Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 3 Juli 2024 e-ISSN : 2964-0342, p-ISSN : 2964-0377. Hal 67-79 DOI: https://doi. org/10. 59031/jkppk. Peran Guru Pendamping dalam Memberikan Pembelajaran pada Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak Partiwi Nagari Taram Rahmat Hidayat1. Iratna Dewi2. Winarti3. Rahma Tika4 Universitas Prima Nusantara1,2,3,4 Alamat: Jl. Kusuma Bhakti No. Kubu Gulai Bancah. Kec. Mandiangin Koto Selayan. Bukittinggi. Sumatera Barat1,2,3,4 Rahmat Hidayat : rahmathidayatalfatih0108@gmail. Abstract. This research is research on Early Childhood Education (PAUD). Accompanying teachers have an important role and are equal to class teachers or core The accompanying teacher also has pedagogical competence, as stated in Minister of Education and Culture Regulation number 137 of 2014. However, in reality the role of the accompanying teacher is still considered to be ineffective in helping provide services and improving the quality of student learning. This study aims to reveal about accompanying teachers in providing services to improve the quality of learning for The subjects in this study involved 5 accompanying teachers. A case study type qualitative approach was used in this study. The data collection technique is through interviews, observations and documentation. The data analysis in this research is data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the results of the study, it can be concluded that the role of the accompanying teacher is very effective in the quality of learning by fulfilling several indicators of planning, implementation and evaluation of learning where the accompanying teacher in terms of mastering the class, improving the quality of learning and improving learning outcomes is already in the good Keywords: The Role Of Accompanying Teachers. Preschool Learning. Early Childhood. Abstrak. Penelitian ini merupakan penelitian tentang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Guru Pendamping mempunyai peranan penting dan setara dengan guru kelas atau guru inti. Guru pendamping tersebut juga memiliki kompetensi pedagogik, sebagaimana yang tertuang pada Peraturan Mendikbud bernomor 137 Tahun 2014. Namun pada kenyataanya peran guru Pendamping dinilai masih belum efektif dalam membantu memberikan layanan dan meningkatkan mutu pembelajaran peserta didik. Kajian ini bertujuan guna mengungkapkan tentang guru Pendamping dalam memberikan layanan meningkatkan kualitas pembelajaran pada anak. Subjek pada kajian ini melibatkan 5 orang guru pendamping. Pendekatan kualitatif berjenis studi kasus digunakan pada kajian ini. Teknik pengumpulan datanya melalui interviu, pengamatan, serta dokumentasi. Adapun analisis data dalam penelitian ini yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil kajian dapat ditarik kesimpulan bahwasanya peran guru pendamping sangat efektif terhadap kualitas pembelajaran dengan terpenuhinya beberapa indikator perencanaan, pelaksanaan, serta evalusi pembelajaran dimana guru pendamping dalam hal menguasai kelas, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan meningkatkan hasil belajar sudah berada dalam kategori baik. ReceivedApril 10, 2024. Accepted Mei 30, 2024. Published Juli 31, 2024 * Rahmat Hidayat : rahmathidayatalfatih0108@gmail. Peran Guru Pendamping dalam Memberikan Pembelajaran pada Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak Partiwi Nagari Taram Kata kunci: Peran Guru Pendamping. Pembelajaran Paud. Anak Usia Dini LATAR BELAKANG Seorang guru yang mempunyai kompetensi serta mampu memahami tahapan perkembangan anak diperlukan dalam upaya memberi stimulus bagi siswa di Taman Kanak-kanak. Perihal itulah yang memungkinkan anak memperlihatkan