Urecol Journal. Part B: Economics and Business Vol. 2 No. eISSN: 2797-1902 Presentation of Financial Statements. Internal Control System. Accessibility of Financial Statements and Performance Audit on The Accountability of Regional Financial Management Mardika Pramudianti . Wawan Sadtyo Nugroho Department of Accounting. Universitas Muhammadiyah Magelang. Indonesia mardikaap96@gmail. https://doi. org/10. 53017/ujeb. Received: 17/02/2022 Revised: 25/03/2022 Accepted: 27/03/2022 Abstract This study aims to empirically test and analyze the effect of presentation of financial statements, internal control system, accessibility of financial statements and performance audit on the accountability of regional financial management. The research population is all regional organization in Magelang District. Based on the sampling method using purposive sampling, a sample of 26 regional organization in Magelang District. Hypothesis testing was performed using multiple linear regression analysis. The results showed that the presentation of financial statements had no effect on the accountability of regional financial management, internal control system had a positive effect on the accountability of regional financial management, accessibility of financial statements had no effect on the accountability of regional financial management and performance audit ad a positive effect on the accountability of regional financial management. Keywords: Presentation of financial statements. Internal control system. Accessibility of financial statements. Performance audit. Accountability of regional financial management Pengaruh Penyajian Laporan Keuangan. Sistem Pengendalian Internal. Aksesibilitas Laporan Keuangan dan Audit Kinerja Terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris dan menganalisis pengaruh penyajian laporan keuangan, sistem pengendalian internal, aksesibilitas laporan keuangan dan audit kinerja terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Populasi penelitian adalah seluruh OPD di Kabupaten Magelang. Berdasarkan metode pengambilan sampel dengan purposive sampling diperoleh sampel sebanyak 26 OPD di Kabupaten Magelang. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyajian laporan keuangan tidak berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, sistem pengendalian internal berpengaruh positif terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, aksesibilitas laporan keuangan tidak berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah dan audit kinerja berpengaruh positif terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Kata kunci: Penyajian laporan keuangan. Sistem pengendalian internal. Aksesibilitas laporan keuangan. Audit kinerja. Akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 2 No. Mardika Pramudianti and Wawan Sadtyo Nugroho Pendahuluan Di Indonesia, dasar utama yang digunakan dalam Pengelolaan Keuangan berpedoman kepada Peraturan Pemerintah No. 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah yang diperbaharui menjadi Permendagri No. 13 tahun 2006 mengenai pedoman pengelolaan keuangan daerah yang terdiri dari penyusunan anggaran, pelaksanaan anggaran sampai pertanggungjawaban dan pengawasan penggunaan anggaran daerah. Pengelolaan keuangan daerah terdiri dari aktivitas pelaksanaan, pengawasan, perencanaan, pengendalian pelaporan serta evaluasi . Akuntabilitas merupakan bentuk dari pertanggungjawaban integritas keuangan, pengungkapan, dan ketaatan terhadap peraturan undang-undang. Jadi, dapat disimpulkan bahwa transparansi dan akuntabilitas merupakan prinsip keterbukaan yang memungkink an masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai pengelolaan keuangan daerah dan bentuk perwujudan dari pertanggungjawaban atas pengendalian sumber daya yang dimiliki dalam rangka pencapaian tujuan pemerintahan . Entitas pelaporan menyajikan informasi untuk membantu pengguna laporan keuangan dalam memperkirakan hasil operasi entitas dan pengelolaan aset, seperti halnya dalam pembuatan dan evaluasi keputusan mengenai alokasi sumber daya ekonomi. Penyajian laporan keuangan merupakan hal yang paling penting karena dapat membantu pengguna laporan keuangan dalam mengevaluasi, menilai dan memprediksi suatu kinerja instansi Pemerintah daerah harus dapat menyusun laporan keuangan sesuai standar akuntansi yang diterima umum dan memenuhi karakteristik kualitatif laporan keuangan, selain itu pemerintah harus menyajikan informasi laporan keuangan secara jelas. Penyajian informasi yang utuh dalam laporan keuangan akan menciptakan transparansi dan nantinya akan mewujudkan akuntabilitas. Semakin baik penyajian laporan keuangan pemerintah maka akan berimplikasi terhadap peningkatan terwujudnya akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah . Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Pemerintah Kabupaten Magelang mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari tahun 2016 hingga tahun 2020 (Tabel 1. Tabel 2. Tabel . Tabel 1. Opini BPK Se-Kedu Nama Kabupaten/Kota Kabupaten Magelang Kota Magelang Kabupaten Temanggung Kabupaten Purworejo Kabupaten Kebumen Kabupaten Wonosobo WTP WTP WTP WTP WDP WTP WTP WTP WTP WTP WTP WTP WTP WTP WTP WTP WTP WTP WTP WTP WTP WTP WTP WTP WTP WTP WTP WTP WTP WTP Tabel 2. Tingkat Akuntabilitas Kinerja Se-Kedu Nama Kabupaten/Kota Kabupaten Magelang Kota Magelang Kabupaten Temanggung Kabupaten Purworejo Kabupaten Kebumen Tabel 3. Tingkat Kasus Korupsi Se-Kedu Nama Kabupaten/Kota Kabupaten Magelang Kota Magelang Kabupaten Temanggung Kabupaten Purworejo Kabupaten Kebumen Kabupaten Wonosobo Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 2 No. Total Kasus 6 kasus 5 kasus 5 kasus 3 kasus 4 kasus 4 kasus Mardika Pramudianti and Wawan Sadtyo Nugroho Permasalahan mengenai akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Magelang adalah masih rendahnya akuntabilitas kinerja yang di dapat selama kurun waktu 5 tahun terakhir. Kurun waktu 5 tahun terakhir. Kabupaten Magelang mendapat ranking CC selama 3 tahun berurut-urut pada tahun 2016 hingga 2018, pada tahun 2019 hingga 2020 Kabupaten Magelang mendapat ranking B serta Kabupaten Magelang dalam kurun waktu 5 tahun terakhir mendapatkan urutan tertinggi dalam tingkat kasus korupsi regional Kedu. Penelitian ini mengembangkan penelitian dari Sabriani dan Rahayu . tentang AuPengaruh Penyajian Laporan Keuangan dan Sistem Pengendalian Internal Terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah Pada SKPD Kota TasikmalayaAy. Hasil dari penelitian tersebut mengatakan bahwa Penyajian Laporan Keuangan dan Sistem Pengendalian Internal ditemukan memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah pertama, adanya penambahan variabel Aksesibilitas Laporan Keuangan Daerah dan Audit Kinerja. Variabel Aksesibilitas Laporan Keuangan Daerah dan Audit Kinerja termasuk ke dalam mekanisme jenis monitoring yang terdapat di dalam teori agensi, sedangkan variabel Penyajian Laporan Keuangan dan Sistem Pengendalian Internal termasuk ke dalam mekanisme jenis bonding. Menurut . menyatakan bahwa aksesibilitas laporan keuangan merupakan kemudahan bagi seseorang untuk memperoleh informasi mengenai laporan keuangan. Aksesibilitas laporan keuangan merupakan kemudahan bagi seseorang untuk memperoleh informasi mengenai laporan keuangan. Aksesibilitas laporan keuangan pada Kabupaten Magelang sudah cukup baik, karena para pemangku kepentingan dan masyarakat dapat mengakses Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) pada web yang telah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Magelang. Kedua, adanya perbedaan pada objek penelitian yaitu Pemerintah Kabupaten Magelang. Alasan dilakukan penelitian ini pada Pemerintah Kabupaten Magelang karena selama lima tahun terakhir Kabupaten Magelang mampu mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan hal tersebut merupakan sebuah prestasi. Dalam lima tahun mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian. Pemerintah Kabupaten Magelang masih mendapatkan ranking cukup rendah selama 5 tahun terakhir pada akuntabilitas kinerja dan berada pada urutan tertinggi Se-Kedu dalam tingkat kasus korupsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyajian laporan keuangan, sistem pengendalian internal, aksesibilitas laporan keuangan dan audit kinerja terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Harapannya