Jurnal Ilmiah Sains. Teknologi. Ekonomi. Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 4 Desember 2017 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ PENGETAHUAN DAN SIKAP SUAMI TENTANG SEKSUALITAS PADA MASA HAMIL DI DESA COT BUKET DAN COT BADA KECAMATAN PEUSANGAN KABUPATEN BIREUEN TAHUN 2017 Siti Rahmah Diploma i Kebidanan Universitas Almuslim ABSTRAK Salah satu anggapan yang beredar luas dalam masyarakat adalah, pasangan harus sesering mungkin melakukan hubungan seksual selama masa hamil agar cabang bayi dapat tumbuh subur dan sehat di dalam rahim. Alasannya, karena saat berhubungan seksual, bayi akan mendapatkan siraman cairan sperma. Untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap suami tentang seksualitas pada masa hamil di Desa Cot Buket dan Cot Bada kecamatan peusangan Kabupaten Bireuen. Penelitian ini bersifat deskriptif, dengan waktu penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus sampai dengan November 2017. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah suami yang berjumlah 34 orang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan tentang pengetahuan suami tentang seksualitas pada masa hamil di Desa Cot Buket dan Cot Bada Kecamatan Peusangan Kabupaten BireuenAy menunjukkan bahwa pengetahuan suami tentang seksualitas pada masa hamil berada dalam kategori kurang dan sikap suami tentang seksualitas pada masa hamil berada dalam kategori negatif. Berdasarkan penelitian tentang Aupengetahuan suami tentang seksualitas pada masa hamil di Desa Cot Buket dan Cot Bada Kecamatan Peusangan Kabupaten BireuenAy menunjukkan bahwa pengetahuan suami tentang seksualitas pada masa hamil berada dalam kategori kurang dan sikap suami tentang seksualitas pada masa hamil berada dalam kategori negatif. Diharapkan kepada suami khususnya untuk lebih meningkatkan pengetahuan tentang cara serta bagaimana melakukan serta kapan saja hubungan seksualitas pada masa hamil itu dilakukan karena hal ini menyangkut dengan bahaya atau risiko yang terjadi pada ibu hamil serta calon bayi Kata Kunci: Pengetahuan, sikap, seksualitas pada kehamilan PENDAHULUAN Salah satu anggapan yang beredar luas dalam masyarakat adalah, pasangan harus sesering mungkin melakukan hubungan seksual selama masa hamil agar cabang bayi dapat tumbuh subur dan sehat di dalam rahim. Alasannya, karena saat berhubungan seksual, bayi akan mendapatkan siraman cairan sperma. Padahal anggapan ini sama sekali tidak benar. Tapi karena telah menjadi mitos yang beredar dari generasi ke generasi, maka masyarakat tetap saja menganggapnya sebagai satu kebenaran. Secara tidak langsung, berhubungan seks ketika hamil khususnya pada usia kehamilan mencapai trimester i dan hampir genap 40 minggu, dapat membantu kelancaran proses Saat berhubungan seks, prostaglandin yang dikeluarkan sperma dapat mengakibatkan kontraksi guna membantu penekanan sehingga kepala bayi dapat masuk ke bagian bawah panggul. Kadang-kadang bayi sudah 40 minggu namun sudah terjadi kontraksi Namun hubungan seks pada usia kehamilan tua harus hati-hati. Masalah lain yang harus diwaspadai adalah tali pusat akan terjepit diantara bayi dan rahim. Akibatnya dapat terjadi gawat janin. Bayi menjadi sesak dan kehabisan oskigen karena oksigen tidak dapat masuk ke dalam tubuh bayi. Ada proses mengisap, bayi bisa menelan air ketuban ke paruparu. Selain itu, dalam situasi tertentu hubungan seks pada trimester II tidak diperbolehkan khususnya pada ibu hamil dengan plasenta previa, dimana plasenta menghalangi cervik, pelebaran cervix prematur, dan beresiko mengalami persalinan prematur, maka dari itu peran serta tenaga kesehatan sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi kepada ibu hamil tentang bahaya melakukan hubungan seksual khususnya pada kehamilan trimester ke II. Lentera ISSN: 2548-835X, e ISSN: 2548-7663 Jurnal Ilmiah Sains. Teknologi. Ekonomi. Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 4 Desember 2017 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ Kehamilan bukan berarti tidak dapat melakukan hubungan seks lagi. Anda tetap dapat melakukan hubungan suami isteri selama anda hamil sembilan bulan kecuali tentu saja jika ada alasan secara medis dan atas saran dari dokter anda untuk tidak melakukan hubungan METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif yaitu, suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk mengetahui gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif (Notoatmojo, 2. tentang Au pengetahuan dan sikap suami tentang seksualitas pada masa hamil di Desa Cot Buket dan Cot Bada Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanan di desa Cot Buket dan Cot Bada Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen bulan Agustus sampai dengan bulan November 2017 Populasi Dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh suami yang memiliki istri hamil yang ada di Desa Cot Buket dan Cot Bada Kecamatan Peusanagn Kabupaten Bireuen yang berjumlah 34 Sampel adalah bahagian atau perwakilan dari populasi yang akan diteliti. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total populasi yang diperoleh dengan cara door to door. Sampel yang diteliti berdasarkan kriteria sebagai berikut yaitu: Bersedia menjadi responden. Suami yang memiliki istri yang sedang hamil. Bisa membaca dan menulis dan Berada dirumah saat penelitian dilakukan Rencana pengolahan dan Analisa Data Pengolahan Data. Data yang telah dikumpulkan diolah dengan menggunakan cara sebagai berikut: Editing ,Coding. Data entry Tabulatin. Analisa Data. Analisa data dilakukan secara deskriptif dengan melihat presentase data yang terkumpul dan disajikan dalam tabel distribusi frekwensi atau gambar. Rumus: x 100 % Keterangan : P= Presentase f = Frekuensi yang teramati N = Jumlah seluruh yang terobservasi HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik responden Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur di Desa Cot Buket dan Cot Bada Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen Tahun 2017 Umur Jumlah Persentase (%) <35 tahun >35 Tahun Jumlah Berdasarkan tabel 1, maka dapat diambil kesimpulan bahwa mayoritas responden memiliki kisaran umur > 35 tahun yaitu sebanyak 27 responden . %). Lentera ISSN: 2548-835X, e ISSN: 2548-7663 Jurnal Ilmiah Sains. Teknologi. Ekonomi. Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 4 Desember 2017 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ Tabel 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan di Desa Cot Buket dan Cot Bada Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen Tahun 2017 Pendidikan Jumlah Persentase (%) Dasar Menengah Tinggi Jumlah Berdasarkan tabel di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pendidikan menengah yaitu sebanyak 21 responden . %). Tabel. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan di Desa Cot Buket dan Cot Bada Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen Tahun 2017 Pekerjaan Jumlah Persentase (%) 1 Jualan 2 PNS 3 Petani 4 Wiraswasta Jumlah Berdasarkan tabel di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa mayoritas responden memiliki pekerjaan sebagai petani yaitu sebanyak 22 responden . %). Tabel. Karakteristik Responden Berdasarkan Sumber Informasi di Cot Buket dan Cot Bada Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen Tahun 2017 Sumber Informasi Jumlah Persentase (%) 1 Tenaga kesehatan 2 Televisi 3 Majalah 4 Tidak ada Jumlah Berdasarkan tabel di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa mayoritas responden tidak memperoleh informasi tentang seksualitas selama hamil yaitu sebanyak 27 responden . %). Pengetahuan Tabel 5. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Suami tentang Seksualitas Pada Masa Hamil di Desa Cot Buket dan Cot Bada Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen Tahun 2017 Pengetahuan Jumlah Persentase (%) Baik Cukup Kurang Jumlah Berdasarkan tabel di atas, maka dapat kita lihat bahwa mayoritas responden yang ada di Desa Cot Buket dan Cot Bada memiliki tingkat pengetahuan kurang tentang seksualitas pada masa hamil yaitu sebanyak 17 responden . %). Lentera ISSN: 2548-835X, e ISSN: 2548-7663 Jurnal Ilmiah Sains. Teknologi. Ekonomi. Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 4 Desember 2017 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ Sikap Tabel. Distribusi Frekuensi Sikap Suami tentang Seksualitas Pada Masa Hamil di Desa Cot Buket dan Cot Bada Kecamatan Peusangan Kabupaten BireuenTahun 2017 Sikap Jumlah Persentase (%) Positif Negatif Jumlah Berdasarkan tabel di atas, maka dapat kita lihat bahwa mayoritas responden yang ada di Desa Cot Buket dan Cot Bada memiliki sikap negatif tentang seksualitas pada masa hamil yaitu sebanyak 18 responden . %). Pembahasan Pengetahuan responden tentang seksualitas dimasa hamil berada dalam kategori kurang. Hal ini didukung oleh responden yang belum pernah sama sekali mendapatkan sumber informasi tentang seksualitas selama hamil. Keterpaparan informasi yaitu sesuatu yang dapat diketahui, namun ada yang menekankan informasi sebagai transfer pengetahuan. Media ini seperti media elektronik dan media cetak, seperti Koran, majalah, artikel, televisi, radio, dan media informasi lainnya. Selain itu pengetahuan responden juga didukung oleh pekerjaan responden yang rata-rata adalah sebagai petani. Pekerjaan seseorang akan menentukan tingkat pengetahuan seseorang. Jika seseorang bekerja pada sebuah instansi atau lembaga masyarakat