aktivitasnya serta keingintahuannya . secara optimal juga memposisikan guru sebagai pendamping, pembimbing, hingga fasilitator. Pengalaman sesuai tahapan perkembangan akan diperkaya oleh anak itu sendiri (Lubis, 2. Urutan perkembangan anak haruslah diketahui oleh seorang pengajar, sehingga mampu memberi stimulus serta berbagai pengalaman bagi anak sesuai tahapan perkembangannya. Pendidikan anak usia dini merupakan upaya guna memberi dorongan, bimbingan, asuhan, serta kegiatan pengajaran yang mampu menghasilkan kecakapan serta keterampilan anak, yang mana diberikan pada anak berusia lima hingga enam tahun ataupun sebelum masuk sekolah dasar. Tujuan dilaksanakannya proses pendidikan dan pengajaran tersebut hendaknya memberi rancangan yang bermakna baginya lewat pengalaman nyata. Guru menjadi komponen yang sangat memiliki pengaruh terhadap terwujudnya proses serta hasil pendidikan yang bermutu, yang mana pengajar memegang peranan pokok dalam membangun pendidikan, terlebih yang terselenggara di sekolah secara formal, keberhasilan siswa terlebih dalam kaitannya dengan proses pengajaran juga sangatlah ditentukan oleh seorang pendidik (Erwinsyah, 2. Dalam pendidikan anak usia dini, komponennya tersusun atas pendidik guna menunjang proses pengajaran, yang mencakup guru inti serta pendamping. Dalam proses pengajaran di sekolah, kewajiban lebih besar dipegang oleh guru inti dibanding guru pendamping yang berkewajiban menjadi teladan anak, membentuk karakternya supaya lebih baik, membantu guru inti dalam penyusunan rancangan pembelajaran, menyediakan media pengajaran, mengelola kelas, membantu tiap perkembangan anak, hingga membantu evaluasi pembelajaran (Ismia & Harmanto, 2. Guru Pendamping m e r u p a k a n individu yang mendampingi pendidikan usia dini, yang selama masa tahun-tahun prasekolah bekerja secara langsung dengan anak PAUD (Nurtaniawati, 2. Memahami JKPPK Ae Vol. 2 No. 3 Juli 2024 E-ISSN : 2964-0342, p-ISSN : 2964-0377. Hal 67-79 karakteristik serta keanekaragaman anak dengan keadaan khusus serta bagaimana penanganan secara baik dan benar menjadi salah satu kriteria utamanya. Selanjutnya, (Yuwono et al. , 2. , mendefinisikannya sebagai guru yang mempunyai pengetahuan serta keterampilan dalam bidang anak-anak berkebutuhan khusus, yang membantu ataupun bekerja sama dengan pendidik sekolah reguler guna mewujudkan pengajaran yang inklusi. Secara keseluruhan, kualitas belajar siswa di kelas bisa meningkat oleh pelayanan seorang guru pendamping yang sangat bermanfaat. Tentunya guna bisa menjadi guru pendamping memerlukan keterampilan khusus. Lewat keterampilan itu, ia bisa membantu dalam penanganan keadaan khusus yang kerap kali jadi kendala siswa dalam aktivitas belajarnya (Wardah, 2. Harapannya anak bisa terbantu pada pelbagai hal akan adanya guru pendamping, semisal berkonsentrasi . , berkomunikasi, berpartisipasi di kelas, bersosialisasi, bersopan santun serta perilaku yang terkendali. Meski mampu dilayani serta diajar dengan baik oleh guru kelasnya supaya mempunyai arah serta tujuan yang jelas, akan tetapi kehadiran guru pendamping juga tetap dibutuhkan agar pelajaran di kelas bisa tersampaikan kepada siswa yang bertujuan guna memaksimalkan pemahamannya (Sufanti, 2. Namun pada kenyataanya peran guru pendamping dinilai masih belum efektif membantu meningkatkan kualitas pembelajaran siswa. Berdasarkan hasil penelitian oleh (Syofiyanti & Mahyatun, 2. yang dilaksanakan di TK yang dalam proses pengajarannya terbantu oleh guru pendamping, mendapati peranannya dalam membantu proses pengajaran yang belum maksimal. Perihal tersebut tampak oleh perencanaan pembelajaran, ketika berlangsung pembelajaran masih adanya guru yang menulis RKH, sehingga kurang