam Pendidikan Tinggidi Kampus Burhanudin setiap individu mengembangkan segenap potensinya secara optimal, baik dalam konteks akademis maupun sosial. Secara keseluruhan, pendekatan holistik dalam pendidikan, yang mencakup pemahaman mendalam tentang psikologi kepribadian, sangat penting untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Hal ini juga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup peserta didik, karena mereka tidak hanya belajar tentang subjek akademis, tetapi juga tentang bagaimana menjadi individu yang berkontribusi secara positif terhadap masyarakat. Bahan dan Metode Dalam penulisan jurnal ini, penulis menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena atau peristiwa dengan cara mendalam. Dalam pendekatan ini, data yang dikumpulkan biasanya berbentuk kata-kata, kalimat, atau paragraf yang menggambarkan situasi atau kondisi tertentu. Pendekatan ini sering digunakan ketika peneliti ingin mengeksplorasi dan memahami persepsi, pengalaman, atau interpretasi individu atau kelompok terhadap fenomena tertentu. Penelitian deskriptif berfokus pada "menggambarkan" atau "menceritakan" suatu fenomena secara rinci dan Dalam penelitian kualitatif deskriptif, peneliti mengumpulkan data yang beragam dari berbagai sumber dan menggambarkan fenomena yang sedang diteliti dalam konteks yang alami, tanpa mencoba memanipulasi atau mengubah kondisi tersebut (Farida Nugrahani, 2. Dalam pendekatan ini, peneliti memanfaatkan berbagai metode pengumpulan data seperti wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumen. Tujuan utamanya adalah untuk mengumpulkan data yang kaya dan mendalam yang dapat memberikan pemahaman menyeluruh tentang subjek yang diteliti (Moh. Kasiram,2. Selain itu, penulis juga melakukan penelitian kepustakaan yang melibatkan pengumpulan data dari berbagai sumber tertulis, seperti buku, artikel, jurnal, dan sumber bacaan lainnya. Metode ini digunakan untuk mengumpulkan informasi yang relevan dan sudah ada yang dapat digunakan untuk mendukung atau memberikan konteks terhadap penelitian yang dilakukan. Penelitian kepustakaan bertujuan untuk memahami teori dan konsep yang sudah ada, mengidentifikasi kesenjangan dalam literatur, dan membangun dasar teoretis yang kuat untuk penelitian. Dengan memahami apa yang sudah diketahui tentang subjek tertentu, peneliti dapat Vol 04 No 2 July 2025 | 222 Psikologi Kepribadian dalam Pendidikan Tinggidi Kampus Burhanudin mengidentifikasi area di mana penelitian tambahan diperlukan atau di mana mereka dapat memberikan kontribusi baru. Dengan menggabungkan pendekatan kualitatif deskriptif dan penelitian kepustakaan, penulis jurnal dapat menyajikan analisis yang komprehensif tentang psikologi kepribadian dalam pendidikan. Pendekatan ini memungkinkan penulis untuk mengeksplorasi secara mendalam bagaimana konsep psikologi kepribadian diterapkan dalam konteks pendidikan, sambil mendasarkan analisis mereka pada literatur yang Diskusi dan Pembahasan Pengertian Psikologi Kepribadian Individu dalam intelek, serta bagaimana faktor genetik dan lingkungan mempengaruhinya Secara etimologis, kata "psikologi" berasal dari bahasa Yunani yaitu. Psyche yang Berarti "jiwa" atau "pikiran. " Dalam konteks Yunani kuno, psyche sering kali diartikan sebagai esensi hidup atau jiwa yang menggerakkan manusia. Sedangkan Logos berarti "ilmu" atau "pengetahuan. " Kata ini mengacu pada studi sistematis atau ilmu pengetahuan tentang suatu hal (Masganti Sit,2. Berdasarkan asal usul kata ini, psikologi dapat diartikan sebagai "ilmu tentang