hasil penelitian ini dapat bermanfaat dalam bidang ekonomi dan lingkungan agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berada di Kabupaten Magelang semakin memperhatikan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Literatur Review Teori Keagenan (Agency Theor. Hubungan keagenan merupakan suatu kontrak dimana satu orang atau lebih . memerintah orang lain . untuk melakukan suatu jasa atas nama prinsipal serta memberi wewenang kepada agen untuk membuat keputusan yang terbaik bagi prinsipal . Teori keagenan . gency theor. menjelaskan bahwa hubungan agensi muncul ketika satu orang atau lebih . mempekerjakan orang lain . untuk memberikan jasa dan kemudian mendelegasikan wewenang pengambilan keputusan kepada Terjadinya konflik kepentingan antara pemilik dan agen karena kemungkinan agen bertindak tidak sesuai dengan kepentingan principal, sehingga memicu biaya keagenan. Sebagai agen, manajer bertanggung jawab secara moral untuk mengoptimalkan keuntungan para pemilik dengan memperoleh kompensasi sesuai dengan kontrak. Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 2 No. Mardika Pramudianti and Wawan Sadtyo Nugroho Penyajian Laporan Keuangan Penyajian laporan keuangan daerah merupakan penyajian informasi keuangan pemerintah daerah yang memenuhi empat karakteristik kualitatif laporan keuangan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 Tentang Standar Akuntansi Pemerintah . Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 Tentang Standar Akuntansi Pemerintah, tujuan penyajian laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan selama satu periode pelaporan. Sistem Pengendalian Internal Sistem pengendalian internal adalah suatu proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efesien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan . Aksesibilitas Laporan Keuangan Aksesibilitas dalam kamus besar bahasa indonesia adalah hal yang dapat dijadikan akses atau hal dapat dikaitkan. Pentingnya penerapan akuntansi keuangan yang baik dan mudahnya masyarakat mendapatkan informasi tersebut sangat menentukan tingkat transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara pemerintah pusat dan daerah menyatakan bahwa informasi yang dimuat dalam sistem informasi keuangan daerah merupakan data terbuka yang dapat diketahui, diakses, dan diperoleh masyarakat. Hal tersebut berarti bahwa pemerintah daerah harus membuka akses kepada publik atas laporan keuangan yang dihasilkannya. Audit Kinerja Audit Pemerintah, khususnya Audit Kinerja merupakan kunci utama untuk memenuhi kewajiban pemerintah dalam pertanggungjawaban kepada rakyat. Audit kinerja adalah audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi instansi pemerintah yang terdiri atas audit aspek ekonomi, efisiensi, dan audit aspek efektivitas . Fungsi yang melakukan aktivitas dan kepatuhan terhadap kebijakan, peraturan dan hukum yang berlaku, menentukan kesesuaian antara kinerja yang telah dicapai dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya serta mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak pengguna laporan Audit kinerja dapat dilaksanakan oleh external auditor maupun internal auditor. Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah Akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah adalah suatu proses pengelolaan keuangan daerah mulai dari perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pertanggung jawaban, serta pengawasan yang benar-benar dapat dilaporkan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) terkait dengan kegagalan maupun keberhasilannya sebagai bahan evaluasi tahun berikutnya . Akuntabilitas dapat tercipta dalam suasana transparan dan demokratis serta adanya kebebasan dalam mengemukakan pendapat. Oleh karena itu, pemerintah harus benarbenar menyadari bahwa pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat adalah hal yang tidak dapat dipisahkan dari publik. Terwujudnya akuntabilitas keuangan daerah akan menjadi landasan awal bagi tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan segala pertanggungjawaban keuanga berasal dari dana masyarakat akan berjalan lancer seiring kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan dalam bidang pengelolaan keuangan Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 2 No. Mardika Pramudianti and Wawan Sadtyo Nugroho Metode Populasi dan Sampel Populasi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Magelang. Menurut Ghozali . teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu sampel atas dasar kesesuaian karakteristik sampel dengan kriteria pemilihan sampel yang telah Kriteria yang digunakan dalam pemilihan sampel adalah OPD di Kabupaten Magelang. Adapun kriterianya sebagai berikut: Dinas/Badan/Kantor yang berada di lingkup Pemerintah Kabupaten Magelang Kepala OPD yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang Pegawai OPD Bagian Keuangan yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang. Data Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis data primer yang berupa kuesioner yang disebar ke 26 OPD di Kabupaten Magelang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara dan kuesioner. Alat Analisis Data Statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata . , standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis dan skewness . Uji Kualitas Data Uji validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid dan tidaknya kuesioner. Kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut . Uji validitas instrumen kuesioner penelitian ini menggunakan uji validitas dengan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Confirmatory Factor Analysis digunakan untuk menguji apakah suatu variabel mempunyai indikator-indikator mengkonfirmasikan sebuah variabel. Dengan analisis faktor konfirmatori dapat menguji apakah indikator benar-benar merupakan indikator dari variabel tersebut. Uji reliabilitas Uji reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliable jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu dengan menggunakan alat ukur yang sama, uji reliabilitas dimaksud untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama. Pengujian dilakukan dengan menghitung Cronbach Alpha dari masing-masing instrumen dalam suatu variabel. Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,70. Analisis Regresi Linear Berganda Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis regresi linier berganda yaitu suatu model statistik yang umum digunakan untuk meneliti hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen. Model ini dipilih untuk mengetahui hubungan variabel terikat dengan variabel bebasnya serta untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) baik secara parsial maupun secara simultan. Berdasarkan variabel independen dan dependen tersebut, maka dapat disusun persamaan analisis regresi linier sebagai berikut . yaycEyaya = yu yu1 ycEyaya yu2 ycIycEya yu3 yayaya yu4 yaya yce Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 2 No. Mardika Pramudianti and Wawan Sadtyo Nugroho Pengujian Hipotesis Uji Koefisien Determinasi Koefisien determinasi (R. mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen . Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel-variabel dependen amat terbatas. Uji f Digunakan untuk menunjukkan apakah variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen secara baik atau menguji apakah model yang digunakan telah fit atau tidak Ghozali . Ketentuan menilai hasil hipotesis uji F adalah berupa level signifikansi 5% dengan derajat kebebasan pembilang df = k-1 dan derajat kebebasan penyebut df = n-k di mana k adalah jumlah variabel bebas. Kriteria dalam uji F yaitu: Jika F hitung > F tabel dan tingkat < 0. 05, maka model penelitian dapat dikatakan Jika F hitung < F tabel dan tingkat > 0. 