maksimal peranannya, dalam proses merencanakan pembelajaran tak melibatkan guru pendamping, sesaat sebelum mengajar koordinasi pengajaran yang hendak disampaikan dikoordinasikan antara guru pendamping dengan guru inti, tanpa mempersiapkannya secara matang. Saat proses pengajaran berlangsung, aktivitas yang hendak guru inti lakukan tidak diperhatikannya, ataupun bisa dikatakan bahwasanya tema kegiatan secara keseluruhan, kebermanfaatannya, serta pelbagai aktivitas yang hendak dijalankan dalam pengajaran tidak diketahui oleh sebagian guru pendamping, mereka sekadar menjalankan pendampingan, kepekaan antara guru JKPPK Ae Vol. 2 No. 3 Juli 2024 Peran Guru Pendamping dalam Memberikan Pembelajaran pada Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak Partiwi Nagari Taram kecenderungannya guru pendamping harus dimintai tolong terlebih dulu guna membantu mengondisikan siswanya, serta adanya kekurangkonsistenan atas tugasnya ataupun bisa dikatakan sekadar mendampingi sejumlah hal semata, tak menyeluruh ketika berlangsungnya pengajaran (Kisna & Junaidi, 2. Penelitian terdahulu tentang guru pendamping dalam proses belajar mengajar sudah banyak dilakukan diantaranya. Penelitian oleh Zulmita . Perannya pada pengajaran di TK Al-Himmah. Desa Pancuran Gading. Kecamatan Tebo Tengah. Kabupaten Tebo. Kedua penelitian Wati . berjudul Peran Guru Pendamping dalam Membantu Proses Pembelajaran pada Anak Usia Dini di TK Alif Ba Lampaseh Banda Aceh. Ketiga kajian Amelia . Peran Guru Pendamping Dalam Membantu Pembelajaran pada Taman Kanak- kanak di Kota Semarang (Early & Winton, 2. Berdasar kajian itu bisa ditarik simpulan bahwasanya: pemahaman yang baik mengenai KBK cukup dimiliki oleh guru, dalam dalam implementasinya terdapat faktor pendukung, diantaranya: a. Kreativitas pendidik dalam mengajar, kecakapan pendidik, materi yang dikuasai secara baik (Ismail, 2. Jurnal tersebut mempunyai kesamaan dengan periset, yakni menemukan permasalahan, diantaranya kreativitas guru saat mengajar serat materi yang dikuasainya. Akan tetapi permbedaannya ialah di setting dan lokasi kajian (Vandell et al. , 2. Peran guru pendamping dalam meningkatkan kualitas pengajaran anak usia dini menjadikannya satu- satunya masalah yang penting, baik di lingkungan sekolah (Husain & Kaharu, 2. Karenanya, sangat penting guna menjalankan kajian berkenaan dengan efektivitas peranan guru pendamping guna meningkatkan mutu pengajaran pada anak usia Kajian yang membahas perihal itu sudah banyak, akan tetapi dari sejumlah kajian itu belum membahas secara spesifik mengenai peran guru pendamping pada pengajaran siswa PAUD. Di lain sisi, kajian mengenai efektivitas guru pendamping masih jarang. Objek kajian terdahulu didominasi oleh peran guru kelas (Lase et al. , 2. Pada kajian ini, kebaharuannya ialah periset memberi pemaparan bagaimanakah efektivitas guru pendamping dalam meningkatkan mutu pengajaran pada siswa PAUD secara spesifik serta mendalam, dimana tujuannya guna menjadikannya acuan bagi institusi pendidikan Kajian ini bertujuan guna mengungkap efektivitas guru pendamping dalam meningkatkan kualitas pengajaran anak di TK Islam Kanita Tiara (Marwiyati & Kinasih. JKPPK Ae Vol. 2 No. 3 Juli 2024 E-ISSN : 2964-0342, p-ISSN : 2964-0377. Hal 67-79 KAJIAN TEORITIS Kajian teori ini termasuk penelitian kualitatif. Alasan mengapa peneliti memilih pendekatan itu dikarenakan peneliti ingin mendeskripsikan gejala sesuai kondisi yang subjek alami. Perihal itu sejalan dengan Sugiyono . yang mengatakan bahwasanya makna pada sebuah peristiwa dipahami oleh penelitian kualitatif lewat interaksinya dengan individu yang mempunyai keterlibatan pada gejala itu. Kemudian, kajian ini menggunakan studi kasus. Karenanya, peneliti