jiwa. " Namun, dalam perkembangan modern, psikologi lebih difokuskan pada studi tentang pikiran, perilaku, dan proses mental manusia. Psikologi memandang manusia sebagai individu yang unik dengan pengalaman dan perspektif yang berbeda. Meskipun orang mungkin memiliki respon fisik yang sama terhadap pertanyaan tentang mata, tangan, atau telinga mereka, respons terhadap pertanyaan tentang perasaan atau pengalaman emosional akan sangat bervariasi. Hal ini menunjukkan bahwa subjektivitas pengalaman manusia, setiap individu memiliki pengalaman, emosi, dan persepsi yang berbeda. Misalnya, perasaan seseorang saat ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengalaman masa lalu, situasi saat ini, dan harapan untuk masa depan. Oleh karena itu, respon seseorang terhadap pertanyaan tentang perasaan atau keadaan emosional mereka tidak bisa disamakan dengan orang Secara keseluruhan, psikologi berupaya untuk mengungkap kompleksitas manusia dengan mempelajari bagaimana mereka berpikir, merasa, dan bertindak dalam berbagai situasi. Inilah yang membuat bidang ini sangat kaya dan dinamis, karena selalu ada lebih banyak hal untuk dipelajari tentang sifat manusia yang terus berkembang. 223 | Vol 04 No 1 January 2025 Psikologi Kepribadian dalam Pendidikan Tinggidi Kampus Burhanudin Psikologi Kepribadian dalam Pendidikan Tinggi di Kampus Mahasiswa adalah individu yang sedang menempuh pendidikan tinggi setelah menyelesaikan pendidikan menengah atas. Mereka sering dianggap sebagai kaum intelektual karena diharapkan dapat menyerap ilmu pengetahuan dan pengalaman yang nantinya akan diterapkan untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Harapan ini menggaris bawahi peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang dapat memajukan masyarakat melalui pemahaman, inovasi, dan pengabdian (UU. 12,2. Menjadi mahasiswa adalah sebuah perjalanan yang penuh tantangan dan Ini adalah waktu untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri untuk peran yang lebih besar dalam masyarakat. Penting bagi mahasiswa untuk mengatasi hambatan seperti rasa malas dan memanfaatkan pengalaman mereka di kampus untuk tumbuh menjadi individu yang bermakna dan mampu berkontribusi secara positif. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mencapai tujuan akademik tetapi juga mengembangkan karakter dan nilai-nilai yang akan membimbing mereka sepanjang Kepribadian adalah kecenderungan psikologis individu atau kelompok untuk bertingkah laku dengan cara tertentu, baik yang bersifat internal seperti sikap dan perasaan . maupun eksternal seperti perbuatan dan tindakan . Keberagaman kepribadian ini mencerminkan betapa kompleksnya manusia sebagai makhluk yang tidak hanya dipengaruhi oleh faktor genetis, tetapi juga oleh lingkungan dan budaya di sekitarnya. Menjadi mahasiswa adalah sebuah perjalanan yang penuh tantangan dan Ini adalah waktu untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri untuk peran yang lebih besar dalam masyarakat. Penting bagi mahasiswa untuk mengatasi hambatan seperti rasa malas dan memanfaatkan pengalaman mereka di kampus untuk tumbuh menjadi individu yang bermakna dan mampu berkontribusi secara positif. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mencapai tujuan akademik tetapi juga mengembangkan karakter dan nilai-nilai yang akan membimbing mereka sepanjang Gene Zimmer . , menekankan pentingnya psikologi dalam menjelaskan berbagai aspek kompleks dari pengalaman manusia yang kita alami setiap hari (Adnan. Dengan pernyataan sebagai berikut: Vol 04 No 2 July 2025 | 224 Psikologi Kepribadian dalam Pendidikan Tinggidi Kampus Burhanudin Imajinasi adalah kemampuan mental untuk menciptakan gambaran atau ide yang tidak hadir secara nyata. Dalam psikologi, imajinasi dianggap penting karena mempengaruhi kreativitas, problem solving, dan kemampuan untuk merencanakan masa depan. Psikologi kognitif, khususnya, mempelajari bagaimana imajinasi terbentuk dan bagaimana ia mempengaruhi perilaku dan keputusan. Perhatian adalah proses selektif di mana kita fokus pada aspek tertentu dari lingkungan kita sambil mengabaikan yang lain. Penelitian dalam psikologi kognitif mengeksplorasi bagaimana perhatian bekerja, bagaimana gangguan dapat mempengaruhinya, dan bagaimana perhatian berkontribusi pada pembelajaran dan Intelek atau kecerdasan mencakup kemampuan untuk belajar, memahami, dan berpikir secara logis. Psikologi, khususnya dalam studi tentang intelegensi, berusaha memahami perbedaan. Tes intelegensi dan teori multiple intelligences adalah contoh bagaimana psikologi mencoba untuk mengukur dan menjelaskan intelek. Kewaspadaan adalah tingkat kesadaran dan kesiapan seseorang untuk merespon rangsangan atau situasi tertentu. Psikologi klinis dan neuropsikologi sering mempelajari kewaspadaan dalam konteks kondisi seperti gangguan tidur, trauma otak, dan gangguan kecemasan, yang dapat mempengaruhi tingkat kewaspadaan Niat adalah keinginan atau rencana seseorang untuk melakukan suatu tindakan. Dalam psikologi, khususnya dalam teori motivasi dan perilaku, niat dianggap sebagai faktor penting yang mempengaruhi perilaku manusia. Teori seperti Planned Behavior Theory mencoba untuk menjelaskan bagaimana niat terbentuk dan bagaimana mereka mempengaruhi tindakan. Akal merujuk pada kemampuan untuk berpikir, memahami, dan membuat Psikologi kognitif dan perkembangan mempelajari bagaimana akal berkembang sepanjang kehidupan, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Kemauan adalah kemampuan untuk menunda kepuasan dan mengendalikan impuls untuk mencapai tujuan jangka panjang. Studi tentang pengendalian diri, disiplin diri, dan keuletan adalah bagian dari bagaimana psikologi mencoba memahami 225 | Vol 04 No 1 January 2025 Psikologi Kepribadian dalam Pendidikan Tinggidi Kampus Burhanudin Tanggung jawab adalah kesadaran akan kewajiban moral dan sosial seseorang. Psikologi sosial mempelajari bagaimana tanggung jawab terbentuk dalam konteks kelompok dan budaya, serta bagaimana hal itu mempengaruhi perilaku pro-sosial dan keputusan etis. Memori adalah kemampuan untuk menyimpan dan mengingat informasi. Ini adalah salah satu area paling intensif yang dipelajari dalam psikologi kognitif, dengan fokus pada bagaimana informasi disimpan, diproses, dan diingat. Memori sangat penting untuk belajar dan pengalaman manusia, dan gangguan dalam memori dapat memiliki dampak signifikan pada kehidupan sehari-hari. Pernyataan tersebut menyoroti bahwa psikologi harus memiliki kemampuan untuk menjelaskan aspek-aspek fundamental dari pengalaman manusia, seperti yang disebutkan di atas, untuk benar-benar relevan dan bermanfaat. Jika psikologi gagal menjelaskan hal-hal ini, maka ia akan kehilangan potensinya untuk memberikan wawasan yang berarti tentang sifat manusia dan membantu dalam berbagai konteks, mulai dari pendidikan hingga kesehatan mental. Psikologi yang holistik dan komprehensif dapat memberi kita pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana kita berpikir, merasakan, dan berperilaku, serta membantu kita meningkatkan kualitas Menurut Dr. Sarlito Wirawan, kepribadian adalah hasil