PENGARUH KUALITAS KEHIDUPAN KERJA GURU TERHADAP LOYALITAS GURU DI SEKOLAH SMA NEGERI 10 SAMARINDA SEBRANG, KALIMANTAN TIMUR Eis Endah Kurnia1 Evi Kurniasari Purwaningrum2. Meyritha Trifina Sari 2 Fakultas Psikologi. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Indonesia Email : Endahindah299@yahoo. Abstract This study aims to examine the role of quality of work life to teacher loyalty, so that teachers can survive in school in a long time. This study took sample of 63 teachers, data collection methods in this study using quantitative methods of distributing a questionnaire that contains about the quality of work life as well as loyalty of teachers with four options likert scale through the method of regression analysis two pridiktor. The findings of this study support the hypothesis that collectively the quality of work life can predict teacher loyalty (R=0,667. F=48. p<0,. The results showed the greatest predictors for predicting teacher loyalty were predictor of teacher loyalty. Then the higher the quality of work life the higher the loyality of teachers. Keywords: Quality of Work Life. Master Loyalty. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji peranan kualitas kehidupan kerja terhadap loyalitas guru, sehingga para guru mampu bertahan di sekolah dalam waktu yang kurun cukup lama. Penelitian ini mengambil sample 63 guru, metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yaitu penyebaran kuesioner yang berisi tentang kualitas kehidupan kerja serta loyalitas guru dengan empat pilihan jawaban skala likert melalui metode analisis regresi dua pridiktor. Temuan dari penelitian ini mendukung hipotesis bahwa secara bersama-sama kualitas kehidupan kerja dapat memprediksi loyalitas guru (R=0,667. F=48. p<0,. Hasil menunjukkan prediktor terbesar untuk memprediksi loyalitas guru merupakan prediktor dari loyalitas guru, maka semakin tinggi kualitas kehidupan kerja maka semakin tinggi pula loyalitas guru. Kata Kunci : Kualitas Kehidupan Kerja. Loyalitas Guru. PENDAHULUAN dilihat dari dua sudut administrasi dan pengembangan profesi. Pendidikan dan Latar Belakang latihan merupakan dua pengertian yang Persoalan mendasar dalam sistem Sejumlah persyaratan, antara lain memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dengan anak didiknya, mempunyai jiwa kreatif dan produktif, mempuyai etos kerja yang tinggi pengembangan diri secara terus menerus, akan tetapi dalam pelaksanaanya penuh dengan keterbatasan secara intitusional. Berberapa permasalahan tersebut berkisar kurangnya tingkat kesejahteraan guru, rendahnya etos kerja dan komitmen guru serta kurangnya penghargaan masyarakat terhadap profesi guru. guru sebagai sumber daya yang berkualitas antara lain ditunjukkan oleh kinerja dan menekankan pada aspek intelektualitas melalui proses interaksi antara pelatihan dan peserta dengan tujuan membuka cakrawal berpikir yang luas dan gagasan Kinerja perilaku yang berorientasi pada tugas dan Demikian halnya dengan kinerja guru yang mana kinerja guru ini dapat Pelatihan memfokuskan pada aspek-aspek yang bersifat keterampilan motorik. Adapun upaya untuk membina dan mengembangan sumber daya manusia diakui merupakan tugas yang cukup berat dan memerlukan keterlibatan dari semua pihak dalam hal ini melalui pendidikan sekolah (Hamsinah. Guru Profesionalisme guru tentunya terkait dengan unsur manajemen kerja guru, selain itu juga dengan melihat profesinya tersebut. Jika dilihat dari fungsinya, guru Peningkatan sumber daya manusia berkaitan sangat erat. Pendidikan lebih mempunyai tanggung jawab yang besar untuk mencerdaskan anak Tanggung jawab tersebut tidak dapat dilewati begitu saja tanpa adanya Seperti yang dikemukakan oleh Chatib . bahwa guru yang pantas untuk diberhentikan adalah guru yang mempunyai masalah pada komitmen atau