terjun ke lapangan secara langsung guna melakukan pengamatan serta pengumpulan data yang diperlukan berkenaan dengan Peran guru pendamping dalam meningkatkan kualitas pengajaran anak di TK partiwi Nagari Taram kecamatan Harau. Penelitian ini dilaksanakan di Nagari Taram kecamatan Harau. Sumatera Barat. Peneliti melakukan penelitian di TK Partiwi. Pada kajian in, peneliti memerlukan waktu dua bulan, yakni sejak pertengahan Aapril hingga awal Mei 2024. Subyek yang periset jadikan responden pada kajian ini sejumlah 5 guru pendamping. Sedang objeknya ialah Peran guru pendamping dalam meningkatkan kualitas pengajaran anak usia dini di TK Partiwi. Kriteria pertama yang menjadi landasan pemilihan informan ialah harus guru kelas A. B, dan C yang menjadi pengajar PAUD di Nagari Taram, berpendidikan S1 Pendidikan PAUD. Interviu dilaksanakan tanpa lewat paksaan yang mana pendidik menyatakan ketersediaannya menjadi informan. Dalam kajian ini memakai teknik pengumpulan data berupa interviu dengan guru kelas beserta guru pendamping mengenai guru pendamping dalam berlangsungnya proses Selanjutnya observasi, peneliti melakukan observasi di kelas tempat bermain serta lokasi anak membaca sejumlah objek yang diperhatikan dalam kajian ini yaitu mengamati bagaimana guru pendamping berkomunikasi dengan siswa dan memperhatikan bagaimana peran guru pendamping dalam mendampingi siswa dalam proses pembelajaran (Kasprzak et al. , 2. Terakhir yakni dokumentasi, periset melakukan pengambilan sejumlah gambar aktivitas ketika pembelajaran. JKPPK Ae Vol. 2 No. 3 Juli 2024 Peran Guru Pendamping dalam Memberikan Pembelajaran pada Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak Partiwi Nagari Taram Pada kajian ini memakai teknik analisis triangulasi model interaktif (Miles & Huberman, 2. mencakup pengumpulan data, mereduksinya diantaranya pemilihan serta penyeleksian tiap data yang masuk dari hasil pengamatan, interviu, hingga pendokumentasian, kemudian mengolah serta memfokuskan semua data mentah, selanjutnya menyajikan datanya, terakhir menarik simpulan guna penganalisisan data yang periset temukan. Selengkapnya disajikan dengan bagan pada gambar 1. Gambar 1 Peneltian Kualitatif METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam paragraf tersebut adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan efektivitas peran guru pendamping dalam meningkatkan kualitas pengajaran pada anak usia dini secara spesifik dan mendalam. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini mencakup: Pengumpulan Data : Literatur : Menggunakan kajian dari penelitian terdahulu sebagai referensi, seperti yang dilakukan oleh Zulmita . Wati . , dan Amelia . Pengamatan Langsung: Observasi terhadap proses pengajaran di TK yang dibantu oleh guru pendamping. Wawancara: Melakukan wawancara dengan guru inti, guru pendamping, dan mungkin juga dengan orang tua serta siswa untuk mendapatkan perspektif yang lebih holistik mengenai peran dan efektivitas guru pendamping. Analisis Data : Deskriptif : Menganalisis data yang diperoleh dari observasi dan wawancara, kemudian mendeskripsikan temuan-temuan secara rinci. JKPPK Ae Vol. 2 No. 3 Juli 2024 E-ISSN : 2964-0342, p-ISSN : 2964-0377. Hal 67-79 Komparatif : Membandingkan hasil temuan dengan literatur yang sudah ada untuk menemukan persamaan dan perbedaan, serta menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas peran guru pendamping. Penyajian Hasil: Menyajikan temuan penelitian dalam bentuk narasi yang terstruktur, menjelaskan efektivitas peran guru pendamping dalam berbagai aspek pengajaran. Memberikan rekomendasi berdasarkan temuan penelitian untuk peningkatan kualitas pengajaran oleh guru pendamping. Keseluruhan proses penelitian