interaksi antara faktorfaktor biologis dan pengalaman yang diperoleh dari lingkungan. Penjelasan ini mencerminkan pandangan bahwa kepribadian tidak hanya ditentukan oleh faktor bawaan atau genetik, tetapi juga dipengaruhi oleh pengalaman dan lingkungan seseorang (Bisri Abd Karim, 2. dua komponen utama yang diidentifikasi oleh Dr. Sarlito Wirawan ialah sebagai berikut : Sifat Biologis Hal ini mengacu pada aspek-aspek kepribadian yang berasal dari faktor genetik atau bawaan, yang mencakup dorongan, kecenderungan, rasa, dan naluri. Dorongan (Drive. Merupakan kebutuhan biologis dasar seperti lapar, haus, dan kebutuhan seksual, yang mendorong seseorang untuk bertindak untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Kecenderungan (Tendencie. Mengacu pada pola perilaku yang cenderung muncul secara alami dari seseorang. Misalnya, beberapa orang mungkin memiliki kecenderungan alami untuk bersikap agresif atau ramah, yang sebagian bisa dijelaskan oleh faktor genetik. Vol 04 No 2 July 2025 | 226 Psikologi Kepribadian dalam Pendidikan Tinggidi Kampus Burhanudin Rasa (Feeling. Ini bisa merujuk pada emosi dasar yang merupakan bagian dari warisan biologis manusia, seperti rasa takut, marah, sedih, atau bahagia. Naluri (Instinct. adalah respon otomatis atau perilaku bawaan yang biasanya diturunkan secara genetik, seperti refleks atau respons dasar lainnya yang tidak perlu dipelajari. Pengalaman yang Diperoleh Kepribadian juga sangat dipengaruhi oleh pengalaman yang diperoleh sepanjang kehidupan seseorang. Faktor-faktor ini meliputi: Pengalaman Pribadi, termasuk segala sesuatu yang dialami seseorang sejak lahir, seperti interaksi dengan keluarga, teman, dan masyarakat, pendidikan, pengalaman sosial, dan budaya. Pengaruh Lingkungan, meliputi faktor-faktor eksternal seperti kondisi ekonomi, budaya, norma sosial, pendidikan, dan hubungan interpersonal. Pengalaman di lingkungan tertentu dapat membentuk bagaimana seseorang berpikir, merasa, dan Pembelajaran Sosial, teori pembelajaran sosial menyatakan bahwa kepribadian juga dipengaruhi oleh proses pembelajaran melalui pengamatan, imitasi, dan penguatan. Misalnya, seseorang mungkin mengembangkan sikap atau perilaku tertentu dengan meniru orang-orang di sekitarnya atau sebagai respons terhadap pujian atau Pandangan Dr. Sarlito Wirawan menunjukkan bahwa kepribadian adalah hasil dari integrasi antara faktor-faktor biologis dan pengalaman. Ini berarti bahwa meskipun seseorang mungkin memiliki kecenderungan atau dorongan bawaan tertentu, bagaimana kecenderungan ini diekspresikan dapat sangat dipengaruhi oleh pengalaman hidup mereka. Misalnya, seseorang mungkin secara genetik cenderung pemalu, tetapi pengalaman positif dalam situasi sosial bisa mengurangi kecenderungan ini, sebaliknya pengalaman negatif bisa memperkuatnya. Secara Dr. Sarlito Wirawan mencerminkan pandangan bahwa kepribadian adalah kombinasi kompleks antara faktor biologis dan pengalaman, yang bersama-sama membentuk pola berpikir, merasakan, dan bertindak seseorang. Ini juga menunjukkan pentingnya memahami bagaimana kedua set faktor ini berinteraksi dalam membentuk identitas unik setiap 227 | Vol 04 No 1 January 2025 Psikologi Kepribadian dalam Pendidikan Tinggidi Kampus Burhanudin Psikologi kepribadian adalah cabang dari psikologi yang berfokus pada pemahaman tentang bagaimana pola pikir, perasaan, dan perilaku seseorang terbentuk, berkembang, dan mempengaruhi kehidupan sehari-harinya. Bidang ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan pola yang konsisten dalam perilaku