loyalitas, bukan kompetensi. Dari pendapat tersebut, menumbuhkan sikap loyal atau setia. Peraturan disiplin pegawai negeri sipil Gambaran tentang tingkat kehadiran masyarakat diharapkan selalu siap sedia guru dapat disimak pula dari hasil menjalankan tugas yang telah menjadi penelitian menurut Wulan . sejumlah tanggung jawabnya dengan baik, akan sekolah di wilayah Kota Depok terdiri dari tetapi sering terjadi di dalam suatu instansi 14 kecamatan yang memiliki 8 sekolah menengah atas (SMA) Negeri secara berberapa sekolah terletak pada lokasi yang bekerja sambil ngobrol dan sebagainya, hal tidak mudah di jangkau dengan cepat oleh ini juga bisa di lihat dari para guru di Hal ini merupakan salah satu sekolah, searusnya seorang guru yang permasalahan yang berhubungan dengan bersetatus PNS dengan beban tugas yang kedisiplinan guru dalam hal kehadiran atau diberikan sebanyak 24 jam dalam satu konsekuensinya yakni datang tidak harus dalam tugasnya tentu berkaitan dengan pada jam mengajar, tetapi mereka harus kinerja guru. penelitian ini dilakukan pada siap mulai dari jam 7 . ima belas guru-guru SMA Negeri yang tersebar di 3 ) bel berbunyi sampai jam bel pulang, . kecamatan di kota depok, yaitu namun kenyataanya mereka sering telat kecamatan sukma jaya. Pancoran Mas dan datang ke sekolah, datang sesuai dengan Limo. Meskipun demikian hasil analisis jam mengajar saja, setelah jam mengajar masuk . atap muk. mereka langsung karakteristik sekolah lain yang berada di pulang, di dalam pegumpulan tugas-tugas kota depok penelitian ini dilakukan untuk mencapai keberhasilan penyapaian tujuan seperti memasukan nilai ke kurikulum, sistem pendidikan nasional diperlukan mengumpulkan program pembelajaran dan adanya kesungguhan dan komitmen yang kuat dari berbagai pihak, baik pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah, sehingga semuanya itu hanya bersifat formalitas saja kualitas SDM Indonesia dapat ditingkatkan dan mengakibatkan kurang efektifnya pegawai yang bersangkutan. Permasalahan khsusnya guru yang merupakan salah satu komponen dalam pendidikan. Dengan adanya pelanggaran disiplin kesemuanya menunjukan suatu pertanyaan loyalitas dari diri sendiri misalnya mulai berusaha untuk datang ke sekolah lebih tersebut sudah sedemikian membudaya awal, masuk ke kelas juga lebih awal, dan sehingga sulit untuk di adakan pembinaan, mematuhi peraturan di sekolah misalnya sehingga dalam masalah ini penegakan pakaian seragam sekolah, guru juga harus disiplin PNS kini sudah saatnya patut memakai pakaian yang mencerminkan mendapat perhatian yang lebih kusus ketaatan guru, sehingga siawa akan meniru (Sujianto dkk, 2. Berdasarkan peraturan di sekolah. wawancara yang dilakukan oleh peneliti Berdasarkan wawancara diatas dapat dapat di simpulkan bahwa setiap guru disimpulkan bahwa dalam menjalankan melakukan adanya rapat bulanan, dimana tugas sebagai seorang guru masih ada yang guru-guru tidak menaati peraturan dan masih ada dikumpulkan untuk membahas adanya berberapa guru yang mengajar tidak tepat target kinerja atau pengajaran yang harus waktu, mengulur waktu jam masuk pada ditingkatkan pada setiap mata pelajaran dan saat mengajar, kurangnya tanggung jawab kinerja guru-guru selama satu bulan sekali. saat mengajar, berdasarkan keterlambatan Masalah yang sering dibahas dalam setiap dari berberapa guru. Menurut laporan dari rapat kerja adalah tentang bagaimana staf tata usaha di salah satu SMA di memelihara hubungan antara pribadi dan Samarinda mengatakan berberapa laporan guru-guru untuk selalu meningkatkan kinerja dan loyalitas guru agar lebih baik perbulanya selalu ditutupi jika ada guru Dari wawancara dengan berberapa yang terlambat atau guru yang tidak hadir, guru dapat di gambarkan bahwa sebagai menurut laporan semua itu dikarenakan guru, ketika jam