ini bertujuan untuk menyediakan pemahaman yang mendalam dan spesifik tentang efektivitas peran guru pendamping dalam meningkatkan mutu pengajaran di TK Islam Kanita Tiara, serta untuk memberikan acuan bagi institusi pendidikan lainnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran guru pendamping dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang sudah terlaksana pada pengajaran dalam kajian pra-tindakan sebagai berikut: . Kemampuan Menguasai Kelas terdiri atas kategori total guru pendamping yang belum berkembang jumlah guru pendamping yang mulai berkembang, sedang guru pendamping yang berkembang sesuai harapan (BSH) serta berkembang sangat baik (BSB) belum terlihat. Kemampuan Meningkatkan Kualitas Belajar terdiri atas kategori total guru pendamping yang belum berkembang (BB) sejumlah 6 guru, jumlah guru pendamping yang mulai berkembang (MB) sejumlah 1 guru, sedang guru pendamping yang berkembang sesuai harapan (BSH) dan berkembang sangat baik (BSB) belum terlihat. Kemampuan Meningkatkan Hasil Belajar terdiri atas kategori total guru pendamping yang belumberkembang (BB) sejumlah 4 guru, jumlah guru pendamping yang mulai berkembang (MB) sejumlah 1 guru, sedang guru pendamping yang berkembang sesuai harapan (BSH) dan berkembang sangat baik (BSB) belum tampak. Berdasar Penelitian diatas tersebut, bisa dikatakan bahwasanya kondisi tahapan perkembangan sejumlah unsur Peran guru pendamping dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pada penelitian pra tindakan yaitu: . Lebih dominannya kemampuan Menguasai Kelas di keadaan belum berkembang (BB) dibanding mulai berkembang (MB), . Lebih dominannya kemampuan Meningkatkan Kualitas Belajar pada posisi belum berkembang (BB) dibanding mulai berkembang (MB), . Lebih dominannya JKPPK Ae Vol. 2 No. 3 Juli 2024 Peran Guru Pendamping dalam Memberikan Pembelajaran pada Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak Partiwi Nagari Taram kemampuan Meningkatkan Hasil Belajar pada posisi belum berkembang (BB) dibanding mulai berkembang (MB). Berdasar hasil observasi peneliti, bisa kita amati perkembangan Peran guru pendamping dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berdasar perolehan data semasa Berdasar hasil observasi kedua menyebutkan bahwasanya : . Kemampuan Menguasai Kelas tersusun atas kategori total guru pendamping yang belum berkembang (BB) tak lagi ada, sedang total guru pendamping yang mulai berkembang (MB) sejumlah 4 guru, jumlah guru pendamping yang berkembang sesuai harapan (BSH) sejumlah 1 guru, serta berkembang sangat baik (BSB) belum ada. Kemampuan Meningkatkan Kualitas Belajar terdiri atas kategori total guru pendamping yang belum berkembang (BB) tak ada lagi, sedang total guru pendamping yang mulai berkembang (MB) sejumlah 4 guru, sedang total guru pendamping yang berkembang sesuai harapan (BSH) berjumlah 1 guru , serta berkembang sangat baik (BSB) sejumlah 1 guru. Kemampuan Meningkatkan Hasil Belajar tersusun atas kategori total guru pendamping yang belum berkembang (BB) tak lagi ada, sedang total guru pendamping yang mulai berkembang (MB) sejumlah 4 guru, sedang total guru pendamping yang berkembang sesuai harapan (BSH) berjumlah 1 guru, serta berkembang sangat baik (BSB) sejumlah 1 guru. Sebagaimana bisa kita amati diagram. Dalam menjalankan tugasnya peran guru pendamping yaitu membantu guru inti guna menyiapkan perangkat pembelajaran, pengawasan serta pendampingan secara langsung pada anak dalam aktivitas pengajaran, menjalankan aktivitas serta melakukan evaluasi pembelajaran, sudah melaksanakan tugas nya dengan optimal dan sesuai. Kajian ini sejalan dengan kajian sebelumnya dari (Mundia Sari & Setiawan, 2. , yang mana mengatakan bahwasanya peran yang guru