manusia dan situasi(Adnan,2. Pola Teratur dalam Pikiran. Perasaan, dan Perilaku Psikologi kepribadian meneliti pola yang stabil dan konsisten dalam pikiran . , perasaan . , dan perilaku . Misalnya, seseorang yang memiliki kepribadian ekstrovert mungkin cenderung lebih ramah, mudah bergaul, dan menikmati interaksi sosial, sementara seorang introvert mungkin lebih nyaman dalam lingkungan yang lebih tenang dan pribadi. Pola-pola ini membantu menjelaskan bagaimana individu berperilaku dalam berbagai konteks sosial. Struktur Pribadi Manusia Struktur pribadi manusia mengacu pada komponen-komponen internal yang membentuk kepribadian seseorang, seperti sifat-sifat kepribadian . , nilai-nilai, keyakinan, motivasi, dan mekanisme pertahanan diri. Misalnya, model Lima Besar (Big Fiv. kepribadian mengidentifikasi lima dimensi utama kepribadian: keterbukaan terhadap pengalaman, kesadaran, ekstraversi, kesepakatan, dan neurotisisme. Setiap dimensi ini terdiri dari berbagai sifat yang lebih spesifik yang berkontribusi pada profil kepribadian seseorang. Tipe-tipe Kepribadian Psikologi kepribadian juga mempelajari berbagai tipe kepribadian atau kategori luas yang dapat digunakan untuk mengelompokkan orang berdasarkan pola perilaku, perasaan, dan pikiran yang serupa. Contoh klasik dari tipologi kepribadian termasuk tipe kepribadian Jungian . eperti introvert vs. dan klasifikasi MBTI (Myers-Briggs Type Indicato. , yang mengkategorikan kepribadian berdasarkan empat dimensi utama dengan tujuan. Mengungkapkan Pola Kepribadian. Psikologi kepribadian berupaya mengidentifikasi pola yang konsisten dalam perilaku dan pengalaman seseorang, serta bagaimana pola ini mempengaruhi interaksi mereka dengan dunia. Vol 04 No 2 July 2025 | 228 Psikologi Kepribadian dalam Pendidikan Tinggidi Kampus Burhanudin Menjelaskan Variasi Individu Bidang ini juga berfokus pada memahami perbedaan individu dalam kepribadian, yang membantu menjelaskan mengapa orang bereaksi berbeda terhadap situasi yang sama. Memprediksi Perilaku Dengan memahami struktur dan tipe kepribadian, psikologi kepribadian bertujuan untuk memprediksi bagaimana seseorang mungkin bertindak dalam situasi tertentu berdasarkan pola yang telah diidentifikasi. Meningkatkan Kesejahteraan Psikologi kepribadian berusaha untuk membantu individu memahami diri mereka sendiri dan orang lain dengan lebih baik, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan pribadi dan sosial. Memahami psikologi kepribadian sangat penting karena dapat memberikan wawasan tentang cara orang berpikir, merasa, dan berperilaku dalam berbagai situasi. Ini tidak hanya membantu dalam konteks klinis atau terapi, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, seperti di tempat kerja, dalam hubungan interpersonal, dan dalam pengembangan diri. Dengan memahami kepribadian, individu dapat lebih baik mengelola emosi mereka, memperbaiki interaksi sosial, dan mengembangkan strategi untuk menghadapi tantangan hidup. Secara keseluruhan, psikologi kepribadian adalah bidang yang sangat berharga untuk memahami kompleksitas perilaku manusia dan memberikan alat untuk memprediksi serta memodifikasi perilaku demi meningkatkan kualitas hidup. Teori psikoanalisis Sigmund Freud merupakan salah satu teori kepribadian yang paling berpengaruh dan terkenal dalam sejarah psikologi. Freud mengembangkan teori ini untuk menjelaskan dinamika kepribadian manusia melalui interaksi antara tiga komponen utama yaitu: id, ego, dan superego (Sarlito W. Sarwono,2. Menurut Freud, kepribadian dibentuk oleh konflik dan