JIGE 4 . JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION id/index. php/jige PENGEMBANGAN MASJID LUAR BATANG SEBAGAI BAGIAN DARI POTENSI WISATA KAWASAN PELABUHAN SUNDA KELAPA Wisnu Ivan Kusuma1. Lin Yola2 Program Studi Kajian Pengembangan Perkotaan. Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia. Jakarta. Indonesia History Article Article history: Received Mei 01, 2023 Approved Mei 17, 2023 Keywords: Religious Tourism. Luar Batang Mosque. DKI Jakarta ABSTRACT An Nur Mosque or better known as the Luar Batang Mosque in the coastal area in North Jakarta is a historical heritage built in Until now, the Luar Batang Mosque, which is considered sacred, has been visited by many people both from Jakarta and outside Jakarta. As a religious tourism location, the Luar Batang Mosque currently has many limitations both physical and nonphysical facilities, such as the lack of parking lots, limited visitor accommodation and the lack of availability of information that can be obtained by the public if they want to visit. The research conducted through this qualitative method was carried out to provide recommendations to the management of the Luar Batang Mosque and the DKI Jakarta Provincial Government to be able to develop the potential of religious tourism to make it more friendly and comfortable for visitors and provide benefits to the surrounding community, as is done at the Jogokariyan Mosque in Yogyakarta or the historic Kebon Jeruk Mosque in West Jakarta. ABSTRAK Masjid An Nur atau lebih dikenal sebagai Masjid Luar Batang yang berada di kawasan pesisir di daerah Jakarta Utara merupakan peninggalan sejarah yang dibangun pada tahun 1739. Sampai saat ini Masjid Luar Batang yang dianggap keramat, banyak dikunjungi masyarakat baik dari Jakarta maupun luar Jakarta. Sebagai lokasi wisata religi Masjid Luar Batang saat ini memiliki banyak keterbatasan baik fasilitas fisik maupun non fisik, seperti kurang tersedianya tempat parkir, terbatasnya akomodasi pengunjung dan masih minimnya ketersediaan informasi yang bisa didapat oleh masyarakat apabila menginginkanuntuk berkunjung. Penelitian yang dilakukan melalui metode kualitatif ini dilakukan Pengembangan Masjid Luar Batang Sebagai Bagian Dari Potensi A - 587 Kusuma et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . untuk memberikan rekomendasi kepada pengurus Masjid Luar Batang dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk dapat mengembangkan potensi wisata religi tersebut agar lebih ramah dan nyaman bagi pengunjung dan memberikan manfaat untuk masyarakat sekitar, seperti yang dilakukan di Masjid Jogokariyan di Yogyakarta atau Masjid bersejarah Masjid Kebon Jeruk di Jakarta Barat. A 2023 Jurnal Ilmiah Global Education *Corresponding author email: wisnu. ivan@ui. PENDAHULUAN Berkaitan dengan definisi kota yang dikemukakan oleh Mumford . , aktivitas pada Masjid Luar Batang merupakan salah satu contoh integrasi hubungan dimaksud dengan dijadikannya Masjid Luar Batang sebagai sarana untuk berinteraksi secara vertikal dengan Tuhan YME dan secara horizontal dalam bentuk interaksi sosial satu sama lainnya oleh komunitas atau masyarakat. Masjid Luar Batang merupakan salah satu masjid tertua di Jakarta Utara yang dibangun pada abad ke-18 yang di dalamnya terdapat makam Habib Husein, seorang ulama yang dihormati oleh masyarakat sekitar pada masanya. Dengan latar sejarah tersebut. Masjid Luar Batang memiliki daya tarik bagi ribuan pengunjung dengan tujuan berziarah dan beribadah. Akan tetapi, berdasarkan pengamatan pada lokasi, faktor kenyamanan, kebersihan, dan keamanan bagi pengunjung merupakan hal yang masih perlu Untuk itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji peningkatan sarana dan prasarana penunjang kegiatan masyarakat yang diperlukan di kawasan wisata religi Masjid Luar Batang. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan melalui metode kualitatif dengan penyajian secara deskriptif dan gambar yang disajikan untuk menjabarkan permasalahan yang dikaji pada penelitian ini terkait pengembangan Masjid Luar Batang sebagai bagian dari potensi wisata kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis adalah: . melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dengan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dan Pengelola Masjid Luar Batang. observasi lapangan berikut wawancara dengan Kepala UPT. Museum Bahari dan Pengelola Masjid Luar Batang. melalui sumber sekunder berupa dokumen buku dan artikel-artikel penelitian serupa. Data yang dieproleh kemudian diolah dan dituangkan dalam bentuk deskripsi permasalahan hingga mendapatkan hasil dan kesimpulan dari permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Linimasa Revitalisasi Masjid Luar Batang Sejak didirikan pada tahun 1739. Masjid Luar Batang telah beberapa kali mengalami Renovasi pertamanya dilakukan pada tahun 1827 saat Gubernur Jenderal Hindia Belanda Du Bus de Gisugnies memerintah. Bangunan yang semula terbuat dari kayu dibangun ulang menjadi bertembok bata dilengkapi dengan kubah setengah lingkaran dengan beberapa pilar beton penyangga berlanggam art deco khas Eropa dan menara kecil berujung bulat dekat dengan pintu masuk masjid. Pilar kayu yang berjumlah dua belas buah dan Pengembangan Masjid Luar Batang Sebagai Bagian Dari Potensi A - 588 Kusuma et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . makam pada bangunan lama tetap dipertahankan. Sekeliling lahan masjid dibangun tembok bata dilengkapi dengan gapura kokoh setinggi delapan meter. Selang selama satu abad, renovasi kembali dilakukan pada tahun 1991 saat Jakarta dipimpin oleh Wiyogo Atmodarminto. Dengan kondisi bangunan yang mulai lapuk, kubah direnovasi menjadi bentuk limas khas Betawi berunsur kayu tahan api. Pilar di dalam masjid diganti menjadi berbahan beton dan marmer melapisi dinding serta lantai, dan juga renovasi dua makam pendiri masjid menjadi bangunan yang lebih kokoh namun tetap mempertahankan kusen jati hasil renovasi tahun 1827. Gambar 1. Suasana Masjid Luar Batang di awal abad ke-20 Sumber: detik. Saat Sutiyoso menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, dasar bangunan dinaikkan setinggi satu meter untuk menghindari banjir rob yang kerap melanda kawasan tersebut, lalu dilanjutkan pada tahun 2008 oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dengan mendirikan dua menara kokoh setinggi 57 untuk menggantikan fungsi menara kecil setinggi tujuh meter yang sudah berusia 150 tahun. Renovasi terakhir dilakukan pada tahun 2021 dengan menambahkan sistem pelantang suara dengan teknologi terbaru, sistem pengawas CCTV menjadi 50 unit, dan kanopi luas yang menutupi sayap kanan masjid untuk menaungi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan Masjid Luar Batang sebagai Masjid Cagar Budaya sejak tahun 1993 dan masuk sebagai salah satu destinasi wisata bahari di Jakarta Utara. Masjid Luar Batang dan Area Sekitarnya Masjid yang berlokasi di Jl. Luar Batang V No. RT. 6/RW. Penjaringan. Kota Jakarta Utara. Daerah Khusus Ibukota Jakarta ini setiap harinya dikunjungi oleh ribuan pengunjung untuk melakukan ibadah dan berziarah. Menurut Ashadi et al . , selain fungsi utamanya sebagai tempat ibadah. Masjid Luar Batang melaksanakan aktivitas mingguan diantaranya ziarah makam serta penyelenggaraan pasar . oleh warga sekitar yang diadakan setiap Kamis malam dan pelaksanaan salat Jumat. Pada ketiga aktivitas ini pengunjung Masjid Luar Batang mengalami peningkatan hingga mencapai 1. 000 orang. Namun, menurut Sekretaris Pengurus Masjid Luar Batang. Mansur Amin, selama masa pandemi di pertengahan tahun 2020 hingga saat ini, terjadi penurunan jumlah pengunjung Masjid Luar Batang menjadi 200-300 orang setiap harinya. Pengembangan Masjid Luar Batang Sebagai Bagian Dari Potensi A - 589 Kusuma et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . Sarana dan Prasarana Masjid Luar Batang Masjid Luar Batang memiliki tiga akses jalan masuk, yakni dari Jl. Luar Batang Gang 1 dan Gang 2 khusus untuk kendaraan roda dua dan empat, sedangkan untuk kendaraan besar seperti bus wisata, akses masuk menuju Masjid Luar Batang dilakukan melalui Jalan Kompleks Muara Baru Depan. Untuk area parkir bagi pengunjung Masjid Luar Batang terdiri dari dua lokasi, yakni di sebelah timur area masjid dengan luas kurang lebih 836 m2 yang berfungsi sebagai tempat parkir sekaligus area kios makanan dan di sebelah utara Masjid khusus kendaraan besar seperti bus. Berdasarkan informasi yang didapat pada observasi lapangan, lokasi parkir untuk kendaraan besar merupakan tanah kepemilikan PT. Jakarta Propertindo dengan kondisi belum tertata serta berpotensi terjadinya banjir yang disebabkan oleh saluran air di area tersebut tidak berfungsi dengan Gambar 2. Peta Masjid Luar Batang dan Fasilitas di Sekitarnya Sumber: Ashadi . Gambar 3. Area Parkir Sebelah Timur Masjid Pengembangan Masjid Luar Batang Sebagai Bagian Dari Potensi A - 590 Kusuma et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . Sumber: Masjid Jami Luar Batang Destinasi Wisata Cagar Budaya Kota Lama Jakarta . Gambar 4. Area Parkir Sebelah Utara Masjid Sumber: Dokumentasi Penulis . Kampung Luar Batang Kampung Luar Batang merupakan kampung tua yang berada disekitar Mesjid Luar Batang dengan luas wilayah sekitar 131. 