pendamping miliki ialah pendisiplinan peserta didik, membantu peserta didik yang sukar memahami pelajaran supaya bisa memahaminya, melakukan bimbingan guna terselesaikannya masalah saat penhgajaran, serta menjadikannya pelatih yang cakap dalam mengasah keterampilan peserta didik sejalan dengan potensinya. Selanjutnya terjelaskan oleh Peraturan Mendikbud bernomor 137 Tahun 2014 bahwasanya, secara keseluruhan dari komponen kompetensinya guru pendamping berperan dalam: . Menyusun rancangan Pembelajaran, yakni: . melakukan penyusunan prota, promes, bulanan, mingguan, hingga harian. menetapkan permainan yang JKPPK Ae Vol. 2 No. 3 Juli 2024 E-ISSN : 2964-0342, p-ISSN : 2964-0377. Hal 67-79 mendukung taraf ketercapaian perkembangan anak. membuat perencanaan aktivitas yang disusunnya berdasar kelompok usia. Mengimplementasikan pengajaran, yakni mencakup: . pengelolaan aktivitas sesuai susunan rencana berdasar kelompok usia. memakai metode pembelajaran lewat permainan sesuai karakteristik anak. memilih serta memakai media yang sesuai aktivitas serta kondisi anak. memberi dorongan guna meningkatkan keterlibatan anak pada kegiatan. memberi bimbingan sesuai keterbutuhan anak. Melakukan evaluasi Pembelajaran, yakni: . pemilihan cara-cara penilaian yang sesuai tujuan yang hendak . menjalankan penilaian yang sesuai dengan cara-cara yang sudah ditetapkan. melakukan pengolahan hasil penilaian. memakai hasil penilaian guna pelbagai kepentingan pendidikan. melakukan pendokumentasian hasil penilaian. Dalam merencanakan pembelajaran, rencana pelaksanan pembelajaran harus disusun sebelum melaksanakan pengajaran. Perihal itu dilakukan dengan model serta pendekatan pembelajaran yang sesuai karakteristik serta kebutuhan anak (Elfrida Ita. Dan apabila hendak melakukan perencanaan pengajaran, guru harus secara mandiri membuatnya lewat acuan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan karena itu program harian, mingguan, bulanan, semester, dan tahunan sangat penting menjadi pegangan guru pada pembelajarannya. Pada kegiatan tersebut, baik pendidik ataupun peserta didik melibatkan diri dalam kegiatan supaya pengajaran di lingkungan ataupun luar lembaga bisa berjalan secara baik. Hasil kajian didukung dengan kajian sebelumnya oleh Kurniati et al. , . , yang mengatakan bahwasanya sebelum terlaksananya pengajaran, guru harus melakukan perencanaan pembelajarannya. Dalam penyusunan RPP harus memperhatikan rambu-rambu, diantaranya: . Pemahaman atas STPPA sebagai hasil akhir program PAUD (KI). Memahami KD sebagai capaian hasil . Materi pengajaran yang ditetapkan sebagai muatan guna pengayaan pengalaman anak. Penyusunan RPP guna mendukung capaian KI dan KD, mendukung keberhasilan pengelolaan pembelajaran yang bermakna, memberi arahan kepada pendidik guna mempersiapkan alat serta bahan yang dibutuhkan, memberi arahan kepada guru guna membangun kognitif, afektif, serta psikomotor yang diharap mampu anak miliki, serta mendukung keberhasilan pengajaran. Ketika melaksanakan pengajaran, pelaksanaannya harus menerapkan bahan ajar yang beragam jenisnya dan kecukupan jumlah hingga alat permainan edukatif. Perihal itu JKPPK Ae Vol. 2 No. 3 Juli 2024 Peran Guru Pendamping dalam Memberikan Pembelajaran pada Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak Partiwi Nagari Taram dijalankan berdasar perencanaannya. Cakupan pelaksanaan pembelajaran: . Kegiatan Dalam kegiatan ini hal yang harus dilaksanakan adalah mempersiapkan anak secara fisik dan psikis guna terlibat pada pengajaran. Aktivitas tersebut biasanya membahas mengenai tema ataupun subtema yang hendak terlaksana. Kegiatan inti. Dijalankan lewat proses elaborasi, eksplorasi, serta konfirmasi secara sistematis. Perihal ini