keseimbangan antara ketiga elemen ini, yang masing-masing memiliki peran dan karakteristik yang berbeda. Penjelasannya sebagai berikut : Id (Nalur. Id adalah bagian dari kepribadian yang ada sejak lahir dan sepenuhnya tidak Ini berfungsi sebagai sumber dari semua energi psikis . dan merupakan bagian dari kepribadian yang didorong oleh prinsip kesenangan . leasure principl. Karakteristik id bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dasar, keinginan, dan dorongan naluriah tanpa mempertimbangkan realitas atau moralitas. Id adalah impulsif 229 | Vol 04 No 1 January 2025 Psikologi Kepribadian dalam Pendidikan Tinggidi Kampus Burhanudin dan tidak logis, beroperasi secara instinktif untuk mendapatkan kepuasan segera, seperti memenuhi kebutuhan makan, minum, dan hasrat seksual. Ego (Kesadaran atau Ak. Ego berkembang dari id dan berfungsi sebagai mediator antara id dan realitas. Ini beroperasi berdasarkan prinsip realitas . eality principl. , yang berarti ego mencoba untuk memenuhi dorongan id dengan cara yang realistis dan dapat diterima secara sosial. Karakteristik Ego adalah bagian dari kepribadian yang sadar dan logis, membantu individu untuk merencanakan, membuat keputusan, dan berinteraksi dengan dunia eksternal. Ego mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan dan mencari keseimbangan antara kebutuhan id dan tuntutan dunia nyata. Superego (Hati Nuran. Superego adalah komponen moral dari kepribadian yang berfungsi sebagai penilai atau hakim internal. Ini berkembang melalui internalisasi norma dan nilai-nilai dari orang tua dan masyarakat, dan bertindak untuk menekan impuls-impuls id yang dianggap tidak dapat diterima. Karakteristik superego memiliki dua bagian: ego ideal . tandar untuk perilaku bai. dan hati nurani . enilai untuk perilaku buru. Superego menuntut kesempurnaan dan beroperasi berdasarkan prinsip moralitas, sering kali menciptakan konflik dengan id yang impulsif dan ego yang realistis. Dalam energi psikis dan Dinamika Kepribadian Freud percaya bahwa energi psikis adalah kekuatan pendorong di balik perilaku manusia dan dinamika kepribadian. Energi ini berasal dari id dan berhubungan erat dengan naluri dasar, terutama naluri seksual dan agresif. Dalam pandangan Freud, energi psikis ini bersifat dinamis dan tidak bisa dihambat atau diabaikan. Ketika energi dari id tidak dapat diekspresikan secara langsung karena tekanan dari ego atau superego, energi tersebut mencari cara lain untuk disalurkan, sering kali melalui mekanisme pertahanan atau manifestasi tidak Sehingga keseimbangan antara Id. Ego, dan Superego Menurut Freud, kepribadian seseorang adalah hasil dari upaya untuk mencapai keseimbangan antara id, ego, dan superego. Ketika ketiga komponen ini berada dalam harmoni, individu dapat berfungsi secara efektif dan sehat secara psikologis. Namun, ketidakseimbangan antara mereka dapat menyebabkan konflik internal yang dapat memanifestasikan diri dalam bentuk gangguan psikologis atau perilaku yang tidak adaptif. Vol 04 No 2 July 2025 | 230 Psikologi Kepribadian dalam Pendidikan Tinggidi Kampus Burhanudin Jika id terlalu dominan, individu mungkin menjadi impulsif, mencari kepuasan instan, dan kurang memperhatikan konsekuensi moral atau sosial dari tindakan Namun, apabila ego terlalu dominan, individu mungkin menjadi terlalu realistis dan praktis, namun kurang mampu mengekspresikan emosi atau keinginan yang Begitupun ketika superego terlalu dominan, individu mungkin menjadi terlalu kritis terhadap diri sendiri, merasa bersalah atau malu atas dorongan dan