secara tidak langsung akses informasi tentang kesehatan akan lebih mudah dijangkau. Selain pekerjaan, pendidikan juga sangat mendukung pengetahuan seseorang. Rata-rata responden memiliki tingkat pendidikan menengah. Pendidikan merupakan sebuah proses pengubahan sikap dan perilaku seseorang atau kelompok dan juga usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Salah satu anggapan yang beredar luas dalam masyarakat adalah, pasangan harus sesering mungkin melakukan hubungan seksual selama masa hamil agar cabang bayi dapat tumbuh subur dan sehat di dalam rahim. Alasannya, karena saat berhubungan seksual, bayi akan mendapatkan siraman cairan sperma. Padahal anggapan ini sama sekali tidak benar. Tapi karena telah menjadi mitos yang beredar dari generasi ke generasi, maka masyarakat tetap saja menganggapnya sebagai satu kebenaran. Secara tidak langsung, berhubungan seks ketika hamil khususnya pada usia kehamilan mencapai trimester i dan hampir genap 40 minggu, dapat membantu kelancaran proses Saat berhubungan seks, prostaglandin yang dikeluarkan sperma dapat mengakibatkan kontraksi guna membantu penekanan sehingga kepala bayi dapat masuk ke bagian bawah panggul. Kadang-kadang bayi sudah 40 minggu namun sudah terjadi kontraksi Namun hubungan seks pada usia kehamilan tua harus hati-hati. Dari hasil penelitian yang diperoleh, didapatkan bahwa tingkat pengetahuan responden berada dalam kategori kurang. Hal ini akan berdampak negative bagi perilaku suami khususnya dalam kehidupan seksualitas masing-masing dengan pasangan khususnya pada masa kehamilan istri. Selain itu dari pengetahuan yang kurang juga dapat mengakibatkan perilaku yang salah saat melakukan hubungan seksualitas, baik dari segi waktu melakukan, cara melakukan dan frekuensi dalam setiap minggu. Lentera ISSN: 2548-835X, e ISSN: 2548-7663 Jurnal Ilmiah Sains. Teknologi. Ekonomi. Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 4 Desember 2017 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ Sikap Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa sikap responden tentang seksualitas selama hamil, berada dalam kategori negatif. Hal ini sangat berdampak buruk terhadap perilaku seksual saat masa kehamilan ibu. Secara tidak langsung, berhubungan seks ketika hamil khususnya pada usia kehamilan mencapai trimester i dan hampir genap 40 minggu, dapat membantu kelancaran proses persalinan. Saat berhubungan seks, prostaglandin yang dikeluarkan sperma dapat mengakibatkan kontraksi guna membantu penekanan sehingga kepala bayi dapat masuk ke bagian bawah panggul. Kadang-kadang bayi sudah 40 minggu namun sudah terjadi kontraksi rahim. Namun hubungan seks pada usia kehamilan tua harus hati-hati. Waktu yang tepat untuk berhubungan seks sewaktu hamil yaitu setelah trimester pertama hingga usia 7 bulan. Pada waktu ini, ibu hamil sudah relaks dan lebih enakan. Pada trimester pertama kehamilan, sebaiknya ditunda hubungan seks terlebih dahulu. Pasalnya, hubungan seks di awal kehamilan mudah terjadi kontraksi. Ari-ari atau plasenta belum terbentuk sehingga dapat mengakibatkan keguguran bila tejadi kontraksi dahsyat. Sedangkan pada usia kehamilan 7-9 bulan, frekuensi hubungan seks sebaiknya dikurangi sampai janin berusia 9 bulan karena sangat membahayakan janin. Pasalnya kontraksi bisa mengakibatkan pecah ketuban dan bayi dapat terinfeksi. Sementara bila bayi harus dilahirkan, paru-parunya belum Waktu yang sangat membahayakan yaitu antara kehamilan usia 7-8 bula. Jika sikap suami tentang perilaku seksual dimasa hamil negatif, akan berdampak negatif pula terhadap kehamilan ibu dan kondisi janin khususnya. Kehamilan bukan berarti tidak dapat melakukan hubungan seks lagi. Anda tetap dapat melakukan hubungan suami isteri selama anda hamil sembilan bulan kecuali tentu saja jika ada alasan secara medis dan atas saran dari dokter anda untuk tidak melakukan hubungan seks. Oleh karena itu, peran serta untuk mau mencari informasi sangat diperlukan bukan hanya bagi ibu namun pada suami, agar tidak terjadi resiko yang menyebabkan kegawat daruratan pada ibu dan janin PENUTUP Pengetahuan suami tentang seksualitas pada masa hamil berada dalam kategori kurang. Sikap suami tentang seksualitas pada masa hamil berada dalam kategori negative. Diharapkan kepada suami khususnya untuk lebih meningkatkan pengetahuan tentang cara serta bagaimana melakukan serta kapan saja hubungan seksualitas pada masa hamil itu dilakukan karena hal ini menyangkut dengan bahaya atau risiko yang terjadi pada ibu hamil serta calon bayi nantinya. Selain itu diharapkan pula kepada para suami bahwa masalah seksualitas pada masa hamil janganlah dianggap sebagai hal yang dianggap tabu dan hanya istrilah yang DAFTAR PUSTAKA