biasanya membahas berkenaan dengan tujuan yang hendak dilaksanakan dalam proses . Kegiatan penutup yang menjadi akhir dari aktivitas pengajaran yang terlaksana dalam wujud simpulan ataupun rangkuman pelajaran, feedback atas proses beserta hasil belajar, penilaian, dan menyampaikan pembelajaran tahap berikutnya. Selaras dengan apa yang dikemukakan (Rezki et al. , 2. , bahwasanya pelaksanaan pembelajaran ialah serangkaian proses yang ditata sedemikian rupa berdasar tahapan tertentu supaya dalam implementasinya bisa meraih hasil sesuai harapan. Pendidik dalam pengajaran menjalankan tahapan implementasi pengajaran, diantaranya melakukan pembukaan, menyampaikan materi ajar, serta kegiatan penutup. Dalam kegiatan mengevaluasi pembelajaran, penilaian hasil kegiatan belajar yang dilakukan oleh pengajar dipakai guna memantau secara kesinambungan proses dan kemajuan belajar peserta didik (Wicaksana, 2. Berdasar penilaian yang telah dilakukan, orang tua siswa dan guru bisa mendapat informasi tentang pencapaian perkembangannya guna memberi penggambaran pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang siswa miliki selepas mengikuti pelajaran. Perihal itu bisa guru pakai guna pengambilan keputusan yang sangat diperlukan sebagai strategi mengajarnya dalam perbaikan pembelajaran siswa. Dalam evaluasi pembelajaran, peran yang guru pendamping miliki dari siswa datang hingga pulang daei sekolah. Penilaian seluruh aspek tumbuh kembangnya terdeskripsikan dalam wujud portofolio, yang menjadi laporan kepada orang tua mengenai perkembangannya. Selaras dengan buku Pedoman K-13 mengenai standar penilaian proses serta hasil pengajaran memberikan penggambaran berkenaan taraf capaian perkembangan anak yang terwujud dalam kompetensi kognitif, afektif, serta psikomotor. Hasil akhir pengamatan efektivitas guru pendamping dalam meningkatkan kualitas pembelajaran anak usia dini memiliki peranan sangat efektif dan dalam kategori baik. Perihal itu mendapat pembuktian oleh terdapatnya peningkatan kemampuan efektivitas guru pendamping sebelum adanya tindakan pada kriteria kemampuan menguasai kelas meningkat. JKPPK Ae Vol. 2 No. 3 Juli 2024 E-ISSN : 2964-0342, p-ISSN : 2964-0377. Hal 67-79 Berdasarkan data hasil pengamatan simpulan bahwasanya peran guru pendamping terhadap kualitas pembelajaran dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, serta evalusi sangatlah efektif. Perannya dalam pengajaran bertugas guna memberi dorongan, bimbingan, serta memfasilitasi peserta didik dalam belajar guna meraih tujuan. Tanggung jawab yang pendidik miliki guna mengamati segala sesuatu yang ada di kelas guna memberi bantuan dalam proses tumbuh kembang peserta didik. Materi pelajaran yang disampaikan sekadar satu dari pelbagai aktivitas pengajaran sebagai yang dinamis di seluruh fase serta perkembangan peserta didik (Primanisa & Jf, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan tujuan kajian, pembahasan, serta analisis yang sudah terlaksana bisa ditarik simpulan bahwasanya peran guru pendamping dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sangat efektif, bisa kita amati dari berbagai aspek perencanaan, pelaksanaan, hingga evalusi pembelajaran dimana guru pendamping dalam hal menguasai kelas, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan meningkatkan hasil belajar sudah berada dalam kategori baik. Sehingga bisa ditarik simpulan bahwasanya peran guru pendamping sangat efektif terhadap kualitas pembelajaran di TK Partiwi di Nagari Taram Kecamatan Harau Kab. Limo Puluh Kota. Sumatera Barat. Dengan demikian efektivitas guru pendamping memberi pengaruh cukup signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran anak usia dini di TK Partiwi. UCAPAN TERIMAKASIH