keinginan alami mereka, dan berusaha keras untuk mencapai kesempurnaan moral. Teori psikoanalisis Freud memberikan pandangan yang komprehensif tentang bagaimana kepribadian dibentuk dan berkembang melalui interaksi antara id, ego, dan Dengan menekankan pentingnya energi psikis dan dinamika internal, teori ini menunjukkan bahwa kepribadian bukan hanya hasil dari pengalaman sadar, tetapi juga dari proses bawah sadar yang kompleks. Meskipun teori ini mendapat kritik dan telah berkembang seiring waktu, konsep-konsep dasar Freud masih memiliki pengaruh besar dalam psikologi modern dan psikoanalisis. Manfaat Psikologi Kepribadian dalam Pendidikan Tinggi di Kampus Manfaat psikologi kepribadian dalam pendidikan tinggi sangatlah penting karena membantu memahami dan mengoptimalkan interaksi antara dosen dan mahasiswa, serta meningkatkan efektivitas proses pembelajaran( Nella dan Anas,2. Berikut adalah beberapa manfaat spesifik dari penerapan psikologi kepribadian di lingkungan Dengan memahami psikologi kepribadian Dosen dan pendidik dapat memperoleh wawasan yang lebih mendalam tentang tingkah laku, motivasi, dan kebutuhan emosional mahasiswa. Ini memungkinkan dosen untuk mengidentifikasi beragam tipe kepribadian, bahwa setiap mahasiswa memiliki kepribadian yang berbeda-beda, yang dapat mempengaruhi cara mereka belajar, berinteraksi dengan sesama, dan menanggapi berbagai situasi di kelas. Dengan pengetahuan tentang kepribadian, dosen dapat menyesuaikan metode pengajaran dan pendekatan mereka untuk memenuhi kebutuhan individu. Mengenali dan mengelola emosi, dengan memahami kepribadian membantu dosen mengenali tanda-tanda stres, kecemasan, atau masalah emosional pada mahasiswa. Ini memungkinkan mereka untuk memberikan dukungan yang tepat atau mengarahkan mahasiswa ke layanan konseling jika diperlukan. 231 | Vol 04 No 1 January 2025 Psikologi Kepribadian dalam Pendidikan Tinggidi Kampus Burhanudin Meningkatkan Hubungan Antara Dosen dan Mahasiswa Psikologi kepribadian juga berkontribusi pada pembangunan hubungan yang lebih baik antara dosen dan mahasiswa. Dengan memahami karakteristik kepribadian mahasiswa, dosen dapat membangun kepercayaan dan keterbukaan, ketika dosen menunjukkan pemahaman dan empati terhadap perbedaan kepribadian mahasiswa, hal ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan suportif, yang pada akhirnya memperkuat kepercayaan dan keterbukaan antara dosen dan mahasiswa. Meningkatkan komunikasi efektif, dengan mengetahui cara berkomunikasi yang paling efektif dengan mahasiswa berdasarkan kepribadian mereka dapat meningkatkan partisipasi aktif dan keterlibatan dalam kelas. Misalnya, mahasiswa yang lebih introvert mungkin memerlukan dorongan untuk berpartisipasi dalam diskusi kelas, sementara mahasiswa yang ekstrovert mungkin memerlukan struktur yang lebih jelas untuk menyalurkan energi mereka secara produktif. Mendorong Pembelajaran yang Lebih Baik dan Efektif Pemahaman akan psikologi kepribadian juga berdampak pada kualitas dan efektivitas pembelajaran di kampus, dengan beberapa aspek yaitu : pertama, pada penyesuaian metode pengajaran dosen dapat menyesuaikan metode pengajaran dan strategi pembelajaran sesuai dengan gaya belajar dan kepribadian mahasiswa. Misalnya, beberapa mahasiswa mungkin lebih menyukai pembelajaran visual atau praktik langsung, sementara yang lain mungkin lebih menyukai pembelajaran berbasis teks atau diskusi. Kedua terhadap motivasi yang lebih baik, dengan mengetahui faktorfaktor yang memotivasi mahasiswa berdasarkan kepribadian mereka, dosen dapat