bekerja berlangsung agar hasil tiap bulannya selalu baik dan ditemukan berberapa guru yang tidak tepat kinerja guru dianggap memenuhi peraturan waktu mengajar saat jam pelajaran mulai dalam mengajar setiap harinya. berlangsung dan adanya guru-guru yang Loyalitas dan kualitas kehidupan kerja merupakan dua hal yang menunjukkan masuknya guru pada saat jam mengajar. hubungan antara organisasi dan guru. Guru menghabiskan waktu kerja mereka Loyalitas dengan mengobrol pada saat jam mengajar, perilaku yang diinginkan organisasi dan sebagai contoh dan teladan bagi siswa, diharapkan memiliki loyalitas terhadap organisasi Sedangkan Thommy Stefanus mengemukakan bahwa loyalitas dapat merupakan keseimbangan yang diharapkan dikatakan sebagai kesetiaan seseorang antara organisasi dan guru. Artinya, terhadap suatu hal yang akan hanya berupa kesetian fisik semata, namun lebih pada kesetian non fisik seperti pikiran dan organisasi dan guru, dimana mereka sama- Loyalitas para karyawan dalam sama mendapatkan kualitas yang baik suatu organisasi itu mutlak diperlukan dalam pekerjaanya. Sehingga dari loyalitas demi kesuksesan organisasi itu sendiri. Demikian semakin tinggi loyalitas para memuculkan adanya suatu kepuasan antara karyawan di suatu organisasi, maka organisasi dan guru. Dalam hal ini adanya semakin mudah bagi organisasi itu untuk suatu kepuasan dalam bekerja merupakan mencapai tujuan-tujuan organisasi yang kepentingan yang diinginkan guru, artinya telah ditetapkan sebelumnya oleh pemilik guru menginginkan adanya kepuasan yang diberikan oleh organisasi berupa adanya Menurut Jusuf . alam Nandania, gaji yang layak, promosi yang adil, hubungan antara rekan kerja dan atasan yang baik serta adanya kepuasan guru terhadap pekerjaanya (Fajrin & Riono 2. faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas karyawan sebagai berikut : Faktor Rasional. Menyangkut hal-hal yang bisa dijelaskan secara logis, seperti gaji, bonus, jenjang karir dan Tujuan Penelitian fasilitas-fasilitas Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk membuktikan lembaga kepada karyawan. Faktor Menyangkut karyawan atau ekspresi diri seperti kehidupan kerja guru terhadap loyalitas guru di SMA Negeri 10 Samarinda. Lingkungan kerja yang mendukung, perasaan aman karena organisasi merupakan tempat bekerja dalam TINJAUAN TEORI Pengetian Loyalitas penghargaan Faktor-faktor yang mempengaruhi organisasi dan budaya kerja. kualitas kehidupan kerja menurut Cascio Faktor kepribadian. Menyangkut sifat, & Cascio Wayne . alam Irawati, 2. karakter, tempramen yang dimiliki oleh kualitas kehidupan kerja yaitu: Pengertian Kualitas Kehidupan Kerja Sistem imbalan yang inovatif, artinya kepada guru memungkinkan mereka Fauzan . alam Irawati, mengemukakan bahwa kualitas kehidupan hidup karyawan yang berlaku di yang lebih manusiawi. Hackman & pasaran kerja. Sistem imbalan ini Winardi . alam Irawati, 2. mengatakan mencakup gaji, tunjangan, bonus- bahwa kualitas kehidupan kerja adalah bonus dan berbagai fasilitas lain tinkat dimana para anggota organisasi kerja mampu memenuhi kebutuhan pribadi Partisipasi, yaitu adanya kesempatan dalam pengambilan keputusan yang kualitas kehidupan kerja adalah mengubah tidak langsung terhadap pekerjaan. manusiawi membawa kepada kepada kualitas kehidupan kerja yang lebih baik. Berdasarkan berberapa pendapat di Sistem imbalan yang inovatif, yaitu mereka untuk memuaskan berbagai atas dapat disimpulkan bahwa kualitas kebutuhanya sesuai dengan standard kehidupan kerja merupakan istilah umum hidup karyawan yang bersangkutan yang meliputi perasaan seseorang yang meliputisetiap dimensi kesejahteraan atau pengupahan dan penggajian yang upah, keamanan, kondisi kerja organisasi dengan organisasi atau instansi. untuk berpartisipasi atau terlibat mengemukakan bahwa peran