05, maka model penelitian dapat dikatakan tidak cocok. Uji t Uji t pada dasarnya digunakan untuk menguji seberapa jauh pengaruh variabel penjelas atau independen dalam menerangkan variasi variabel dependen. Pengujian dilakukan dengan menggunakan signifikan level 0,05 (=5%). Kriteria pengambilan keputusan untuk menguji hipotesis yaitu menggunakan statistik t sebagai berikut: Jika t hitung > t tabel, atau p value < = 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen Jika t hitung < t tabel, atau p value > = 0,05, maka Ho tidak ditolak dan Ha tidak diterima, artinya tidak terdapat pengaruh antara variabel independen terhadap variabel Hasil dan Pembahasan Sampel Penelitian Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah pegawai di OPD se-Kabupaten Magelang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Kuesioner ditujukan kepada pegawai yang melaksanakan fungsi akuntansi/tata usaha keuangan, kepala subbagian keuangan, staf pencatatan keuangan, dan staf pemegang kas OPD. Kuesioner yang disebar sebanyak 115 kuesioner. Jumlah kuesioner yang dapat diolah sebanyak 112 responden (Tabel . Tabel 4. Sampel Penelitian dan Tingkat Pengembalian Uraian Kuesioner yang didistribusikan Kuesioner yang kembali Kuesioner yang tidak kembali Jumlah kuesioner yang diolah Tingkat pengembalian kuesioner Tingkat pengembalian yang dapat diolah Jumlah . 97,4% 97,4% Statistik Deskriptif Berdasarkan hasil statistik deskriptif didapatkan informasi bahwa jumlah N atau sampel sebanyak 112, sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 5. Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 2 No. Mardika Pramudianti and Wawan Sadtyo Nugroho Tabel 5. Hasil Statistik Deskriptif Penyajian Laporan Keuangan Sistem Pengendalian Internal Aksesibilitas Laporan Keuangan Audit Kinerja Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah Minimum 4,00 3,00 2,00 3,00 Maximum 5,00 5,00 5,00 5,00 Mean 4,13 4,13 3,79 4,11 Standar Deviation 0,342 0,367 0,522 0,388 4,00 5,00 4,20 0,399 Uji Kualitas Data Uji Validitas Berdasarkan hasil uji normalitas pengujian pada tabel dapat diketahui bahwa jumlah N atau sampel yang diuji adalah sebanyak 112 sampel. Berdasarkan pengujian CFA, maka hasil cross loading menunjukkan bahwa indikator-indikator dengan nilai cross loading > 0,50 adalah valid (Tabel . Tabel 6. Hasil Uji Validitas Variabel PLK 1 PLK 2 PLK 3 PLK 4 PLK 5 PLK 6 PLK 7 PLK 8 SPI 1 SPI 2 SPI 3 SPI 4 SPI 5 SPI 6 SPI 7 SPI 8 SPI 9 SPI 10 SPI 11 SPI 12 SPI 13 SPI 14 ALK 1 ALK 2 ALK 3 AK 1 AK 2 AK 3 AK 4 AK 5 APKD 1 APKD 2 APKD 3 PLK 0,923 0,852 0,877 0,825 0,842 0,599 0,832 0,808 SPI ALK APKD 0,738 0,656 0,810 0,765 0,824 0,826 0,871 0,778 0,918 0,816 0,906 0,914 0,602 0,807 0,562 0,638 0,500 0,895 0,865 0,805 0,845 0,847 0,886 0,787 0,861 Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 2 No. Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Mardika Pramudianti and Wawan Sadtyo Nugroho Uji Reliabilitas Berdasarkan tabel hasil uji reliabilitas (Tabel . untuk semua variabel nilai Cronbach Alpha > 0,70 sehingga semua variabel penelitian ini dinyatakan reliabel. Tabel 7. Hasil Uji Reliabilitas Cronbach Alpha Variabel PLK SPI ALK APKD Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel 0,875 0,913 0,781 0,823 0,815 Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 8. Hasil Analisis regresi linear berganda Unstandardized Coefficients Model (Constan. PLK SPI ALK 0,906 0,051 0,069 0,004 0,291 Standardized Coefficients Std. Error 1,082 0,047 0,031 0,50 0,057 Sig. 0,838 1,074 2,221 0,079 5,089 0,404 0,285 0,028 0,938 0,000 Beta 0,116 0,271 0,005 0,452 Berdasarkan hasil pengujian pada tabel hasil analisis regresi linear berganda (Tabel . maka persamaan regresinya adalah: APKD = 0,906 0,051PLK 0,069SPI 0,004ALK 0,291AK Pengujian Hipotesis Uji Koefisien Determinasi Tabel 9. Hasil uji koefisien determinasi 0,76 R Square 0,578 Adjusted R Square 0,562 Std. Error of the Estimate 0,742 Berdasarkan hasil pengujian R Square pada Tabel 9 besarnya Adjusted R Square adalah 0,562. Hal ini berarti bahwa variabel penyajian laporan keuangan, sistem pengendalian internal, aksesibilitas laporan keuangan dan audit kienrja mampu menjelaskan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah sebesar 56,20%, sedangkan sisanya 43,80% dijelaskan oleh faktor-faktor lain dari luar penelitian ini. Uji f Tabel 10. Hasil uji f Model Regression Residual Total Sum of Squares 80,734 58,945 139,679 Mean Square 20,183 0,551 36,638 Sig. 0,000 Berdasarkan hasil pengujian uji F (Tabel . menunjukkan nilai Fhitung sebesar 36,63 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Jumlah n = 112 dan k = 4 maka df1 = 4 . Ae . dan df2 = 107 . Ae . serta didapat Ftabel sebesar 2,46. Hal ini menunjukkan bahwa model penelitian yang digunakan pada penelitian ini layak atau fit. Uji t Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari variabel-variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil statistik uji t ditunjukkan pada Tabel 11. Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 2 No. Mardika Pramudianti and Wawan Sadtyo Nugroho Tabel 11. Hasil uji t PLK SPI ALK 0,069 0,004 0,291 1,074 2,221 0,079 5,089 Sig. 0,285 0,028 0,938 0,000 Ttabel 1,982 1,982 1,982 1,982 Keterangan H1 tidak diterima H2 diterima H3 tidak diterima H4 diterima Pembahasan Pengaruh Penyajian Laporan Keuangan terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa penyajian laporan keuangan tidak berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Hal ini menjelaskan bahwa penyajian laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Magelang sudah mencakup elemen karakteristik laporan keuangan pemerintah seperti: andal, relevan, dapat dipahami dan dapat dibandingkan sehingga responden yang ada pada OPD Kabupaten Magelang telah memenuhi karakteristik akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah tanpa perlu adanya tekanan atau treatment tertentu dari pihak-pihak lain. Terkait penelitian ini tidak sejalan dengan teori agensi yang menjelaskan bahwa semakin baik penyajian laporan keuangan maka akan meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Apabila penyajian laporan keuangan yang disusun tidak sesuai dengan standar akuntansi pemerintah (SAP) dan memenuhi karakteristik kualitatif laporan keuangan maka tidak semua transaksi keuangan disajikan ke dalam laporan keuangan dengan jujur. Kesimpulan penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian . yang menunjukkan bahwa penyajian laporan keuangan berpengaruh positif terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Kemudian pada penelitian yang dilakukan oleh . yang menunjukkan hasil bahwa penyajian laporan keuangan juga berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Pengaruh Sistem Pengendalian Internal terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal berpengaruh positif terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Hal ini menjelaskan bahwa sistem pengendalian internal yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Magelang telah dilaksanakan dengan baik dan optimal sehingga akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah dapat meningkat. Terkait penelitian ini sejalan dengan teori agensi yang menjelaskan bahwa semakin baik sistem pengendalian internal maka akan meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Terciptanya sistem pengendalian internal dapat mengatasi permasalahan asimetri informasi di akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah dikarenakan semua aktivitas harus dapat dipertanggung jawabkan kepada masyarakat. Kesimpulan penelitian ini sejalan dengan penelitian . yang menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal berpengaruh positif terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Kemudian pada penelitian yang dilakukan oleh . yang menunjukkan hasil bahwa sistem pengendalian internal juga berpengaruh positif terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Pengaruh Aksesibilitas Laporan Keuangan terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa aksesibilitas laporan keuangan tidak berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Hal ini menjelaskan bahwa akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Magelang tidak dipengaruhi oleh aksesibilitas laporan keuangan. Hal ini dikarenakan Pemerintah Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 2 No. Mardika Pramudianti and Wawan Sadtyo Nugroho Kabupaten Magelang tidak memberikan kemudahan kepada para pengguna laporan keuangan dalam memperoleh informasi tentang laporan keuangan daerah. Pemerintah Kabupaten Magelang hanya menyediakan informasi laporan keuangannya melalui website atau laman resmi milik Pemerintah Kabupaten Magelang serta masih ada beberapa tahun atau beberapa elemen laporan keuangan Pemerintah Kabupaten yang belum lengkap pada laman tersebut. Terkait penelitian ini tidak sejalan dengan teori agensi yang menjelaskan