merancang tugas, proyek, dan aktivitas kelas yang lebih relevan dan menarik, yang pada gilirannya meningkatkan motivasi dan keterlibatan mahasiswa. Ketiga, mendorong perkembangan diri dan kesadaran diri. Psikologi kepribadian juga dapat membantu mahasiswa untuk lebih mengenal diri mereka sendiri dan mengembangkan kemampuan introspektif dengan : Peningkatan kesadaran diri, dengan memahami konsep-konsep dasar psikologi kepribadian, mahasiswa dapat lebih mengenal kekuatan dan kelemahan mereka, serta mengenali bagaimana mereka merespons situasi tertentu. Ini membantu mereka dalam mengembangkan keterampilan manajemen diri dan pengaturan Vol 04 No 2 July 2025 | 232 Psikologi Kepribadian dalam Pendidikan Tinggidi Kampus Burhanudin Pengembangan Potensi Maksimal, dengan dukungan dari dosen yang memahami kepribadian mereka, mahasiswa dapat mengembangkan potensi diri secara optimal, baik dalam konteks akademik maupun personal. Mereka belajar bagaimana mengatasi tantangan dengan cara yang konstruktif dan membangun keterampilan yang akan berguna sepanjang hidup mereka. Dengan demikian, psikologi kepribadian memberikan banyak manfaat dalam pendidikan tinggi, baik bagi dosen maupun mahasiswa. Dengan memahami dan menerapkan konsep-konsep ini, proses pendidikan di kampus dapat menjadi lebih inklusif, suportif, dan efektif, mendorong setiap individu untuk mencapai potensi maksimal mereka dan menciptakan pengalaman belajar yang memuaskan dan Kesimpulan Psikologi kepribadian adalah cabang psikologi yang sangat penting karena memberikan kerangka kerja ilmiah untuk memahami manusia. Dengan menyoroti struktur dan tipe kepribadian, serta mengintegrasikan berbagai prinsip dari cabangcabang psikologi lainnya, psikologi kepribadian memberikan kontribusi besar dalam memahami keragaman perilaku manusia. Karena itu, mempelajari psikologi kepribadian tidak hanya membantu kita memahami orang lain, tetapi juga memperkaya pengetahuan kita tentang diri kita sendiri, menjadikannya bidang yang penting untuk dipelajari dan diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan. Psikologi kepribadian dalam konteks pendidikan tinggi di kampus adalah studi ilmiah tentang sifat atau watak seseorang, khususnya watak dan sifat peserta didik. Tujuan utama dari mempelajari psikologi kepribadian dalam pendidikan adalah untuk mengoptimalkan proses pembelajaran, membangun hubungan yang lebih baik dan Dengan menyesuaikan metode pengajaran mereka untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif dan kondusif bagi perkembangan akademik dan pribadi mahasiswa. Dalam pengertian yang lebih luas, psikologi kepribadian dalam pendidikan tidak hanya terbatas pada pemahaman sifat-sifat individu, tetapi juga melibatkan penerapan metode ilmiah untuk memahami bagaimana pengetahuan, pemahaman, dan perilaku dapat dikembangkan secara efektif yang meliputi penggunaan metode-metode 233 | Vol 04 No 1 January 2025 Psikologi Kepribadian dalam Pendidikan Tinggidi Kampus Burhanudin psikologis, pengembangan strategi pembelajaran yang berpusat pada mhasiswa dan peningkatan kualitas pendidikan. Psikologi kepribadian memainkan peran vital dalam pendidikan tinggi dengan memberikan wawasan yang diperlukan untuk memahami mahasiswa secara mendalam. Dengan pengetahuan ini, pengajar dapat mengoptimalkan metode pengajaran mereka untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif, personal, dan bermakna. Dengan demikian, psikologi kepribadian membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan akademik dan personal yang maksimal. Referensi