penting dari dan hubungan antara karyawan maupun karyawan dalam bekerja. Menurut Cascio . alam Irawati, 2. iklim organisasi agar secara teknis dan kebutuhannya sesuai dengan standard kerja dapat menghasilkan lingkungan kerja berlaku di pasaran kerja. Lingkungan kerja, yaitu tersedianya lingkungan kerja yang kondusif, termasuk di dalamnya penetapan jam kerja, kehidupan kerja memiliki validitas yang kepemimpinan serta lingkungan fisik. Berdasarkan Corelation . ilai r hitun. berkisar anatara tersebut diatas disimpulkan bahwa faktor- 0,338-0,930, sehingga tidak ada aitem yang gugur dalam skala ini. Hasil uji Corrected Item-Total relibilitas yang telah dilakukan diperoleh . , keinginan . ingkungan kerja angka koefisien relibilitas pada skala yang kondusi. dan kesempatan untuk kualitas kehidupan kerja adalah sebesar 0,973. Sedangkan hasil uji validitas skala loyalitas guru yang terdiri dari 96 aitem. dalam organisasi dimana mereka bekerja. Menurut hasil uji validitas aitem pada Dengan skala loyalitas guru yang diberikan pada lingkungan tersebut karyawan bisa bekerja 63 orang subjek penelitian yang terdiri dari dengan nyaman dan optimal sehingga 4 aspek secara keseluruhan terdapat 22 dapat mencapai tujuan yang ditetapkan. aitem yang gugur dan menyisakan 74 yang dimiliki aitem dengan skor Corrected Item-Total METODE PENELITIAN Corelation . ilai r hitun. berkisar antara Penelitian ini mengunakan metode 0,338-0,930. Hasil uji reliabilitas yang kuantitatif, yaitu metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme. CronbachAos pada skala loyalitas pada 74 digunakan untuk meneliti pada populasi aitem keseluruhan diperoleh koefisien reliabilitas seesar 0,973 Penelitian dikenakan kepada 63 guru yang ditentukan dengan teknik nonprobability sampling. Alpha Analisa data yang digunakan adalah Alat ukur yang digunakan adalah Penggunaan metode analisa ini digunakan skala kualitas kehidupan kerja yang terdiri antara variabel X (Kualitas Kehidupan dari 35 aitem dan skala loyalitas guru yang Kerj. terhadap variabel Y (Loyalitas terdiri dari 96 aitem. Menurut hasil uji Gur. dengan bantuan SPSS (Statistical Package For Social Scienc. 16 For kehidupan kerja yang diberikan pada 63 Windows. orang subyek penelitian yang terdiri dari 7 HASIL DAN PEMBAHASAN menunjukkan bahwa semua aitem kualitas Pada berberapa uji asumsi yaitu: Normalitas Berdasarkan haasil analisis regresi dengan Uji normalitas digunakan untuk Pengujian Square = 0,445 dan p = 0,000. Nilai R tersistribusi atau tidak. Data yang diuji dalam regresi sederhana menunjukkan adalah sebaran data pada instrument adanya korelasi antara variabel independen kualitas kehidupan kerja (X) terhadap terhadap variabel dependen. Nilai R yang diperoleh adalah 0,667 yang berarti bahwa metode enter diperoleh nilai R = 0,667. R (Y). Pengujian Kolmogorov-Simirnov korelasi antara kualitas kehidupan kerja One Sample terhadap loyalitas guru adalah sebesar Test 0,667. taraf signifikan 0,01. Suatu data Sumbangan dikatakan terdistribusi secara normal independen terhadap variabel dependen apabila nilai Aximp. Sig . -taile. nya ditunjkkan oleh nilai R Squaare 0,445. Hal > dari 0,01 level of significant . ini berarti bahwa sumbangaan pengaruh Berdasarkan hasil uji normalitas maka diperoleh nilai Aximp. Sig . -taile. loyalitas guru sebesar 44,5%, sedangkan diperoleh hasil sebesar 0,097, karena sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang signifikansi lebih dari 0,01 . ,097 > tidak disertakan dalam penelitian ini. Hasil 0,. , maka nilai residual tersebut analisis regresi ini juga menunjukkan paengaruh dengan arah positif terhadap Uji Liniearitas kualitas kehidupan kerja terhadap loyalitas Uji asumsi liniearitas dilakukan untuk guru yang artinya semakin tinggi kualitas kehidupan kerja terhadap loyalitas