500 m2. Kampung yang bersebelahan dengan Kawasan Pasar Ikan (Kampung Akuariu. ini memiliki 3 RW dan 37 RT dengan rincian RW 01 terdiri dari 11 RT dengan 750 kepala keluarga. RW 02 terdiri dari 12 RT dengan 550 kepala keluarga dan RW 03 terdiri dari 14 RT dengan 1220 kepala keluarga. Gambar 5. Peta Wilayah Kampung Luar Batang Pengembangan Masjid Luar Batang Sebagai Bagian Dari Potensi A - 591 Kusuma et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . Sumber: Ashadi . Sebelum pandemi mmasuk ke Indonesia di pertengahan tahun 2020, warga Kampung Luar Batang bermatapencaharian sebagai penyediaan fasilitas pendukung bagi pengunjung Masjid Luar Batang dan juga pedagang. Di antara para pedagang tersebut, banyak di antarnya merupakan pendatang. Kegiatan ekonomi ini menyebabkan rumahrumah warga Kampung Luar Batang mayoritas telah beralih fungsi tidak hanya untuk hunian pribadi, namun juga digunakan untuk kegiatan komersil seperti toko atau warung, penyewaan kamar mandi atau wc, maupun tempat istirahat bagi pengunjung Masjid Luar Batang. Bagi pedagang bazar di sekitar Masjid Luar Batang yang beroperasi pada harihari tertentu, mereka dikenakan tarif sewa listrik sebagaimana telah disebutkan Pandemi Covid-19 membawa dampak yang sangat signifikan pada jumlah pengujung yang datang. Perputaran ekonomi masyarakat di sekitar Masjid Luar Batang yang Sebagian besar ditopang oleh pariwisata sangat terdampak akibat pembatasan sosial dan pembatas kegiatan masyarakat yang diberlakukan oleh pemerintah. Dengan diberlakukannya pembatasan pengunjung Masjid Luar Batang, mayoritas mata pencaharian warga Kampung Luar Batang hanya sebatas penyediaan toko/warung dirumah maupun kios makanan di area parkir. KESIMPULAN Masjid Luar Batang adalah obyek wisata yang sangat potensial untuk dikembangkan. Banyaknya pengunjung ke Masjid Luar Batang walaupun di masa pandemi, menjadi bukti bahwa Masjid Luar Batang adalah tujuan wisata religi yang sangat diminati masyarakat. Untuk meningkatkan jumlah pengunjung. Masjid Luar Batang harus berbenah diri dan harus didukung dengan program dan fasilitas pendukung yang layak. Pendidikan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar masjid juga harus menjadi prioritas agar masyarakat mampu secara aktif terlibat langsung dalam mendukung dan memberikan pelayanan prima . ervice excellenc. kepada pengunjung sehingga memudahkan pengunjung mendapatkan layanan yang diinginkan. Tentunya hal ini akan meningkatkan penghasilan masyarakat di sekitar masjid sehingga perekonomian di daerah tersebut juga akan terdongkrak. Pengurus Masjid Luar Batang direkomendasikan untuk membuat database pengunjung, membuat komunitas pecinta Masjid Luar Batang, membuat acara pada event -event keagamaan yang disosialisasikan melalui website atau broadcasting media sosial, membuat ikon dan souvenir khas Masjid Luar Batang, dan berkolaborasi bersama warga dalam penyediaan fasilitas yang mempermudah pengunjung beraktivitas di Masjid Luar Batang seperti penyediaan makanan dan minuman setelah beribadah. Di samping itu, nilai Masjid Luar Batang sebagai destinasi wisata akan meningkat apabila Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperbaiki fasilitas fisik di sekitar Masjid Luar Batang untuk memudahkan akses parkir kendaraan dan membuat pasar atau kios bagi penyediaan pelayanan pengunjung yang lebih baik. Kemudian film dokumenter Masjid Luar Batang dan kawasan di sekitarnya dapat dijadikan salah satu media pemasaran melalui platform digital sehingga memperluas cakupan segmentasi pengunjung. Pengembangan Masjid Luar Batang Sebagai Bagian Dari Potensi A - 592 Kusuma et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . DAFTAR PUSTAKA