bahwa semakin baik aksesibilitas laporan keuangan maka akan meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Pemerintah Kabupaten Magelang selaku agent harus dapat memberikan pertanggungjawaban, melaporkan dan meninformasikan segala kegiatan pengelolaan keuangan daerah kepada masyarakat selaku principal. Kesimpulan penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian . yang menunjukkan bahwa aksesibilitas laporan keuangan berpengaruh positif terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Kemudian pada penelitian yang dilakukan oleh . yang menunjukkan hasil bahwa aksesibilitas laporan keuangan juga berpengaruh positif terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Pengaruh Audit Kinerja terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa aksesibilitas laporan keuangan berpengaruh positif terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Hal ini menjelaskan bahwa audit kinerja terutama dibagian yang langsung berkaitan dengan pengelolaan keuangan daerah dapat meningkatkan kinerja pegawai yang secara langsung meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Terkait penelitian ini sejalan dengan teori agensi yang menjelaskan bahwa semakin baik audit kinerja maka akan meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Terciptanya audit kinerja dapat mengatasi permasalahan asimetri informasi di akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah dikarenakan semua aktivitas harus dapat dipertanggung jawabkan kepada masyarakat. Kesimpulan penelitian ini sejalan dengan penelitian . yang menunjukkan bahwa audit kinerja berpengaruh positif terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyajian laporan keuangan, sistem pengendalian internal, aksesibilitas laporan keuangan dan audit kinerja pada OPD Kabupaten Magelang. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 112 pegawai yang melaksanakan tata usaha akuntansi/keuangan pada OPD yang terdiri dari Kepala Dinas. Kasubag Keuangan. Staff Keuangan atau Akuntansi. Bendahara. Kasie Keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel sistem pengendalian internal dan audit kinerja berpengaruh positif terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah sementara veriabel penyajian laporan keuangan dan aksesibilitas laporan keuangan tidak berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Sistem pengendalian internal yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Magelang sudah dilakukan secara optimal sehingga akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah juga sudah terpenuhi. Audit kinerja yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Magelang telah memenuhi aspek efisiensi, ekonomis dan efektif sehingga akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah telah memenuhi aspek Penyajian laporan keuangan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Magelang telah memenuhi kriteria karakteristik laporan keuangan dalam akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah tanpa perlu adanya tekanan ataupun tuntutan dari pihakpihak luar. Aksesibilitas laporan keuangan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Magelang masih cukup rendah, dikarenakan Pemerintah Kabupaten Magelang belum memberikan kemudahan akses kepada pihak di luar Pemerintah Kabupaten Magelang terutama pertanggungjawaban atas pengelolaan keuangan daerah kepada masyarakat. Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 2 No. Mardika Pramudianti and Wawan Sadtyo Nugroho Ucapan Terima Kasih Selama penelitian dan penyusunan laporan penelitian, penulis tidak luput dari kendala. Kendala tersebut dapat diatasi penulis berkat adanya bantuan, bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis ingin menyampaikan rasa terimakasih sebesar besarnya kepada: Alloh SWT. Penulis sangat bersyukur atas segala nikmat dan rahmat-Nya. Dr. Wawan Sadtyo Nugroho. Si. Ak. CA selaku dosen pembimbing, yang telag bersedia waktu, tenaga, dan pikiran untuk memberikan bimbingan dalam penelitian ini. Bapak Sigit Haryadi dan Ibu Yekti Handayani atas doa dan dukungan selama penelitian. Keluarga besar Yosodimedjo yang senantiasa mendoakan kelancaran selama penelitian. References