guru. kehidupan kerja maka loyalitas guru juga semakin meningkat. Pengujian linearitas dalam penelitian ini Hal ini sejalan dengan penelitian menggunakan test For linearity, sehinngga terdahulu bawa kualitas kehidupan kerja berpengaruh signifikan terhadap loyalitas Deviation From Linearity sebesar 16,0 . guru (Fajrin & Riyono, 2. loyalitas dan > maka bersifat linear dan data memenuhi kualitas kehidupan kerja merupakan dua asumsi klasik linearitas sebagai prasyarat hal yang menunjukkan hubungan antara analisis regresi linear. sekolah dan guru. Loyalitas guru adalah Uji Regresi Sederhana diinginkan sekolah dari guru dalam Hasil penelitian menunjukkan bahwa bekerja, artinya guru diharapkan memiliki adanya pengaruh kualitas kehidupan kerja kesetiaan terhadap pekerjaannya dimana terhadap loyalitas guru. Hal ini tampak mereka bekerja . Sedangkan pada hasil pengujian hipotesis dengan nilai probabilitas . = 0,000 . < 0,. maka keseimbangan yang diharapkan antara disimpulkan terdapat pengaruh antara kualitas kehidupan kerja (X) terhadap kehidupan kerja merupakan kepentingan loyalitas guru (Y) dengan nilai R Square yang diinginkan oleh sekolah dan guru, 0,445 yang artinya ada sumbangan efektif dimana mereka sama-sama mendapatkan kualitas kehidupan kerja sebesar 44,5% kualitas yang baik dalam pekerjaannya. terhadap loyalitas guru. Hasil analisis Sehingga dari loyalitas dan kualitas regresi ini juga menunjukkan bahwa kualitas kehidupan kerja memberikan kepuasan antara sekolah dan guru (Fajrin & Riono, 2. terhadap loyalitas guru yang artinya Kualitas semakin tinggi kualitas kehidupan kerja menimbulkan keinginan para guru untuk tetap tinggal dalam organisasi. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kualitas SARAN terhadap loyalitas seseorang, hai ini dapat Berdasarkan hasil penelitian diatas, ditunjukkan dengan adanya hubungan berikut saran yang dapat diberikan oleh positif antara praktek kualitas kehidupan peneliti adalah : kerja dengan loyalitas guru sebagai Bagi Instansi pengantar untuk menjadikan guru menjadi Hasil penelitian ini diharapkan dapat lebih loyal dalam bekerja (Arifin, 2. memberikan masukan bagi organisasi Studi ini memperkuat penjelasan mengenai pentingnya loyalitas pada pengaruh adanya kualitas kehidupan kerja terhadap loyalitas kerja guru sehingga membuat kebijakan-kebijakan yang maksimal kepada organisasi. KESIMPULAN Instansi loyalitas kerja pada guru. Bagi Guru Kerja CV. Sinar Abadi (Doctoral Universitas Muhammadiyah Surakart. Penelitian ini diharapkan dapat pentingnya upaya membangun sikap atau perilaku guru dalam ketaatan atau melaksanakan tugas disekolah, jujur dalam bekerja dan juga sebagai sumber informasi yang berkaitan faktor-faktor Samarinda. Bagi Peneliti Selanjutnya Hasil analisa pengaruh kualitas kehidupan kerja terhadap loyalitas Angelia. Hubungan antara Kualitas Kehidupan Kerja dengan Komitmen Organisasi Pada Karyawan Perusahaan Genteng Mutiara. EMPATHY Jurnal Fakultas Psikologi, 2. loyalitas pada guru di SMA Negeri 10 Atmaja. Quality of Worklife. Jatinangor: Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran. Arifin. Noor. Analisis Kehidupan Kerja. Kinerja. Dan Kepuasan Kerja Pada CV. Duta Senenan Jepara. Jurnal Economia, 8 . Arikunto. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. ( Edisi. Revis. Jakarta: Rineka Cipta. Azwar, 44,5% yang artinya masih ada 55,5% lagi pengaruh variabel dan faktor lain yang dapat mempengaruhi loyalitas Sehingga ini diharapkan untuk peneliti selanjutnya dapat menggali S . Realibilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Afani. Analisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Loyalitas Pegawai Pada Badan Kepegawaian Daerah Kota Depok. Chatib,M. Kaifa. Kelasnya Manusia. dan mempelajari lebih dari variabel loyalitas guru. DAFTAR PUSTAKA